You are on page 1of 4

Bab III

Dukungan BPM Terhadap Program KB

A. Aspek Administrasi
B. Aspek Pengetahuan
1. Pemahaman program KB
a. Maksud dan tujuan program KB
1) Maksud program KB yang dilakukan oleh pemerintah agar keluarga sebagai unit
terkecil kehidupan berbangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil
Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang
seimbang.
2) Tujuan program KB
a) Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS
yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat sejahtera yang mengendalikan
kelahiran sekaligus serta menjamin terkendalinya pertambahan penduduk
b) Tujuan khusus
(1) Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi
(2) Menurunkan jumlah angka kelahiran bayi
(3) Meningkatkan kesejahteraan keluarga berencana dengan cara penjarangan
kelahiran
b. Visi dan Misi BKKBN
Visi BKKBN yaitu “penduduk Tumbuh Seimbang dengan mewujudkan pertumbuhan
penduduk yang seimbang dan keluarga berkualitas yang ditandai dengan menurunnya
angka fertilitas (TFR)
Dengan sebuah MISI “mewujudkan Pembangunan yang Berwawasan Kependudukan
dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera”
Misi tersebut dilakukan dengan cara:
1) Penyerasian kebijakan pengendalian penduduk
2) Peningkatan penyediaan dan kualitas analisis data dan informasi
3) Pengendalian penduduk dalam pembangunan kependudukan dan keluarga
berencana
4) Mendorong stakholder dan mitra kerja untuk menyelenggarakan pembangunan
keluarga berencana dalam rangka menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja,
pemenuhan hak – hak reproduksi, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan
keluarga peserta KB
c. Makna dari 2 Anak Cukup, Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
Dengan adanya slogan 2 anak cukup, keluarga bahagia sejahtera, diharapkan
masyarakat lebih memaknai arti pentingnya keberadaan anak ditengah-tengah
keluarga. Sehingga dalam menjalankan keluarga lebih terarah untuk meningkatkan
kesejahteraan dalam berkeluarga dua anak lebih baik dibandingkan banyak
Sehingga para orang yua, bisa memantau bagaimana perkembangan anak untuk
menjadi anak yang berkualitas dan berkuantitas dengan memiliki SDM untuk
menciptakan gererasi penerus kedepan lebih sejahtera lagi. Semiskin – miskin
masyarakat jika hanya memiliki dua orang anak tentu para orang tua bisa berpikiran
kemana anaknya ini. Sehingga untuk kebutuhan pendidikan anak,tidak terlalu
memberatkan. Jika dibandingkan dengan masyarakat yang miskin, tetapi memiliki
anakyang banyak. Istilah banyak anak, banyak rejeki itu memang sudah harus
dihilangkan di tengah – tengah masyarakat. Sebab persoalan dalam membangun
keluarga yang harus dipikirkan adalah bagaimana generasi kedepan ini bisa lebih baik
lagi. Sehingga, generasi penerus bangsa Indonesia menjadi generasi berkualitas dan
berkuantitas tentu ini perlu.

