You are on page 1of 27

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMBUATAN EFFECTIVE MICROORGANISM (EM)


DARI LIMBAH RUMAH TANGGA
SEBAGAI BIOAKTIVATOR PENGOMPOSAN SAMPAH

BIDANG PENELITIAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan Oleh:

Pendi Riswandi E61151006 - 2015/2016


Riyanti Romadhona E61161003 - 2016/2017
Sandra Ivana Dewi E61151008- 2015/2016
Suci Robiatul Khasanah E61151009 - 2015/2016

POLITEKNIK TEDC BANDUNG


BANDUNG
2016
ii
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN.......................................... ii


DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BABIPENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Tujuan dan Urgensi Penelitian ................................................................. 2
1.3 Target dan Manfaat Penelitian ................................................................. 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 3
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................... 6
3.1. Road Map ................................................................................................. 6
3.2. Pembuatan EM ......................................................................................... 6
3.3. Pengomposan ............................................................................................ 8
BAB IV BIAYA DAN JADWAL ......................................................................... 9
4.1. Anggaran Biaya ........................................................................................ 9
4.2. Jadwal Penelitian ...................................................................................... 9
BAB V DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 10
BAB VI LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................... 11
Lampiran 1. Biodatan Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing ..................... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ...................................................... 21
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas .............. 23
Lampiran 4.Surat Pernyataan Ketua Pelaksana .....Error! Bookmark not defined.

iii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Effective Microorganism (EM) merupakan hasil dari perkembangan ilmu
Bioteknologi di bidang pertanian yang ramah lingkungan. EM pertama kali
ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus Jepang dengan
nama EM4. Dalam EM ini terdapat sekitar 80 genus mikroorganisme
fermentor yang memberikan pengaruh positif terhadap proses dekomposisi
senyawa-senyawa organik. Menurutnya, mikroorganisme ada 3 jenis yaitu:
mikroorganisme positif (regenerasi), mikrorganisme negatif
(dekomposisi/degenerasi), dan mikroorganisme oportunis. Dalam setiap
medium (tanah, air, udara, usus manusia), perbandingan antara
mikroorganisme positif dengan negatif yang paling penting karena
mikroorganisme oportunis akan mengikuti kecenderungan regenerasi atau
degenerasi. Oleh karena itu, Higa berpendapat bahwa mempengaruhi media
tanam sangat mungkin dengan cara menambahkan mikrorganisme positif.

Larutan EM berupa larutan coklat dengan pH 3.5-4.0, terdiri dari


mikroorganisme aerob dan anaerob, termasuk 5 golongan mikroorganisme
seperti: Bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomycetes sp, Ragi (yeast),
dan Actinomycetes. EM berfungsi untuk mengaktifkan bakteri pelarut,
meningkatkan kandungan humus tanah sehingga mampu memfermentasikan
bahan organik menjadi asam amino. Jika EM disemprotkan pada daun maka
akan mampu meningkatkan jumlah klorofil dan meningkatkan fotosintesis.
Selain itu, kematangan buah juga lebih cepat. EM dapat mengikat nitrogen
dari udara menghasilkan senyawa yang berfungsi antioksidan, menekan bau
limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, dan
meningkatkan cita rasa produksi tertentu.

Dengan manfaatnya yang banyak sekali, sekarang EM tidak hanya


digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian saja, tapi juga digunakan di
bidang peternakan, perikanan, lingkungan, kesehatan dan industri. Walaupun
EM ini sudah terdapat di pasaran dengan berbagai merk, akan tetapi dari segi
harga masih relatif mahal dan tidak ekonomis untuk para petani atau peternak,
padahal EM sendiri dapat dibuat menggunakan bahan-bahan sederhana dan
berasal dari limbah rumah tangga, seperti sisa sayuran, buah-buahan dan
bahan organik lainnya. Selain itu, penelitian tentang EM, komposisi bahan,
fungsi dan jenis-jenis EM masih sangat minim di Indonesia. Oleh karena itu,
pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan EM dari bahan-bahan organik
yang telah banyak menjadi limbah di rumah tangga. Untuk selanjutnya, EM
ini akan digunakan sebagai aktivator untuk pengomposan sampah.
1.2 Tujuan dan Urgensi Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah membuat Effective Microorganism (EM)
dengan bahan yang berasal dari berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang
biasa jadi limbah organik rumah tangga. Pemanfaatan bahan-bahan yang
merupakan limbah rumah tangga diharapkan dapat semakin mengurangi
limbah rumah tangga yang selama ini masih menjadi penyumbang limbah
terbesar di alam, khususnya di Indonesia.

