You are on page 1of 75

 

Rahasia  Para  Penulis  Buku  


Best  Seller  
 
 
Bagaimana  Para  Pebisnis  Meningkatkan  
Omset  dengan  Menulis  Buku  
 
 

Kompilasi  Wawancara  Eksklusif  dari  


Mr.  Edy  Zaqeus  
 

Tim  Aquarius  Resources  

www.aquariuslearning.co.id    

 
 

Daftar  Wawancara  
1. Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!!!
2. Gregorius Agung: Saya Yakin Seratus Persen Bisa Hidup dari Menulis
3. Dewi Lestari (Dee): Tulisan Saya Harus Mencerdaskan
4. Andrea Hirata: Menulis untuk Menggerakkan
5. Safir Senduk: Sepuluh Kiat Sukses Penulis Best Seller
6. Nathalia Sunaidi: Kita Punya Banyak Soulmate
7. Bambang Trim: Buku Kontroversi Tetap Jadi Primadona
8. Masbukhin Pradhana: Lebih Enak Memulai Bisnis Saat Masih Jadi Karyawan
9. Alexandra Dewi: Menulis Jadi Susah Kalau Orientasinya Melulu Pasar
10. Muhidin M. Dahlan: Saya adalah Nabi Kegelapan
11. Naning Pranoto: Menulis Saja Seperti Bernafas
12. Safak Muhammad: Gerakan Nasional Keberkahan Finansial untuk Atasi Kemiskinan
dan Korupsi
13. Ade Kumalasari: Sekarang Ini Remaja Jadi Pelaku Budaya
14. Jessica Huwae: Penulis Tidak Harus Introvert
15. Clara Kriswanto: Pendidikan Seksualitas Anak dengan Perspektif Citra Diri Positif

2  
 
 

diapresiasi oleh khalayak. Sejumlah artikel


Eni Kusuma: motivasinya juga berhasil dimuat di situs
motivasi dan pengembangan diri terpopuler,
Belajar adalah Pembelajar.com. Dari situlah akhirnya pada
April ini Eni berhasil meluncurkan sebuah
Hak Saya!!! buku motivasi berjudul Anda Luar Biasa!!!
(Fivestar, 2007).
- 02 April 2007 – 16:58 (Diposting oleh:
Editor) Di Indonesia atau bahkan dunia, mungkin
Anda Luar Biasa!!! adalah buku motivasi
Profesi sebagai pembantu pertama yang ditulis oleh seorang pembantu
rumah tangga atau TKW rumah tangga. Dan, tak tanggung-tanggung,
di negeri orang, sering buku ini juga dikomentari oleh tak kurang
dipandang sebelah mata. dari 27 penulis, motivator, tokoh, atau
Sekalipun, mereka adalah aktivis yang punya nama. Mungkin, semua
penyumbang devisa ini merupakan bentuk apresiasi atas
negara yang tidak bisa semangat dan kemauan belajar penulisnya
disepelekan jumlahnya. yang benar-benar menyentuh hati.
Mereka punya peran untuk keluarga maupun
bangsanya, walau penghargaan maupun Eni yang kini berusia 30 tahun, terus belajar
perlindungan terhadap mereka sangatlah mengasah kemampuan menulisnya. Ia juga
minim. Tak heran jika yang sering kita mulai membagikan semangatnya melalui
dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak forum-forum seminar, diskusi, serta talk
berdayanya para TKW ini. show di radio-radio. Sasaran yang sedang
dia bidik adalah seminar di berbagai kampus
Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua untuk menyemangati para mahasiswa atau
pandangan tersebut. Enam tahun menjalani generasi muda umumnya. Berikut adalah
profesi sebagai pembantu rumah tangga di wawancara Edy Zaqeus dari
Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan Pembelajar.com dengan Eni Kusuma
membawa sesuatu. Bukan harta yang melalui email akhir Maret 2007 lalu.
berlimpah, tetapi sebuah hasil proses
pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di Bagaimana perasaan Anda setelah buku
tengah-tengah kesibukannya sebagai pertama Anda terbit?
pembantu rumah tangga, ia berhasil
mengasah bakat menulisnya dan bergaul Berbunga-bunga. Ada mawar, anggrek,
dengan komunitas yang lebih luas melalui tulip, dan enceng gondok…he he he.
internet.
Bagaimana ceritanya sampai akhirnya
Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Anda bisa menulis sebuah buku motivasi?
Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list
penulisan. Di sana keterampilannya Awal cerita dari sebuah dream saya yang
berkembang pesat dan ia mulai bergaul ingin diakui secara intelektual. Mulanya
dengan sejumlah penulis sukses. Artikel- masih kabur. Sama halnya dengan seorang
artikelnya pun tersebar dan semakin gadis yang bermimpi tentang pangeran

