You are on page 1of 13

Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia

Volume 3. Edisi 1. Juli 2013. ISSN: 2088-6802


http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/miki

Artikel Penelitian

Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar


(PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah Tahun 2013

Tri Aji*

Diterima: Mei 2013. Disetujui: Juni 2013. Dipublikasikan: Juli 2013


© Universitas Negeri Semarang 2013

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah organization, athlete, coach, coaching program, facilities
bagaimanakah pembinaan prestasi PPLP sepak takraw and infrastructure and achievement. Research purposes
putra salatiga Jawa Tengah yang meliputi: pembina, to determine the achievement of coaching men’s sepak
penanggung jawab, organisasi, atlet, pelatih, pelaksanaan takraw PPLP in Salatiga in Central Java. Usefulness of the
program pembinaan, sarana dan prasarana dan prestasi. results of this study are expected to contribute information
Tujuan penelitian untuk mengetahui pembinaan to an input for the development of sporting achievement
prestasi PPLP sepak takraw putra di Salatiga Jawa and the development of sepak takraw sepak takraw sport
Tengah. Kegunaan hasil penelitian ini diharapkan dapat in Central Java. Research uses descriptive qualitative
memberikan sumbangan informasi untuk bahan masukan research approach. Data collection using observation,
bagi pembinaan prestasi olahraga sepak takraw dan documentation and interviews. Source of research data
perkembangan cabang olahraga sepak takraw di Jawa is 12 sepak takraw men’s athlete PPLP Central Java, 2
Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian as coach of the men’s team sepak takraw Central Java,
kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan one of the managers organization. Model analysis of
metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber the data in this study used four interacting components,
data penelitian adalah 12 atlet PPLP putra sepak takraw namely data collection, data reduction, data display, and
Jawa Tengah, 2 orang sebagai pelatih tim putra sepak takraw conclusion. Results of research on the process of coaching
Jawa Tengah, 1 orang pengurus organisasi. Model analisis men’s sepak takraw achievement PPLP Central Java in
data dalam penelitian ini menggunakan empat komponen 2013 were 1) The state of men’s sepak takraw organization
yang saling berinteraksi yaitu pengumpulan data, reduksi PPLP pretty good. 2) Quality has been good athletes based
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil on the achievements. 3) Facilities and infrastructure are
penelitian mengenai proses pembinaan prestasi PPLP owned not complete, do not have a gym and fitness center
sepak takraw putra Jawa Tengah tahun 2013 adalah 1) sendri. 4) The coach who handles men’s sepak takraw
Keadaan organisasi PPLP sepak takraw putra cukup PPLP in Salatiga Indonesia has been carrying the team
baik. 2) Kualitas atletnya sudah baik berdasarkan prestasi in international Branch Office, has a national license and
yang diraih. 3) Sarana dan prasarana yang dimiliki experienced. 5) The coaching program has been run in
belum lengkap, belum mempunyai gedung olahraga dan accordance with the planned program. 6) accomplishments
tempat fitness sendri. 4) Pelatih yang menangani PPLP achieved to date is excellent and always increase from
sepak takraw putra di Salatiga sudah pernah membawa year to year. Conclusions from this research is coaching
tim Indonesia di kanca internasional, mempunyai lisensi men’s sepak takraw team achievements Central Java is a
nasional dan berpengalaman. 5) Pelaksanaan program sports organization that is well structured and has good
pembinaan telah berjalan sesuai dengan program yang performance. Advice can be given, namely: Infrastructure
direncanakan. 6) Prestasi yang dicapai sampai saat ini for training should already have its own gym and not
sangat baik dan selalu mengalami peningkatan dari tahun renting anymore. To increase game performance test that
ke tahun. Simpulan dari penelitian ini adalah Pembinaan should be done more.
prestasi tim sepak takraw putra Jawa Tengah merupakan
organisasi olahraga yang terstruktur dengan baik dan Keywords: Men’s Soccer Coaching Achievement PPLP
memiliki prestasi yang baik. Saran yang dapat diberikan takraw
yaitu: Prasarana untuk latihan harus sudah mempunyai
gedung olahraga sendiri dan tidak menyewa lagi. Untuk
peningkatan prestasi hendaknya dilakukan pertandingan PENDAHULUAN
ujicoba yang lebih banyak lagi.
Peningkatan prestasi dalam bidang
Kata Kunci: Pembinaan Prestasi PPLP Putra Sepak olahraga selain membutuhkan sarana dan
takraw prasarana yang memadai juga diperlukan
pembinaan prestasi terutama sejak usia
Abstract The problem in this research is how coaching
men’s sepak takraw PPLP achievement salatiga
dini. Meningkatnya perhatian para pembina
Central Java that include: builder, responsible person, olahraga, kalangan pers dan mereka yang
berkecimpung dalam dunia akademik terhadap
* Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas masalah pembinaan olahraga. Oleh karena itu
Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang
E-mail: aji_takraw@yahoo.com peningkatan prestasi bidang olahraga menjadi
50 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