1.3 Target dan Manfaat Penelitian


Pada penelitian ini akan dibuat EM sebagai bioaktivator dalam pembuatan
kompos (pupuk organik) menggunakan bahan-bahan yang merupakan limbah
rumah tangga, seperti sisa sayuran dan buah-buahan, sehingga diharapkan
dapat diaplikasikan dengan mudah dan murah. Hasil dari penelitian ini dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya petani, peternak dan sebagainya
untuk dapat membuat aktivator EM sendiri sehingga dapat mengurangi biaya
produksi. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian dan
pengembangan yang lebih luas mengenai EM, komposisi bakteri dan
mikroorganismenya, serta pengoptimalan dalam mengolah limbah organik.

2
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Effective Microorganism (EM)


Effective Microorganism (EM) merupakan hasil perkembangan
dari ilmu Bioteknologi yang pemanfaatannya sudah semakin luas. Dari
komposisinya, EM terdiri dari campuran berbagai mikroorganisme yang
menguntungkan dan alami, dapat diaplikasikan sebagai inokulan untuk
meningkatkan keanekaragaman mikroba pada tanah dan tumbuhan.
Teknologi efektif mikroorganisme dikembangkan dengan
menggabungkan 13 jenis mikroorganisme dari beberapa jenis bakteri dan
jamur kedalam suatu formula yang dikenal dengan Efektif
Mikroorganisme 4 (EM-4), dimana bakteri utamanya berfungsi sebagai
bakteri penghasil asam laktat, bakteri fototrofik, ragi, actinomycetes, dan
jamur fermentasi (Sumarni, 1996). Kelima jenis mikroorganisme tersebut
hidup secara mutualisme dan dapat hidup dalam media cair (Higa & Parr,
1994). Campuran mikroorganisme tersebut merupakan mikroorganisme
yang menguntungkan karena dapat berfungsi sebagai dekomposer limbah
organik, menekan pertumbuhan patogen tanah, meningkatkan
ketersediaan nutrisi dan senyawa organik pada tanaman, meningkatkan
aktivitas mikroorganisme indigenous yang menguntungkan dan
memfiksasi nitrogen. Selain itu EM juga sangat ramah linkungan.
Pada awalnya, teknologi EM-4 dikembangkan untuk memperbaiki
kualitas dan kuantitas produksi tanaman pangan. Pada penelitian yang
dilakukan Sumarni, penggunaan EM-4 dapat meingkatkan produktivitas
tanaman, karena EM-4 dapat meningkatkan peran mikroorganisme dalam
mengurai bahan organik menjadi asam organik, hormon tubuh, vitamin,
antibiotik, dan polisakarida (Sumarni, 1996). Selain itu, EM-4 dapat
bertindak sebagai pelarut bahan induk hara, pereaksi logam berat, proteksi
terhadap hama dan penyakit, memacu laju pertumbuhan dan memperbaiki
sifat fisik kimia tanah, serta mempercepat dekomposisi bahan organik
dalam daur ulang hara (Takeshi, et.al., 1994).
Dari penelitian Sumarni juga dilaporkan teknologi EM-4 dapat
dikembangkan dalam bentuk kompos pupuk hijau, kompos limbah
pertanian dan kehutanan, bokashi tanah, dan dapat menghilangkan bau
kotoran atau limbah cair yang mencemari lingkungan (Sumarni, 1996).
Penelitian lain yang dilakukan Komarayati menyatakan pemberian
EM-4 pada limbah dari industri Pulp dan kertas dapat dimanfaatkan
kembali sebagi pupuk (Komarayati, et.al., 1995). Selain itu bau yang
menyengat dari limbah padt kertas juga dapat hilang dalam 2 minggu
setelah penambahan EM-4 (Mindawati et. al., 1998).
Penambahan EM-4 juga dapat menghasilkan pupuk kompos
berkualitas tinggi, seperti yang pernah dilakukan oleh Mindawati yang
melakukan pengomposan dari limbah hutan berupa serasah, serbuk
gergaji, chip dan sebetan. Dengan ditambahkan EM-4 ternyata kompos
yang dihasilkan merupakan kompos yang memenuhi standar Jepang dan
Perhutani dengan C/N ratio berkisar 20-26 dalam waktu 4-6 minggu
(Mindawati et.al., 1998).

