You are on page 1of 13

Satuan Acara Penyuluhan

Perawatan Bayi Baru Lahir

Disusun Oleh:
Halimah 220110130017
Nabila Rahma Nur 220110130096

Fakultas Keperawatan
Universitas Padjadjaran
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Tema : Perawatan Bayi Baru Lahir


Sasaran : Ibu Hamil Trimester III dan Ibu Post Partum
Waktu : 50 menit
Tempat : Ruang Aula Balai Desa
Pengajar : Perawat
Media : Power Point dan Leaflet

Tujuan Instruksional Umum (Tiu)


Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat memahami dan
mempraktekan dengan baik tentang perawatan bayi baru lahir.

Tujuan Instruksional Khusus (Tik)


Setelah dilakukan penyuluhan tentang perawatan bayi baru lahir, diharapkan
peserta mampu untuk :
a. Menjelaskan tentang pengertian bayi baru lahir
b. Menyebutkan tanda bayi lahir sehat
c. Menyebutkan tanda bahaya yang harus diperhatikan pada bayi baru lahir
d. Menyebutkan cara pencegahan kehilangan panas pada bayi baru lahir
e. Menjelaskan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
f. Mengdemonstrasikan cara memandikan bayi
g. Menjelaskan perawatan organ tubuh bayi
h. Mengdemonstrasikan Perawatan Metode Kanguru (PMK)
i. Mengdemonstrasikan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
j. Menjelaskan perawatan tali pusat

Pokok Bahasan
Materi yang akan dibahas adalah tentang cara perawatan pada bayi baru
lahir.

Sub Pokok Bahasan


1. Definisi Bayi Baru Lahir (BBL)
2. Tanda bayi lahir sehat
3. Pencegahan kehilangan panas pada bayi baru lahir
4. Perawatan organ tubuh bayi
5. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
6. Tanda bahaya yang harus diperhatikan
7. Memandikan bayi
8. Perawatan Metode Kanguru (PMK)
9. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
10. Perawatan tali pusat

Materi (terlampir)

Alokasi Waktu : 50 menit


Strategi Intruksional : Ceramah, demonstrasi dan diskusi
Proses Belajar Mengajar :

No. Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Waktu


1.  Memberi salam dan Menjawab salam 2 menit
memperkenalkan diri dan
 Memberikan inform consent mendengarkan

2. Menjelaskan dan mendemonstrasikan Mendengarkan 30 menit


materi tentang perawatan pada bayi baru dan menyimak
lahir degan baik
3.  Memberikan kesempatan kepada Mengajukan 10 menit
paserta untuk bertanya tentang pertanyaan dan
materi yang disampaikan mendengarkan
 Menjawab pertanyaan
4. Memberikan pertanyaan akhir sebagai Menjawab 5 menit
evaluasi
5. Menyimpulkan hasil kegiatan penyuluhan Mendengarkan 2 menit
6. Menutup penyuluhan dan mengucapkan Menjawab salam 1 menit
salam

Evaluasi
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat memahami dan
mempraktekan dengan baik tentang cara merawat bayi baru lahir.

Kriteria Evaluasi
1. Peserta mampu menjelaskan tentang pengertian bayi baru lahir
2. Peserta mampu menyebutkan tanda bayi lahir sehat
3. Peserta mampu menyebutkan pencegahan kehilangan panas
4. Peserta mampu menjelaskan perawatan organ tubuh bayi
5. Peserta mampu menjelaskan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
6. Peserta mampu menyebutkan tanda bahaya yang harus diperhatikan
7. Peserta mampu mempraktekan cara memandikan bayi
8. Peserta mampu mempraktekan Perawatan Metode Kanguru (PMK)
9. Peserta mampu mempraktekan pemberian Air Susu Ibu (ASI)
10. Peserta mampu menjelaskan perawatan tali pusat
Lampiran Materi

1. Definisi BBL
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur
kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai
4000 gram (Depkes RI, 2005).
Bayi baru lahir (neonatus) adalah masa sejak lahir sampai dengan 4
minggu (28 hari) sesudah kelahiran (Direktorat Kesehatan Anak, 2010).

2. Tanda-tanda bayi lahir sehat


Cara mengenali tanda bayi sehat yaitu bayi baru lahir segera
menangis, bernapas spontan, bergerak aktif, warna kulit tubuh kemerahan,
bayi bisa menghisap dengan kuat, berat lahir normal (2,5 Kg – 4 kg), lahir
cukup bulan (37 – 42 minggu), secara fisik anggota badan lengkap dan
tidak cacat.

