You are on page 1of 7

PENELITIAN

LEMBAR METODOLOGI

PENINGKATKAN PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH
SUPERVISOR MELALUI PENGAWASAN BIDANG
KEPERAWATAN

Sri Arini Winarti R.*, Krisna Yetti**, Besral***

Abstrak
Pengawasan dalam manajemen berperan untuk mempertahankan kegiatan yang telah terprogram dapat dilaksanakan
dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan fungsi pengawasan oleh bidang perawatan dengan pelaksanaan
supervisi oleh seluruh supervisor di sebuah RS di Yogyakarta dengan desain potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa 48,2% supervisor berusia 40-50 tahun, berjenis kelamin perempuan (80,4%), berpendidikan DIII Keperawatan (60,7%),
telah bekerja 20-30 tahun (57,1%), 51,8% belum pernah pelatihan manajemen keperawatan, dan 46,4% shift dinas sore. Hasil
analisis korelasi menunjukkan fungsi pengawasan bidang keperawatan memiliki hubungan bermakna dengan pelaksanaan
supervisi oleh supervisor (r = 0,393; p = 0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi fungsi pengawasan bidang
keperawatan dan pelatihan yang diikuti oleh supervisor memiliki hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan supervisi
oleh supervisor. Pengawasan secara periodik serta dengan teknik supervisi efektif meningkatkan kinerja perawat dalam
pelayanan keperawatan.
Kata kunci: bidang keperawatan, fungsi pengawasan, supervisi

Abstract
Controlling in management has specific role in maintaining the quality of implementation as programmed by manager.
This cross-sectional study was aimed to identify the correlation between controlling function of nursing directorate with
the supervision carried out by all supervisors in a hospital in Jogjakarta. The supervisors were predominantly 40-50
years old (48.2%), women (80.4%), Diploma Nurse (60.7%), having 20-30 years of working experience (57.1%), never
get in-service training (51.8%) and in evening duty shift (46.4%). The correlation analysis showed that controlling from
nursing directorate had significant correlation with the implementation of supervision by the supervisor (r = 0,393; p =
0,003). This study concluded that the combination of controlling from nursing directorate and in-service training which
is monitored by supervisor has significant correlation with the supervision implemented by the supervisor. Finding from
the study suggested that good controlling and scheduled supervision using effective communication could increase the
nursing performance in giving nursing care.
Key words: nursing division, controlling function, supervision

PENDAHULUAN pelayanan keperawatan melalui pelaksanaan fungsi
perencanaan, pengorganisasian, pengaturan
Pelayanan keperawatan di rumah sakit
ketenagaan, pengarahan, evaluasi dan pengendalian
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
mutu keperawatan (Dep Kes, 2002).
secara keseluruhan dan memiliki andil yang besar
dan turut menentukan citra pelayanan rumah sakit Pelaksanaan manajemen pelayanan
(Depkes 1999). Berdasarkan hal tersebut maka keperawatan di rumah sakit ditunjang oleh struktur
pelayanan keperawatan bila ditinjau secara organisasi dan uraian tugas untuk menciptakan
organisatoris, administrasi dan teknis tidak dapat kondisi kerja yang kondusif sehingga mampu
dipisahkan dari pelayanan rumah sakit pada menghasilkan kinerja keperawatan yang berguna
umumnya. Kontribusi pelayanan keperawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
terhadap pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Pengelolaan tenaga keperawatan serta pelayanan
rumah sakit sangat tergantung manajemen pelayanan keperawatan di rumah sakit dilaksanakan oleh
keperawatan yang merupakan suatu transformasi Bidang keperawatan yang secara struktural
dari sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan bertanggung jawab kepada Direktur rumah sakit.

