You are on page 1of 31

Kerangka Konseptual Audit Sektor Publik

Untuk Memenuhi Tugas Audit Sektor publik Dengan Dosen
Pengampu Triana Yuniati, SE.,MM.,Ak.,C.A

Disusun oleh Kelompok 3:

Garnis Andari 201510315113
Jennifer Sylvia 201510315085
Ni Made Yanita Ruslim 201510315028
Indah Pratiwi 201510315009

UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
BEKASI
2018

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat rahmat dan karunia-Nya penulis bisa menyelesaikan makalah yang
berjudul “Kerangka Konseprual Audit Sektor Publik”. Makalah ini dibuat untuk
memenuhi tugas Bank dan Lembaga Keuangan dengan dosen pengampu Triana
Yuniati, SE.,MM.,Ak.,C.A. Penulis berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan tugas ini. Kami menyadari tugas ini
masih jauh dari sempurna oleh sebab itu penulis meminta maaf apabila ada
kesalahan di dalam penulisan tugas ini. Penulis juga meminta kritik dan saran dari
pembaca agar penulis dapat membuat tugas yang lebih baik lagi di masa yang
akan datang.

Bekasi, 13 maret 2018

Penulis

2

DAFTAR ISI

JUDUL ……………….………………………...……………………….…....…. 1
KATA PENGANTAR ………..…………..…………………...………....…….. 2
DAFTAR ISI …………………………………………………………........…... 3
BAB I PENDAHULUAN …………………………….…………….…............. 4
1.1 Latar Belakang ….. ……….……..………….…….…………………............ 4
1.2 Rumusan Masalah ………....…………………..………..……...................... 5
1.3 Tujuan Penelitian ……………………………….……………………........... 5
1.4 Manfaat Penelitian ……..…………...………….……………..……….......... 5
BAB II PEMBAHASAN…………………………...…………………..…......... 6
2.1 Kebijakan Dan Prosedur Pengendalian Kualias Audit …………….............. 6
2.2 Keberadaan dan Peran Komite Audit ………………...………….….........… 9
2.3 Pengujian Audit Sektor Publik ...................………..……….…...…........... 12
2.3.1 Term of reference ................................................................................ 12
2.3.2 Investigasi .......................................................................................... 14
2.3.3 Pelaporan ........................................................................................... 16
2.4 Akun dan Asersi Pengujian Audit Sektor Publik ………………….….......... 18
2.4.1 Akun Pendapatan ................................................................................ 18
2.4.2 Akun Belanja ..................................................................................... 19
2.4.3 Akun Aktiva Tetap ............................................................................ 12
2.4.4 Akun Jasa Personalia ......................................................................... 23
2.4.5 Akun Pembiayaan (Investasi) ............................................................. 24
2.4.6 Akun Saldo Kas ................................................................................ 24
2.5 Siklus Audit Sektor Publik ………..…………………………..….…........... 25
2.5.1 Survei Awal Karakter Industri/Bidang/Organisasi Yang Akan Diaudit .... 25
2.5.2 Pembuatan Program dan penerbitan Surat Tugas Audit Sektor Publik ...... 25
2.5.3 Pelaksanaan Audit Sektor Publik .......................................................... 25
2.5.4 Pembuatan Daftar Temuan .................................................................. 26
2.5.5 Komunikasi Temuan dan Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan .. 26
2.5.6 Penerbitan dan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan ......... 26

3

.............................2 Saran .........….....1 Kesimpulan …………...... 27 3.......….....….......................BAB III KESIMPULAN DAN SARAN …………….….............. 27 DAFTAR PUSTAKA ......... 27 3.......................... 28 4 ....………......……........................………………..................……........................……........................

Penyusunan standar pemeriksaan memerlukan acuan dan dasar berupa Kerangka Konseptual Pemeriksaan. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang melaksanakan audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu. pemeriksaan kinerja. Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). standar pelaksanaan. serta akuntan publik yang melaksanakan pemeriksaan keuangan negara berdasarkan ketentuan undang-undang. Pemeriksa. dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. penyusun standar pemeriksaan. dan standar pelaporan yang wajib dipedomani oleh BPK dan/atau Pemeriksa. dibentuk satu BPK yang bebas dan mandiri. BPK melaksanakan Pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan. 5 . taat pada peraturan perundang- undangan. dan pengguna Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dan pihak-pihak lain yang terkait dengan standar pemeriksaan dan/atau pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. ekonomis. Pengembangan kerangka konseptual ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kerangka konseptual yang digunakan dalam penyusunan standar pemeriksaan internasional yang relevan. Pemeriksaan BPK meliputi pemeriksaan keuangan.1 Latar Belakang Keuangan Negara merupakan salah satu unsur pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Keuangan Negara wajib dikelola secara tertib. Konseptual bertujuan sebagai acuan dan dasar bagi BPK. BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk mencapai tujuan bernegara. efisien. efektif. transparan. Standar pemeriksaan merupakan patokan untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang meliputi standar umum.

