You are on page 1of 21

Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak.

, MSi)

ANALISIS PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE,


KEPEMILIKAN MANAJERIAL, DAN KEPEMILIKAN
INSTITUSIONAL TERHADAP INTELLECTUAL
CAPITAL DISCLOSURE

Fatwa Nurziah
Universitas Trisakti Fakultas Ekonomi

Deni Darmawati
Universitas Trisakti Fakultas Ekonomi

ABSTRACT I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
The objective of this empirical study
is to examine and to analyze the effect
of corporate governance, managerial
ownership, and institutional ownership
G lobalisasi membuka peluang bagi
seluruh perusahaan untuk dapat
bersaing secara global. Namun globalisasi
on the relation of intellectual capital ini juga merupakan suatu ancaman bila
disclosure. The sample of this empiri- perusahaaan tidak memiliki kemampuan
cal study is the manufacturing company yang baik dalam menjalankan bisnisnya.
that listed in Bursa Efek Indonesia (BEI) Maka keadaan ini memaksa perusahaan-
in 2013. This research uses multiple re- perusahaan untuk mengubah cara mereka
gression analysis as hypothesis testing. untuk tetap bertahan dalam menjalankan
The result of this empirical study are (1) bisnisnya sesuai dengan asumsi going con-
corporate governance had positive sig- cern. Menurut Kuryanto dan Syafruddin
nificant influence to intellectual capital (2008), agar perusahaan dapat terus
disclosure, (2) managerial ownership bertahan, perusahaan-perusahaan harus
had not significant influence to intellec- dengan cepat mengubah strateginya dari
tual capital disclosure, (3) institutional bisnis yang didasarkan pada tenaga kerja
ownership had not significant influence (labor-based business) menuju bisnis yang
to intellectual capital disclosure, (4) firm didasarkan pengetahuan (knowledge based
size had positive significant influence to business), sehingga karakteristik utama
intellectual capital disclosure, (5) ROA perusahaannya menjadi perusahaan ber-
had positive significant influence to in- basis pengetahuan. Dengan strategi knowl-
tellectual capital disclosure, (6) lever- edge based business, modal konvensional
age had not significant influence to in- seperti physical capital dan financial capi-
tellectual capital disclosure. tal tidak lagi menjadi perhatian utama dalam
bisnisnya dibandingkan dengan intellectual
Keywords: Corporate Governance, capital. Dengan menggunakan ilmu penge-
Managerial Ownership, Institutional tahuan dan teknologi maka perusahaan
Ownership, Intellectual Capital
dapat dengan mudah mengetahui bagai-
mana cara menggunakan sumber daya lain
secara efisien dan akan diperoleh suatu niali

172 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

tambah yang akan memberikan competi- oleh pemangku kepentingan. Perusahaan


tive advantage bagi perusahaan. harus mengambil inisiatif untuk meng-
Sekarang ini, intellectual capital ungkapkan tidak hanya masalah yang
menjadi faktor dominan dalam penilaian disyaratkan oleh peraturan perundang-
perusahaan, terutama perusahaan high tech- undangan, tetapi juga hal yang penting
nology dan professional service (Astuti dan untuk pengambilan keputusan oleh pe-
Sabeni, 2005). Munculnya perusahaan- megang saham, kreditur dan pemangku
perusahaan software seperti Microsoft Inc., kepentingan lainnya. Oleh karena itu untuk
dapat dijadikan bukti bahwa intangible as- mematuhi asas transparansi yang diuraikan
set dinilai lebih tinggi daripada tangible di atas, perusahaan dianjurkan untuk
asset perusahaan (Saudagaran, 2004). mengungkapkan informasi penting yang
Menurut hasil dari survei yang dilakukan oleh bersifat voluntary disclosure, yaitu salah
PricewaterhouseCoopers (Bozzolan et al., satunya adalah informasi mengenai intellec-
2003) menunjukkan bahwa dalam 10 tipe tual capital. Walaupun dalam PSAK belum
informasi yang dipertimbangkan sebagai dibuat standar yang mengatur intellectual
informasi yang paling penting bagi inves- capital disclosure , perusahaan yang
tor, lima diantaranya adalah “intangible” mengungkapkan intellectual capital dapat
(market growth, quality/experience of man- digolongkan dalam perusahaan dengan
agement team, speed to market, market tingkat kepatuhan yang tinggi.
size, and market share). Selain itu Purnomosidhi (2006) me-
Intellectual capital merupakan konsep maparkan berdasarkan survei yang dila-
pengetahuan yang masih baru dan pe- kukan oleh PricewaterhouseCoopers,
ngukurannya masih tergolong sulit. Namun, pengungkapan informasi non finansial
informasi mengenai intellectual capital dipandang sebagai informasi penting oleh
sangat penting untuk diungkapkan dalam investor, yaitu intellectual capital . Tipe
laporan tahunan (annual report). Peng- informasi yang paling banyak digunakan
ungkapan informasi tersebut penting karena oleh investor pada kenyataannya tidak
digunakan oleh stakeholder dalam peng- diungkapkan oleh manajer dalam annual
ambilan keputusan, sehingga pengung- report. Hal ini menimbulkan terjadinya in-
kapan yang disajikan dalam laporan formation gap antara pihak manajemen dan
tahunan ( annual report ) harus dapat investor. Dari hasil survei tersebut dapat
memberikan informasi yang cukup me- disimpulkan bahwa intellectual capital dis-
ngenai aktivitas-aktivitas yang dilakukan closure penting untuk meningkatkan
oleh perusahaan. Menurut Brigham dan kualitas annual report dan memenuhi
Houston (2011): “Annual report is a report kepentingan stakeholder. Fenomena di atas
issued annually by a corporation to its menjadi daya tarik untuk untuk meneliti
stakeholders. It contains basic financial tentang intellectual capital disclosure.
statements as well as management’s analy- Peningkatan kebutuhan pasar dalam
sis of the firm’s past operations and future menjalankan sistem pengelolaan mana-
prospects”. jemen yang baik, terpercaya, dan trans-
Komite Nasional Kebijakan Governance paran mendorong perusahaan untuk
(KNKG, 2006) menyatakan bahwa untuk memberikan informasi yang transparan dan
menjaga objektivitas dalam menjalankan akuntabel sehingga dapat membentuk
bisnis, perusahaan harus menyediakan suatu sistem pengelolaan perusahaan yang
informasi yang material dan relevan dengan baik (good corporate governance). Good
cara yang mudah diakses dan dipahami corporate governance dapat memberikan

ISSN 1410-8623 173


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

jaminan perlindungan kepada investor atas perseroan terbatas maupun praktik tata
ketidakpastian yang terdapat dalam kelola perusahaan. Di dalam keputusan
penanaman modal. Struktur maupun proses ketua Bapepam-LK tersebut terdapat
dalam corporate governance dapat me- kewajiban perusahaan untuk menyampaikan
ningkatkan kualitas, pengawasan, dan laporan tahunan yang di antaranya wajib
kinerja investasi dalam intellectual capital memuat uraian singkat mengenai penerapan
(Keenan dan Aggestam, 2001). Dengan tata kelola perusahaan yang telah dan akan
kata lain , corporate governance ber- dilaksanakan oleh perusahaan dalam
tanggung jawab dan memastikan bahwa periode laporan keuangan tahunan terakhir.
intellectual capital berjalan dengan baik Hal ini akan memaksa perusahaan publik
sehingga dapat menciptakan nilai dalam agar melakukan tata kelola perusahan (cor-
perusahaan. porate governance) dengan baik. Kedua,
Firer dan Williams (2003) meng- berdasarkan survei yang dilakukan oleh
investigasi hubungan struktur kepemilikan PricewaterhouseCoopers, pengungkapan
perusahaan dan intellectual capital disclo- informasi non finansial dipandang sebagai
sure. Adapun variabel yang diteliti adalah informasi penting oleh investor, yaitu intel-
konsentrasi kepemilikan, persentase lectual capital (Purnomosidhi, 2006). Oleh
kepemilikan direktur perusahaan, ke- karena itu, mendorong peneliti untuk
pemilikan pemerintah dan intellectual capi- mengintegrasikan dua area penelitian, yaitu
tal disclosure index (ICDI). Penelitian ini pengaruh corporate governance terhadap
menghasilkan bahwa konsentrasi ke- intellecutual capital disclosure (Ramadan
pemilikan dan kepemilikan direktur peru- dan Majdalany, 2012) dan pengaruh struktur
sahaan berpengaruh negatif terhadap ICDI kepemilikan terhadap intellectual capital
sedangkan kepemilikan pemerintah ber- disclosure (Firer dan Williams, 2003).
hubungan positif terhadap ICDI. Penelitian ini menggunakan pengukuran
Ramadan dan Majdalany (2012) mela- corporate governance dengan motoda
kukan penelitian mengenai pengaruh cor- assestment, yaitu ASEAN Corporate Gov-
porate governance terhadap intellectual ernance Structure (ACGS) yang dikem-
capital disclosure (ICD) pada sektor bangkan oleh ASEAN Capital Market Fo-
perbankan. Hasil dari penelitian ini adalah rum (ACMF, 2009), sedangkan pada
bank size dan leverage memiliki pengaruh penelitian sebelumnya corporate gover-
positif terhadap ICD. Sedangkan profitabil- nance diproksikan menggunakan bank size,
ity dan board size berpengaruh negatif leverage , profitability , dan board size
terhadap ICD. (Ramadan dan Majdalany, 2012).
Penelitian mengenai pengaruh corpo-
rate governance dan struktur kepemilikan 1.2. Perumusan Masalah
terhadap intellectual capital disclosure Berdasarkan latar belakang diatas
sangat diperlukan di Indonesia dengan maka dapat dibuat suatu perumusan
pertimbangan sebagai berikut. Pertama, masalah, yaitu:
adanya Undang-undang (UU) nomor 40 1. Apakah pengaruh corporate govern-
tahun 2007 tentang perseroan terbatas dan ance terhadap intellectual capital
keputusan ketua Keputusan Ketua BAPE- disclosure?
PAM-LK No: KEP-431/BL/2012 tentang 2. Apakah pengaruh kepemilikan mana-
kewajiban penyampaian laporan tahunan jerial terhadap intellectual capital
emiten atau perusahaan publik. UU tersebut disclosure?
mengatur tentang struktur dan organ 3. Apakah pengaruh kepemilikan institu-