Sampel dalam penelitian membuat suatu dapat berjalan. dan tanggung jawab tabel yang sudah disiapkan oleh bidang keperawatan. 2003). 2002). keperawatan dalam menjalankan fungsi pengawasan Tujuan dari kegiatan supervisi secara umum yaitu dengan pelaksanaan supervisi oleh supervisor di mengatasi masalah taktis. 2004). Kegiatan supervisi semacam ini Perawatan.. 1987). Fungsi supervisi supervisor melaksanakannya hanya berdasar format yaitu mendorong. mengatasi penolakan-penolakan dan Kepala Bidang Keperawatan yang diberi tanggung membuat karyawan memberikan yang terbaik dari jawab dan wewenang dalam mengatur serta diri mereka (Ladew. ruang perawatan mendapat bimbingan dan Pada pagi hari dilaksanakan oleh divisi keperawatan/ pengarahan. suasana kerja diantara cross-sectional untuk menganalisis hubungan tenaga keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya. mengidentifikasi masalah sebuah RS diYogyakarta. menyelesaikan tugas-tugas dari pemimpin keperawatan yang ditujukan untuk perkembangan Pelaksanaan supervisi keperawatan di sebuah para perawat dan staf lain dalam mencapai tujuan RS di Yogyakarta dikoordinir oleh Bidang keperawatan. Tujuan lain yaitu mengusahakan METODE seoptimal mungkin kondisi kerja yang nyaman yang Metode penelitian ini menggunakan desain meliputi lingkungan fisik. 1996). ini berupaya mengidentifikasi hubungan antara bidang malam dan hari libur (RS Sardjito. pengendalian dan hambatan atau permasalahan dalam melaksanakan penilaian (P3) (Dep Kes 1999). membimbing. bimbingan dan kesempatan keperawatan pada dinas sore. namun supervisi hanya bersifat supervisor mutu pelayanan keperawatan/ supervisor pendataan pasien pada ruang rawat yang dianggap pengembangan pelayanan keperawatan secara prioritas untuk dikunjungi. dalam praktek keperawatan(Jenkins & Rafferty. Supervisi secara langsung memungkinkan fungsi perencanaan (P1). strategis dan memberikan solusi atas masalah tersebut melalui upaya koordinasi dengan jajaran manajemen (Cusins. Krisna Yetti. malam dan hari libur. pengarahan (directing) (Huber. asuhan keperawatan diruangan dengan memandang secara menyeluruh faktor yang mempengaruhi dan Supervisi merupakan proses kemudahan bersama staf keperawatan mencari jalan keluar untuk mendapatkan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkannya (Rugaya. Dalam melaksanakan fungsi telah terprogram dapat dilaksanakan dengan baik manajemen bidang keperawatan melaksanakan dan lancar. Dalam pengisian tidak dikembangkan sesuai 1998). Penelitian hari libur dilaksanakan supervisor keperawatan sore. Variabel bebas jumlah persediaan dan kelayakan perawatan agar (independent) yaitu fungsi pengawasan bidang memudahkan pelaksanaan tugas (Korn. mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan di Supervisi merupakan bagian dari fungsi rumah sakit (Dep Kes. Sedangkan dalam menjalankan kebutuhan yang ada di format tabel melaksanakan supervisi pada dinas sore. pengawasan. Dampaknya yaitu tidak semua secara rutin pada dinas sore.Peningkatan pelaksanaan supervisi oleh supervisor (Sri Arini Winarti R. Dalam melaksanakan supervisi merupakan dorongan. . malam dan supervisi berisi pendataan jumlah pasien. keperawatan dan variabel terikat (dependent) adalah Supervisi dilaksanakan oleh supervisor yang pelaksanaan supervisi oleh supervisor di Rumah menjalankan peran sebagai katalisator yang Sakit Sardjito Yogyakarta. penggerakan dan manajer keperawatan mengurangi berbagai pelaksanaan (P2). 2006). menggerakkan ini adalah total populasi sebanyak 56 supervisor. variabel bebas dan variabel terikat. dengan kejadian diruangan. 1996) atau Salah satu kewenangan bidang keperawatan pengawasan dalam fungsi manajemen yang berperan memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan untuk mempertahankan agar segala kegiatan yang tugas keperawatan. Besral) 162 Bidang keperawatan dipimpin oleh seorang potensi. malam dan hari libur. Supervisi belum Kegiatan supervisi keperawatan dilaksanakan memenuhi aspek yang dibutuhkan dalam prosedur untuk meninjau pelaksanaan kegiatan keperawatan tetap di RS tersebut. bergantian yang dikoo rdinir o leh bidang Supervisi keperawatan dilaksanakan hanya keperawatan rumah sakit. bagi perkembangan keperawatan.