Bagimana pengujian audit sektor publik? 4. 6 . Dalam hal terdapat permasalahan yang belum diatur dalam standar pemeriksaan. Bagaimana kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas audit? 2. 1. Untuk mengetahui dan memahami keberadaan dan peran komite audit 3. Untuk mengetahui dan memahami siklus audit sekor publik 1. Kerangka Konseptual menjadi acuan bagi pengembangan standar pemeriksaan. Untuk mengetahui dan memahami akun dan asersi pengujian audit sektor publik 5. maka Pemeriksaan mengacu kepada Kerangka Konseptual. Kerangka Konseptual bukan merupakan standar dan/atau prosedur pemeriksaan.3 Tujuan Penelitian 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagimana akun dan asersi pengujian audit sektor publik? 5. Untuk mengetahui dan memahami kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas audit 2. Baimana siklus audit sektor publik? 1.4 Manfat Penelitian Manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah supaya pembaca dapat mengetahui bagaimana Kerangka Konseprual Audit Sektor Publik di Indonesia. Bagaimana keberadaan dan peran komite audit? 3. Untuk mengatahui dan memahami pengujian audit sektor publik 4.

lembaga audit harus berlaku untuk memenuhi metodologi audit dan praktik dengan kualitas terbaik. Sebagai contoh di Indonesia. tidak terganggu oleh kurangnya kepatuhan terhadap standar oleh personil atau ahli dari luar.kelemahan pengendalian. prosedur perencanaan.1 KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENGENDALIAN KUALIAS AUDIT Terkait pembahasan bab ini bahwa pengendalian kualitas di sini yang di maksud adalah kualitas audit sektor publik. bahwa karena tugas dan tanggung jawab lembaga audit tertinggi adalah penting untuk konsep akuntabilitas publik. metodologi dan pengawasan. Dalam pelaksanaan audit terdapat standar yang dibuat sebagai pengendali berjalannya proses audit. Apabila lembaga audit dalam melaksanakan fungsinya perlu nasihat dari spesialis eksternal. Tugas merumuskan prosedur untuk mengamankan pelaksanaan yang efektif dari tanggung jawab untuk laporan audit. kekurangan dlam pencatat. standar pengendalian mutu atau kualitas Kantor Akuntan Publik (KAP) memberikan panduan bagi Kantor Akuntan Publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oelh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang di terbitkan oleh Dewan Standar 7 . standar untuk penerapan tesebut memiliki dasar pada pemeliharaan kualitas kinerja. Berdasarkan General Standards Government Auditing and Standards with Ethical Significance (INTOSAI). pengeluaran yang tidak benar atau melanggar hukum. pemborosan. BAB II PEMBAHASAN 2. operasi tidak sah. kesalahan dan transaksi yang tidak biasa atau hasil yang bisa menjadi indikasi penipuan. Auditor harus waspada untuk situasi. inefisiensi atau kurangnya kejujuran. Kinerja dan penerapan keterampilan teknis harus berkualitas sesuai dengan kompleksitas aduit tertentu.

Unsure-unsur pengendalian mutu yang harus diterapkan oleh setiap KAP pada semua jenis jasa audi. Meyakinkan bahwa semua orang yang di pekerjakan memiliki karakteristik semestinya.Profesional Akuntan Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI) dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publikyang diterbitkan oleh IAPI. sehingga memungkinkan mereka melakukan penugasan secara kompeten.  Pemekerjaan (hiring). Meyakinkan bahwa setiap personal memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawabnya.  Penerimaan dan keberlanjutan klien. atestasi dan konsultansi meliputi:  Independensi. kompetensi. Pendidikan profesional berkelanjutan dan pelatihan merupakan wahana bagi KAP untuk memberikan pengetahuan memadai bagi personelnya untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP. Meyakinkan bahwa semua personel yang terseleksi untuk promosi memiliki kualifikasi seperti yang disyaratakan untuk tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. Meyakinkan bahwa pelaksanaan perikatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh KAP.  Penugasan personel. dan wewenang memadai. Menentukan apakah perikatan dari klien akan di terima atau dilanjutkan untuk meminimumkan kemungkinan terjadinya hubungan dengan klien yang manajemennya 8 . Meyakinkan bahwa perikatan akan dilaksanakan oleh staf profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan keahlian teknis untuk perikatan dimaksud. Meyakinkan semua personel pada setiap tingkat organisasi harus mempertahankan independensi.  Supervisi.  Promosi (advancement).  Konsultasi.  Pengembangan profesioanl. Meyakinkan bahwa personel akan memperoleh informasi memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengatahuan. pertimbagan (judgement).

