You are on page 1of 33

Fisika

1. Perhatikan gambar berikut!

Gambar tersebut menunjukkan hasil pengukuran diameter tabung menggunakan jangka sorong.
Berdasarkan gambar tersebut hasil yang benar
adalah ….
A. 5,70 cm
B. 5,75 cm
C 5,76 cm
D. 5,86 cm
E. 6,30 cm

2. Di bawah ini yang merupakan besaran turunan adalah ….


A. waktu, momentum, panjang
B. momentum, gaya, kecepatan
C. panjang, massa, waktu
D. energi, usaha, jarak
E. usaha, kecepatan, massa

Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari 7 besaran pokok

3. Sebuah vektor gaya F = 20 √3 N membentuk sudut 60° terhadap sumbu-x. Besar komponen vektor
pada sumbu-y adalah ....

a. 10 √3 N
b. 20 N
c. 10 √6 N
d. 30 N
e. 60 N

Fy = F sin 60 = 20 √3 x ½ √3

= 30 N

4. Sebuah bola ditendang dengan sudut elevasi 37˚ dan kecepatan awal 10 m/s. Tentukan kecepatan
bola setelah 0,2 detik! ( cos 37˚= 4/5, sin 37˚=3/5)
Pembahasan:
Diketahui:
α = 37˚
vo = 10 m/s
t = 0,2 s
Ditanya: v saat t = 0,2 s
Jawab:
Kecepatan pada sumbu x:
vx = vo cos α
vx = 10 cos 37˚
vx = 10 (4/5) = 8 m/s
Kecepatan pada sumbu y:
vy = vo sin α - g.t
vy = 10 sin 37˚ - 10 (0,2)
vy = 10 (3/5) – 2
vy = 6 – 2 = 4 m/s
sehingga kecepatan setelah 0,2 s:

5. Sebuah benda bergerak melingkar beraturan dengan jari-jari 6 meter. Jika dalam 2 menit benda
itu melakukan 16 kali putaran maka kecepatan linear benda tersebut adalah ….

A. 0,8π m/s
B. 1,0π m/s
C. 1,2π m/s
D. 1,4π m/s
E. 1,6π m/s

Jawaban

Kecepatan anguler benda tersebut adalah 16 putaran per 2 menit. Sedangkan 1 putaran = 2π radian.

Kecepatan linear benda adalah

v = ωR

= 1,6π

Jadi, kecepatan linear benda tersebut adalah 1,6π m/s (E).

6. Sebuah peluru meriam ditembakkan dengan kecepatan awal 60 m/s dan sudut elevasi 53°. Bila g =
10 m/s2 maka posisi peluru pada detik ke-1 adalah ….

A. x = 36 m, y = 64 m
B. x = 64 m, y = 43 m
C. x = 36 m, y = 43 m
D. x = 32 m, y = 32 m
E. x = 43 m, y = 36 m

Jawaban

Data-data yang diketahui pada soal:

vo = 60 m/s
g = 10 m/s2
t =1s
α = 53°

Sudut α = 53° merupakan sudut segitiga siku-siku yang bisa digambarkan sebagai berikut:

Gerak horizontal pada gerak parabola merupakan gerak lurus beraturan (GLB), sehingga:

x = vo cos α . t
= 60 . cos 53° . 1
= 60 . 3/5 . 1
= 36

Sedangkan gerak vertikal pada gerak parabola merupakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB),
sehingga:

y = vo sin α − ½gt2
= 60 . sin 53° − ½ . 10 . 12
= 60 . 4/5 − 5
= 48 − 5
= 43

Jadi, posisi peluru pada detik ke-1 adalah x = 36 m, y = 43 m (C).

7. Perhatikan gambar balok berikut ini!


Jika massa balok 3 kg dan percepatan gravitasi 10 m/s2 maka gaya normal yang dialami balok adalah
….

A. 27 N
B. 30 N
C. 33 N
D. 43 N
E. 45 N

Jawaban

w adalah gaya berat balok yang besarnya

w = mg
= 3 . 10 N
= 30 N

Karena sistem tidak bergerak maka berlaku hukum I Newton, yaitu resultan gaya-gaya yang bekerja
pada benda besarnya nol.

ΣF = 0
N + F2 − F1 − w = 0
N + 8 − 5 − 30 = 0
N − 3327 = 0
N = 3327

Jadi, gaya normal yang dialami balok adalah 27 N (A).