6%) Fungsi pengawasan oleh bidang keperawatan adalah responden pria.8 HASIL 2 Janis kelamin: Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap a. jelasnya karakteristik responden dapat dilihat dalam kuesioner fungsi pengawasan dan kuesioner tabel 1. dengan rata-rata 22.8 56 Sedangkan shift dinas supervisor pada saat .4 sebuah RS di Yogyakarta. 40 – 50 tahun 27 48. Sebagian besar responden (80. Hari libur 5 8.2 29 51.9 23 41. Data yang diperoleh adalah Tabel 1. Selanjutnya lama kerja Distribusi Frekuensi Fungsi Pengawasan dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu: (pengawasan.9 tahun.7 b. 1 Kelompok umur : a.0 56 yang mempunyai pengalaman pelatihan relevan Pengawasan dengan manajemen yaitu sebesar (35. Belum pernah 36 64. Malam 25 44.9 Data umur responden penelitian menunjukkan b. a.6%) dan hari libur (8. Hasilnya dapat diperhatikan pada lama kerja dalam tahun yaitu seperti pada tabel 2. DIII K eperawatan 34 60. Selanjutnya dikelompokkan menjadi tiga 6 Shift dinas kelompok yaitu: 40-50 tahun sebanyak 48.167 Tempat penelitian di semua ruang rawat inap sebuah pelaksanaan supervisi yaitu dinas sore (46. data primer yang dari pengisian kuesioner oleh Distribusi responden menurut karakteristik supervisor dan pengamatan pelaksanaan supervisi di sebuah RS di Yogyakarta oleh perawat pelaksana. minimum 12 tahun dan maksimum telah 32 tahun Tabel 2. hal 161 . S1 Kepera wa tan 22 39. > 30 tahun 5 8. Instrumen yang digunakan dalam malam (44.4 sedangkan 25% berada pada umur kurang dari 40 b. 20 – 30 tahun 32 57.73 a. Sudah pernah 20 35. serta (33. Selanjutnya peneliti melakukan pengkategorian ditetapkan menjadi baik dan kurang Pengalaman kerja dari responden dalam hal ini baik dengan cut of point nilai rata-rata skor.163 Jurnal Keperawatan Indonesia. > 50 tahun 15 26.2 c. 3.7%) dan Sub 33 58.9 50 tahun.2%.0 b. Baik Total Variabel Baik Pelatihan yang pernah diikuti responden yaitu n % n % Sub 28 50. bulan Mei sampai Juni 3 Pendidikan: 2007. Perempuan 45 80. a.0 28 50.1 bahwa responden memiliki umur paling rendah 33 c. bivariat dan multivariat No Kar akteristik Frek % dengan aplikasi statistik menggunakan komputer.6 b. pengendalian dan penilaian) responden mempunyai pengalaman kerja antara 20 Bidang Keperawatan s.1 56 sebagian besar yang lain belum pernah pelatihan Pengendalian relevan dengan manajemen keperawatan. < 40 tahun 14 25. No. penilaian (P3).1 %).7%) adalah DIII Fungsi pengawasan bidang keperawatan terdiri Keperawatan dan 39.d 30 tahun (57.3% Sarjana Keperawatan.3 Karakteristik Responden 4 Lama kerja : a.7 tahun. Volume 12.6 tahun dan 26. pelaksanaan supervisi.3 b. Untuk lebih penelitian adalah kuesioner identitas responden. November. dari sub pengawasan. Sedangkan tingkat pendidikan dari responden (60. < 20 tahun 19 33. Sub Penilaian 27 48.9%). Data yang telah terkumpul (N = 56) dianalisis secara univariat. 8% berada pada umur yang lebih dari c. Laki-laki 11 19.9%) mempunyai di sebuah RS di Yogyakarta pengalaman kerja kurang dari 20 tahun. selebihnya (N = 56) adalah yang mempunyai pengalaman kerja lebih dari Kurang 30 tahun. Sore 26 46. Rata-rata 5 Pelatihan: umur responden di sebuah RS di Yogyakarta 45.4%) RS di Yogyakarta.4%) berjenis kelamin wanita sedangkan sisanya (19.9 tahun dan maksimum berusia 56 tahun. sub pengendalian dan sub Seluruh responden (100%) berstatus kawin.

