You are on page 1of 2

Buku ini berisikan sekumpulan sajak – sajak pilihan milik penyair Joko Pinurbo.

Di dalam
buku bersampul biru muda ini terdapat puisi – puisi pilihan dari seluruh karir kepenyairanya
yang terbentang dari tahun 1989 hingga tahun 2012. Menurut kata pengantar yang ditulis
langsung oleh Pak Jokpin sendiri, buku puisi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para
pembaca yang belum pernah bersua oleh buku kumpulan puisi Pak Jokpin yang terdahulu.
Kekuatan buku ini terleletak dari penyusunan rangakian puisi yang dihadirkan. Rangkaian
puisi ini dirangkai menurut tahun puisi tersebut di terbitkan sehingga kita dapat mengetahui
kiprah dari seorang Bapak Joko Pinurbo selama menjadi seorang penyair. Selain
rangkaianya, buku ini juga ditunjang oleh pemilihan puisi yang dihadirkan. puisi yang
dihadirkan dalam buku ini merupakan puisi pilihan. Bapak Joko Pinurbo sendirilah yang
memilih puisi yang ingin dihadirkan sehingga terbukti bahwa pemilihan puisi dalam buku ini
tidak main – main. Selain memilih, Pak Jokpin juga menyunting karya – karyanya terdahulu
agar terbitlah buku kumpulan puisi dengan kualitas yang terbaik.
Penulis menghabiskan waktu empat hari untuk membaca dan meresapi seluruh puisi di dalam
buku ini. Selama membaca buku puisi tersebut, penulis melahap apa yang penulis sebut
sebagai “Gado – gado emosi”. Kenapa penulis sebut demikian? Karena seperti makanan
Gado - Gado, beragam emosi penulis dicampur dan diaduk menjadi sebuah kesatuan emosi
yang tidak terdefinisikan oleh diksi penulis. Selama proses membaca, penulis merasakan
manisnya humor, gurihnya kenangan, dan pedasnya kritikan yang berupa ironi yang termuat
didalam beragam puisi yang ada di buku ini. Selain beragam emosi yang penulis rasakan,
penulis juga menemukan beragam refleksi - refleksi atas kehidupan kita dan seringkali lewat
penggambaran barang – barang di sekitar kita. Beragam refleksi ini mampu membuat senyum
kecil kita surut, diam sejenak, membaca kembali puisi tersebut dari awal, dan akhirnya
membuat kita merenungi kembali hidup kita.
Selain dari sisi rohani, sisi jasmani buku ini juga patut dipuji. Desainer dari cover buku ini
patut mendapatkan apresiasi, Background cover warna biru muda dipadakan dengan ilustrasi
dan tulisan bewarna hitam putih mampu menghadirkan suasana tenang dan elegan pada buku
ini. Jenis kertas pun merupakan kertas khusus buku yang berkualitas baik dan ditambah
dengan pemilihan huruf dan spasi antar baris sajak membuat pembaca merasa nyaman
membacanya.
Kekaguman kami akan buku ini sempat dicederai oleh penemuan kami akan kecacatan pada
jilidan buku ini dan kami juga menemukan beberapa lembar buku ini yang saling melekat.
Namun, dibalik beberapa kecacatan buku ini kami hanya beranggapan bahwa teman kami
(pemilik buku ini) termasuk golongan ‘beruntung” yang mendapatkan buku dengan kecacatan
karena sebagai penikmat buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, kami tahu bahwa setiap
buku yang diterbitkan selalu akan melalui uji kualitas, namun tidak bisa dipungkiri bahwa
terdapat juga buku yang cacat yang sangat sedikit jumlahnya.
Kepiawaian Bapak Joko Pinurbo telah menambahkan warna baru dalam dunia sastra
Indonesia khususnya karya puisi. Buku ini telah melakukan tugasnya untuk mengenalkan
karya – karya Bapak Joko Pinurbo kepada khalayak ramai. Pengalaman pada saat proses
membaca buku ini adalah salah satu pengalaman yang cukup menyenangkan bagi penulis.
Dibalik emosi, diksi, rima ataupun humor di setiap puisi – puisi ini, kita selalu dapat
mengangkap sebuah pesan yang dapat kita gunakan di kehidupan kita agar kita menjadi orang
yang lebih baik. Dan buku ini telah menjadi media yang tepat untuk “beribadah” lewat puisi -
puisi Pak Jokpin. Penulis sangat merekomendasikan buku untuk para pembaca karena tidak
ada ruginya jika kita membli buku ini bahkan sebaliknya, kita akan mendapatkan pesan dan
refleksi yang terkandung di setiap puisi di buku ini.
Pernahkah Anda membaca sebuah puisi yang mengajak Anda membayangkan menjadi
bulan? Tapi pernahkan juga di pikiran Anda terbesit pikiran “Bagaimana aku bisa
membayangkan menjadi bulan? Pergi kesana saja tidak pernah, menyentuhnya juga tidak
pernah, dan bahkan jarak terdekat saya dengan bulan saja berjuta – juta kilometer jauhnya.
Pemikiran itu mungkin terselip di pikiran Bapak Joko Pinurbo saat mengarang puisinya. Puisi
Pak Jokpin ini memang terkesan unik karena sering menggunakan penggambaran dan
pembayangan benda - benda sekitar di puisinya. Pak Joko Pinurbo lahir di sukabumi pada
tanggal 11 Mei 1955. Beliau memmulai menulis puisi pada umur 20 an dan selama karir
kepenulisanya beliau telah menerbitkan beberapa buku puisi diantaranya mendapatkan
penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa pada tahun 2004 dan 2015. Untuk para pembaca
yabg ingin membaca karyanya tidak perlu untuk mencari beberapa buku puisinya karena
sekarang beberapa puisi pilihan telah dihimpun menjadi satu di buku beliau yang berjudul
Selamat Menunaikan Ibadah Puisi