8. Perhatikan gambar di bawah ini!

Benda 1 dan benda 2 mengalami gaya gesek f1 = 20 N dan f2 = 5 N. Besar tegangan tali antara kedua
benda bila benda bergerak adalah …. (cos 53° = 0,6)
A. 35,0 N
B. 27,5 N
C. 25,0 N
D. 22,5 N
E. 7,5 N

Jawaban

Benda bergerak berarti berlaku hukum II Newton.

ΣF = ma
F cos 53° − f1 − f2 = (m1 + m2) a
50 . 0,6 − 20 − 5 = (10 + 10) a
30 − 25 = 20a
5 = 20a
a = 0,25

Untuk mendapatkan nilai T, kita bisa meninjau sistem gerak pada benda 1 atau benda 2. Misal kita
tinjau sistem gerak benda 1.

ΣF = ma
T − f1 = m1 a
T − 20 = 10 . 0,25
T − 20 = 2,5
T = 2,5 + 20
= 22,5

Jadi, besar tegangan tali antara kedua benda tersebut adalah 22,5 N (D)

9. Gaya F1, F2, F3, dan F4 bekerja pada batang ABCD seperti pada gambar.

Jika massa batang diabaikan maka nilai momen gaya terhadap titik A adalah ….

A. 15 Nm
B. 18 Nm
C. 35 Nm
D. 53 Nm
E. 68 Nm

Jawaban
Momen gaya adalah gaya yang diperlukan untuk berotasi terhadap suatu poros. Pada soal di atas,
yang bertindak sebagai poros adalah titik A. Berarti gaya yang bekerja pada titik A, yaitu F1, akan
mati (tidak berfungsi).

Dengan pusat rotasi di titik A, batang akan berotasi berlawanan arah jarum jam bila F3 bekerja dan
berputar searah jarum jam bila F2 dan F4 bekerja.

Besar momen gaya di titik A merupakan resultan dari momen gaya yang bekerja pada benda
tersebut. Anggap arah rotasi yang searah putaran jarum jam bernilai positif dan yang berlawanan
bernilai negatif. Diperoleh:

ΣτA = F2 × RAB + F4 × RAD − F3 × RAC


= 4 × 2 + 10 × 6 − 5 × 3
= 8 + 60 − 15
= 53

Jadi, nilai momen gaya terhadap titik A adalah 53 Nm (D).

10. Sebuah benda bermassa 2 kg mula-mula bergerak dengan kecepatan 72 km/jam. Setelah
bergerak sejauh 400 m, kecepatan benda menjadi 144 km/jam. Usaha total yang dilakukan benda
pada saat itu adalah … (g = 10 m/s2)

A. 20 J
B. 60 J
C. 1.200 J
D. 2.000 J
E. 2.400 J

Jawaban

vo = 72 km/jam
= 72 × (10/36) m/s
= 20 m/s

v = 144 km/jam
= 144 × (10/36) m/s
= 40 m/s

Usaha total benda tersebut merupakan besar perubahan energi kinetiknya.


W = ΔEk
= ½ m(v2 − vo2)
= ½ × 2 × (402 − 202)
= 1600 − 400
= 1200

Jadi, usaha total yang dilakukan benda saat itu adalah 1.200 J (C).

11. Sayap pesawat terbang dirancang agar memiliki gaya angkat ke atas maksimum, seperti gambar.

Jika v adalah kecepatan aliran udara dan P adalah tekanan udara maka sesuai dengan asas Bernoulli,
rancangan tersebut dibuat agar ....

A. vA > vB sehingga PA > PB


B. vA > vB sehingga PA < PB
C. vA < vB sehingga PA < PB
D. vA < vB sehingga PA > PB
E. vA > vB sehingga PA = PB

Jawaban

Sayap pesawat terbang akan mempunyai daya angkat maksimal apabila tekanan udara di bawah
sayap lebih besar daripada tekanan udara di atasnya.

PA < PB

Sesuai dengan hukum Bernoulli, tekanan udara berbanding terbalik dengan kecepatan aliran udara.
Sehingga:

vA > vB

Jadi, agar sayap pesawat terbang mempunyai daya angkat maksimal maka harus memenuhi opsi (B).

12. Sebuah bola karet massanya 75 gram dilemparkan horizontal hingga membentur dinding seperti
gambar.
Jika bola karet dipantulkan dengan laju yang sama maka besar impuls bola yang terjadi adalah ….