bagian dari pembinaan di banyak negara, Kabupaten, ataupun Propinsi bahkan sampai
termasuk negara kita Indonesia. Nasional.
Upaya peningkatan kualitas manusia Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga
sebagai suatu bangsa dalam aspek kehidupan Pelajar (PPLP) merupakan suatu bagian dari
perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh, sistem pembinaan prestasi olahraga yang
sehingga memungkinkan untuk memberi integral melalui kombinasi antara pembinaan
sumbangan nyata dalam pembangunan prestasi dengan jalur pendidikan formal di
nasional. Pengertian kualitas manusia adalah sekolah. Sistem ini memiliki posisi strategis
meliputi aspek jasmani dan aspek rohani dalam dalam meletakkan pondasi pembangunan
bentuk dan jenis upaya yang melekat satu sama prestasi olahraga di Indonesia pada usia
lain. Peningkatan kemajuan dalam bidang potensial (the golden age) dalam rangka
olahraga harus diimbangi dengan peningkatan pengembangan bakat siswa di bidang olahraga.
sumber daya manusia. Dalam hal ini melalui Satu mata rantai dari pembinaan
upaya dan pembinaan serta pengembangan olahraga usia dini adalah pembibitan olahraga.
olahraga, olahraga mempunyai peranan dalam Memperhatikan teori piramida pembinaan
pembangunan nasional perlu dibina dan olahraga, maka pembibitan olahraga melalui
dikembangkan. Melalui pusat-pusat pelatihan sentra-sentra olahraga seperti PPLP merupakan
atau klub-klub hendaknya peningkatan pondasi ulama pembinaan olahraga yang
kesehatan rohani, watak, disiplin, sportifitas, harus dilakukan secara cermat, akurat, dan
serta pengembangan prestasi olahraga yang menuntut komitmen bersama guna mencapai
dapat membangkitkan rasa kebanggaan hasil maksimal dalam mencetak calon-calon
nasional untuk memasyarakatkan olahraga, atlet masa depan yang diharapkan mampu
serta upaya untuk mendorong masyarakat menjadi duta negara dalam percaturan
agar dapat berpatisipasi aktif dalam kegiatan olahraga internasional.
olahraga terutama olahraga sepak takraw. Proses pembinaan olahraga di usia dini
Sepak takraw adalah suatu permainan tersebut harus dilakukan secara terus menerus
yang menggunakan bola yang terbuat dari dan berkelanjutan guna memperbaiki kondisi
rotan atau fiber (takraw), dimainkan di atas pencapaian prestasi olahraga Indonesia yang
lapangan yang datar berukuran panjang secara umum menunjukkan inkonsistensi. Ini
13,40 m dan lebar 6,10 m. Ditengah-tengah dapat dilihat dari prestasi para atlet Indonesia
dibatasi oleh jaring atau net seperti permainan pada multieven level Asia Tenggara (SEA
Bulutangkis (Sulaiman, 2004:4). Permainan Games), Asia (Asian Games), serta dunia
sepak takraw dapat dikatakan perpaduan atau (Olimpiade).Peran pentingnya kontribusi
penggabungan antara tiga buah permainan, PPLP bagi kemajuan prestasi olahraga tanah
yaitu sepakbola, bolavoli dan bulu tangkis. air itulah yang menjadi perhatian Dr Andi
Sama dengan sepakbola karena permainan ini Alifian Mallarangeng MSi. Bahkan Menpora
dimainkan menggunakan kaki. Bola dimainkan turun langsung meninjau ke beberapa PPLP.
dengan anggota badan kecuali tangan. Seperti Alasan peneliti memilih PPLP putra
permainan bolavoli, permainan sepak takraw sepak takraw Jawa Tengah karena ingin
ini memvoli bola untuk memberi umpan mengetahui sejauh mana pembinaan,
kepada teman untuk dismash ke lapangan organisasi, perekrutan atlet, pemilihan pelatih
lawan. Seperti permainan bulutangkis karena dan prestasi yang diraih selama ini serta
ukuran lapangan dan netnyapun hampir sama sejauh mana pembinaan prestasi yang ada di
dengan bulutangkis (Ratinus Darwis dan Dt. Pusat Pendidikan Latihan Pelajar yang ada di
Penghulu Basa, 1992:2). Salatiga Jawa Tengah. PPLP putra sepak takraw
Cabang olahraga sepak takraw Jawa Tengah selalu menyumbangkan medali
merupakan salah satu cabang olahraga yang emas setiap even Nasional atau antar PPLP
menyumbangkan prestasi baik ditingkat lokal, sejak tahun 2000 dan selalu menyumbangkan
nasional maupun tingkat internasional. Di atlet untuk berlaga di kancah internasional
dalam menciptakan pemain-pemain handal seperti Asean School, Sea Games, Asian
dan meningkatkan pemain yang bagus games, Asian Beach Games. Berbeda halnya
diperlukan latihan dan perjuangan yang keras dengan tim sepak takraw putri Jawa Tengah,
dalam setiap pemain. Perkembangan olahraga mereka belum bisa seperti tim sepak takraw
sepak takraw ini mengalami kemajuan yang putra yang mampu memperoleh medali emas
begitu pesat, perkembangan ini sangat tampak dieven Nasional. Prestasi Nasional yang diraih
sekali di Indonesia baik tingkat Kecamatan, tim sepak takraw putri Jawa Tengah hanya
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 51

menduduki peringkat dua atau tiga, tetapi di aktif dalam masyarakat guna membangun
PON XVIII Riau Tahun 2012 tim putri Jawa pusat pelatihan yang mampu menampung
Tengah memberi kejutan meraih medali emas minat dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak
pada nomor hoop dan persaingan tim putri atau orang dewasa dalam tempat tersebut.
untuk masuk tim Indonesia lebih terbuka sama PPLP Sepak takraw yang ada di Salatiga
seperti tim putra sepak takraw Jawa Tengah, mulai berdiri pada Tahun 1996 dengan jumlah
namun dinomor tim, beregu dan double event pemain 9 orang, pada saat itu bertepatan untuk
belum mampu memperoleh hasil optimal, seleksi kejuaraan pelajar nasional (POPNAS) di
hanya menduduki peringkat 5 untuk nomor Semarang tahun 1997. Pelatih pertama bapak
tim, beregu dan double. setya budi, S.Pd. Dengan demikian dapat
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan disimpulkan bahwa pembinaan prestasi akan
dalam pemanduan bakat olahraga sepak memberikan arah untuk tercapainya sasaran,
takraw adalah kualitas biometrik, kapasitas dari uraian di atas maka perlu dilakukan
motorik, kapasitas psikologis. Secara garis penelitian studi Pembinaan Prestasi Sepak
besar, kualitas biometrik cabang olahraga Takraw putra PPLP Jawa Tengah, di Pusat
ini adalah orang yang memiliki tipe tubuh Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kota
ektomorp, yang memiliki ciri sebagai berikut: Salatiga Tahun 2013
a) perut kecil, b) kepala lonjong, c) bahu sempit, Permasalahan yang akan dikemukakan
d) dada tidak berlemak, e) pinggul kecil, f) dalam penelitian ini adalah bagaimanakah
tungkai panjang. Kapasitas motorik meliputi: pembinaan prestasi PPLP Putra sepak takraw
a) kekuatan (strength), b) kecepatan (speed), di Salatiga, sarana prasarana dalam pembinaan
c) kelentukan (fleksibility), d) daya ledak otot, di PPLP Salatiga.
e) antisipasi dan akselerasif, f) keseimbangan
(balance). Kapasitas psikologis meliputi: a) METODE
konsentrasi, b) kerjasama, c) percaya diri, Dalam melakukan suatu penelitian
d) keseimbangan emosi, e) kemampuan harus sesuai dengan metode yang lebih
antisipasi, f) kemampuan akselerasi gerak dibakukan, karena berbobot atau tidaknya
(Sulaiman, 2008:74). suatu penelitian ditentukan oleh bagaimana
Pembinaan sepak takraw tidak hanya cara yang digunakan dalam penelitian itu.
dilakukan dalam sekolah-sekolah melainkan Seperti pendapat Sutrisno Hadi (2000:4) yang
dalam klub-klub ataupun pusat pelatihan mengatakan metodologi, sebagaimana yang
baik itu di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar kita kenal sekarang ini memberikan suatu
Daerah (PPOPDA), Pembinaan Pendidikan garis yang cermat dan mengajukan syarat-
dan Latihan Pelajar (PPLP) dan di Pembinaan syarat yang benar, maksudnya adalah untuk
Pendidikan dan Latihan Mahasiswa menjaga agar pengetahuan yang didapat dari
(PPLM). Keberadaan PPLP di setiap daerah suatu penelitian akan mempunyai harga yang
mempunyai peran penting dan strategis setinggi-tingginya.
dalam upaya peningkatan prestasi olahraga Penguasaan metodologi penelitian
tanpa mengabaikan prestasi akademik sebagai harus tepat dan mengarah pada tujuan
upaya menyongsong masa depan para atlet. permasalahan yang akan diteliti, agar hasil
Pemutakhiran data pada bulan maret 2009, yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang
PPLP Jawa Tengah telah membina sebanyak diharapkan. Adapun metode penelitian yang
18 Cabang olahraga unggulan, antara lain: digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Atletik, Sepakbola, Pencak silat, Balap sepeda, deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif
Gulat, Tenis meja (dana Dekon) dan PPLP D itu berakar pada latar belakang alamiah
Tahun 2009 angkat berat/angkat besi, Bola voli sebagai keutuhan, mengandalkan manusia
(Pa), Bola basket (Pa), Dayung, Judo, Karate, sebagai alat penelitian, memanfatkan metode
Kempo, Renang, Tae Kwondo, Sepak Takraw kualitatif, mengadakan analisis data secara
(Pi) dan Wushu (Dana APBD), (Dinpora induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya
Provinsi Jawa Tengah). pada usaha menemukan teori-teori dasar,
Sepak takraw banyak diminati oleh bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses
masyarakat karena permainan sepak takraw daripada hasil, membatasi studi dengan focus,
dapat dimainkan di indoor maupun outdoor memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa
bahkan sekarang juga dimainkan di pantai keabsahan data, rancangan penelitiannya
atau yang sering disebut Beach Takraw. Dalam disepakati oleh kedua belah pihak: peneliti dan
sistem ini memang sangat diperlukan peran subjek penelitian (J.Moleong, 2011:4). Dimana
52 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