α= 0.5%) Kurang 17 60.0 21 75.. Pengawasan Kurang 16 59.0σ).7 27 baik supervisi semua kunjungan dalam bentuk skor Fungsi Baik 8 27.1%) Sub Baik 7 25.05).3 11 40.9 23 Pengendalian Kurang 18 54.003. hasil baik (58. Sebagian besar (75%) pelaksanaan supervisi bidang keperawatan dapat digambarkan dalam tabel masih kurang baik di hubungkan dengan fungsi 3.2%).3%) walaupun Distribusi Frekuensi Fungsi Pengawasan mendapatkan fungsi pengawasan yang kurang baik.1 dengan pelaksanaan supervisi 2 Cukup 45 80.7 11 39.7 27 Kegiatan minimum yang dilakukan 3. sub pengendalian. supervisi sudah baik (39.0σ) < X. skor maksimal peningkatan apabila mendapatkan pengawasan yang = 88. pelaksanaan supervisi akan cenderung mengalami Diketahui bahwa skor minimal = 22.9 2 Kurang baik 32 57.0σ) dan baik (μ+1. dan σ=11 sehingga fungsi pengawasan baik.4%) menjalankan fungsi n % n % pengawasan dengan kategori cukup dan (7. sedang ≥ 50 dan baik ≥ 80. Bidang Keperawatan berdasarkan hasil skor Adapun hasil tabulasi silang seperti pada tabel 5. . Hasil uji Total 56 100 statistik menunjukkan hubungan pengawasan dengan pelaksanaan supervisi oleh supervisor memiliki Hasil prosentase tersebut kemudian hubungan yang signifikan dalam batas kepercayaan dikategorikan dengan cut of point skor nilai 5% (p= 0. sub pengendalian. dan sub penilaian dijumlahkan menjadi data fungsi pengawasan. Data skor persentase hasil sub tabel 4.3 28 Pengawasan baik dengan kategori baik. di sebuah RS di Yogyakarta (N=56) No Fungsi Fr ek % Tabel 5. menunjukkan ada hubungan yang Tabel 4.4 di sebuah RS di Yogyakarta (N=56) 3 Baik 7 12.3 Analisis korelasi dengan uji korelasi pearson’s mempunyai standar deviasi 15.6. dan sebaliknya pelaksanaan Tabel 3.1 17 73. product moment. Sub Baik 6 26. Besral) 164 Sub pengawasan memiliki nilai skor (50%) baik prosentase pelaksanaan kegiatan ditetapkan menjadi dan kurang baik. Pengawasan Tabulasi silang fungsi pengawasan 1 Kurang 4 7.393) dengan derajat rendah. sedangkan sub pengendalian dengan kurang bila skor< 50. μ=55. dan baik Tabulasi silang fungsi pengawasan dengan dengan cut of point bila kurang X< (μ-1.0 28 masih dalam kategori kurang sedangkan (12.Peningkatan pelaksanaan supervisi oleh supervisor (Sri Arini Winarti R.5 33 baik Pelaksanaan supervisi oleh supervisor Sub Baik 8 27. No Kategori Pelaksanaan Artinya semakin tinggi skor fungsi pengawasan (sub supervisi pengawasan. cukup. Krisna Yetti.6 21 72.4 29 prosentase kegiatan supervisi oleh 56 supervisor.0σ) < X < (μ-1. cukup pelaksanaan supervisi menunjukkan bahwa (μ+1. maka skor pelaksanaan 1 Baik 24 42.9%) dan sub penilaian dengan hasil Hasil pelaksanaan supervisi dapat diketahui dalam baik (48. dan sub penilaian) Frek % bidang keperawatan. pengawasan yang baik. Hubungan fungsi pengawasan dengan Secara deskriptif skor fungsi pengawasan pelaksanaan supervisi oleh supervisor dikategorikan menjadi kurang. pengawasan.1 supervisi oleh supervisor juga meningkat.6 21 72.3 11 40.4 29 Pelaksanaan supervisi merupakan kegiatan Penilaian Kurang 16 59. bermakna antara variabel independen (fungsi Hasil Pelaksanaan Supervisi oleh Supervisor pengawasan) dengan pelaksanaan supervisi dengan di sebuah RS di Yogyakarta (N = 56) korelasi positif (r= 0.5 dan baik maksimum yang dilakukan 77 dengan rata-rata 43.5 15 45.5 Pelaksanaan Juml ah 56 100 Supervisi Variabel Baik Kurang Σ Fungsi pengawasan bidang keperawatan baik sebagian besar (80.