2.2 Kompos
Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses
dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai sehingga dapat dimanfaatkan
untuk memperbaiki sifat-sifat tanah. Bahan organik yang sering digunakan
seperti daun-daun, jerami, alang-alang, rumput-rumputan, dedak padi,
batang jagung, sulur, carang-carang, serta kotoran hewan.

Proses pengomposan dapat terjadi dengan sendirinya secara alami,


karena bahan-bahan organik yang ada lama kelamaan akan membusuk.
Pembusukan terjadi akibat adanya kerjasama mikroorganisme dengan
cuaca. Akan tetapi manusia dapat mempercepat dan mengotimalkan
penguraian tersebut dengan penambahan mikroorganisme pengurai, dalam
hal ini contohnya adalah EM-4.

Kompos sangat penting untuk memperbaiki kualitas kesuburan


tanah secara fisika, kimia, dan Biologi. Secara fisika, kompos akan
memperbaiki struktur tanah yang semula padat menjadi gembur, dan tanah
berpasir menjadi lebih kompak. Hal ini disebabkan oleh senyawa-senyawa
polisakarida hasil penguraian senyawa organik sebagi perekat tanah.
Struktur tanah yang baik akan menghasilkan aerasi atau difusi Oksigen
(O2) yang lebih banyak, sehingga proses fisiologis di akar akan lancar.
Tingginya kadar bahan organik hasil penguraian, akan membuat warna
tanah menjadi lebih gelap (warna humus coklat kehitaman) sehingga
energi sinar matahari akan lebih banyak diserap, dan fluktuasi suhu dalam
tanah dapat dihindarkan.

Secara kimia, kompos merupakan sumber hara makro dan


mikromineral yang lengkap seperti unsur-unsur N, P, K, Ca, Mg, Zn, Cu,
B, Mo, dan Si yang penting untuk tanaman, walaupun dalam jumlah yang
relatif kecil. Selain itu kompos juga mengandung humus yang sangat
dibutuhkan untuk peningkatan hara makro dan mikro untuk tanaman.
Kapasitas Tukar Kation (KTK) asam-asam organik dari kompos lebih
tinggi dibandingkan mineral liat, sehingga penambahan kompos dalam
tanah dapat meningkatkan nilai KTK tanah (Tan, 1991).

Kualitas lainnya yang ditingkatkan oleh penambahan kompos pada


tanah adalah dari segi sifat biologinya, dimana kompos banyak
mengandung mikroorganisme seperti Bakteri, Fungi, Actynomycetes, dan
alga. Denganditambahkannya kompos ke dalam tanah, mikroorganisme