A. nol
B. 1,5 Ns
C. 3,0 Ns
D. 3,7 Ns
E. 5,5 Ns

Jawaban

Jika arah kecepatan bola yang menuju dinding adalah positif maka arah bola pantul dari dinding
adalah negatif.

v = 20 m/s
v' = −20 m/s
m = 75 gram
= 0,075 kg

Sedangkan impuls merupakan perubahan momentum.

I = mΔv
= m(v − v')
= 0,075 × [20 − (−20)]
= 0,075 × 40
=3

Jadi, besar impuls yang terjadi pada bola karet tersebut adalah 3,0 Ns (C)

13. Perhatikan gambar berikut!

1. Jika tumbukan lenting sempurna maka A diam dan B bergerak dengan kecepatan 5 m/s.
2. Jika tumbukan lenting sempurna maka B tetap diam dan A bergerak dengan kecepatan
berlawanan arah (−5 m/s).

3. Jika tumbukan tidak lenting sama sekali maka vA = vB = 2,5 m/s.

Pernyataan yang berkaitan dengan gerak benda A dan B setelah tumbukan adalah ….

A. 1 saja
B. 2 saja
C. 3 saja
D. 1 dan 3
E. 2 dan 3

Jawaban

vA = 5 m/s
vB = 0
mA = mB

Pada tumbukan lenting sempurna untuk massa yang sama berlaku:

mAvA + mBvB = mAvB + mBvA

Jika diperhatikan rumus di atas, ternyata terjadi pertukaran kecepatan benda sebelum dan sesudah
tumbukan. Diperoleh:

vA' = vB
=0

vB' = vA
= 5 m/s

Dengan demikian, pernyataan 1 benar dan pernyataan 2 salah.

Sedangkan jika tumbukan kedua benda tidak lenting sama sekali maka benda A dan benda B akan
bergabung dengan kecepatan yang sama, yaitu vA' = vB' = v'.

mAvA + mBvB = (mA + mB)v'


mA × 5 + mB × 0 = (mA + mA)v'

karena mA = mB maka:

5mA = 2mAv'
2v' = 5
v' = 2,5

(pernyataan 3 benar)

Jadi, pernyataan yang benar berkaitan dengan gerak kedua benda tersebut adalah pernyataan
nomor 1 dan 3 (D).
14. Sebuah batang yang sangat ringan panjangnya 140 cm. Pada batang bekerja tiga gaya masing-
masing F1 = 20 N, F2 = 10 N, dan F3 = 40 N dengan arah dan posisi seperti pada gambar.

Besar momen gaya yang menyebabkan batang berotasi pada pusat massanya adalah ….

A. 40 Nm
B. 39 Nm
C. 28 Nm
D. 14 Nm
E. 3 Nm

Jawaban

Nilai momen gaya terhadap pusat massa batang adalah:

ΣτO = F1 × R1 + F3 × R3 − F2 × R2
= 20 × 0,7 + 40 × 0,7 − 10 × 0,3
= 14 + 28 − 3
= 39

Jadi, besar momen gaya pada pusat massa batang adalah 39 Nm (B)

15. Bola pingpong bermassa 5 gram jatuh bebas dari ketinggian tertentu (g = 10 m/s2). Saat
menumbuk lantai kecepatan bola 6 m/s dan setelah menumbuk lantai bola terpantul ke atas dengan
kecepatan 4 m/s. Besar impuls yang bekerja pada bola adalah ….

A. 0,50 Ns
B. 0,25 Ns
C. 0,10 Ns
D. 0,05 Ns
E. 0,01 Ns

Jawaban

Anggap saja arah kecepatan bola pingpong saat menumbuk lantai adalah positif sedangkan arah
kecepatan pantul bola dari lantai adalah negatif.

v = 6 m/s
v' = −4 m/s
m = 5 gram
= 5 × 10−3 kg

Impuls bola pingpong tersebut sama dengan perubahan momentumnya.

I = mΔv
= m(v − v')
= 5 × 10−3 × [6 − (−4)]
= 5 × 10−3 × 10
= 5 × 10−2
= 0,05

Jadi, besar impuls yang bekerja pada bola pingpong tersebut adalah 0,05 Ns (D).

16. Suatu sistem benda bidang homogen ditunjukkan seperti gambar berikut.

Letak koordinat titik berat sistem benda adalah ….