peneliti ingin mengetahui kualitas pembinaan tertulis, foto maupun data statistik.
prestasi tim sepak takraw putri Jawa Tengah.
Observasi
Lokasi dan Sasaran Penelitian Observasi merupakan metode utama
Penelitian ini dilakukan di Kota Salatiga dalam penelitian kualitatif, karena sumber
dan sebagai latar penelitian yang diteliti adalah data utama dalam penelitian kualitatif adalah
Atlet PPLP Putra sepak takraw Salatiga di perilaku fisik dan perilaku verbal dari subyek
Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). penelitian. Menurut Moleong (2011:174) teknik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamatan didasarkan atas pengalaman
proses pembinaan prestasi yang dilaksanakan secara langsung. Pengalaman dengan melihat
oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar secara langsung peristiwa merupakan alat
(PPLP) Sepak Takraw Putra di Salatiga. yang baik untuk melihat suatu kejadian yang
Populasi dalam penelitian ini adalah Pemain sebenarnya.
sepak takraw PPLP Salatiga. Sampelnya adalah Observasi pengamatan merupakan
Atlit, Pelatih dan Pengurus PPLP sepak takraw teknik yang utama dalam penelitian kualitatif,
Salatiga. sehingga sasaran dari pengamatan atau
Suharsimi Arikunto (2006:129) observasi ini yaitu untuk mencari atau menggali
menyatakan bahwa ada tiga macam sumber data mengenai kepengurusan organisasi
data yaitu: 1) Sumber data orang (person) yang dijalankan, sarana dan prasarana yang
meliputi ketua, sekretaris, bendahara, pelatih, dimiliki, program pembinaan yang dilakukan
asisten pelatih, dan atlet, 2) sumber data tempat serta prestasi yang telah dicapai oleh para atlet
(place), yaitu sekretariatan dan lapangan, 3) PPLP Putra sepak takraw di Salatiga tahun
sumber data yang menyajikan tanda-tanda 2013.
berupa huruf, angka, atau simbol-simbol lain Proses pengamatan yang peneliti
(paper) yaitu dokumen-dokumen pengurus, lakukan dimulai dengan pengamatan
biodata pengurus, biodata pelatih, biodata menyeluruh (grand tour) selama dua bulan,
atlet, daftar prestasi, piagam, sertifikat, dan yaitu bulan febuari sampai bulan maret dan
foto-foto kegiatan. selanjutnya lebih terfous (mini tour) selama
Obyek penelitian ini adalah segala satu bulan. Pengamatan meyeluruh digunakan
sesuatu yang berhubungan dengan aspek- untuk mendapatkan catatan-catatan lapangan
aspek pembinaan prestasi pada Pusat tentang situasi umum disekitar subyek
Pelatihan Olahraga sepak takraw. Sumber data penelitian seperti observasi pengamatan di
yang akan diteliti dalam penelitian ini meliputi kantor kesekretariaatan, pengamatan program
personil di Pusat Pelatihan Olahraga, tempat, latihan, observasi pengamatan terhadap
dan catatan-catatan yang dimiliki oleh Pusat sarana yang digunakan selama latihan dan
Pelatihan Olahraga sepak takraw. lapangan yang digunakan sebagai tempat
Subyek penelitian merupakan sumber latihan serta pengamatan terhadap pencapaian
data yang akan digali oleh peneliti berupa prestasi PPLP Putra Sepak takraw Salatiga.
manusia atau informan. Informasi yang digali Sedangkan pengamatan mini tour dilakukan
tidak hanya berupa informasi verbal dari untuk mengamati peristiwa yang lebih detail,
subyek penelitian tetapi juga tindakan dan rinci, dan menggambarkan informasi yang
aktifitas subyek penelitian. Subyek penelitian lebih spesifik tentaang pelaksanaan proses
meliputi pengurus yaitu 1 pengurus, 2 orang pembinaan prestasi PPLP Putra sepak takraw
pelatih dan 12 atlet. Sumber data tempat yaitu Salatiga tahun 2013.
kesekretariatan dan lapangan sepak takraw.
Sumber data dokumen-dokumen meliputi Wawancara
piagam, sertifikat pelatih, biodata pemain, Metode wawancara adalah cara
foto-foto serta dokumen pengurus. mengumpulkan data melalui mengorek data
atau jawaban dari responden secara langsung
Instrumen dan Metode Pengumpulan Data atau bertatap muka. (Suharsimi Arikunto,
Sumber data utama dalam penelitian 2006:227). Dalam pelaksanaannya peneliti
kualitatif adalah kata-kata dan tindakan hasil menggunakan Metode wawancara langsung
dari wawancara dengan sampel penelitian, yaitu Metode pengumpulan data dengan
selebihnya data tambahan seperti dokumen mempergunakan interview sebagai alat.
dan yang lainnya. Metode dokumentasi Pedoman wawancara yang peneliti gunakan
digunakan untuk menggali data dari sumber adalah bentuk semiterstruktur yaitu pada
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 53

