You are on page 1of 71

KATA PENGANTAR

B
erkat rahmat Allah SWT buku Pedoman RS PONEK 24 jam dapat diselesaikan.
Pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi bagi RS Kabupaten/Kota
maupun rumah sakit lainnya dalam menyelenggarakan pelayanan PONEK 24
jam sesuai dengan standar, karena memuat beberapa hal yang seharusnya ada dan
dilaksanakan sehingga penanganan kasus emergensi maternal dan neonatal dapat
terlaksana secara maksimal.

Penurunan kematian dan peningkatan kualitas hidup ibu dan anak tidak terlepas dari
penanganan kasus emergensi di fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.
Sehingga Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas dan
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di Rumah Sakit
sebagai suatu kesatuan sistem rujukan mempunyai peran yang sangat penting. Upaya
peningkatan PONEK di Rumah Sakit dilakukan melalui berbagai upaya antara lain
peningkatan pengetahuan dan keterampilan tim dalam menyelenggarakan PONEK,
pemenuhan tenaga kesehatan, pemenuhan ketersediaan peralatan, obat dan bahan
habis pakai, terlaksananya manajemen pelayanan keperawatan dan pelayanan darah
yang aman, serta bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh multidisipliner dalam
penyelenggaraan RS PONEK.

Buku ini tersusun atas kerjasama antara lintas program terkait di Kementerian
Kesehatan dengan POGI, IDAI, IBI, PPNI dan JNPK-KR. Kami mengucapkan terima
kasih pada semua pihak yang telah berkontribusi hingga selesainya buku ini. Kami
menyadari pedoman ini belum sepenuhnya sempurna sehingga masukan yang bersifat
membangun sangat kami harapkan.

Jakarta, November 2012
Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan

dr.Chairul Radjab Nasution, SpPD K-GEH, FINASIM, FACP, M.Kes

Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit
i

Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit

SAMBUTAN
DIREKTUR JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

P
elayanan kasus emergensi maternal dan neonatal dasar (PONED) di Puskesmas
dan Pelayanan kasus emergensi maternal dan neonatal komprehensif (PONEK)
di rumah sakit harus dilaksanakan secara selaras dan melibatkan semua
pihak terkait agar hasilnya maksimal. Penanganan yang cepat dan tepat tidak saja
menyelematkan nyawa ibu dan neonatal namun juga menghindari terjadinya squele
yang akan memengaruhi kehidupan mereka nantinya. Rumah sakit PONEK juga
mampu memberikan intervensi promotif dan preventif.

Berikut adalah kebijakan PONEK di rumah sakit yakni; 1) Regionalisasi Pelayanan
Obstetri dan Neonatal adalah sistem pembagian wilayah kerja RS dengan cakupan
area pelayanan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dalam waktu kurang dari 1 jam,
agar dapat memberikan tindakan darurat emergensi standar, 2) RS siap PONEK 24
jam di masing –masing kabupaten / kota minimal 1 RS, 3) RS kabupaten / kota harus
berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten / kota setempat untuk membina
PUSKESMAS PONED di wilayah kerjanya.

Agar layanan PONEK sesuai Standar Penyelenggaraan RS PONEK maka strategi
yang ditempuh adalah optimalisasi di bidang manajemen maupun bidang pelayanan,
sterategi tersebut berkaitan dengan beberapa hal yaitu 1) Pembentukan tim PONEK
di RS dan Kabupaten/Kota melalui SK Direktur RS dan SK Kadinkes Kabupaten/Kota
dan Bupati / Walikota membuat MOU dengan Universitas untuk pemenuhan tenaga
Sp.A dan Sp.OG 2) pemenuhan kecukupan sarana, prasarana, alat, obat-obatan, dan
sumber daya manusia 3) Ketersediaan data yang lengkap, akurat dan tepat waktu.
Semoga buku pedoman ini menjadi acuan semua pihak untuk pelaksanaan Program
PONEK sesuai dengan standar.

Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan

dr. Supriyantoro Sp P. MARS

ii Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit
iii

United States Agency for International Development IBI Ikatan Bidan Indonesia ICU Intensive Care Unit IDAI Ikatan Dokter Anak Indonesia IMD Inisiasi Menyusu Dini IT ratio Immature neutrophil to total neutrophil ratio IUD Intra Uterine Device IUFD Intra Uterine Fetal Death iv Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit v . DAFTAR SINGKATAN AGD Analisa Gas Darah AKB Angka Kematian Bayi AKI Angka Kematian Ibu AKN Angka Kematian Neonatal ALS Amyotrophic Lateral Sclerosis APD Alat Pengaman diri ASEAN Association of South East Asia Nations ASI Air Susu Ibu BBLR Bayi Berat Lahir Rendah BBLSR Bayi Berat Lahir Sangat Rendah BDRS Bank darah rumah sakit BMHP Bahan Medis Habis Pakai CPAP Continue Positive Airway Pressure CRP C-Reactive Protein DPL Darah Perifer Lengkap DPRD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah EKG Elektrokardiografi EMG Elektromiografi ET Endotracheal Tube Fasyankes Fasilitas Pelayanan Kesehatan FIFO First In First Out HFO High frequency oscillatory HIV-AIDS Human Immunodeficiency Virus .Acquired Immuno Deficiency Syndrome HSP-USAID Health Services Program.

PONEK RS Kelas B 42 TOF Tetralogi of Fallot III. PONEK RS Kelas A 44 TPNM Total Parenteral Nutrition and Medication BAB 4 PENINGKATAN KUALITAS PONEK 59 UGD Unit Gawat Darurat A. Latar Belakang 1 PONEK Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif B. Kriteria Umum Rumah Sakit PONEK 27 SKRT Survei Kesehatan Rumah Tangga B. PONEK Rumah Sakit Kelas D dan C 8 RSSIB Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi B. PONEK RS Kelas D dan C 29 TGA Transposition of Great Arteries II. Misi. Visi. Pengertian 4 PPCM Peripartum Cardiomyopathy D. Deteksi. PONEK Rumah Sakit Kelas A 21 SCN Special Care Nursery BAB 3 KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM SDIDTK Stimulasi. PONEK Rumah Sakit Kelas B 15 RSUD Rumah Sakit Umum Daerah C. Kriteria Khusus 28 TA Tricuspid Atresia I. JNPK-KR Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi KE Kehamilan Ektopik DAFTAR ISI KET Kehamilan Ektopik Terganggu MDGs Millennium Development Goals MPS Making Pregnancy Safer Tim Penyusun dan kontributor MRI Magnetic Resonance Imaging Kata Pengantar i NEC Necrotizing Enterocolitis NICU Neonatal Intensive Care Unit Sambutan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan NYHA New York Heart Assosciation Kementerian Kesehatan Republik Indonesia iii OJT On the Job Training Daftar Singkatan v PEEP Positive End-Expiratory Pressure Daftar Isi vii PMK Perawatan Metode Kangguru POGI Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia BAB 1 PENDAHULUAN 1 PONED Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar A. In House Training 61 USG Ultrasonography C. Intervensi Dini Tumbuh Kembang BERDASARKAN STANDAR KINERJA MANAJEMEN 27 SDKI Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia A. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja 61 UTD Unit Tranfusi VDRL Venereal Disease Research Laboratory BAB 5 REGIONALISASI RUJUKAN MATERNAL NEONATAL 65 A. On The Job Training 59 UKP Upaya Kesehatan Perorangan B. Berbagai Langkah Regionalisasi Rujukan Maternal Neonatal 67 vi Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit vii . Pengertian 65 B. Tujuan dan Sasaran 5 PPNI Persatuan Perawat Nasional Indonesia BAB 2 LINGKUP PELAYANAN RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM PTTD Paramedis Teknologi Tranfusi Darah BERDASARKAN STANDAR KINERJA KLINIS 7 RSIA Rumah Sakit Ibu dan Anak A.

Demikian pula Angka Kematian Bayi (AKB) 35/1000 Lampiran 1. KEPUSTAKAAN 75 AKI dari 307/100.000 pada tahun 2015 dan AKB dari 68/1000 kelahiran hidup (SDKI dan SKRT 1990) menjadi 23/1000 kelahiran hidup pada tahun 2015. menjadi 228/100.000 (SDKI dan SKRT 1990) menjadi 102/100. Gambar 1.000 kelahiran hidup). Graftk Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tahun 1980-2015 (dalam 100. Strategi Pelaksanaan 71 Seperti kita ketahui bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) BAB 7 PENUTUP 73 di Indonesia masih tertinggi di antara Negara ASEAN dan penurunannya sangat lambat. Pengertian C. Tujuan RSSIB 70 A. Konsep Dasar RSSIB 69 B. LATAR BELAKANG D. Seharusnya sesuai dengan Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) 2015 target penurunan AKI dari 408/100. Sasaran 70 E. Mekanisme alur pasien Rujukan Maternal & Neonatal 77 kelahiran hidup (SDKI tahun 2002-2003) menjadi 34/1000 kelahiran hidup pada tahun Lampiran 2. 79 2007. viii Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 1 .000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Bab 1 BAB 6 PENERAPAN PROGRAM RUMAH SAKIT BAB 1 SAYANG IBU DAN BAYI DALAM PROGRAM PONEK 69 PENDAHULUAN A.000 kelahiran hidup (SDKI tahun 2002-2003). Penilaian Standar Kinerja Manajemen.

Meskipun tampaknya target tersebut cukup tinggi. DKI Dua per tiga dari AKB didominasi oleh AKN.9%). Kalimantan Timur. Kalimantan TImur. Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang Training (OJT) (lihat Bab 4 hal 59). Bidan dapat dihindari. penyelenggaraan PONEK 24 jam. Sulawesi Tenggara. pada tahun 2015. IDAI. PPNI. perilaku dalam pelayanan kepada pasien. Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun. Sumatera Barat. (NTB. Bayi dan Anak melalui strategi Making Pregnancy Safer (MPS) yang tersebut yang didukung kebijakan dan sistem yang efektif dalam mengatasi berbagai melibatkan 12 propinsi meliputi 6 propinsi Wilayah Timur dengan AKI dan AKB tertinggi kendala yang timbul selama ini. penyebab kematian terbanyak neonatus usia 0-6 hari antara lain gangguan atau kelainan pernafasan Pada tahun 2007 telah dilakukan pelatihan keterampilan bagi tim PONEK di Rumah Sakit (35. Sumatera Utara. maupun di Indonesia kurang lebih sama. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur) untuk mempersiapkan 2. sesuai kompetensi. sarana dan manajemen yang handal. Dengan melibatkan POGI. Pelatihan yang sifatnya di (PONED) di tingkat Puskesmas. maka rangka mendukung pelaksanaan program PONEK di RSU Kabupaten/Kota yang merupakan proses persalinan dan perawatan bayi harus dilakukan dalam sistem terpadu di tingkat Rencana Strategis UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) Kementerian Kesehatan tahun 2014 nasional dan regional. Maluku dan Paupua) dan 6 propinsi yang telah dibina melalui program bantuan HSP-USAID (NAD. yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan selama minimal 2 hari untuk setiap kali kunjungan. Program ini dinamakan On the Job bayi baru lahir. dicanangkan suatu kegiatan Rumah sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan pelayanan kedaruratan pendampingan langsung di unit maternal neonatal RS yang sudah dilatih oleh para trainer maternal dan neonatal. perlu dipikirkan untuk memfasilitasi kegiatan OJT minimal 1 atau Untuk mencapai kompetensi dalam bidang tertentu. Sedangkan kematian ibu umumnya disebabkan Sulawesi Tengah. Untuk itu. merujuk dan mengobati. eklampsia (23%). perdarahan (27%). bayi dan anak yaitu : teknis tentang manajemen PONEK 24 jam di RS Kabupaten/Kota pada RSUD di 4 Propinsi 1. dokter spesialis Kebidanan dan kandungan.Bab 1 Bab 1 Index Pembangunan Manusia di Indonesia berada pada urutan ke 124 dari 187 negara pada pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan. namun tetap dapat dicapai apabila Pada tahun 2006 dilanjutkan dengan penyelenggaraan Lokakarya Upaya Peningkatan dilakukan upaya terobosan yang inovatif untuk mengatasi penyebab utama kematian Kesehatan Ibu.4%). Pada Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000 disepakati Pada tahun 2005 telah dilakukan penyusunan buku Pedoman Manajemen Penyelenggaraan bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs) PONEK 24 jam di Rumah Sakit Kabupaten/Kota yang melibatkan Departemen Kesehatan. prematuritas (32. Mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Dua diantara tujuan tersebut mempunyai sasaran dan indikator yang Dinas Kesehatan Propinsi dan sektor terkait lainnya. prasarana. keterampilan dan perubahan tahun 2011 dan selama 5 tahun terakhir ini mengalami perbaikan namun sangat lambat. Sulawesi Tenggara. infeksi (11%). Ketiga hal tersebut diatas seharusnya Kabupaten/Kota (dokter spesialis Anak. Jawa Timur). keputusan. Sulawesi Tengah. (Riau. IBI dan JNPK-KR (Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi) dalam Mengingat kematian bayi mempunyai hubungan erat dengan mutu penanganan ibu. Telah pula dilakukan bimbingan terkait dengan kesehatan ibu. Jawa Barat. Pelayanan obstetri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu Pelatihan yang sangat bermanfaat tersebut mendapat respon sangat besar terutama dari dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi wilayah Indonesia Timur karena hampir selama 15 tahun bidan dan perawat tidak pernah Komprehensif (PONEK) di Rumah sakit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar mendapatkan pelatihan kedaruratan maternal dan neonatal. Berdasarkan data Riskesdas 2007. Maluku dan Papua). Hal ini untuk menjamin tingkat kompetensi 2 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 3 . tenaga kesehatan memerlukan 2 bulan sekali pada setiap RS yang dilatih. dan sepsis (20%). dan abortus (5%) (SKRT 2001). yang diharapkan 100% Rumah sakit kabupaten/kota telah menyelenggarakan PONEK. kelas ini akan segera terlupakan oleh para peserta bilamana tidak dilanjutkan dengan bimbingan langsung di lapangan oleh para trainer. Kendala yang dihadapi masih berkisar antara keterlambatan pengambilan dan Perawat) di 6 propinsi di Wilayah Timur dengan AKI tertinggi (NTB. Penyebab dari AKN di negara berkembang Jakarta. Sebagai tindak lanjut.

propinsi.Bab 1 Bab 1 yang diharapkan dan perubahan yang nyata dalam pencapaian penurunan AKI dan AKN. Essensial dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana). Swasta dan pihak yang terkait. VISI. Development Goals) yaitu : • Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah Setiap 3 bulan atau minimal 3 kali dalam setahun perlu diadakan pertemuan dengan pihak 5 tahun. DPRD. Dokter dan Bidan Praktik Swasta. Adapun poin-poin yang perlu dinilai dapat dilihat Pada Tahun 2015 tercapai Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium secara rinci di lampiran 2 hal 79 pada buku ini. Lembaga Swadaya Masyarakat. Dengan demikian jumlah Tim PONEK Rumah Sakit yang dilatih dapat (lihat lampiran 2 hal 79 dan lihat buku Protokol Asuhan Neonatal Essensial cepat bertambah dengan dukungan dana dekonsentrasi pemerintah daerah untuk akselerasi dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana). tata ruang. Adanya kebijakan Rumah Sakit dan dukungan penuh manajemen dijadikan panduan bagi Tim PONEK Rumah Sakit dalam pelaksanaan program PONEK dalam pelayanan PONEK di RS Kabupaten /Kota serta bagi Dinas Kesehatan Propinsi / Kabupaten / Kota dapat 2. PENGERTIAN PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana) 4. VISI pimpinan RS agar dapat ditindaklanjuti. 3. 4 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 5 . dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam dalam RS swasta. Puskesmas PONED. dan pusat Penilaian Kinerja Klinis (lihat buku Protokol Asuhan Neonatal dalam manajemen program PONEK. semua yang terkait memberikan bantuan/solusi yang nyata. pencapaian target tahun 2015 tersebut. Diharapkan melalui pertemuan itu. • Mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu dalam proses Hal yang dibicarakan adalah gambaran/pencapaian tentang kondisi pelayanan kesehatan melahirkan. pemerintah daerah. pencahayaan dan peralatan yang tepat guna . TUJUAN Selanjutnya diharapkan Pedoman Penyelenggaraan PONEK di Rumah Sakit ini dapat 1. Adanya koordinasi dan sinkronisasi antara pengelola dan penaggung Penilaian Kinerja Manajemen (lihat lampiran 2 hal 79) dan jawab program pada tingkat kabupaten/kota. III. (AKB) di wilayah kerjanya. Puskesmas pembantu. Terbentuknya tim PONEK RS yang dilantik oleh pimpinan RS dan dipergunakan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi memiliki SK/Surat tugas. 7 hari dalam seminggu. neonatal maternal di RS di daerah tersebut. Tenaga kesehatan yang berada di II. MISI TUJUAN DAN SASARAN Didalam kegiatan OJT juga diberikan masukan di bidang managerial. Pelayanan yang bermutu Diharapkan dari kedua tahap pelatihan PONEK tersebut dihasilkan para pelatih regional ini dapat dipantau dan dinilai oleh Rumah Sakit itu sendiri melalui format yang yang mampu menjadi pelatih bagi tim PONEK Rumah Sakit yang belum dilatih di wilayah telah disusun pada Standar Kinerja Manajemen dan Standar Kinerja Klinis masing-masing. dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia. Hal ini harus dapat terukur melalui 5. Adanya proses konsultasi dan pembinaan dalam pelayanan obstetri Rumah Sakit MAMPU PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang dan neonatal emergensi antara RS PONEK. sehari. MAMPU menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal Puskesmas. C. Tercapainya kemampuan teknis Tim PONEK sesuai Standar Kinerja Manajemen (lihat lampiran 2 hal 79) dan Standar Kinerja Klinis (lihat buku Protokol Asuhan Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan B. MISI setiap daerah baik yang berada di RS maupun di dinas kesehatan mampu menjadi inovator/ Menyelenggarakan pelayanan obstetri dan neonatal yang bermutu melalui motivator/akselerator pencapaian MDGs ini. standarisasi Rumah Sakit PONEK 24 Jam. Hal-hal tersebut diatas perlu disampaikan ke I. letak.

2. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa di Indonesia terdapat beberapa kelas RS. 3. 4. Pengelola program kesehatan ibu dan anak di seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Perawatan intermediate dan intensif ibu dan bayi. Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparatomi dan seksio sesaria. U paya pelayanan PONEK secara khusus ditujukan pada penurunan AKI dan AKB sesuai dengan target MDGs 4 dan 5. b. sehingga dapat disebut juga RS MAMPU PONEK PLUS. Lebih luas lagi. 4. Unsur-unsur terkait lainnya/ Pihak yang peduli dan berkepentingan terhadap kesehatan ibu dan anak. 5. Seluruh pimpinan Rumah Sakit tingkat Kabupaten/Kota LINGKUP PELAYANAN RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM 2.Bab 1 Bab 2 IV. Penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan. 6 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 7 . Oleh karena itu. Syarat minimal pelayanan yang harus disediakan oleh RS PONEK adalah: a. Secara singkat dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1. C. Untuk RS tipe D. B dan A yang belum mencapai standar minimal kriteria RS PONEK berdasarkan Standar Kinerja Klinis. upaya pelayanan PONEK harus dapat mengupayakan kesehatan reproduksi ibu yang baik dan pencapaian tumbuh kembang anak yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya. intranatal dan post natal. maka RS tersebut menyandang kriteria RS BELUM MAMPU PONEK yang memerlukan perhatian khusus dan bimbingan serta didorong untuk segera memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di RS nya sehingga mampu memperoleh kriteria RS MAMPU PONEK. maka penilaian Kinerja Klinis disesuaikan dengan kelas RS tersebut. Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitif. SASARAN BAB 2 1. Mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis dan Risiko Tinggi pada masa antenatal. Mampu memberikan Pelayanan Neonatal Fisiologis dan Risiko Tinggi pada level IIB (Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi) RS kelas A seharusnya mampu memberikan Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko tinggi dan Neonatal Risiko tinggi pada level IIIA. Ruang lingkup pelayanan PONEK di RS dimulai dari garis depan/UGD dilanjutkan ke kamar operasi/ruang tindakan sampai ke ruang perawatan. Pelayanan Asuhan Ante Natal Risiko Tinggi. Seluruh Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota BERDASARKAN STANDAR KINERJA KLINIS 3.

