You are on page 1of 8

TUGAS ELEKTRONIKA KONTROL

Oleh

Aulia Adi Chandra


155060301111060

Fakultas Teknik

Teknik Elektro

Universitas Brawijaya

Malang

2017
I. LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi komputer baik hardware maupun software terus


berkembang seiring perkembangan teknologi elektronika yang semakin maju,
demikian juga teknologi kontrol yang mengalami banyak kemajuan dari kontrol
konvensional ke kontrol otomatik sampai ke kontrol cerdas. Perkembangan teknik
kontrol sudah merambah dari peralatan industri yang kompleks, perlengakapan
militer sampai ke peralatan rumah tangga. Beberapa sistem kontrol yang mudah
dijumpai di antaranya adalah pengaturan suhu, pengaturan kelembaban ruangan,
pengaturan pencucian pakaian, pengaturan gerak robot, pengaturan mobil remote dan
lain sebagainya. Permasalahan yang dihadapi dalam perancangan sistem kontrol
adalah mendapatkan fungsi alih dari sistem tersebut. Setelah fungsi alih didapatkan
permasalahan selanjutnya adalah menganalisisnya apakah sistem yang dibuat sudah
baik atau belum.

Salah satu yang dipelajari dalam system control adalah Kontrol PID (dari
singkatan bahasa Proportional–Integral–Derivative controller) merupakan kontroler
untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya
umpan balik pada sistem tesebut. Komponen kontrol PID ini terdiri dari tiga jenis
yaitu Proportional, Integratif dan Derivatif. Ketiganya dapat dipakai bersamaan
maupun sendiri-sendiri tergantung dari respon yang kita inginkan terhadap suatu
plant.
II. PEMBAHASAN

A. Fungsi Alih Plant

Y ( s) s  0.5

X ( s) ( s  6)( s  1)

B. Desain sensor temperature


 
35  200  PT100
1. Menentukan nilai R1
Besarnya R1 ditentukan berdasarkan arus maksimum PTC yang diperbolehkan adalah

I mak
 1mA . Resistansi PTC RT digunakan yang paling rendah yaitu pada

temperature 35 C sebesar R t (min)
 113.749 . Jika ditentukan V sc  6V , maka:

6000mV
I (1mA) 
R1  113.749
R 1
 6000  113.749  5886.251

2. Menentukan tegangan PTC


Tegangan Vt(min) adalah tegangan saat dioperasikan pada temperature T min yaitu

35 C akan diperoleh :
113.749
V  .6000  111.632mV
t (min)
6000  113.749
Tegangan Vt(mak) adalah tegangan saat dioperasikan pada temperature T min yaitu

200 C akan diperoleh :

179.321
V  .6000  174.117mV
t ( mak )
6000  179.321
Rentang tegangan PTC V t
 111.632..........174.117mV

3. V ref
 111.632mV

4. V s (min)
 V t (min)  V ref  0V

V s ( mak )
 V t ( mak )  V ref  174.117  111.632  62.485mV

Rentang V S  0............62.485mV
V 0
 10V

V 0
 K .V s

V 0
 K .V s ( mak )

K V 0

10000mV
 160.038
V s ( mak )
62.485mV

C. Simulasi pid Tune

Menginisiasi kontroler PID:

Fungsi Alih kontroler


Vo( s) 338
 22.7 
Vi( s) s

Mengeksekusi fungsi stepplot

D. Simulasi pid Tuner

>>pidTuner(p,C)

Kp = 22.7 menjadi 43.128

Ki = 338 menjadi 1146.4764

Kd = n/a menjadi n/a

Vo( s ) 1146.4764
 43.128 
Vi( s ) s
III. KESIMPULAN

Waktu untuk mencapai steady state pada saat plant diberi prediksi kontroler PID adalah
ts= 0.35 detik. Sedangkan setelah mengeksekusi pidTuner untuk menala PID. Respon yang
diberikan seperti gambar diatas, dengan waktu untuk mencapai steady state lebih cepat ts=
0.15 detik.
IV. DAFTAR PUSTAKA

Siswojo, Bambang. Elektronika Kontrol. Malang:UB Press. 2017.