343 0.305 1. Hasil tidak terjadi kesalahan yang sama (Fayol dalam analisis regresi dalam mencari variabel yang paling Swansburg.547* fungsi pengawasan + 11. menjelaskan keluar dan masuknya karyawan. Hal ini sesuai dengan salah satu persyaratan lain sebagai manajer Selanjutnya dirumuskan persamaan regresi keperawatan yang duduk dalam bidang keperawatan untuk memperkirakan pelaksanaan supervisi oleh adalah mempunyai pengalaman kerja cukup.250 1. Sedangkan 74. 3. 2003). diteruskan proses pendidikan berkelanjutan. jenis kelamin. dan umur. namun masih variabel pelaksanaan supervisi oleh supervisor.260).343a) prediksi keluar dan masuknya karyawan tersebut dan fungsi pengawasan (B=0.294 Pelatihan 11.062 0. 1999).053 PEMBAHASAN Shift dinas -1.26 0.090 2. konsistensi kualitas dan kuantitas hasil kerja (Ramsey.028 0. sehingga menunjukkan kekurangan agar dapat diperbaiki dan hubungan variabel tersebut bersifat positif. hal 161 .254) pengawasan Umur 0.406 1. Maka bertugas mengkoordinasi pelaksanaan tugas tugas variabel pengganggu yang masuk dalam model sekelompok pekerja.072 -.042 -0.048 B* B** t p p= 0.090*pelatihan yang telah disepakati.165 Jurnal Keperawatan Indonesia.042 0.072 Supervisor merupakan perpanjangan tangan pengawasan bidang keperawatan yang melaksanakan supervisi pada sore. .547 2. 1994 dalam Rahmat.313 0. Analisis pengaruh fungsi pengawasan dan variabel Signifikansi Signifikansi pengganggu terhadap pelaksanaan supervisi Variabel variabel model oleh supervisor di sebuah RS di Yogyakarta (N=56) B* t B** p F r(r2 ) Konstanta 13. shift dinas. atau dengan kata lain masa dari nilai koefisien Beta yang telah distandarisasi.0.05 dikeluarkan satu demi satu Supervisor merupakan manajer lini pertama yang mulai dari nilai p yang paling besar yaitu pendidikan.4% sehingga model tersebut dapat sebagai kapasitas individu untuk mengerjakan dikatakan memiliki hasil yang baik untuk menjelaskan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan.755 Pendidikan -0.504 Variabel Fungsi 0.077 -0.536 Fungsi 0. sebagai berikut: Prinsip pengawasan adalah pemeriksaan segala PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH SUPERVISOR sesuatu agar terjadi sesuai rencana dan pedoman = 13. dan Besar kontribusi variabel pengganggu (pelatihan) perilaku masa lalu merupakan peramal yang baik bagi terhadap variabel pelaksanaan supervisi dapat dilihat perilaku masa depan. pada masa mendatang (Robbin.838 0. memastikan dan memelihara regresi adalah pelatihan manajemen.022 0.984 0. 2004).000 (0. Volume 12.583 Pelatihan 9.553 0. pengawasan dan pelatihan. intruksi yang dikeluarkan serta prinsip-prinsip yang ditentukan bertujuan untuk Koefisien regresi bernilai positif.406 + 0. No. kerja pada suatu pekerjaan sebelumnya dari seorang sehingga variabel yang memiliki pengaruh paling karyawan merupakan peramal yang baik tentang besar berturut-turut adalah: pelatihan (B= 0. 1999). lama kerja. enter dimasukkan semua variabel pengganggu dapat Analisis pengaruh fungsi pengawasan dan pelatihan diketahui dalam tabel sebagai berikut: terhadap pelaksanaan supervisi oleh supervisor di sebuah RS diYogyakarta (N=56) Tabel 6.010 Jenis kelamin -1.6% sisanya dapat dijelaskan oleh Masa kerja merupakan variabel yang baik untuk kontribusi variabel lain.862 -0.978 Lama kerja -0. November.623 0.004 -0. menjadi perantara antara pekerja dan manajemen.284 1.167 Analisis mulltivariat untuk melihat bagaimana berpengaruh terhadap pelaksanaan supervisi seperti pengaruh variabel pengganggu terhadap pelaksanaan dalam tabel sebagai berikut: supervisi yaitu hasil analisis regresi dengan metode Tabel 7.130 -0. malam dan hari libur (DepKes. artinya supervisor dengan menggunakan variabel fungsi pengalaman minimal 3-5 tahun (Dep kes. Koefisien determinasi (r2) model sebesar 0.440 0. Nilai p yang > 0.665 0.254. 2000).195 0. Jumlah supervisor artinya bahwa model regresi yang diperoleh dapat dengan tingkat pendidikan mayoritas masih DIII menjelaskan pelaksanaan supervisi oleh supervisor Keperawatan dengan menempatkan kemampuan sebesar 25.738 0.629 -0.269 Signifikansi variabel 9.158 -0.455 -0.

