You are on page 1of 2

Nama : Kirana

BP : 1610311053
Kelompok : 14C

Keluarga Binaan : Ibu Misra Yulita


Masalah Kesehatan : Osteoarthritis pada lutut

Osteoarthritis merupakan bentuk arthritis yang paling sering ditemukan dimasyarakat, bersifat
kronis. Dapat terjadi dengan etiologi yang berbeda-beda, namun mengakibatkan kelainan biologis,
morfologis, dan manifestasi klinis yang sama.
Proses penyakitnya tidak hanya mengenai rawan sendi namun juga mengenai seluruh sendi,
termasuk tulang subkondral,ligamentum, kapsul, dan jaringan sinovial serta jaringan ikat periartikular.
Pada stadium lanjut rawan sendi mengalami kerusakan yang ditandai dengan adanya fibrilasi, fissura,
dan ulserasi yang dalam pada permukaan sendi.
Osteoarthritis merupakan penyakit dengan progresifitas yang lambat, dengan etiologi yang
tidak diketahui. Ada beberapa faktor risiko OA, yaitu : obesitas, kelemahan otot, aktivitas fisik yang
berlebihan atau kurang, trauma sebelumnya, penurunan fungsi proprioseptif, faktor keturunan
menderita OA dan faktor mekanik. OA paling sering mengenai lutut, panggul, tulang belakang, dan
pergelangan kaki. Karakteristik OA ditandai dengan keluhan nyeri sendi dan gangguan pergerakan
yang terkait dengan derajat kerusakan pada tulang rawan.
Di Indonesia prevalensi OA lutut yang tampak secara radiologis mencapai 15.5% pada pria
dan 12,7% pada wanita yang berumur antara 40-60 tahun. Seiring dengan peningkatan usia harapan
hidup, menurut WHO pada tahun 2025 OA pada populasi usia lanjut di Indonesia akan meningkat
414% dibanding tahun 1990. Perlu diketahui juga bahwa penyebab nyeri yang terjadi bersifat
multifaktor.
Dapat bersumber dari regangan serabut saraf periosteum, hipertensi intra-osseous, regangan
kapsul sendi, hipertensi intra-artikular, regangan igament, mikrofraktur tulang subkondral, entesoptai,
bursitis, dan spasme otot.

Wellness Plan :

1. Memberikan edukasi terhadap Ibu Mis mengenai OA, karena berdasarkan anamnesa ibu Mis
juga memiliki riwayat keluarga yang menderita OA, dimulai dari neneknya, ibunya, dan juga
beberapa keluarga yang lain. Sehingga perlu diberikan informasi mengenai OA, bagaimana
dampaknya apabila OA ini berkelanjutan, apa yang sebaiknya dilakukan,dll.
2. Mengurangi aktivitas yang terlalu berat dan berlebihan. Ibu Mis sendiri memiliki aktivitas
fisik yang cukup berat dan berlebihan. Beliau berjualan dari siang berjalan kaki, setelah itu
beliau ke pasar untuk membuat makanan yang lain untuk dimasukkan ke warung pada sore
hari dengan berjalan kaki juga.
3. Melakukan relaksasi/peregangan pada otot terutama pada lutut. Bisa dilakukan dengan latihan
relaksasi, dengan senam, atau dengan pemijatan.
4. Melakukan modifikasi life style, seperti program diet yang tidak hanya sekedar bertujuan
menurunkan BB namun juga mempertahankan BB badan tetap dalam kondisi yang ideal
sehingga dapat meningkatkan kekuatan otot untuk mengurangi stres pada sendi.
Diet yang dilakukan dapat dengan mengkonsumsi sayuran segar, buah-buahan, biji-bijian, dan
kacang-kacangan. Dengan pola makan nabati dapat memberikan peningkatan mobilitas dan
membantu meredakan nyeri arthritis.
5. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan terapi alternatif seperti suplemen
gizi, akupresur, dan akupuntur. Terapi-terapi ini setidaknya dapat meredakan nyeri yang
dialami pada arthritis
Referensi
 www.reumatologi.or.id
 https://www.nice.org.uk
 https://medicare.com
 www.who.int