3  
 
 

pujaannya. Masih kabur. Namun, setelah intelektual supaya mereka mengakui


bertemu dengan pria yang mendekatinya kemampuan saya. Cieeee….
secara nyata, lama-lama bayangan itu
semakin jelas. Karena dream saya masih Pada waktu menyusun buku ini, Anda
kabur, awalnya saya belajar membuat masih berprofesi sebagai pembantu rumah
naskah novel, cerpen, dan puisi. tangga di Hongkong. Bagaimana bisa
Anda meluangkan waktu untuk menulis?
Ketika saya posting di milis kepenulisan
yang saya ikuti bernama Kossta—milis Bisa. Saya memanfaatkan segala
untuk para TKW di Hongkong yang suka kesempatan di antara kesempitan. Saya
nulis—karya-karya saya banyak yang mengalokasikan waktu satu jam sebelum
mengomentari. Setelah tidur malam untuk menulis
saya amati, saya rasa “Saya tidak pernah dengan tangan. Lalu, di saat
menjadi komentator itu memandang orang dari libur tiba, saya ketik di
lebih cerdas dan elegan. komputer. Biasanya saya
profesinya. Profesi hanya
Maka saya BELEJAR ngetik di perpustakaan,
“berkarier” di jalur ini. sementara. Sebagai batu kantor pos, dan pusat
Banyak yang skeptis: loncatan saja untuk mendaki ke perbelanjaan yang
“Who’s talking? profesi yang lain yang lebih memberikan pelayanan
Emangnya Eni itu siapa?” baik.”   internet gratis. Saya juga
bisa akses internet di saat-
Namun, seorang guru dan senior saya nekat saat menunggu anak asuh saya les. Atau,
mengirimi saya buku Resep Cespleng ketika saya belanja ke pasar.
Menulis Buku Best Seller, karya Edy
Zaqeus. Mungkin, biar “kegilaan” saya Selama ini, pembantu rumah tangga selalu
semakin terasah. Dari situ saya mengenal dikonotasikan sebagai orang tidak
Pembelajar.com. “Korban” komentar saya berpendidikan, minim keterampilan, dan
yang pertama adalah artikel Jennie S. Bev, si hidup tanpa harapan dengan gaji yang
penulis buku Rahasia Sukses Terbesar. sangat rendah. Pandangan Anda?
Jennie adalah penulis wanita yang sukses di
negeri Paman Sam. Dia terkenal karena Saya tidak pernah memandang orang dari
menulis. Kenapa saya komentari dia? profesinya. Profesi hanya sementara.
Karena saya ingin “dilihat”. Inilah awal saya Sebagai batu loncatan saja untuk mendaki ke
membuat artikel-artikel “motivasi”—yang profesi yang lain yang lebih baik. Saya
istilahnya saja baru saya dengar setelah hanya memandang orang dari “kemauannya
bergaul dengan komunitas Pembelajar.com. untuk belajar”. Siapa pun dia! Meskipun dia
seorang pejabat, anggota dewan yang
Dengan diterbitkannya buku Anda Luar terhormat, pembantu, pemulung, tukang
Biasa!!! ini, maka dream saya semakin jelas. kayu, dan tukang sapu jalan. Jika tidak mau
Berapa banyak sih, orang yang BELAJAR, maka mereka termasuk yang
“kenyataannya” sesuai dengan mimpinya? tidak berpendidikan.
Saya mendapatkannya hanya dengan kerja
keras dan kerja cerdas. Tanpa perlu Banyak orang-orang dari profesi
menodongkan senjata tumpul kepada para “terhormat” yang merugikan orang lain dan