5 kg • Reposisi Inversio uteri » Neonatus hampir cukup bulan (masa kehamilan 35-37 mgg). PONEK RUMAH SAKIT KELAS D dan C • Kehamilan dengan nyeri kepala. Asuhan Bayi Baru Lahir (Level I --> Asuhan Dasar Neonatal/Asuhan Neonatal • Gawat janin dalam persalinan Normal) • Penanganan malpresentasi dan malposisi Fungsi Unit: • Penanganan distosia bahu • Penanganan prolapsuus tali pusat » Resusitasi neonatus • Kuret pada blighted ovum/kematian medis. abortus inkomplit --> mola » Rawat gabung bayi sehat .ibu hidatosa » Asuhan evaluasi pascalahir neonatus sehat • Aspirasi vakum manual » Stabilisasi dan pemberian asuhan bayi baru lahir usia kehamilan 35-37 • Ekstraksi cunam minggu yg stabil secara fisiologis • Seksio sesarea » Perawatan neonatus usia kehamilan <35 minggu atau neonatus sakit • Episiotomy sampai dapat pindah ke fasilitas asuhan neonatal spesialistik • Kraniotomi dan kraniosentesis » Stabilisasi neonatus sakit sampai pindah ke fasilitas asuhan neonatal • Plasenta manual spesialistik • Perbaikan robekan serviks » Terapi sinar • Perbaikan robekan vagina dan perineum Kriteria Rawat Inap Neonatus • Perbaikan robekan dinding uterus » Neonatus normal. Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko Tinggi. Adapun pelayanan kesehatan maternal dan neonatal pada PONEK terbagi atas 4 • Gerak janin tidak dirasakan kelas. stabil. • Penanganan BBLR Masa antenatal • Resusitasi bayi baru lahir • Perdarahan pada kehamilan muda • Anestesia umum dan lokal untuk seksio sesaria 8 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 9 . kejang dan atau koma. bayi dengan risiko rendah • Histerektomi • Ibu sukar bernafas/ sesak b. Intervensi Dini Tumbuh Kembang • Kompresi bimanual dan aorta (SDIDTK) • Ligasi arteri uterine • Bayi baru lahir dengan asfiksia III. Pelayanan Kesehatan Neonatal Fisiologis • Persalinan dengan parut uterus a. Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis Masa intranatal » Pelayanan Kehamilan • Induksi oksitosin pada hamil lewat waktu. Deteksi. antara lain: • Demam dalam kehamilan dan persalinan • Kehamilan Ektopik (KE) dan Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) A.Bab 2 Bab 2 Ruang lingkup RS PONEK akan disesuaikan dengan kelas dari masing-masing Rumah • Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut Sakit. I. IUFD » Pelayanan Persalinan • Pelayanan terhadap syok » Pelayanan Nifas • Penanganan pecah ketuban • Penanganan persalinan lama II. stabil • Melakukan penjahitan secara fisiologis. cukup bulan dengan berat lahir ≥ 2. Imunisasi dan Stimulasi. gangguan penglihatan. tekanan darah tinggi.

jalur sentral menggunakan • Masa nifas tali pusat dan jalur sentral melalui intravena per kutan • Demam pasca persalinan/ infeksi nifas Kriteria Rawat Inap • Perdarahan pasca persalinan » Bayi prematur > 32 mgg • Nyeri perut pasca persalinan » Bayi dari ibu dengan Diabetes • Keluarga Berencana » Bayi yg lahir dari kehamilan berisiko tinggi atau persalinan dengan komplikasi IV. ketamin • Blok paraservikal Fungsi Unit: • Blok pudendal » Kemampuan unit perinatal level II A ditambah dengan tersedianya • IUD post plasenta ventilasi mekanik selama jangka waktu singkat (<24 jam) dan • IUD durante seksio sesarea CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) Masa Post Natal » Infus intravena. termasuk • Perdarahan uterus disfungsi memberikan bantuan CPAP (Continuous Positive Airway • Perdarahan menoragia Pressure) dalam jangka waktu < 24 jam. Level II B: Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif b.Bab 2 Bab 2 • Anestesia spinal. Pelayanan Ginekologis Fungsi Unit: • Kehamilan ektopik » Resusitasi dan stabilisasi bayi prematur dan/atau sakit. prematur . Perawatan Khusus / High Care Unit dan Tranfusi Darah » Oksigen nasal dengan pemantau saturasi oksigen » Infus intravena perifer dan nutrisi parenteral untuk jangka waktu VII. VI. • Radiologi. 10 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 11 . Level II A: Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (sesuai dengan kemampuan pelayanan puskesmas/PONED). tidak mampu menerima asupan • HIV-AIDS oral. menderita sakit yg tidak diantisipasi sebelumnya dan membutuhkan pelayanan sub spesialistik dlm waktu mendesak. Pelayanan Kesehatan Neonatal dengan Risiko Tinggi » Gawat napas yg tidak memerlukan ventilasi bantuan (minimal level II B) » Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) >1. V. Laboratorium bekerja sama dengan Laboratorium Pusat (sesuai dengan kemampuan standar PONEK). dinamik portabel • USG Ibu dan Neonatal 2.5 kg a. atau sebelum pindah ke • Kista ovarium akut fasilitas asuhan intensif neonatus. Pencitraan » Memberikan asuhan bayi dalam masa penyembuhan pasca Unit ini harus berfungsi untuk diagnosis Obstetri dan Neonatus perawatan intensif . Pelayanan Penunjang Medik terbatas a. nutrisi parenteral total. Asuhan bayi baru lahir » Hiperbilirubinemia yang perlu terapi sinar Level II: Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi » Sepsis neonatorum (Ruang Rawat Neonatus Asuhan Khusus) » Hipotermia 1. • Radang Pelvik akut » Pelayanan bayi yang lahir dengan usia kehamilan > 32 mgg dan • Abses pelvik berat lahir > 1500 gr yang memiliki ketidakmampuan fisiologis • Infeksi saluran Genitalia seperti apnea.

elektrolit & fungsi metabolik dari ruangan dan botol bersih dari ruang pencucian. Ruang Penyimpanan : » Ruangan mampu menampung rak-rak penyimpanan » Ruangan terletak tidak jauh dari ruang persiapan » Barang-barang disimpan pada rak dan tidak langsung di atas lantai » Suhu penyimpanan berkisar 10-150C dan dimonitor setiap hari 12 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 13 . Ruang Pencucian dan Penyimpanan alat steril yang sudah dibersihkan Area membersihkan alat merupakan tempat yang digunakan untuk membersihkan alat yang kotor untuk didekontaminasi tingkat tinggi/ sterilisasi. d. IT ratio. TPNM (Total Parenteral Nutrition and Medication) » Petugas membersihkan meja kerja dengan cairan desinfektan • Pada bayi prematur. AGD. desinfektan sebelum bekerja c. elektrolit. Ruang Susu Dapur susu merupakan tempat yang digunakan untuk menyiapkan susu formula bagi neonatus. kultur urin. Hal dan yang boleh berada di dalam ruang hanya petugas gizi yang bertugas ini untuk mengurangi kesakitan dan agar bayi tetap bertumbuh dengan menyiapkan susu memperhatikan komplikasi yang mungkin menyertai. bayi sakit dan pasca operasi yang tidak mendapat » Selama persiapan susu. Ruang pencucian memiliki akses yang terpisah untuk membawa botol kotor • Mempertahankan keseimbangan cairan. g. Ruang Pencucian • Mencegah balans negatif energi dan nitrogen. urin Ruang Persiapan : • Septic marker untuk infeksi neonatus yaitu DPL (Darah Perifer » Petugas menggunakan perlengkapan APD secara lengkap pada saat Lengkap). Ruang Menyusui bagi ibu yang bayinya masih dirawat dan tempat penyimpanan ASI perah. pintu ruang persiapan harus selalu tertutup nutrisi enteral adekuat memerlukan dukungan nutrisi parenteral. Klinik Laktasi. bilirubin. berada di ruang persiapan kultur pus. f. kultur darah. h. Area penyimpanan alat bersih merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan alat kedokteran yang sudah dibersihkan/ didekontaminasi tinggak tinggi/steril dan siap pakai. Ruang BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) e.Bab 2 Bab 2 Unit ini harus berfungsi untuk melakukan tes laboratorium dalam penanganan » Rotasi barang berdasarkan sistem FIFO (First In First Out) kedaruratan maternal dalam pemeriksaan hemostasis penunjang untuk pre » Petugas mengisi kartu stok setiap kali mengeluarkan dan memasukkan eklampsia dan neonatal. CRP (C-Reactive Protein). » Petugas mencuci tangan dengan sabun dan/atau dengan cairan • Pemeriksaan gula darah. barang ke dalam rak penyimpanan • Pemeriksaan rutin darah. Dapur susu terdiri dari 2 ruang yaitu ruang penyimpanan dan ruang persiapan yang digabung menjadi satu ruang.

Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko Tinggi Masa antenatal • Perdarahan pada kehamilan muda / abortus • Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik • Kehamilan Ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) • Hipertensi. Preeklamsi / Eklamsi • Perdarahan pada masa Kehamilan • Kehamilan Metabolik • Kelainan Vaskular / Jantung • Janin mati dalam rahim dengan komplikasi Masa intranatal • Persalinan dengan parut uterus • Persalinan dengan distensi uterus • Gawat janin dalam persalinan • Pelayanan terhadap syok • Ketuban pecah dini • Persalinan macet • Induksi dan akselerasi persalinan • Aspirasi vakum manual • Ekstraksi Cunam • Seksio sesarea • Episiotomi • Kraniotomi dan kraniosentesis • Malpresentasi dan malposisi • Distosia bahu • Prolapsus tali pusat • Plasenta manual 14 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 15 . PONEK RUMAH SAKIT KELAS B Rangkuman Kriteria Kinerja Klinis PONEK RS kelas D dan C I. Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis • Pelayanan Kehamilan • Pelayanan Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif • Pelayanan Nifas • Klinik Laktasi II.Bab 2 Bab 2 B. Pelayanan Kesehatan Neonatal Fisiologi (lihat RS kelas C) III.

Asuhan bayi baru lahir donor dan darah resipien 1. Tempat Pelayanan a) Level III A Bank darah rumah sakit / BDRS Fungsi Unit 3. hepatitis. Pelayanan Ginekologis • Perbaikan robekan vagina dan perineum • Kehamilan Ektopik • Perbaikan robekan dinding uterus • Perdarahan uterus disfungsi • Reposisi Inversio Uteri • Perdarahan menoragia • Histerektomi • Kista ovarium akut • Sukar bernapas • Radang Pelvik akut • Kompresi bimanual dan aorta • Abses Pelvik • Dilatasi dan kuretase • Infeksi Saluran Genitalia • Ligase arteri uterina • HIV – AIDS • Anestesia umum dan lokal untuk seksio sesaria • Anestesia spinal. 3. Level III: Perawatan Neonatal Intensif 2. Level II: Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi (Ruang • Melakukan uji silang serasi antara darah donor dan darah recipien Rawat Neonatus Asuhan Khusus) • Melakukan rujukan kesulitan uji silang serasi dan golongan darah 2. Pelayanan Kesehatan Neonatal dengan Risiko Tinggi • Memantau persediaan darah harian/mingguan (minimal level II B) • Melakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus pada darah a. (sesuai dengan kemampuan standar PONEK) --> (lihat RS kelas C) • Melakukan tes lab: infeksi VDRL. HIV. ketamin VI. » Memberi dukungan kehidupan terus menerus yang tidak hanya • Mempunyai sertifikasi pengetahuan dan keterampilan tentang: terbatas pada ventilasi mekanik. tapi juga menggunakan HFO . Pemeriksaan golongan darah 16 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 17 .Bab 2 Bab 2 • Perbaikan robekan serviks V. Jenis Pelayanan • Perdarahan pasca persalinan • Merencanakan kebutuhan darah di RS • Nyeri perut pasca persalinan • Menerima darah dari UTD yang telah memenuhi syarat uji saring (non • Keluarga Berencana reaktif) dan telah dikonfirmasi golongan darah • Menyimpan darah dan memantau suhu simpan darah IV. Tranfusi darah » Melakukan prosedur pembedahan minor (misal: penggantian . . Perawatan Khusus / High Care Unit dan Tranfusi Darah • Blok pudendal Masa Post Natal VII. Kompetensi » Memberi asuhan menyeluruh bayi yg lahir usia kehamilan > 28 • Mempunyai kemampuan manajemen pengelolaan tranfusi darah dan mgg dengan berat lahir > 1000 gr Bank Darah Rumah Sakit. Pelayanan Darah • Demam pasca persalinan/ infeksi nifas 1. Penerimaan darah kateter vena sentral atau perbaikan hernia inguinal). Level II B: Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif ABO/ rhesus ke Unit Tranfusi Darah / UTD secara berjenjang. Pelayanan Penunjang Medik • Masa nifas a. Penyimpanan darah » Akses segera berbagai konsultan ahli semua sub spesialistik .

Pencitraan . tunjangan kardio-respirasi jangka pendek dan mempunyai peran memantau serta mencegah penyulit pada pasien medik dan bedah yang beresiko. Ruang Menyusui dan tempat penyimpanan ASI perah baik dari fasilitas unit tranfusi darah / Bank darah dianjurkan untuk membuat ibunya sendiri atau dari donor. Tempat Pelayanan Unit Perawatan Intensif 3. Sumber Daya Manusia 2. meja kursi. Ruang BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) (lihat RS kelas C) telepon. kamar petugas. Ruang Susu (Lihat RS kelas C) 1. Jenis Pelayanan • Pemantauan terapi cairan • Pengawasan gawat nafas/Ventilator • Perawatan sepsis 2. Falilitas Peralatan dibersihkan (lihat RS kelas C) Memiliki peralatan sesuai dengan standar minimal peralatan maternal dan neonatal. g. Klinik Laktasi (lihat RS kelas C) b. • Ventilasi mekanik dan pemantauan kardiovaskuler sederhana. Ruang Pencucian dan Penyimpanan alat steril yang sudah 6. Sumber Daya Manusia • Dokter jaga 24 jam dengan kemampuan melakukan resusitasi jantung paru. Ruang Pelayanan . • Dokter Spesialis Anestesiologi 18 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 19 . kerjasama dengan penyedia fasilitas tersebut. lemari. Bagi Rumah sakit yang tidak memiliki h. 4.Bab 2 Bab 2 . Perawatan Intermediate / Intensif j. MRI/CT-scan • Para medis Teknologi Tranfusi Darah (PTTD) d. TPNM (Total Parenteral Nutrition and Medication) 5. Kompetensi • Pelayanan pengelolaan resusitasi segera untuk pasien gawat. Pencatatan. Kewaspadaan universal (universal precaution) 1. termasuk rontgen portabel 4. f. Ruang Pelayanan Darah (lihat RS kelas C) Diperlukan ruang 25 m2. pelacakan dan dokumentasi c. Pemantapan mutu internal Ruang pelayanan Intensif (ICU) 75 m2 . Pemeriksaan uji silang serasi 5. i. USG Ibu dan Neonatal • Dokter 3. Radiologi. berisi lemari pendingin. pelaporan. Laboratorium bekerja sama dengan Laboratorium Pusat • Tenaga administrator (lihat RS kelas C) • Pekarya e. dsb.

Pelayanan Kesehatan Neonatal Fisiologis • Asuhan Bayi Baru Lahir Normal (level I) • Inisiasi Menyusui Dini • Penggunaan ASI eksklusif • Imunisasi dan Stimulasi. Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) III. • Nyeri perut dalam kehamilan muda dan lanjut / kehamilan ektopik. Pelayanan Kesehatan Maternal Fisiologis • Pelayanan Kehamilan • Pelayanan Persalinan normal dan Persalinan dengan tindakan operatif • Pelayanan Nifas • Klinik Laktasi II. Ibu pascasalin dengan Gagal Jantung New York Heart Assosciation (NYHA) Class III-IV atau CHF kelas 3-4 karena sebab apapun. • Kehamilan Ektopik (KE) & Kehamilan Ektopik Terganggu (KET). Preeklamsi / Eklamsi. • Perdarahan pada masa Kehamilan • Kehamilan Metabolik • Kelainan Vaskular / Jantung • Pasien dengan Multi Organ Failure • Ibu hamil. polifarmasi. PONEK PLUS di RUMAH SAKIT KELAS A/ RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Rangkuman Kriteria Kinerja Klinis PONEK RS kelas B I. Pelayanan Kesehatan Maternal Risiko Tinggi Masa antenatal • Perdarahan pada kehamilan muda / abortus. Ibu bersalin. • Hipertensi.Bab 2 Bab 2 C. Deteksi. status konvulsivus • Penyakit ginjal kronik (Chronic Kidney Disease) stage V 20 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 21 . • Aneurisma Malformasi Arteriovena (Aneurisma Arterio Venous Malformation) besar dan pecah dengan midline shift tanpa dilakukan tindakan • Miastenia Gravis stadium lanjut yang mengenai otot pernapasan dan bulbar • Multiple sclerosis (ALS) yang mengenai otot pernapasan dan bulbar • Epilepsi intractable.

Level III A • Aspirasi vakum manual Fungsi Unit • Ekstraksi Cunam » Memberi asuhan menyeluruh bayi yg lahir usia kehamilan > 28 • Seksio sesarea mgg dengan berat lahir > 1000 gr • Episiotomi » Memberi dukungan kehidupan terus menerus yang tidak hanya • Kraniotomi dan kraniosentesis terbatas pada ventilasi mekanik.Bab 2 Bab 2 • Sindrom Eisenmenger • Anestesia umum dan lokal untuk seksio sesaria • Hipertensi Paru • Anestesia spinal. Transposition of Great Arteries [TGA]. ketamin • Penyakit Jantung Kongenital Sianotik (Tetralogi of Fallot [TOF]. tapi juga menggunakan HFO • Malpresentasi dan malposisi » Melakukan prosedur pembedahan minor (misal: penggantian • Distosia bahu kateter vena sentral atau perbaikan hernia inguinal). Level III: Perawatan Neonatal Intensif • Induksi dan akselerasi persalinan a. Level III B • Perbaikan robekan vagina dan perineum Fungsi Unit • Perbaikan robekan dinding uterus » Asuhan menyeluruh Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (< 1000 gr • Reposisi Inersio Uteri dan masa kehamilan < 28 mgg) • Histerektomi » Dukungan respirasi tingkat lanjut (misal ventilasi frekuensi • Sukar bernapas tinggi dan nitrat oksida yg diisap untuk jangka waktu selama yg • Kompresi bimanual dan aorta diperlukan) • Dilatasi dan kuretase » Akses sejumlah ahli sub spesialis kedokteran anak yang cepat • Ligase arteri uterina dan langsung di tempat 22 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 23 . Tricuspid Masa Post Natal Atresia [TA]) • Masa nifas • Sindrom Marfan dengan keterlibatan aorta atau katup • Demam pasca persalinan/ infeksi nifas • Stenosis Aorta dengan atau tanpa gejala • Perdarahan pasca persalinan • Penyakit Katup Aorta atau Mitral dengan Left Ventricle Ejection Fraction • Nyeri perut pasca persalinan <40% • Keluarga Berencana • Riwayat Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) sebelumnya • Karsinoma Rekti Sebelum Usia Kehamilan 20 Minggu IV. • Blok pudendal Ebstein’s Anomaly. • Prolapsus tali pusat » Akses segera berbagai konsultan ahli semua sub spesialistik • Plasenta manual • Perbaikan robekan serviks b. Level II: Asuhan Neonatal dengan Ketergantungan Tinggi (Ruang • Gawat janin dalam persalinan Rawat Neonatus Asuhan Khusus) • Pelayanan terhadap syok Level II B: Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif • Ketuban pecah dini (sesuai dengan kemampuan standar PONEK) --> (lihat RS kelas C) • Persalinan macet 2. Asuhan bayi baru lahir • Persalinan dengan distensi uterus 1. Pelayanan Kesehatan Neonatal dengan Risiko Tinggi Masa intranatal (minimal level III A) • Persalinan dengan parut uterus a.

c. reseksi usus. Angiogram esofageal. Perawatan Intensif (lihat RS kelas B) Sakit Anak. shunt 6. memerlukan CPAP atau (lihat RS kelas C) ventilasi jangka pendek selama < 7 hari f. Echocardiografi Kriteria neonatal yang menerima pelayanan level III yaitu: d. atau perbaikan dengan pembedahan malformasi 2. Level III C VII. 7. Ruang menyusui dan tempat penyimpanan ASI perah polisitemia (lihat RS kelas B) » Nutrisi parenteral total untuk < 7 hari i. Radiologi. Laboratorium bekerja sama dengan Laboratorium Pusat » Bayi dengan gangguan hemodinamika (syok) (lihat RS kelas C) » Apnea e. Pelayanan Ginekologis • Kehamilan ektopik • Perdarahan uterus disfungsi • Perdarahan menoragia • Kista ovarium akut 24 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 25 . hemofiltrasi dan 1. MRI (Magnetic Resornance Imaging) (perbaikan omphalocel. fistula trakeoesofageal dan/atau VI. Klinik Laktasi (lihat RS kelas C) j. Pencitraan » Oksigenasi membran ekstrakorporeal. Ruang Pencucian dan Penyimpanan alat steril yang sudah » Bayi dengan kejang dibersihkan (lihat RS kelas C) » Bayi yang perlu transfusi tukar untuk hiperbilirubinemia atau h. (misal pengikatan PDA dan perbaikan kelainan dinding perut. MS-CT (Multy Slice CT-Scan) » Pembedahan besar yang dilakukan di tempat tersebut 4. Perawatan Khusus / High Care Unit dan Tranfusi Darah atresia trakeoesofageal dan mielomeningosel) c. termasuk Rontgen portabel hemodialisis. Ruang Susu (Lihat RS kelas C) V. 3. Pelayanan Penunjang Medik Fungi Unit a.5 kg » Bayi dengan hasil pemeriksaan neurologis abnormal g. MRI • Radang Pelvik akut dan EKG) • Abses Pelvik » Dokter spesialis bedah anak dan anestesi anak berada di fasilitas • Infeksi Saluran Genitalia tersebut atau institusi yg terkait erat untuk pembedahan besar • HIV – AIDS. USG Ibu dan Neonatal jantung bawaan serius yang perlu bypass kardiopulmonaris. Ruang BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) (lihat RS kelas C) » Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) < 1. Pelayanan Darah (lihat RS kelas B) » Kemampuan unit perinatal tingkat III B yg berada di Rumah b. Elektromiografi (EMG) ventriko peritoneal). fistula trakeoesofageal atau atresia 5. perbaikan myelomeningocel. TPNM (Total Parenteral Nutrition and Medication) » Gawat napas sedang atau parah.Bab 2 Bab 2 » Pencitraan tingkat lanjut dgn interpretasi segera (CT-Scan. NEC dengan perforasi usus.

bidan dan perawat terlatih melakukan resusitasi neonatus dan kegawat- daruratan obstetrik dan neonatus. 9. dokter/petugas anestesi. KRITERIA UMUM RUMAH SAKIT PONEK 1. 2. terdapat kebijakan tidak ada uang muka bagi pasien kegawat-darutan obstetrik dan neonatal. di kamar bersalin (target diupayakan kurang dari 30 menit). Tersedia kamar bersalin yang mampu menyiapkan operasi dengan target dalam waktu kurang dari 30 mnit. 26 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 27 . pelayanan darah (target diupayakan kurang dari 1 jam) 7.Bab 2 Bab 3 BAB 3 KRITERIA RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM Rangkuman Kriteria Kinerja Klinis PONEK PLUS RS Pendidikan/Kelas A BERDASARKAN STANDAR KINERJA MANAJEMEN R umah Sakit PONEK 24 jam adalah Rumah Sakit yang menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam dalam sehari. Mengupayakan tersedianya pelayanan darah yang siap 24 jam. 11. Mempunyai Standar Operating Prosedur penerimaan dan penanganan pasien kegawat-daruratan obstetrik dan neonatal. Dokter. 6. dokter spesialis lain serta dokter umum. Memiliki kru/awak yang siap melakukan operasi atau melaksanakan tugas sewaktu-waktu. 3. bila ada kasus emergensi obstetrik atau umum. bidan dan perawat. 10. antara lain dokter kebidanan. Adanya dukungan semua pihak dalam tim pelayanan PONEK. dokter penyakit dalam. Mempunyai prosedur pendelegasian wewenang tertentu. meskipun on call. dokter anak. Jika memungkinkan. Mempunyai standar respon time di UGD (target diupayakan selama 5 menit). Hal ini harus dapat terukur melalui Penilaian Kinerja Manajemen (lihat lampiran 2 hal 79) dan Penilaian Kinerja Klinis (berpedoman pada buku Asuhan Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana. 7 hari dalam seminggu. A. Ada dokter jaga yang terlatih di UGD untuk mengatasi kasus emergensi baik secara umum maupun emergensi obstetrik-neonatal. 5. Tersedia kamar operasi yang siap (siaga 24 jam) untuk melakukan operasi. 8. 4.

