You are on page 1of 15

Kawasan Hutan Mangrove Kendari Kian

Menyusut
Oleh :

Tempo.co
Sabtu, 22 Juli 2017 14:40 WIB

Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari,
Sulawesi Tenggara, Agus Salim Safrulah, mengatakan luas kawasan hutan mangrove di
pesisir Kota Kendari semakin menyusut.

"Awalnya kawasan mangrove mencapai 525 hektare namun kini tersisa kurang lebih 70
persen atau sekitar 367,5 hektare," kata Agus Salim, di Kendari, Jumat, 21/7.

–– ADVERTISEMENT ––

Ads by Kiosked
Ia mengatakan tingkat perusakan tanaman mangrove oleh masyarakat di beberapa wilayah
pesisir Kota Kendari menjadi ancaman bagi penduduk warga kota, khususnya yang
bermukim di wilayah pesisir. "Untuk menekan kerusakan kawasan mangrove tersebut, kami
minta keterlibatan warga setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian mangrove," kata
dia.

Melalui kelompok masyarakat peduli mangrove yang telah terbentuk kata Agus Salim,
diberikan pemahaman tentang arti dan penting mangrove dalam menjaga ekosistem pesisir.

"Mangrove selain memiliki fungsi fisik menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi
pantai dari abrasi, dan intrusi air laut, juga memiliki fungsi biologis sebagai habitat berbagai
jenis biota, serta dapat ditata menjadi area smart point," katanya.

Kawasan mangrove, kata dia, merupakan salah satu ekosistem pesisir dan lautan yang juga
bisa berdampak pada ekonomi warga.

Kawasan mangrove di Kendari terdapat hampir disepanjang garis pantai teluk Kendari.
Mmebujur dari Kelurahan Tondonggeu bagian selatan Kendari sampai Kelurahan Purirano di
bagian utara Kendari.

ANTARA

 Hutan Mangrove
 Kota Kendari

Terkait

Tanam Mangrove di Pelabuhan Ramaikan Acara Hari


Air Sedunia
26 hari lalu

Sampah Plastik Muara Angke Masih Tersisa 40 Persen


27 hari lalu

Sampah Mangrove Muara Angke Didominasi Bungkus


Plastik Mi Instan
29 hari lalu

Cerita Petugas PPSU Tiga Hari Bersihkan Sampah di


Muara Angke
29 hari lalu
Rekomendasi

Musim Kemarau, Saatnya Bertemu Orangutan di


Kalimantan
23 jam lalu

Jembatan Widang-Babat Ambruk, Sekilas Tentang Babat


Kota Wingko
1 hari lalu

Medana Bay Marina di Lombok Resmi Pelabuhan Yacht


Internasional
1 hari lalu

Ini Tempatnya Menikmati Soto Kadipiro Kuah Bening di


Jakarta
2 hari lalu
Foto

Menikmati Keindahan Hamparan Bunga Azalea di


Jepang
1 hari lalu

Motel Unik yang Terbuat dari Kapal Hingga Pesawat


Boeing
2 hari lalu

Bernarsis Ria di Desa Mantar dengan Papan Selfie Kocak


3 hari lalu

Kemeriahan Festival Teluk Tomini (FTT) 2018


3 hari lalu
Video

Berswafoto di Wisata Edukasi Kebun Salak Gunung


Penanggungan
3 hari lalu

20 Juta untuk Berkreasi Membuat Kampung 3D


Pamulang
3 hari lalu

Wisata Tak Biasa di Kuba


5 hari lalu

Wisata Konservasi Mata Air Sungai Citarum


17 hari lalu
terpopuler
 1

Jadwal Lengkap Jember Fashion Carnaval 2018

 2

Becak Wisata, yang Baru di Jember Fashion Carnaval


2018

 3
Jember Fashion Carnaval 2018 Tampilkan Simbol Energi
Asia

 4

Orang Indonesia Banyak Berkunjung ke Malaysia, Ini


yang Dicari

 5

Cerita dari Kampung Pembuat Perahu Cepat di


Palembang

Fokus

BPK Temukan Pemborosan Pembangkit Listrik PLN Rp


1,61 Triliun


Sam Rainsy: Cina Manfaatkan Hun Sen Pecah Belah
ASEAN

Usulan Kenaikan Anggaran DPR Rp 7,7 Triliun Dikritik

Menanti LRT Beroperasi dan Integrasi Angkutan Umum


di Ibu Kota

Terkini

Pendaftar Lomba Lari Mendaki Gunung Rinjani


Mencapai 1.114 Orang
1 jam lalu

3 Spot Snorkeling Seru Dekat Jakarta


10 jam lalu

 

5 Zona Waterpark Malaysia, Ombak Surfing Sampai


Perahu Luncur
12 jam lalu

Orang Indonesia Banyak Berkunjung ke Malaysia, Ini


yang Dicari
13 jam lalu

 

Ombak Buatan Terbesar Se-Asia Tenggara di Waterpark


Baru Malaysia
13 jam lalu


Akhir Pekan di Banyuwangi: Kontes Ayam Bekisar dan
Olahraga Air
17 jam lalu

 

PT KAI Adakan Angkringan on Station


17 jam lalu

Cerita dari Kampung Pembuat Perahu Cepat di


Palembang
17 jam lalu

Dubes India Tawarkan Festival Budaya India di Aceh


19 jam lalu

Becak Wisata, yang Baru di Jember Fashion Carnaval


2018
20 jam lalu
Selengkapnya
Grafis
Rudal Kuno Suriah, Pantsir, dan Buk Halau Serangan
Amerika

Suriah menembakan peluru kendali kuno S-200 sampai rudal modern Pantsir untuk
menghadapi serangan gabungan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

 Tentang Kami
 Pedoman Media Siber
 Karir
 Beriklan
 Majalah TEMPO
 Majalah TEMPO English
 Koran TEMPO
 TEMPO Institute
 Indonesiana
 TEMPO Store
 TEMPO English






TEMPO.CO © 2017

https://travel.tempo.co/read/893567/kawasan-hutan-mangrove-kendari-kian-menyusut/19/04/18