You are on page 1of 9

A.

ETIKA BISNIS
a. Definisi Etika Bisnis
Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang dalam bentuk jama’nya “ta
etha” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Dalam pengertian ini, etika
berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri sendiri, seseorang,
maupun pada suatu masyarakat tertentu. Sedangakan etika bisnis (business
etnics) adalah suatu keyakinan tentang diterima tidaknya kebiasaan yang
dijalankan atau prinsip-prinsip dalam bisnis.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis yaitu:
a) Utilitarian approach
Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena
itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang
dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan
cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
b) Individual rights approach
Setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang
harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus
dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan
dengan hak orang lain.
c) Justice approach
Para pembuat keputusan mempuanyai kedudukan yang sama, dan
bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik
secara perseorangan ataupun secara kelompok.

b. Manfaat etika bisnis
Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua karyawan terikat dengan
standard etis yang sama, sehingga akan mengambil kebijakan/keputusan yang
sama terhadap kasus sejenis yang akan timbul. Adapun manfaat dalam etika
bisnis yaitu:
a) Menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya,
kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).
b) Bagi perusahaan yang telah go public dapat memperoleh manfaat
berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain itu karena
adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor
untuk membeli saham perusahaan tersebut.
c) Dapat meningkatkan daya saing (competitive advantage) perusahaan.
d) Membangun corporate image/citra positif, serta dalam jangka panjang
dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan (sustainable company).

bukan Baja penting adanya norma-norma moral. Dalam etika sebagai ilmu. b) Memperkenalkan argumentasi moral khususnya dibidang ekonomi dan bisnis. Tujuan Etika Bisnis Yang diharapkan dalam mempelajari etika bisnis Menurut K. jika sebelumnya kesadaran itu tidak ada. Orang yang mendalami etika bisnis diharapkan memperoleh keyakinan bahwa etika merupakansegi nyata dari kegiatan ekonomis yang perlu diberikan perhatian serius. Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah karena : a) Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi. serta membantu pebisnis/calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang tepat. c) Melindungi prinsip kebebasan berniaga d) Mampu meningkatkan keunggulan bersaing. Melalui studi etika diharapkan pelaku bisnis akansanggup menemukan fundamental rasional untuk aspek moral yang menyangkut ekonomi dan bisnis . Etika bisnis perusahan memiliki peran yang sangat penting. yaitu : a) Menanamkan atau meningkakan kesadaran akan adanya demensi etis dalam bisnis. c. tidak kalah pentingadalah alasan bagi berlakunya norma-norma itu. b) Mampu meningkatkan motivasi pekerja. ada 3 tujuan yang ingin dicapai. tapi masih lemah dan ragu. Menanamkan. baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.diperlukan suatu landasan yang kokoh. meningkatkan bila kesadaran itu sudah ada. Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara : a) Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct) b) Memperkuat sistem pengawasan c) Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus. yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi. Bertens.