Bab 3 Bab 3 12. C. 2 orang perawat. seperti Laboratorium dan Radiologi selama 24 jam. Manajemen dan Sistem Informasi yang dapat ◊ 1 Tenaga Elektromedik mendukung pelayanan kesehatan maternal risiko tinggi dan neonatal risiko tinggi pada Staf level IIIA. a. Mengupayakan tersedianya pelayanan penunjang lain yang berperan dalam I.resusitasi memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di RS nya sehingga mampu memperoleh kriteria neonatus. Semua perlengkapan harus kokoh (tidak ada bagian yang longgar atau tidak 3. recovery room 24 jam. RS kelas A seyogyanya ◊ 1 Petugas administrasi mampu menyediakan Sumber Daya Manusia. Perlengkapan Memiliki Tim PONEK esensial yang terdiri dari: a. sehingga dapat disebut juga RS MAMPU PONEK PLUS. SUMBER DAYA MANUSIA 13. 2 dokter di Unit Gawat Darurat stabil) 4. sedangkan tindakan definitif sebaiknya dilakukan di kamar bersalin. harus tersedia/dapat dihubungi 24 jam Untuk RS tipe D. obat dan alat penunjang yang selalu siap tersedia. harus tersedia/dapat dihubungi 24 jam PONEK yang memerlukan perhatian khusus dan bimbingan serta didorong untuk segera ◊ Dokterdanperawatharusterlatihdalamasuhanneonatal(ASI. B dan A yang belum mencapai standar minimal kriteria RS MAMPU ◊ Dokter spesialis obstetri dan ginekologi. cairan dll) 1. Sarana dan prasarana dengan kondisi fisik ◊ 1 Konselor laktasi ruang/area/fasilitas yang baik. Semua perlengkapan harus bersih (bebas debu. bercak. Permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar 5. ◊ Dokter spesialis anak yang telah mengikuti pelatihan khusus neonatologi. ◊ Rasio perawat : pasien = 1 : 2-4 dalam setiap tugas jaga ◊ Konselor laktasi yang dapat dihubungi 24 jam 28 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 29 . harus tersedia/ dapat PONEK berdasarkan Standar Kinerja Manajemen (Persentase pencapaian Standar dihubungi 24 jam Kinerja Manajemen 100 % ). Permukaan metal harus bebas karat atau bercak 2. maka RS tersebut menyandang kriteria RS BELUM MAMPU ◊ Dokter spesialis anestesi. kegawatdaruratan neonatus). KRITERIA KHUSUS ◊ 10 Perawat (tiap shift 2-3 perawat jaga) (disesuaikan dengan Standar Kinerja Manajemen) ◊ 1 Petugas laboratorium (setingkat analis) ◊ 1 Petugas Radiologi Oleh karena di Indonesia terdapat beberapa kelas RS. 2 dokter Spesialis Kebidanan Kandungan* b. Tim UGD sebaiknya sebagai RS MAMPU PONEK. menempel kokoh) 14. Obat-obatan. PONEK RS KELAS D dan C PONEK. Bahan Tim PONEK ideal ditambah: Semua bahan harus berkualitas tinggi dan jumlahnya cukup untuk memenuhi ◊ 1 Dokter spesialis anesthesi kebutuhan unit ini. maka dalam memberikan penilaian ◊ 1 Pekarya kesehatan pada Standar Kinerja Manajemen disesuaikan dengan kelas RS nya. kabel dan steker khusus oleh direktur RS. Roda perlengkapan (jika ada) harus lengkap dan berfungsi baik Keterangan tanda * : dalam kondisi khusus tenaga dokter spesialis tersebut tidak ada di wilayah rujukan. 3 orang bidan (1 koordinator dan 2 penyelia) d. 2 dokter Spesialis Anak* c. e. Semua perlengkapan listrik harus berfungsi baik (saklar. maka masing-masing tenaga dokter spesialis dapat digantikan oleh dokter umum yang f. diberikan wewenang g. kotoran. pemeriksa awal dan cepat untuk menemukan kegawatdaruratan dan melakukan tindakan stabilisasi untuk penyelamatan jiwa. ◊ 1 Perawat anesthesi ◊ 6 Bidan pelaksana B. Instrumen yang siap digunakan harus disterilisasi memiliki kompetensi yang diperlukan terkait obstetri dan neonatal emergensi.

PRASARANA DAN SARANA » Tersedia lampu emergensi Dalam rangka Program Menjaga Mutu pada penyelanggaraan PONEK harus » Harus ada cukup lampu untuk setiap neonatus. atau listrik » Kamar di Unit Gawat Darurat harus terpisah dari kamar gawat darurat » Semua jendela harus diberi kawat nyamuk agar serangga tidak masuk. kran harus dapat dibuka » Spesifikasi ruang tidak kurang dari 15-20 m2 dengan siku » Lantai harus ditutup dengan lantai porselen atau plastik » Wastafel harus dilengkapi dengan dispenser sabun atau disinfektan » Dinding harus ditutup dengan porselen atau dicat dengan bahan yang yang dikendalikan dengan siku atau kaki. 2. kotoran. harus cukup jika » Ruang tindakan gawat darurat dengan instrumen dan bahan yang dibandingkan dengan ukuran ruang. 30 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 31 . » Unit harus memiliki area untuk menyiapkan susu formula dan area » Tidak boleh ada saluran pembuangan air yang terbuka. Kriteria Khusus Ruangan: » Ruang harus bersih dan bebas debu. untuk setiap 3 inkubator harus b) Kebersihan tersedia 1 wastafel. wastafel paling jauh 6 meter dan paling dekat 1 meter pintu. perlengkapan. » Harus tersedia kulkas khusus untuk susu formula dan ASI » Di ruangan perawatan neonatus. dinding.Bab 3 Bab 3 dan semua lampu berfungsi baik dan kokoh b. kabel dan steker tidak membahayakan bayi. sesuai (dari lantai dan dinding). keran air dan dispenser harus dipasang pada ketinggian yang » Langit-langit di cat dengan cat yang bisa dicuci. dipenuhi hal-hal sebagai berikut: d) Ventilasi » Ruang rawat inap yang leluasa dan nyaman » Ventilasi. laktasi » Pasokan air panas harus cukup. bisa dicuci atau dilapis keramik » Wastafel. instrumen. » Cat dan lantai harus berwarna terang sehingga kotoran dapat terlihat dengan mudah. steker listrik dan langit-langit. jendela. » Ruang pulih/observasi pasca tindakan » Diperlukan pendingin ruangan. lengkap » Kipas angin atau pendingin ruang harus berfungsi baik. jarak tempat tidur dengan » Hal tersebut berlaku pula untuk lantai. ruangan berukuran 6 m2 dan ada di dalam Unit Perawatan » Pencahayaan harus terang dan memadai baik cahaya alami atau buatan Khusus. lain. Sifat privasi ini penting untuk kebutuhan perempuan bersalin dan » Listrik harus berfungsi baik. Kriteria Umum Ruangan: » Tersedia 1 wastafel (uk 50 cm x 60 cm x 15 cm) dengan campuran a) Struktur Fisik air panas dan dingin (bila memungkinkan). suhu ruangan dipertahankan pada 24- » Protokol pelaksanaan dan uraian tugas pelayanan termasuk koordinasi 260C internal » Pendingin ruang harus dilengkapi filter (sebaiknya anti bakteri) e) Pencucian tangan 1. dapat mencakup sumber alami (jendela). diletakkan di sebelah westafel. » Paling kecil. b) Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Obstetri dan c) Pencahayaan Neonatus/UGD » Pencahayaan harus memadai dan sesuai dengan area dalam ruangan. sampah atau limbah a) Area Cuci Tangan di Ruang Obstetri dan Neonatus rumah sakit Di ruang dengan lebih dari satu tempat tidur. mebel. » Minimal tersedia 6 outlet listrik untuk setiap pasien » Harus ada handuk (kain bersih) atau tisu sekali pakai untuk » Harus ada 1 lemari dan meja untuk penyimpanan bahan di ruangan mengeringkan tangan.

kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlukan utuh sampai kala d) Ruang Neonatal 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. bersalin. » Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala 1. meliputi: toilet. » Lokasi berdekatan dengan Kamar Operasi dan IGD » Kamar periksa harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 11 m2. » Ruang tindakan operasi kecil/darurat/one day care : untuk kuret. inkubator. Berarti bagi pasien 1 pasien. perlengkapan kuret (MVA) dsb. » Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. m2.Bab 3 Bab 3 » Tujuan kamar ini ialah: memberikan pelayanan darurat untuk (bed) dalam kamar dengan multibed atau standar 1 bed minimal : 10 stabilisasi kondisi pasien. Bila » Luas minimal: 6 m2 per orang. lemari berisi pasien) perlengkapan darurat/ obat. » Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. kamar tunggu keluarga. wastafel cuci operator. Perlu dan 2 penolong. misalnya syok. » Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. lampu sorot. upayakan tidak penjahitan dan sebagainya berisi. mesin » Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. 1 penunggu ada beberapa tempat tidur maka per pasien memerlukan 7 m 2. anestesi. » Suhu dalam ruangan harus terkontrol (24 – 26°C) » Ruang postpartum harus cukup luas. lemari. berdekatan dan merupakan bagian dari unit gawat darurat. » Masing . kamar » Tiap ruangan harus menpunyai jendela sehingga cahaya dan udara jaga. kamar kerja kotor. kursi pemeriksa. jarak antar tempat tidur resusitasi lengkap. standar: 8 m2 per tempat tidur 32 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 33 . » Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. telepon. kloset. » Perlu dilengkapi dengan meja resusitasi bayi. lampu sorot. » Ruangan terpisah (ruang perawatan neonatus) atau rawat gabung ibu- » Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse station) bayi harus tersedia di semua RS atau pusat kesehatan dengan unit atau agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien partus sebelum ruang bersalin (tidak memandang berapa jumlah persalinan setiap dibawa ke ruang rawat (postpartum). hari » Harus ada kamar mandi-toilet berhubungan kamar bersalin. kursi. ruang sterilisator dan jalur ke ruang bersalin terletak saling cukup. » Paling kecil. henti jantung. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang berdekatan dengan » Jumlah boks bayi harus melebihi jumlah persalinan rata-rata setiap kamar bersalin. Bila tidak memungkinkan. hipotermia. c) Ruang Maternal » Kamar periksa/diagnostik berisi: tempat tidur pasien/obgin.masing area resusitasi untuk maternal dan neonatal paling » Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi (tanpa ke kecil berukuran 6 m2 koridor). Unit Perawatan Neonatal Normal maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah kamar kala 2. untuk » Ruang tunggu bagi keluarga pasien: minimal 15 m2. berisi meja. » Sarana Pendukung. 2 2 disediakan toilet yang dekat dengan ruang periksa. » Ruang tersebut terpisah dari fasilitas : toilet. minimum 1m s/d 2 m dan antara dinding 1 m. persiapan peralatan (linen dan instrumen). inkubator dan peralatan » Pada ruang dengan banyak tempat tidur. kursi serta telpon. meja. USG Kamar Bersalin mobile dan troli emergensi. lemari obat kecil. meja operasi lengkap. » Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. diperlukan 4 x 4 m = 16 m . kamar » Jumlah tempat tidur per-ruangan maksimum 4. kursi- memudahkan transpor bayi dengan komplikasi ke ruang rawat. asfiksia dan apabila perlu menolong partus darurat serta resusitasi. lemari perlengkapan operasi kecil. ada keharusan melintas pada ruang bersalin. » Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada kamar » Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. Selanjutnya bila diperlukan hari) operasi. troli alat. ruangan berukuran 12 m2 ( 6 m2 untuk masing-masing » Ruang perawat-nurse station-berisi : meja.

» Ruang resusitasi ini berukuran: 3 m2. troli darurat. meja dan tersedia 1. Wastafel itu harus » Minimal harus ada jarak 1 meter antar inkubator atau tempat tidur dirancang agar tidak membuat basah lantai. kursi dan sofa/tempat tidur. » Unit operasi diperlukan untuk tindakan operasi seksio sesarea dan baju dan perlengkapan operasi.ruang 3) Rak/gantungan pakaian 34 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 35 . 15) Kamar jaga dokter: 15 m2. » Harus disediakan unit komunikasi dengan kamar bersalin. inkubator dan meja. dengan tepat untuk peralatan listrik. berisi loker. Unit ini sekurang. inkubator bayi. 12) Gudang 12 m2 : tempat alat-alat kamar bersalin dan kamar operasi. di luar fasilitas: lemari dinding. 14) Kamar diskusi bagi staf dan paramedik: 15 m2. tempat rekam medik. 2. ember. troli-troli. Ada meja kerja dan kursi-kursi. perlengkapan resusitasi dewasa dan bayi. Demikian pula agar keluarga dapat melihat melalui kaca. Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Umum: » Perlu disediakan alat komunikasi ke kamar bersalin dan kamar operasi. kurangnya ada sebuah bagi bagian kebidanan. a) Area Cuci tangan serta telepon. » Ruang harus dilengkapi paling sedikit enam steker listrik yang dipasang 7) Kamar obat berisi lemari dan meja untuk distribusi obat. di depan kamar operasi/kamar bersalin. dsb. ada toilet 3 m2. Ruang ini berisi meja dan lemari berisi linen. Harus tersedia 6 sumber listrik. perlengkapan nadi oksigen dsb. Sekurang-kurangnya ada 4 sumber listrik/bed. » Area yang diperlukan tidak boleh < 12 m² (4 m² untuk tiap pasien) 4) Kamar pengawas OK : 10 m2 » Unit harus memiliki kemampuan untuk mengisolasi bayi: 5) Ruang tunggu keluarga: tersedia kursi-kursi. bila tidak tempat cuci wastafel besar untuk cuci tangan dan fasilitas air memungkinkan kedua ruangan harus berada di gedung yang sama dan panas/dingin. kursi perawat. Perlu disediakan » Unit asuhan khusus harus dekat dengan ruang bersalin. Inkubator di area khusus autoklaf besar berguna bila darurat. Air cuci tangan bayi. dianjurkan air yang steril dan mengalir. Area terpisah toilet. aman dan berfungsi baik. sekurang-kurangnya ada 2 tempat tidur. Di dalam 13) Kamar ganti: pria dan wanita masing-masing 12 m2. Ada 3. mesin pemantau tensi/ meja. kebersihan. Steker harus mampu memasok 8) Ruang cuci tangan (scrub) sekurangnya untuk dua orang. ruangan ialah: meja. » Harus dimungkinkan pengawasan langsung dari meja perawat ke 18) Ruang tempat brankar dan kursi dorong. selain itu isi 17) Kamar rumatan rumah tangga (house keeping): berisi lemari. laparotomia. terdapat beban listrik yang diperlukan. kursi. » Kamar pulih ialah ruangan bagi pasien pasca bedah dengan standar 16) Kamar paramedik: 15 m2. 1) Wastafel » Fasilitas pelayanan berikut perlu disediakan untuk unit operasi: Wastafel cuci tangan ukuranya cukup besar sehingga air tidak terciprat 1) Nurse station yang juga berfungsi sebagai tempat pengawas lalu dan dirancang agar air tidak tergenang atau tertahan. dibersihkan. 2) Wadah gaun bekas 2) Ruang kerja-kotor yang terpisah dari ruang kerja bersih. 10) Ruang gas/ tabung gas. Area terpisah dalam 1 unit 6) Kamar sterilisasi yang berhubungan dengan kamar operasi. e) Ruang Operasi 9) Ruang kerja bersih. luas: 8 m2/bed. harus jauh dari tempat lalu lintas barang/orang. lemari obat. 3) Saluran pembuangan kotoran/cairan. kamar operasi harus tersedia: pemancar panas. » Idealnya sebuah kamar operasi mempunyai luas: 25 m dengan lebar 11) Gudang alat anestesi: alat/mesin yang sedang direparasi- minimum 4 m. peralatan mesin isap. meja dan kursi. sapu. lintas orang. 3.Bab 3 Bab 3 Unit Perawatan Neonatal dengan Risiko Tinggi Level II ini berfungsi membereskan alat dan kain kotor. Juga terdapat troli pembawa linen. tempat pasien.

» Tabung oksigen dan medical air cadangan harus selalu terisi penuh. 2) Meja periksa untuk neonatus » Rak dan lemari kaca tidak boleh retak (agar tidak luka) » Meja harus ditutup dengan lapisan kasur busa. 4. » Harus ada pengatur kadar oksigen dan medical air. umum. » Harus ada meja di area administrasi dan penyuluhan. 3) Jam dinding » Harus dicat dengan bahan yang dapat dibersihkan / dicuci. 7) Sabun » Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh Tersedia sabun dalam jumlah cukup. 7) Pasokan oksigen 8) Pasokan oksigen dan medical air/ udara tekan. Harus ada cukup selimut untuk menutupi ibu dalam jumlah yang 6) Wadah sampah tertutup dengan kantong plastik. masing- aliran (jika ada oksigen dengan sistem pipa di dinding.Bab 3 Bab 3 4) Rak sepatu Level Intermediate/NICU 5) Lemari untuk barang pribadi » Harus ada oksigen dengan sistem pipa dengan jumlah outlet yang 6) Wadah tertutup dengan kantung plastik sama dengan jumlah penghangat. lihat standar masing satu regulator dan pengatur aliran. lebih disukai sabun cair antibakteri dalam dispenser dengan pompa. 4) Meja » Bagian logam harus bebas karat. 7) Jam dinding 6) Perlengkapan Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik. Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Khusus: 8) Handuk a) Unit Perawatan Khusus Harus ada handuk untuk mengeringkan tangan. Steker harus mampu memasok 1) Steker listrik beban listrik yang diperlukan. aman dan berfungsi baik. Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik. untuk level NICU) » Aliran (jika ada oksigen dan medical air dengan sistem pipa di » Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh. dinding. Ruang harus dilengkapi paling sedikit enam steker yang dipasang b) Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Neonatus/ UGD dengan tepat untuk peralatan listrik. lihat standar untuk tingkat III / NICU) » Harus ada pengatur kadar oksigen. Harus disediakan wadah terpisah untuk limbah organik dan non » Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator dan pengatur organik aliran sebagai cadangan. 9) Lampu darurat 36 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 37 . lembar plastik 3) Lemari es utuh dan seprai bersih. Level SCN Level II » Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator dan pengukur Harus ada dua tabung oksigen dan empat tabung medical air. 5) Kursi 4) Meja Perlengkapan Harus ada tiga kursi di area administrasi dan edukasi yang berfungsi 5) Selimut baik. sesuai dengan perkiraan persalinan. » Ruang harus dilengkapi paling sedikit tiga steker yang dipasang 2) Mebel Lemari instrument dengan tepat untuk peralatan listrik » Harus ada satu lemari dan meja untuk penyimpanan bahan pasokan » Steker harus mampu memasok beban listrik yang diperlukan. selain dari lemari dan meja untuk menyimpan bahan-bahan aman dan berfungsi baik. Dapat berupa kain 1) Steker listrik bersih atau tisu. untuk ruang isolasi.