174 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

sional terhadap intellectual capital al., 2008). Selain itu, perusahaan-peru-


disclosure? sahaan yang melakukan tata kelola peru-
sahaan akan memberikan lebih banyak
1.3. Tujuan Penelitian informasi, informasi yang diberikan akan
Berdasarkan rumusan masalah diatas ditunjukkan dalam tingkat pengungkapan
maka dapat ditentukan tujuan penelitian ini, dan akan mengurangi asimetri informasi
yaitu: (Purnomosidhi, 2006).
1. Untuk menguji apakah corporate Corporate governance memiliki asas-
governance berpengaruh terhadap asas yang harus diterapkan pada setiap
intellectual capital disclosure. aspek bisnis dan di semua jajaran peru-
2. Untuk menguji apakah kepemilikan sahaan. Asas corporate governance
manajerial berpengaruh terhadap diperlukan untuk mencapai kesinambungan
intellectual capital disclosure. usaha (sustainability) perusahaan dengan
3. Untuk menguji apakah kepemilikan memperhatikan pemangku kepentingan
institusional berpengaruh terhadap (stakeholders).Menurut KNKG (2006), asas-
intellectual capital disclosure. asas good corporate governance adalah
sebagai berikut:
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS 1. Transparansi (Transparancy)
Untuk menjaga objektivitas dalam
2.1. Corporate Governance menjalankan bisnis, perusahaan harus
Menurut Organisation for Economic menyediakan informasi yang material dan
Co-operation and Development (OECD, relevan dengan cara yang mudah diakses
2004), corporate governance diartikan dan dipahami oleh pemangku kepentingan.
sebagai suatu sistem bagaimana suatu Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk
perusahaan dapat diarahkan dan diawasi. mengungkapkan tidak hanya masalah yang
Struktur dari corporate governance mem- disyaratkan oleh peraturan perundang-
bagi hak dan tanggung jawab dari setiap undangan, tetapi juga hal yang penting
anggota yang berpartisipasi dalam peru- untuk pengambilan keputusan oleh peme-
sahaan, seperti pimpinan, manajer, peme- gang saham, kreditur dan pemangku
gang saham, dan pemangku kepentingan kepentingan lainnya.
lainnya melalui aturan dan prosedur untuk
pengambilan keputusan yang berkaitan 2. Akuntabilitas (Accountability)
dengan aktivitas perusahaan. Dengan Perusahaan harus dapat memper-
melakukan semua ini melalui struktur yang tanggungjawabkan kinerjanya secara
ada, tujuan perusahaan dapat ditetapkan, transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan
dicapai dan dilakukan pengawasan terha- harus dikelola secara benar, terukur dan
dap kinerja. sesuai dengan kepentingan perusahaan
Agency theory menyediakan suatu dengan tetap memperhitungkan kepen-
kerangka untuk menghubungkan perilaku tingan pemegang saham dan pemangku
pengungkapan sukarela terhadap tata kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan
kelola perusahaan, oleh karena itu meka- prasyarat yang diperlukan untuk mencapai
nisme-mekanisme corporate governance kinerja yang berkesinambungan.
dirancang untuk mengurangi masalah
keagenan yang timbul dari pemisahan 3. Responsibilitas (Responsibility)
antara kepemilikan dan manajemen (Li et Perusahaan harus mematuhi peraturan

ISSN 1410-8623 175


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

perundang-undangan serta melaksanakan diambil dan ikut menanggung kerugian


tanggung jawab terhadap masyarakat dan sebagai konsekuensi dari pengambilan
lingkungan sehingga dapat terpelihara keputusan yang salah (Listyani, 2003).
kesinambungan usaha dalam jangka
panjang dan mendapat pengakuan sebagai 2.3. Kepemilikan Institusional
good corporate citizen. Kepemilikan institusional ditunjukkan
melalui proposi saham yang dimiliki oleh
4. Indepedensi (Indepedency) perusahaan investasi dan blockholders.
Untuk melancarkan pelaksanaan asas Kepemilikan institusional memiliki arti
good corporate governance (GCG) peru- penting dalam mengawasi manajemen
sahaan harus dikelola secara independen perusahaan guna untuk mengurangi konflik
sehingga masing-masing organ perusahaan keagenan dalam suatu perusahaan. Dengan
tidak saling mendominasi dan tidak dapat kepemilikan saham institusional pada
diintervensi oleh pihak lain. perusahaan asuransi, bank, perusahaan
investasi, dan kepemilikan oleh institusi-
5. Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness) institusi lain akan mendorong peningkatan
Dalam melaksanakan kegiatannya, pengawasan yang lebih optimal terhadap
perusahaan harus senantiasa memper- kinerja dari manajer (Listyani, 2003).
hatikan kepentingan pemegang saham dan Hal ini sejalan dengan Faisal (2004)
pemangku kepentingan lainnya berdasarkan bahwa pengawasan yang dilakukan institusi
asas kewajaran dan kesetaraan. mampu mensubtitusi biaya keagenan yang
lain (hutang, deviden, dan kepemilikan
2.2. Kepemilikan Manajerial manajerial) sehingga biaya keagenan
Para pemegang saham yang mem- menurun dan nilai perusahaan meningkat.
punyai kedudukan di manajemen peru- Oleh sebab itu, kepemilikan institusional
sahaan baik sebagai kreditur maupun sangat berperan dalam mengawasi perilaku
sebagai dewan komisaris disebut sebagai dari manajer agar berhati-hati dalam
kepemilikan manajerial (managerial owner- pengambilan keputusan serta untuk mengu-
ship) (Listyani, 2003). Adanya kepemilikan rangi perilaku oportunistik dari manajer.
saham oleh pihak manajemen akan menim-
bulkan suatu pengawasan terhadap kebi- 2.4. Intellectual Capital
jakan-kebijakan yang diambil oleh mana- Definisi intellectual capital diungkapkan
jemen perusahaan. oleh The Chartered Institute of Management
Menurut Ikbal (2012), salah satu cara Accountants (CIMA): “…the possession of
yang dapat ditempuh untuk mengurangi knowledge and experience, professional
konflik dalam agency theory yaitu dengan knowledge and skill, good relationship, and
meningkatkan jumlah kepemilikan mana- technological capacities, which when ap-
jerial dalam perusahaan. Hal itu berarti plied will give organizations competitive
bahwa kepemilikan saham manjerial dalam advantages”. Dari beberapa definisi tersebut
suatu perusahaan akan mendorong penya- dapat disimpulkan bahwa intellectual capi-
tuan kepentingan antara prinsipal dan agen tal merupakan suatu sumber daya peru-
sehingga manajer bertindak sesuai dengan sahaan yang terdiri atas pengetahuan,
keinginan pemegang saham dan manajer pengalaman, dan keahlian yang dapat
akan berhati-hati dalam mengambil kepu- menciptakan suatu nilai sehingga menjadi
tusan karena mereka ikut merasakan secara competitive advantage bagi perusahaan.
langsung manfaat dari keputusan yang Secara garis besar intellectual capital

