You are on page 1of 8

3.9

Analisis Data

  • 3.9.1 Uji Pendahuluan

    • 3.9.1.1 Uji Alat Uji alat dilakukan dengan menilai validitas dan reliabilitas dari data primer

penelitian,yaitu kuesioner.

1. Uji Validitas Menurut Ghozali (2011), uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji validitas penelitian ini dilakukan dengan membandingkan nilai r-hitung dengan nilai r-tabel untuk degree of freedom df = n-2. Kriteria yang ditetapkan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu data adalah sebagai berikut:

  • a. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif, maka butir atau pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid.

  • b. Jika r hitung < r tabel dan nilai positif, maka butir atau pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas Menurut Gozhali (2011), uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variable atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Uji reliabilitas diukur dengan menggunakan uji statistic Cronbach

Alpha (α). Kriteria pengambilan keputusan dari uji reliabilitas adalah sebagai berikut:

  • 1. Apabila nilai Cronbach Alpha > 0.70, maka variabel dinyatakan reliable.

  • 2. Apabila nilai Cronbach Alpha < 0.70, maka variabel dinyatakan unreliable.

  • 3.9.1.2 Uji Normalitas Menurut Ghozali (2011), uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi antara variabel independen dan dependen keduanya terdistribusi secara normal atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Menurut Ghozali (2011), kriteria uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:

    • 1. Jika nilai signifikan (sig) > α = 0,05 maka data terdistribusi normal.

    • 2. Jika nilai signifikan (sig) < α = 0,05 maka data tidak terdistribusi normal.

  • 3.9.1.3 Uji Asumsi Klasik

    • 1. Uji Multikolinearitas. Menurut Ghozali (2011) Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas atau independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel independen. Multikonearitas dilihat

  • dari tolenrance dan nilai variace inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang dipilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai tolerance yang rendah sama dengan VIF yang tinggi. Nilai cut-off yang umum dipakai untuk menunjukan adanya nilai multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF > 10 .

    • 2. Uji Heterokedastisitas

    Menurut Ghozali (2011) Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan lain ke pengalaman lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas. Alat yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas adalah uji Glejser. Uji Glejser dilakukan dengan cara meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel independen. Kriteria pengujian heterokedastisitas dengan uji Glejser adalah jika probabilitas signifikansinya diatas 5% maka model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas.

    • 3.9.1.4 Analisis Statistik Deskriptif

    Menurut Ghozali (2011), analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran atau

    deskripsi mengenai variabel-variabel penelitian yaitu sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal. Penelitian ini menggunakan tabel distribusi frekuensi yang menunjukkan kisaran teoritis, kisaran aktual, nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi.

    • 3.9.2 Uji Hipotesis

      • 3.9.2.1 Hipotesis Statistika Bentuk hipotesis statistika dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

        • 1. Ha1 : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan Bank BCA.

    Notasi Statistik dinyatakan sebagai berikut :

    Ho1 : X1 <

    0

    Ha1 : X1 > 0

    • 2. Ha2 : Sistem Pengendalian Intern berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan Bank BCA. Notasi statistik dinyatakan sebagai berikut:

    • 3.9.2.2 Model pengujian

    Ho2 : X2 <

    0

    Ha2 : X2 > 0

    Pengujian statistik dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Model persamaan regresi sederhana dalam penelitian ini adalah

    sebagai berikut :

    Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e

     

    Keterangan :

    Y

    = Kualitas Laporan Keuangan

    a

    = Konstanta

    b1

    = Koefisien regresi variabel Sistem Informasi Akuntansi

    b2

    = Koefisien regresi variabel Sistem Pengendalian Intern

    X1 = Sistem Informasi Akuntansi

    X2 = Sistem Pengendalian Intern

    e

    = Standart Error

    • 2.9.2.3. Tingkat kesalahan dan keyakinan

    Penelitian ini menggunakan tingkat kesalahan sebesar 10% (α) berdasarkan uji satu arah. Hal ini disebabkan karena uji satu arah digunakan

    apabila Ho berbunyi lebih kecil atau sama dengan (≤) dan Ha berbunyi lebih

    besar (>). Tingkat keyakinan yang digunakan (1-α) sebesar 90%.

    1-α
    1-α

    Gambar 3.3 Pengujian Satu Sisi Sumber: Hartono (2013)

    • 2.9.2.4. Teknik Pengujian

      • 1. Pengujian nilai-t Menurut Ghozali (2011), uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variabel-variabel dependen.

    Cara melakukan uji statistik-t adalah sebagai berikut :

    • a. Membandingkan nilai statistik t dengan titik kritis menurut tabel. Penerimaan dan penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria sebagai berikut :

    1)

    Jika t hitung > t tabel, maka Ha diterima ( terdapat pengaruh

    yang signifikan).

    2)

    Jika t hitung ≤ t tabel, maka Ha ditolak (tidak terdapat

    pengaruh yang signifikan).

    • b. Uji statistik t dapat juga dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan nilai alpha (α). Kriteria berdasarkan signifikansi :

    1) Jika signifikansi > 0,05 maka secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

    2)

    Jika signifikansi ≤ 0,05 maka secara parsial berpengaruh

    terhadap variabel dependen.

    • 2. Pengujian Nilai F Menurut Ghozali (2011), uji nilai F digunakan untuk mengukur Goodness of Fit dari model persamaan regresi. Goodness of Fit digunakan untuk mengukur ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Kriteria pengujian dalam uji F adalah sebagai berikut :

    1)

    Membandingkan antara nilai hitung dengan nilai tabel

    • a. Jika F-hitung ≤ F-tabel, maka Ha ditolak

    • b. Jika F-hitung > F-tabel, maka Ha diterima

    2)

    Membandingkan nilai probabilitas dengan nilai alpha (α)

    • a. Jika probabilitas signifikansi ≤ 0,1, maka Ha diterima

    • b. Jika probabilitas signifikansi > 0,1, maka Ha ditolak

    • 3. Koefisien Determinasi Menurut Ghozali (2011), koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model menerangkan variasi variabel independen. Besarnya nilai koefisien determinasi adalah antara nol hingga satu ( 0 < adjusted R 2 < 1 ). Hubungan antar variabel independen dan variabel dependen dapat ditunjukkan sebagai berikut :

      • 1. Koefisien determinasi mendekati nol berarti tidak ada kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas.

      • 2. Koefisien determinasi mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

    • 2.9.3. Rencana Pembahasan Setelah melakukan pengujian hipotesis dan menarik kesimpulan, maka akan

    dibandingkan tingkat konsistensi hasil penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya mengenai penerapan sistem informasi akuntansi, dan sistem

    pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan pada objek yang berbeda yaitu Bank BCA.