You are on page 1of 50

SEJARAH DAN

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
PERKERETAAPIAN

KULIAH TEKNIK JALAN REL

Ir. BAMBANG DRAJAT, MM


OUTLINE

PENDAHULUAN

SEJARAH PERKERETAAPIAN

TEKNOLOGI PERKERETAAPIAN

PENUTUP

2
A. PENDAHULUAN

3
PENDAHULUAN

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang mulai


dikembangkan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat
Sesuai dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS)
tahun 2030 direncanakan akan dibangun Trans Sumatera, Trans
Kalimantan, Trans Sulawesi, Trans Papua di samping Kereta api
Cepat

Teknologi perkeretaapian yang meliputi prasarana dan sarana


perkeretaapian berkembang pesat

61
B. SEJARAH PERKERETAAPIAN

5
SEJARAH KERETA API
• Awalnya menggunakan kereta yang ditarik kuda
• Menggunakan rel dan roda dari besi
• Penggunaan tenaga uap untuk menarik kereta

LOK UAP BUATAN LOK UAP BUATAN


TREVITHICK GEORGE STEPHENSON
(UK 1804) (UK 1840)
1. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

1. Hasil penelitian pada beberapa negara telah menunjukkan bahwa


pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian telah mempunyai
dampak yang sangat positif bagi perkembangan kesejahteraan
masyarakatnya;

2. Perkeretaapian nasional di
Indonesia telah dimulai
pada jaman penjajahan
Belanda sejak abad ke-19
(Tahun 1864), yaitu
dengan dibangunnya
jalan kereta api antara
Stasiun Kemijen dengan
Stasiun Tanggung di
daerah Semarang (Jawa
Tengah) sepanjang 26 Km

7
2. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

Pada 1864 silam, pemerintah Kolonial Hindia Belanda


membangun jalur kereta api pertama berupa jalur tunggal
(single track) dan kini, pada 2015, putra-putra bangsa telah
membentangkan rel gandanya (double track).

8
8
3. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

9
4. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

10
5. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA
02-Goendih Emplacement 3- Aanleg van de spoorlijn van
1-Sta Tanggoeng Stoomtrein Semarang naar de Vorstenlanden

Stasiun Gundih Pembangunan Pertama Kedungjati-TUntang

4-NVBS - 451 5-Samarang station

Stasiun Semarang Tawang Stasiun Semarang Gudang


11
6. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

6-st Batavia-Kota te Batavia 7-Station Kedoengdjati aan de spoorlijn


van Semarang naar de Vorstenlanden

8-Trein met locomotief nr 1011 op de lijn


Solo - Tasikmalaja van de Staatsspoor- en
9-Trein op station Losari van de
Tramwegen in Nederlands-Indië
Semarang-Cheribon Stoomtram
Maatschappij bij Cheribon circa 1930

12
7. SEJARAH PERKERETAAPIAN INDONESIA

Kota Lahat adalah sebuah


contoh dimana keberadaan
stasiun dan Balai Yasa kereta api
di suatu wilayah berkembang
menjadi kutub pertumbuhan
dan selanjutnya berkembang
Stasiun Kota Lahat
menjadi kota mandiri.
(contoh lain adalah Bekasi,
Depok, Serpong)

13
C. TEKNOLOGI PERKERETAAPIAN

14
SISTEM PERSINYALAN
• PRASARANA PERKERETAAPIAN
– Jalur Kereta Api
– Bangunan Kereta Api
– Fasilitas Operasi Kereta Api

• SARANA PERKERETAAPIAN
– Lokomotif
– Kereta
– Gerbong
– Peralatan Khusus
JALUR DAN BANGUNAN KERETA API

16
7. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Jalur Kereta Api di Indonesia

Lebar Jalur 1067 mm Lebar Jalur 1435 mm

Jalur Lengkung Wesel


17
7. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Lebar Jalan Rel di Indonesia

1067 mm 1435 mm

Kecepatan desain 120 km/jam Kecepatan desain 200 km/jam


Kecepatan operasional 100 km/jam Kecepatan operasional 160 km/jam

Beban gandar maksimum 15 Ton Beban gandar maksimum 22-25 Ton


(di Jawa)
Beban gandar maksimum 18 Ton Akan diterapkan di Trans Sulawesi
(di Sumatera Selatan) dan Trans Kalimantan

18
7. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Dalam teknologi sipil


terdapat terobosan tek-
nis untuk memudahkan
dan mempercepat pen-
capaian target, sebagai
contoh adalah penggu-
naan berbagai macam
material untuk memba-
ngun dinding penahan
atau retaining wall
Salah satu contoh terobosan adalah penggunaan
cerucuk bambu dalam pembangunan jalur ganda
lintas utara Jawa di tengah rawa sekitar Stasiun
Tawang sebagai karya anak bangsa
7. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Terowongan Kereta Api

Terowongan Saksaat
21
8. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Terowongan MRT Jakarta

Lokasi Treowongan Mata Bor (TBM) Alat Bor (Tunnel Boring Machine)