merupakan alat manajemen untuk memperbaiki . sistem reward serta motivasi dari atasan koordinasi dan integrasi sumber daya keperawatan (bidang keperawatan) sebagai salah satu bentuk ( Huber. RS di Yogyakarta mayoritas berumur 40-50 tahun. HH. antara supervisor dengan bidang keperawatan sangat diperlukan baik dalam hal penjelasan sebelum supervisi itu berlangsung atau dalam pertemuan KESIMPULAN secara periodik. Hubungan fungsi pengawasan instrumen untuk memperbaiki kinerja dalam hal ini bidang keperawatan dengan pelaksanaan supervisi mengukur kegiatan pelaksanaan supervisi dapat oleh supervisor mempunyai hasil yang bermakna. mencari jalan untuk langsung terhadap kendala dan hasil pelaksanaan penyelesaian. Sebagian besar supervisor belum pernah bentuk pengawasan tidak hanya menegur bila mengikuti pelatihan relevan dengan manajemen supervisor tidak hadir. Krisna Yetti. Pengawasan disini merupakan bentuk jenis kelamin perempuan. perawat untuk dapat mempertanggungjawabkan dan memberikan contoh pelaksanaan supervisi secara kinerja perawat dalam memenuhi standart kerja yang simultan. Supervisor sebagai penilai terhadap supervisi kepada bidang keperawatan secara kinerja perawat pelaksana. dan efisien (Wiyono. Besral) 166 Dalam manajemen keperawatan diperlukan kinerja. 2000). Sehingga segala bentuk langsung agar memperoleh bimbingan dan pengarahan aktifitas dari kinerja perlu adanya pengawasan yang secara intensif (HW.. Program ketrampilan administratif serta ketrampilan pendidikan berkelanjutan bagi supervisor dengan kemanusiaan dan komunikasi (bekerja dan mempertimbangkan usia yang memenuhi syarat berhubungan harmonis dengan orang lain). diharapkan memberi umpan balik positif diharapkan. Ketrampilan yang harus dimiliki oleh memperhatikan reward dan punishment seorang supervisor adalah ketrampilan teknis. KN).Peningkatan pelaksanaan supervisi oleh supervisor (Sri Arini Winarti R. berjalan dengan baik atau tidak (Swansburg. berdasarkan protap yang telah disepakati. manajemen Wiyono (1997) dan Huber (2000) sebagai suatu evaluasi kerja. tingkat pendidikan DIII komprehensif dari fungsi manajemen. melanjutkan pendidikan. 2005) sehingga 30 tahun. 2000) dalam hal ini koordinasi dan integrasi untuk menghasilkan kinerja dengan baik. dan program pelatihan manajemen keperawatan bagi supervisor secara Supervisi langsung dapat menjalankan tugas periodik. Model supervisi klinis adalah satu cara mendukung perawat pelaksana. 1997). malam dan apakah pelaksanaan supervisi telah berjalan efektif hari libur. Supervisor sebagai acuan bagi manajer supervisi yang dijalankan serta bimbingan langsung. karena lebih diutamakan sedangkan shift dinas supervisor pada saat dalam kegiatan pengarahan sesuai prosedur. sehingga dapat untuk mengontrol Karakteristik supervisor keperawatan di sebuah kemungkinan terjadi kekurangan di lapangan. karena fungsi pengawasan sebagai menjadi kurang baik. Gambaran fungsi pengawasan Bidang Fungsi pengawasan (pengawasan. rutin: mengecek perawat pelaksana dan menganalis keseimbangannya dengan tingkat pekerjaan. pengendalian Keperawatan dijalankan dengan hasil cukup dan penilaian) merupakan kegiatan manajemen yang sehingga pelaksanaan supervisi oleh supervisor sangat penting. Evaluasi secara rutin memberikan dampak mengidentifikasi kendala. fungsi peran dan fungsinya sesuai prosedur tetap dan restorative atau supportive dan fungsi normatif memberikan umpan balik setiap pelaksanaan of managerial. sedangkan Hardjanti Penegakan kembali peraturan rumah sakit (2005) menyatakan sebagai salah satu fungsi tentang pelaksanaan supervisi keperawatan dengan pengarahan. serta pelaksanaan supervisi yaitu dinas sore. dan fungsi supervisi Bidang Perawatan diharapkan melaksanakan klinis sebagai fungsi formatif (edukasi). terhadap setiap laporan supervisi yang masuk agar pelaksanaan supervisi berjalan baik. dan Keperawatan dan mempunyai pengalaman kerja 20- merupakan evaluasi kerja (Hardjanti. setelah dikontrol oleh variabel pengganggu yaitu pelatihan relevan dengan manajemen keperawatan Pengawasan dijabarkan sebagai salah satu fungsi yang pernah diikuti oleh supervisor.