Bab 3 Bab 3 10) Inkubator. 6. masker. 4. 11) Penghangat (Radiant warmer) i) Selang reservoar oksigen Paling sedikit harus ada satu penghangat yang berfungsi baik. Jenis Peralatan Neonatal terapi intensif a) Peralatan resusitasi neonatus (pemanas. j) Masker oksigen (ukuran bayi cukup bulan dan prematur) 12) Timbangan bayi k) Pipa endotrakeal Paling sedikit harus ada satu timbangan bayi yang berfungsi baik di l) Plester setiap ruangan. selang dan reservoar bersih atau kanister sebagai cadangan. s) Dextrose 10% 14) Pulse Oximeter t) Sodium bikarbonat 8. Untuk tiap inkubator tersedia: » 1 unit terapi sinar » 1 alat pemantau kardio-respirasi » 1 pulse oksimeter » 1 syringe pump d) Complete set Nasal CPAP 38 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 39 . m) Gunting 13) Alat / Instrumen n) 1 Kateter penghisap » Harus ada ekstraktor vakum yang berfungsi. 20.9% / Larutan Ringer Asetat / RL » Hisapan. v) Kateter Vena w) Alat uji glukosa b) Kamar bersalin Harus ada wastafel besar untuk cuci tangan penolong dan sumber x) Sumber oksigen dan medical air listrik sebanyak 4 pada titik yang berbeda. balon resusitasi. listrik utama tidak ada. f) Lampu darurat » Paling sedikit harus ada jarak 1 m2 antara inkubator atau tempat g) Stetoskop neonatus tidur bayi h) Balon yang bisa mengembang sendiri berfungsi baik. Batere AA (cadangan) untuk bilah laringoskop dan bola lampu laryngoskop cadangan. selang oksigen/connector. b) Laringoskop neonatus dengan 3 bilah lurus (ukuran 1. 3. 2 1/2 . Harus ada sedikitnya satu penghangat Harus ada generator listrik cadangan yang dioperasikan jika pasokan yang berfungsi baik. c) 3 Inkubator. o) Naso Gastric Tube » Ada forceps naegle p) Alat suntik 1. pipa ET. 10.4% 15) Generator listrik darurat u) Penghangat (Radiant warmer). Jenis Peralatan dan perlengkapan Anestesiologi dan 5. penghisap. T-Piece resusitator. 50 cc » Ada AVM q) Ampul Epinefrin / Adrenalin » Harus ada pompa vakum listrik yang dapat dibawa dengan pengatur r) NaCl 0. asuhan normal e) 1 Alat ukur ikterus » Paling sedikit harus ada 3 inkubator yang berfungsi baik. 0 dan 00). balon resusitasi yang dilengkapi dengan alat untuk memberikan PEEP.

Bab 3 Bab 3 40 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 41 .

• 1 alat pemantau kardio-respirasi g) Ruang Operasi (lihat RS kelas C) • 1 pulse oksimeter h) Ruang Penunjang harus disediakan seperti : • 1 syringe pump » Ruang perawat/bidan • 8 steker untuk setiap inkubator » Kantor perawat » Ruang rekam medik Untuk setiap setiap inkubator harus tersedia: » Toilet staf • 1 outlet oksigen pada level II 42 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 43 . wastafel dan tempat sampah. tersedia: Minimal ruangan berukuran 6-8 m2. ada meja untuk b) Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Obstetri dan Neonatus/UGD kerja. PRASARANA DAN SARANA » Ruang keluarga pasien » Ruang cuci 1. dilengkapi dengan kursi. Unit Perawatan Neonatal Normal (lihat RS kelas C) 3.Bab 3 Bab 3 II. Kriteria Khusus Ruangan » Gudang peralatan » Ruang kotor-peralatan-harus terpisah dari ruang cuci/steril. dilengkapi dengan pasokan air • 1 unit terapi sinar dan lubang pembuangan. masing- » Struktur fisik ruangan NICU yang lain serupa dengan struktur masing dengan satu regulator dan pengatur aliran serta cadangan. pasien » Harus ada dua tabung oksigen dan empat tabung medical air. d) Ruang Neonatal » Dapur kecil untuk pembagian makan pasien. PONEK RS KELAS B » Ruang staf medik » Ruang loker staf/perawat a. (lihat RS kelas C) » Ruang obat : wastafel. a) Minimal 5 inkubator termasuk inkubator asuhan intensif Level II dengan asumsi 1 ruangan minimal 12 m2. meja kerja dsb. dengan tambahan: intensif BBL (NICU) yang harus berada dekat ruang bersalin dan a) Pasokan oksigen dan medical air Level III jauh dari lalu lintas orang/barang » Harus ada oksigen dan medical air dengan sistem pipa dengan » Ukuran ruangan NICU 18 m². Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Khusus » Fasilitas fisik serupa dengan tingkat II ditambah unit asuhan (lihat RS kelas C). Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Umum Unit Perawatan Neonatal dengan Risiko Tinggi Level II (lihat (lihat RS kelas C) RS kelas C) Unit Perawatan Neontal dengan Risiko Tinggi Level III 4. SUMBER DAYA MANUSIA (lihat RS kelas C) » Ruang rapat/konferensi b. dengan maksimal 3 f) Area Pencucian inkubator inkubator. paling sedikit 6 – 8 m² untuk setiap jumlah outlet yang sama dengan jumlah alat penghangat. Ruang a) Area Cuci Tangan di Ruang Obstetri dan Neonatus (lihat RS kelas C) ini mempunyai tempat cuci dengan air panas-dingin. fisik unit neonatologi tingkat II » Tabung cadangan harus selalu terisi penuh. Jenis Peralatan Neonatal Minimal ruangan berukuran 6 m2. c) Ruang Maternal (lihat RS kelas C) » Ruang linen bersih. e) Area Laktasi 5. Kriteria Umum Ruangan (lihat RS kelas C) » Ruang persiapan diperlukan bila ada kegiatan persiapan alat/bahan 2.

◊ 1-2 Orang perawat koordinator 5) Kamar PONEK membutuhkan: ◊ Ruang berukuran 15 m2 Tim PONEK ideal ditambah dengan: ◊ Berisi: lemari dan troli darurat ◊ 2 Dokter Spesialis Anestesi (oncall) ◊ Tempat tidur bersalin serta tiang infus. dan inkubator. (lihat RS kelas C) k) Alat Pasteurisasi ASI perah b) Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Obstetri dan 6.Bab 3 Bab 3 • 1 outlet udara bertekanan pada level II Staf • 1 penghisap pada level II ◊ Rasio perawat : pasien = 1 : 1-2 ◊ Hanya perawat dengan spesialisasi NICU yang bekerja sebagai staf b) 2 unit alat terapi sinar konvensional dan atau intensif ◊ Residen siap selalu 24 jam/hari c) 1 alat pengukur ikterus ◊ Konselor ASI pada setiap tugas jaga d) Alat pemeriksa glukosa e) Complete set Nasal CPAP b. Memiliki tim PONEK essensial yang terdiri dari: 3) Tujuan kamar ini ialah: memberikan pelayanan darurat ◊ 2 Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan untuk stabilisasi kondisi pasien. asfiksia dan apabila perlu menolong partus darurat ◊ 2 Dokter di Unit Gawat Darurat serta resusitasi. ruangan berukuran 6 meter dan ada di dalam Unit Perawatan Khusus. kursi ◊ 2 Petugas Laboratorium ◊ Aliran udara bersih dan sejuk ◊ 2 Petugas Radiologi ◊ Pencahayaan ◊ 2 Pekarya Kesehatan ◊ Lampu sorot dan lampu darurat ◊ 2 Petugas Administrasi ◊ Mesin isap ◊ 3 Konselor laktasi ◊ Defibrilator ◊ 1 Tenaga Elektromedik ◊ Oksigen dan tabungnya atau berasal dari sumber dinding 44 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 45 . PONEK PLUS RS KELAS A/ RS PENDIDIKAN gawat darurat lain. ◊ 2 Dokter Spesialis Anak hipotermia. SUMBER DAYA MANUSIA perempuan bersalin dan bayi. Kriteria Umum Ruangan (lihat RS kelas C) h) Perangkat resusitasi 2. Sifat privasi ini penting untuk kebutuhan a. henti jantung. PRASARANA DAN SARANA f) Tabung oksigen cadangan/konsentrator oksigen g) Tabung medical air cadangan 1. Kriteria Khusus Ruangan i) Analisis Gas Darah a) Area Cuci Tangan di Ruang Obstetri dan Neonatus j) Lemari es untuk menyimpan ASI perah. misalnya syok. 2) Kamar PONEK di Unit Gawat Darurat harus terpisah dari kamar III. Jenis Peralatan dan perlengkapan Anestesiologi dan Neonatus/UGD terapi intensif (lihat RS kelas C) 1) Paling kecil. ◊ 1 Orang bidan koordinator dan 7 Orang Bidan penyelia 4) Perlu dilengkapi dengan meja resusitasi bayi. ◊ 1-2 Perawat Anestesi (oncall) ◊ Inkubator transpor ◊ 12-20 Bidan pelaksana ◊ Pemancar panas ◊ 12-20 Perawat ◊ Meja.

1 USG mobile dan troli emergensi. 22) Ruang perawat-nurse station-berisi : meja. 6) Ruangan bersalin tidak boleh merupakan tempat lalu lalang orang. 1. ◊ Nurse station dan lemari rekam medik 14) Ruang tersebut terpisah dari fasilitas : toilet. lemari berisi 5) Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat hadir. 18) Harus ada fasilitas untuk cuci tangan pada tiap ruangan. standar: 8 m 2 per tempat ◊ Wastafel dengan air mengalir dan antiseptik tidur (bed) dalam kamar dengan multibed atau standar 1 bed ◊ Alat komunikasi dan telepon ke kamar bersalin minimal : 10 m2. minimum 1m s/d 2 m dan antara dinding 1 m. obat/infus. pasien akan dibawa ke kamar operasi yang ◊ Lemari isi: perlengkapan persalinan. untuk memudahkan transpor bayi dengan komplikasi ke ruang mesin anestesi. meliputi: toilet. Berarti bagi pasien 1 pasien. tidak ada keharusan melintas pada ruang bersalin. Kamar Bersalin 20) Kamar periksa/diagnostik berisi: tempat tidur pasien/obgin. lemari perlengkapan operasi kecil. kuret. kala 2 dan kala 3 yang berarti setiap pasien diperlukan utuh sampai kala 4 bagi ibu bersama bayinya secara privasi. rawat. 21) Kamar periksa harus mempunyai luas sekurang-kurangnya 11 m2. kursi. ruang sterilisator dan jalur ke ruang bersalin/ 17) Tiap ruangan harus menpunyai jendela sehingga cahaya dan udara kamar operasi terletak saling berdekatan dan merupakan bagian cukup. maka diperlukan dua kamar kala 1 dan sebuah 1) Unit Perawatan Neonatal Normal (lihat RS kelas C) kamar kala 2. 23) Ruang isolasi bagi kasus infeksi perlu disediakan seperti pada 7) Bila kamar operasi juga ada dalam lokasi yang sama. 10) Idealnya sebuah ruang bersalin merupakan unit terintegrasi: kala kursi-kursi serta telpon. meja. telepon. 24) Ruang tindakan operasi kecil/darurat/one day care : untuk kuret. Perlu disediakan toilet yang dekat dengan ruang periksa. penjahitan dan sebagainya berisi. 12) Harus ada kamar mandi-toilet berhubungan kamar bersalin. kamar tunggu keluarga. 2) Luas minimal: 6 m2 per orang. upayakan kamar bersalin. 25) Ruang tunggu bagi keluarga pasien: minimal 15 m2. ruangan berukuran 12 m2 ( 6 m2 untuk masing-masing Bila ada beberapa tempat tidur maka per pasien memerlukan 7 pasien) m2. forsep. ◊ Alat resusitasi dewasa dan bayi 13) Ruang postpartum harus cukup luas. kursi 1) Lokasi berdekatan dengan Kamar Operasi dan IGD pemeriksa. wastafel cuci operator. berisi meja. ◊ USG mobile. kamar persiapan peralatan (linen dan instrumen). penunggu dan 2 penolong. berdekatan dengan kamar bersalin. perlengkapan darurat/ obat. dari Unit Gawat Darurat. 8) Minimal 2 kamar bersalin terdapat pada setiap rumah sakit umum. 3) Paling kecil. c) Ruang Maternal 19) Tiap pasien harus punya akses ke kamar mandi privasi (tanpa ke koridor). kloset. meja operasi lengkap. 2) Unit Perawatan Neonatal dengan Risiko Tinggi Level II 11) Kamar bersalin harus dekat dengan ruang jaga perawat (nurse (lihat RS kelas C) station) agar memudahkan pengawasan ketat setelah pasien 3) Unit Perawatan Neonatal dengan Risiko Tinggi Level IIII partus sebelum dibawa ke ruang rawat (postpartum).Bab 3 Bab 3 (outlet) bila diperlukan operasi. 15) Pada ruang dengan banyak tempat tidur. Selanjutnya (lihat RS kelas B) 46 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 47 . 4) Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah. lemari obat kecil. sorot. kamar jaga. perlengkapan kuret (MVA) dsb. lampu sorot. inkubator. troli alat. kamar kerja 16) Jumlah tempat tidur per-ruangan maksimum 4. Bila tidak d) Ruang Neonatal memungkinkan. lemari. lampu 9) Kamar bersalin terletak sangat dekat dengan kamar neonatal. vakum. kotor. jarak antar tempat tidur 6) Sarana Pendukung. diperlukan 4 x 4 m2 = 16 m2.

selang dan reservoar bersih atau kanister sebagai cadangan. bagian kaki untuk litotomi) 5. 14) Harus ada sistem vakum penghisap dalam jumlah yang cukup. penghisap lendir. g) Ruang Operasi (lihat RS kelas C) 1) Oksigen melalui pipa dinding. Harus ada (tiga --> empat) outlet. 19) Pompa infus yang berfungsi baik setiap tempat tidur. 16) Ada satu oximeter nadi untuk setiap tempat tidur. 17) Ada stetoskop yang berfungsi baik setiap tiga tempat tidur. Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Khusus (lihat RS kelas B) 2) Tempat Tidur Obstetri / bersalin + Tiang infus (bagian dada/ kepala dapat turun naik. (satu --> dua) outlet oksigen. 20) Ventilator Analisis gas darah 48 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 49 . 4. satu untuk setiap tempat tidur. satu outlet udara bertekanan. Jenis Peralatan Maternal dan Neonatal 3) Meja instrumen obstetri 80x40 Peralatan Maternal 4) Lampu sorot obstetri a) Peralatan maternal essensial 5) Kursi penolong – dapat turun naik 6) Harus ada satu lemari dan meja untuk penyimpanan bahan pasokan umum. selang dan reservoar bersih. rak dan lemari kaca tidak boleh retak (agar tidak luka) 7) Ada lemari es untuk obat oksitosin 8) Harus ada meja di area administrasi dan penyuluhan dan dicat dengan bahan yang dibersihkan 9) Harus ada tiga kursi di kamar bersalin 10) Pasokan Oksigen 11) Lampu darurat 12) Paling sedikit ada satu monitor denyut jantung / pernapasan yang berfungsi baik untuk setiap tempat tidur 13) Harus ada pompa vakum listrik yang dapat dipindah. Kriteria Peralatan dan Perlengkapan Umum (lihat RS kelas C) lendir untuk setiap tempat tidur.Bab 3 Bab 3 e) Area Laktasi (lihat RS kelas B) f) Area Pencucian inkubator (lihat RS kelas B) b) Peralatan ideal Unit Perawatan intensif/ Eklamsia/ Sepsis untuk maternal. 18) Generator listrik cadangan yang dapat dioperasikan bila pasokan listrik utama tidak ada. sistem udara h) Ruang Penunjang harus disediakan (lihat RS kelas B) bertekanan. dan satu outlet penghisap 3. 15) Harus ada pompa vakum listrik yang dapat dipindah dengan regulator penghisap.

oksigen. balon resusitasi yang dilengkapi dengan alat untuk memberikan PEEP. 2) Laringoskop neonatus dengan 3 bilah lurus (ukuran 1. pipa ET. mesin penghisap. balon resusitasi.Bab 3 Bab 3 c) Kamar Bersalin Harus dilengkapi lemari dengan perlengkapan darurat medik termasuk: vakum. 0. lampu sorot. ECG. selang oksigen/connector. pemancar panas (radiant warmer). KTG. Peralatan Neonatal a) Peralatan Neonatal Normal 1) Peralatan resusitasi neonatus (pemanas. penghisap). inkubator bayi. masker. 00) b) Peralatan Neonatal Risiko Tinggi 1) Untuk tiap 1 inkubator asuhan intensif: • 1 pemantau kardio-respirasi • 1 pulse oksimeter • 10 syringe pump • 1 mesin tekanan darah non-invasif • 2 steker listrik untuk setiap inkubator 2) Untuk setiap inkubator harus tersedia: 2 outlet oksigen pada level III 2 outlet bertekanan pada level III 2 penghisap pada level III 50 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 51 . T-Piece resusitator.

OBAT-OBATAN MATERNAL KHUSUS PONEK Ringer Asetat Dextrose 10% Dextran 40 / HS Saline 0.Bab 3 Bab 3 3) Lemari es untuk menyimpan ASI perah 4) Alat Pasteurisasi ASI perah dan pompa ASI listrik 5) Laboratorium 24 jam termasuk mikrobiologi. 6) Peralatan Resusitasi 6. OBAT-OBATAN 1. Jenis Peralatan dan perlengkapan Anestesiologi dan terapi intensif (lihat RS kelas C) c.9 % Adrenalin/ Epinefrin Metronidazole 52 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 53 .

Adrenalin / Ephinefrin 1. Antibiotika berdasarkan pola kuman di RS masing-masing Kortison / Dexametason Aminophyline d. . Sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan operasional (rutin) 54 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 55 .9% 25 ml yang lengkap dan akurat. Sulfas Atropin waktu. MgSO4 20 % Larutan Ringer Laktat . Kalsium Glukonas 10 ml 5. . NaCl 0. akurat dan tepat . SISTEM INFORMASI Kina Ca-Glukonas PONEK merupakan suatu program pelayanan dimana setiap unsur tim yang Oksitosin ada di dalamnya melakukan fungsi yang berbeda. Sistem informasi yang dapat mengintegrasikan seluruh data penting . NaCl 0. Dobutamin yang dapat diakses secara transparan melalui workstation. Sistem informasi yang dapat membantu para pengambil keputusan . OBAT-OBATAN NEONATAL KHUSUS PONEK ditetapkan. Sodium Bikarbonat 8. kecepatan dan ketepatan informasi yang ditujukan kepada Misoprostol peningkatan mutu. Sistem informasi sehubungan dengan PONEK yang sejalan dengan visi . Sistem informasi dimaksud pada PONEK adalah : . Gentamisin Gentamisin . Isosorbit Dinitrat Insulin Keberadaan sistem informasi ditujukan untuk mendukung proses pelaksanaan kegiatan pelayanan di rumah sakit dalam rangka pencapaian misi yang 2. MANAJEMEN Transamin Direktur RS melaksanakan komitmen untuk menyelenggarakan program Dopamin PONEK menyelaraskan progam RS untuk mendukung program PONEK dalam Dobutamin bentuk SK Direktur. Dextrose 10% dan misi rumah sakit. KCl pelayanan PONEK bagi pasien. Morphin dengan adanya ketersediaan data yang lengkap. yaitu dengan tersedianya data PONEK .9 % 500 ml 4. . NaCl 3% dan evaluasi. Sistem informasi yang dapat mendukung dan mekanisme pemantauan . cakupan dan efektifitas layanan kepada masyarakat. Phenobarbital Injeksi (iv) Kadelex atau Ampul KCL . MgSO4 20% dan atau 40% Nifedipin e. Setiap RS harus terdapat Tim PONEK yang memberikan Sodium Bikarbonat 40% laporan kepada Direktur RS.4% Kalsium Glukonat 10% . Dextrose 40% 2. Sistem informasi yang mampu memberikan peningkatan mutu . Ampisilin Ampisilin . . . N5 3.Bab 3 Bab 3 . Midazolam 6. Dopamin dari kamar bersalin dan ruang neonatal yang melaksanakan PONEK . sangat membutuhkan Ergometrin keterpaduan.

56 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 57 . mentransmisikan. Standar Kinerja Manajemen 8. Kriteria Rumah Sakit Ponek 24 jam berdasarkan 7. menyimpan. mengolah atau memproses dan menyajikan informasi dan data baik data internal maupun data eksternal. meningkatkan kecepatan aktivitas rumah sakit serta dapat menciptakan ‘titik kontak tunggal’ atau ‘case manager’ bagi pasien. Sistem informasi yang dapat memberdayakan karyawan (empowering). Gambar 2.Bab 3 Bab 3 serta dapat meminimalkan pekerjaan yang kurang memberikan nilai tambah. Sistem informasi yang dapat mengakomodasi aktivitas yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian dan pengembangan keilmuannya di bidang obstetri dan ginekologi dengan ketersediaan teknologi informasi yang mampu untuk memperoleh.