mula-mula peneliti menanyakan serentetan persoalan empiris bergantung pada kesamaan


pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian antara kontek pengirim dan penerima.
satu persatu diperdalam dalam mengorek Untuk melakukan pengalihan tersebut
keterangan lebih lanjut. Tentu saja kreativitas seorang peneliti hendaknya mencari dan
pewawancara sangat diperlukan, hasil mengumpulkan kejadian empiris tentang
wawancara tergantung dari pewawancara. kesamaan kontek. Dengan demikian peneliti
Namun, tidak menutup kemungkinan peneliti bertanggung jawab untuk menyediakan data
untuk menanyakan pertanyaan yang lebih deskriptif secukupnya.
dalam agar dapat mengorek keterangan
lebih lanjut, dengan demikian jawaban yang Kebergantungan (dependability)
diperoleh bisa meliputi semua variabel, Dependabilitas adalah kriteria untuk
dengan keterangan yang lebih lengkap dan menilai apakah proses penelitian bermutu
mendalam. atau tidak. Cara untuk menetapkan bahwa
proses penelitian dapat dilakukan peneliti
Dokumentasi adalah menyatukan dependabilitas dengan
Dokumentasi adalah mencari data konfirmabilitas.
atau mengenai variabel yang berupa catatan,
transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, Kepastian (confirmability)
notulen, rapat, lengger, agenda dan sebagainya Kriteria kepastian berasal dari
(Suharsimi Arikunto, 2002:206). konsep obyektivitas menurut nonkualitatif.
Dokumentasi yang digunakan dalam Nonkualitatif menetapkan obyektifitas
penelitian ini adalah dokumen resmi sebagai dari segi kesepakatan antar subyek. Disini
bukti fisik dari suatu kegiataan yang telah pemastian bahwa sesuatu itu obyektif atau
dilakukan. Dokumen dalam penelitian ini tidak tergantung pada persetujuan beberapa
dapat berupa catatan, biodata atlet, biodata orang terhadap pandangan, pendapat, dan
pelatih, foto kegiatan, dan hasil prestasi yang penemuan seseorang.
pernah diraih oleh atlit sepak takraw putri.
Pengumpulan Data
Pemeriksaan Keabsahan Data Pengumpulan data dilakukan dengan
Menurut Moleong (2011:324-326), bahwa jalan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
untuk menentukan keabsahan data diperlukan Data-data di lapangan itu dicatat dalam
teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik catatan lapangan berbentuk deskriptif tentang
pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria apa yang dilihat, apa yang didengar, dan apa
tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan yang dialami atau dirasakan oleh subyek
yaitu : penelitian. Catatan deskriptif adalah catatan
data alami apa adanya dari lapangan tanpa
Kepercayaan (credibility) adanya komentar atau tafsiran dari peneliti
Penerapan kriteria derajat kepercayaan tentang fenomena yang dijumpai, dari
pada dasarnya menggantikan konsep validitas catatan lapangan penelitian perlu membuat
internal dari nonkualitatif. Kriteria ini catatan refleksi yang merupakan catatan dari
berfungsi: 1) melaksanakan inkuiri sedemikian penelitian sendiri yang berisi komentar, kesan,
rupa sehingga tingkat kepercayaan penemunya pendapat, dan tafsiran terhadap fenomena
dapat dicapai. 2) mempertunjukkan derajat yang ditentukan berdasarkan fokus peneltian
kepercayaaan hasil-hasil penemuan dengan tentang pembinaan prestasi PPLP Putra sepak
jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataaan takraw Salatiga
ganda yang sedang diteliti.
Analisis Data
Keteralihan (transferability) Adapun model analisis yang digunakan
Kriteria keteralihan berbeda dengan dalam metode ini adalah model Millies dan
validitas eksternal dari nonkualitatif. Konsep Huberman dalam Moleong, yakni analisis
validitas itu menyatakan bahwa generalisasi data ini dilakukan dengan mendasarkan diri
suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada penelitian lapangan. Model analisis
pada semua kontek dalam populasi yang ini menggunakan empat komponen yang
sama atas dasar penemuan yang diperoleh saaling berinteraksi yaitu: pengumpulan data,
pada sampel yang secara representative reduksi data, penyajian data, dan penarikan
mewakili populasi itu. Keteralihan sebagai kesimpulan (Moleong:307-308).
54 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