176 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

terdiri dari 3 elemen utama yang telah Pengungkapan informasi mengenai in-
dikembangkan oleh peneliti-peneliti sebe- tellectual capital oleh perusahaan masih
lumnya, antara lain: bersifat voluntary disclosure. Sampai saat ini
belum ada peraturan khusus untuk penge-
1. Human Capital lompokan komponen intellectual capital dan
Human capital merupakan lifeblood pola dalam pengungkapan intellectual capi-
dalam intellectual capital serta sebagai tal. Berkembangnya konsep intellectual
sumber inovasi dan pengembangan (Suhar- capital di Indonesia, diawali dengan
djanto dan Wardhani, 2010). Komponen ini munculnya PSAK No. 19 (revisi 2000) tentang
mencakup pendidikan, kompetensi, penge- aktiva tidak berwujud (intangible asset).
tahuan yang ditunjukkan oleh karyawan Menurut PSAK No. 19, (revisi 2000) aktiva
perusahaan. Human capital akan meningkat tidak berwujud adalah aktiva non-moneter
jika perusahaan mampu menggunakan yang dapat diidentifikasikan dan tidak
pengetahuan yang dimiliki oleh karyawannya. mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk
digunakan dalam menghasilkan dan menye-
2. Organizational (Structural) Capital rahkan barang atau jasa, disewakan kepada
Organizational Capital merupakan pihak lainnya, atau untuk tujuan administra-
kemampuan perusahaan dalam memenuhi tif. Beberapa contoh dari aktiva tidak
proses rutinitas perusahaan dan strukturnya berwujud telah dijelaskan dalam PSAK No.
yang mendukung usaha karyawan untuk 19 (revisi 2000) antara lain ilmu pengetahuan
menghasilkan kinerja intelektual serta dan teknologi, desain dan implementasi
kinerja bisnis secara keseluruhan. Kom- sistem atau proses baru, lisensi, hak
ponen ini mencakup dua elemen penting kekayaan intelektual, pengetahuan mengenai
yaitu intellectual property dan infrastructure pasar dan merek dagang (termasuk merek
asset (Suhardjanto dan Wardhani, 2010). produk/ brand names ). Selain itu juga
Intellectual property dilindungi oleh hukum disebutkan piranti lunak komputer, hak paten,
seperti hak cipta, paten, trademark . hak cipta, film gambar hidup, daftar
Sedangkan infrastructure asset merupakan pelanggan, hak penguasaan hutan, kuota
elemen intellectual capital yang dapat impor, waralaba, hubungan dengan pema-
diciptakan di dalam perusahaan atau dimiliki sok atau pelanggan, kesetiaan pelanggan,
dari luar perusahaan, seperti budaya hak pemasaran, dan pangsa pasar.
perusahaan, management process, sistem Beberapa negara telah lebih dulu
informasi, dan networking system. mengembangkan konsep intellectual capi-
tal disclosure. Menurut Andriessen (2004)
3. Relational (Customer) Capital dalam Holmen (2005) melalui mekanisme
Relational capital merupakan kom- peningkatan intellectual capital disclosure,
ponen dari intellectual capital yang dapat perusahaan dapat mengurangi asimetri
memberikan nilai kepada perusahaan informasi, meningkatkan kemampuan untuk
secara nyata. Relational capital dapat mengembangkan model pelaporan dengan
diartikan sebagai hubungan baik antara melakukan penilaian pada intangible asset,
perusahaan dengan para mitranya. Rela- dan meningkatkan reputasi organisasi.
tional capital mencakup pengetahuan pasar, Permatasari (2010) dalam Widjanaro (2006)
hubungan dengan konsumen, pemasok, menyebutkan bahwa terdapat beberapa
dan pemerintah, jaringan industri peru- alasan mengapa perusahaan-perusahaan
sahaan, serta masyarakat (Suhardjanto dan perlu untuk melaporkan intellectual capital,
Wardhani, 2010). yaitu:

ISSN 1410-8623 177


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

1. Intellectual capital disclosure dapat terhadap intellectual capital disclosure ,


membantu organisasi merumuskan strategi namun komponen yang mempengaruhinya
bisnis. Dengan mengidentifikasi dan berbeda-beda pada tiap penelitian. Dari
mengembangkan intellectual capital suatu hasil penelitian-penelitian tersebut belum
organisasi untuk mendapatkan competitive dapat disimpulkan apakah corporate gov-
advantage. ernance secara keseluruhan berpengaruh
2. Intellectual capital disclosure dapat terhadap intellectual capital disclosure. Oleh
membawa pada pengembangan indikator- karena itu, penelitian ini menggunakan
indikator kunci prestasi perusahaan yang ACGS sebagai alat ukur untuk melihat
akan membantu mengevaluasi hasil-hasil pengaruh corporate governance secara
pencapaian strategi. keseluruhan terhadap intellectual capital
3. Intellectual capital disclosure dapat disclosure.
membantu mengevaluasi merger dan
akuisisi perusahaan, khususnya untuk H1: Corporate governance berpe-
menentukan harga yang dibayar oleh ngaruh positif terhadap intellectual
perusahaan pengakuisisi. capital disclosure.
4. Menggunakan intellectual capital 2.5.2. Kepemilikan Manajerial dan
disclosure non financial dapat dihubungkan Intellectual Capital Dislosure
dengan rencana intensif dan kompensasi Kepemilikan manajerial ditunjukkan
perusahaan. dengan proporsi saham perusahaan yang
5. Alasan eksternal perusahaan yaitu dimiliki oleh manajemen. Tamba (2012)
mengkomunikasikan pada stakeholder menyatakan bahwa pemisahan antara
eksternal tentang intellectual property yang kepemilikan saham dan pengendalian atas
dimiliki perusahaan. perusahaan memunculkan konflik kepen-
tingan antara para manajer dan pemegang
2.5. Pengembangan Hipotesis saham. Konflik meningkat ketika para
2.5.1. Corporate Governance dan manajer memperoleh insentif untuk mening-
Intellectual Capital Disclosure katkan kekayaan mereka sendiri (sebagai
Meizaroh dan Lucyanda (2012) mene- contoh melalui maksimalisasi bonus) atas
mukan bahwa corporate governance biaya dari pemegang saham. Perilaku
berpengaruh positif terhadap intellectual manipulasi yang dilakukan oleh manajer
capital disclosure . Perusahaan yang yang berawal dari konflik kepentingan
memiliki corporate governance yang baik tersebut dapat dikurangi melalui suatu
akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi mekanisme pengawasan yang bertujuan
terhadap pelaksanaan intellectual capital untuk menyelaraskan berbagai kepentingan
disclosure. Sedangkan Li et al., (2008) tersebut. Peningkatan proporsi saham oleh
menyimpulkan bahwa corporate gover- manajer akan menurunkan kecenderungan
nance yang mempengaruhi intellectual capi- manajer melakukan tindakan oportunis
tal disclosure adalah komposisi board. yang berlebihan (Ikbal, 2012), sehingga
Arifah (2012) juga menemukan bahwa cor- kepentingan pemilik atau pemegang saham
porate governance yang mempengaruhi akan dapat disejajarkan dengan kepen-
intellectual capital disclosure hanyalah tingan manajer. Jadi jika proporsi kepe-
komite audit. milikan saham manajemen meningkat, maka
Penelitian yang menggunakan kompo- konflik kepentingan ini akan berkurang.
nen corporate governance secara parsial Penelitian yang dilakukan oleh Sheu et
menunjukkan pengaruh yang signifikan al., (2007) menunjukkan bahwa kepemilikan

178 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

manajerial menunjukkan hubungan positif itu dapat disimpulkan bahwa dengan


signifikan terhadap pengungkapan suka- adanya kepemilikan institusional yang
rela, ini mengidentifikasikan kepemilikan tinggi maka para manajer akan termotivasi
manjerial meningkat diikuti dengan pening- untuk mengungkapkan intellectual capital
katan pengungkapan sukarela. Menurut secara luas serta.
Saleh et al., (2009) menemukan hubungan Menurut Baroko (2007), investor
positif antara kinerja perusahaan dan tingkat institusional mempunyai insentif yang kuat
kepemilikan manajemen di perusahaan. untuk mengawasi praktik pengungkapan
Jika kepemilikan manajemen meningkat, perusahaan. Jadi diharapkan dengan
manajemen akan cenderung meningkatkan meningkatnya kepemilikan institusional,
aktivitas penciptaan nilai yang dapat maka pengungkapan sukarela akan me-
meningkatkan keunggulan kompetitif ningkat.
jangka panjang, salah satu diantaranya yaitu Carson dan Simnett (1997) (dalam
dengan meningkatkan kinerja intellectual Barako, 2007) menemukan bahwa ada suatu
capital di perusahaan. Purwandari (2012) hubungan positif yang signifikan antara
juga menemukan hubungan positif antara persentase kepemilikan oleh investor
kepemilikan manajerial dengan pengung- institusi dan pengungkapan sukarela dari
kapan laporan keuangan. Hasil ini meng- praktik tata kelola oleh perusahaan yang
indikasikan bahwa jika kepemilikan mana- terdaftar di Australia. Akhtarudin et al.,
jerial meningkat, maka pengungkapan (2009) membuktikan bahwa kepemilikan
laporan keuangan semakin lengkap. Dari saham oleh investor luar memiliki hubungan
uraian tersebut, maka dirumuskan hipotesis positif terhadap pengungkapan sukarela
sebagai berikut: pada perusahaan yang terdaftar di Malay-
sia. Dari uraian tersebut, maka dirumuskan
H2: Kepemilikan manajerial berpenga- hipotesis sebagai berikut:
ruh positif terhadap intellectual
capital disclosure. H3: Kepemilikan institusional berpe-
2.5.3. Kepemilikan Institusional dan ngaruh positif terhadap intellectual
Intellectual Capital Disclosure capital disclosure.
Kepemilikan institusional adalah
proporsi saham yang dimiliki oleh institusi 2.6. Rerangka Konseptual
dan kepemilikannya paling sedikit 5% atas Rerangka konseptual dalam penelitian
saham perusahaan. Machmud dan Djakman ini adalah tentang pengaruh corporate gov-
(2008) mengemukakan bahwa pemegang ernance dan struktur kepemilikan terhadap
saham potensial diharapkan mempunyai intellectual capital disclosure . Variabel
kekuasaan yang lebih besar dalam meng- penelitian yang digunakan meliputi variabel
awasi manajemen. Purnomosidhi (2005) independen, yaitu corporate governance,
mengemukakan bahwa keberadaan inves- kepemilikan manajeerial dan kepemilikan
tor institusional yang relatif kecil dalam institusional. Sedangkan variabel indepen-
struktur kepemilikan dan rendahnya dennya adalah intellectual capital disclo-
persentase saham yang diperdagangkan di sure. Berikut ini rerangka konspetual yang
Bursa Efek Indonesia (BEI) menurut agency menggambarkan model penelitian dan
theory dapat menurunkan luas peng- hubungan tiap variabel dalam penelitian.
ungkapan karena manajer tidak memiliki
insentif yang kuat untuk meyakinkan stake-
holders tentang kinerja optimal. Oleh karena