A. (9/8, 2)
B. (5/4, 2)
C. (5/4, 9/7)
D. (5/4, 5/8)
E. (3/2, 5/8)

Jawaban

Titik berat I : x1 = 1,5; y1 = 0,5


Luas I : A1 = 3 × 1 = 3

Titik berat II : x2 = 0,5; y2 = 2


Luas II : A2 = 1 × 2 = 2

Titik berat III : x3 = 1,5; y1 = 3,5


Luas III : A3 = 3 × 1 = 3
Jika koordinat titik berat sistem benda tersebut (xo, yo) maka dapat dipastikan yo = 2, sedangkan xo
dapat dicari dengan rumus:

= 10/8
= 5/4

Cara kedua adalah dengan menganggap bahwa sistem benda tersebut merupakan persegi panjang
utuh dengan sisi 3 × 4 yang dikurangi persegi dengan sisi 2 × 2, seperti pada gambar berikut.

Berdasarkan gambar di atas, diperoleh:

Titik berat I : x1 = 1,5; y1 = 2


Luas I : A1 = 3 × 4 = 12

Titik berat II : x2 = 2; y2 = 2
Luas II : A2 = 2 × 2 = 4

Dengan gambar di atas, tampak lebih jelas bahwa yo = 2, sedangkan xo dapat dicari dengan rumus:

= 10/8
= 5/4

Jadi, letak koordinat titik berat sistem benda tersebut adalah opsi (5/4, 2) (B).

17. Balok bermassa 20 kg dimasukkan ke dalam air, ternyata 4/5 bagian dari balok tercelup ke dalam
air. Bila berat balok dalam air 75 N dan massa jenis air 1000 kg/m3 maka massa jenis balok adalah ….
A. 125 kg/m3
B. 200 kg/m3
C. 250 kg/m3
D. 800 kg/m3
E. 2500 kg/m3

Jawaban

4/5 bagian balok tercelup ke dalam air, berarti balok terapung. Dalam keadaan setimbang berlaku
hubungan:

w = FA
ρb g Vb = ρa g V
(V: volume benda yang tercelup = 4/5 Vb)

ρb Vb = ρa 4/5 Vb
ρb = 4/5 ρa
= 4/5 × 1000
= 800

Jadi, massa jenis balok tersebut adalah 800 kg/m3 (D).

18. Rangkaian pegas identik di bawah ini masing-masing mempunyai konstanta pegas 20 N.m−1.

Jika beban 800 gram dipasang pada rangkaian tersebut maka pertambahan panjang total pegas
tersebut adalah … (g = 10 m.s−2).

A. 5 cm
B. 10 cm
C. 30 cm
D. 60 cm
E. 80 cm

Jawaban
Ketiga pegas tersebut identik sehingga:

K1 = K2 = K3 = K = 20 N/m

K1 dan K2 tersusun paralel:

Kp = K1 + K2
= 2K

Kp dan K3 tersusun seri sehingga konstanta pegas total (Kt) adalah:

Ketika pegas dipasang beban maka akan mengalami pertambahan panjang sesuai rumus:

dengan F adalah gaya berat beban dan k konstanta pegas total. Diperoleh:

Jadi, pertambahan panjang total pegas tersebut adalah 60 cm (D).

19. Tabel berikut berisi data hasil penyulingan fraksi-fraksi minyak bumi.
No Jumlah Atom C Titik Didih (℃) Kegunaan

(1) 3 – 12 30 – 200 bahan bakar mobil

(2) 12 – 18 175 – 325 bahan bakar pesawat jet

(3) 18 – 20 250 – 350 bahan bakar industri

(4) 20 – 36 200 – 370 pengeras jalan

Pasangan data yang berhubungan dengan tepat adalah ….

A. (1) dan (2)


B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Jawaban

3 dan 4 (E).

20. Dua logam sejenis A dan B masing-masing bersuhu TA dan TB diletakkan dalam ruangan bersuhu
T. Jika suhu T > TA dan TB < T, setelah waktu tertentu (t) bentuk grafik hubungan T terhadap t yang
tepat untuk keadaan tersebut adalah ….

Jawaban

Diketahui pada soal bahwa T > TA dan TB < T. Berarti suhu logam A maupun logam B lebih rendah dari
suhu ruangan. Akibatnya kedua logam tersebut akan menyerap suhu ruangan sehingga suhu
keduanya akan naik.
Jadi, grafik T-t yang tepat adalah opsi (B).

21. Grafik di bawah ini merupakan data yang diperoleh dari pemanasan bubuk sampel zat tertentu
bermassa 0,10 kg.

Kalor jenis sampel zat adalah ….