4  
 
 

negara. Sebaliknya, tidak sedikit orang- pria yang diinterogasi dan dituduh
orang dari profesi “rendahan” yang berguna selingkuh. Kesalahan terbesarnya adalah
bagi orang lain dan negara. Kami, para “kejujuran”. Jadi, majikan saya tidak tahu
pembantu, tertawa saja melihat ulah tentang buku saya ini. Tapi, kami sering
birokrasi yang merugikan dan mempersulit SMS-an sampai sekarang. Saya ingin
kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. mengirim buku ini padanya nanti. Meski dia
Atau sebagai orang miskin, kami geli tidak bisa baca tulisan Indonesia.
dengan anggota dewan yang terhormat,
protes atau demo karena diminta untuk Sebenarnya, apa motivasi Anda menulis
mengembalikan uang rapelan. buku dengan judul Anda Luar Biasa!!!
ini?
Sekarang jelas bukan, siapa yang
berpendidikan apa? Siapa yang lebih Saya ingin membuktikan bahwa hambatan
miskin? Siapa yang merasa lebih “rendah” apa pun bisa ditaklukkan. Asal, kita sadar
gajinya? Saya justru termasuk pembantu akan keluarbiasaan potensi diri kita dalam
dengan nomor urut ke sekian dari sekian mewujudkan dream kita. Yang membedakan
banyak senior saya yang sukses menjadi manusia dari makhluk lainnya kan dream?
pengusaha, wartawan, penulis, pengajar, Dan, dream milik semua orang. Dari segala
investor, dll. Karena, mereka punya dream macam profesi dan latar belakang. Saya
dan mau BELAJAR. berani bermimpi, bagaimana dengan Anda
semua?
Apa komentar majikan Anda ketika Anda
menulis artikel di website, hingga Kalangan mana saja yang ingin Anda
kemudian bisa jadi naskah buku? sentuh dengan buku ini?

Awalnya senang dan mendukung banget. Semua kalangan yang bisa baca. Tanpa
Dan ini saya ceritakan dalam buku saya itu. terkecuali. Dari semua profesi dan latar
Tapi, lama-kelamaan dia “uring-uringan”. belakang. Seperti, para pembantu yang ada
Yang saya kerjakan selalu salah. Dan, dia di dalam dan luar negeri. Atau, calon
sering mengada-ada dalam pembantu yang berada di
memberikan perintah. Tiba-tiba saya sadar yayasan-yayasan pengerah
Supaya “tenang”, saya bilang dengan apa yang terjadi. pembantu dan baby sitter. Juga
padanya kalau saya sudah Kesalahan terbesar saya mereka yang berada di PJTKI-
berhenti menulis. Lalu, saya soal aktivitas menulis saya PJTKI. Pemulung sampah
melakukan aktivitas ini ini adalah “kejujuran”.   Indonesia, asongan, tukang
dengan sembunyi-sembunyi. antar koran, guru, dosen,
Mungkin, dia takut saya akan mahasiswa, pelajar, pejabat,
menomorduakan tugas utama saya sebagai anggota dewan yang terhormat, dll. Semua
pembantu. pribadi dari yang “acak adul” sampai pribadi
yang terkendali. Pribadi yang “acak adul”,
Tiba-tiba saya sadar dengan apa yang seperti mereka yang belum dipenjara, akan
terjadi. Kesalahan terbesar saya soal dipenjara, sedang dipenjara, dan sudah
aktivitas menulis saya ini adalah dipenjara atau mantan narapidana. Semua
“kejujuran”. Sama halnya dengan seorang saya sentuh.