Proses Pengeboran Terowongan MRT 22


8. TEKNOLOGI PRASARANA PERKERETAAPIAN

Jembatan Komposit Jembatan Baja

Jembatan Beton

23
FASILITAS OPERASI KERETA API

24
SISTEM PERSINYALAN
• Definisi
Sistem Persinyalan adalah suatu sarana untuk menjaga
keselamatan dan mengatur operasi kereta api yang efisien
dan efektif dengan jalan membagi ruang dan waktu
• Persyaratan umum sistem persinyalan adalah :
– Fail Safe
– Kehandalan yang tinggi dan memberikan aspek yang
tidak meragukan
– Susunan penempatan menurut urutan yang baku
SISTEM PERSINYALAN
• Definisi
Sistem Persinyalan adalah suatu sarana untuk menjaga
keselamatan dan mengatur operasi kereta api yang efisien
dan efektif dengan jalan membagi ruang dan waktu
• Persyaratan umum sistem persinyalan adalah :
– Fail Safe
– Kehandalan yang tinggi dan memberikan aspek yang
tidak meragukan
– Susunan penempatan menurut urutan yang baku
JENIS-JENIS PERSINYALAN
• Sistem Persinyalan Mekanik
– Sistem Persinyalan Mekanik tanpa Blok
– Sistem Persinyalan Mekanik dengan Blok

• Sistem Persinyalan Elektrik


– Sistem Persinyalan Relay
– Sistem Persinyalan Hybrid
– Sistem Persinyalan Electronic
– Sistem Persinyalan Electronic Modern
SISTEM PERSINYALAN MEKANIK
TANPA BLOK
SISTEM PERSINYALAN MEKANIK
TANPA BLOK
SISTEM PERSINYALAN MEKANIK
DENGAN BLOK
SINYAL MEKANIK
WESEL TERLAYAN PUSAT
SISTEM PERSINYALAN ELEKTRIK
Secara umum sistem persinyalan elektrik dapat dikelompokkan menjadi:
– Peralatan-peralatan dalam :
• Sistem Interlocking
• Local Control Panel
– Peralatan-peralatan luar :
• Sinyal sinyal dengan aspek hijau, kuning, merah, putih
• Motor wesel (Point Machine)
• Pendeteksi bakal pelanting (Track Circuit, Axle Counter) dan
peralatan antara muka (Interface)
– Peralatan-peralatan pendukung:
• Sistem Catu Daya
• Sistem Telekomunikasi
PERALATAN SINYAL ELEKTRIK
Motor
wesel Stang
pengger WESEL
ak &
kontrol

SINYAL KELUAR
Plat penyambung penyekat listrik
(insulated rail joint)

Kotak kabel penghubung catudaya


(box junction )
AXLE COUNTER

KOSONG

DETEKTOR GANDAR DETEKTOR GANDAR Kabel

Kotak
CB Terminal CB

UNIT
MASUKAN KE SISTEM EVALUASI
PENGUCILAN PERSINYALAN
INDIKASI KOSONG
Location Case
SISTEM INTERLOOCKING LEN 02
COMPUTER BASED INTERLOCKING

TERPASANG DI ST. GUMILIR


SEJAK 2012
CBTC (Communications Based Train
Control)
Limit of Movement Authority
Maximum Line Speed
Braking
Profile

Transponders
Position/Movement
Authority

Data Radio Network Interlocking Interface


Trackside
Processors
CBTC (Communications Based Train
Control)
SARANA PERKERETAPIAN

42
2. TEKNOLOGI SARANA PERKERETAAPIAN

1982-2007 2004
KA Penumpang

1995-2003 2005-2007

DMU/DEMU
1997-2002 2007-2008

2002-2007
2007-2008

43
2. TEKNOLOGI SARANA PERKERETAAPIAN

1993-2001

TEKNOLOGI TRAM & LRT


TEKNOLOGI KA BARU
CABLE CAR
1997-1998
KRL

1999-2002 GV EMAC BUS

2008-2010

MONORAIL

44
2. TEKNOLOGI SARANA PERKERETAAPIAN

SARANA KERJA

45
2. TEKNOLOGI SARANA PERKERETAAPIAN

BB306 & BB303 BB304 BB301 CC300


LOKOMOTIF DIESEL HIDROLIK
LOKOMOTIF

BB200 BB201 CC200 CC201

CC205 CC203 CC204 CC206

LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK


37
2. TEKNOLOGI SARANA PERKERETAAPIAN

SARANA PERKERETAAPIAN DI NEGARA MAJU

Thallys Ice - JERMAN maglev

CRH 380A - TIONGKOK Shinkansen - JEPANG THSR700T- TAIWAN

47
D. PENUTUP

48
PENUTUP

Kereta api merupakan moda transportasi yang aman, bersifat


massal, hemat energy, efisien, dan ramah lingkungan

Pengembangan perkeretaapian mendorong perkembangan


keilmuan yang sustainable (teknologi, manajemen dan SDM) dan
peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi

Teknologi perkeretaapian yang berkembang pesat perlu


dimanfaatkan memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk
angkutan penumpang maupun angkutan barang

61
50