A. 240 J.kg−1.K−1
B. 420 J.kg−1.K−1
C. 840 J.kg−1.K−1
D. 2.400 J.kg−1.K−1
E. 4.200 J.kg−1.K−1

Jawaban

Suatu zat yang dipanaskan (diberikan kalor) akan mengalami kenaikan suhu sesuai rumus:

Q = mc∆t

Kalor jenis c berdasarkan rumus di atas adalah:

Nilai Q dan ∆t bisa kita peroleh dari grafik di atas. Kita ambil saja data yang paling kecil (untuk
mempermudah penghitungan), yaitu Q = 420 J dan ∆T = 10 K. Sedangkan nilai m sudah diketahui
dalam soal. Sehingga nilai c adalah:
Jadi, kalor jenis sampel zat tersebut adalah 420 J.kg−1.K−1 (B).

22. Panjang sebatang besi ketika dipanaskan sampai suhunya mencapai 65 °C adalah 50,024 cm. Jika
panjang besi sebelum dipanaskan 50 cm dan koefisien muai panjang besi 1,2 × 10−5 °C−1 maka suhu
batang besi sebelum dipanaskan adalah ….

A. 15 °C
B. 20 °C
C. 25 °C
D. 30 °C
E. 35 °C

Jawaban

Sebatang besi yang dipanaskan akan mengalami pertambahan panjang sesuai dengan rumus:

Δl = α lo Δt

dengan

lo = panjang mula-mula
= 50 cm

Δl = pertambahan panjang
= (50,024 − 50) cm
= 0,024 cm
= 24 × 10−3 cm

α = koefisien muai panjang


= 1,2 × 10−5 °C−1
= 12 × 10−6 °C−1

Δt = perubahan suhu
= (65 − to) °C

Nah, sekarang tinggal memasukkan data-data tersebut pada rumus di atas.

Δl = α lo Δt
24×10−3 = 12×10−6×50×(65 − to)
40 = 65 − to
to = 65 − 40
= 25

Jadi, suhu batang besi tersebut sebelum dipanaskan adalah 25 °C (C)


23. Volume gas ideal di dalam ruangan tertutup diperkecil 1/2 kali semula dalam proses isotermis,
maka tekanannya menjadi ….

A. 1/4 kali semula


B. 1/2 kali semula
C. 1 kali semula
D. 2 kali semula
E. 4 kali semula

Jawaban

Persamaan umum gas ideal dirumuskan sebagai:

PV = nRT

Peristiwa tersebut terjadi dalam proses isotermis atau suhu konstan sehingga:

PV = C
P1 V1 = P2 V2
P1 V1 = P2 1/2 V1
P1 = 1/2 P2
P2 = 2P1

Jadi, tekanan gas dalam peristiwa tersebut menjadi 2 kali semula (D).

24. Sebuah mesin Carnot bekerja pada reservoir suhu tinggi 600 K mempunyai efisiensi 40%. Supaya
efisiensi mesin menjadi 75% dengan suhu reservoir rendah tetap maka reservoir suhu tinggi harus
dinaikkan menjadi ....

A. 480 K
B. 840 K
C. 900 K
D. 1028 K
E. 1440 K

Jawaban

Diketahui:

T1 = 600 K
η = 40% = 0,6
η' = 75% = 0,75

Efisiensi mesin Carnot dirumuskan sebagai:


Mula-mula T1 = 600 K dengan η = 40%. Suhu rendah pada keadaan tersebut adalah:

Kemudian efisiensinya dijadikan 75% dengan suhu rendah tetap 360 K. Sehingga suhu tingginya
adalah menjadi:

Jika Anda gemar hitung-hitungan, bolehlah pakai cara berikut ini:

Karena soal menyebutkan bahwa reservoir suhu rendah tetap (T2 konstan), kita ubah rumus tersebut
menjadi:

T2 = T1(1 − η)

Secara matematis, T2 konstan dapat ditulis:

T2 = C
T1(1 − η) = T1'(1 − η')

Dengan demikian, suhu tinggi untuk efisiensi 75% adalah:


Jadi, reservoir suhu tinggi harus dinaikkan menjadi 1440 K (E).

25. Persamaan gelombang stasioner pada dawai gitar y = 40 sin⁡(20πx) cos⁡(60πt), dengan x dan y
dalam meter dan t dalam sekon. Dari persamaan tersebut letak perut kesatu, kedua, dan ketiga dari
titik pantul berjarak ….