4
yang ada dalam tanah akan terpacu untuk berkembang.Gas CO2 yang
dihasilkan oleh mikroorganisme-mikroorganisme akan digunakan tanaman
untuk fotosintesis, sehingga pertumbuhan tanaman lebih cepat.
Selain itu aktivitas berbagai organisme di dalam kompos juga
menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auksin, giberelin, dan
sitokinin sehingga akar-akar rambut tumbuh baik. Pada lahan sawah,
kompos dapat membantu mengendalikan atau mengurangi populasi
Nematoda karena kompos memacu perkembangan musuh alami dari
Nematoda yaitu cendawan dan bakteri. Dari penelitian sebelumnya,
kompos yang mengandung bahan organik memberikan efek positif pada
aktivitas berbagai enzim hydrolase yang disebabkan oleh meningkatnya
biomassa mikroba (Garcia st.al., 1995). Selain itu setelah 10 tahun
penambahan bahan organik, siklus biokimia N, aktivitas urease dan
protease-BAA, P (fosfatase), dan karbon (β-glukosida) dapat di reaktivasi,
sehingga kesuburan tanah meningkat (Ladd, 1985).
2.3 Proses Pengomposan
Suatu bahan organik tidak dapat langsung diserap oleh tanaman
karena prinsipnya agar dapat diserap tanah, perbandingan kandungan C/N
dalam bahan tersebut harus sesuai denga C/N tanah. Melalui proses
pengomposan, rasio C/N suatu bahan organik akan turun dan sama denga
rasio C/N tanah (< 20). Sehingga semakin besar rasio C/N suatu bahan
organic, maka proses perombakan atau pengomposan akan semakin lama.
Secara alami, proses penguraian dapat terjadi secara aerob (dengan O2)
dan anaerob (tanpa O2).
Di lingkungan alam terbuka, kompos bisa terjadi dengan
sendirinya tapi dalam waktu yang lama sekitar 5 minggu sampai 2 bulan.
Apalagi apabila bahan komposnya berupa selulosa, proses
pengomposannya jauh lebih lama yaitu sekitar 4-5 bulan karena selulosa
termasuk senyawa organik yang sulit didekomposisi. Namun dengan
penambahan bioaktivator seperti EM-4, proses pengomposan dapat lebih
singkat yaitu sekitar 2 minggu.
Untuk bahan kompos, pada penelitian ini digunakan campuran
sampah coklat dan hijau dengan perbandingan 3:1. Sampah coklat adalah
sampah yang banyak mengandung unsur C seperti daun kering, serbuk
gergaji serutan kayu, sekam padi, kertas, kulit jagung, jerami, dan tangkai
sayuran. Sedangkan sampah hijau banyak mengandung unsur N seperti
sayuran, buah-buahan, potongan rumput, daun segar, sampah dapur, bubuk
teh dan kopi, kulit telur, dan pupuk kandang.

5
6

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1.Road Map

Pembuatan EM

Difermentasi selama 7
hari

Sampel diuji kandungan kimia


dan mikrobiologinya

Sampel ditambahkan ke
bahan kompos sebagai
bioaktivator pengomposan

Kompos yang terbentuk diuji


kadar C/N

3.2.Pembuatan EM
Pada penelitian ini, Effective Microorganism (EM) dibuat dari
bahan-bahan organik yang berupa sayuran dan buah-buahan yang umum
dikonsumsi di rumah tangga. Campuran yang dihasilkan dibagi menjadi 2
batch. Batch pertama (batch 1) tidak ditambahkan bahan lain, sedangkan
batch kedua (batch 2) ditambahkan dengan bahan kaya protein seperti
susu murni kambing, usus sapi, dan cacing tanah. Pada penelitian ini,
bahan-bahan organik yang digunakan tidak diambil langsung dari sampah
rumah tangga untuk mengurangi banyaknya variabel untuk memudahkan
dalam hal analisis selanjutnya. Formulasi bahan-bahan organik yang
digunakan sebagai berikut: pepaya matang 2,5 kg; pisang matang 2,5 kg;
nanas matang 2,5 kg; kacang panjang segar 1,25 kg; kangkung air
segar 1,25 kg; batang pisang muda bagian dalam 7,5 kg; gula pasir 5 kg;
dan air tuak dari nira atau air kelapa 2,5 liter.