3. Tanda bahaya yang harus di perhatikan


Penting mengetahui tanda bahaya pada BBL karena BBL mudah
sakit dan cepat menjadi berat serta serius bahkan bisa meninggal. BBL
banyak yang meninggal karena terlambat mengetahui tanda bahaya,
terlambat memutuskan untuk membawa bayi berobat ke
dokter/bidan/perawat, dan terlambat sampai ke tempat pengobatan. Ada
beberapa tanda bahaya yang sering terjadi pada bayi baru lahir, antara lain;
• Tidak mau menyusu
• Kejang
• Bergerak hanya jika dirangsang
• Napas cepat (≥ 60 x/menit) atau napas lambat (< 30x/menit)
• Merintih
• Demam (suhu aksila >37.5 °C) atau dingin (suhu aksila < 36 °C )
• Nanah yang banyak di mata
• Pusar kemerahan meluas ke dinding perut
• Diare
• Tampak kuning pada telapak tangan dan kaki

4. Pencegahan kehilangan panas


Saat lahir, mekanisme pengaturan suhu tubuh pada BBL belum
berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera dilakukan upaya
pencegahan kehilangan panas tubuh maka BBL dapat mengalami
hipotermia (temperatur tubuh lebih dari 37,5°C). Bayi dengan hipotermia,
berisiko tinggi untuk mengalami sakit berat atau bahkan kematian.
Mekanisme kehilangan panas:
 Memancar
Panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang
lebih dingin, misalnya: BBL diletakkan di ruangan yang dingin
 Menguap
Cairan atau air ketuban yang membasahi kulit bayi menguap,
misalnya: BBL tidak langsung dikeringkan dari cairan ketuban
 Merambat
Dari kulit bayi langsung merambat ke permukaan yang lebih
dingin, misalnya: popok atau celana bayi yang basah tidak
langsung diganti
 Mengalir
Hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara sekeliling bayi,
misalnya: bayi diletakkan di dekat pintu atau jendela yang
terbuka.
Beberapa upaya untuk mencegah terjadinya kehilangan panas yaitu:
 Ruang bersalin yang hangat (suhu ruangan minimal 25°C).
Tutup semua pintu dan jendela.
 Keringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks (verniks
akan membantu menghangatkan tubuh bayi). Segera ganti
handuk basah dengan handuk atau kain yang kering.
 Letakkan bayi di dada atau perut ibu agar ada kontak kulit ibu
ke kulit bayi
Setelah tali pusat dipotong, letakkan bayi tengkurap di
dada atau perut ibu. Luruskan dan usahakan ke dua bahu bayi
menempel di dada atau perut ibu. Usahakan kepala bayi berada
di antara payudara ibu dengan posisi sedikit lebih rendah dari
puting payudara ibu.
 Inisiasi Menyusu Dini
 Gunakan pakaian yang sesuai untuk mencegah kehilangan
panas
Selimuti tubuh ibu dan bayi dengan kain hangat yang
sama dan pasang topi di kepala bayi. Bagian kepala bayi
memiliki permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan
cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
 Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir
Lakukan penimbangan setelah satu jam kontak kulit ibu
ke kulit bayi dan bayi selesai menyusu. Karena BBL cepat dan
mudah kehilangan panas tubuhnya (terutama jika tidak
berpakaian), sebelum melakukan penimbangan, terlebih dulu
selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.
Bayi sebaiknya dimandikan pada waktu yang tepat yaitu
tidak kurang dari enam jam setelah lahir dan setelah kondisi
stabil. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama setelah
lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat
membahayakan kesehatan BBL.

5. Inisiasi Menyusui Dini


Setelah bayi lahir dan tali pusat dipotong, segera letakkan bayi
tengkurap di dada ibu, kulit bayi kontak dengan kulit ibu untuk
melaksanakan proses IMD.
Langkah IMD pada persalinan normal (partus spontan):
 Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa
menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat.
 Bayi ditengkurapkan di dada ibu dengan kulit bayi melekat pada
kulit ibu dan mata bayi setinggi puting susu ibu. Keduanya
diselimuti dan bayi diberi topi.
 Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan bayi
sendiri mencari puting susu ibu.
 Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali perilaku
bayi sebelum menyusu.
 Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu minimal selama
satu jam, bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, biarkan bayi
tetap di dada ibu sampai 1 jam
 Jika bayi belum mendapatkan putting susu ibu dalam 1 jam
posisikan bayi lebih dekat dengan puting susu ibu, dan biarkan
kontak kulit bayi dengan kulit ibu selama 30 menit atau 1 jam
berikutnya.