independensi. 4.  Inspeksi. Lingkup Kerja. 3. Komite Audit seharusnya memiliki campuran keterampilan yang tepat untuk memungkinkan untuk melaksanakan fungsi secara keseluruhan. objektivitas dan pemahaman. 2. tidak memiliki integritas berdasarkan pada prinisip pertimbangan kehati- hatian (prudence). serta mengkaji keandalan dan integritas jaminan.2 KEBERADAAN DAN PERAN KOMITE AUDIT Komite Audit harus mendukung tujuan organisasi. Berikut adalah prinsip penerapan komite audit yang baik (Sumber: National Audit Office Online). Keanggotaan. 2. Peran Komite Audit. dan mencakup semua kebutuhan jaminan dari Dewan dan 9 . 1. Lingkup kerja Komite Audit harus didefinisikan dalam ketentuan atas Referensi. Bagian akuntansi di dalam organisasi dengan mengkaji kelengkapan bukti dalam rangka memenuhi kebutuhan keandalan dan integritas dari bukti-bukti yang ada. Ketrampilan. Komite Audit harus mendukung Dewan dan Pemimpin Bagian Akuntansi dengan meninjau kelengkapan jaminan dalam memenuhi kebutuhan Dewan dan Pegawai Bagian Akuntansi. Meyakinkan bahwa prosedur yang berhubungan dengan unsure- unsur lain pengendalian mutu telah diterapkan dengan efektif. Komite Audit harus independen dan objektif. di samping setiap anggota harus memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan dan prioritas organisasi dan peran mereka sebagian anggota Komite Audit.

Jaminan adalah kunci untuk mengatasi hal tersebut. Auditor Eksternal. c. Dewan Audit memiliki banyak masalah. dan kemudian menyarankan pada seberapa baik jaminan yang diterima benar-benar memenuhi kebutuhan jaminan. Pimpinan Bagian Akuntansi. Komite Audit harus dipastikan memiliki komunikasi yang efektif dengan Dewan. 10 . tata kelola organisasi. peran Komite Audit dapat disebutkan sebagai berikut (Sumber: National Audit Office Online). Komite Audit dapat membantu Dewan untuk merumuskan kebutuhan jaminan. tata kelola dan pengendalian internal berfungsi secara efektif dan sama pentingnya dengan aspek yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki pelaksanaan audit. Komite Audit harus memiliki keterlibatan tertentu dengan perkerjaan Audit Internal. Jaminan pada aspek manajemen risiko. Komunikasi. dan isu-isu Pelaporan Keungan. Secara lebih terinci. dan pemangku kepentingan lainnya. Jaminan adalah pendapat yang dievaluasi berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dari review. manajemen risiko dan kerangka pengendalian internal. Dalam hal ini. salah satu tantangan meraka dan anggota mereka adalah mengetahui apakah mereka memperhatikan isu-isu yang tepat. 5. 1) Mendukung Dewan Audit a. Jaminan membantu Dewan untuk menilai fokus dari isu-isu yang penting-penting dalam kaitannya untuk mencapai tujuan organisasi dan apakah pengguaan terbaik adalah dari sumber daya. Kepala Audit internal. pekerjaan Auditor Eksternal. Perumusan kebutuhan jaminan adalah kunci untuk menentukan sumber daya yang perlu didedikasikan untuk pengiriman jaminan. b.

signifikasi dan masalah pengendalian yang tidak menjadi sasaran review yang cukup. Pemberian jaminan kepala Dewan harus ditinjau oleh Komite Audit. Tujuan menyeluruhan dari Komite Audit adalah memberi masukan kepada Dewan agar senantiasa membuat keputusan yang relevan. dan  Tingkat kepercayaan yang diperlukan dalam jaminan. Hal ini menambah nilai dan kegunaan jaminan dapat keyakinan meningkatkan kehandalan mereka. Elemen-elemen kunci dari kebutuhan jaminan meliputi. e. d. dalam organisasi. Komite Audit juga harus proaktif dalam jaminan pekerjaan jika mengidentifikasi risiko pemerintahan. Peran yang tepat dari Komite Audit akan tergantung pada keadaan tertentu organisasi.  Sejauh mana Dewan ingin menempatkan jaminan manajemen yang sedang berlangsung. dan dalam mencari jaminan bahwa kelemahan yang diidentifikasi melalui ulusan yang telah dilakukan agar benar- benar diperbaiki. termasuk sejauh mana berbagai penyedia jaminan dapat diandalkan oleh internal audit dalam pengendalian dan tata kelola sesuai dengan Standar Audit Internal Pemerintah. 11 . misalnya inspeksi atau kepatuhan tim yang memberikan review berkelanjutan bidang tertentu dan disebut dengan pengendalian.  Sejauh mana Dewan ingin menempatkan jaminan manajemen periodik (misalnya laporan pelayanan untuk mendukung akuntabilitas dan peloporan akhir tahun ).

Komite Audit harus memiliki wewenang yang tepat untuk meminta setiap anggota organisasi baik untuk: menghadiri pertemuan Komite Audit. yakni konsep teori dan konsep proses. Komite Audit akan memerlukan akses ke pendanaan untuk menutupi biaya yang dikeluarkan dalam memenuhi perannya. kategori teori konsep lebih jauh akan dibahas sebagai kerangka konseptual audit sektor publik.3. dan (jika disetujui sesuai dalam organisasi memberikan review eksternal terhadap efektif Komite Audit). Komite Audit harus diberikan Term of Reference resmi oleh Dewan. atau memberikan informasi untuk membantu Komite Audit dalam memenuhi perannya menasihati Dewan. b. 2. c. yaitu: 12 . Ini harus ditinjau secara teratur dan pada gilirannya harus mewajibkan Komite Audit secara teratur meninjau keefektifan sendiri.1 Term of Reference Face acuan (reference) terdiri dari tujuh konsep. 2. Dana tersebut harus cukup untuk: memadai memenuhi remunerasi dan biaya kerja anggotanya: memadai memenuhi kebutuhan pelatihan yang relevan dari para anggotanya: menyediakan saran spesialis (eksternal) atau pendapat ketika diperlukan. investigasi dan peloparan. 2) Kerangka acuan a. yakni term of reference. Konsep dibagi menjadi tiga fase.3 PENGUJIAN AUDIT SEKTOR PUBLIK Teori dan konsep terkait pengujian audit sektor publik dibagi menjadi dua kategori. Dalam bab ini.

