You are on page 1of 7

oki neswan (fmipa-itb

)
Deret Pangkat
Kita akan mempelajari beberapa tehnik untuk menyajikan suatu fungsi f (x) dalam bentuk deret pangkat
1
X n
(power series), yaitu menentukan derat pangkat cn (x a) sehingga
n=0
1
X n
f (x) = cn (x a) :
n=0

Apabila hubungan ini tidak berlaku untuk seluruh x dalam domain f; kita ingin menentukan subset terbe-
sar dalam domain f sehingga hubungan di atas masih berlaku. Salah satu alasan bentuk ini mirip poli-
nom (hanya sukunya tak berhingga). Polinom cenderung mudah ditangani, kontinu, mempunyai turunan,
dan terintegral. Jadi, bila f (x) mempunyai penyajian dalam deret pangkat, kita dapat memanfaatkan
kemudahan-kemudahan yang diperoleh dari kemiripan tersebut.
De…nition 1 Deret pangkat berpusat di x = a adalah deret dalam bentuk
1
X 2 n
cn (x a) = c0 + c1 (x a) + c2 (x a) + + cn (x a) + :
n=0

Konstanta c0 ; c1 ; c2 ; : : : disebut koe…sien deret pangkat dan a disebut pusat.
Remark 2 Perbedaan mendasar deret pangkat dari deret biasa adalah deret pangkat melibatkan variabel
sehingga dapat membangkitkan fungsi.
Contoh Untuk a 6= 0; deret pangkat
1
X
2
a + ax + ax + = axn
n=0

mengingatkan kita pada deret pangkat dengan rasio n: Jadi,
1
X a
axn = ; jika 1 < x < 1:
n=0
1 x

Himpunan/Selang Kekonvergenan
1
X n
Himpunan semua bilangan real x sehingga suatu deret pangkat cn (x a) konvergen disebut himpunan
n=0
kekonvergenan. Karena nanti terbukti bahwa himpunan ini selalu merupakan selang atau interval, maka lebih
sering disebut selang atau interval kekonvergenan. Alat utama dalam menentukan interval kekonvergena
sebuah deret pangkat adalah Uji Rasio Mutlak. Menurut Uji Rasio Mutlak, untuk tiap x; deret pangkat
X1
cn (x a) konvergen jika limit berikut konvergen dan
n=0

jan+1 (x)j
lim <1
n!1 jan (x)j
dan divergen bila limn!1 jajan+1 (x)j
n (x)j
> 1:
Misalkan limit berikut ada
jcn+1 j
lim = ; suatu 2 R:
n!1 jcn j
Maka
n+1
jan+1 (x)j cn+1 (x a) jcn+1 j jx
n+1
aj jcn+1 j
lim = lim n = lim n = lim jx aj = jx aj
n!1 jan (x)j n!1 jcn (x a) j n!1 jcn j jx aj n!1 jcn j
Dengan demikian, jika 6= 0;

1

terdapat R. a + R) berpusat di a dan radius R dimana deret pangkat konvergen mutlak. [a R. juga divergen. yaitu x = 5 atau x = 1. 1) [ (5. maka deret pangkat konvergen hanya untuk x = a: 1 X 1 X n n Theorem 3 Untuk tiap deret pangkat cn (x a) . a + R) . dengan 0 < R < 1. fag . adi. Jika jx 3j > 2. Jika R = 0. (a R. 5) : n=0 1 X 1 n n 2 (x 3) divergen. ( 1. maka himpunan kekonvergenan setiap deret selalu berbentuk salah satu selang: 1. maka n=0 jcn+1 j 1 limn!1 jcn j = R: Sebagai akibat dari teorema diatas. sehingga cn (x a) n=0 n=0 1 X n jcn+1 j konvergen untuk jx aj < R dan cn (x a) divergen untuk jx aj > R: Jika limn!1 jcn j ada. Dapat dibuktikan. 1 X X1 X1 1 n n 1 n n n Untuk x = 5: 2 (x 3) = 2 2 = ( 1) . jika jx 3j > 2 atau jika x 2 ( 1. 2. n=0 1 X 1 n n 2 (x 3) konvergen. [a R. maka n=0 1 X 1 1 n 2 jx 3j > 1 sehingga 2 (x 3) divergen. (a R. sekalipun limn!1 jcjcn+1 nj j divergen. 1) : n=0 Untuk jx3j = 2. n=0 n=0 n=0 2 . 1) yaitu seluruh bilangan real. kekonvergenan harus diperiksa secara tersendiri. maka 2 jx 3j < 1 sehingga 2 (x 3) konvergen mutlak. atau 3. 0 R 1. terdapat interval ( R + a. jika jx 3j < 2 atau jika x 2 (1. a + R] . divergen. dan n=0 1 X n cn (x a) divergen jika jx aj > 1 atau jx aj > 1 : n=0 1 Nilai disebut radius kekonvergenan. n=0 n=0 n=0 X1 X1 1 X 1 n n 1 n n Untuk x = 1: 2 (x 3) = 2 ( 2) = 1. a + R) . Contoh Tentukan selang kekonvergenan deret pangkat 1 1 2 1 3 1 (x 3) + (x 3) (x 3) + : 2 4 8 1 n n Bentuk suku ke-n adalah 2 (x 3) : Maka 1 n+1 n+1 1 n+1 2 (x 3) jx n+1 3j 1 2 lim 1 n n = lim 1 n n = jx 3j : n!1 2 (x 3) n!1 2 jx 3j 2 1 X 1 1 n n Jika jx 3j < 2. 1 X n cn (x a) konvergen jika jx aj < 1 atau jx aj < 1 . a + R] .

