You are on page 1of 6

CETACEUM

Nama Sinonim : Setasium, Spermaceti.

Nama Hewan Asal : Physeter macrocephalus. Physeter catodon (L.) dan Hyperoodon rostratus (Miller).

Keluarga : Physeteridae.

Zat berkhasiat Utama/isi : Setin (=setin palmitat), setilstearat, setiloleat, setilaurat, setilmiristinat, dan setil

Penggunaan : Bahan dasar salep.

Pemerian : Massa hablur bening,licin,warna putih,mutiara,bau dan bau lemah.

Bagian yang digunakan : Malam padat murni yang di peroleh dari minyak lemak yang terdapat pada

kepala,dan badan ikan.

Sediaan : Unguentum Leniens (Form. Nas).

Cara memperoleh : Binatang menyusui ini kepalanya besar ,bagian atas kepala berisi cairan yang setelah

binatangnya mati,menjadi padat putih seperti bunga karang, merupakan campuran

setaseum dan minyak lemak. Dengan perasaan,pencucian dengan soda dan lain

sebagai nya diperoleh setaseum murni.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.

GELATINUM

Sinonim : Gelatin, Golfoam, Puragol, Lom

Pemerian : Serbuk atau butiran, tidak berwarna atau kekuningan pucat, bau dan rasa lemah.

Kelarutan : Direndam dalam air menjadi lunak, air panas, tetano dan eter

Khasiat : Zat tambahan

Pemberian : Zat tambahan

Golongan : Bebas

Sediaan : Gelatin injection (Solutio gelatinae Melicihalis Pro Injectionicus), 6-10/


Sterilisasi : Cara I

-Agar-agar : Agar-agar yang bermuatan negatif dengan gelatin yang bermuatan positif akan menggumpal,

juga dengan Gummi arabicum dan Tragacanth.

-Alkohol, Aldehid ---- terjadi penggumpalan.

-Asam2 : dipanaskan dapat mencair dan dapat membeku lagi.

-Garam2 dan Asam2 : bersifat meniadakan gelatinasi ini juga terjadi jika gelatin terlampau lama dipanaskan

dengan air pada suhu tinggi.

-Kombinasi dengan Tannin : mungkin dilakukan pada Ovula dan Suppositoria, jika dilarutkan dalam glyserin

dengan menguapkan air secukupnya.

-Phenol : tidak tersatukan dalam semua perbandingan

-Tannin, Sunlimat ---- terbentuk senyawa yang tidak larut.

-Zat2 penyamak ---- terbentuk senyawa yang tidak larut.

Catatan : Gelatin pada kapsul, melapis pil, Gelatinae Oxydi Zincici, sebagai pengemulsi, suppositoria.

Gelatin adalah zat kimia padat, tembus cahaya, tak berwarna, rapuh (jika kering), dan tak berasa, yang

didapatkan dari kolagen yang berasal dari berbagai produk sampingan hewan. Gelatin umumnya digunakan

sebagai zat pembuat gel pada makanan, farmasi, fotografi, dan pabrik kosmetik. Gelatin merupakan

campuran antara peptida dengan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat

pada tulang atau kulit binatang. Gelatin komersial biasanya diperoleh dari ikan, sapi, dan babi. Dalam

industri pangan, gelatin luas dipakai sebagai salah satu bahan baku dari permen lunak, jeli, dan es krim.

LLUMBRICUS RUBELLUS

Cacing tanah merah

Lumbricus.rubellus.jpg

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia

Filum: Annelida

Kelas: Clitellata

Subkelas: Oligochaeta

Order: Haplotaxida

Keluarga: Lumbricidae

Genus: Lumbricus

Spesies: L. rubellus

Nama Binomial
Lumbricus rubellus adalah spesies cacing tanah yang berhubungan dengan Lumbricus terrestris. Biasanya

berwarna ungu kemerahan atau ungu kemerahan, warna warni di bagian punggung, dan bagian perut

kuning pucat. Mereka biasanya sekitar 25 milimeter (0,98 in) hingga 105 milimeter (4.1 in) panjangnya,

dengan sekitar 95-120 segmen. Distribusi asli mereka adalah daratan Eropa dan Kepulauan Inggris, tetapi

mereka saat ini tersebar di seluruh dunia di habitat yang cocok.