dan tujuan discretionary dalam menyediakan rekomendasi melalui pengendalian internal/manajemen setelahnya. Kriteria Kriteria pelaporan keuangan dicirikan sebagai empat konsep dalam aturan term of reference. Akuntabilitas Konsep ketiga menetapkan istilah akuntabilitas acuan secara eksplisit uuntuk hubungan klien atau audite. di mana meminta seluruh aktivitas keuangan untuk dibukukan. Keterkaitan Dengan Perencanaan. Dan Pengendalian manajemen Konsep kedua mencerminkan hubungan antara audit internal dan eksternal. 5. Nilai Sosial Konsep pertama mencerminkan akar audit bukti dalam nilai sosial yang menganggap penting konsistensi dan integritas dalam persiapan dan penyajian laporan keuangan.1. 3. Lingkup Investigasi Akuntabilitas term of reference dan terkait kriteria yang dapat dikelompokan sebagai lingkup audit. Anggaran. Tujuan Aturan tujuan audit mengikuti secara langsung dari lingkup dan termasuk tujuan wajib untuk menyatakan opini laporan keuangan. 6. 4. 13 . penganggaran dan pengendalian manajemen. dengan komponen lain siklus manajemen: perencanaan. 2. dan hal ini didentifikasikan sebagai konsep kelima dalam konsep ini. dan disajikan dalam bentuk laporan keuangan dengan menggukan kriteria yang telah ditetapkan yakni Prinsip Akuntansi Berterima Umum.

yakni: pertama. Kedua. aturan standar pelaporan menyediakan dasar konsep terkait konsep pelaporan informasi pada fase pelaporan. James (1988) ada pada 9 konsep dan konsep kesepuluh berikut yang menghubungkan dari fase investigasi kepada fase pelaporan. 7. Batasan-Batasan Konsep ketujuh adalah aturan batasan-batasan dari sebagai macam subjek audit.3. standar umum menyediakan dasar konsep yang sudah teridentifikasi terkait kapasitas dan perilaku auditor dalam pengumpulan informasi dan kegiatan evaluasi dalam fase investigasi dan kegiatan pelaporan informasi pada fase pelaporan. dan kelayakan praktik (practise feasibility). serta aturan konsep terkait kapasitas dan tingkah laku auditor dalam tahapan fase investigasi dan pelaporan. Aturan konsep informasi pada fase investigasi teridentifikasidalam fase investigasi audit menurut Cutt. yang diterjemahkan dengan khusus pada audit bukti sebagai Standar Audit Berterima Umum (Generally Accepted Auditing Standar/GAAS). yang ditetapkan lingkungan pragmatis di mana audit bukti dilakukan ketetapkan waktu (timeliness). aturan standar pengujian menyediakan dasar konsep terkait pengumpulan informasi dan kegiatan aktivitas pada fase investigasi.2 Investigasi Konsep dasar mengidentifikasikan bahwa face investigasi dan pelaporan berada dalam Uniform Rules of Profesional Conduct. Batasan yang dapat didentifikasi temasuk batasan dalam Undang-Undang dan kontrak. afektivitas biaya (cost effectiveness). 14 . Ketiga. Tiga tipe standar dalam Standar Audit Berterima Umum berperan dalam kerangka konsep ini. 2. Perbedaan antara aturan konsep terkait pengumpulan informasi dan evaluasi pada fase investigasi dan pelaporan informasi pada fase pelaporan.

1. 15 . Verifikasi Konsep keempat adalah konsep pengendalian pada fase investigasi dan teridentifikasi sebagai verifikasi (pengumpulan dan evaluasi buti audit dengan pandangan penyediaan opini audit). keduanya tentang pengendalian internal dan laporan keuangan. proses verifikasi di dalamnya termasuk konsep ketercakupan (sufficiency) dan kesesuian (approriateness) bukti. dengan asmsi pada aktivitas verifikasi ditemukan. Ketepatan (precision) dapat didefinisikan dalam istilah yang lebih luas yang memerlukan bukti yang persuasif daripada konklusif. 7. Kecukupan (kuantitas) Kecukupan atau kuantitas bukti terdapat dua konsep lainnya. 3. yakni ketepatan (precision) dan tingkat jaminan yang disediakan oleh auditor. 5. Asersi Selanjutnya asersi atau pernyataan. Lebih lanjut. Bukti Konsep ketiga ini mengidentifikasi hakikat dari sumber bukti 4. Kepercayaan Konsep kedua ini meminta adanya indentifikai auditor pengendalian internal organisasi di mana dia fokus dan dapat dipercaya dalam melaksanakan audit. auditor mencari untuk memverifikasi dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti. 2. Pengatahuan akan lembaga yang akan diaudit konsep pertama ini meminta auditor untuk mencapai kedekatan yang cukup dengan usaha klien dalam melakukan audit. Asumsi Konsep verifikasi terlihat terkait dengan konsep kelima dan keenam. namun dapat jugadidefinisikan terutama pada konsep tambahan dari metrialitas. 6.