ISSN 1410-8623 179


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

III. METODA PENELITIAN diungkapkan dan 0 untuk item yang tidak


diungkapkan. Selanjutnya jumlah item-item
3.1. Rancangan Penelitian yan diungkapkan dibagi dengan nilai
Rancangan penelitian yang digunakan keseluruhan item. ICDI untuk masing-
dalam penelitian ini merupakan penelitian masing perusahaan dihitung berdasarkan
hypothesis testing, yaitu menguji hipotesis pada formula perhitungan indeks peng-
mengenai pengaruh corporate governance, ungkapan yang digunakan oleh Li et al.,
kepemilikan manajerial, dan kepemilikan (2008), yaitu sebagai berikut:
institusional terhadap intellectual capital nj
disclosure dengan ukuran perusahaan, Σ t = Xij
ICDIj = -----------
profitabilitas, dan leverage sebagai variabel nj

kontrol. Unit analisis dan data yang Keterangan:


digunakan dalam penelitian ini merupakan ICDIj = Indeks pengungkapan intellectual
data time series. Data yang digunakan capital untuk j tahun perusahaan
dalam penelitian ini adalah data sekunder nj = Jumlah item untuk j tahun peru-
yang diperoleh dari annual report perusa- sahaan
haan manufaktur yang terdaftar di BEI pada xij = 1 jika item diungkapkan, 0 jika tidak
tahun 2013. Annual report tersebut diperoleh diungkapkan
melalui website BEI, yaitu www.idx.co.id. The International Federation of Accoun-
tants (IFAC, 1998) dalam CIMA (2004)
3.2. Definisi Operasional Variabel dan mengklasifikasikan intellectual capital ke
Pengukuran dalam tiga elemen. Elemen tersebut adalah
3.2.1. Intellectual Capital Disclosure organizational (structural) capital, relational
Pengukuran variabel dependen dalam (customer) capital, dan human capital.
penelitian ini adalah diukur dengan ada atau
tidaknya intellectual capital disclosure di 3.2.2. Corporate Governance
dalam annual report. Pengukuran tingkat Corporate governance merupakan
pengungkapan intellectual capital meng- salah satu variabel independen dalam
gunakan intellectual capital disclosure in- penelitian ini dan diukur menggunakan
dex (ICDI). metoda assessment, yaitu ASEAN Corpo-
Dischotomus coding digunakan dalam rate Governance Scorecard (ACGS) yang
perhitungan item-item ICDI, yaitu dengan dikembangkan oleh ASEAN Capital Market
memberikan nilai 1 untuk item yang Forum (ACMF) dan dimodifikasi oleh

180 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

Darmawati dkk.,(2014). ACGS ini meliputi an besar kecilnya perusahaan yang tampak
lima area studi berdasarkan prinsip-prinsip dalam nilai total aset perusahaan yang
OECD dengan alokasi persentase sebagai terdapat pada neraca akhir tahun (Novitasari
berikut: dan Januarti, 2009). Semakin besar total aset
1. Rights of shareholders 10% maka semakin besar pula ukuran suatu
2. Equitable treatment of share- perusahaan. Perusahaan besar dengan
holders 15% jumlah aset yang besar cenderung memiliki
3. Role of stakeholders 10% kemampuan lebih untuk berinvestasi dalam
4. Disclosure and transparency 25% intellectual capital. Oleh karena itu, dapat
5. Responsibilities of the board 40% disimpulkan ukuran perusahaan berpenga-
Total weighted of section 100% ruh terhadap luas pengungkapan. Dalam
penelitian ini, ukuran perusahaan dihitung
3.2.3. Kepemilikan Manajerial berdasarkan nilai natural log (ln) dari total
Kepemilikan manajerial merupakan asset perusahaan pada akhir tahun.
proporsi saham perusahaan yang dimiliki
oleh manajer eksekutif. Pengukuran ini 3.2.5.2. Profitabilitas
digunakan karena manajer eksekutif yang Penelitian ini menggunakan dasar re-
memiliki kekuatan untuk mengendalikan turn on asset (ROA) sebagai proksi dari
sebagian besar keputusan di dalam profitabilitas. ROA menggambarkan tingkat
perusahaan yang mencerminkan keputusan pengembalian aset pada tahun tertentu.
bisnis (Saleh et al., 2009). Variabel ini diukur Hasil penelitian Li et al., (2008) menunjukkan
dengan menggunakan persentase saham bahwa ROA berpengaruh positif terhadap
yang dimiliki oleh manajer eksekutif, yaitu intellectual capital disclosure. ROA diukur
meliputi manajer, direksi, dan dewan dengan menggunakan rumus sebagai
komisaris terhadap jumlah lembar saham berikut:
perusahaan yang beredar. ROA =
Earning After Taxes (EAT)

Total Asset

3.2.4. Kepemilikan Institusional 3.2.5.3. Leverage


Kepemilikan institusional merupakan Leverage merupakan proporsi aset
proporsi kepemilikan saham oleh institusi yang dibiayai oleh hutang. Leverage
dan blockholder pada akhir tahun yang dinyatakan dalam rasio total hutang
diukur dengan persentase (Novitasari dan terhadap total aset pada akhir tahun.
Januarti, 2009). Institusi dapat meliputi Perusahaan yang memiliki leverage yang
perusahaan investasi, perusahaan asuransi, tinggi akan mengungkapkan lebih banyak
maupun lembaga lain seperti perusahaan. informasi karena biaya keagenan peru-
Sedangkan blockholder meliputi kepe- sahaan dengan struktur modal seperti itu
milikan individu atas nama perorangan lebih tinggi. Tambahan informasi diperlukan
diatas 5% tetapi tidak termasuk kepemilikan untuk menghilangkan keraguan stakeholder
manajerial. Variabel ini diukur dengan terhadap hak-hak mereka sebagai kreditur
menggunakan persentase saham yang (Daniel, 2013).
dimiliki oleh institusi terhadap jumlah lembar
saham perusahaan yang beredar. 3.3. Prosedur Pengumpulan Data
Metoda penentuan sampel yang
3.2.5. Variabel Kontrol digunakan pada penelitian ini adalah
3.2.5.1. Ukuran Perusahaan metoda purposive sampling, yaitu penen-
Ukuran perusahaan merupakan cermin- tuan sampel dengan kriteria-kriteria tertentu

ISSN 1410-8623 181


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

yang telah ditetapkan sebelumnya agar oleh BEI yang tercantum dalam IDX Fact
diperoleh sampel yang sesuai dengan Book dan tidak mengalami delisting.
tujuan penelitian. Sampel yang digunakan 2. Perusahaan yang menerbitkan laporan
dalam penelitian ini adalah perusahaan tahunan (annual report) pada tahun
manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2013, yang memuat data keuangan
2013, karena jumlah perusahaan manufaktur dan data pasar yang tersedia secara
paling banyak dibandingkan dengan lengkap.
perusahaan lainnya yang terdaftar di BEI.
Kriteria-kriteria perusahaan manufaktur 3.4. Metoda Analisis Data
digunakan dalam penelitian ini adalah Metoda analisis data yang digunakan
sebagai berikut: dalam penelitian ini adalah Uji regresi
1. Perusahaan yang terdaftar sebagai berganda, dan uji parsial (uji t). Persamaan
perusahaan manufaktur 2013 sesuai regresi adalah sebagai berikut:
dengan kategori yang dikembangkan

ICDI = α + β1 CG + β2 MAN_OWN + β3 INS_OWN + β4 LnTA + β5 ROA + β6 LEV + ε


Keterangan:
ICDI : Intelectual Capital Disclosure Index
MAN-_OWN : Kepemilikan Manajerial
INS_OWN : Kepemilikan Institusi
LnTA : Log Total Aset
ROA : Return on Asser
LEV : Leverage

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN dan nilai minimum dari variabel-variabel


4.1. Statistik Deskriptif yang digunakan dalam penelitian. Hasil
Analisis statistik deskriptif dalam analisis statistik deskriptif adalah seperti
penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai yang ditunjukkan dalam tabel berikut ini.
mean, standard deviation, nilai maksimum,