Hal yang dinilai adalah Standar Kinerja Klinis. b. Catatan medis. Standar Masukan Daftar Tilik Pemantauan standar masukan meliputi Area Cuci Tangan.Bab 3 Bab 4 BAB 4 PENINGKATAN KUALITAS PONEK A. PENGERTIAN On The Job Training (OJT) adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengawasi/mengevaluasi kinerja unit maternal neonatal Rumah Sakit setempat. Area Resusuitasi dan Stabilisasi di Ruang Neonatus/UGD. Di dalam OJT juga terkandung upaya bimbingan/penyampaian saran jika ditemukan kejanggalan/hal-hal yang tidak sesuai dengan seharusnya. ON THE JOB TRAINING 1. PELAKSANA Tim pelaksana dapat berasal dari tim PONEK RS setempat (self assessement) maupun Tim PONEK RS luar apabila dirasa belum mampu melakukan secara mandiri. Sumber daya manusia. 58 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 59 . Unit Perawatan Intensif. Unit Perawatan Khusus. 2. Hal yang dinilai adalah Standar Kinerja Manajemen yang terdiri atas: a. Area Pencucian Inkubator (lihat lampiran 2 hal 79). Manajemen Pemeliharaan (lihat lampiran 2 hal 79) Selain itu. Area Laktasi. menggunakan kriteria yang disusun dalam buku Protokol Asuhan Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana. Penilaian oleh tim PONEK RS setempat (self assessment) minimal harus dikerjakan 1 kali setiap bulan dilanjutkan dengan memberikan laporan kepada Direktur RS. perlu pula dinilai kemampuan petugas kesehatan dalam menangani kasus. Manajemen Kualitas. Standar Manajemen Daftar Tilik Pemantauan Pengelolaan menurut bagiannya antara lain: Referensi.

B. Adapun kriteria RS PONEK 60 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 61 . karyawan RS PONEK yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif. pimpinan daerah dan dikurangi dan diupayakan untuk dapat kembali ke poin 1 yaitu menilai secara pengembang rumah sakit tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan Kesehatan setempat. RS dapat ini juga sekaligus diberikan bimbingan dan arahan yang diperlukan. TARGET profesi yang sudah kompeten dalam membentuk pelatihan PONEK bekerja Setiap Rumah Sakit perlu mencantumkan target pencapaian PONEKnya. tidak tergantung pada siapapun. terutama untuk pemula. Harus dapat dilakukan mandiri oleh tim PONEK RS itu sendiri (self (Standar masukan dan Standar manajemen) assessment). maka Rumah Sakit tersebut harus adalah Tim PONEK RS luar yang sudah mapan atau para ahli yang mendapat memiliki progress kearah perbaikan yang lebih baik dan dapat melakukan persetujuan dari kelompok profesi sekaligus juga diketahui oleh Dinas upaya peningkatan kriteria PONEK RS nya. PESERTA Peserta adalah unit maternal neonatal beserta berbagai unit pendukungnya. INSTRUMEN C. Pihak luar yang dimaksud disini belum dapat memenuhi kriteria RS PONEK. Setelah itu. Kesehatan ibu dan anak merupakan 2 hal yang tidak In House Training adalah suatu kegiatan berupa lokakarya yang melibatkan seluruh dapat dipisahkan. agar diakui oleh profesi. b) Standar Kinerja Klinis berkesinambungan dan terarah. secara perlahan. disediakan instrumen untuk melakukan OJT yaitu: Pemantauan dan evaluasi kinerja ini bersifat: a) Standar Kinerja Manajemen 1. 3. mandiri. bertahap. Jika ada Rumah Sakit yang masih dalam taraf BELUM MAMPU PONEK .Bab 4 Bab 4 Apabila Tim PONEK RS merasa belum mampu melakukan self assessment. 3. Hasil penilaian dapat meliputi 3 kriteria yaitu RS BELUM MAMPU PONEK. Di hari pertama kurang atau dianggap dapat meningkatkan kinerja RS ponek tersebut. (Protokol Asuhan Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan 2. Penilaian ini secara bertahap akan ini perlu dibicarakan dengan pimpinan rumah sakit. Keputusan untuk memilih materi tergantung dari kebutuhan yg dirasakan kinerja manajemen dan kinerja klinis RS PONEK tersebut. maka dapat meminta bantuan Pihak luar. 5. Hari pertama secara bersama-sama mengevaluasi tersebut. PELAKSANAAN meliputi pelatihan manajemen maupun bidang klinis tergantung kebutuhan RS OJT dilakukan selama 2 hari. Hari menghubungi dinas kesehatan setempat yang akan berkolaborasi/bekerjasama kedua memberi laporan kepada direktur sekaligus membicarakan langkah dengan profesi dalam penyediaan fasilitator. Pihak luar yang dimaksud adalah RS yang sudah memenuhi kriteria RS MAMPU PONEK atau kelompok 6. IN HOUSE TRAINING Hal ini dilakukan dalam waktu bersamaan. Dapat dilakukan setiap saat. Untuk kriteria kinerja manajemen selayaknya tercapai peserta OJT tidak kehilangan arah. MAMPU PONEK dan MAMPU PONEK PLUS. dapat PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana) meminta bantuan pihak luar (non-self assessment). Penilaian oleh Tim PONEK RS luar ini dilakukan 2 atau cara magang atau sistering atau mengikuti pelatihan yang terstandarisasi dan 3 bulan sekali atau lebih sering jika diperlukan. Bila tim PONEK RS tersebut belum dapat melakukan penilaian mandiri. Materi lokakarya dapat 4. Hal sama dengan Dinas Kesehatan setempat. PEMANTAUAN DAN EVALUASI KINERJA Agar lebih seragam dan terarah. sehingga jika ada masalah dapat diselesaikan bersama. selanjutnya yang perlu diupayakan. peserta OJT 100% dan untuk kriteria kinerja klinis dapat diupayakan peningkatan akan dilepaskan untuk dapat melakukan penilaian secara mandiri.

Area Laktasi. . Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Neonatus/UGD. Daftar tilik kompetensi yang telah disusun berdasarkan berbagai kasus yang mendapat laporan dalam upaya mendapat legitimasi hasil pencapaian ini. Untuk mempertahankan/meningkatkan pencapaian kinerja RS PONEK perlu dilakukan Audit Maternal Perinatal (AMP) secara berkala (minimal 3 sampai 4 kali dalam setahun). Standar Masukan Daftar Tilik Pemantauan standar masukan meliputi Area Cuci Tangan. Berbagai hal yang bersifat nonmedik seperti yang tertera dibawah ini. dapat melalui berbagai cara yang dirasakan paling sesuai yaitu magang. . Unit Perawatan Khusus. Insentif untuk tenaga medis. b. Persediaan obat dan lain-lain. upaya perluasan cakupan peserta KB agar mencapai 75%. Hasil penilaian ini harus dilaporkan ke direktur RS setempat. Siapa yang menanggung biaya transport pasien ke rumah sakit. Sudah tersedia format Pemantauan dan Evaluasi melalui penilaian standar yang terdiri dari 2 komponen besar yaitu: 1. Area Pencucian Inkubator (lihat lampiran 2 hal 79). sistering atau mengikuti suatu pelatihan yang sudah terstandarisasi. Kelambanan petugas. Catatan medis. Standar Manajemen Daftar Tilik Pemantauan Pengelolaan menurut bagiannya antara lain: Referensi. terdiri atas: a. Standar Kinerja Klinis. AMP bukan hanya membicarakan berbagai kasus kematian ibu dan bayi tetapi juga ditujukan bagi kasus yang NYARIS MATI. Perlu tidaknya uang muka rumah sakit. Sumber daya manusia. . Unit Perawatan Intensif. Manajemen Kualitas. Selain itu AMP juga membahas pencegahan kesakitan/kematian ibu saat melahirkan. Manajemen Pemeliharaan (lihat lampiran 2 hal 79) 62 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 63 . sering didapatkan di bidang maternal dan neonatal (lihat buku Protokol 5. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terulang kejadian yang sama. perlu juga dibahas. Pihak Dinas Kesehatan setempat yang bekerja sama dengan profesi terkait perlu 2. Bagi RS PONEK yang ingin meningkatkan hasil pencapaian kinerja RS PONEK nya (RS BELUM MAMPU PONEK menjadi MAMPU PONEK atau Asuhan Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana) MAMPU PONEK menjadi MAMPU PONEK PLUS). antara lain: . 4. Standar Kinerja Manajemen.Bab 4 Bab 4 dapat dilihat di halaman 7-57 yang disesuaikan dengan tipe RS nya. . 6.

PENGERTIAN 1. Algoritme Evaluasi Kinerja RS PONEK dan MATERNAL NEONATAL Upaya Pengembangan Kriteria RS PONEK A. Regionalisasi menjamin agar sistem rujukan kesehatan berjalan secara optimal. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 Tahun 2012). prasarana. Rujukan vertikal dapat dilakukan dari tingkatan pelayanan yang lebih rendah ke tingkatan pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya (pasal 7 ayat 4. untuk mengatasi sesuatu kondisi. anggaran/uang) dan kompetensi. Regionalisasi Tingkat Pelayanan Kesehatan Neonatus 2. Gambar 4. agar dapat memberikan tindakan darurat sesuai standar. sehingga harus meminta bantuan kepada sarana pelayanan kesehatan lain baik yang setingkat (horizontal) maupun berbeda tingkat (vertikal). Rujukan diartikan sebagai proses yang bermula dan timbal balik pada saat seorang petugas kesehatan pada salah satu tingkat pelayanan mengalami kekurangan sumber daya (sarana. Regionalisasi Pelayanan Obstetri dan Neonatal adalah suatu sistem pembagian wilayah kerja rumah sakit dengan cakupan area pelayanan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dalam waktu kurang dari 1 jam. tenaga.Bab 4 Bab 5 BAB 5 REGIONALISASI RUJUKAN Gambar 3. alat. 64 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 65 .

kasus tertentu. Perda) yang mendukung pelayanan regional dan dana dukungan. spesimen. juga menerima pasien (gate keeper) apabila fasyankes pada strata yang lebih tinggi pengiriman secara tidak langsung melalui bantuan teknologi komunikasi menilai dan menyatakan pasien layak untuk dilayani ataupun dirawat disana. Tentukan wilayah rujukan. Pembentukan organisasi Tim PONEK Rumah Sakit minimal 2 orang Dokter Spesialis Obstetri dan ginekologi*. berupa tele-medicine/e-health/u-health. Rujukan emergensi akan berjalan sesuai kebutuhan layanan dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik. dapat disertai dengan saran-saran dan ataupun obat yang diperlukan untuk kasus- dilaksanakan selain pengiriman langsung pasien (kasus). Buatkan kebijakan (SK. 2 orang Dokter umum UGD. 2 orang Dokter Spesialis Anak*. demikian pula untuk beberapa jenis rujukan penunjang medik lainnya. informasi (ICT). diikuti rujukan baliknya.maka masing-masing tenaga dokter spesialis dapat digantikan oleh dokter umum yang memiliki kompetensi yang diperlukan terkait obstetri dan neonatal emergensi. MATERNAL NEONATAL 1. yang terbatas berupa gambar. diberikan wewenang khusus oleh direktur RS. bidan. dirujuk ke fasyankes yang lebih mampu. Fasyankes tempat rujukan dapat Tahun 2012). 2 orang Bidan dan 2 orang Perawat melalui SK Direktur Rumah Sakit Keterangan tanda * : dalam kondisi khusus tenaga dokter spesialis tersebut tidak ada di wilayah rujukan. sedangkan rujukan konvensionil akan berlangsung maupun horizontal (pasal 3 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 secara berjenjang. menentukan apakah pasien dapat dirawat oleh fasyankes tersebut. BERBAGAI LANGKAH REGIONALISASI RUJUKAN ini.Bab 5 Bab 5 Sistem rujukan pelayanan kesehatan perseorangan merupakan Keterangan Gambar 3: Sistem rujukan dapat berlangsung berjenjang begitu pu la penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dengan rujukan balik. 4. dan pengetahuan tentang penyakit. baik vertikal kegawat-daruratan saat itu. Gambar 5. atau dirujuk balik ke fasyankes yang merujuk Rujukan medik yang berkaitan dengan pengobatan dan pemulihan. Diharapkan 1 RS PONEK dapat mengampu 2-4 Puskesmas PONED. dan perawat pada wilayah pelayanan primer. Sistem Rujukan pada banyak Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) 66 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 67 . sedangkan rujukan pemeriksaan specimen/bahan tidak dapat dilakukan melalui cara rujukan B. Persiapkan sumber daya manusia minimal Dokter. 2. Alur rujukan balik dapat langsung ke fasyankes yang pertama kali pemeriksaan penunjang medik. 3. tulisan dan suara (Audio-visual).

Adapun konsep. Pembentukan organisasi Tim PONED puskesmas minimal dokter. Meningkatkan fungsi pengawasan oleh Pimpinan Puskesmas dalam hal maka upaya penurunan AKI dan AKB dapat dipercepat melalui peningkatan evaluasi kegiatan PONED. Susunan Tim PONEK RS setempat kewajibannya memberikan ASI kepada bayi maka kesehatan ibu perlu dijaga sehingga dapat memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayinya. Diharapkan bahwa dengan diterapkannya Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi 8. Kesehatan bayi ditentukan sejak bayi dalam kandungan. Oleh karena itu upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi merupakan kegiatan yang saling terkait dan tidak terpisahkan sehingga pelaksanaannya menjadi satu program yaitu Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB). KONSEP DASAR RSSIB Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi merupakan pelayanan yang berkesinambungan dan saling terkait. Agar ibu dapat melaksanakan Gambar 6. hak dan kewajiban dapat dilaksanakan. Neonatal Essensial dan buku Paket pelatihan PONEK: Protokol Bagi Tenaga Pelaksana) yang telah dibuat. dan perawat. Sejalan dengan hal tersebut maka kesehatan bayi sangatlah diperlukan sehingga 6. Di sisi lain kesehatan ibu dapat berpengaruh terhadap kesehatan bayi yang dikandungnya. pengertian dan tujuan serta strategi pelaksanaan RSSIB sebagai berikut : A.Bab 5 Bab 6 BAB 6 PENERAPAN PROGRAM RUMAH SAKIT SAYANG IBU DAN BAYI DALAM PROGRAM PONEK PONEK mempunyai keterkaitan dengan program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) dan dalam pelaksanaan di rumah sakit perlu penerapan program tersebut untuk mencapai hasil yang optimal. Pelatihan bagi SDM agar kompeten sesuai standar prosedur. 7. Bayi mempunyai hak untuk mendapatkan ASI sedangkan Ibu mempunyai kewajiban untuk memberikan ASI kepada bayi. Evaluasi Kinerja melalui penilaian Standar Kinerja Manajemen (lihat Pedoman peningkatan mutu pelayanan ibu dan bayi berupa 10 Langkah Menuju lampiran 2 hal 79) dan Standar Kinerja Klinis (lihat buku Protokol Asuhan Perlindungan Ibu dan Bayi Secara Terpadu dan Paripurna. bidan agar bayi mendapatkan haknya yaitu ASI maka bayi tersebut harus lahir sehat. kesiapan rumah sakit terutama Rumah Sakit kabupaten/kota dan agar diterapkan 9. Evaluasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan setempat dan dilakukan secara berkala. Di sisi lain 5. 68 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 69 . Meningkatkan fungsi pengawasan oleh Direktur Rumah Sakit dalam hal evaluasi kegiatan PONEK.

Umum (BBLR). TUJUAN RSSIB eksklusif dan indikasi yang tepat untuk pemberian susu formula serta Perawatan Metode Kangguru (PMK) untuk bayi Berat Badan Lahir Rendah 1. Menyelenggarakan pelayanan antenatal termasuk edukasi dan konseling dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian kesehatan maternal dan neonatal. 2. serta konseling pemberian ASI. Meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan pelayanan rujukan pelayanan ibu dan bayi dengan sarana kesehatan lain. termasuk mengajarkan ibu cara c. kesehatan ibu dan bayi bagi sarana pelayanan kesehatan lainnya 7. Rumah Sakit Khusus (RS Bersalin dan RS Ibu Anak) Publik dan Privat 70 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 71 . umum dan khusus yang telah melaksanakan 10 Langkah menuju perlindungan Melaksanakan 10 (sepuluh) langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna. Menyelenggarakan Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi a. Rumah Sakit Umum Publik dan Privat 2. Menyelenggarakan pelayanan adekuat untuk nifas. Meningkatkan fungsi Rumah Sakit dalam Perawatan Metode 9. Menyelenggarakan persalinan bersih dan aman serta penanganan pada bayi baru lahir dengan Inisiasi Menyusu Dini dan kontak kulit ibu-bayi. 3. Menyelenggarakan pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring d. f. b. D. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara terpadu 2. Melaksanakan sistem monitoring & Evaluasi pelaksanaan program 10. Rawat Gabung dan pencegahan dan penanganan kehamilan yang tidak diinginkan serta pemberian ASI Eksklusif kesehatan reproduksi lainnya. Ada kebijakan tertulis manajemen yang mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Memberdayakan Kelompok pendukung ASI dalam menindaklanjuti RSSIB pemberian ASI eksklusif dan PMK.Bab 6 Bab 6 B. SASARAN 1. pemberian ASI C. STRATEGI PELAKSANAAN Rumah sakit Sayang Ibu dan Bayi adalah Rumah Sakit publik maupun privat. Meningkatkan fungsi rumah sakit sebagai model dan pembina 8. PENGERTIAN E. rawat gabung termasuk kepedulian terhadap ibu dan bayi membantu ibu menyusui yang benar. Meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam melaksanakan memerah ASI bagi bayi yang tidak dapat menyusu langsung dari ibu dan fungsi pelayanan obstetrik dan neonatus termasuk pelayanan tidak memberikan ASI perah melalui botol serta pelayanan neonatus sakit kegawatdaruratan (PONEK 24 jam) 6. Khusus 4. paripurna menuju RS sayang ibu dan anak sebagai berikut : 1. Melaksanakan danmengembangkan standar pelayanan perlindungan Komprehensif (PONEK) selama 24 jam sesuai dengan standar minimal ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna berdasarkan tipe RS masing-masing. Menyelenggarakan Audit Medik di RS dan Audit Maternal dan Perinatal Kanguru (PMK) pada BBLR Kabupaten/Kota g. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi termasuk 5. Menyelenggarakan pelayanan imunisasi bayi dan tumbuh kembang e. Bayi (AKB). Menyelenggarakan pelayanan kesehatan keluarga berencana termasuk teknis dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini.

Berdasarkan hal tersebut. Keadaan ini akan cenderung meningkat bila tidak segera di antisipasi dengan berbagai terobosan yang optimal.Bab 6 Bab 7 BAB 7 PENUTUP A ngka kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi semakin meningkat dan tidak mengalami perubahan berarti pada 5 tahun terakhir. Karakteristik kasus kebidanan yang sifatnya akut dan fatal akan menurunkan kondisi kesehatan pada ibu hamil dan bayi di masyarakat dan akan mempengaruhi prestasi dan kinerja generasi mendatang. yang terlihat pada target Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2009-2014. maka dipandang perlu agar program Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dijadikan prioritas. Pada saat ini sesuai dengan era desentralisasi. 72 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 73 . sehingga dapat mencapai target yang optimal yaitu 75% RSU Kabupaten/Kota menyelenggarakan PONEK. kebijakan ini amat perlu didukung oleh Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten daerah sehingga terjadi sinkronisasi antara perencanaan Kementerian Kesehatan RI pusat dan daerah yang menghasilkan suatu visi yang saling memperkuat dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Di samping itu pelaksanaan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) hendaknya disesuaikan dengan kondisi spesifik daerah dan keterbatasan sumber daya.

First Edition.Bab 7 KEPUSTAKAAN 1. Protocols for Physicians. Pedoman Teknis Audit Maternal . Pedoman Pelaksanaan dan Penilaian Perlindungan Ibu dan Bayi Secara Terpadu Paripurna Menuju Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi. Pedoman Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal di Tingkat Kabupaten/Kota.Perinatal di Tingkat Kabupaten/Kota. Departemen Kesehatan RI-2006 6. 74 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 75 . Modul On The Job Training Pelatihan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif. Departemen Kesehatan RI-2007 4. Pedoman Manajemen Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif 24 Jam di Tingkat Kabupaten/Kota. Departemen Kesehatan RI-2006 3. Departemen Kesehatan RI-2005 2. Pedoman Pelaksanaan Strategi Program Making Pregnancy Safer (Kehamilan yang Lebih Aman). Kebijakan dan Strategi Nasional Kesehatan Reproduksi di Indonesia. Jakarta-2005 7. 2007. JNPK-KR-2007 8. Essential Neonatal Care. Departemen Kesehatan RI- 2001 5.

Lampiran 1 MEKANISME ALUR PASIEN RUJUKAN MATERNAL & NEONATAL 76 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 77 .

