You are on page 1of 7

NAMA : APRIYANI JOIS SAMORI

NIM : 1761121092
KELAS : C3
MK : ANALISA STRUKTUR 1

PENERAPAN TEORI LUAS DIAGRAM PADA BALOK SENDI ROLL:


PERUBAHAN SUDUT DIATAS PERLETAKAN, LETAK LENDUTAN
AKIBAT BEBAN TITIK

TEORI MOMEN AREA

?
?
Teori Momen Area
“Perubahan sudut antara titik A dan B pada struktur melendut, atau kemiringan sudut pada titik B
terhadap kemiringan sudut pada titik A. Didapat dengan menjumlahkan luas diagram M/EI
dibawah kedua titik tersebut”.
𝑀
Persamaan dasar : dθ = 𝐸𝐼 dx
𝐵𝑀
Putaran sudut pada balok yang melentur : θ𝐵𝐴 = ∫𝐴 dx
𝐸𝐼

Teori momen area kedua :


“Lendutan pada titik B dari Struktur yang melendut dengan berpatokan pada garis tangent terhadap
titik A dari struktur didapat dengan menjumlahkan statis momen dari luas diagram M/EI di bawah
kedua titik tersebut”.
𝑀
Persamaan dasar d = 𝑥_ dx
𝐸𝐼
𝐵𝑀 _
Lendutan pada balok yang melentur∆𝐴𝐵 = ∫𝐴 dx
𝐸𝐼 𝑥

METODE INTEGRASI
Untuk putaran sudut (Sudut kemiringan)
𝑀 𝑀
Persamaan dasar : dθ = dx, diintegralkan   ∫ dx + C3
𝐸𝐼 𝐸𝐼

Untuk lendutan struktur : dy = θ dx , diintegralkan y   dx  C4


Secara Umum
a).

b).

c)

𝑑𝑣
= p ; ∫ 𝑝𝑑𝑥 + 𝐶1
𝑑𝑥

d)

𝑑𝑀
= V ; ∫ 𝑉𝑑𝑥 + 𝐶2
𝑑𝑥

e)

𝑑𝜃 𝑑𝑀 𝑀
= ;∫ 𝑑𝑥 + 𝐶3
𝑑𝑥 𝐸𝐼 𝐸𝐼
f).

𝑑𝑦
= ; y = ; ∫ 𝜃𝑑𝑥 + 𝐶4
y 𝑑𝑥

Pada gambar a) menunjukan balok yang diberi sembarang beban, b) beban yang memiliki
𝑑𝑣
persamaan garis beban, c) menetukan gaya geser dari persamaan garis beban 𝑑𝑥=p, V   pdx C1
𝑑𝑚
, d) menentukan momen dari persamaan gaya geser =v; M  vdx C 2 , e) menentukan putaran
𝑑𝑥
𝑑𝜃 𝑀
sudut dari persamaan momen𝑑𝑥 =𝐸𝐼C 3 , f) menentukan lendutan/defleksi dari persamaan putaran
𝑑𝑦
sudut 𝑑𝑥 =𝜃; y  dx 𝐶4

Penerapan pada Balok.


Contoh 2. Tentukan kemiringan sudut dan lendutan untuk balok dibawah ini, dengan batang yang
prismatis dan EI = konstan

Solusi : Untuk struktur tersebut dimulai dengan menggambarkan bidang momennya, dan dicari
persamaan garis dari momen tersebut.
Daerah AB : x= 0 s/d x=10’
𝑀 1 −7.5𝑋 2
  ∫ 𝐸𝐼 dx + 𝐶31 =∫ 𝐸𝐼 (15x) dx  𝐶3 = + 𝐶3
𝐸𝐼