dan j10 3j = 7. [ 1. 7) . 1) : Karena 7 2 ( 1. 7) . 5) : 1 X n(2x+3)n Contoh Tentukan selang kekonvergenan deret 4n : Misalkan n=0 n 3 n 3 n n (2x + 3) n2n x + 2 n x+ 2 an (x) = = = 4n 4n 2n Jadi. Karena konvergen j 1 3j = 4. 1) . 3 + 4) = [ 1. 4) [ [10. 7) I Karena 6 2 [ 1. 1 : Kita perlu memeriksa kekonvergenan di ujung- 7 1 ujung selang . maka interval kekonvergen memuat interval [ 1. maka deret akan divergen pada selang ( 1. 1) = ( 1. 2 [ 2 . 1 3 3 deret konvergen jika 2 x+ 2 < 1 atau x + 2 < 2 dan 1 3 3 divergen jika 2 x+ 2 > 1 atau x + 2 >2 Dengan demikian radius kekonvegenan adalah 2 dan pusat deret adalah 23 yaitu 3 2 2. 2 : n=0 1 X n Contoh Misalkan diketahui bahwa deret cn (x 3) konvergen pada x = 1 dan divergen pada x = 10: n=0 Tentukan kekonvergen deret pada x = 6 dan x = 7 Misakan I adalah interval kekonvergen dari deret. 2 2 : Perhatikan Untuk x = 72 . interval kekonvergenan deret 2n adalah 2. 10) : 3 . deret divergen pada x = 7: [ 1. X1 7 3 n X1 n X1 n 2 + 2 n ( 2) n n = n = ( 1) n jelas divergen. n=0 2 n=0 2 n=0 Untuk x = 21 : 1 X 1 3 n X1 n X1 n 2 + 2 n (2) = = n jelas divergen. deret konvergen pada x = 6 Sedangkan karena deret divergen pada x = 10. 2 : Selain itu deret divergen pada 1. 7) I [ 4. 32 + 2 = 7 1 7 1 2 . 4) [ [10. 3 7) [ [10. X1 n X1 3 n n (2x + 3) n x+ 2 n = n=0 4 n=0 2n Maka n+1 (n+1)(x+ 32 ) n+1 jan+1 (x)j 2n+1 (n + 1) 2n x + 23 lim = lim = lim n n!1 jan (x)j n!1 n(x+ 32 ) n n!1 n 2n+1 x + 32 2n n+1 1 3 n+1 1 3 1 3 = lim x+ = lim x+ = x+ : n!1 n 2 2 n!1 n 2 2 2 2 Maka. 1 X 1 n n Maka himpunan kekonvergenan dari deret pangkat 2 (x 3) adalah himpunan semua x sehingga n=0 jx 3j < 2 atau interval (1. n=0 2n n=0 2n n=0 1 X n n(x+ 32 ) 7 1 Maka.