2. Pemahanan mengenai hak-hak reproduksi


a. Hak – hak reproduksi meliputi:
1) Hak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi
2) Hak mendapatkan pelayanan dan kesehatan reproduksi
3) Hak untuk kebebasan berpikir dan membuat keputusan tentang kesehatan
reproduksi
4) Hak untuk memustuskan jumlah anak dan jarak kelahiran anak
5) Hak untuk hidup dan terbebas dari resiko kematian karena kehamilan, kelahiran
karena masalah gender
6) Hak atas kebebasan dan pelayanan dalam pelayanan kesehatan reproduksi
7) Hak untuk bebas dari penganiayaan dan perlakuan buruk yang menyangkut
kesehatan reproduksi
8) Hak untuk mendapatkan manfaat dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan di bidang
kesehatan reproduksi
9) Hak atas kerahasian pribadi dalam menjalankan kehidupan dalam reproduksinya
10) Hak untuk membangun dan merencanakan keluarga
11) Hak atas kebebasan berkumpul dan berpartisipasi dalam berpolitik yang bernuansa
kesehatan reproduksi
b. Manfaat hak reproduksi
1) Untuk memastikan informasi yang menyeluruh dan faktual serta beragam tentang
pelayanan pemeliharaan kesehatan reproduksi tersedia, terjangkau dan dapat
diterima serta cocok sesuai pemakai
2) Untuk memungkinkan dan mendukung keputusan sukarela dan bertanggung jawab
dalam hal kehamilan dan metode keluarga berncana pilihan mereka dan metode
lain pilihan mereka dalam hal pengaturan kesuburan yang tidak bertentangan
dengan hukum serta mempunyai informasi, pendidikan dan cara memperolehnya
3) Untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan kesehatan reproduksi yang mengalami
perubahan sepanjang siklus hidup dan melakukan hal itu dengancara yang peka
terhadap keanekaragaman keadaan masyarakat setempat
3. Pemahaman mengenai penanganan pasca pelayanan kontrasepsi
Setiap metode kontrasepsi yang ditawarkan memiliki keunggulan dan kekuranga. Respon
di tubuh asepti berbeda – beda sesuai dengan keadaan kesehatannya secara
menyeluruh.kekurangan dari metode kontrasepsi yang ditawarkan di antarannya bahwa
metode kontrasepsi memiliki angka kegagalan dan efek samping penggunaan serta
komplikasi yang dapat timbul akibat dari interaksi metode KB dengan keaadaan akseptor
(penyakit, obat yang dikonsumsusi , gaya hidup) . namun dalam hal ini, setiap efek
samping dan komplikasi yang ditimbulkan dari penggunaan metode kontrasepsi, dapat
diatasi/ ditanggulangi. Bidan sebagi salah satu pemberi pelayanan KB di masyarakat, juga
bertugas menangani efek samping/ komlikasi yang dialami akseptor atas penggunaan
metode kontrasepsi sesuai dengan kewenangannya.
2. pelayanan kontrasepsi menggunakan informed choise dan informed consent
Pasien yang mendapatkan inform choise akan lebih baik dalam menggunakan KB, karena:
. informed choise adalah suatu pengetahuan yang cukup setelah mendapatkan informasi
yang lengkap
. memberdayakan para klien untuk melakukan informed choice adalah kunci yang baik
menuju pelayanan Kb yang berkualitas
Bagi calon peserta KB baru, informed choise merupakan proses memahami kontrasepsi
yang akan dipakainya
Bagi peserta KB apabila mengalami gangguan efek samping, komplikasi dan kegagalan
tidak terkejut karena sudah mengerti tentang kontrasepsi yang akan dipilihnya
Bagi peserta KB tidak akan terpengaruh rumor yang timbul dikalangan masyarakat
Bagi peserta KB apabila mengalami gangguan efek samping, komplikasi akan cepat
berobat ke tempat pelayanan
Bagi peserta KB yang informed choise berarti akan terjaga kelangsungan pemakaian
kontrasepsi
Setelah dilakukan konseling pastikan pasien untuk memilik KB yang akan digunakan, jika
pasien sudah setuju saat itu juga dilakukan pemasangan KB. Pasatikan ibu tidak hamil
dengan menanyakan
a. Tidak segama sejak haid terakhir
b. Sedang mamakai metode efektif secara baik dan benar
c. Sekarang dalam 7 hari pertama haid terkhir
d. Di dalam 4 minggu pasca persalinan
e. Menyusui dan tidak haid

Kemudian setelah dilakukan pemasangan KB,beritahu ibu untuk melakukan kunjungan


ulang. Bagi pasien yang melakukan KB implan dan IUD akan selalu diingat mengenai
kunjungan ulang
e) implan

adalah suatu alat kontrasepso yang mengandung levonorgestrol yang dibungkus dalam
kapsul dan disusukkan di bawah kulit. Jumlah kapsul yang ditusukan di bawah kulit
sebanyak 6 kapsul dan masing 0 masing kapsul panjangnnya 34 mm

kelebihan norplant

caraa ini cocok untuk wanita