5  
 
 

Anda “hanya” lulusan SMA, sementara— menjelaskan dengan sangat antusias.


dari komentar-komentar untuk buku Sebenarnya, ini kurang elegan untuk
Anda—tampak sekali bahwa Anda sangat dijadikan pesona, apalagi untuk mem-
cerdas dan berbakat. Bagaimana Anda branding saya. Tapi, mungkin ini akan
mendapatkan semua itu? menjadi salah satu faktor keluarbiasaan diri
saya… he he he….
Saya? Sangat? Cerdas dan berbakat? Salah
tingkah saya….Eni salah tingkah…. Sebenarnya, gagap itu masalah psikis.
Lipatan-lipatan otak kita—yang diciptakan Kondisi saya yang terlahir dari ortu yang
oleh Yang Maha Cerdas—tidak terbentuk “acak adul” secara emosi menjadikan saya
dengan sendirinya. Lipatan-lipatan itu gagap bicara, minder, tertutup, sekaligus
terbentuk karena seringnya otak diajak cuek hingga remaja. Dan miskin adalah
berpikir dan menganalisis tentang hal-hal efeknya. Lima tahun lagi dalam kondisi
yang bermutu dan penuh makna. Semakin yang sama, saya mungkin bisa menguasai 70
terlatih, semakin berkembang, dan semakin bahasa dari sepuluh negara dalam waktu
banyak lipatannya. Dan, bersamaan he he he….
cerdas hanyalah efek. Bakat Saya menerapi diri saya Tragis memang! Setahu
apalagi. Cerdas secara sendiri. Saya memaklumi dan saya, dalam speech therapy
emosional, intelektual, memaafkan mereka yang saya ada dua mcam gagap, yaitu
maupun spiritual. stuttering dan stammering.
kasihi. Sehingga, secara
Stuttering adalah gagap
Saya mendapatkannya, atau bertahap pun saya mulai atau kesulitan saat akan
melatihnya, dengan sembuh.   mulai bicara. Sedangkan
membaca kitab suci. Makna stammering adalah gagap
dalam kitab suci adalah makanan jiwa yang atau kesulitan saat akan mengakhiri suatu
sangat bergizi. Sedangkan buku-buku kalimat. Saya menderita stuttering ini.
bermutu lain—baik yang saya pulung dari
sampah bacaan, beli sendiri, pinjam, Saya kerap mendapati kondisi rumah,
maupun dikasih oleh orang-orang tercinta— berubah seperti menjadi ruang penyiksaan
adalah pelengkap untuk menambah tawanan perang oleh “tentara” dari “sekte
pengetahuan. Sementara, tingkah laku atau aliran sesat” ha ha ha…. Dan, jika kami,
perilaku orang-orang di sekitar adalah anak-anaknya, tidak menghindar, kami tentu
sarana pembelajaran saya untuk menambah akan menjadi objeknya. Saya masih belum
wawasan. Dari sanalah saya belajar. tahu, apakah cacat pendengaran kakak
perempuan pertama saya itu karena efek
Kabarnya waktu kecil Anda gagap bicara? beruntun dari ritual tersebut. Terkadang,
orangtua saya sangat dewasa dan bijaksana.
Saya jadi tersipu pilu nih… Ini kabar yang Makanya, saya betah diskusi dengan
kurang berwibawa… Bukan hanya gagap ayahanda saya. Terkadang juga, mereka
akut. Selain kurang gizi dan ASI, berbagai dapat menjadi pasangan “tentara gila” yang
penyakit kulit juga sempat jadi sahabat karib percaya ada sekawanan “serigala” dari
saya di waktu kecil. Kurap, kudis, jamur, planet lain, yang akan mengobrak-abrik
dan gatal-gatal. Tanyalah pada orang-orang wilayah kekuasaannya.
terdekat saya. Pasti mereka akan

6  
 
 