6. Memandikan bayi
Yang harus diperhatikan ketika akan memandikan bayi yaitu:
a. Bayi dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir
b. Bayi mandi dengan air hangat di ruangan yang hangat untuk
menghindari suhu tubuhnya turun yang dapat berbahaya bagi bayi.
c. Mandikan dengan cepat: bersihkan muka, leher dan ketiak dengan air
dan sabun
d. Keringkan seluruh tubuh dengan cepat
e. Pakaikan baju, topi, kaus kaki dan diselimuti sehingga terjaga
kehangatannya.
f. Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat
g. Jangan memandikan bayi jika demam atau pilek
h. Bayi umur 1-7 hari dimandikan cukup 1 kali dalam sehari ketika
menjelang siang hari.
7. Perawatan organ tubuh bayi
Pada organ kepala lingkar kepala diukur dengan menggunakan
meteran. Kepala bayi juga dilakukan palpasi dan memantau fontanel. Mata
harus bersih, tanpa drainase dan kelopak mata tidak bengkak, perdarahan
konjungtiva mungkin ada. Untuk membersihkan mata, gunakan kapas
paling lembut. Jangan memaksa mengeluarkan kotoran di mata jika sulit.
Jika sudah dibersihkan pastikan mata bayi bersih dari sisa kapas.
Bayi cukup usia mempunyai dua per tiga ujung pinna yang tidak
melengkung. Rotasi telinga harus ada di garis tengah, dan tidak mengenai
bagian depan atau bagian belakang. Untuk membersihkan telinga, bagian
luar dibasuh dengan lap atau kapas.
Bagian dalam hidung mempunyai mekanisme membersihkan
sendiri. Jika ada cairan atau kotoran keluar, bersihkan hanya bagian
luarnya saja. Gunakan cotton bad atau tisu yang digulung kecil, jika
menggunakan jari pastikan jari benar-benar bersih. Jika hidung bayi
mengeluarkan lendir sangat banyak karena pilek, sedotlah keluar dengan
menggunakan penyedot hidung bayi, atau letakkan bayi dalam posisi
tengkurap untuk mengeluarkan cairan tersebut.
Kebersihan mulut bayi harus diperhatikan, karena bercak putih
pada lidah dapat menjadi masalah jika diikuti dengan tumbuhnya jamur.
Untuk membersihkan mulut bayi digunakan kapas yang sudah direndam
dengan air masak, diperas dan mulut bayi dibersihkan dengan hati-hati
serta mengeluarkan lendir yang ada di mulut bayi. Dapat juga dilakukan
dengan menggunakan kain kasa atau waslap yang sudah dibasahi dengan
air matang hangat lalu dibalut pada jari telunjuk, kemudian membersihkan
mulut dari bagian luar, yaitu bibir dan sekitarnya. Setelah itu bagian gusi
belakang hingga depan, lalu membersihkan lidah bayi dengan perlahan-
lahan. Posisi bayi sebaiknya terbaring agar lebih mudah dibersihkan.
Kuku jari yang panjang dapat menimbulkan luka garukan pada
wajah bayi dan luka ini bisa terinfeksi. Kuku yang panjang dapat pula
terkoyak karena sekalipun panjang, tetapi kuku tersebut sangat lunak. Jika
kuku tersebut terkoyak, jaringan di bawahnya yang sensitif terhadap
infeksi dapat terpajan. Bayi dapat menggunakan sarung tangan atau
dengan melakukan pemotongan kuku dengan hati-hati.