menjadi duta negara dalam percaturan


HASIL DAN PEMBAHASAN olahraga internasional.
Hasil Penelitian Proses pembinaan olahraga di usia dini
Berdasarkan hasil penelitian bahwa tersebut harus dilakukan secara terus menerus
di dalam pelaksanaan kegiatan selalu dan berkelanjutan guna memperbaiki kondisi
memperhatikan beberapa aspek yang dapat pencapaian prestasi olahraga Indonesia yang
menunjang prestasi PPLP putra sepak takraw secara umum menunjukkan inkonsistensi. Ini
Salatiga itu sendiri, dengan metode latihan dapat dilihat dari prestasi para atlet Indonesia
yang tepat dan terencana dan dilakukan dalam pada multieven level Asia Tenggara (SEA
berbagai kompetisi yang bersifat regional, Games), Asia (Asian Games), serta dunia
nasional maupun internasional. (Olimpiade).Peran pentingnya kontribusi
PPLP bagi kemajuan prestasi olahraga tanah
Hasil Observasi Pembinaaan Prestasi Tim air itulah yang menjadi perhatian Dr Andi
Sepak Takraw Putri Jawa Tengah Alifian Mallarangeng MSi. Bahkan Menpora
Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga turun langsung meninjau ke beberapa PPLP.
Pelajar (PPLP) merupakan suatu bagian dari Pusat Pendidikan Dan Latihan Pelajar
sistem pembinaan prestasi olahraga yang sepak takraw putra Salatiga merupakan salah
integral melalui kombinasi antara pembinaan satu program pembinaan yang dilaksanakan
prestasi dengan jalur pendidikan formal di oleh Dinpora Provinsi Jawa Tengah dan
sekolah. Sistem ini memiliki posisi strategis merupakan wadah untuk membina atlet
dalam meletakkan pondasi pembangunan secara berkesinambungan untuk meraih
prestasi olahraga di Indonesia pada usia prestasi maksimal dalam cabang olahraga
potensial (the golden age) dalam rangka sepak takraw. walaupun tersirat namun
pengembangan bakat siswa di bidang olahraga. sudah berjalan lancar sesuai tugas dan
Satu mata rantai dari pembinaan wewenangnya. Perekrutan atlet PPLP sepak
olahraga usia dini adalah pembibitan olahraga. takraw putra Salatiga dilakukan ketika ada
Memperhatikan teori piramida pembinaan even pertandingan atau melalui talent scouting
olahraga, maka pembibitan olahraga melalui tim pencari bakat dan diadakan seleksi.
sentra-sentra olahraga seperti PPLP merupakan Berdasarkan hasil observasi dan
pondasi ulama pembinaan olahraga yang wawancara yang telah dilakukan peneliti
harus dilakukan secara cermat, akurat, dan terhadap PPLPsepak takraw putra Salatiga
menuntut komitmen bersama guna mencapai tahun 2013 diperoleh data antara lain pada
hasil maksimal dalam mencetak calon-calon Tabel 1.
atlet masa depan yang diharapkan mampu

Tabel 1. Hasil Observasi PPLP Putra Sepak Takraw Salatiga


Kriteria
No Indikator Pengamatan
Baik Sedang Kurang
1. Organisasi
Struktur organisasi
Sistem kerja
2. Program Latihan
Penyesuaian program latihan dengan kebutuhan
peningkatan prestasi atlet.
Ada beberapa program yang diterapkan pelatih.

3. Sarana dan Prasarana


Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki.
Kondisi tempat latihan.
4. Perekrutan atlet
Cara perekrutan atlet dan pelatih
5. Pendanaan
Sumber dana
Pengalokasian dana
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 55

Tabel 2. Rubrika Penilaian Observasi Tim PON XVIII Putri Sepak Takraw Jawa Tengah
Aspek Indikator Pengamatan Ket
Organisasi
Struktur organisasi
I
Aktif, berperan serta terhadap kemajuan sepak takraw Baik
Aktif pada saat ada kegiatan saja Sedang
Tidak pernah aktif dalam keorganisasian Kurang
Sistem Kerja
Bekerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing/loyal Baik
Bekerja pada saat ada kegiatan saja Sedang
Tidak pernah mengikuti kegiatan sama sekali Kurang
Program latihan
Penyusunan program latihan kebutuhan peningkatan prestasi
II
Sistematis dan jelas dari awal sampai akhir Baik
Kurang sistematis Sedang
Tidak sistematis Kurang
Ada beberapa program yang diterapkan pelatih
Program sesuai dengan tujuan Baik
Program tidak sesuai dengan tujuan Sedang
Tidak ada program Kurang
Sarana dan Prasarana
Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki
III
Fasilitas lengkap dan memadahi Baik
Fasilitas ada tapi belum standar Sedang
Fasilitas tidak lengkap Kurang
Kondisi tempat latihan
Layak untuk dipakai latihan ataupun kejuaraaan Baik
Layak untuk dipakai latihan Sedang
Tidak layak Kurang
Perekrutan latihan
IV
Cara perekrutan atlet dan pelatih
Selektif dalam menentukan atlet dan pelatih Baik
Atlit dan pelatih dipilih lewat seleksi Sedang
Atlit dan pelatih dipilih pengurus tanpa ada seleksi Kurang
Pendanaan
Sumber Dana
Adanya bantun sponsor ship yang mendukung prestasi Baik
Bantuan dana yang terbatas Sedang
V Kurangnya bantuan dalam pencapaian prestasi Kurang
Pengalokasian Dana
Dana dikelola dengan baik oleh manajemen pengurus Baik
Selalu ada transparansi dana yang dilakukan pengurus Sedang
Dana tidak digunakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan tim Kurang
56 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

PPLP sepak takraw Salatiga merupakan Sistem Manajemen


salah satu program pembinaan yang Berdasarkan penelitian yang dilakukan
dilaksanakan oleh Dinpora Jawa Tengah dan oleh peneliti, sumber dana yang ada di
merupakan wadah untuk membina atlet secara pembinaan PPLP Sepak Takraw Putra Salatiga
berkesinambungan untuk meraih prestasi berasal dari APBN yang didistribusikan
maksimal dalam cabang olahraga sepak melalui APBD Jawa Tengah
takraw. Untuk menunjang proses pembinaan, Susunan kepengurusan PPLP Sepak
pemerintah memberikan fasilitas prasarana Takraw Putra Salatiga terdiri dari penanggung
seperti lapangan dan sarana seperti bola, ring, jawab, sekretaris, bendahara dan pelatih.
perlengkapan pakaian latihan, walaupun Pemilihan pengurus dan pelatih PPLP Sepak
dalam keadaan yang masih kurang. Hal ini Takraw Putra Salatiga ditunjuk oleh Dinpora
disebabkan oleh sumber dana yang terbatas. Provinsi dan Pengprov PSTI Jawa Tengah.
Rubrik penilaian observasi PPLP putra sepak
takraw Salatiga ditampilkan pada Tabel 2. Atlet
Perekrutan atlet PPLP Sepak Takraw
Hasil Wawancara Pembinaan Prestasi PPLP Putra Salatiga dengan cara:
Sepak Takraw Putra Salatiga 1. Rekomendasi, uji ketrampilan dan
Pada wawancara yang telah pengamatan,
dilaksanakan, distribusi jawaban pada masing- 2. Peran pengurus induk cabang olahraga
masing responden diperoleh hasil yang di daerah
rangkum sebagai berikut : 3. Pengawasan masyarakat, lingkungan dan
mass media
Organisasi 4. Diumumkan secara terbuka
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan 5. Berlandaskan ilmu pengetahuan dan
didapatkan beberapa hal yang menyangkut teknologi olahraga dengan parameter test
organisasi pada PPLP Sepak Takraw Putra tes
Salatiga, yaitu sebagai berikut Pemantauan di kejuaraan pekan olahraga
pelajar (POPDA) di tingkat Jawa Tengah dan
Susunan Kepengurusan kejuaraan daerah, memanggil para calon
Dalam kepengurusan PPLP Sepak atlet yang berbakat di bidang sepak takraw
Takraw Putra Salatiga menggunakan masa yang meliputi seluruh wilayah Jawa Tengah.
bakti sampai penyelengaraan selesai. Struktur Kualitas atlet dilihat pada saat pertandingan,
organisasi PPLP Sepak Takraw Putra Salatiga kemudian diadakan seleksi
terdiri dari Penanggung Jawab, Pelatih, Standar Parameter tes atlet PPLP: 1)
Asisten pelatih, Catering, Pengelola Asrama. Pengukuran tinggi Badan, 2) Pengukuran
Susunan pengurus tim PPLP Sepak Takraw ketebalan lemak, 3) Pengukuran Volume Paru-
Putra Salatiga ditampilkan pada Tabel 3. paru, 4) Pengukuran Kapasitas Maksimal