meminta auditor mengidentifikasi laporan keuangan yang trlah dilaporkan kepada negara yang pengujuannya dilakukan dengan mengacu standar audit berterima umum serta dilaksanakan melalui tes dan prosedur tertentu 16 . Tipe Laporan Kategori pertama terkait dengan berbagai tipe laporan keuangan yang ada 2. Metode Metode atau teknik yag digunakan oleh auditor dalam mngumpulkan dan mengevaluasi bukti didefinisikan sebagai konsep terpisah.3.3 Pelaporan Konsep terkait informasi dalam fase pelaporan terbagi ke dala ketgori. Kelayakan (Cerminan Batasan Umum dan Penyediaan Mata Rantai Pelaporan) konsep terkahir terkait infprmasi dalam fase investigasi audit adlah kelayakan. 8. Sedangkan tingkat jaminan yang disediakan oleh auditor didefinisikan dlam istlah konsep risiko dalam bentik variatif. Penyesuaian (kualitas) Penyesuaian atau kualitas bukti audit didefinisikan dalam istilah lebih lanjut sebagi ketertarikan (relevance) dan keandalan (reliability). kemudian terbagi kedalam metode pemenuhan (compliance methods) dna metode substantif (substantive methods) 10. 9. mencerminkan secara khusus dalam standar pengujian ketuga yang meminta auditor mempunyai cukup bukti yang layak untuk menyediakan dasar layak dalam isi laporan. yaitu : 1. 2. Lingkup Laporan Kategori kedua aalah linfkup laporan audit.

2) The Behavioral Concept of Due Care. Konsep inni terkait dengan kapasitas dan perilaku auditor.3. Pandangan umu tentang kewajaran adalah pelaksanaan yang sesuai dengan penilaian profesional yang sesuai dengan prinsip akutansi berterima umum. Konsep terpenting dalam kewajaran adalah ditemukan hubungan denga opini audit. 17 . Opini Konsep ketiga terkait opini auditor yaitu permintaan auditor yang menggambarkan apakah informau laporan disajikan dengan secara wajar sesuai dengan dasar pengungkapan akuntansi dan apakah penerapan dasar akuntansi telah konsisten dengan periode terdahulu. Pengendalian Internal/Manajemen Konsep kelima terkait dengan kebebasan menentukan tujuan ats rekomendasi yang diberikan untuk perbaikan pengendalian internal. Tindak Lanjut Audit Konsep terakhir adalah terkait dengan pernyataan bagaimana tindak lanjut audit. Konsep-konsep kelayakan dan keajaran mengacu pada informasi pada fase investigasi dan bayanagn pada fase pelaporan audit selanjutnya yang berdasarkan pada akar standar umum. evaluasi dan pelaporan akan dapat dilkukan oleh auditor yang mempunyai karakteristik: 1) Kompete. dapat dicapai dengan pelatihan terkait. 5. Reservasi konsep keempat mengidentifikasi beragam bentuk reservasi yang dapat digunaan auditor dalam laporan audit. 3) Terkait dengan konsep perilaku objektivitas-penilian mandiri. dan operasionalisasi standar umum yang terdiri dari kegiatan pengumpulan informasi. Dapat dilihat dengan jelas dalam literatur yang terkait dengan legal liability. 4. 6.

dan lain-lain pendapatan asli daerah. 2.4 AKUN DAN ASERSI DALAM PENGUJIAN AUDIT SEKTOR PUBLIK 2. maka koreksi dilakukan atas salah saji yang ditemukan dalam pemeriksaan Transaksi-transaksi dalam siklus pendapatan ini sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan.1 AKUN PENDPATAN Tujuan adanya siklus pendapatkan adalah untk mengungkapkan ada tidaknya salah saji yangmaterial dalam pos pendapatan Organusasi. contohnya : pos pajak daeah. dana alokasi umum. Pemeriksaaan pendapatan Risiko bawaan siklus pendaptan pada banyak organisasi sektr publik. adalah tinggi. Periksaan atas siklus pendapatan mencangkup pemeriksaan atas : 1) Pendapatan organisasi. dana alokasi khusus. 4) Konsep perilaku terkait penilaian profesional. bagian laba usaha daerah. Dana Transfer dan lainlainpendaptan yang sah. antara lain: 18 . Ada berbagai faktor yang menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus pendapatan ini. Kesaahan dalam membedakan pendapatan yang dierima secara tunai dan pendapatan yang diterima secara kredit (piutang) akan menyebabkan laporan keuangan yang salah saji. dan dapat juga termasuk konsep perilaku tambahan dari reasonable scepticism. retribusi laba. 2) Dana perimbangan mencakup atas bagi hasil pajak bukan pajak.4. dan dana perimbangan dari pusat. 3) Pendaptan lain-lain yang sah sesuai dengan lingkup pemeriksaan tersebut. tercermin dalam koonsep informasi yang layak dan tepat.