Tabel 4.2
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Corporate Governance 132 ,2014 ,8796 ,514268 ,1399166
Kepemilikan Manajerial 132 ,0000 ,8100 ,046743 ,1231000
Kepemilikan Institusional 132 ,0000 ,9867 ,675358 ,2411802
Ukuran Perusahaan 132 6,4332 17,6523 12,202344 1,3983398
ROA 132 ,0000 ,6700 ,071015 ,1088813
Leverage 132 ,0025 3,3400 ,538840 ,4099598
Intellectual Capital Disclosure 132 ,03 ,77 ,4283 ,14997

Sumber: Data sekunder diolah, 2014

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat capital disclosure adalah sebesar 0.14997.
bahwa rata-rata perusahaan yang meng- Tingkat pengungkapan intellectual capital
ungkapkan intellectual capital adalah tertinggi adalah sebesar 0.77 atau sebanyak
sebesar 0.4283. Deviasi Standar intellectual 23 item dari 30 item, yaitu Astra Otoparts

182 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

Tbk. Sedangkan tingkat pengungkapan in- Variabel leverage dalam penelitian ini
tellectual capital terendah adalah sebesar diukur dengan membagi total liabilities
0.03 atau sebanyak 1 item dari 30 item, yaitu dengan total asset (Debt to Asset Ratio).
Panasia Indo Resources Tbk. Rata-rata leverage adalah sebesar 0.538840.
Rata-rata perusahaan yang melak- Deviasi standar leverage adalah sebesar
sanakan corporate governance berdasarkan 0.4099598. Perusahaan yang memiliki lever-
Asean Corporate Governance Scorecard age tertinggi adalah Asia Pasific Fibers Tbk.,
(ACGS) adalah sebesar 0.514268. Deviasi yaitu sebesar 3.34. Sedangkan perusahaan
standar corporate governance adalah yang memiliki leverage terendah adalah
sebesar 0.1399166. Pelaksanaan corporate Kedawung Setia Industrial Tbk., yaitu
governance tertinggi adalah Semen Indone- sebesar 0.0025.
sia (Persero) Tbk., yaitu sebesar 0.8796.
Sedangkan pelaksanaan corporate gover- 4.2. Uji Asumsi Klasik
nance terendah adalah Siwani Makmur Tbk., 4.2.1. Uji Normalitas
yaitu sebesar 0.2014. Uji normalitas digunakan untuk me-
Variabel kepemilikan manajerial me- ngetahui apakah residual data memiliki
miliki rata-rata sebesar 0.046743. Deviasi distribusi normal atau tidak. Dalam pene-
standar kepemilikan manajerial adalah litian ini digunakan uji statistik One-Sample
sebesar 0.1231000. Tingkat kepemilikan Kolmogorov-Smirnov Test, dengan dasar
manajerial tertinggi adalah sebesar 0.8100 pengambilan keputusan jika nilai signifikansi
yaitu Sido Muncul Tbk. diatas 0.05, maka dapat disimpulkan model
Variabel kepemilikan institusional regresi memenuhi asumsi normalitas atau
memiliki rata-rata sebesar 0.675358. Deviasi memiliki distribusi normal. Hasil pengujian
standar kepemilikan institusional adalah normalitas dapat dilihat pada tabel 4.3.
sebesar 0.2411801. Sorini Agro Asia
Corporindo Tbk. merupakan perusahaan Tabel 4.3
dengan tingkat kepemilikan manajerial Uji Normalitas
tertinggi, yaitu sebesar 0.9867. Unstandar-dized
Ukuran perusahaan dalam penelitian ini Residual
diukur dengan menggunakan logaritma N 132
natural dari total asset pada akhir periode. Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Rata-rata dari ukuran perusahaan adalah Std. Deviation ,12742553
Most Extreme Absolute ,063
sebesar 12.202344. Deviasi standar ukuran Differences Positive ,063
perusahaan adalah sebesar 1.3983398. Negative -,035
Ukuran perusahaan tertinggi adalah sebesar Kolmogorov-Smirnov Z ,727
Asymp. Sig. (2-tailed) ,666
17.6523, yaitu Trisula International Tbk.
Sedangkan ukuran perusahaan terendah Sumber: Data sekunder diolah, 2014
adalah sebesar 6.4332, yaitu Semen
Baturaja (Persero) Tbk. Dari hasil uji One-Sample Kolmogorov-
Secara keseluruhan kemampuan rata- Smirnoc Test di atas diperoleh nilai
rata perusahaan sampel dalam hal ROA signifikansi sebesar 0.666, yaitu diatas 0.05.
adalah sebesar 0.071015. Deviasi standar Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
ROA adalah sebesar 0.1088813. Perusahaan data memiliki distribusi normal.
yang memiliki ROA tertinggi adalah Multi
Bintang Indonesia Tbk., yaitu sebesar 4.2.2. Uji Multikolonearitas
0.6700. Uji multikolonearitas bertujuan untuk

ISSN 1410-8623 183


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

mengetahui apakah ada atau tidaknya Tabel 4.5


korelasi antar variabel independen dalam Uji Heteroskedastisitas
model regresi. Cara untuk mendeteksi ada
tidaknya multikolonearitas dalam model Model Sig.
regresi dengan melihat nilai Tolerance dan VIF Corporate Governance ,288
(Variance Inflation Factor), dengan dasar Kepemilikan Manajerial ,930
pengambilan keputusan jika nilai tolerance Kepemilikan Institusional ,553
>0.10 dan VIF <10, maka tidak terdapat ma- Ukuran Perusahaan ,710
salah multikolonearitas. Hasil pengujian ROA ,192
multikolonearitas dapat dilihat pada tabel 4.4. Leverage ,106
Sumber: Data sekunder diolah, 2014
Tabel 4.4
Uji Multikolonearitas Dari hasil uji heteroskedastisitas di atas
Collinearity
diperoleh nilai signifikansi untuk semua
Model Statistics variabel independen >0.05. Oleh karena itu,
Tolerance VIF dapat disimpulkan bahwa model regresi
Corporate Governance ,814 1,229 memenuhi asumsi heteroskedastisitas atau
Kepemilikan Manajerial ,720 1,389 model regresi bersifat homokedastisitas.
Kepemilikan Institusional ,715 1,398
Ukuran Perusahaan ,896 1,116
ROA ,941 1,063 4.2.4. Uji Autokorelasi
Leverage ,873 1,146 Uji autokorelasi bertujuan untuk
mengetahui apakah ada korelasi antara
Sumber: Data sekunder diolah, 2014
satu pengamatan ke pengamatan lainnya
Dari hasil uji multikolonearitas di atas dalam model regresi. Dalam penelitian ini
diperoleh nilai tolerance untuk semua digunakan uji Durbin-Watson. Hasil peng-
variabel > 0.10 dan nilai VIF untuk semua ujian autokorelasi dapat dilihat pada tabel
variabel < 10. Oleh karena itu, dapat 4.6.
disimpulkan bahwa data memenuhi asumsi
multikolonearitas atau tidak ada korelasi Tabel 4.6
antar variabel independen dalam model Uji Autokorelasi
regresi.
Model DU Durbin- 4-DU
Watson
4.2.3. Uji Heteroskedastisitas 1 1,817 2,040 2,183
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk
mengetahui apakah variance dari satu Sumber: Data sekunder diolah, 2014
pengamatan ke pengamatan lainnya
berbeda ataukah tetap. Cara untuk men- Dari hasil uji autokorelasi di atas
deteeksi ada tidaknya heteroskedastisitas diperoleh nilai DW adalah 2.040, sedangkan
dalam penelitian ini dilakukan uji glejser, nilai DU tabel (k=6, n=150) adalah 1.817
yaitu dengan meregresi nilai absolut residual dan 4-DU adalah 2.183. Oleh karena nilai
terhadap variabel independen. Jika diper- DU tabel < DW < 4-DW tabel, yaitu 1.817
oleh nilai signifikansi untuk variabel < 2.040 < 2.183, maka dapat disimpulkan
independen > 0.05, maka tidak terdapat bahwa data tidak terdapat masalah auto-
masalah heteroskedastisitas. Hasil peng- korelasi.
ujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada
tabel 4.5.