Tabel 3. Bentuk Struktur Pengelolaan PPLP Sepak Takraw Salatiga, Jawa Tengah 2012/2013
NO JABATAN STRUKTURAL JABATAN DALAM DINAS
1. Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga
1 PEMBINA
2. Pengprov Cabang Olahraga
2 PENANGUNG JAWAB Kepala Bidang Keolahragaan
3 KETUA PELAKSANA Kepala Seksi Olahraga
4 KETATA USAHAAN Ditetapkan Kadin
PELAKSANA HARIAN
Sarana dan Prasarana
Pelatih
5
Bidang Akademik Ditetapkan Kadin
Bidang Umum

6 ATLET/PELAJAR
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 57

Paru-paru, 5) Pengukuran Fleksibilitas Togok, PPLP yang telah membawa Tem Sea Games
6) Pengukuran keseimbangan, 7) Pengukuran 2011 di Palembang Indonesia mendapatkan
daya tahan, 8) pengukuran daya tahan tubuh medali Emas di Nomor dobel event dan Bapak
bagian atas, 9) Pengukuran daya ledak otot Nur Kolis sebagai asisten pelatih. Dari semua
tungkai, 10) Pengukuran kekuatan otot tangan. pelatih yang ada di PPLP Sepak Takraw Putra
Salatiga merupakan mantan atlet sepak takraw
Pelatih sehingga mampu dalam memberikan materi
Perekrutan pelatih dilakukan dengan setiap latihan.
cara musyawarah antar pengurus Selain
menjadi pelatih, pelatih juga diharapkan dapat Pendidikan Penataran Pelatih
menjadi teladan, pemimpin dan bapak bagi Pelatih PPLP Sepak Takraw Putra
atlet. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Salatiga sudah mengikuti pendidikan
diperoleh beberapa hal yang menyangkut penataran kepelatihan sehingga sudah
pelatih PPLP Sepak Takraw Putra Salatiga mempunyai sertifikat pelatih. Asisten pelatih
yaitu: juga sudah mengikuti penataran pelatih dan
1. Kualitas dan Jumlah Pelatih mempunyai sertifikat pelatih.
2. Kualitas dan kuantitas pelatih Berdasarkan data yang diperoleh
3. Persyaratan akademis dan ketrampilan dapat disimpulkan bahwa kualitas pelatih
pelatih dapat dikatakan baik, hal ini dilihat dari
4. Sertifikat pelatih cabang olahraga sistem pelatihan dan program latihan yang
5. Kesejahteraan dirancang dan dilaksanakan dengan baik,
Berdasarkan hasil penelitian yang pelatih maupun asisten pelatih juga sudah
telah dilakukan bahwa kualitas pelatih PPLP mengikuti penataran pelatih dan salah satunya
Sepak Takraw Putra Salatiga dikatakan baik, memiliki sertifikat sebagai pelatih dan sudah
dikarenakan pelatih sudah mengenal sistem mempunyai lisensi tingkat Internasional.
pelatihan dan menjalankan program yang
telah dirancang dan mempunyai sifat disiplin Pelaksanaan Program Pembinaan
yang tinggi dan ketegasan kepada para atlet. Pembinaan prestasi yang dilakukan oleh
PPLP Sepak Takraw Putra Salatiga memiliki PPLP sepak takraw putra meliputi kegiatan
tiga orang pelatih, yaitu Bapak Setyo Budi sebagai berikut:
sebagai pelatih kepala, beliau juga pernah
menjadi pelatih tim putri Indonesia diajang Program Latihan
Asian Games 2010 Cina dan meraih medali Program latihan yang dilakukan adalah
perunggu. Bapak Bambang Edi sebagai pelatih latihan dalam satu minggu 11 kali, yaitu pagi

Tabel 4. Riwayat pelatih tim sepak takraw putri Jawa Tengah serta prestasi yang pernah diraih:
No. Nama Melatih Tahun Prestasi
Setyo Budi, Tim PON XV sepak takraw pu- 1 Perak (tim)
1. 2000
S.Pd tra Jawa Tengah di Surabaya 1 Perunggu (beregu)
SEA Games 21th Kuala Lumpur 2001 1 Perunggu (tim)
Tim putra PON XVI di Palem- 3 emas (tim, beregu dan
2004
bang circle game)
SEA Game 23th Filipina 2005 1 Perak (double event)
Tim putri PON XVII di Kali-
2007 1 Perak (Hoop takraw)
mantan Timur
Tim putri ASIAN Game Guang-
2010 1 Perunggu (tim)
zhou
Tim putri PON XVIII di Riau 2012 1 Emas (Hoop takraw)
Bambang Edi, Tim PON XV sepak takraw pu- 1 Perak (tim)
2. 2000
M. Pd tra Jawa Tengah di Surabaya 1 Perunggu (beregu)
SEA Games 21th Kuala Lumpur 2001 1 Perunggu (tim)
Tim putra PON XVI di Palem- 3 emas (tim, beregu dan
2004
bang circle game)
SEA Game 23th Filipina 2005 1 Perak (double event)
Tim putri PON XVII di Kali-
2007 1 Perak (Hoop takraw)
mantan Timur
1 Emas (double event)
SEA Game 25th Indonesia 2011
1 Perak(tim Putra)
58 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