Sebagai contoh. 4) n=1 X1 ( 1)n x2n 22n (n!)2 R=1 ( 1. 1) n=0 Operasi pada Deret Pangkat 1 X n Misalkan J adalah selang kekonvergenan deret pangkat cn (x a) : Maka untuk tiap x ^ 2 J. Mis- 1 X n alnya dn (x a) adalah deret pangkat dengan interval kekonvergenan J membangkitkan sebuah fungsi n=0 g (x) dengan domain J: Kita tertarik misalnya pada interval kekonvergenan dan fungsi yang dibangkitkan deret pangkat X1 X1 X1 n cn n+1 n cn (x a) . kita melihat n=0 1 X n bagaimana sebuah deret pangkat cn (x a) membangkitkan sebuah fungsi f (x) dengan domain J: Hal n=0 ini dapat disingkat sebagai 1 X n f (x) = cn (x a) . x2 x3 x4 x5 x6 x7 x2 x4 x6 x3 x5 x7 1+x + + ++ = 1 + + + x + + 2! 3! 4! 5! 6! 7! 2! 4! 6! 3! 5! 7! Karena 1 X 1 X n+1 n sin x = ( 1) x2n+1 dan cos x = ( 1) x2n n=0 n=0 maka f (x) = sin x + cos x. karena n=0 1 X n konvergen di x ^. 1) : 1 x n=0 Kita akan melihat beberapa operasi yang dapat dilakukan pada satu atau dua deret pangkat dan bagaimana menentukan interval kekonvergenan dan fungsi yang dibangkitkan deret pangkat baru. deret di atas adalah jumlah dari dua deret. x2 x3 x4 x5 x6 x7 sin x + cos x = 1 + x + + ++ : 2! 3! 4! 5! 6! 7! 4 . untuk tiap x 2 ( 1. (x a) . 1) n=0 X1 n!xn R=0 f0g n=0 X1 (x 3)n n R=1 [2. maka cn (^ x a) adalah sebuah bilangan real. maka kita dapat menentukan f (x) : Dalam hal ini. Deret Radius Kekonvegenan Interval Kekonvergenan 1 X xn R=1 ( 1. dan (cn + dn ) (x a) : n=0 n=0 n + 1 n=0 Masalah yang lebih sering ditemukan adalah kebalikannya. Dengan lain perkataan. untuk tiap x 2 J: n=0 Sebagai contoh. kita ingin menentukan fungsi f (x) yang dibangkitkan oleh deret pangkat x2 x3 x4 x5 x6 x7 1+x + + ++ : 2! 3! 4! 5! 6! 7! Jika kita dapat menuliskannya sebagai hasil operasi atas satu atau lebih deret pangkat yang telah diketahui fungsi-fungsi yang dibangkitkannya. 1 X 1 = xn .

1 X 1 X n Theorem 6 Jika cn xn konvergen mutlak untuk jxj < R dan f kontinu. Z x X1 Z x X1 n 1 n 2n ( 1) 2n+1 x3 x5 x7 tan 1 x = 2 dt = ( 1) x dx = x =x + + 0 1+t n=0 0 n=0 2n + 1 3 5 7 untuk jxj < 1: Operasi Aljabar 1 X 1 X n n Theorem 7 Misalkan f (x) = cn (x a) dan g (x) = dn (x a) pada selang berpusat di a dan n=0 n=0 radius kekonvergenan R > 0: Maka. jika jxj < 1: 1 x n=0 1 X 1 1 = 1 + 2x + 4x2 + 8x3 + = 2n xn . n=0 X1 X1 d n n 1 f 0 (x) = (cn (x a) ) = cn n (x a) = c1 + 2c2 x + 3c3 x2 + n=0 dx n=1 Z x X1 Z x X1 n cn n+1 1 1 f (t) dt = cn (t a) dt = (x a) = c0 x + c1 x2 + c2 x3 + 0 n=0 0 n=0 n+1 2 3 Z 1 1 f (t) dt = C + c0 x + c1 x2 + c2 x3 + 2 3 Problem 5 Beri penjelasan mengapa interval konvergensi tidak berubah. maka cn (f (x)) juga kon- n=0 n=0 vergen untuk jf (x)j < R: 1 X 1 X 1 n Contoh Untuk tiap x. Contoh Diketahui 1 X 1 = 1 + x + x2 + x3 + = xn . deret 1 X n (cn + dn ) (x a) = f (x) + g (x) n=0 X1 n (cn + dn ) (x a) = f (x) g (x) n=0 0 1 1 X Xn @ A (x n cj dn j a) = f (x) g (x) n=0 j=0 pada interval yang sama. jxj < 1. jika jxj < : 1 2x n=0 2 5 .Operasi Kalkulus Theorem 4 (Turunan dan Integral suku demi suku) Misalkan f (x) adalah fungsi yang dibangkitkan 1 X n oleh cn (x a) pada selang dengan radius kekonvergenan R > 0: Maka untuk tiap x 2 (a R. 1 + x2 1 ( x2 ) Karena x2 = x2 : Maka syaratnya adalah jxj < 1: Dengan demikian. x2 < 1. deret pangkat xn konvergen mutlak ke 1 x : Maka (2x) konvergen n=0 n=0 mutlak pada 1 12x untuk tiap x dengan j2xj < 1 atau jxj < 21 : Rx 1 Contoh Diketahui bahwa tan 1 x = 0 1+t 2 dt: Maka 1 1 = =1 x2 + x4 x6 + . a + R) .