(1987). Journal of Child Health *** Staf Akademik Biostatistik dan Kependudukan Care.B. Philadelpia: W. Medik. Association to British Pediatric Nurses: FKM UI. C.167 Jurnal Keperawatan Indonesia. Depkes RI. Depok methodological trail. D. keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. Jakarta: PT Indeks Keperawatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kelompok Gramedia. Rafferty. Supervisory training and Nawawi. . 5 (XV). R. . Pedoman uraian tugas tenaga Rahmat. S. Maka engganlah terlibat dalam hal-hal yang tidak menghasilkan. di rumah sakit. S. & Parke. Standar tenaga keperawatan Robbin. Manajemen kepemimpinan dan management (2nd Ed).. & Tilbury. Jakarta: KEPUSTAKAAN Pustaka Tangga.Saunders. 8 Februari 2007. Depkes RI. Surabaya: Airlangga Saunders. Jurnal PERSI. Pidato direktur dalam hari ulang tahun RS Sardjito ke 25. E. Leadership and nursing care Wijono. P. (2006). D. Philadelpia: keperawatan. S. (2004). November. University Press. Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan. 5 (V). Rocchiccioli. Edisi 6. vol Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. (2003). baik untuk mencapai keberhasilan atau menyebabkan kegagalan. Dan bersegeralah dengan hal-hal yang menghasilkan. Depok Sage Pusblications. Instrumen penelitian bidang development. keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian. J. M. Jurnal PERSI. (2005).T. J. L. (2003). (2007).Mario Teguh - . Huber. Yogyakarta: Gadjah Mada University Publishing Company. M.. Teknik supervisi yang keperawatan di rumah sakit (Cetakan ke 2). Press. Yogyakarta Developing a provisional standard for clinical ** Staf Akademik Keilmuan Dasar Keperawtaan supervision in nursing and health visiting: The dan Keperawatan Dasar FIK UI. organisasi kesehatan.B.167 * Staf Akademik Keperawatan Poltekkes Jenkins. (2000). (2002). Clinical Hardjanti. No.Lao Tse - Rasa enggan adalah kekuatan yang sangat besar. (1998). meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor.B. Manajemen bangsal leadership in nursing. 6-13. H. (1997). Humas. Yogyakarta. Banyuraden. (1999). P. hal 161 . walau sekecil apapun. W.S. R. Bittel. Volume 12. 3. Jakarta: Direktorat Pelayanan (Terjemahan Tim Indeks). Ladew. Santiago: Addison Wesley sosial..S. 8-17. (2003) Perilaku organisasi.