Untuk proses pembuatannya, pepaya, pisang, nanas, kacang


panjang, kangkung dan batang pisang muda dicacah lalu dihancurkan
hingga ukuran menjadi agak halus. Buah yang digunakan harus yang
sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember
bertutup. Gula pasir dan tuak (air kelapa) dicampurkan ke dalam ember
tersebut dan diaduk hingga rata. Selanjutnya, wadah ditutup rapat dan
disimpan selama 7 hari. Setelah 7 hari, larutan yang dihasilkan
dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis. Larutan tersebut
disaring dan dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat. Larutan
yang dihasilkan sudah merupakan larutan EM Batch 1 yang siap
dianalisis. Untuk Batch 2, ke dalam campuran bahan organik tersebut
ditambahkan 0.5 L susu murni kambing, usus sapi (dihancurkan terlebih
dahulu), dan cacing tanah (dihancurkan terlebih dahulu). Setiap Batch
akan dianalisis secara mikrobiologi dan aktivitas pengomposannya.

Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan EM

Bahan-bahan
Organik

Dicacah dan
dihancurkan

Ditambah susu Murni


kambing, usus sapi, cacing
tanah

Difermentasi Difermentasi
selama 7 hari selama 7 hari

Batch 1
Batch 2

Uji
Uji
mikrobiologi
mikrobiologi

7
3.3.Pengomposan
Pada proses pengomposan, bahan kompos yang digunakan adalah
sampah coklat dan sampah hijau. Sampah-sampah tersebut diperoleh di
sekitar lingkungan politeknik TEDC Cimahi. Sampah dipilah berdasarkan
jenisnya (sampah coklat atau hijau) lalu dicacah dan dihancurkan dengan
perbandingan 3:1. Pencacahan dilakukan menngunakan mesin pencacah
yang khusus untuk mencacah sampah. Bahan baku tersebut dianalisis juga
kandungan hara awalnya. Kemudian bahan tersebut dibagi menjadi 3
bagian yakni yang pertama ditambahkan EM standar (sudah ada di
pasaran), yang kedua ditambahkan EM Batch 1, dan yang ketiga
ditambahkan EM Batch 2. Semuanya disimpan dalam wadah tertutup
selama 1 minggu untuk selanjutnya dianalisis kadar hara C/N nya. EM
ditambahkan sebanyak 100 L tiap 2000 kg bahan baku, atau 50 mL tiap 1
kg bahan baku.

Gambar 3. Diagram Alir Pengomposan

Sampah coklat : sampah hijau =


3:1

Dicacah dan dihancurkan

Dianalisis kadar hara awal (rasio


C/N)

Ditambah EM Ditambah Batch 1 Ditambah Batch 2


standar

Disimpan 7 hr Disimpan 7 hr Disimpan 7 hr


(tertutup) (tertutup) (tertutup)

ertutup tertutup tertutup

Dianalisis rasio C/N Dianalisis rasio C/N Dianalisis rasio C/N

3.4.Pengujian Mikrobiologi dan unsur hara


Tiap sampel diuji kandungan mikrobiologi dan unsur haranya
(rasio C/N) untuk mengetahui kemampuan dekomposisi tiap Batch dalam
bahan baku kompos yang sama. Pengujian dilakukan di Laboratorium
Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Bandung.

8
9

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL

4.1.Anggaran Biaya
Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan penelitian selama 5 bulan adalah
Rp. 10.727.200 dengan rincian diperlihatkan pada Tabel berikut.