Maka. 1 + x + x2 + x3 + 1 + 2x + 4x2 + 8x3 + = 1+(1 + 2) x+(1 + 2 + 4) x2 +(1 + 2 + 4 + 8) x3 + 1 X 1 1 d 1 1 Contoh Tentukan deret pangkat dari f (x) = (1 x)2 : Karena (1 x)2 = dx 1 x . Maka kita bisa mencoba n sehingga an < 10 10 : Ternyata 1 11 a6 = 1:5 10 (5 6 + 1) 25 6+1 Maka dapat dipilih s5 sebagai hampiran yang memenuhi syarat ketelitian di atas. untuk x5 < 1. Maka n=0 1 1 jS sn j < an+1 = = : (5 (n + 1) + 1) 25(n+1)+1 (5n + 6) 25n+6 1 10 Nilai n akan memenuhi (5n+6)25n+6 < 10 jika 25n+6 = 25n 64 > (5n + 6) 1010 (5n + 6) 1010 25n > = (5n + 6) 56 104 64 Jelas sulit untuk menyelesaikan pertidaksamaan di atas. 1 1 1 + (1 + 2) x + (1 + 2 + 4) x2 + (1 + 2 + 4 + 8) x3 + = 1 x 1 2x 0 1 X1 Xn @ 1 1 1 2j 1 A xn = = n=0 j=1 1 x 1 2x 2x2 3x + 1 1 untuk tiap jxj < 2 Jadi. dan 1 x = xn untuk n=0 jxj < 1. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 s5 = 6 + 11 16 + 2 62 11 2 16 2 21 221 26 226 0:497 439 290 996 972 Titik tengah js5 + s6 j js5 + s5 + a6 j ja6 j = = js5 j + 2 2 2 6 . Kita ketahui bahwa (an ) monoton turun. untuk jxj < 1: (1 x) n=1 Rx dt 1 R 1 1 Contoh Misalkan S (x) = 0 1+t5 : Berikan hampiran S 2 = 2 0 1+x5 dx dengan ketelitian tak lebih dari 10 10 : 1 X 1 1 n = =1 x5 + x10 x15 + = ( 1) x5n . yaitu jxj < 1: 1 + x5 1 ( x5 ) n=0 Maka Z dx x6 x11 x16 = x + + 1 + x5 6 11 16 Z 1 X1 n 1 2 dx ( 1) 5n+1 2 1 1 1 1 1 1 1 = x = + + 0 1 + x5 n=0 5n + 1 0 2 6 26 11 211 16 216 1 X ( 1)n Misalkan S = (5n+1)25n+1 sebuah deret berganti tanda. seolah-olah kita mengalikan dua suku banyak. maka 1 X 1 2 = nxn 1 .

a6 memberi ketelitian yang lebih baik yaitu 2 . jxj < 1 1 x X1 xn x x2 x3 ex = =1+ + + + . jxj < 1 n=0 2n + 1 3 5 7 X1 n+1 n ( 1) x x2 x3 x4 ln (1 + x) = =x + + . semua x n=0 n! 1! 2! 3! X1 1 x2n+1 x3 x5 x7 tan x = =x + + . 1 1 31 231 S 0:497 439 290 996 972 + 0:497 439 291 004 483 2 dengan kesalahan tak lebih dari 1 1 ja6 j 31 231 12 = = 7: 510 665 924 318 38 10 : 2 2 Hasil sampai dengan 20 angka dibelakang koma dengan Maple adalah Z 1 2 1 dx = 0:49743929101160004317::: 0 1 + x5 j0:49743929101160004317 0:497 439 290 996 972 j = 1: 462 804 317 000 00 10 11 < 10 10 12 ja6 j j0:49743929101160004317 0:497 439 291 004 483j = 7:117 043 17 10 < 2 Beberapa Deret Pangkat Penting 1 = 1 + x + x2 + x3 + x4 + . jxj < 1 n=1 n 2 3 4 7 .