terdiri atas : 1) Kesalahan pembukuan (kekeliruan pencatatan) 2) Kesalahan pembebanan 3) Kesalahan dan pengurangan angka (aritmatika) 2. a. Tujuan audit ditentukan berdsar atas kelima kategori asersi laporan keuangan. c) Kesalahan pembukuan dan atau penyajian saldo akhir tahun anggaran/sisa perhitungan anggaran thun anggaran perhitungan. dan belanja modal/pembangunan. Tujuan audit sikulus belanja adalah untuk memperoleh bukti mengenai masing-masing divisi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo siklus belanja. b) Kesalahan pembukuan dan atau penyajian pendapatan daerah.4. Semakin tinggi volume transaksi. masalah akuntansi yang berkembang perlu diperhitungkan Jenis koreksi pembukuan yang harus dikoreksi atas pendaptan adalah: a) Kesalahan pembukuan dan atau penyajian saldo awal tahun anggaran perhitungan/sisa anggaran tahun lalu. yakni : 19 . semakin tinggi kemungkinan kesalahanpencatatan transaksi tersebut.2 AKUN BELANJA Audit terhadap siklus organisasi sektor publik terdiri dari auditor terhadap belanja aparat/pegawai/SDM dan belanja pelayanan publik. belanja operasi dan pemeliharaan. Belanja aparat dan belanja pelayanan publik terdiri dari belanja adminitrasi umum. Disamping itu. Volume transaksi yang selalu tinggi b. Masalah akuntansi yang berkembang Tingginya volume transaksi. akan memperbesar kemungkinan terjadinya salah saji. e) Kesalahanyang wajib dikoreksi oleh auditor. d) Kesalahan penyajian dalam daftar lampiran erhitungan anggaran/sisa anggaran perhitungan.

Siklus ini dimulai dengan adanya permintaan pebelian dari berbagai unit kerja melaui pengajuan “Daftar Isian Anggaran” masing- masing unit kerja. Kesalahan dalam membedakan pengeluaran/belanja untuk belanja aparat/pegaai dan pengeluaran/belanja untuk pelayanan publik akan menyebabkan laporan keuangan yang salah saj. belanaj operasi dan peeliharaan dan belanja mosal/pembangunan dapat material secara individual. Ada berbagai faktor yang meyebabkan tingginya risiko bawaan sikulus belanja ini. belanja operasional seperti pengadaan barang invebtaris antor.1) Siklus belanja oprganisasi sektor publik mencakup berbagai proses dan keputusan untuk memperoleh barang dan jasa yang diperlukan salam pelaksanaan kegiatan organisasi sektor publik termauk di dalamnya unit- unit organisasi. ATK. auditor berusaha mencari untuk mencapai tingkat risiko yang lebih rendah yakni bahwa transaksi dalam pos belanja merupakan sumber salah saji material dalam laporan keuangan. Berbagai pos-pos rekening belanja adminitrasi umum. baik itu untuk belanja aparatur/pegawai maupun belanja pelayanan publik. Transaksi belanja yang dilakukan oleh organisasi sektor publik bisa dilakukan secara tunai maupun secara kredit (menimbulkan utang).i. Audit siklus belanja ini berkaitan dengan belanja pegawai. Jadi. belanja pemeliharaan dan pengeluaran kas. 2) Risiko bawan pos belanja organisasi sektor publik pada banyak organisasi adalah tinggi. Kedua kelompok transaksi ini memengaruhi berbagai rekening berikut. a) Kas b) Persediaan barang habis pakai c) Aktiva tetap d) Aktiva lain-lain e) Utang Transaksi-transaksi daalam siklus oprganisasi sektor publik ini sanagt berpengaruh terhadap laporan keuangan organisasi sektor publik. anatara lain: 20 .

penilaian dan pengalokasian yang berkaitan dengan transaksi dan rekening siklus belanja organisasi. a) Volume transaksi yang selalu tinggi. semakin tinggi kemungkinan juga bahwa organisasi sektor publik melakukan oebelian aset yang tidak perlu. Seperti siklus pendaptan. Ini signifikan mengurangi risiko pengendalian asersi keberadaan dan keterjadian. auditor dapat menggunakan kombinasi strategi risiko pengendalian yang ditetapkan lebih rendah dan pengujian subtantif. strategi audit yang sering dipakai adalah pendekatan tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan lebih rendah. maka auditor akan menguji efektivitas struktur pengendalian internal. 3) Tingginya volume transaksi akan memperbesar kemungkinan terjainya salah saji. pengujian pengendalian umumnya tidak mengurangi risiko pengendalian untuk asersi hak dan kewajiban. Masalah akuntansi mengenai penentuan ‘apakah harga perolehan aktiva dikapitalisasi atau dianggap sebagai biaya’ mengakibatkan tingginya kemungkinan kesalahan perlakuan pengeluaran kas. d) Masalah akuntansi yang berkembang. sangat baik dan dapat mencegah dan mendeteksi salah saji. Jadi. c) Pembelian aset yang tidak perlu. 21 . Semakin tinggi volume transakis. Jadi. 4) Tingginya risiko bawaan siklus belanja menyebakan banyak organisasi sektor publik memprioritaskan atau memperluas struktur pengendalian internal siklus belanja. Dengan demikian akan melaksanakan pengujian pengendalian. Dalam stretegi ini. kelengkapan. auditor lebih banyk mengandalkan pengujian pengendalian logika pempikiran yang mendasari penggunaan strategi ini adalah apabila auditor yakin bahwa struktur pengendalian internal klien. b) Pembelanjaan dan pengeluaran tanpa otorisasi yang dapat terjadi. untuk mencegah dan mendeteksi salah saji.