A. 2 cm; 6 cm; dan 10 cm


B. 2,5 cm; 7,5 cm; dan 12,5 cm
C. 3 cm; 9 cm; dan 15 cm
D. 7 cm; 21 cm; dan 35 cm
E. 10 cm; 30 cm; dan 50 cm

Jawaban

Gelombang stasioner pada dawai dengan persamaan y = 40 sin⁡(20πx) cos⁡(60πt) merupakan


gelombang stasioner ujung terikat. Gelombangnya merupakan fungsi kosinus dengan amplitudo 40
sin⁡(20πx).

Mari kita bandingkan dengan bentuk baku dari persamaan gelombang stasioner ujung terikat.

y = 40 sin⁡(20πx) cos⁡(60πt)
y = 2A sin⁡ kx cos ⁡ωt [bentuk baku]

Berdasarkan bentuk baku di atas, diperoleh:

k = 20π
2π/λ = 20π
λ = 0,1 m
= 10 cm

Sekarang perhatikan letak perut pada grafik gelombang stasioner ujung terikat berikut ini!
Berdasarkan grafik di atas tampak bahwa letak perut pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut
adalah:

1/4 λ; 3/4 λ; 5/4 λ

Dengan λ = 10 cm, diperoleh:

= 1/4 ∙ 10; 3/4 ∙ 10; 5/4 ∙1 0


= 2,5; 7,5; 12,5

Jadi, letak perut kesatu, kedua, dan ketiga dari titik pantul adalah 2,5 cm; 7,5 cm; dan 12,5 cm (B).

26. Perhatikan faktor-faktor berikut:

1. memperbesar massa jenis kawat,

2. memperpanjang kawat,

3. memperbesar tegangan kawat,

4. memperbesar ukuran kawat.

Faktor-faktor yang dapat mempercepat perambatan gelombang pada kawat adalah ….

A. (1), (2), (3), dan (4)


B. (1), (2), dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (1) saja
E. (3) saja

Jawaban

Cepat rambat gelombang pada kawat atau dawai memenuhi persamaan

Berdasarkan rumus di atas, untuk mempercepat perambatan gelombang (v) maka yang harus
dilakukan adalah:

 memperbesar tegangan kawat (F) [pernyataan 3 benar]

 memperpanjang kawat (l) [pernyataan 2 benar]

 mengurangi massa kawat (m)

 mengurangi massa jenis kawat (ρ) [pernyataan 1 salah]


 mengurangi ukuran atau luas penampang kawat (A) [pernyataan 4 salah]

Jadi, faktor-faktor yang mempercepat perambatan gelombang bunyi pada kawat adalah pernyataan
nomor 2 dan 3 (C).

27. Diagram di bawah ini menggambarkan percobaan Young.

Jika d adalah jarak antara 2 celah, L adalah jarak celah ke layar, dan P2 adalah jarak garis terang ke-2
dari terang pusat, maka panjang gelombang cahaya yang digunakan (1Å = 10−10 m) adalah ....

A. 3.000
B. 4.000
C. 5.000
D. 5.500
E. 6.000

Jawaban

Diketahui:

jarak celah-layar :L=1m

lebar antarcelah : d = 10−3 m

orde interferensi :n=2

jarak pola interferensi : P2 = 10−3 m

Percobaan Young di atas berlaku rumus:

Sesuai dengan data yang ada, rumus di atas kita sesuaikan menjadi
2λ = 10−6 m
λ = 0,5×10−6 m
= 5×10−7 m
= 5×10−7 × 1010 Å
= 5000 Å

Jadi, panjang gelombang yang digunakan pada percobaan Young tersebut adalah 5000 Å (C).

28. Gambar berikut menunjukkan mobil polisi sedang mengejar seorang penjahat bermotor.

Mobil polisi sambil membunyikan sirine yang berfrekuensi 930 Hz mengejar motor penjahat yang
melarikan diri dengan kecepatan 72 km/jam. Mobil polisi mempercepat kecepatannya hingga 108
km/jam agar dapat mengejar penjahat tersebut. Jika kecepatan bunyi di udara 340 m/s maka besar
frekuensi sirine yang didengar oleh penjahat bermotor tersebut adalah ....

A. 850 Hz
B. 900 Hz
C. 960 Hz
D. 1.020 Hz
E. 1.200 Hz

Jawaban

vp = 72 km/jam
= 72 × 10/36 m/s
= 20 m/s

vs = 108 km/jam
= 108 × 10/36 m/s
= 30 m/s

= 960
960 Hz (C)
29. 2. Apabila massa inti 6C12 = 12, massa

proton = 1,00783 sma, dan massa

neutron = 1,008665 sma (1 sma = 931

MeV), maka energi ikat inti tersebut

adalah...