Ukuran dan penampilan

Lumbricus rubellus, atau "cacing tanah merah", berkisar dari 25 milimeter (0,98 in) hingga 105 milimeter

(4,1 inci) panjangnya dan memiliki kulit yang halus, kemerahan, semi transparan, fleksibel yang

tersegmentasi menjadi bagian melingkar. Setiap segmen mengandung empat pasang setae, atau bulu, dan

jumlah total segmen per organisme matang berkisar antara 95-105. [2] Segmentasi Lumbricus rubellus

mengidentifikasi organisme sebagai anggota Phylum Annelida, sementara segmen yang membesar ke arah

anterior organisme yang disebut clitellum menunjukkan keanggotaan ke Kelas Clitellata. Anggota kelas ini

juga didefinisikan dengan memiliki gonad permanen.

Habitat

Lumbricus rubellus secara alami hidup di tanah yang tinggi bahan organik, lebih baik kotoran dan kotoran.

Cacing membutuhkan tanah yang gembur untuk menggali dan tanah cukup lembab untuk pertukaran gas.

Persyaratan lebih lanjut termasuk faktor-faktor abiotik seperti pH dan suhu. Berbagai faktor abiotik signifikan

terhadap Lumbricus rubellus. pH sangat penting; kisaran 5,5 hingga 8,7 dapat diterima dengan preferensi

untuk tanah netral. Temperatur juga signifikan, dengan implikasi untuk pertumbuhan, respirasi, metabolisme

dan reproduksi di antara hal-hal lain. Suhu yang ideal adalah 51 derajat Fahrenheit (10,6 derajat Celcius).

Faktor abiotik lebih lanjut adalah kelembaban, yang penting untuk respirasi. Spesies serupa, Millsonia

anomala, paling aktif pada kadar air 10-17%. Substratum untuk Lumbricus rubellus terkait dengan sumber

makanan spesies dan persyaratan pH dan kelembaban. Dung adalah preferensi spesies. Berkaitan dengan

intensitas cahaya, sebagian besar spesies cacing tanah bersifat fotonegatif terhadap sumber cahaya yang

kuat dan photopositive terhadap sumber cahaya yang lemah. Hal ini disebabkan oleh efek cahaya yang

kuat, seperti pengeringan dan kurangnya sumber makanan yang ditemukan di atas tanah untuk cacing

tanah.

Tingkah laku

Organ-organ indera Lumbricus rubellus yang terkait dengan makan berada di prostomium, terletak di ujung

anterior organisme. Kemoreseptor di sini sensitif terhadap alkaloid, polifenol, dan asam. Tanggapan negatif

disebabkan oleh asam dan alkaloid (pada tingkat tertentu), sementara sensitivitas polifenol mengidentifikasi

sumber makanan yang berbeda. Chemoreceptors juga dapat ditemukan di bagian lain dari tubuh
organisme. Ini berfungsi untuk mengarahkan organisme menjauh dari bahaya seperti suhu atau variasi pH,

dan mengarahkan organisme ke arah sumber makanan yang mungkin.

Peran dalam ekosistem

Lumbricus rubellus adalah saprofage yang memakan bahan organik yang dalam keadaan

dekomposisi tinggi. [3] Dalam ekosistem, cacing tanah seperti Lumbricus rubellus

meningkatkan laju transfer antara tingkat tropik dengan membuatnya lebih mudah bagi

tanaman untuk menyerap nutrisi. Dalam rantai makanan, cacing tanah seperti Lumbricus

rubellus adalah konsumen utama yang perannya mengubah energi yang disintesis oleh

tanaman fotosintesis menjadi makanan untuk hewan pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

Salah satu interaksi biotik yang signifikan dari Lumbricus rubellus dihasilkan dari

hubungan dengan mikroorganisme penghasil vitamin B12 seperti bakteri dan

actinomycetes dan barley. [3] Kehadiran cacing tanah seperti Lumbricus rubellus

meningkatkan konsentrasi mikroorganisme penghasil vitamin B12 dan vitamin B12 di

dalam tanah. Hasilnya adalah hasil jelai meningkat dan peningkatan volume bahan

organik untuk cacing tanah. Dengan cara ini hubungan umpan balik positif ada antara

barley, mikroorganisme dan Lumbricus rubellus.

Penggunaan medis

Dalam pengobatan tradisional Cina, ekstrak perut dari Lumbricus rubellus digunakan

dalam persiapan yang dikenal sebagai Di Long, atau Naga Bumi, untuk pengobatan

rematik, lendir dan gangguan darah.

Madu (Mel depuratum)


Madu (honey, clarified honey, strained honey) adalah penggetahan gula sakarida yang

dikumpulkan dalam indung madu oleh lebah Apis mellipera Linne (famili Appidae). Madu

terbentuk dengan cara inversi sukrosa yang dikumpulkan oleh lebah dari nektar bunga.