Saya menerapi diri saya sendiri. Saya sebaliknya, akan berdampak sama pula.
memaklumi dan memaafkan mereka yang Saya juga siap sharing kepada siapa saja.
saya kasihi. Sehingga, secara bertahap pun Oya, seratus persen dari penjualan buku
saya mulai sembuh. Meski kadang agak Anda Luar Biasa!!! ini akan masuk ke
terasa mengganggu jika bicara. Namun, rekening yayasan Eni Kusuma Foundation,
secara umum tidak ada masalah dengan cara yang ingin saya dirikan untuk memberi
bicara saya sekarang. Pesan saya, pendidikan anak-anak miskin. Ini mimpi
berkembang dan bertumbuhlah dengan terus terbesar saya. Semoga. Tuhan memberkati
belajar. Itu supaya kita mendapat jiwa yang kita semua. By the way, saya juga
kuat dan emosi yang sehat, demi anak-anak berkeinginan, suatu saat nanti saya diberi
kita, generasi yang akan datang, demi kesempatan berada di antara para anggota
mewujudkan “Indonesia Bebas Gagap dewan yang terhormat. Sebenarnya, ada apa
Bicara!” sih antara pemerintah dengan kondisi
Indonesia saat ini?
Anda juga suka memulung sampah-
sampah bacaan? Apa yang ingin Anda serukan kepada para
pembantu rumah tangga di seluruh
Sebenarnya, ini juga hal yang “aneh” untuk Indonesia, bahkan mungkin dunia?
dijadikan pesona he he he…. Saya memang
suka membaca. Berhubung tidak ada Pesan saya, jadilah pembantu yang
fasilitas bacaan untuk dibaca, maka sampah- profesional. Bekerjalah sambil belajar. Dan,
sampah bacaan dari potongan-potongan belajarlah dari orang-orang sukses. Untuk
buku, koran bekas, atau kartu motivasi mempercepat, jangan belajar dari orang-
Harvest di TPA menjadi orang “kebanyakan”.
“korban” saya. Kegitan saya Banyaklah melihat dunia
Pesan saya, jadilah
sepulang sekolah memang dengan membaca. Pembantu
memulung sampah. Setelah itu pembantu yang profesional. adalah profesi yang sangat
berangkat ngaji di surau. Bekerjalah sambil belajar. terhormat, tanpa tanda kutip!
Dan, belajarlah dari orang- Pembantu adalah profesi
Sekarang setelah kembali ke orang sukses.   yang “kaya”. Karena, itu
Indonesia, apa yang ingin profesi yang melambangkan
Anda lakukan? kesabaran. Kesabaran adalah ibu dari
kesuksesan. Pembantu yang baik adalah
Belajar banyak hal. Sekarang lagi aktif tangan Tuhan yang penuh dengan
menulis dan belajar menulis skenario. pengabdian. Beranilah bermimpi dan
Dalam kesempatan ini saya hendak meminta wujudkanlah apa yang kalian inginkan.
kepada para penulis skenario profesional. Bukalah pikiran. Tuhan Memberkati.
Buatlah cerita yang masuk akal,
mencerdaskan, dan memotivasi! Energi Seruan Anda bagi generasi muda kita,
yang muncul dari cerita yang memotivasi terutama para mahasiswa?
pasti akan sangat dahsyat efeknya bagi
perkembangan kualitas mental pemirsa. Untuk para generasi muda, terutama untuk
Jangan bikin yang sebaliknya. Karena, para mahasiswa, kendalikan emosimu!
energi negatif dari suatu cerita yang Banyaklah membaca dan belajar! Kenali

7  
 
 

minatmu sedini mungkin! Carilah mentor! Ok, semoga Anda sukses!


Jika perlu, jadilah orang suruhan dari orang
sukses di bidang yang engkau minati! Serap Terimakasih atas bimbingan Anda selama
ilmunya! Bekerja samalah dan jual ide kamu ini. Terimakasih pula wawancaranya.
pada mereka! Jangan pernah menyerah! Terimakasih kepada seluruh pengunjung
Dan, sukses hanyalah efek! Tuhan Pembelajar. com. Salam Sukses Luar
memberkati! Biasa!!![ez]

Siapa guru-guru Anda dalam sekolah


kehidupan ini?

Guru dari semua guru saya dalam sekolah  


kehidupan ini adalah Tuhan Yang
Menciptakan Kehidupan ini. Dan, guru-guru
saya yang lain adalah semua pribadi yang
bijaksana. Saya ingin menjadi bijaksana
seperti guru-guru saya itu.

Sekarang sedang menyiapkan buku apa


lagi?