−7.5𝑋 2
y    dx  𝐶4 = ( 𝐸𝐼
+ 𝐶3 ) + 𝐶4
−2.5𝑋 3
= + 𝐶3 X + 𝐶4
𝐸𝐼

Daerah BC :
𝑀 1
 ∫ 𝐸𝐼 dx + 𝐶31 =∫ 𝐸𝐼 (30x  450)dx  𝐶31

15𝑋 2 450𝑋
= - + 𝐶31
𝐸𝐼 𝐸𝐼

15𝑋 2 450𝑋
y    dx  𝐶41 =∫( -  𝐶31 )dx  𝐶41
𝐸𝐼 𝐸𝐼

5𝑋 3 225𝑋 2
= - + 𝐶31  𝐶41
𝐸𝐼 𝐸𝐼

Untuk menentukan 𝐶3 , 𝐶4 , 𝐶3 ’, 𝐶4 ’ harus dilihat kondisi batas dan kondisi kesinambungannya ,


pada tumpuan sendi tidak ada lendutan : Daerah AB  Y (x = 0) , Maka 𝐶4 = 0
−2.5(10)3 250
y (x  10)  +𝐶3 (10) + 𝐶4 = 0, Maka 𝐶3 =
𝐸𝐼 𝐸𝐼

5(10)3 225(10)2
Daerah BC y (x  10) = - + 𝐶3′ (10)  𝐶4 = 0
𝐸𝐼 𝐸𝐼
(−5000 + 22500) 17500
Maka 10 𝐶3 ’+ 𝐶4 ’ = =
𝐸𝐼 𝐸𝐼

θ (X = 0) (Pada AB) = θ (X = 10) (Pada BC) Kondisi keseimbangan


−7.5𝑋 2 15𝑋 2 450𝑋
= + 𝐶3 = -  𝐶3,
𝐸𝐼 𝐸𝐼 𝐸𝐼
1 1
= 𝐸𝐼(7.5(10)2  250) 𝐸𝐼(15(10)2  450(10)) + 𝐶3′
−500 −3000 −2500
= + 𝐶31 𝐶31 =
𝐸𝐼 𝐸𝐼 𝐸𝐼
17500 17500 25000 −7500
10 𝐶31 + 𝐶41 = 𝐶31 𝐶41 = - =
𝐸𝐼 𝐸𝐼 𝐸𝐼 𝐸𝐼

Maka hasilnya :
1
Daerah AB θ 𝐸𝐼(7.5𝑥 2  250)
1
Y = 𝐸𝐼(2.5𝑥 3  250x)
1
Daerah BC θ = 𝐸𝐼(15𝑥 2  450x +2500 )
1
= 𝐸𝐼 (5𝑥 3 + 225𝑥 2 + 2500x - 7500)

Berdasarkan teori momen area I (pertama) :


𝑀
Persamaan dasar : dθ = 𝐸𝐼 dx
𝐵𝑀
Putaran sudut pada balok yang melentur : : θ𝐵𝐴 = ∫𝐴 dx
𝐸𝐼

Berdasarkan teori momen area II (kedua) :


𝑀
Persamaan dasar d = 𝑥_ dx
𝐸𝐼
𝐵𝑀 _
Lendutan pada balok yang melentur ∆𝐴𝐵 = ∫𝐴 dx
𝐸𝐼 𝑥

Contoh 3. Struktur dibawah ini dibebani beban P, tentukan putaran sudut dan lendutan di titik C

?
(EI
𝜃𝐴 = EI 𝜃𝐶 ditambah luas diagram M dari titik A ke C)
1 𝑃𝐿 𝐿 𝑃𝐿2
EI 𝜃𝐴  0  2 . .2=
4 16

𝑃𝐿2
𝜃𝐴 = 16𝐸𝐼 (Searah jarum jam)

𝑃𝐿2
𝜃𝐵 = 16𝐸𝐼 (Kebalikan arah jarum jam)

Lendutan elastis
𝑃𝐿2 2 𝐿 𝑃𝐿3
EI 𝐶 = ( )3( )=
16 2 48

1 𝑃𝐿3
𝐶 = 48 𝐸𝐼 (kebawah)