Sumber

Apis adalah bahasa Latin yang berarti tawon atau lebah, sedangkan Mellipera berasal dari

dua suku kata latin yang artinya membawa madu. Lebah hidup secara berkelompok yang

terdiri dari 10—50.000 individu. Kelompok ini berkumpul membentuk sarang. Berdasarkan

atas perbedaan bentuk dan fungsinya, lebah digolongkan dalam tiga kelas, yaitu jenis

betina yang fertil, lebah jantan atau lebah pemalas, dan lebah banci yang merupakan

lebah pekerja. Setiap sarang berisi seekor lebah ratu. Lebah pekerja memiliki alat

berbentuk pipa yang merupakan kepanjangan dari rahang (maxillae) dan bibir (labium).

Fungsinya untuk menghisap madu dari nektar. Air madu yang sebagian besar terdiri dari

sukrosa dihisap oleh lebah melewati esophagus memasuki kantong madu dan oleh enzim

ludah diubah menjadi gula invert. Setelah tiba di sarang, lebah memunatahkan cairan

madu tersebut dalam ruangan (kompartemen/sel) khusus dalam indung madu.

Pengambilan madu (panen) dari sarang dilakukan dengan cara sentrifugasi (pemusingan)

indung madu. Selanjutnya, madu yang terpisah dikumpulkan dan disaring. Madu yang

dihasilkan dengan cara demikian dinamakan clarified honey (madu bening). Cara ini

membedakan madu jenis lain yang berasal dari seluruh indung madu atau pengambilah

madu dengan menghancurkan indung madu. Madu dapat pula dihasilkan dengan cara

pemerasan dan penyaringan terhadap sel malam dalam indung madu.

Sifat-sifat

Madu merupakan cairan kental seperti sirup, berwarna coklat kuning muda sampai coklat

merah. Pada waktu masih segar, warna madu bening, tetapi lama-kelamaan menjadi

keruh berbutir-butir karena terjadinya kristal dekstrosa. Madu memiliki bau khas, rasa

manis, dan sedikit getir. Bau dan rasa madu bermacam-macam, tergantung jenis bunga
atau nektar. Secara mikroskopik, madu menunjukkan adanya butir-butir serbuk sari yang

dapat menjadi petunjuk terhadap bunga-bunga asal atau sumbernya.

Konstituen dari madu adalah campuran dekstrosa dan fruktosa dengan jumlah yang sama

dan dikenal sebagai gula invert, 50-90% dari gula yang tidak terinversi dan air. Madu juga

mengandung 0,1-10% sukrosa dan sejumlah kecil karbohidrat lain, minyak atsiri, pigmen,

mineral, serta bagian-bagian tanaman, terutama butir sebuk sari.

Kegunaan

Madu digunakan sebagai bahan pembantu dalam farmasi karena mempunyai sifat-sifat

bahan makanan dan demulsen. Madu juga digunakan sebagai bahan pembawa, sama

seperti sirup, meskipun madu mempunyai daya kerja pencahar lebih kuat daripada sirup.

Madu biasa dipalsukan dengan gula invert buatan, sukrosa, dan gula cair perdagangan.

Madu dapat pula dipalsukan dengan cara pemberian suatu asupan kepada lebah berupa

larutan gula sukrosa yang bukan berasal dari nektar. Sebagai contoh, ketika musim bunga

paceklik maka para petani peternak madu berupaya menggantikan nektar agar lebah tidak

mengungsi ke tempat lain, yaitu dalam bentuk larutan gula sukrosa dalam baki-baki.

Sediaan farmasi

Dalam sediaan farmasi, madu biasa digunakan dalam sediaan cair obat batuk

Khasiat dan Manfaat Madu (Mel Depuratum) Untuk Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yamg berbahaya dan cukup

mematikan.Di Amerika sendiri angka kematian tertinggi bersumber dari penyakit jantung.

Penyakit ini memang bukan hal yang mudah untuk diatasi, hal ini dikarenakan

memerlukan pengobatan yang continue dan perawatan yang tepat dari ahlinya.

Tapi sobat gak perlu terlalu khawatir. Madu merupakan salah satu obat alami untuk

jantung. Madu sebenarnya memiliki banyak sekali manfaat & khasiatnya.

Namun untuk kali ini saya akan membahas mengenai salah satu khasiat madu yaitu untuk

membantu mengatasi berbagai masalah pada jantung.