Buku “Chicken to Eagle”. Sebuah buku


tentang mencerdaskan kesadaran yang lebih
eksploratif lagi. Judul ini saya dapat dari Adi
W. Gunawan. Ketika saya berkesempatan
bincang-bincang dengan beliau. Juga buku
“mencerdaskan kesadaran” yang lain, yaitu
kumpulan cerita kocak. Saya sempat
surprise ketika beberapa cerita itu saya
posting di milis “Penulis Best Seller”
ternyata membuat Edy Zaqeus tertawa. Luar
Biasa! Ini hal yang membanggakan saya.
Saya jadi ingin baca buku Zen seperti yang
dia bilang.

Bila perjalanan hidup Anda dan nilai-nilai


yang Anda pegang bisa dirumuskan dalam
sebuah kalimat, bagaimana bunyinya?

BELAJAR ADALAH HAK SAYA!!!


Perjalanan hidup saya adalah proses belajar
itu sendiri. Dan, nilai-nilai yang saya pegang
adalah hasil dari belajar saya tentang nilai-
nilai.

8  
 
 

Greg, yang beristrikan Mona Sondakh dan


Gregorius Agung: telah dikaruniai seorang putera bernama
Vincentio Rexel Sultandhani, ini memulai
Saya Yakin Seratus karir menulisnya sejak masih berstatus
mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas
Persen Bisa Hidup Sanata Dharma, Yogyakarta. Sukses dengan
buku pertamanya, Membuat Homepage
dari Menulis Interaktif dengan CGI/Perl, Greg seperti
“kesetanan” dalam menulis buku komputer.
- 16 September 2007 – 12:49 (Diposting Sejak itu, enam hingga delapan buku
oleh: Editor) berhasil dia tulis tiap bulannya…. Luar
biasa! Greg membuktikan, menulis bisa
Anak muda yang satu ini bisa dibilang memberikan kesejahteraan. Sesuatu yang
merupakan contoh sukses di bidang masih sering dianggap mustahil di
penulisan. Fokus dalam penulisan buku- Indonesia. Berikut petikan wawancara Edy
buku komputer menjadikan Gregorius Zaqeus dari Pembelajar.com dengan
Agung seorang penulis buku komputer Gregorius Agung via email baru-baru ini:
terkemuka di Tanah Air. Bukan itu saja, ia
bahkan mampu mendirikan Jubilee Bisa diceritakan proses belajar menulis
Enterprise, sebuah perusahaan media Anda, belajar dari siapa, mulai kapan, dan
content provider yang memasok penerbit bagaimana caranya?
dengan naskah-naskah buku komputer
terbaru. Tak kurang dari 12 Kebetulan, saya punya guru SMA yang
karyawan/penulis dipekerjakannya di bisnis sangat saya kagumi. Nama beliau St.
tersebut. Dan, dalam kurun tiga bulan Kartono, yang saat itu menjabat Wakil
terakhir (Mei-Agustus 2007) tak kurang dari Kepala Sekolah SMU Kolese De Britto.
40 judul buku telah ditulis untuk penerbit Dari didikan beliaulah saya memiliki minat
buku. yang tinggi tentang dunia
Pas karangan saya penulisan. Gaya mengajarnya
Di saat banyak penulis jatuh diperiksa, mendadak dia menyenangkan. Pernah saat
pesimis dengan dunia berdiri dan memberi aba- saya duduk di kelas 1, ketika
penulisan dan penerbitan— aba untuk menenangkan itu di tahun 1994, guru saya
yang antara lain ditandai seluruh kelas yang agak tersebut menyuruh kami semua
dengan “keyakinan” bahwa menulis karangan deskripsi
ribut.
mustahil penulis bisa hidup tentang dirinya. Pas karangan
dari hanya menulis, Gregorius saya diperiksa, mendadak dia
Agung maju dengan bantahan yang konkrit. berdiri dan memberi aba-aba untuk
Greg, demikian nama panggilannya, justru menenangkan seluruh kelas yang agak ribut.
mampu menjadikan dunia tulis-menulis “Coba dengar tulisan yang dibuat si Greg.
sebagai sebuah industri yang benar-benar Jika Pak Kartono berjalan, langkahnya cepat
menguntungkan. Itu sebabnya, dia yakin dan lebar…,” kata guru saya yang juga
seratus persen, setiap penulis mampu penulis artikel di media massa tersebut,
melakukannya. mengulangi tulisan deskripsi yang saya tulis.