Budaya Etika Budaya dalam perusahaan merupakan suatu sistem dari nilai-nilai yang dipegang bersama tentang apa yang penting serta keyakinan tentang bagaimana dunia itu berjalan. b) Etika organisasi bisnis dengan karyawan. dan tidak menyalah gunakan ijin. kesetiaan dan kejujuran dalam dunia bisnis. seperti tidak melakukan penyerobotan tenaga kerja. serta tumbuhnya saling percaya c) Budaya perusahaan memberi kontibusi signifikan terhadap pembentukan perilaku etis . dan etika organisasi. e) Etika organisasi bisnis dengan lembaga-lembaga. seperti penggajian dilakukan secara transparan. Bila Perusahaan memiliki Kode Etik sendiri. Dengan adanya kode etik diharapkan dapat mencegah terjadinya benturan-benturan kepentingan yang akan merugikan berbagai pihak. etika para pegawai. c) Etika antar organisasi bisnis. untuk menentukan sikap moral yang tepat didalam profesinya(kelak). maka mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya. walaupun dalam bentuk himbauan karena memang kaidah hukum memberikan akibat yang sangat berbeda dengan kaidah etika. merupakan nilai-nilai fundamental dalam masyarakat luas. promosi karyawan dilakukan secara terbuka. keadilan. Etika Dalam Organisasi Bisnis Didalam organisasi bisnis terdapat etika individu pemimpin. dan promosi tidak saling menjatuhkan. seperti tidak menerbitkan saham atau obligasi fiktif. maslahat dan kebajikan. Dalam etika organisasi bisnis. seperti promosi tidak boleh membohongi. f. Adapun hubungan antara etika dengan budaya yaitu: a) Perilaku etis dapat menimbulkan saling percaya antara perusahaan dengan stakeholder b) Perilaku etis dapat mencegah pelanggan. d) Etika organisasi bisnis dengan investor. Kode Etik Bisnis Kode Etik atau kadang-kadang disebut code of conduct atau code of ethical conduct. c) Membantu pebisnis/calon pebisnis. terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yang meliputi: a) Etika organisasi bisnis terhadap konsumen. pegawai dan pemasok bertindak opportunis. d. e. seperti hak dan kewajiban. seperti tidak menghindari pembayaran pajak. persamaan. produk yang dijual sesuai dengan kemasan yang tertulis.

Kebijakan dan aturan perusahaan sangat penting terutama untuk membantu. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis. Parakaryawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan/organisasi. mengurangi. tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif. Norma Etika Selain etika dan perilaku. . pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula. c) Moral sikap mental individual. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan terciptanya iklim etika dalam perusahaan adalah: a) Terciptanya budaya perusahaan secara baik b) Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya c) Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai g. misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Oleh karena itu. Perlu dipahami. dan mempertinggi pemahaman tentang etika perilaku. larangan beredar. b) Kebijakan dan prosedur organisasi. Sebagaiman lain yang menentukan etika perilaku adalah pendidikan. karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. dan sekolah. Ada tiga tingkatan norma etika. perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya. dan pengalaman. Tidak bisa dipungkiri. Nilai moral dan sikap mental individual biasanya berasal dari keluarga. larangan beroperasi dan lain sebagainya. berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. yaitu: a) Hukum. yang tidak kalah penting dalam bisnis adalah norma etika. memberi arahan khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari- hari. agama. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. d) Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku etis atau sebaliknya dapat mendorong terciptanya perilaku tidak etis. sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal. terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis. Hukum hanya mengatur standar perilaku minimum. pelatihan. misalnya melalui gerakan pemboikotan.

Ketika bisnis mulai mengabaikan tanggung jawabnya. Dari sudut pandang strategis. b. suatu perusahaan bisnis perlu mempertimbangkan tanggung jawab sosialnya bagi masyarakat dimana bisnis menjadi bagiannya. serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya. hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution c) Manfaat bagi pemerintah Dalam hal ini pemerintah merasa memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial. TANGGUNG JAWAB SOSIAL a. masyarakat cenderung menanggapi melalui pemerintah untuk membatasi otonomi bisnis. tanggung jawab ekonomi dan hukum dinilai sebagai tanggung jawab dasar yang dimiliki perusahaan. norma masyarakat.B. Manfaat Tanggung Jawab Sosial a) Manfaat bagi perusahaan Tanggung jawab sosial perusahaan tentunya akan menimbulkan citra positif perusaahaan di mata masyarakat dan pemerintah. b) Manfaat bagi masyarakat Selain kepentingan masyarakat terakomodasi. partisipasi pembangunan. Definisi Tanggung Jawab Sosial Tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility dapat didefinisikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan. Setelah tanggung jawab dasar terpenuhi maka perusahaan dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya yakni dalam hal etika dan kebebasan memilih. Carroll menyatakan bahwa manajer organisasi bisnis memiliki 4 tanggung jawab yakni: a) Tanggung jawab ekonomi yakni memproduksi barang dan jasa bernilai bagi masyarakat b) Tanggung jawab hukum yakni perusahaan diharapkan mentaati hukum yang ditentukan oleh pemerintah c) Tanggung jawab etika yakni perusahaan diharapkan dapat mengikuti keyakinan umum mengenai bagaimana orang harus bertindak dalam suatu masyarakat d) Tanggung jawab kebebasan memilih yakni tanggung jawab yang diasumsikan bersifat sukarela Dari keempat tanggung jawab tersebut. .