184 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

4.3. Uji Hipotesis Dari hasil uji simultan (uji F) di atas


4.3.1. Koefisien Determinasi diperoleh bahwa nilai F hitung sebesar 8.026
Koefisien determinasi menunjukkan dengan nilai signifikansi 0.000. Oleh karena
seberapa besar kemampuan variabel nilai signifikansi <0.05, maka dapat
independen dalam menerangkan variasi disimpulkan bahwa variabel corporate gov-
variabel dependen. Hasil perhitungan nilai ernance , kepemilikan manajerial, dan
R-squares dalam penelitian ini dapat dilihat kepemilikan institusional secara simultan
pada tabel 4.7. berpengaruh terhadap intellectual capital
Tabel 4.7 disclosure.
Koefisien Determinasi
4.3.3. Uji Parsial (Uji t)
Model Adjusted R Uji parsial (uji t) bertujuan untuk
Square mengetahui secara individual pengaruh satu
1 ,243 variabel independen terhadap variabel
dependen. Jika nilai signifikansi yang
Sumber: Data sekunder diolah, 2014
dihasilkan uji parsial (uji t) < 0.05, maka
Dari tabel di atas diperoleh nilai dapat disimpulkan bahwa secara parsial
koefisien determinasi (sebesar 0.243, variabel independen berpengaruh signifikan
menunjukkan kemampuan variabel inde- terhadap variabel dependen. Hasil uji parsial
penden dalam menjelaskan variasi variabel (uji t) dapat dilihat pada tabel 4.9.
dependen relatif rendah. Maka dapat
Tabel 4.9
disimpulkan bahwa pengaruh corporate
Uji Parsial (Uji t)
governance, kepemilikan manajerial, dan
kepemilikan institusional terhadap intellec- Unstandardized
Model Coefficients
tual capital disclosure adalah sebesar 24.3%
B Sig.
dan sisanya 75.7% dipengaruhi oleh variabel
(Constant) ,019
lain di luar model penelitian ini. Corporate Governance ,406 ,000
Kepemilikan Manajerial -,121 ,268
4.3.2. Uji Simultan (Uji F) Kepemilikan Institusional -,075 ,185
Ukuran Perusahaan ,020 ,025
Uji simultan (uji F) bertujuan untuk
ROA ,397 ,000
mengetahui apakah semua variabel inde- Leverage -,020 ,504
penden dalam model regresi mempunyai
Sumber: Data sekunder diolah, 2014
pengaruh secara simultan terhadap variabel
dependen. Jika diperoleh nilai signifikansi uji
simultan (uji F) <0.05, maka dapat disimpulkan Model regresi dalam penelitian ini
bahwa semua variabel inde-penden secara adalah sebagai berikut:
simultan berpengaruh signifikan terhadap ICDI = α + β1 CG + β2 MAN_OWN +
variabel dependen. Hasil dari uji simultan (uji β3 INS_OWN + β4 LnTA + ROA + β5 LEV
F) dapat dilihat pada tabel 4.8. +ε
Dari hasil uji parsial (uji t) di atas dapat
Tabel 4.8 dilihat bahwa model regresi linear berganda
Uji Simultan (Uji F) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Model F Sig. ICDI = 0.019 + 0.406 CG – 0.121
MAN_OWN – 0.075 INS_OWN + 0.20 LnTA
Regression 8,026 ,000b
+ 0.397 ROA – 0.20 LEV
Sumber: Data sekunder diolah, 2014

ISSN 1410-8623 185


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

Hipotesis 1 sebesar 0.020 terhadap intellectual capital


Ha1: Corporate governance berpe- disclosure dan memiliki nilai signifikansi
ngaruh positif signifikan terhadap intellec- sebesar 0.025, yaitu < 0.05, sehingga
tual capital disclosure. variabel kontrol ukuran perusahaan berpe-
Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper- ngaruh positif signifikan terhadap intellec-
oleh bahwa variabel corporate governance tual capital disclosure.
memiliki koefisien beta positif sebesar 0.406
terhadap intellectual capital disclosure dan Variabel Kontrol Return On Assets (ROA)
memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000, Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper-
yaitu < 0.05, sehingga Ha1 diterima yang oleh bahwa variabel kontrol ROA memiliki
berarti corporate governance berpengaruh koefisien beta positif sebesar 0.397
positif signifikan terhadap intellectual capi- terhadap intellectual capital disclosure dan
tal disclosure. memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000,
yaitu < 0.05, sehingga variabel kontrol ROA
Hipotesis 2 berpengaruh positif signifikan terhadap in-
Ha2: Kepemilikan manajerial berpe- tellectual capital disclosure.
ngaruh positif signifikan terhadap intellec-
tual capital disclosure. Variabel Kontrol Leverage
Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper- Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper-
oleh bahwa variabel kepemilikan manajerial oleh bahwa variabel kontrol leverage
memiliki koefisien beta negatif sebesar - memiliki koefisien beta negatif sebesar -0.02
0.121 terhadap intellectual capital disclo- terhadap intellectual capital disclosure dan
sure dan memiliki nilai signifikansi sebesar memiliki nilai signifikansi sebesar 0.504,
0.268, yaitu > 0.05, sehingga Ha2 ditolak yaitu > 0.05, sehingga variabel kontrol le-
yang berarti kepemilikan manajerial tidak verage tidak berpengaruh positif signifikan
berpengaruh positif signifikan terhadap in- terhadap intellectual capital disclosure.
tellectual capital disclosure.
4.4. Pembahasan Hasil Penelitian
Hipotesis 3 Pengaruh Corporate Governance
Ha3: Kepemilikan institusional berpe- terhadap Intellectual Capital Disclosure
ngaruh positif signifikan terhadap intellec- Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
tual capital disclosure bahwa koefisien beta positif sebesar 0.406
Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper- terhadap intellectual capital disclosure dan
oleh bahwa variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000,
memiliki koefisien beta negatif sebesar - yaitu < 0.05, sehingga Ha1 diterima yang
0.075 terhadap intellectual capital disclo- berarti corporate governance berpengaruh
sure dan memiliki nilai signifikansi sebesar positif signifikan terhadap intellectual capi-
0.185, yaitu > 0.05, sehingga Ha3 ditolak tal disclosure. Hasil penelitian ini sejalan
yang berarti kepemilikan institusional tidak dengan penelitian yang dilakukan oleh
berpengaruh positif signifikan terhadap in- Meizaroh dan Lucyanda (2012), yaitu cor-
tellectual capital disclosure. porate governance berpengaruh positif
terhadap intellectual capital disclosure .
Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan Perusahaan yang memiliki corporate gov-
Berdasarkan tabel 4.9. di atas diper- ernance yang baik akan memiliki kesadaran
oleh bahwa variabel kontrol ukuran peru- yang lebih tinggi terhadap pelaksanaan in-
sahaan memiliki koefisien beta positif tellectual capital disclosure. Khomsiyah

186 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

(2003) menyatakan bahwa semakin tinggi saham manajerial tidak berpengaruh


indeks implementasi corporate governance terhadap pengungkapan sukarela. Menurut
maka semakin banyak informasi yang Firer (2002) bahwa kecenderungan pela-
diungkapkan oleh perusahaan dalam annual poran dipengaruhi oleh informasi yang ada.
report. Perusahaan dengan kepemilikan manajerial
Corporate governance dianggap yang tinggi, maka lebih sedikit melakukan
sebagai suatu sistem yang digunakan untuk intellectual capital disclosure . Hal ini
mengelola dan menjalankan perusahaan disebabkan karena para manajer telah
atau bisnis dengan baik. Corporate gover- memiliki akses yang cukup untuk men-
nance merupakan suatu cara untuk menja- dapatkan informasi yang mereka butuhkan
min bahwa manajemen mengelola dan sehingga menyebabkan sedikitinya tekanan
melakukann pengambilan keputusan yang bagi mereka untuk melakukan intellectual
terbaik untuk stakeholders. Pelaksanaan capital disclosure pada annual report.
good corporate governance menuntut Jensen dan Meckling (1976) juga
adanya perlindungan yang kuat terhadap membuktikan bahwa manajer memiliki
hak-hak para pemegang saham. Prinsip- kecenderungan untuk terlibat dalam
prinsip atau pedoman pelaksanaan corpo- pengambilan keputusan yang meng-
rate governance menunjukkan adanya untungkan dan prilaku-prilaku oportunistik
perlindungan hak-hak para pemegang lain karena mereka mendapatkan ke-
saham tersebut. Penerapan prinsip tersebut untungan penuh dari tindakan-tindakan
secara konsisten terbukti dapat mening- tersebut tetapi hanya menanggung sedikit
katkan kualitas laporan keuangan dan risiko dari yang seharusnya. Oleh karena
laporan tahunan suatu perusahaan. Kualitas manajer memiliki proporsi saham dalam
laporan tahunan dapat dikatakan mening- perusahaan dan bertindak sebagai agen
kat jika perusahaan melakukan voluntary atau pihak manajemen perusahaan maka
disclosure, yaitu salah satunya adalah in- dalam pengambilan keputusan mereka
tellectual capital disclosure. cenderung mengabaikan kepentingan prin-
cipal atau pemegang saham yaitu peng-
Pengaruh Kepemilikan Manajerial ungkapan informasi secara lengkap, salah
Terhadap Intellectual Capital Disclosure satunya adalah intellectual capital disclo-
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sure.
bahwa variabel kepemilikan manajerial
memiliki koefisien beta negatif sebesar - Pengaruh Kepemilikan Institusional
0.121 terhadap intellectual capital disclo- Terhadap Intellectual Capitl Disclosure
sure dan memiliki nilai signifikansi sebesar Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
0.268, yaitu > 0.05, sehingga Ha2 ditolak bahwa variabel kepemilikan manajerial
yang berarti kepemilikan manajerial tidak memiliki koefisien beta negatif sebesar -
berpengaruh positif signifikan terhadap in- 0.075 terhadap intellectual capital disclo-
tellectual capital disclosure. Hasil penelitian sure dan memiliki nilai signifikansi sebesar
ini tidak sejalan dengan penelitian yang 0.185, yaitu > 0.05, sehingga Ha3 ditolak
dilakukan oleh Sheu et al., (2007), Saleh et yang berarti kepemilikan institusional tidak
al., (2009), dan Purwandari (2012). Namun berpengaruh positif signifikan terhadap in-
penelitian ini sejalan dengan penelitian yang tellectual capital disclosure. Hasil penelitian
dilakukan oleh Firer (2002), Pramunia ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
(2010), Puspitaningrum (2012), dan Aniroh oleh Hapsoro (2007), Puspitaningrum
(2014) yang menyatakan kepemilikan (2012), serta Nabor dan Suardana (2014)