9  
 
 

“Kalau saya berjalan seperti ini,” Pak Buku pertama saya berjudul Belajar Sendiri
Kartono pun memperagakan orang yang Membuat Homepage Interaktif dengan
melangkah cepat dan kakinya melangkah CGI/Perl, diterbitkan kalau tidak salah Mei
maju ke depan, “…maka itu disebut, 1999. Uniknya, saat saya mengajukan
langkahnya cepat dan…” Sekejap kelas pun proposal penulisan buku tersebut, redaksi
terhening, “Panjaannng…,” sambungnya. Elex langsung setuju. Setelah diterbitkan,
“Kalau Greg menulis dua bulan langsung ludes.
langkahnya cepat dan Syukurlah, sampai sekarang Padahal, cetakan pertama saat
lebar, maka jalannya saya dan Jubilee Enterprise itu 5.000 eksemplar. Jadilah
seperti ini…,” Pak Kartono masih menampuk pemegang buku tersebut bestseller. Dari
pun memeragakan orang royalti terbesar untuk situ, saya menemukan dunia
yang terkena ambeien atau penulisan buku komputer yang
kategori buku komputer dari
baru sunatan sedang kemudian saya sambung
berjalan mekangkang! penerbit Elex Media. dengan menulis buku
Seluruh kelas pun Frontpage 2000 Webbot yang
terbahak! juga diterbitkan oleh Elex Media.

Waktu saya mengambil karangan tersebut, Sering menemui kendala-kendala dalam


Pak Kartono tersenyum sinis sambil menulis buku-buku komputer?
mewanti-wanti, ”Kalau pilih kata yang hati- Sejauh ini tidak.
hati ya…!” Dari sinilah, saya menarik
benang merah bahwa menulis itu Sampai sekarang, berapa banyak buku
menyenangkan dan bisa bikin satu kelas riuh sudah Anda tulis?
rendah.
Sudah tidak terhitung lagi. Jubilee
Kapan pertama kali menulis untuk tujuan Enterprise sendiri sudah menerbitkan 40
komersial? judul buku baru dalam rentang Mei 2007
sampai Agustus 2007. Belum judul-judul
Sejak artikel pertama saya di Kedaulatan yang telah diterbitkan sebelumnya. Wah, tak
Rakyat dimuat, saat itu tujuan sebenarnya terhitung lagi deh.
sudah komersial. Tapi puncaknya dimulai
pada tahun 1999 ketika masih semester awal Buku mana yang paling mengesankan
di perguruan tinggi. Saya punya keberanian Anda?
untuk menulis buku komputer pertama kali
yang langsung ditujukan ke PT Elex Media Buku pertama sangat mengesankan, bukan
Komputindo. Saat itu, internet masih fresh saja karena buku tersebut adalah debut awal,
from the oven dan tema buku yang saya buat tapi tingkat penjualannya yang fantastis
berkaitan dengan pemrograman internet. membuat arah penulisan saya menjadi lebih
jelas. Selanjutnya, proses penulisan buku
Bagaimana ceritanya sampai Anda terjun menjadi lebih mengalir karena menjadi
menjadi penulis spesialis buku-buku sudah terbiasa dengan dunia komputer.
komputer?
Dari royalti buku-buku Anda, rata-rata
rupiah Anda terima setiap semesternya?