b) Strategi defensif Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial c) Strategi akomodatif Strategi akomodatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut d) Strategi proaktif Perusahaan memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stakeholders. . Hal tersebut bersifat tanpa mengharapkan jasa. b) Pemurnian kepentingan sendiri Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap pihak-pihak yang berkepentingan karena pertimbangan kompensasi.c. d. Perusahaan berharap akan dihargai karena tindakan tanggung jawab mereka baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Yakni: a) Moralitas Perusahaan harus bertanggung jawab kepada banyak pihak yang berkepentingan terutama terkait dengan nilai-nilai moral dan keagamaan yang dianggap baik oleh masyarakat. maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun. Jika stakeholders terpuaskan. Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial a) Strategi reaktif Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab sosial. c) Teori investasi Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder karena tindakan yang dilakukan akan mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Alasan Menerapkan Tanggung Jawab Sosial Ada alasan mengapa sebuah perusahaan memutuskan untuk menerapkan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari aktifitas bisnisnya. d) Mempertahankan otonomi Perusahaan harus bertanggung jawab terhadap stakeholder untuk menghindari campur tangan kelompok-kelompok yang ada didalam lingkungan kerja dalam pengambilan keputusan manajemen.

yakni: a) Proses perumusan kebijakan yang tidak tepat. c) Orientasi kebijakan yang tidak sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat d) Kebijakan yang terlalu kaku dan mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat sampai yang sekecil-kecilnya e) Kebijakan bersifat top down dan etis dalam arti hanya melibatkan kelompok tertentu saja yang dianggap ahli. Mengubah Standar yang Kurang Beberapa tahun yang lalu. Kebijakan yang dijalankan tidak sesuai dengan kebijakan yang telah direncanakan sebelumnya. C. b) Tidak sejalannya implementasi dan perencanaan. Saat ini. metodologi yang kurang tepat dan formulasi kebijakan yang tidak realistis dapat menjadi penyebab gagalnya suatu kebijakan sosial. istilah-istilah seperti ini jauh lebih spesifik membawa sebuah konotasi dan harapan. KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP a. child-earth. Kegagalan kebijakan sosial seringkali terjadi bukan karena adanya kebijakan sosial itu sendiri melainkan bersumber pada beberapa faktor. perusahaan bisa dengan menempatkan terminologi "go green" pada produk dan label menggunakan istilah-istilah seperti organik. Laporan Berkelanjutan? Global Reporting Initiative baru-baru ini mengeluarkan laporan yang rinci untuk menentukan informasi apa yang harus masuk ke laporan keberlanjutan. Kebijakan Sosial Kebijakan sosial adalah salah satu bentuk dari kebijakan publik yang merupakan ketetapan pemerintah yang dibuat untuk merespon isu-isu yang bersifat publik. b. bagaimanapun. Standarisasi yang serupa mendefinisikan tindakan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan cepat dan dapat dikategorikan ke dalam lanskap hukum. save. e. go green. dan nature. mereka tidak beracun. Informasi yang kurang akurat dan lengkap. The proxy advisory firm Institutional Shareholder Services melaporkan bahwa peningkatan jumlah kelompok pemegang saham mendorong perusahaan untuk memberikan informasi keberlanjutan setiap tahunnya. yakni mengatasi masalah sosial atau memenuhi kebutuhan masyarakat banyak. Hal ini menjadi lebih sulit bagi perusahaan untuk membuat "go green" klaim ketika tindakan mereka tidak .