Standar Manajemen Provinsi : Kabupaten : Fasilitas : Tanggal : Petunjuk Beri tanda ‘ya’ atau ‘tidak’ sesuai jawaban untuk setiap kegiatan. Pada setiap akhir bagian. Informasi Kunci Untuk Penilaian Kode Sumber KU Kepala Unit SU Staf Unit KBU Kepala Bagian Keuangan Kode Metode W Wawancara KC Kajian Catatan KL Kajian Langsung di tempat Spesifikasi berikut ini diperlukan untuk setiap area pelayanan kecuali ada pemberitahuan khusus: 78 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 79 . Kolom informasi penilaian menunjukkan penanggungjawab informasi penilaian dan juga metode penilaiannya. Lampiran 2 PENILAIAN STANDAR KINERJA MANAJEMEN A. LAMPIRAN INDIKATOR PEMANTAUAN KINERJA UNIT NEONATOLOGI Rumah Sakit Kabupaten/ Umum Unit Neonatologi Penilaian Kinerja Manajemen 1. Jumlahkan nilai subtotal bagian satu dan dua untuk mendapatkan nilai kinerja manajemen total. masukkan nilai subtotal (jumlah kotak dengan jawanan ‘ya’). Standar Masukan 2.

bercak. Semua mebel harus bersih (bebas debu. 2. Pasokan air panas harus cukup dan dilengkapi pemanas air yang dipasang 4. Kondisi berikut ini 1. cairan. Wastafel Obat-Obatan 1. Lantai harus porselen atau plastik wastafel. Roda perlengkapan (jika ada). Lantai harus diperhatikan: 2. Mebel Hal ini juga berlaku untuk: Semua mebel harus ada dalam jumlah minimal yang tertulis. Suhu ruangan harus dijaga 24-26 C0 Semua bahan harus berkualitas tinggi dan jumlahnya cukup untuk memenuhi 4. Dinding harus dicat dengan bahan yang dapat dicuci atau dilapis keramik 5. kabel dan steker ukuran ruang. sampah atau limbah rumah sakit. bercak. Struktur Fisik (dari lantai dan dinding) Spesifikasi Ruang 3. pipa ledeng sesuai dan tidak ada kawat terbuka. Permukaan metal harus bebas karat dan bercak 3. Mebel 1. Tersedia peralatan gawat darurat 4. dll) 2. Semua perlengkapan harus bersih (bebas debu. 1. harus lengkap dan berfungsi baik. Kipas angin atau pendingin ruangan harus berfungsi baik Bahan-bahan 3. Perlengkapan 2. Jendela 5. Ventilasi 6. 8. Semua mebel harus kokoh (tidak ada bagian yang longgar atau tidak stabil) 6. Wastafel. Semua perlengkapan listrik harus berfungsi baik (saklar. Ventilasi. Ruangan harus terang dari cahaya alami atau listrik 1. harus cukup jika dibandingkan dengan 7. Permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar 7. cairan. dll) 3. Pendingin ruang harus dilengkapi filter (sebaiknya anti bakteri) kebutuhan unit ini. Semua perlengkapan harus kokoh (tidak ada bagian yang longgar atau semua lampu berfungsi baik dan kokoh. harus lengkap dan berfungsi baik. kotoran. Harus ada handuk untuk mengeringkan tangan. Roda mebel (jika ada). Listrik harus berfungsi baik. Cat dan lantai harus berwarna terang sehingga kotoran dapat terlihat kokoh di dinding. Wastafel harus dilengkapi dengan dispenser sabun atau disinfektan yang Semua obat-obatan harus tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi dikendalikan dengan siku atau kaki kebutuhan unit ini. Pintu 4. Steker listrik Perlengkapan 9. kabel dan steker tidak membahayakan dan 3. Instrumen yang siap digunakan harus disterilisasi. dengan mudah 6. Setiap ruang tidak boleh kurang dari 15-20 m2 4. Dinding 6. 3. Permukaan yang dicat harus utuh dan bebas dari goresan besar 5. Permukaan metal harus bebas karat atau bercak 5. kotoran. Sikat dan handuk steril harus digantung di meja stainless di sebelah 2. tidak stabil) 4. Tidak boleh ada saluran pembuangan air yang terbuka 1. 5. Ruang harus bersih dan bebas debu. Pencahayaan Kondisi berikut ini harus diperhatikan: 1. Langit-langit Semua perlengkapan harus ada dalam jumlah minimal yang tertulis. Semua plastik atau kain harus utuh (tidak ada lubang atau robekan) 4. Semua jendela harus diberi kawat nyamuk agar serangga tidak masuk 2. termasuk jendela. menempel kokoh) 2. keran dan dispenser harus dipasang pada ketinggian yang sesuai 80 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 81 . Harus ada cukup lampu untuk setiap neonatus. Instrumen 3. Mungkin berupa kain Kebersihan bersih atau kering atau tisu.

2. Bisa kain bersih Di ruang dengan lebih dari satu atau tisu tempat tidur.1.2 Handuk KU KL 1.1.3.4 Ventilasi KU KL 1. Daftar Tilik Pemantauan Standar Masukan 1.2. Harus disediakan wadah terpisah untuk limbah organik dan non-organik Nilai Aktual Nilai yang dibutuhkan 5 82 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 83 . Bagian I.2. jarak tempat tidur adalah 6 meter dengan wastafel Nilai aktual yang tidak dioperasikan dengan Nilai yang dibutuhkan 2 tangan 1.2. Struktur Fisik 1.2 Kebersihan KU KL Nilai aktual 1. lebih disukai sabun cair Kelengkapan Kegiatan Penilaian antibakteri dalam dispenser dengan Keterangan Sumber Metode pompa 1.4 Lemari untuk barang pribadi KU KL 1.1.2.3. Area Cuci Tangan Tersedia sabun dalam jumlah yang cukup.1.2 Mebel 1.3 Rak sepatu KU KL 1.3 Pencahayaan KU KL Nilai yang dibutuhkan 12 1.3 Bahan-bahan 1.1 Sabun KU KL 1.1.1 Spesifikasi ruang KU KL Harus ada handuk untuk menger- ingkan tangan.5 Wadah tertutup dengan kantung KU KL plastik.2 Rak/gantungan pakaian KU KL 1.1 Wadah gaun bekas KU KL 1.1. Nilai Aktual Nilai yang dibutuhkan 5 1.5 Wastafel KU KL Wastafel cuci tangan ukurannya cukup besar sehingga air tidak ter- cipratdan dirancang agar air tidak tergenang atau tertahan.

1.1 Balon mengembang sendiri berfungsi baik KU KL 2.3.3 Stetoskop neonatus KU KL 2.3 Meja perlengkapan KU KL 2.2 Kebersihan KU KL • Harus ada pengatur kadar oksigen 2.3.3.8.1 Spesifikasi ruang KU KL oksigen dengan sistem pipa di dinding. 3. Mebel 2. 20.1.4 Selimut KU KL prematur) .4. 2. lihat Paling kecil.4.3 Bilah laringoskop ukuran 0 dan 1 KU KL lembar plastik utuh dan seprai bersih.7 Masker oksigen (ukuran bayi cukup bulan dan KU KL 2.10 KU KL 2.3. (miller) • Bagian logam harus bebas karat 2.4.3.14 Alat suntik 1.3. 5. 10.11 Balon penghisap lendir KU KL Nilai yang dibutuhkan 4 2. 2.4.Harus menunjukkan waktu yang tepat dan 2.2. Perlengkapan 2.2 Lampu darurat KU KL 2.3.3.3.9%/ larutan Ringer Laktat KU KL 2.2 Jam dinding KU KL laringoskop .3.3. 50 cc KU KL 2.4.1 Pasokan oksigen Kelengkapan Kegiatan Penilaian Tingkat II: KU KL Keterangan Sumber Metode • Harus ada dua tabung oksigen degnan satu 2.3.4.3.12 Kateter penghisap ukuran 6. Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Neonatus/UGD 2. • Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi Nilai Aktual penuh Nilai yang dibutuhkan 6 2.4.4% KU KL 84 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 85 .4.8 Pipa endotrakeal ukuran 2 ½ .3.4.3. aman dan berfungsi baik.2.2.4.4 Kotak resusitasi harus berisi perlengkapan berikut: 2.5 Wastafel KU KL gan jumlah outlet yang sama dengan jumlah 2.1.1. ruangan berukuran 6-15 m dan ada standar untuk tingkat III) di dalam Unit Perawatan Khusus.6 Selang reservoir oksigen KU KL 2.3.2 Bilah laringoskop berfungsi baik KU KL • Meja harus ditutup dengan lapisan busa.4 Ventilasi KU KL • Harus ada oksigen dengan sistem pipa den- 2.1.2. Struktur Fisik regulator dan pengukur aliran (jika ada 2. • Harus ada dua tabung oksigen dengan satu er yang dipasang dengan tepat untuk peralatan regulator dan pengatur aliran sebagai cadan- listrik.4.3.6 Steker listrik KU KL penghangat Ruang harus dilengkapi paling sedikit tiga stek.4.4 Batere AA (cadangan) untuk bilah KU KL 2.4. • Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh 2.3 Pencahayaan KU KL Tingkat III: 2. 2 ½ .1.9 Plaster KU KL perkiraan persalinan 2.15 Ampul epinefrin KU KL 2. 3.4.4.3.3.3.4.18 Sodium bikarbonat 8. gan trik yang diperlukan. 2.3. Steker harus mampu memasok beban lis.5 Bola lampu laringoskop cadangan KU KL berfungsi baik 2.4.2. 3 ½ KU KL neonatus dalam jumlah yang sesuai dengan 2.17 Dextrose 5% KU KL 2.13 Sonde ukuran 5 dan 8 KU KL 2.3.1 Meja periksa untuk bayi KU KL 2.4.16 Salin 0.3.10 Gunting KU KL Nilai Aktual 2.Harus ada cukup selimut untuk menutupi 2.1.

2.3.5 Penghangat (radiant warmer) 3. Unit Perawatan Khusus
- Harus ada sedikitnya satu penghangat yang
berfungsi baik Kelengkapan Kegiatan Penilaian
2.3.6 Kateter umbilikus 3 ½ , 5, 8F KU KL Keterangan Sumber
2.3.7 Peralatan Pemasangan Kateter Umbilikus KU KL 3.1. Struktur Fisik
Nilai aktual 3.1.1 Spesifikasi ruang KU KL
Nilai yang dibutuhkan 25 • Unit ini harus berada di samping ruang
bersalin, atau setidaknya jauh dari area
yang sering dilalui.
Nilai aktual
• Paling kecil, ruangan berukuran 12 m2
Nilai yang dibutuh- 35
(4 m2 untuk masing-masing pasien).
kan
• Harus ada tempat untuk isolasi bayi di
tempat terpisah.
3.1.2 Kebersihan KU KL
3.1.3 Pencahayaan KU KL
3.1.4 Ventilasi KU KL
3.1.5 Wastafe KU KL
3.1.6 Steker listrik
- Ruang harus dilengkapi paling sedikit
enam steker yang dipasang dengan tepat
untuk peralatan listrik. Steker harus mampu
memasok beban listrik yang diperlukan,
aman dan berfungsi baik
Nilai Aktual
Nilai yang dibutuhkan 6

3.2. Mebel
3.2.1 Lemari instrumen KU KL
• Harus ada satu lemari dan meja untuk
penyimpanan bahan pasokan umum,
selain dari lemari dan meja untuk meny-
impan bahan-bahan untuk ruang isolasi.
• Rak dan lemari kaca tidak boleh retak
(agar tidak luka)
3.2.2 Lemari es KU KL
3.2.3 Meja KU KL
• Harus ada meja di area administrasi dan
penyuluhan
• Harus dicat dengan bahan yang dapat
dibersihkan
3.2.4 Kursi KU KL
• Harus ada tiga kursi di area administrasi
dan edukasi yang berfungsi baik

86 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit
87

3.2.5 Wadah sampah tertutup dengan kantong KU KL 3.3.7 Unit terapi sinar KU KL
plastik • Paling sedikit harus ada satu unit terapi
3.2.6 Jam dinding KU KL sinar yang berfungsi baik untuk setiap
• Harus menunjukkan waktu yang tepat tiga inkubator atau tempat tidur bayi
dan berfungsi baik 3.3.8 Timbangan bayi KU KL
Nilai Aktual • Paling sedikit harus ada satu timban-
Nilai yang dibutuhkan 6 gan bayi yang berfungsi baik di setiap
ruangan
3.3.9 Penghisap lendir KU KL
3.3. Bahan-bahan dan Peralatan Tingkat II:
3.3.1 Pasokan Oksigen KU KL • Harus ada pompa vakum listrik yang
Tingkat II dapat dibawa, selang dan reservoir
• Harus ada dua tabung oksigen dengan bersih, jika kanister (jika ada penghisap
satu regulator dan pengukur aliran (jika dengan sistem pipa, rujuk ke standar
ada oksigen dengan sistem pipa di dind- untuk Tingkat III)
ing, lihat standar untuk tingkat III)
• Tabung oksigen cadangan harus selalu Tingkat III:
terisi penuh • Harus ada sistem vakum penghisap me-
• Harus ada pengatur kadar oksigen lalui pipa dengan pengatur hisapan, se-
lang dan reservoar atau kanister bersih.
Tingkat III • Harus ada outlet penghisap dalam jum-
• Harus ada oksigen dengan sistem pipa lah yang cukup atau setidaknya jum-
dengan jumlah outlet yang sama dengan lahnya dua per tiga jumlah inkubator
jumlah alat penghangat. • Harus ada pompa vakum listrik yang
• Harus ada dua tabung oksigen dengan dapat dibawa dengan pengatur hisapan,
satu regulator dan pengatur aliran seb- selang dan reservoar bersih atau kanister
agai cadangan. sebagai cadangan.
• Tabung harus selalu terisi penuh. 3.3.10 Balon yang dapat mengembang sendiri KU KL
• Harus tersedia balon yang dapat
3.3.2 Lampu darurat. KU KL
mengembang sendiri yang berfungsi
3.3.3 Inkubator, asuhan normal KU KL baik untuk setiap tiga inkubator
• Paling sedikit harus ada 3 inkubator
3.3.11 Pulse oximeter KU KL
yang berfungsi baik.
• Satu untuk setiap tiga inkubator
• Paling sedikit harus ada jarak 1 m2 an-
tara inkubator atau tempat tidur bayi 3.3.12 Stetoskop KU KL
• Harus ada stetoskop yang berfungsi baik
3.3.4 Penghangat (radiant warmer) KU KL
untuk setiap tiga inkubator atau tempat
• Paling sedikit harus ada satu penghangat
tidur bayi
yang berfungsi baik
3.3.13 Generator listrik darurat KU KL
3.3.5 Syringe pump KU KL
• Harus ada generator listrik cadangan
• Harus ada satu syringe pump yang ber-
yang dioperasikan jika pasokan listrik
fungsi baik untuk setiap 3 inkubator
utama tidak ada
3.3.6 Monitor denyut jantung/ pernapasan KU KL
3.3.14 Dapur susu KU KL
• Paling sedikit harus ada monitor denyut
jantung/pernapasan yang berfungsi baik Nilai Aktual
untuk setiap 3 inkubator Nilai yang dibutuhkan 14

88 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit
89

3.4. Bahan-bahan 4. Unit Perawatan Intensif
3.4.1 Gaun KU KL
3.4.2 Masker KU KL
3.4.3 Sarung tangan KU KL Kelengkapan Kegiatan Penilaian
3.4.4 Alat suntik 1, 2 ½ , 3 ½ , 10, 20, 50 cc KU KL Keterangan Sumber
3.4.5 Pipa minum, ukuran 5 dan 8 KU KL 4.1. Struktur Fisik
3.4.6 Pipa penghisap lendir, ukuran 6 dan 8 KU KL 4.1.1 Spesifikasi ruang KU KL
• Unit ini harus berada di samping ruang
3.4.7 Kanula, ukuran 22 dan 24 KU KL
bersalin, atau setidaknya jauh dari area
3.4.8 Kateter umbilikus, ukuran 3 ½ , 5, 8 KU KL yang sering dilalui.
3.4.9 Masker oksigen neonatus KU KL • Paling kecil, ruangan berukuran 18 m2
3.4.10 Head box KU KL (6-8 m2 untuk masing-masing pasien).
3.4.11 Penutup mata untuk terapi sinar KU KL • Di ruang dengan beberapa tempat tidur,
3.4.12 Popok sekali pakai (pampers) KU KL sedikitnya ada jarak 8 kaki (2,4m) antara
3.4.13 Penutup sepatu sekali pakai KU KL ranjang bayi.
• Harus ada tempat untuk isolasi bayi di
3.4.14 Betadine/ alkohol untuk disinfeksi KU KL
area terpisah.
3.4.15 Kantung plastik untuk wadah sampah besar KU KL
4.1.2 Kebersihan KU KL
Nilai Aktual
4.1.3 Pencahayaan KU KL
Nilai yang dibutuhkan 15
4.1.4 Ventilasi KU KL
4.1.5 Wastafe KU KL
3.5. Obat-obatan 4.1.6 Steker listrik
3.5.1 Dextrose 5% KU KL • Ruang harus dilengkapi paling sedikit
3.5.2 Dextrose 10% KU KL enam steker yang dipasang dengan te-
3.5.3 Dextrose 40% KU KL pat untuk peralatan listrik. Steker harus
3.5.4 Saline 0,9% KU KL mampu memasok beban listrik yang diper-
3.5.5 Sodium Klorida 3% KU KL lukan, aman dan berfungsi baik
3.5.6 Potasium Klorida 7,4% KU KL 4.1.7 Oksigen melalui pipa dinding, penghisap len- KU KL
dir, sistem udara bertekanan
3.5.7 Kadalex atau ampul KCl KU KL
• Harus ada [ tiga --> empat] outlet – [satu
3.5.8 Larutan ringer laktat KU KL
--> dua] outlet oksigen, satu outlet udara
3.5.9 Kalsium glukonas 10% KU KL bertekanan dan satu outlet penghisap len-
3.5.10 Ampisilin KU KL dir untuk setiap inkubator.
3.5.11 Gentamisin KU KL Nilai Aktual
3.5.12 Antibiotik untuk sepsis neonatorum KU KL Nilai yang dibutuhkan 7
3.5.13 Xanthines / aminophyline KU KL
3.5.14 Ampul epinefrin KU KL 4.2. Mebel
3.5.15 Dopamine KU KL 4.2.1 Lemari instrumen KU KL
3.5.16 Dobutamine KU KL • Harus ada satu lemari dan meja untuk
3.5.17 Sodium Bikarbonat 8,4% KU KL penyimpanan bahan pasokan umum, selain
Nilai aktual dari lemari dan meja untuk menyimpan
Nilai yang dibutuhkan 17 bahan-bahan untuk ruang isolasi.
Nilai aktual • Rak dan lemari kaca tidak boleh retak
Nilai yang dibutuhkan 58 (agar tidak luka)
4.2.2 Lemari es KU KL

90 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit
91

selang dan reservoir bersih.3 Meja KU KL 4.3. • Harus ada stetoskop yang berfungsi baik 4.2.3.6 Unit terapi sinar KU KL 4. 4.2 Lampu darurat.3. 4.4 Syringe pump KU KL tidak ada • Harus ada satu syringe pump yang ber.3.3.12 Generator listrik darurat KU KL • Paling sedikit harus ada satu penghangat • Harus ada generator listrik cadangan yang yang berfungsi baik dioperasikan jika pasokan listrik utama 4. bang sendiri yang berfungsi baik untuk • Harus ada dua tabung oksigen dengan setiap inkubator satu regulator dan pengatur aliran sebagai 4.3. • Harus ada oksigen dengan sistem pipa 4.4 Kursi KU KL • Paling sedikit harus ada satu unit terapi • Harus ada tiga kursi di area administrasi sinar yang berfungsi baik untuk setiap dan edukasi yang berfungsi baik inkubator. KU KL untuk setiap tiga inkubator 4.2.1 Pasokan Oksigen KU KL Tingkat III: Tingkat II • Harus ada sistem vakum penghisap me- • Harus ada dua tabung oksigen dengan satu lalui pipa dengan pengatur hisapan.3.3.3. lihat • Harus ada outlet penghisap dalam jumlah standar untuk tingkat III) yang cukup.3.7 Timbangan bayi KU KL plastik • Paling sedikit harus ada satu timbangan 4.11 Stetoskop KU KL terisi penuh.5 Wadah sampah tertutup dengan kantong KU KL 4.3.3.2. • Satu untuk setiap inkubator • Tabung oksigen cadangan harus selalu 3.3.5 Monitor denyut jantung/ pernapasan KU KL • Harus ada meja di area administrasi dan • Paling sedikit harus ada monitor denyut penyuluhan jantung/pernapasan yang berfungsi baik • Harus dicat dengan bahan yang dapat untuk setiap inkubator dibersihkan 4.3 Alat Penghangat (radiant warmer) KU KL 4. 4. • Harus ada pengatur kadar oksigen selang dan reservoar bersih atau kanister Tingkat III sebagai cadangan.9 Balon yang bisa mengembang sendiri KU KL dengan jumlah outlet yang sama dengan • Harus tersedia balon yang bisa mengem- jumlah alat penghangat.2. selang regulator dan pengukur aliran (jika ada ok- dan reservoar atau kanister bersih.3. sigen dengan sistem pipa di dinding. jika kanister (jika ada penghisap dengan sistem 4. Bahan-bahan dan Peralatan pipa.13 Inkubator KU KL fungsi baik untuk setiap 3 inkubator • Harus ada sedikitnya 10 inkubator yang berfungsi baik.10 Pulse oximeter KU KL cadangan. 92 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 93 .6 Jam dinding KU KL bayi yang berfungsi baik di setiap tiga • Harus menunjukkan waktu yang tepat dan inkubator berfungsi baik 4. rujuk ke standar untuk Tingkat III) 4. satu untuk setiap inkubator • Tabung oksigen cadangan harus selalu • Harus ada pompa vakum listrik yang bisa terisi penuh dipindah dengan regulator penghisap.8 Penghisap lendir KU KL Nilai Aktual Tingkat II: Nilai yang dibutuhkan 6 • Harus ada pompa vakum listrik yang dapat dibawa.

