You are on page 1of 5

Penuntun Praktikum Mikrobiologi Laut

METODE PENGAMBILAN SAMPEL


MIKROORGANISME

A. PENDAHULUAN

Pengambilan contoh/sampel (sampling) adalah tindakan perlakuan pada

media pembawa dengan cara mengambil sampel atau spesimen untuk kepentingan

pengujian atau analisis. Di dalam pengambilan contoh terdapat tata cara serta

ketentuan yang harus ditaati oleh pengambil sampel karena hal tersebut sangat

penting dalam mendukung keberhasilan sampling.

Cara pengambilan sampel harus dilaksanakan secara aseptis artinya bebas

dari kontaminan yang tidak diharapkan. Alat-alat serta bahan-bahan yang

digunakan juga harus dalam keadaan steril. Hal lain yang tidak kalah penting

adalah seorang pengambil sampel harus mempertahankan sampel agar tidak rusak

dan tetap hidup sebelum dilakukan analisis di laboratorium dengan cara

melakukan penganganan yang tepat. kesalahan dalam pengambilan sampel dapat

membuat sampel menjadi tidak representatif, maka dari itu sampel harus diambil

dengan memperhatikan poin-poin diatas, juga ketentuan-ketentuan lainnya seperti

Volume yang cukup dan perulangan yang memenuhi syarat. Adapun penentuan

titik sampling tergantung pada tujuan sampel yang akan diambil misalnya untuk

mengambil sampel bakteri aerob pada sedimen maka harus dilakukan sampling di

permukaan sedimen.
B. TUJUAN

1. Praktikan dapat mengetahui cara pengambilan sampel di perairan, di

sedimen, dan di organisme

2. Praktikan dapat mengetahui cara melakukan penanganan sampel sebelum

dilakukan analisis di laboratorium

C. ALAT DAN BAHAN

1. Alat

Alat Fungsi
Sebagai wadah untuk menyimpan koleksi
Cool box sampel

Sebagai wadah untuk mengambil sampel


Botol sampel 150 ml pada air

Grab sampler/Core Sebagai alat untuk mengambil sampel pada


sedimen

Timbangan Untuk mengukur berat sampel

Pipet Sebagai alat untuk mengambil larutan

Masker Sebagai peralatan diri yang aseptis

Sarung tangan Sebagai peralatan diri yang aseptis

Kamera Untuk mendokumentasikan proses


pengambilan sampel

Label Untuk menandai sampel


2. Bahan

Bahan Fungsi

Es batu Kristal Untuk pendinginan sampel

Gliserol 30% Sebagai larutan anti kontaminan

Air laut steril Sebagai media pengenceran

Kantong sampel Tempat untuk menyimpan sampel

Ketentuan-ketentuan

 Pengambilan sampel air dilakukan dengan menggunakan botol yang

terbuat dari bahan gelas atau plastik

 Botol sampel harus dalam keadaan bebas kontaminan (disterilkan terlebih

dahulu) dan dapat tertutup rapat

 Sterilisasi untuk bahan gelas dengan autoklaf pada suhu 170oC tidak

kurang dari satu jam, dan untuk bahan plastik pada suhu 121oC

selama 20 menit

 Botol sampel dan penutup botol tidak boleh terbuat dari logam

 Volume sampel air yang diambil tidak boleh kurang dari 100 mL

 Sampel sedimen dan sampel organisme yang diambil minimal 10 g

 Masing-masing pengambilan sampel dilakukan 3 kali ulangan


D. Prosedur pengambilan sampel

1. Pengambilan Sampel air

a. Pengambilan sampel air permukaan, botol sampel tertutup yang sudah

disterilkan dimasukkan ke dalam perairan dengan kedalaman ± 10 cm di

bawah permukaan air

b. buka tutup botol, kemudian miringkan 45o sampai botol terisi, sisakan

beberapa ruang udara pada botol (minimal 2,5 cm dari tutup botol), tutup

botol kemudian diangkat ke permukaan

c. Sampel air kemudian dihomogenisasi dengan cara pengocokan

2. Pengambilan sampel sedimen

a. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan Grab

sampler/Core. Core dimasukkan pada kedalaman minimal 10 cm

(kedalaman dasar perairan ± 1 m) dan penggunaan Grab sampler pada

perairan yang lebih dalam

b. Ambil sampel sedimen yang berada pada pertengahan Core/grab sampler

dan dimasukkan ke dalam kantong sampel yang telah diisi dengan air laut

steril.

3. Pengambilan sampel organisme

a. Mengambil sampel organisme, kemudian sampel dibilas dengan air laut

steril (untuk sampel mikroorganisme asosiasi)

b. Mikroorganisme asosiasi yang merupakan simbion, dilakukan preparasi

dengan cara maseration/dihancurkan, ditambahkan dengan air laut steril

kemudian disaring.

c. Setelah itu dimasukkan ke dalam kantong sampel


E. Penanganan Sampel

a. Koleksi sampel air, sedimen, dan organisme dimasukkan ke dalam

kantong sampel, kemudian simpan di dalam cool box dan diberi es batu

kristal.

b. Pengangkutan jarak jauh, sampel dimasukkan di dalam air laut steril

(untuk sampel sedimen dan organisme) yang ditambahkan dengan 30%

gliserol mikrobiologis

c. Bakteri yang diketahui dapat dipreparasi langsung di lapangan

“Gamsahamnidda”