3 AKUN AKTIVA TETAP Aktiva tetap merupakan aset/harta yang dimiliki oleh organisasi sektor publik yang digunakan dalam kegiatan operasional organisasi dan tidak untuk dijual belikan serta digunakan lebig dari satu tahun (periode akuntansi) dengan maksud untuk mencapai tujuan orgnisasi. pengujian pengendalian tergantung pertimbangan manfaat biaya. seperti yang sudah disebutkan diatas. Audit atas aktiva tetap ini sangat penting karena aktiva tetap memiliki porsi terbesar sebagai aset/harta yang dimiliki oleh organisasi publik.4 AKUN JASA PERSONALIA Siklus jasa personalia sangat penting karena maslah gaji. Tujuan audit ditentukan berdasarkan atas kelima ketegori asersi laporan keuangan. Tujuan audit aktiva tetap adalah untuk memperoleh bukti tentang masing- masing asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo aktiva tetap. Audit atas aktiva tatap sangat penting karena biasanya aktiva tetapmerupakan aset daerah/kekayaan terbesar yang dimiliki oleh suatu organisasi sektor publik. Masalah berikutnya adalah bahwa aktiva tetap merupakan titik rawan terjadinya inrfisiensi dan pencurian. 2. Masalah berikutnya adalah penggajian pimpinan/eksekutif organisasi sektor publik dan pegawai pekerjaannya. Oleh karena itu. Auditor perlu mmbandingkan biaya dalam melakukan penngujian pengendalian internal dengan penghematan yang diperoleh dengan berkurangnya pengujian subtantif. 22 .4. 5) Faktor ini yang perlu dipertimbangkan dala memilih strategi audit adalh pertimbangan manfaat biaya. 2. pajak penghasilan pegawai dan biaya ketenagakerjaan lainnya merupakan komponen biaya utama hampir di semua entitas.4. perlakuan aktiva tetap organisasi sektor publik harus diperhatikan secara khusus.

sehingga sangat material dalam transaksi. tetapi tidak material bagi laporan surplus defisit organisasi sektor publik. 2. sehingga sangat berpengaruh bagi neraca. Dengan demikian. komisi. pada umumnya rendah karena transaksi yang jarang terjadi. tetapi pendapata atas investasi itu tidak selalu signifikan dengan hasil oprasi entittas. Disamping itu. Investasi jangka pendek mungkin sangat berpengaruh atas kemampuan membayar jangka pendek. Investasi surat berharga sebagai aktiva lancar merupakan investasi sementara yang bertujuan untuk memanfaatkan dana yang tidak dipergunakan dalam jangka pendek untuk memperoleh laba seperti capital gain. Transaksi utama siklus ini adalah transaksi gaji. surat berharga yang dipegang atau dipunyai sebagai investasi jangka pendek material bagi neraca. Surat berharga yang dipegang atau dipunyai sebagai investasi jangka panjang bisa jadi material baik bagi neraca maupun laporan surplus defisit. Pada umumnya efektif karena satu atau lebih pihak dari manajemen pemerintahan daerah berpartisipai dalam transaksi. pendapatan maupun kerugian akibat investasi jangka panjang terkadang bear nilainya. 23 .4. Jangka waktu onvestasi sementara tidak lebih dari satu periode akuntansu.Kompensasi tersebut meliputi gaji. insentif lembur. Risiko salsh saji pada transaksi penanaman investasi organisasi sektor publik. Di samping investasi sementara. dan berbagai bentuk tunjangan lainnya. investasi dapat dilakukan dalam bentuk penanaman modal dengan wujud surat berharga jngka panjang.5 AKUN PEMBIAYAAN (INVESTASI) Investasi ini pada i=umunya merupakan bagian dari strategi jangka panjang suatu organisasi sektor publik. Lebih dari itu pengendalian internal atas transaksi ini. Investasi surat berharga jangka panjang pada umumnya dilakukan dalam jumlah nilai rupiah yang besar. Investasi dalam surat berharga dapat berupa penanaman dalam surat berharga yang termasuk aktiva lancar maupun bukan aktiva lancar.