substantif. daur ulang. Alternatif yang tidak diinginkan menjadi reaktif ketika lingkungan berubah dan prakteknya hanya berlangsung ketika dipaksa oleh hukum atau tekanan konsumen. . Kurangnya standarisasi yang baik seringkali membuat konsumen sinis terhadap klaim atas lingkungan perusahaan. Kondisi ini akan mampu meningkatkan daya saing pasar ekspor perusahaan sekaligus mengatasi hambatan teknis perdagangan. yaitu: a) ISO 14001 merupakan standar internasional yang telah diterapkan di lebih 49. Untuk itu.” c. atau bahkan benar. komprehensif. pangsa pasar berkurang. Sertifikasi ISO 14000/14001 Para manajer dan karyawan sebaiknya berhati-hati agar tidak menjadi kambing hitam atas kesalahan pengambilan keputusan contohnya pelanggaran lingkungan hidup oleh perusahaan karena merusak lingkungan hidup merupakan tindakan yang tidak etis. kewajiban yang sesuai. Sebaliknya.ketika melakukan lingkungan lebih dari satu syarat minimal untuk mengembangkan dan menerapkan strategi untuk melestarikan lingkungan. menghemat energi. Tidak Reaktif Perusahaan menjadi proaktif. Saat ini lebih sering mengarah ke biaya pembersihan yang tinggi. dan menciptakan budaya perusahaan yang peka terhadap lingkungan. 2006).462 perusahaan pada 118 negara (Viadiu et al. Adopsi standar ISO 14001 menjadi pilihan tepat dengan beberapa pertimbangan. Dalam kaitan tersebut. kebijakan proaktif memandang tekanan lingkungan sebagai peluang dan termasuk tindakan seperti mengembangkan produk hijau dan paket. "Salah satu alasan utama untuk benar- benar menjadi sebuah perusahaan yang go green adalah bagi karyawan Anda. dan biaya pengobatan yang lebih tinggi. Jadilah Proaktif. Joel Makower mengatakan. perusahaan dapat mengadopsi standar ISO 14001:2004 untuk mengembangkan dan mengelola sistem manajemen lingkungannya. semakin banyak perusahaan yang mengupayakan untuk mendapatkan sertifikat ISO 14001 sebagaimana ditujukan dalam perspektif lingkungan hidup. mengurangi loyalitas pelanggan. mengurangi limbah. d. tetapi pada saat ini klaim mereka semakin sering ditantang di pengadilan.

Mendapatkan sertifikasi ISO 14001 pada gilirannya akan membuat masyarakat. b) ISO 14001 mengadopsi pendekatan proses (ISO 14001. 2004). D. bisnis. Misalnya. . dan fasilitas manufaktur dalam menunjukkan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. KESIMPULAN Konsumen di seluruh negeri dan di seluruh dunia menghargai perusahaan yang melakukan lebih dari yang diwajibkan secara hukum untuk bertanggung jawab secara sosial. untuk mengembangkan laporan keberlanjutan perusahaan setiap tahun tidak diperlukan secara hukum. Sertifikasi ISO 14001 menjadi bukti kelayakan suatu organisasi. dan calon pelanggan lebih menghargai suatu entitas bisnis yang pada akhirnya akan mengarah pada kemajuan usaha. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sebuah organisasi atau bisnis telah mendedikasikan sistem manajemennya berdasarkan kesadaran lingkungan. Pendekatan proses akan memicu timbulnya continual improvement pada sistem manajemen. pemerintah. Tapi dalam bisnis taat pada seluruh hukum sekaligus peraturan harus menjadi tujuan utama dari setiap bisnis. tetapi laporan seperti itu. meyakinkan stakeholder bahwa perusahaan layak mendapatkan dukungan mereka. berdasarkan tindakan nyata. Salah satu cara terbaik untuk bertanggung jawab secara sosial bagi perusahaan untuk secara proaktif melindungi dan melestarikan lingkungan alam.