No. Jenis Pengeluatan Biaya (Rp)


1. Peralatan penunjang : alat pencacah, drum, 5.825.000
ember bertutup, saringan, pengaduk, botol kaca
berwarna gelap
2. Bahan habis pakai : sayur, buah, dan protein 678.000
untuk pembuatan EM; EM cair
3. Perjalanan : poltek-pasar (2x), poltek-Balitsa 450.000
(5x), pengangkutan sampah (2x)
4. Analisis (uji mikrobiologi & unsur hara), 3.774.200
administrasi, dokumentasi, publikasi, seminar,
laporan
Jumlah 10.727.200

4.2.Jadwal Penelitian

bulan ke-
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5
1. Studi awal dan Pengumpulan data
2. Penyiapan alat dan bahan
3. Pembuatan EM
4. Pengomposan
5. Evaluasi (analisis laboratorium
dll)
6. Dokumentasi
7. Penyusunan laporan akhir
10

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Garcia-Diez, F. et al. (1995).”Pectin Feeding Influences Fecal Bile Acid


Excretion, Hepatic Bile Acid and Cholesterol Synthesis and Serum
Cholesterol in Rats”. The Journal of Nutrition, 126, 1766-1771.
Higa,T., Parr, J.F. 1994. Beneficial and effective microorganisms for a sustainable
agriculture and environment. Int. Nature Farming Res. Center (INFRC).
Atami. Japan.
Komarayati, S.; A. Ismanto dan I. Anggraeni. 1995. Potensi Tumbuhan Hutan
Penghasil Obat Tradisional. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional
Etnobotani II. Yogyakarta. pp 52 – 54.
Ladd & Asher.1985. SocialSkill L’ATraining anf Children’s Peer Relations dalam
L’Abate, L. & Milan,M.A. (Eds). (1985). Handbook of Social Skills
Training and Research. New York : John Wiley and Sons Inc
Mindawati, N., M. H. L. Tata. Y. Sumarna, dan A. S. Kosasih. 1998. Pengaruh
Beberapa Macam Limbah Organik terhadap Mutu dan Proses Pengomposan
dengan Bantuan Efektif Mikroorganisme 4 (EM4). Buletin Penelitian Hutan
Bogor. 614:29-40
Sumarni, N. 1996. Budidaya tanaman cabe merah. Dalam Duriat, A.S., A. W.W.
Hadisoeganda, T.A. Soetiasso dan L. Prabaningrum (eds). Teknologi
Produksi Cabai Merah. Bandung: Balitsa Lembang.
Tan, K. H. 1991. Dasar-Dasar Kimia Tanah. UGM Press. Yogyakarta.
Terjemahan: D. H. Goenadi. Hal 259.
Tortora, G.J., B.R. Funke, dan C.L. Case. 2002. Microbiology an Introduction
8thed. Pearson, New York : 559-560.
11

BAB VI
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodatan Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing
1.1 Ketua Pengusul

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Pendi Riswandi


2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM E61151006
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 09 September 1996
6 E-mail rpendi5@gmail.com
7 Nomor Telpon/HP 083821631744

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SMPN 1 SMAN 1
SDN Cimega
Cipongkor Cipongkor
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,asosoasi atau


institut lainya)

No Jenis penghargaan Institut Pemberi Tahun


Penghargaan
1
2
3
12
1.2 Anggota

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Riyanti Romadhona


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM E61161003
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 06 januari 1999
6 E-mail riyantirhomadhona17@gmail.com
7 Nomor Telpon/HP 083820495589

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SDN SMPN 1 SMAN 1
1Kiangroke Pangalengan Pangalengan
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,asosoasi atau


institut lainya)

No Jenis penghargaan Institut Pemberi Tahun


Penghargaan
1
2
3

13
14
A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Sandra Ivana Putri


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM E61151008
5 Tempat dan Tanggal Lahir Garut, 28 Oktober 1997
6 E-mail Sandraivana941@gmail.com
7 Nomor Telpon/HP 085797198157

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SDN Padasuka MTS Alqonaah MA Alqonaah
1 Garut Garut Garut
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,asosoasi atau


institut lainya)

No Jenis penghargaan Institut Pemberi Penghargaan Tahun


1
2
3

15
16
A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Suci Robiatul Khasanah


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIM E61151009
5 Tempat dan Tanggal Lahir Tegal, 20 Januari 1997
6 E-mail rkh.suci@yahoo.co.id
7 Nomor Telpon/HP 085876607762