ISSN 1410-8623 187


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

bahwa kepemilikan institusional tidak menggunakan tiga variabel kontrol, yaitu


berpengaruh terhadap pengungkapan ukuran perusahaan, ROA, dan leverage.
sukarela. Penelitian ini tidak sejalan dengan Penelitian ini menggunakan data empiris
penelitian yang dilakukan oleh Carson dan dari Bursa Efek Indonesia dengan meng-
Simnett (1997), Baroko 2007, dan Akhta- gunakan sampel sebanyak 132 perusahaan
rudin et al., (2009). Disamping itu, pene- manufaktur pada tahun 2013.
litian ini tidak mendukung pernyataan Berdasarkan hasil analisis data dan
Purnomosidhi (2005) bahwa kepemilikan pembahasan yang telah dilakukan dapat
institusional yang tinggi akan memotivasi disimpulkan sebagai berikut:
para manajer untuk mengungkapkan intel- 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
lectual capital secara luas. Hal ini disebakan hipotesis pertama diterima, yaitu
karena kepemilikan institusional yang terdiri corporate governance berpengaruh
dari perusahaan investasi, perusahaan efek, positif signifikan terhadap intellectual
dan perusahaan dana pensiun di Indonesia capital disclosure dengan nilai signi-
mungkin belum mempertimbangkan intel- fikansi uji t sebesar 0.000.
lectual capital sebagai salah satu kriteria 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dalam melakukan investasi, sehingga para hipotesis kedua ditolak, yaitu kepe-
investor institusional tidak menuntut milikan manajerial tidak berpengaruh
perusahaan untuk melakukan intellectual positif terhadap intellectual capital
capital disclosure secara luas dalam annual disclosure dengan nilai signifikansi uji
report. t sebesar 0.268.
Nuryaman (2009) juga mengungkapkan 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
bahwa investor institusional cenderung tidak hipotesis ketiga ditolak, yaitu kepe-
tertarik dengan pengungkapan sukarela milikan institusional tidak berpengaruh
dalam annual report. Hal ini disebabkan positif terhadap intellectual capital
karena mereka dapat mengakses informasi- disclosure dengan nilai signifikansi uji
informasi yang diperlukan secara langsung t sebesar 0.185.
pada perusahaan tanpa melalui financial 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
report dan annual report . Selain itu variabel kontrol pertama, yaitu size
pengungkapan informasi juga dijadikan berpengaruh positif signifikan terhadap
alasan strategi perusahaan dalam per- intellectual capital disclosure dengan
saingan, sehingga terdapat beberapa nilai signifikansi uji t sebesar 0.025.
informasi penting yang tidak diungkapkan 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
oleh perusahaan untuk menghindari pe- variabel kontrol kedua, yaitu ROA
manfaatan informasi tersebut oleh para berpengaruh positif signifikan terhadap
pesaing perusahaan. intellectual capital disclosure dengan
nilai signifikansi uji t sebesar 0.000.
V. SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
IMPLIKASI variabel kontrol ketiga, yaitu leverage
5.1. Simpulan tidak berpengaruh positif terhadap
Penelitian ini dilakukan untuk menge- intellectual capital disclosure dengan
tahui pengaruh antara corporate gover- nilai signifikansi uji t sebesar 0.504.
nance, kepemilikan manajerial, dan kepe-
milikan institusional terhadap intellectual 5.2. KETERBATASAN
capital disclosure pada perusahaan manu- Keterbatasan dalam penelitian ini
faktur. Selain itu dalam penelitian ini juga adalah sebagai berikut:

188 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

1. Penelitian ini hanya dilakukan dalam melakukan intellectual capital disclo-


satu periode waktu penelitian, yaitu sure karena hal-hal tersebut sangat
2013 sehingga kesimpulan yang penting bagi perusahaan untuk me-
dihasilkan dari penelitian ini tidak dapat ningkatkan nilai perusahaan.
menggambarkan adanya peningkatan
atau penurunan intellectual capital DAFTAR PUSTAKA
disclosure yang dilakukan perusahaan Abeysekera, Indra (2006). The Project of
dari periode sebelumnya. Intellectual Capital Disclosure: Re-
2. Terdapatnya unsur subjektivitas dalam searching the Research. Journal of In-
menentukan indeks intellectual capital tellectual Capital, Vol. 7 No. 1, pp. 61-
disclosure. Hal ini dikarenakan tidak 77.
adanya ketentuan baku yang dapat Aisyah, C. N., dan Sudarno (2014). Penga-
dijadikan pedoman sehingga penen- ruh Struktur Kepemilikan dan R&D
tuan indeks dalam kategori yang sama Terhadap Luasn Pengungkapan Modal
dapat berbeda untuk setiap peneliti. Intelektual. Diponogoro Journal of Ac-
counting, Vol. 7 No. 3, pp. 1-9.
5.3. IMPLIKASI Akhtarudin, M., M. A. Hossain, M. Hossain
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka (2009). Corporate Governance and
hasil penelitian ini memiliki implikasi sebagai Voluntary Disclosure in Corporate An-
berikut: nual Reports of Malaysian Listed Firms.
1. Bagi literatur atau peneliti selanjutnya, JAMAR, Vol. 7 No. 1.
sebaiknya mengkaji lebih dalam Anthony, Robert N., V. Govindajaran (2004).
tentang variabel-variabel lain yang Management Control System, 11th edi-
mungkin dapat mempengaruhi intellec- tion. New York: McGraw-Hill Compa-
tual capital disclosure, menggunakan nies, Inc.
sampel dari setiap periode secara Arifah, Sarah (2012). Analisis Pengaruh
berkelanjutan (time series) agar dapat Elemen Intellectual Capital terhadap
dibandingkan intellectual capital Kinerja Keuangan Pada Industri Per-
disclosure yang dilakukan perusahaan bankan yang Terdaftar di Bursa Efek
dari periode-periode sebelumnya, dan Indonesia. Jurnal Akuntansi Univesitas
memperluas objek penelitian selain Gunadharma.
perusahaan manufaktur yang terdaftar ASEAN Capital Market Forum (2009).
di BEI sehingga mampu memberikan ASEAN Corporate Governance Score-
gambaran umum mengenai intellectual card. http://www.theacmf.org (diakses
capital disclosure perusahaan-perusa- 5 Oktober 2014).
haan di Indonesia. Astuti, Pratiwi Dwi dan A. Sabeni (2005).
2. Bagi regulator terkait bidang akuntansi, Hubungan Intellectual Capital dan Busi-
yaitu Ikatan Akuntansi Indonesia ness Performance dengan Diamond
diharapakan untuk melakukan pem- Specification: Sebuah Perspektif
buatan standar atau pedoman intellec- Akuntansi. Simposium Nasional
tual capital disclosure agar tidak terjadi Akuntansi VIII Solo, 696-707.
kesalahan atau bias dalam penentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lem-
intellectual capital disclosure. baga Keuangan (BAPEPAM-LK) (2012).
3. Bagi pihak manajemen, sebaknya Kewajiban Penyampaian Laporan
melaksanakan corporate governance Tahunan Emiten atau Perusahaan
sesuai dengan prinsip-prinsipnya dan Publik. Lampiran Keputusan Ketua