A. 41,107 MeV

B. 47,110 MeV

C. 72,141 MeV

D. 92,141 MeV

E. 107,92 MeV

Diketahui:

mP = 1,00783 sma

mN = 1,008665 sma

m 6C

12 = 12 sma

Ditanya: E = ...

a. Terlebih dahulu hitung Δm.

Δm = [(Z . mP + N . mN) – mi]

Δm = [(6 . 1,00783 + 6 . 1,008665) –

12]

Δm = (6,04698 + 6,05199) – 12

Δm = 12,09897– 12 = 0,09897 sma

b. Menghitung E.

E = Δm . 931 MeV = 0,09897 . 931

MeV

E = 92,141 MeV
30. Perhatikan gambar berikut!

Arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 adalah ….

A. 0,7 A
B. 1,3 A
C. 2,0 A
D. 3,0 A
E. 3,3 A

Jawaban

Rp = 6/3
=2

Sedangkan hambatan R1 dan Rp tersusun seri sehingga hambatan totalnya (Rt) adalah

Rt = R1 + Rp
=1+2
=3

Arus totalnya rangkaian di atas dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm.

=2
Misalkan arus yang mengalir pada R2 kita sebut I2 maka arus yang mengalir pada hambatan tersebut
dapat ditentukan dengan rumus

= 1,33
≡ 1,3

Jadi, arus listrik yang mengalir pada hambatan R2 adalah 1,3 A (B).

31. Perhatikan faktor-faktor berikut!

1. luas penampang kawat

2. arus yang mengalir dalam kawat

3. permeabilitas ruang hampa

4. konduktivitas suatu kawat

Faktor yang memengaruhi besarnya induksi magnetik pada kawat penghantar adalah ....

A. (1) dan (2)


B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Jawaban

2 dan 3 (C).

32. Kegunaan sinar inframerah dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk ....

A. memasak makanan
B. pemancar radio FM
C. remote control
D. foto tempat-tempat yang mengalami polusi
E. menghitung luas hutan dengan bantuan foto

Jawaban

Di antara kegunaan sinar inframerah adalah:


 diagnosa penyakit,

 terapi fisik,

 mengeringkan cat kendaraan dengan cepat,

 remote control,

 teleskop inframerah, dan

 pemetaan sumber daya alam.

Jadi, salah satu kegunaan sinar inframerah dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai remote
control (C).

33. Perhatikan reaksi inti berikut!

14
7N + X → 8O17 + 1H1

Pada reaksi di atas X adalah ….

A. proton
B. elektron
C. partikel alfa
D. deutron
E. Neutron

Jawaban

Misalkan nomor atom dan nomor massa dari X adalah a dan b, maka:

14
7N + aXb → 8O17 + 1H1

Operasikan nomor atom dan nomor massanya.

7+a=8+1
a=2

14 + b = 17 + 1
b=4

Dengan demikian, struktur adalah:

4
2X

Struktur tersebut sama dengan helium atau partikel alfa.

4
2He atau 2α4

Jadi, X pada reaksi di atas adalah partikel alfa (C).


34. Faktor-faktor sebagai berikut:

1. Frekuensi foton yang datang.

2. Fungsi kerja logam.

3. Intensitas cahaya yang datang.

4. Tetapan Stefan-Boltzmann.

Yang memengaruhi besarnya energi kinetik maksimum pada efek fotolistrik adalah ....

A. (1) dan (2)


B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Jawaban

Energi kinetik yang terjadi pada peristiwa efek fotolistrik dirumuskan sebagai:

Ek = hf − W

dengan:

f : frekuensi foton yang datang


h : tetapan Planck
W : energi ambang atau fungsi kerja logam

Jadi, faktor yang memengaruhi energi kinetik maksimum pada efek fotolistrik adalah pernyataan 1
dan 2 (A).

35. Tiga buah muatan ditempatkan seperti di bawah ini.

Besar gaya listrik yang dialami muatan q1 adalah ... (1μ = 10−6, k = 9 × 109 N.m2.C−2).

A. 9 × 10−4 N
B. 9√2 × 10−4 N
C. 18 × 10−4 N
D. 18√2 × 10−4 N
E. 81 × 10−4 N

Jawaban

Besar gaya tarik-menarik antara muatan q1 dan q2 adalah:

(tanda negatif pada muatan q1 tidak perlu dimasukkan dalam rumus karena hanya menunjukkan
jenis muatan saja)

Sedangkan gaya tarik-menarik antara muatan q1 dan q3 adalah:

Antara F12 dan F13 saling tegak lurus sehingga gaya total yang terjadi pada muatan q1 dapat dicari
dengan rumus Pythagoras.