10.4.5. 8 KU KL 4.5 Alat suntik 1.4.8 Larutan ringer laktat KU KL 94 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 95 .4. Obat-obatan 4.10 Ampisilin KU KL baik untuk setiap inkubator.17 Sodium Bikarbonat 8.3.8 Kanula.2 Masker KU KL Nilai aktual 4.5.3 Sarung tangan KU KL Nilai yang dibutuhkan 65 4.13 Xanthines / aminophyline KU KL 4.4.5.5.14 Infusion pump KU KL 4.4. ukuran 22 dan 24 KU KL 4.5.4.15 Betadine/ alkohol untuk disinfeksi KU KL 4.4. ukuran 6 dan 8 KU KL 4.4.12 Penutup mata untuk terapi sinar KU KL 4.4.4.5 Sodium Klorida 3% KU KL 4.15 Ventilator KU KL 4.5. ukuran 5 dan 8 KU KL 4.18 Peralatan lengkap tranfusi tukar atau katupnya KU KL Nilai Aktual Nilai yang dibutuhkan 18 4. ukuran 2 ½.5.6 Potasium Klorida 7.9 Kateter umbilikus.4.2 Dextrose 10% KU KL 4. 2 ½ .16 Dobutamine KU KL 4.12 Antibiotik untuk sepsis neonatorum KU KL 4.4.16 Analisis Gas Darah KU KL 4. 3.4% KU KL 4.5.3.11 Gentamisin KU KL 4.11 Head box KU KL 4.5.7 Pipa penghisap lendir.9 Kalsium glukonas 10% KU KL • Harus ada infusion pump yang berfungsi 4. 3 ½ KU KL 4.14 Penutup sepatu sekali pakai KU KL 4.13 Popok sekali pakai (pampers) KU KL 4.9% KU KL 4.4.4.4% KU KL 4. 5.5.16 Kantung plastik untuk wadah sampah besar KU KL 4.4. 4. 50 cc KU KL 4.4.14 Ampul epinefrin KU KL Nilai Aktual 4.5. 20.1 Dextrose 5% KU KL 4.17 Pipa endotrakeal.4. 4. Bahan-bahan Nilai aktual 4.17 Dapur susu KU KL 4.5.5.5.1 Gaun KU KL Nilai yang dibutuhkan 17 4. 3 ½ .4.3.15 Dopamine KU KL Nilai yang dibutuhkan 17 4.5.10 Masker oksigen neonatus KU KL 4.7 Kadalex atau ampul KCl KU KL 4.6 Pipa asupan.3.5. ukuran 3 ½ .3 Dextrose 40% KU KL 4.4.5.5.4 Selimut untuk asuhan metode kanguru KU KL 4.4 Saline 0.

2 Kebersihan KU KL 6.2 Kursi (1-3) KU KL • Harus mudah dibersihkan dan didis- infeksi Nilai Aktual Nilai yang dibutuhkan 2 Nilai aktual Nilai aktual Nilai yang dibutuhkan 7 96 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 97 .1.1.5 Wastafel KU KL • Wastafel cuci tangan ukurannya • Wastafel cuci tangan ukurannya cukup besar sehingga air tidak ter- cukup besar sehingga air tidak ter.2.1 Wadah sampah dengan kantung plastik KU KL 5.1.4 Ventilasi KU KL 5.1.3 Pencahayaan KU KL 5.1. ruangan berukkuran 6 m2 m2 6.3 Pencahayaan KU KL 6. ruangan berukuran 6-8 • Paling kecil. Area Laktasi 5.1.2 Kebersihan KU KL 5.1.5 Wastafel KU KL 5.2. tergenang atau tertahan. Mebel 5. ciprat dan dirancang agar air tidak ciprat dan dirancang agar air tidak tergenang atau tertahan. 5.1.1.1.1 Spesifikasi ruang KU KL 5. Struktur Fisik 5. Nilai Aktual Nilai Aktual Nilai yang dibutuhkan 5 Nilai yang dibutuhkan 5 Nilai aktual Nilai yang dibutuhkan 5 5.1.1.4 Ventilasi KU KL 6.1 Spesifikasi ruang KU KL • Paling kecil.2. Struktur Fisik 6. Area Pencucian Inkubator (Sebaiknya satu lantai dengan Ibu) Kelengkapan Kegiatan Penilaian Kelengkapan Kegiatan Penilaian Keterangan Sumber Metode Keterangan Sumber Metode 6.

awat • Buku register pasien 3.1 Buku register dan formulir.2 Satu residen neonatus/shift* KU W&KC 4. KU W&KC 2. KU W&KC • Protokol neonatus tus untuk perawat • Standard dan daftar tilik neonatus 3.2.2. KBU W&KC 3. KU W&KC dan diisi sesuai petunjuk.1 Berikut ini adalah jumlah mini. Sumber Daya Manusia karir? 3.3 Pelatihan pelayanan dasar neona.4 Pelatihan pelayanan lanjut neo.1.9 Apakah anggota staf diamati KU W&KC mal petugas yang diperlukan secara teratur untuk mengetahui untuk memberikan pelayanan kemungkinan peningkatan karir? selama jam operasi bagian ini. 3. formulir dan catatan iden* harus tersedia di bagian neonatus 3.3 Apakah ada sistem untuk meny.1 Satu spesialis neonatus/shift* KU W&KC 3. KU W&KC Nilai Minimal 1 natus untuk residen 3. Bagian 2: Daftar Tilik Pemantauan Pengelolaan Menurut Bagiannya 3. KU W&KC register.8 Apakah ada system dan prosedur KU W&KC pengamatan untuk peningkatan 3.2. Manajemen Kualitas 3. KU W&KC 1.2 Berikut ini adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh petugas di bagian neonatus. Catatan Medis alis neonatus* 2.2.2. Apakah bagian neonatus sudah Kegiatan Y T Keterangan Penilaian memenuhi standard? Penjelasan Sumber Metode 3.2.2.7 Apakah ada orientasi untuk staf KU W&KC baru? Nilai minimal 3 3.1 Pelatihan pelayanan dasar neona.2 Apakah bagian ini mengatur KU KC uraian tugasnya? catatan medis yang telah didoku- mentasi secara akurat dan tepat 3. Nilai Aktual Apakah bagian neonatus sudah Nilai minimal 18 memenuhi standar? 3.3 Satu perawat/shift/3 inkubator KU W&KC 4.7 On-the-job training untuk res. Referensi tus untuk spesialis neonatus* 1.6 On-the-job training untuk spesi.1. Buku KU W&KC 3.4 Apakah setiap staf mengetahui SU W 2.5 Pelatihan pelayanan lanjut neo.3 Apakah ada uraian tugas untuk SU W • Formulir saat masuk setiap staf? • Catatan medis.6 Apakah ada rencana pelatihan KU W&KC impan dan mengambil catatan? untuk semua anggota staf? Nilai Aktual 3. 3.5 Apakah setiap staf di bagian ini SU W waktu? mempunyai penyelia langsung? 2.2 Pelatihan pelayanan dasar neona.1. KU W&KC natus untuk spesialis neonatus Nilai Aktual 3.1 Apakah bagian ini menyusun KU W&KC laporan kualitas triwulan? 98 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 99 .1 Referensi KU KL 3. KU W&KC Referensi berikut ini harus ada di tus untuk residen* bagian neonatus: 3.2.8 On-the-job training untuk per.

1 Apakah bagian ini mempunyai KU W&KC jadwal pemeliharaan preven- tif atau sudah termasuk dalam jadwal pemeliharaan preventif perlengkapan untuk seluruh rumah sakit? 5. Manajemen Pemeliharaan 5.2 Apakah bagian ini mempunyai KU W&KC kontrak tersendiri untuk pemeli- haraan perbaikan peralatan atau termasuk dalam kontrak peme- liharaan peralatan untuk seluruh rumah sakit? 5.2 Apakah ada system untuk proses KU&KBU W data dan menyusun laporan analisis? 4.3 Apakah bagian ini memberikan KU W&KC kontribusi untuk pengembangan rencana peningkatan mandiri fasilitasnya? 4.5 Apakah bagian ini mempunyai KU W jadwal diskusi mingguan dan mengkaji kasus resiko tinggi? Nilai aktual Nilai minimal 5 5.4 Apakah bagian ini mengkaji KU W laporan statistic bulanan? 4. 4.3 Apakah bagian ini mempunyai KU W&KC formulir untuk mencatat riwayat perbaikan dari setiap peralatan termasuk di dalam peralatan di formulir/catatan rumah sakit? Nilai aktual Nilai minimal 3 Total Penilaian Pengelolaan Bagian ini Nilai aktual 100 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 101 .

Informasi Pelengkap Penilaian Unit Neonatus Provinsi Kabupaten Rumah Sakit Tingkat Tanggal Penilaian Penilai Petugas Posisi Staf Jumlah Jumlah yang dilatih di: yang ada Resusitasi Pelatihan Pelatihan Terapi Pengendalian pelayanan pelayanan pernafasan infeksi dasar lanjut neonatus neonatus Spesialis neonatus Residen neonatus Dokter umum Perawat neonatus Statistik Pelayanan Jumlah neonatus yang masuk untuk dirawat Jumlah kematian neonatus Lama tinggal Ruang Pelayanan Ruang Panjang (m) Lebar (m) Area (m2) Area pra bedah/untuk mencuci tangan Area Resusitasi dan stabilisasi Unit perawatan khusus bayi Unit perawatan intensif neonatus (NICU) Area Menyusui 102 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 103 .

sistem pipa • • 16 Analisis gas darah • • 17 Alat pengukur ikterus 18 Pengukur tekanan darah non-invasif 19 Pemantau detak jantung/frekuensi • • • nafas 20 Pulse oximeter • • • 21 Timbangan bayi • • • 22 Perlengkapan persiapan minum • 23 Lampu darurat • • • 24 Stetoskop • • • 25 Mesin USG • 26 Mesin X-ray • • 27 Pemindai CT/CT scan • 104 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 105 . perawatan normal • • • 2 Lemari peralatan • • • 3 Inkubator. untuk dipindah-pindah 3 Meja periksa • • • 4 Infusion pump • • 4 Meja dengan laci • • • 5 Alat terapi sinar • • • 5 Kursi • • • 6 Radiant warmer • • • 6 Tempat tidur bayi • • • 7 Isi kotak resusitasi • • • 7 Refrigerator • • • 8 Ambu bag • • • 8 Wadah gaun penutup • • • 9 Alat penghisap lender elektrik • • • 9 Selimut • • • 10 Alat penghisap lender dengan sistem • • 10 Rak/gantungan pakaian • • • pipa 11 Rak sepatu • • • 11 Syringe pump • • • 12 Wadah sampah • • • 12 Ventilator • • 13 Jam dinding • • • 13 Oxygen analyzer • • • 14 Meja perlengkapan • • • 14 Pasokan oksigen • • • 15 Pasokan oksigen. perawatan intensif • • 1 Rak tertutup dengan kunci • • • 2 Inkubator. yang Jumlah yang ber. Barang Barang Barang Barang II III IV tersedia fungsi II III IV 1 Inkubator. Perlengkapan Furnitur Barang Tingkat Jml.

lebih mungkin dilakukan di tingkat fasilitas daripada di tingkat masyarakat. kabupaten. karena sulit untuk menetapkan standar dan definisi nyaris meninggal. B. pertimbangkan dua hal penting. Kotak 2. LAMPIRAN UNIT OBSTETRI 1. merupakan gambaran dari kondisi di fasilitas atau masyarakat Tabel 2. dapat dikaji di level fasilitas kesehatan.1 menampilkan berbagai kemungkinan tersebut. Contohnya.1 menunjukkan jumlah kematian maternal yang dapat di- antisipasi dari level angka kematian dan jumlah kelahiran. Dalam hal kasus yang akan diteliti. Kotak 2. harus ditetapkan terlebih dahulu apakah kajian ditujukan pada luaran atau proses.1. provinsi atau nasional. yaitu : 1. Kasus apa yang akan diteliti. Sangatlah tidak mungkin untuk melakukan kajian kasus nyaris meningal di tingkat masyarakat. Di lain pihak luaran dan proses. Tidak semua lokasi sesuai untuk kajian semua kasus. diberikan lima pilihan yaitu kajian di tingkat masyarakat. Hal penting untuk dipertimbangkan adalah apakah tingkat kematian maternal dan jumlah kela- hiran yang terjadi di tatanan tertentu. Walaupun memang kasus kematian merupakan luaran yang tak diingink- an dan paling dramatik tetapi tidak selalu paling sesuai secara statistik. Tingkat mana pengkajian akan dilakukan 2. fasilitas kesehatan. 106 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 107 . Menetapkan pendekatan yang akan digunakan Dalam memilih cara pendekatan yang paling tepat. Dalam hal tingkat. kajian pratik klinik (negara-negara yang miskin). Pendekatan di berbagai tingkat dan untuk berbagai topik Luaran Kematian maternal Komplikasi Berat Praktik Klinik Lokasi Masyarakat Otopsi Verbal Tidak Tidak (Kajian di tingkat ma- syarakat) Fasilitas Kajian di fasilitas Kajian kasus nyaris Audit klinik lokal meninggal Nasional/provinsi/ Penyidikan rahasia Penyidikan rahasia Audit klinik nasional Kabupaten kematian maternal kematian maternal Secara umum diasumsikan bahwa luaran terbaik untuk pengkajian adalah kematian maternal.

2 Menetukan fakktor-faktor yang dihindari Tugas 1 : Memantau dan mengkaji factor-faktor yang OB R DU PA PB B L yang berperan dalam kematian ibu.6 scription untuk dokter dan administrasi kantor kesehatan dalam sistem Analisis Tugas 4. Kompetensi Sistem surveilans kematian Ibu : Bagian Kebidanan. Perkiraan Jumlah Kematian Maternal per tahun Keterampilan 2.0 2.1 Memahami keterbatasan-keterbatasan dan Jumlah kelahiran per tahun di fasilitas Perkiraan jumlah kematian maternalb di level rasio kelemahan-kelemahan dalam sistem pecatatan atau dalam masyarakata kematian maternal (AKI – kematian per 100.1 Indonesia 520 1. Kompetensi definisi dan istilah untuk kematian ibu 108 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 109 .8 10.3 Memahami komponen-komponen laporan 1300 2. CQIS Keterampilan Keterampilan 5.4 20.6 5.2 menghitung rasio dan angka kematian ibu 5.1 4.2 10. Kompetensi : 2.2 2. Kompetensi : Memberikan definisi Persyaratan Menjelaskan aliran data kematian dan istilah untuk kematian ibu dukungan Ibu dan jalur tanggung jawab untuk Data Manajemen dalam sistem surveilans.1 3. 3.4 Mendefinisikan gambaran tugas (job de- 5200 10. Tanggung Jawab Primer Menjelaskan klasifikasi penyebab 2. DU = Dokter Umum B = Bidan Tanggung Jawab : 5.5 1.1 Mendefinisikan kematian ibu surveilans. 1.1 Menentukan penyebab yang tepat dari kematian ibu berdasarkan urutan gejala dan/ Sistem Surveilans Kematian ibu Peran dan Tanggung jawab atau tanda Rumah Sakit Kota /Kabupaten 4.000 kelahiran kelahiran hidup) dan kelahiran per tahun 2.4 15.2 Menyelenggarakan audit maternal perina- tal 3.2 Menjelaskan perbedaan antara penyebab MMR 200 MMR 400 MMR 600 MMR 800 langsung dan tidak langsung kematian ibu di 260 0. Tanggung Jawab Sekuder obstetrik dan medis dan faktor-faktor kema- tian ibu yang dapat dihindari.2 41. Supervisi Keterampilan 4. Peran & Tanggung Jawab Tim Menjelaskan kuesioner surveilans Peran : kematian ibu secara benar OB = Obgyn PA = Perawat Anak L = Lain-lain 3.8 2. Kompetensi : 1.8 31.1 Memahami perbedaan tingkatan sistem 1.4 kematian dan formulir sertifikasi kematian 2600 5.2 7. mengarah pada kematian Ibu 6. Tabel 2.1.6 2.2 Memahami pentingnya Mengidentifikasi dan membedakan kematian ibu dari kematian R = Residen PM = Paramedik Kebidanan perempuan untuk mencegah under reporting.6 20.0 1.

2.1 Menetapkan penyebab kematian Ibu dan faktor-faktor umum yang dapat dihindari dalam kasus kematian Ibu.1.5 Wadah tertutup dengan kantung plastic Harus disediakan wadah terpisah untuk limpah organik dan non-organik Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 1.4 Bahan-bahan 1.1.3 Pencahayaan 1.2.5 Wastafel Wastafel cuci tangan ukurannya cukup besar sehingga air tidak terciprat dan dirancang agar air tidak tergenang atau tertahan Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 5 1. Kompetensi : Bagian 1 : Daftar Titik Pemantauan Standar Masukan Menjelaskan klasifikasi penyebab obstetrik dan medik dan faktor-faktor kema. 1.4 Ventilasi 1. 7.2.2.2 Kebersihan 1.2.1.1 Struktur Fisik 1.3 Rak sepatu 1.2 Mebel 1.1.2 Mengembangkan tindakan yang sesuai Kelengkapan/kegiatan Y T Ket untuk mencegah terjadinya kematian serupa Keterangan di masa depan.4 Lemari untuk barang pribadi 1. 6.1 Sabun Tersedia sabun dalam jumlah cukup.1.4. jarak tempat tidur adalah 6 meter dengan wastafel yang tidak dioperasikan dengan tangan 1.1 Wadah gaun bekas 1. lebih disukai sabun cair anti bakteri dalam dispenser dengan pompa 110 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 111 .1 Spesifikasi ruang Di ruang dengan lebih dari satu tempat tidur.2 Rak/gantungan pakaian 1. Upaya PI (Area Cuci Tangan + Pemrosesan Alat) tian ibu yang dapat dihindari Keterampilan instruksi : Beri nilai 1 untuk “ya” dan 0 untuk “tidak” 6. 1.

3.6. 1.2 Kebersihan 2.6.3. -1 Harus ada sedikitnya satu penghangat yang berfungsi 2.3.3 Perlengkapan 2.2 Jam dinding -1 Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik.14 Ampul Epinefrin/Adrenalin 2.3.9% / larutan Ringer Asetat/RL 2.1 Struktur Fisik 2. Nilai Yang dibutuhkan 12 -3 Harus ada pengatur kadar oksigen.3.3.1 Pasokan oksigen Bisa kain bersih atau tisu Tingkat II: Nilai Aktual -1 Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator Nilai Yang dibutuhkan 2 dan pengukur aliran (jika ada oksigen dengan sistem pipa di dinding. ukuran dewasa 2. Nilai Aktual 2.6.1.3. 2.3 Selimut 2.3.3.6 Set resusitasi harus terdiri dari perlengkapan berikut : 2.6. lembar 2.6 Selang reservoir oksigen 2.6. Steker harus 2.4 Batere AA (cadangan) untuk bilah laringoskop 2.1 Meja periksa untuk ibu 2.6.5 Wastafel 2.3.2 ½.6.2 Mebel 2.5 Stetoskop dewasa 2.12 Pipa minuman Nilai Yang dibutuhkan 6 2. 10.6.5.4 Ventilasi 2.6.3. 3.6.3.3.2.3.6.17 Sodium bikarbonat 8.6.10 Gunting berfungsi baik 2.6. aman dan 2.6.3.18 Penghangat (Radiant warmer) -2 Bagian logam harus bebas karat.6.2 Handuk Harus ada handuk untuk mengeringkan tangan.1.15 NaCL 0. lihat standar untuk tingkat III dan IV).1 Balon yang bisa mengembang sendiri berfungsi baik .3.1.3.4 % plastik utuh dan seprai bersih.1 Paling kecil. 2. Nilai Aktual -2 Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh.3.3.7 Masker oksigen (ukuran bayi cukup bulan dan premature) 1.1. Kelengkapan/kegiatan Y T Ket 2.5 Steker listrik -2 Ruang harus dilengkapi paling sedikit tiga steker yang 2. ruangan berukuran 15 m2 dan ada di 2.3 Pencahayaan 2.1 Spesifikasi ruang 2.3 Bilah laringoskop.3.9 Plaster mampu memasok beban listrik yang diperlukan. Area Resusitasi dan Stabilisasi di Ruang Obstetri/UGD -2 Harus ada cukup selimut untuk menutupi ibu dalam jumlah yang sesuai dengan perkiraan persalinan.8 Pipa endotrakeal dipasang dengan tepat untuk peralatan listrik.2 Meja perlengkapan baik.1.7 Kateter Nilai Yang dibutuhkan 2 Nilai Aktual Nilai Yang dubutuhkan 26 Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 34 112 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 113 .3.4 Lampu darurat Keterangan 2. 2.11 Kateter penghisap Nilai Aktual 2.5 Bola lampu laringoskop cadangan 2.2 Bilah laringoskop berfungsi baik dalam Unit Perawatan Khusus 2.4.3.3.1.13 Alat suntik 1.3.2.6.16 MgSO4 -1 meja harus ditutup dengan lapisan kasur busa. 20cc 2. 2.3.6.6.