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institut SDN Sumbaga MTS Aswaja SMKN 1
1 Bumijawa Bumijawa
Jurusan - - TKJ
Tahun Masuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,asosoasi atau


institut lainya)

No Jenis penghargaan Institut Pemberi Penghargaan Tahun


1
2
3

17
18
1.3. Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri Dosen Pembimbing

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Cengristitama, S.Si, M.T


2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Kimia
4 NIDN 0408028403
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bengkulu, 8-2-1984
6 E-mail ayoetitama@gmail.com
7 Nomor Telpon/HP 085222311523

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3
Nama Institut Universitas Institut Teknologi
Padjadjaran Bandung
Jurusan Kimia Teknik Kimia
Tahun Masuk-Lulus 2002-2007 2008-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No Nama Pertemuan Judul Artikel Waktu dan


Ilmiah/Seminar Ilmiah Tempat
1 STKSR Sintesis dan Uji November 2010
Aktivasi Katalis
Cu Berpenyangga
Karbon Aktif
pada Reaksi
Dehidrogenasi
Isopropil Alkohol
2
3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,asosoasi atau


institut lainya)

No Jenis penghargaan Institut Pemberi Tahun


Penghargaan
1
2

19
20
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan Penunjang

Material Justifikasi Harga Jumlah


Kuantitas
Pemakaian Satuan (Rp.)
Alat pencacah 1 buah 5.000.000 5.000.000
Ember Bertutup Sedang 7 buah 25.000 175.000
Drum 1 buah 300.000 300.000
Saringan 2 buah 50.000 100.000
Pengaduk 5 buah 30.000 150.000
Botol Kaca berwarna Gelap 2 buah 50.000 100.000
SUB TOTAL (Rp.) 5.825.000

2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Harga Jumlah


Kuantitas
Pemakaian Satuan (Rp.)
Pepaya Matang 6 kg 10.000 60.000
Pisang Matang 6 kg 15.000 90.000
Nanas Matang 6 kg 12.000 72.000
Kacang Matang Segar 3 kg 10.000 30.000
Kangkung Air Segar 3 kg 10.000 30.000
Batang pisang muda
1 roll 15.000 15.000
bagian dalam
Gula pasir 12 kg 9.000 108.000
Air tuak dari nira / Air
6L 8.000 48.000
kelapa
Susu murni kambing 1L 85.000 85.000
Usus sapi 1 kg 25.000 25.000
Cacing tanah 1 kg 60.000 60.000
EM cair 1L 55.000 55.000
SUB TOTAL (Rp.) 678.000

3. Perjalanan

Material Justifikasi Harga Jumlah


Kuantitas
Pemakaian Satuan (Rp.)
Poltek-pasar 2x 50.000 100.000
Poltek-Balitsa 5x 50.000 250.000
Pengangkutan sampah 2x 50.000 100.000
SUB TOTAL (Rp.) 450.000

21
4. Lain-lain

Material Justifikasi Harga Jumlah


Kuantitas
Pemakaian Satuan (Rp.)
Uji mikrobiologi 5 sampel 15.000 75.000
Uji unsur hara 4 sampel 25.000 100.000
Administrasi, dokumentasi,
500.000
laporan
Publikasi 200.000
Seminar 1.500.000
Pajak 15% 1.399.200
SUB TOTAL (Rp.) 3.774.200

22
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Bidang Alokasi Waktu Uraian Tugas


Studi Ilmu (jam/minggu)
1 Mengoordinasi
Pendi
kerja tim dan
Riswandi / T. Kimia T. Kimia 8
pembuatan
E61151006
laporan
3 Mengoordinasi
Sandra Ivana
pembuatan EM
Putri/ T. Kimia T. Kimia 8
dan
E61151008
pengomposan
4 Suci Robiatul
Mengoordinasi
Khasanah/ T. Kimia T. Kimia 8
analisis
E6115009
5 Menyediakan
Riyanti
alat & bahan,
Romadhona/ T. Kimia T. Kimia 8
serta
E61161003
dokumentasi

23
24