Tabel 5. Jadwal latihan PPLP Sepak takraw Putra Salatiga


Waktu
No. Hari
Pagi Siang Sore
1. SENIN 05.00-06.15 - 15.30-17.30
2. SELASA 05.00-06.15 - 15.30-17.30
3. RABU 05.00-06.15 - 15.30-17.30
4. KAMIS 05.00-06.15 - 15.30-17.30
5. JUMAT 05.00-06.15 - 15.30-17.30
6. SABTU 05.00-06.15 - 15.30-17.30
7. MINGGU Istirahat total

Tabel 6. Daftar sarana dan prasarana yang ada di PPLP sepak takraw Salatiga
No. Sarana Jumlah
1 Asrama atlet putra 7 kamar
2 GOR 1
3 Lapangan 3
4 Bola 20
5 Hand sansak 2
6 Skipping 10
7 Hoop Takraw 2
8 Tiang latihan smash dan servis 6
9 Net 3
10 Gawang ukuran 50 x 60 cm 10
11 Cone 1 set
12 Ring sasaran Hoop 10
13 Raket 2
14 Beban Kaki 4

dan sore dari hari senin sampai dengan sabtu Asian Beach Games.
pagi. Latihan yang diberikan berupa latihan
fisik, teknik dan juga mental. Program latihan Sarana dan Prasarana
yang telah dibuat sebagai acuan tahapan Sarana dan prasarana merupakan
latihan jangka panjang yang meliputi latihan salah satu faktor yang sangat penting dalam
pembentukan, serta tahap latihan pemantapan. pencapaian prestasi atlet. Pembinaan PPLP
Sepak takraw Putra Salatiga mempunyai
Pembinaan Mental fasilitas tempat latihan di Jl. Veteran No 45
Pembinaan mental PPLP Sepak takraw Kota Salatiga, yang digunakan sebagai tempat
Putra Salatiga dilakukan dengan memberikan pemusatan latihan dan pembinaan atlet-atlet
latih tanding antar sesama atlet maupun muda sepak takraw Jawa Tengah. Fasilitas
dengan PPLM Jawa Tengah yang Pusat yang digunakan untuk latihan antara lain pada
latihannya di Universitas Negeri Semarang. Tabel 6.
Sarana tersebut digunakan sebagai
Pertandingan sarana latihan teknik dan fisik pada atlet
PPLP Sepak takraw Putra Salatiga PPLP Sepak takraw Putra Salatiga, Dana yang
telah mengikuti berbagai kompetisi yang digunakan untuk pembiayaan PPLP Sepak
bersifat regional, maupun nasional antara takraw Putra Salatiga didapat dari APBN
lain kejuaraan antar PPLP, POPNAS, Asean melalui APBD Dinpora Provinsi Jawa Tengah.
School. Atlet PPLP Sepak takraw Putra Dana tersebut digunakan untuk biaya atlet,
Salatiga banyak yang mengikuti seleksi untuk latihan dan perawatan sarana dan prasarana
mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi Pusat Pelatihan Olahraga.
diantaranya Sea Games, Asian Games dan Berdasarkan data yang diperoleh dapat
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 59

disimpulkan bahwa sarana dan prasarana meningkatkan prestasi tim sepak takraw putra
yang dimiliki oleh PPLP Sepak takraw Putra yang terdapat di Jawa Tengah.
Salatiga belum cukup memadai. Hal ini dapat Tim PPLP Sepak takraw Putra
dilihat dari kelengkapan sarana dan prasarana Salatiga pada saat didirikan dan dibentuk
yang yang di miliki. kepengurusannya, dimana ada Pembina,
penanggung jawab, sekretaris, bendahara,
Prestasi pelatih, dan seksi bidang masing-masing.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan, Dalam proses pemilihan pengurus tim PPLP
puncak prestasi PPLP Sepak takraw Putra Sepak takraw Putra Salatiga berdasarkan rapat
Salatiga sangat baik, baik ditingkat Wilayah dengan para pengurus dan pelatih. Program
maupun Nasional. Karena para atlet mampu kerja pengurus terdiri dari program mingguan,
meraih prestasi dalam setiap kompetisi yang bulanan dan tahunan. Pembagian kerjanya
diikuti, salah satu atlet PPLP Sepak takraw jelas dan disesuaikan dengan bidangnya
Putra Salatiga masuk tim Indonesia dalam masing-masing.
kejuaraan SEA Games di Palembang. Atlet Berdasarkan data lapangan dan
yang berprestasi ini juga tidak lepas dari analisis data tentang organisasi tim PPLP Sepak
peranan pelatih dan pengurus dalam rangka takraw Putra Salatiga yang dideskripsikan
peningkatan prestasi para atlet, daftar prestasi melalui manajemen kepengurusan, perekrutan
PPLP Sepak takraw Putra Salatiga selama 5 pelatih dan atlet, pelaksanaan program latihan,
tahun kebelakang ditampilkan pada Tabel 7. sarana dan prasarana yang menunjang,
serta sistem pendanaan ditemukan banyak
Pembahasan permasalahan yang mempunyai faktor
Berdasarkan hasil penelitian secara pendukung dan penghambat jalannya proses
umum menunjukan bahwa pembinaan prestasi pembinaan, sehingga masih bisa bertahan
tim tergolong dalam kategori cukup baik. dalam mengembangkan olahraga sepak
Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian takraw.
dengan metode observasi dan wawancara.
Pembahasan dari hasil penelitian yang telah Faktor Pendukung
dilakukan, meliputi organisasi tim PPLP Sepak Prestasi atlet tim PPLP Sepak takraw
takraw PutraSalatiga, progam latihan selama PutraSalatiga yang dari tahun ke tahun
pemusatan latihan dan hasil kegiatan. semakin meningkat sehingga regenerasi atlet
Berdasarkan hasil penelitian yang tidak putus atau berhenti.
diperoleh pada tim PPLP Sepak takraw Putra Komitmen dan konsistensi
Salatiga, tujuan utama didirikan pembinaan pengurus maupun pelatih untuk semakin
sepak takraw putra adalah regenerasi atlet mengembangkan Pembinaan tim PPLP Sepak
sepak takraw putra dan mengembangkan takraw Putra Salatiga dengan menjalankan
bakat anak-anak usia pelajar pada cabang manajemen organisasi dengan semua
sepak takraw khususnya, agar mendapat keterbatasan,
arahan yang terencana dan terprogram untuk Adanya dukungan dari orang tua atlet