apabila frekuensi transaksi tinggi. siklus investasi. Investasi tersebut akan dapat menghasilkan pendapatan yang pada akhirnya akan menambah kas. auditor akan menghemat biaya bila memakai primary substantive apporoach atau pendekatan mengutamakan pengujian substantif. Asersi keberadaan dan kerterjadian  saldo kas tercatat bener-benr eksis pada tanggal neraca b. Sebaliknya.4. Entitas yang menanamkan investasi harus mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membeli saham atau surat berharga lain. Saldo kas meliputi kas ditangan atau disimpam dalam entitas kas di bank dan dana tertentu yang disishkan (seperti. dan siklus jasa personalia. dana kas kecil) Tujuan audit saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang masing- masing asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. a. Siklus investasi juga berkaitan erta dengan siklus kas.6 AKUN SALDO KAS Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kumulatif siklus belanja. Asersi kelengkapan  Saldo kas tercatat. meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah terjadi.  Transfer kas antar bank pada akhir tahun telah dicatat pada periode yang tepat 24 . 2. untuk menghimpun bukti yang mendukung. Tujuan audit ditentukan berdasarkan atas kelima kategori sersi laporan keuangan. Stategi audit sangat tergantung frekuensi transaksi penanaman investasi. Pengeluaran kas tersebut meliputi pula pengeluaran untuk memperoleh sumber daya manusia (suklus jasa personalia). maka auditor menghemat biaya kalau melakukan pengujian pengendalian. Entitas harus mengeluarkan kasnya untuk memperoleh berbagai sumber daya yang diperlukan organisasi sektor publik (siklus belanja). Bila frekuensinya rendah.

5.5.5. melalui 25 . d.langkah-langkah itu tertuang di dalam program audit. maka pihak organisasi sektor publik segera mengeluarkan tugas untuk lembaga pemeriksa (auditor) untuk melaksanakan audit. 2.5 SIKLUS AUDIT SEKTOR PUBLIK 2. Suatu program audit akan berisi:  Tujuan audit untuk setiap area.  Deskripsi mengenai kesalahan (error). 2. auditor harus menyusun langkah-langkah audit yang akan dilakukannya.3 Pelaksanaan Audit Sektor Publik Setelah mendapat surat tugas maka dimulailah salah satu tahapan dalam proses audit dimana auditor akan mengembangkan sutu program audit. Setelah program audit selesai dibuat. Asersi pelaporan dan pengungkapan  Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokkan secara tepat dalam neraca 2.2 Pembuatan Program Audit dan Penerbitan Surat Tugas Audit Untuk setoap area yang diaudit.  Prosedur audit yang akan dilakukan.  Sumber-sumber bukti audit. Asersi hak dan kewajiban  Saldo kas tercatat dapt direalisasi pada jumlah yang dinyatakan dalam neraca dan sesuai skedul pendukungnya. c.1 Survei Awal Karakter Industri/Bidang/Organisasi Yang Akan Diaudit Tahapan selanutnya dalam siklus audit sektor publik adalah survei awal terhadap karakter industri/organisasi yang akan diaudit.

Dalam tahapan ini.5.5. 2. auditor melakukan cross-check hasil temuannya dengan fakta yang terjadi di lapangan. Temuan-temuan tersebut kemudian didaftarkan sebagai bukti dalam penyampaian pendapat nantinya. kemudian auditor melakukan pembicaraan dengan pimpinan organiasi sektor publik. terkait temuan- temuan tersebut. 2.5.6 Penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut Temuan Laporan Hasil Pemeriksaan Berdasrkan temuan-temuan yang ada dilapangan.4 Pembuatan Daftar Temuan Setelah melakukan kegiatan pelaksanaan audit. Setelah hasil temuan auditor dibicarkan atau melakukan cross-check dengan pejabat organisasi sektor publik. auditor kemudian menyusun draf laporan hasil pemeriksaan. auditor biasanya mendapatkan termuan-temuan terkait dengan keuangan klie.keefktifitas sistem pengendlian internal organisasi. auditor melakukan tindak lanjut atau dengan kata lain memberikan rekomendasi perbaikan kepada organisasi sektor publik.5 Komunikasi Temuan dan Penyusunan Draf Laporan Hasil Pemeriksaan Berdasarkan temuan-temjan auditor di lapangan. Tahapan terkahir dari siklus audit keuangan adalah penerbitan laporan hasil pemeriksaan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap organisasi yang telah diaudit tersebut. dan melakukan pengujian- pengujian yang diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang memadai 2. 26 .

27 .1 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas.2 SARAN Dalam tersusunnya bentuk tugas makalah ini. maka penulis menyimpulkan bahwa kerangka konseptual pada akuntansi sangatlah penting. dapat memberikan gambaran dan menambah wawasan bagi kita tentang kerangka konseptyal audit sektor publik/komersialserta perkembangnnya dari waktu ke waktu. Lebih jauhnya penyusun berharap dengam memahami materi di makalah ini pembaca menjadi bertambah wawasannya dan dapat berdamak positif. BAB III PENUTUP 3. Dikarenakan kauntansi sektor publik memiliki banyak lingkup maka sbelumnya perlu unutk direncanakan dengan sebaiknya dengan adanya kerangka konseptual audit sektor publik maka kita dapat merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan pelaksanaan siklus audit sektor publik. 3.

DAFTAR PUSTAKA Bastian. Jakarta : Salemba Empat 28 . “Audit Sektor Publik”. 2004. Indra.

Lampiran 29 .

30 .

31 .