8. Perawatan metode kangguru (PMK)

Perawatan metode kanguru adalah suatu cara agar BBL dapat


mempertahankan kehangatan suhu tubuh. Kontak kulit bayi dengan ibu
dapat mempertahankan suhu bayi dan mencegah bayi kedinginan.
Gunakan tutup kepala karena 25% panas hilang pada bayi baru lahir
melalui kepala
Adapun keuntungan untuk bayi yaitu: bayi menjadi hangat, bayi
lebih sering menetek, banyak tidur dan tidak rewel, sehingga kenaikan
berat badan lebih cepat. Sedangkan keuntungan untuk ibu yaitu: hubungan
kasih sayang lebih erat dan ibu bisa bekerja sambil menggendong bayinya.
Posisi melakukan PMK:
 Bayi telanjang dada (hanya memakai popok, topi, kaus tangan,
kaus kaki), diletakkan telungkup di dada dengan posisi tegak
atau diagonal. Tubuh bayi menempel/kontak langsung dengan
ibu.
 Atur posisi kepala, leher dan badan dengan baik untuk
menghindari terhalangnya jalan napas. Kepala menoleh ke
samping di bawah dagu ibu (ekstensi ringan).
 Tangan dan kaki bayi dalam keadaan fleksi seperti posisi
katak.
 Kemudian fiksasi dengan selendang.
 Ibu mengenakan pakaian/blus longgar sehingga bayi berada
dalam 1 pakaian dengan ibu. Jika perlu, gunakan selimut.
 Selain ibu, ayah dan anggota keluarga lain bisa melakukan
metoda kanguru.

9. Pemberian ASI
Pada keadaan normal, bayi menyusu sebanyak 8 kali per hari. Jika bayi
telah tidur selama 2-3 jam, bangunkan bayi untuk diteteki.
 Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu harus meneteki sesuai
kebutuhan bayi, pagi, siang, sore dan malam sampai bayi puas,
meneteki dengan payudara kiri sampai kosong dilanjutkan kanan
bergantian.
 Ibu nifas harus merawat payudara dengan cara membersihkannya
sebelum dan sesudah menyusui. Ibu dapat membersihkan payudara
dengan membasuhkan kapas yang dicelupkan air hangat.
 Ibu menyusui eksklusif yaitu ibu hanya memberikan ASI saja (kecuali
obat, vitamin dan ASI peras) sampai bayi berumur 6 bulan.
 Ibu yang menyusui eksklusif memberikan banyak keuntungan, antara
lain : ASI mudah dicerna dan diserap bayi, ASI melindungi bayi dari
penyakit, menyusui membantu menunda kehamilan, menyusui
mempercepat pemulihan rahim.

Posisi menyusui dengan benar:


Sikap ibu sewaktu menyusui sebaiknya dalam keadaan duduk tenang dan
nyaman, seluruh badan bayi tersangga dengan baik, badan bayi menghadap
dan dekat ke dada ibunya. Menyusui dengan payudara kanan dan kiri secara
bergantian.
Posisi perlekatan yang benar yaitu dagu bayi menempel pada payudara ibu,
bibir bawah bayi membuka keluar, mulut bayi terbuka lebar menutup
hampir sebagian besar puting dan areola supaya lebih banyak ASI yang
dihisap, juga untuk menghindari puting lecet.
Jika perlekatan benar, bayi akan menghisap dengan dalam dan teratur
diselingi istirahat. Hanya terdengar suara menelan

10. Perawatan Tali pusat


Tujuan perawatan tali pusat adalah mencegah dan mengidentifikasi
perdarahan atau infeksi secara dini. Setiap hari harus melakukan
pemeriksaan untuk menemukan tanda-tanda infeksi.
Yang hatus diperhatikan dalam perawatan tali pusat:
Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan tali
pusat.
Jangan membungkus puntung tali pusat atau mengoleskan
cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat.
Mengoleskan alkohol atau povidon yodium masih
diperkenankan apabila terdapat tanda infeksi, tetapi tidak
dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah atau
lembab.
Lipat popok di bawah puntung tali pusat.
Luka tali pusat harus dijaga tetap kering dan bersih, sampai
sisa tali pusat mengering dan terlepas sendiri.
Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan (hati-hati) dengan
air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama
dengan menggunakan kain bersih.
Perhatikan tanda-tanda infeksi tali pusat: kemerahan pada
kulit sekitar tali pusat, tampak nanah atau berbau. Jika
terdapat tanda infeksi, nasihati ibu untuk membawa bayinya
ke fasilitas kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

DepKes RI, 1992 Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks keluarga

Saifudin Abdul Bahri. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal
neonatal.YBP_SP.Jakarta.

http://www.gizikia.depkes.go.id/wp-content/uploads/downloads/2011/09/Buku-
Saku-Pelayanan-Kesehatan-Neonatal-Esensial.pdf diakses pada tanggal 15 April
2016.