Tabel 7. Daftar Prestasi Tim Sepak takraw putri Jawa Tengah


No. Event Pertandingan Tingkat Nomor pertandingan Tahun Hasil
1. PON XVII Kaltim Nasional Hoop Takraw 2008 Juara 1
Beregu Juara 1
2. Kejurnas Nasional Hoop Takraw 2009 Juara 1
Beregu Juara 1
3. Kejurnas antar PPLP Nasional Tem putra 2010 Juara 1
Double event Juara 2
Beregu
4. Kartini Cup Nasional TIM 2011 Juara 3
Hoop Takraw Juara 1
5. PRA PON Nasional TIM 2011 Juara 2
6. Kartini Cup Nasional TIM 2012 Juara 2
Beregu Juara 2
7. PON Riau XVIII Nasional Hoop Takraw 2012 Juara 1
60 Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia (2013) 3: 49-61

untuk mengembangkan bakatnya. Misalnya SIMPULAN


orang tua selalu mengawasi atau sewaktu- Berdasarkan hasil penelitian dan
waktu melihat anaknya berlatih maupun pembahasan yang diperoleh, dapat
bertanding sehingga menjadi salah satu disimpulkan sebagai berikut :
motivasi tersendiri bagi para atlet. Pembinaan prestasi pada PPLP Sepak
takraw Putra Salatiga telah terprogram dan
Faktor Penghambat berkesinambungan, hal ini dapat di lihat dari
Ditinjau dari manajemen kepengurusan, program latihan, jadwal latihan dan pelatih
pengelolaannya belum secara maksimal, yang menangani pembinaan tersebut.
hal ini diakibatkan karena kepengurusan Organisasi sudah berjalan dengan
hampir semua dijalankan oleh satu orang atau baik, namun belum tertulis susunan
beberapa orang saja. kepengurusannya.
Minimnya pendanaan untuk pembinaan Program latihan secara makro telah
tim PPLP Sepak takraw PutraSalatiga hal ini disusun berdasarkan program tahunan dan
dikarenakan sumber dana hanya berasal dari secara mikro di susun berdasarkan kebutuhan
Dinpora. Jadi, bila akan mengikuti kompetisi yang diperlukan dan latihan telah dilaksanakan
dana yang digunakan sangat terbatas. sesuai dengan kriteria/syarat latihan menuju
Susah mencari bibit pemain putra guna peningkatan prestasi puncak.
pembinaan jangka panjang. Perekrutan atlet dengan mengadakan tes
seleksi kepada semua calon atlet, baik melalui
Kurangnya separing partner. pengamatan pada event pertandingan maupun
Program latihan adalah komponen pada saat seleksi.
penunjang pencapaian prestasi puncak Para pelatih PPLP Sepak takraw Putra
program latihan yang ada dibuat langsung Salatiga memiliki kompetensi yang sangat
oleh pelatih bersama asisten pelatih itu sendiri. baik yang didukung dengan sertifikat pelatih.
Penyusunan program latihan merupakan salah Kualitas pelatih tim sepak takraw putri Jawa
satu strategi usaha untuk mencapai tujuan Tengah dapat dikatakan baik. Ini dikarenakan
masa depan prestasi atlet seoptimal mungkin. pelatih sudah mengenal sistem pelatihan dan
Pelatih membuat rencana latihan dengan menjalankan program yang telah dirancang
memilih alternatif sebagai tuntutan yang perlu dan mempunyai sifat disiplin yang tinggi dan
dilaksanakan untuk meningkatkan prestasi ketegasan pada para atletnya.
saat sekarang ke prestasi yang akan datang Sarana dan prasarana yang ada di gor
sebagai sasaran yang ingin dicapai oleh atlet. sepak takraw Jawa Tengah cukup terbatas
Setelah mendaptkan atlet yang potensial, dan tergolong kurang lengkap hal ini dapat
pelatih harus membuat rencana latihan untuk dilihat dengan jumlah lapangan sepak takraw
mencapai tujuan yang telah ditentukan secara 3 buah, jumlah bola takraw 20 buah, ring hoop
tepat. Tujuan latihan jangka panjang, menengah dan ring sasaran hoop untuk latihan shooting
dan pendek, rencana latihan merupakan mata sebanyak 10 buah dalam keadaan baik, serta
rantai target atau sasaran akhir, sasaran antara fasilitas lain penunjang latihan. semuanya itu
dan sasaran yang obyektif dan terukur. merupakan sarana dan prasarana pendukung
Program latihan dikatakan baik,tepat untuk mencapai prestasi yang baik.
apabila rencana tersebut dibuat dengan Prestasi PPLP Sepak takraw Putra
pertimbangan faktor-faktor penentu untuk Salatiga dapat dikatakan sangat baik. Prestasi
mencapai tujuan, faktor-faktor tersebut antara ditingkat wilayah, dan tingkat Propinsi sudah
lain: bakat atau materi atlet, kemampuan atlet, pernah diraih. Hal ini dikarenakan tim PPLP
umur latihan, sarana dan prasarana, dana/ Sepak takraw Putra Salatiga didukung dengan
pendanaan, lingkungan, tenaga pelatih, dan pelatih yang memberikan pembinaan dengan
waktu yang tersedia. baik kepada para atletnya.
Tidak hanya itu, disamping
melaksanakan program latihan secara rutin, DAFTAR PUSTAKA
juga menyelenggarakan latih tanding dengan Bompa, Tudor. 1983. Theory and Methodology of Training.
Unined States of Amerika.Kendall/Hunt.
tim lain, hal ini dimaksudkan untuk menguji Depdikbud. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta :
dan sekaligus untuk melatih penerapan teknik, Balai Pustaka
taktik dalam bermain serta menanamkan jiwa Dirham. 1986. Kepemimpinan Organisasi dan Administrasi
atau mental bertanding kepada para atlet. Khusus Olahraga. Semarang IKIP FPOK.
Koni Pusat.2000. Pemanduan dan Pembinaan bakat Usia Dini.
Tri Aji - Pola Pembinaan Prestasi Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Takraw Putra Jawa Tengah ... 61
Garuda Emas. Koni : Jakarta. Sulaiman. 2004. Paparan Kuliah Sepak Takraw. FIK UNNES
Moleong, Lexy. 2005.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung Tohar. 2008. Ilmu Kepelatihan. PKLO FIK UNNES
:Remaja Rosdakarya Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan
Rusli, Lutan. 2000. Dasar-Dasar Kepelatihan. Depdiknas R & D. Bandung : Alfabeta.
Suharsimi, Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Tohar. 2002. Ilmu Kepelatihan Lanjut. Semarang PKLO FIK
Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. UNNES.
Sutrisno, Hadi. 1990. Statistik.Yogyakarta : Andi Offset.