7 Jam dinding Keterangan -2 Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik. Kamar Bersalin (Level 1) 3. selain dari lemari dan meja untuk menyim- -1 Harus ada ekstraktor vakum yang berfungsi pan bahan-bahan untuk ruang isolasi.1.5 Wastafel Tingkat III : 3.4 Penghangat (Radiant warmer) -2 Bagian kaki-untuk litotomi -1 Paling sedikit harus ada satu penghangat yang berfungsi Meja instrument obstetri 80x40 baik.2 Kebersihan pengukur aliran (jika ada oksigen dengan sistem pipa di dind- 3.1. -3 Ada AVM 3.1. -1 Harus ada satu lemari dan meja untuk penyimpanan bahan 3.1 Tempat tidur Obstetri /bersalin + tiang infuse tempat tidur bayi -1 Bagian dada/kepala dapat turun naik 3. -2 Harus dicat dengan bahan yang bisa dibersihkan/dicuci 3. -2 Ada forceps naegle.6 Wadah sampah tertutup dengan kantong palstik Kelengkapan /Kegiatan Y T Ket 3.3.1 Pasokan oksigen -4 Tiap ibu bersalin harus punya privasi agar keluarga dapat Tingkat II : (lihat unit Perawatan Khusus) hadir.7 Oximeter 114 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 115 . ruangan berukuran 12 m2 (atau 4 m2 untuk masing-masing petugas dan pasien).3.2 Tempat Bersalin -2 Paling sedikit harus ada jarak 1m2 antara incubator atau 3. aman dan let yang sama dengan tempat tidur berfungsi baik. 3. asuhan normal -1 Paling sedikit harus ada 3 inkubator yang berfungsi baik.3 Pencahayaan ing.6 Steker listrik Kadar oksigen.5 Timbangan bayi Kursi penolong-dapat turun naik -5 Paling sedikit harus ada satu timbangan bayi yang berfung- 3. selang dan reservoar bersih atau canister -1 Harus ada meja di area administrasi dan penyuluhan. -1 Ruang harus dilengkapi paling sedikit enam steker yang -1 Harus ada oksigen dengan sistem pipa dengan jumlah out- dipasang dengan tepat untuk peralatan lsitrik.2. Steker harus mampu memasok beban listrik yang diperlukan.5 Kursi -1 Harus ada tiga kursi di area adminstrasi dan edukasi yang berfungsi baik. -2 Rak dan lemari kaca tidak boleh retak (agar tidak luka). -2 Ada ventilator -3 Monitor NIBP dan laboratorium gas darah/elektrolit Nilai Aktual 3. 3.1 Spesifikasi ruang bersalin Nilai Yang dibutuhkan 7 -1 Unit ini harus berada dekat dengan IGD -2 Paling kecil.3.3.1 Struktur Fisik Nilai Aktual 3.2 Lemari instrument si baik di setiap ruangan.1.2. -2 Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh.3.2.3.4 Ventilasi -3 Harus ada pengatur 3. -1 Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator dan 3.3. 3.2.3 Inkubator. 3. lihat standar untuk tingkat III dan IV).2.2.1.3 Bahan-bahan dan Peralatan -3 Harus ada tempat untuk isolasi ibu di tempat terpisah.6 Alat/Instrumen pasokan umum.4 Meja penghatur hisapan. 3. Lampu sorot obstetri 3.2 Lampu darurat Nilai Yang dibutuhkan 6 3.2. sebagai cadangan.1.3 Lemari es -4 Harus ada pompa vakum listrik yang bisa dibawa dengan 3. 3. 3.

daknya jauh dari area yang sering dilalui.2 Mebel 116 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 117 . satu outlet udara bertekanan.3.2.3.1 Struktur Fisik 4.2.4 m) antara ranjang ibu.3.1 Spesifikasi ruang 4.8 Generator listrik darurat -3 Harus ada generator listrik cadangan yang dioperasikan jika pasokan listrik utama tidak ada 4.2 Kebersihan 4. 4. ruangan berukuran 18 m2 (6-8 m2 untuk Nilai Yang dibutuhkan 7 masing-masing pasien).6 Steker listrik ing.1.1 Pasokan oksigen 4. penghisap lender.3 Lemari es untuk obat oksitosin 4.3 Bahan-bahan dan Peralatan 4.2. -6 Diruang dengan beberapa tempat tidur.1. sistem udara 4.3.5 Monitor denyut jantung/pernapasan -8 Paling sedikit harus ada satu monitor denyut jantung/per- napasan yang berfungsi baik untuk setiap tempat tidur 4.5 Wastafel pengukur aliran (jika ada oksigen dengan sistem pipa di dind- 4. 4.7 Oksigen melalui pipa dinding. lihat standar untuk tingkat III dan IV).1.7 Jam dinding -4 Unit ini harus berada di samping ruang bersalin.3 Pencahayaan Tingkat II : 4. Nilai Aktual -5 Paling kecil. sedikitnya ada -5 Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh jarak 8 kaki (2. dan satu outlet fungsi baik. atau seti.2 Lemari instrumen -3 Harus ada satu lemari dan meja untuk penyimpanan bahan pasokan umum.3 Alat penghangat (Radiant warmer) -3 harus ada [tiga --> empat] outlet-[satu --> dua] -6 Paling sedikit harus ada satu penghangat bayi yang ber- Outlet oksigen. 4. sedikitnya ada jarak 8 kaki (2.1.4 m) antara ranjang ibu. -4 Rak dan lemari kaca tidak boleh retak (agar tidak luka).4 Meja -3 Harus ada meja di area administrasi dan penyuluhan -4 Harus dicat dengan bahan yang bisa dibersihkan Kelengkapan/kegiatan Y T Ket 4. Unit Perawatan Intensif/ Eklampsia/ Sepsis 4.1 Tempat tidur Obstetri/bersalin +Tiang infuse -1 Bagian dada/kepala dapat turun naik Nilai Aktual -2 Bagian kaki-untuk litotomi Nilai Yang dibutuhkan 8 Meja instrument obstetri 80x40 Nilai Aktual Lampu sorot obstetri Nilai Yang dibutuhkan 21 Kursi penolong –dapat turun naik 4.2.2. -4 Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik.2 Lampu darurat bertekanan 4.3. penghisap lendir untuk setiap tempat tidur 4.5 Kursi Keterangan -3 Harus ada tiga kursi di kamar bersalin 4.2.4 Pompa tabung resusitasi bayi Nilai Aktual -7 Harus ada satu pompa tabung Nilai Yang dibutuhkan 5 4.3.1.4 Ventilasi -4 Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator dan 4. -6 Harus ada pengatur kadar oksigen.3.2. -6 Diruang dengan beberapa tempat tidur.1.1.6 Wadah sampah tertutup dengan kantong plastik 4.

1.1. satu Kamar operasi harus merupakan ruang tertutup bukan lintasan.4 Ventilasi 4.1 Meja Operasi + lampu sorot Lampu sorot obstetri 118 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 119 .10 Generator listrik darurat 5. penghisap lender. c.1 Struktur Fisik pengatur hisapan.3 Pencahayaan jika pasokan listrik utama tidak ada.2. Steker harus mampu memasok beban listrik yang diperlukan.3. jika kanister (jika ada penghisap dengan sistem pipa.13 Analisis gas darah sang dengan tepat untuk peralatan listrik.5 Wastafel -8 Harus ada pompa infuus yang berfungsi baik untuk setiap tempat tidur 5. 5. Kelengkapan/kegiatan Y T Ket Tingkat III : Keterangan -6 Harus ada sistem vakum penghisap melalui pipa dengan 5. ruangan berukuran 18 m2 (6-8 m2 untuk 4.3. rujuk ke standar untuk Tingkat III dan IV). untuk setiap tempat tidur.2 Kebersihan -6 Harus ada generator listrik cadangan yang dioperasikan 5. Ruang administrasi dan kamar ganti berfungsi baik untuk setiap tempat tidur.1.harus ada [tiga-> empat] outlet – [satu-> dua] outlet oksigen.3. -1 Unit ini harus berada disamping ruang bersalin atau setida- 4.1 Spesifikasi ruang -7 Harus ada outlet penghisap dalam jumlah yang cukup.11 Pompa infus 5.8 Oximeter nadi knya jauh dari area yang sering dilalui.12 Ventilator . Kamar persiapan regulator penghisap.Satu untuk setiap tempat tidur -2 Paling kecil. sistem udara bertekanan . Kamar pulih 4.1. Ruang pencegahan infeksi : area cuci tangan dan ruang sendiri. sedikitnya ada jarak tempat tidur 8 kaki (2. aman dan berfungsi Nilai Aktual baik. Kamar operasi sebagai cadangan.7 Oksigen melalui pipa dinding. .1.Ruang harus dilengkapi paling sedikit enam steker yang dipa- 4. sterilisasi -4 Harus tersedia balon yang bisa mengembang sendiri yang e. selang dan reservoar bersih atau kanister b. -5 Harus ada stetoskop yang berfungsi baik untuk setiap tiga -3 Di ruang dengan beberapa tempat tidur. Unit Kamar Operasi Tingkat II : -5 Harus ada pompa vakum listrik yang bisa dipindah. Nilai Yang dibutuhkan 13 5. 4. Kompleks kamar operasi harus mempunyai : -8 Harus ada pompa vakum listrik yang bisa dipindah dengan a.2 Mebel 5.3.3.9 Stetoskop masing-masing pasien). selang dan reservoar bersih.4 m) antara ranjang ibu.3.7 Sungkup dan balon resusitasi dewasa yang bisa mengembang d.6 Steker listrik 4. dan satu outlet penghisap lender untuk setiap tempat tidur.1. 4.3. 5. satu outlet udara bertekanan.6 Penghisap lendir 5.3.1. selang dan reservoir atau kanister bersih. Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 7 5.

5.9 Masker oksigen ibu -Harus ada pengatur kadar oksigen.3.4.4.3 Sarung tangan 5.3.3. 10.4.4 Lemari es untuk obat oksitosin 5.18 Set partus 5.2.3 Lemari instrument -Harus ada satu lemari dan meja untuk penyimpanan bahan pasokan umum.4.2 Mesin/peralatan anestesi umum 5. 5.5. selang Nilai Aktual dan reservoir bersih.5 Pipa asupan ukuran 5 dan 8 -Harus ada dua tabung oksigen dengan satu regulator dan pen.10 Generator listrik darurat -Rak dan lemari kaca tidak boleh retak (agar tidak luka).5 Meja -Harus ada pompa infus yang berfungsi baik untuk setiap tem- -Harus ada meja di area administrasi dan penyuluhan pat tidur -Harus dicat dengan bahan yang bisa dibersihkan. 5.7 Kanula dan MVA lihat standar untuk tingkat III dan IV).2.13 laken 5. 5.4.11 Pompa infus 5.1 Pasokan oksigen 5.5 Monitor denyut jantung/pernapasan 5.4.8 Jam dinding Nilai Yang dibutuhkan 13 -Harus menunjukkan waktu yang tepat dan berfungsi baik.3.19 Set jahit Tingkat II : 5.9 Stetoskop 5.3.5.4. 5.4 Saline 0.2 Dextrose 10% 5.9% 5.6 Kursi -Harus ada tiga kursi di kamar bersalin.4.5.6 Penghisap lendir 5.16 Pipa endotrakea -Paling sedikit harus ada satu monitor denyut jantung/per. 5. 5. -Harus ada generator listrik cadangan yang dioperasikan jika pasokan listrik utama tidak ada. 5.3.5 Obat-obatan -Harus tersedia balon yang bisa mengembang sendiri yang 5.3. Nilai Aktual Bahan-bahan Nilai Yang dibutuhkan 8 5.5.8 Kateter urin -Tabung oksigen cadangan harus selalu terisi penuh.3 Bahan-bahan dan peralatan 5. 5.4 Alat suntik 2 ½.3.20 Kantong urin -Harus ada pompa vakum listrik yang bisa dipindah.Paling sedikit harus ada satu penghangat bayi yang berfungsi 5.2.2.1 Gaun/celemek 5.10 Ekstraksi forsep 5.2.3 Alat penghangat (Radiant warmer) .4.2 Masker 5.1 Ringer Asetat berfungsi baik untuk setiap tempat tidur. 5.4. 5. 20 cc Tingkat II : 5.4. 5. 5.17 Set HPP (Spekulum/fenster dan peralatan menjahit) napasan yang berfungsi baik untuk setiap tempat tidur 5.3. 5. jika kanister (jika ada penghisap dengan Nilai Yang dibutuhkan 20 sistem pipa.3.4. 5.4.4. 5.7 Sungkup dan balon resusitasi dewasa yang bisa mengembang sendiri.2.8 Oximeter nadi 5.4 Pompa tabung resusitasi bayi 5.4.14 Betadine/alkohol untuk disinfeksi -Harus ada satu pompa tabung 5.3.13 Laboratorium gas darah 5.6 Pipa penghisap lendir gukur aliran (jika ada oksigen dengan sistem pipa di dinding.2 Lampu darurat 5.12 Ventilator 5.12 pampers baik.Satu untuk setiap tempat tidur 5.3 Dextran 40 HES .4.5.5 Adrenalin/epinefrin -Harus ada stetoskop yang berfungsi baik untuk setiap tiga tempat tidur 120 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 121 .4.3.7 Wadah sampah tertutup dengan kantong listrik Nilai Aktual 5.2.11 Ekstraksi vakum 5. rujuk ke standar untuk tingkat II dan IV).4.4.3.15 Kantung plastik untuk wadah sampah besar 5.4. 3.

Seksio sesar Nilai Yang dibutuhkan 19 Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 5 Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 66 2.15 Dopamine -protokol/SOP 5.16 Dobutamine -Standar dan daftar tilik obstetric a.13 Aminophyline Panduan berikut ini harus ada di kamar bersalin: 5. ekslampsia 5. 5.2 Apakah bagian ini mengatur rekam medis yang telah didoku- mentasikan secara akurat dan tepat waktu 2.1 Berikut ini adalah jumlah minimal petugas yang diperlukan untuk memberikan pelayanan operasi bagian ini.12 Kortison/Dexametason 1. -Buku register pasien -Formulir saat masuk -Rekam medik (RM) 2.1.2 Satu residen obstetri/shift* 3.3 Satu bidan/shift/tempat tidur 122 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 123 . Resusitasi bayi Nilai Aktual e.8 Larutan Ringer Laktat 5.1.5. pendarahan 5.1 Satu spesialis obstetri/shift * 3.5.5.1.6 metronidazol Bagian 2.14 Transamin 5.5.5.4% b. Apakah ka- mar bersalin sudah memenuhi standar? 3.9 Kalsium glukonat 10% Kegiatan Y T Ket 5.17 Sodium Bikarbonat 8.1 Buku register dan formulir Buku register.7 Kadalex atau ampul KCL 5. formulir dan catatan harus tersedia di kamar bersalin dan diisi sesuai petunjuk. infeksi/sepsis 5.5.5.19 Nifedipin d.5.11 Gentamisin 1.1 Standar /Panduan 5.18 MgSO4 c. Catatan Medis 2. Daftar Tilik Pemantauan Pengelolahan 5.5. Sumber Daya Manusia 3.5. Referensi 5.5.5.3 Apakah ada sistem untuk menyimpan dan mengambil rekam medis? Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 3 3.5.10 Ampisilin Penjelasan 5.5.

8 Apakah ada uraian tugas untuk setiap anggota staf? 3.8 Apakah anggota staf diamati secara teratur untuk mengetahui kemungkinan peningkatan karir? Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 17 4.2.2 Apakah ada manajemen risiko untuk proses data dan menyu- sun laporan analisis tiap minggu? 4.4 Pelatihan pelayanan lanjut (PONEK) untuk HCU/Ekslampsia Nilai Aktual 3.3 Apakah bagian ini memberikan kontribusi untuk pengemban- gan rencana peningkatan mandiri fasilitasnya? 4.2.7 Apakah ada sistem dan prosedur pengamatan untuk peningkatan karir? 3.2. Manajemen Pemeliharaan 5.2.5 Apakah ada rencana pelatihan untuk semua anggota staf? 3.4 Apakah setiap staf di bagian ini mempunyai penyelia langsung? 3.1 Pelatihan pelayanan dasar (PONEK) untuk dokter * 5.2 Berikut ini adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki 5.6 On-the-job training untuk residen * Total Penilaian Pengelolaan Bagian ini 3.3 Pelatihan pelayanan dasar (PONEK) untuk bidan* peralatan di formulir/catatan rumah sakit? 3.5 On-the-job training untuk spesialis Obgin* Nilai Yang dibutuhkan 3 3.2.3 Apakah setiap staf mengetahui uraian tugasnya? 3.2 Pelatihan pelayanan dasar (PONEK) untuk residen * riwayat perbaikan dari setiap peralatan termasuk di dalam 3. Manajemen Kualitas 4.6 Apakah ada orientasi untuk staf baru/bidan tiap bulan? 3.3 Apakah bagian ini mempunyai formulir untuk mencatat 3.5 Apakah bagian ini mempunyai jadwal diskusi mingguan dan mengakji kasus risiko tinggi? Nilai Aktual Nilai Yang dibutuhkan 5 5.4 Apakah bagian ini mengkaji laporan statistic bulanan? 4.2.2 Apakah bagian ini mempunyai kontrak tersendiri untuk peme- oleh petugas di kamar bersalin. 3.2.2.7 On-the-job training untuk bidan Nilai Aktual Kegiatan Y T Keterangan Penjelasan 3.1 Apakah bagian ini mempunyai jadwal pemeliharaan preventif atau sudah termasuk dalam jadwal pemeliharaan preventif perlengkapan untuk seluruh rumah sakit? 124 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 125 .1 Apakah bagian ini menyusun laporan kualitas triwulan? 4. Apakah kamar bersalin sudah liharaan perbaikan peralatan atau termasuk dalam kontrak memenuhi standar? pemeliharaan peralatan untuk seluruh rumah sakit? 3.

126 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 127 .

untuk dipindah-pindah 13 Jam dinding • • 4 Pompa infuse/alat infus • 14 Meja perlengkapan • • 5 Penghangat radian • • 15 Penutup kepala • • 6 Isi kotak resusitasi • • 16 Celemek • • 7 Ambu bag • • 17 Sepatu/sandal • • 8 Alat penghisap lender elektrik • • 18 Masker • • 9 Alat penghisap lender dengan sistem pipa • 10 Pompa tabung • • 11 Ventilator • 12 Pengatur konsentrasi Oksigen • • Informasi Pelengkap 13 Pasokan oksigen • • Penilaian Unit Obstetri 14 Pasokan oksigen. Ruang Pelayanan Furnitur Ruang Panjang (m) Lebar (m) Area (m2) Barang Tingkat Jumlah yang Jumlah yang Area pra bedah/untuk mencuci tangan tersedia berfungsi Area Resusitasi dan stabilisasi II III Unit perawatan khusus ibu/Kasus Ekslampsia 1 Rak tertutup dengan kunci • • Unit perawatan intensif Ibu 2 Lemari peralatan • • Isolasi Infant 3 Meja periksa • • 4 Meja dengan laci • • 5 Kursi • • Perlengkapan 6 Tempat tidur ibu • • Barang Tingkat Jml. yang Jumlah yang 7 Lemari es • • tersedia berfungsi 8 Wadah gaun penutup • • II III 9 Selimut • • 1 Tempat tidur Ibu. sistem pipa • 15 Analisis gas darah • Provinsi Kabupaten Rumah Sakit Tingkat 16 Pulse oximeter/Oksimetri Tanggal Penilaian Penilai 17 Pengukur tekanan darah non-invasif 18 Pemantau detak jantung/frekuensi nafas • • 19 Timbangan bayi • • Petugas 20 Lampu darurat • • Posisi Staf Jumlah Jumlah yang dilatih di: 21 Stetoskop • • yang ada Resusitasi Pelatihan APN Pelatihan Pengendalian 22 Mesin USG PONEK infeksi 23 Mesin X-ray • Spesialis neonatus 24 Pemindai CT Residen neonatus Dokter umum Bidan 128 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam di Rumah Sakit 129 . perawatan intensif • 10 Rak/gantungan pakaian • • (HCU) 11 Rak sepatu • • 2 Perawatan normal • • 12 Wadah sampah • • 3 Inkubator.

tulis T 130 Pedoman Penyelenggaraan PONEK 24 jam Rumah Sakit . Statistik Pelayanan * Jumlah persalinan per tahun Kematian Ibu Jumlah Ratio -Ekslampsia CFR (0%) -Perdarahan -Infeksi -Lain-lain -Persalinan Tindakan Pervaginam -Angka Seksio % Lama tinggal rata-rata *Bila tidak tahu data.