Karena F12 = F13 maka:

Jadi, Besar gaya listrik yang dialami muatan q1 adalah 9√2 × 10−4 N (B)

36.Batu bermassa 200 gram dilempar lurus ke atas dengan kecepatan awal 50 m/s.
Jika percepatan gravitasi ditempat tersebut adalah 10 m/s2, dan gesekan udara diabaikan, tentukan :
a) Tinggi maksimum yang bisa dicapai batu
b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai ketinggian maksimum
c) Lama batu berada diudara sebelum kemudian jatuh ke tanah

a) Saat batu berada di titik tertinggi, kecepatan batu adalah nol dan percepatan yang digunakan
adalah percepatan gravitasi. Dengan rumus GLBB:

b) Waktu yang diperlukan batu untuk mencapai titik tertinggi:

c) Lama batu berada di udara adalah dua kali lama waktu yang diperlukan untuk mencapai titik
tertinggi.

t = (2)(5) = 10 sekon

37. perhatikan gambar berikut batang AB beratnya 100N

Jika sistem dalam keadaan seimbang, berat beban w adalah ...


Pembahasan:
Diketahui:
Panjang batang AB (lAB) = lAO + lOB = 0,5 + 2 = 2,5 m
Berat batang (wt) = 100 N (berat batang terletak dititik pusat batang yaitu pada titik P sehingga AP =
PB = ½ AB = ½ (2,5) = 1,25m)
Perhatikan gambar diatas, terdapat dua gaya yang bekerja pada batang AB yaitu tegangan tali T dan
wt dengan poros berada dititik O.
lOB = 2 m
lop = OB – PB = 2 – 1,25 = 0,75 m
Ditanya: berat beban w
Jawab:
Sistem dalam keadaan seimbang (∑τ = 0)
Dengan kesepakatan: searah jarum jam (-) dan belawanan arah jarum jam (+), maka:

Karena massa katrol diabaikan, maka w = T. Sehingga w = 37,5 N

38. Sumber arus bolak balik memiliki amplitudo tegangan 200 V dan frekuensi sudut 25 Hz mengalir
melalui hambatan R = 200 Ω dan kapasitor C = 100/π μF yang disusun seri. Kuat arus yang melalui
kapasitor tersebut adalah ….

Jawaban
Jadi, kuat arus yang melalui kapasitor tersebut adalah 1/2 √2 A

39.

1. jumlah lilitan kumparan

2. laju perubahan fluks magnet

3. hambatan luar.

Yang memengaruhi GGL induksi pada kumparan adalah

GGL induksi dalam suatu kumparan dirumuskan sebagai:

Berdasarkan rumus di atas, GGL induksi dalam suatu kumparan dipengaruhi oleh:

 jumlah lilitan (N)

 laju perubahan fluks magnet (dΦ/dt).

Jadi, yang memengaruhi GGL induksi pada kumparan adalah pernyataan 1 dan 2

40. Seseorang yang berada dalam pesawat yang bergerak pada arah horizontal dengan kecepatan
0,6c melihat sebuah gambar segitiga sama sisi yang luasnya 9/4 √3 m2. Jika gambar segitiga tersebut
berada pada sebuah dinding tegak yang sejajar dengan arah gerak maka luas segitiga tersebut
menurut pengamat yang diam adalah ….

Jawaban

Luas segitiga sama-sama dirumuskan:

A = 1/4 a2 √3
Pada soal diketahui bahwa luas segitiga tersebut adalah 9/4 √3. Sehingga:

9/4 √3 = 1/4 a2 √3
a2 = 9
a=3

Sedangkan tinggi segitiga sama sisi dirumuskan:

t = 1/2 a√3
= 1/2 ∙ 3 ∙ √3
= 3/2 √3
L = α Lo

dengan:

L : panjang menurut pengamat yang bergerak


Lo : panjang menurut pengamat yang diam
α = 1/γ
= √(1 − v2/c2)
Hubungan antara v dan α seperti hubungan antara sin⁡ θ dan cos⁡ θ.
Jika v = 0,6c maka α = 0,8
Jika v = 0,8c maka α = 0,6ao = a /α
= 3/0,8
= 3 × 10/8
= 15/4Ao = 1/2 × ao × t
= 1/2 × 15/4 × 3/2 √3
= 45/16 √3 m2

Nama:Prema Paramesvara

Kelas : XII IPA2