ISSN 1410-8623 189


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

BAPEPAM-LK Peraturan Nomor X.K.6; Apriliyanti, K. A. Triyanti, H. Nurshalli


No: KEP-431/BL/2012. Jakarta: Bape- (2014). Identifikasi Item-Item Penilaian
pam-LK. ASEAN Corporate Governance Score-
Barako, Dulacha G. (2007). Determinants of card dalam Laporan Tahunan Peru-
Voluntary Disclosure in Kenyan Com- sahaan Publik di Indonesia. Working
panies Annual Report. Africam Journal Paper Universitas Trisakti.
of Business Management, 1 (8): 113- Deegan, Craig (2004). Financial Account-
128. ing Theory. Australia: McGraw-Hill Aus-
Bontis, Nick (2001). Assessing Knowledge tralia Pty Limited.
Asset: A Review of the Models Used to Faisal (2004). Analisis Agency Cost, Struktur
Measure Intellectual Capital. Interna- Kepemilikan, dan Mekanisme Corpo-
tional Journal of Management Reviews, rate Governance. Simposium Nasional
3 (3): 41-60. Akuntansi VII.
Bozzolan, S., F. Favotto., F. Ricceri (2003). Firer, S. dan S. M. Williams (2003). Intellec-
Italian Annual Intellectual Capital Dis- tual Capital and Traditional Measures
closure: An Empirical Analysis. Journal of Corporate Performance. Journal of
of Intellectual Capital, Vol. 4 No. 4, pp. Intellectual Capital, 10 (1): 348-360.
543-558. Forum for Corporate Governance in Indo-
Brigham, Eugene F. dan J. F. Houston. nesia (FCGI) (2006). Definition of Good
(2011). Fundamentals of Financial Man- Corporate Governance. http://www.-
agement, Thirteen Edition. New York: fcgi.or.id (diakses 30 September 2014).
Thompson South Western. Ghozali, Imam (2011). Aplikasi Analisis Mul-
Chalotra, V. dan V. Sharma (2012). Rel- tivariate dengan Program IBM SPSS 19
evance of Intellectual Capital in Ac- Edisi 5. Semarang: Badan Penerbit Uni-
counting. Journal of Exclusive Manage- versitas Diponogoro.
ment Science, 1 (5): 1-12. Hair, Joseph F., W. C. Black, B. J. Babin,
Chartered Institute of Management Account- dan R. E. Anderson (2010). Multivari-
ing (CIMA) (2004). Understanding Cor- ate Data Analysis (7th ed.). New York:
porate Value: Managing and Report- Prentice Hall.
ing Intellectual Capital. http://www.- Holmen, Jay (2005). Intellectual Capital
cimaglobal.com (diakses 5 November Reporting. Management Accounting
2014). Quarterly, Vol. 6 No. 4, pp. 1-9.
Cerbioni, Fabrizio dan A. Parbonetti (2007). Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2000). Aset
Exploring the Effects of Corporate Gov- Tidak Berwujud. Pernyataan Standar
ernance on Intellectual Capital Disclo- Akuntansi Indonesia No. 19 (Revisi
sure: An Analysis of European Biotech- 2000). Jakarta: DSAK-IAI.
nology Companies. European Account- Ikbal, Muhammad (2012). Hubungan
ing Review, Vol. 6 No. 4, pp. 791-826. Karakteristik Perusahaan dan Profita-
Daniel, Niko Ulfandri (2013). Pengaruh bilitas dengan Praktik Pengungkapan
Ukuran Perusahaan, Leverage, dan Sosial dan Lingkungan (Suatu Telaahan
Likuiditas Terhadap Luas Pengung- Empiris dan Teoritis). Jurnal Kinerja, Vol.
kapan Laporan Keuangan. Jurnal 9 No. 2, pp. 25-36.
Ekonomi Universitas Negeri Padang. Indonesian Institute for Corporate Gover-
1(3): 1-19. nance (IICG) (2000). Tata Kelola
Darmawati, D., F. Nurziah, Y. Nurmalita, A. Perusahaan. http://www.iicg.org (diak-
P. Tyassandy, F. Zuhdi, A. Lestari, F. ses 30 September 2014).

190 ISSN 1410-8623


Finance and Banking Journal, Vol. 16 No. 2 Desember 2014

Jensen, M.C. dan W. H. Meckling (1976). Corporate Governance, Kinerja Peru-


Theory of The Firm: Managerial Behav- sahaan, dan Umur Perusahaan Terha-
ior, Agency Costs and Ownership Struc- dap Pengungkapan Modal Intelektual.
ture. Journal of Finance Economics, 3 Media Riset Akuntansi, 2 (2): 65-81.
(10): 305-360. Nabor, Maria K.M. dan K. A. Suardana
Keenan, J. dan M. Aggestam (2001). Cor- (2014). Pengaruh Struktur Kepemilikan
porate Governance and Intellectual dan Proprietary Cost Terhadap Peng-
Capital: Some Conceptualism. Corpo- ungkapan Sukarela. E-Jurnal Akuntansi
rate Governance: An International Re- Universitas Udayana, 6 (2): 197-209.
view, 9 (10). 259-275. Nuryaman (2009). Pengaruh Konsentrasi
Khomsiyah (2003). Hubungan Corporate Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan
Governance dan Pengungkapan Infor- Mekanisme Corporate Governance
masi: Pengujian Secara Simultan. Terhadap Pengungkapan Sukarela.
Simposium Nasional Akuntansi VI Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indo-
Surabaya. nesia, 6 (6): 89-116.
Komite Nasional Kebijakan Governance Novitasari, Tera dan I. Januarti (2009).
(2006). Pedoman Umum Good Corpo- Pengaruh Struktur Kepemilikan terha-
rate Governance Indonesia. Jakarta. dap Kinerja Intellectual Capital (Studi
Kuryanto, Benny dan M. Syafruddin (2008). pada Perusahaan Perbankan yang
Pengaruh Modal Intelektual terhadap Terdaftar di BEI Tahun 2005-2007).
Kinerja Perusahaan (tidak dipub- Jurnal Akuntansi dan Auditing, 5 (5):
likasikan). 95-111.
Latan, Hengky dan S. Temalagi (2012). OECD (2004). OECD Principles of Corpo-
Analisis Multivariate Teknik dan Aplikasi rate Governance. http://www.oecd.org
Menggunakan IBM SPSS 20.0. Ban- (diakses 7 September 2014).
dung: Alfabeta. Permatasari, Vanessa Dita (2010). Praktik
Li, J., R. Pike, dan R. Haniffa (2008). Intel- Intellectual Capital Disclosure dan
lectual Capital Disclosure and Corpo- Permintaan Narrow Financial Based
rate Governance Structure in UK Firms. Stakeholders di Indonesia. Skripsi Uni-
Accounting and Business Research, 38: versitas Sebelas Maret.
137-159. Pramunia, Agy. (2010). Pengaruh Corporate
Listyani, Theresia Tyas (2003). Kepemilikan Governance dan Financial Distressed
Manajerial, Kebijakan Hutang, dan Terhadap Luas Pengungkapan. Skripsi
Pengaruhnya Terhadap Kepemilikan Universitas Diponogoro.
Saham Institusional. Journal Maxi, 3: Purnomosidhi, B. (2006). Praktik Peng-
98-114. ungkapan Modal Intelektual pada
Machmud, Novita dan C. D. Djakman Perusahaan Publik di BEJ. Jurnal Riset
(2008). Perngaruh Struktur Kepemilikan Akuntansi, 9 (1): 1-20.
terhadap Luas Pengungkapan Tang- Purwandari, Arum. (2012). Pengaruh
gung Jawab Sosial (CSR Disclosure) Profitabilitas, Leverage,Struktur Kepe-
Pada Laporan Tahunan Perusahaan: milikan, dan Status Perusahaan Ter-
Studi Empiris Pada Perusahaan Publik hadap Pengungkapan Laporan Ke-
yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia uangan pada Perusahaan Manufaktur
Tahun 2006. Simposium Nasional di Indonesia . Skripsi Universitas
Akuntansi 11 Pontianak. Diponogoro.
Meizaroh dan J. Lucyanda (2012). Pengaruh Puspitaningrum, Dara dan S. Atmini (2012).

ISSN 1410-8623 191


Analisis Pengaruh Corporate Governance ... (Fatwa Nurziah & Deni Darmawati, SE, Ak., MSi)

“Corporate Governance Mechanism Sugiarto (2009). Struktur Modal, Struktur


and The Level of Internet Financial Re- Kepemilikan Perusahaan, Permasalahan
porting: Evidence from Indonesia Com- Keagenan dan Informasi Asimetri .
panies”. Procedia Economics and Fi- Yogyakarta: Graha Ilmu.
nance 2 (pp 157-166). Suhardjanto, Djoko dan M. Wardhani
Ramadan, Muhieddine dan G. Madjalany (2010). Praktik Intellectual Capital Dis-
(2011). The Impact of Corporate Gov- closure Perusahaan yang Terdaftar di
ernance Indicators on Intellectual Capi- Bursa Efek Indonesia. JAAI, 14 (6): 71-
tal Disclosue: An Empirical Analysis 85.
from Banking Sector in United Arab Sutedja (2004). Pengungkapan (Disclosure)
Emirates. Proceedings of the 5th Euro- Laporan Keuangan SEbagai Upaya
pean Conference on Intellectual Capi- Mengatasi Asimetri Informasi. TEMA,
tal (pp 351-361). Vol. 5 No. 5 pp. 72-84.
Saleh, N.M., M.R.C.A. Rahman, dan M.S. Tamba, Erida G. H. (2011). Pengaruh
Hassan (2009). Ownership Structure and Struktur Kepemilikan terhadap Peng-
Intellectual Capital Performance in Ma- ungkapan Tanggung Jawab Sosial
laysia. Asean Academy of Management Perusahaan. Skripsi Universitas Dipo-
Journal of Accounting and Finance, 5 nogoro.
(9): 1-29. Williams, S. M. (2001). Is Intellectual Capi-
Saudagaran, Shahrokh M. (2004). Interna- tal Performance and Disclosure Prac-
tional Accounting A User Perspective, tices Related?. Journal of Intellectual
2th Edition. New York: Thompson Capital, 2 (3): 192-203.
South Western. Zulkarnaen, E. Iskandar dan A. Mahmud
Sheu, H. J., C. L. Liu, dan F. J. Yang (2007). (2013). Pengaruh Good Corporate
The Determinants of Voluntary Disclo- Governance Terhadap Luas Peng-
sure of Directors’ Compensation: Em- ungkapan Intellectual Capital. Jurnal
pirical Evidence from an Emerging Dinamika Akuntansi, 5 (3): 79-85.
Market. http://fin.shu.edu.tw (diakses 5
November 2014).

***

192 ISSN 1410-8623