10  
 
 

Syukurlah, sampai sekarang saya dan membuat buku, maka ceritanya bisa lain.
Jubilee Enterprise masih menampuk Kita ambil contoh, seorang penulis sastra
pemegang royalti terbesar untuk kategori bisa pula menulis buku manajemen dan laku
buku komputer dari penerbit Elex Media. keras! Bagaimana caranya? Gampang saja.
Dari royalti tersebut, saya bisa Ajak orang yang pintar teori atau praktik
mempekerjakan 12 pegawai yang hanya manajemen, dan tulislah pengalaman atau
berkonsentrasi di dunia penulisan saja. Jadi buah pikirannya itu. Kemudian, tawarkan ke
kira-kira bisa dibayangkan sendiri, berapa penerbit.
yang kami dapat he he he.
Tapi bukan berarti teknik ini jauh dari risiko.
Anda benar-benar yakin bisa hidup layak Tantangannya menjadi sangat berbeda.
dari menulis? Biasanya, penulis adalah pekerjaan yang
individualistis. Sementara kalau bekerja
Yakin seratus persen. Ada sentilan yang sama dengan orang lain, otomatis sudah
unik ketika saya selesai mengisi acara menjadi pekerjaan tim. Ini tidaklah mudah
Kompas Gramedia Fair pada bulan Mei karena masing-masing punya ego, cara
2006 lalu. Saat itu, saya bekerja, dan pandangan yang
ditraktir oleh Manajer dan Pertama-tama, ubahlah berbeda yang acapkali di
Redaksi Elex Media di mindset bahwa menulis lapangan, perbedaan itu mudah
Starbucks Coffee. Sembari hanyalah profesi mengancam jalannya proses
menyeruput kopi yang sampingan. penulisan buku. Tapi kalau
menurut saya agak aneh berhasil, pendapatan dari
rasanya, saya berdiskusi dengan Mas Arie, penjualan buku sangatlah tinggi dan dia bisa
Manajer Redaksi, tentang dunia buku. Saat hidup makmur dari metode di atas. Jika
itu, beliau sempat berkata bahwa selama ini teknik di atas diulang ratusan kali, maka
dia belum menemukan contoh kasus di mana pernyataan “sulit bisa hidup hanya dari
orang bisa hidup layak hanya dari menulis menulis” bolehlah dikoreksi.
saja. Ketika saya dan Jubilee Enterprise
melakukan agresi penulisan buku, beliau Menurut pengalaman Anda, apa saja yang
ikut-ikutan yakin bahwa hidup makmur dari harus disiapkan, dilakukan, dan
menulis bisa diraih. dibiasakan agar penulis bisa hidup layak
dari menulis?
Seorang Jenar Maesa Ayu sekalipun,
dalam sebuah tayangan televisi, Pertama-tama, ubahlah mindset bahwa
menyatakan, “Sulit bisa hidup hanya dari menulis hanyalah profesi sampingan.
menulis.” Komentar Anda? Jadikan menulis sebagai profesi utama
sehingga pikiran kita selalu fokus untuk
Kalau bicara tentang kemampuan diri mencari ide-ide baru yang brilian dan
sendiri, sepertinya pernyataan di atas marketable. Keuntungan fokus lainnya
sungguh tepat. Terlebih jika ia adalah adalah, jika kita dihadang masalah, maka
penulis buku yang membidik segmen pasar otak kita hanya seratus persen digunakan
yang sangat spesifik, misalnya sastra idealis untuk menghancurkan atau mengatasi
atau buku anak-anak. Tetapi kalau kita masalah itu. Dan yang terpenting, kita bisa
berkolaborasi dengan orang lain untuk menemukan cara kerja yang paling praktis

11  
 
 

untuk membuat buku secara konsisten. Saat honornya, bisa dinegosiasi he he he. Selain
ini, saya belum menemukan penulis, itu, saya juga punya kenalan orang-orang
terutama buku komputer, yang concern perbukuan dan pihak-pihak yang bergerak di
terhadap penulisan buku saja. Kebanyakan, industri software. Pernah ketika
mereka masih menyambi sebagai dosen atau mengadakan seminar di UPH, salah satu
pengajar. petinggi Microsoft mentraktir kami makan
siang sambil membahas kecanggihan Office
Pandangan Anda terhadap statement 2007. Ini merupakan pengalaman yang
bahwa seorang penulis harus mampu menarik.
“menjual” diri dan gagasannya?
Bisa Anda tambahkan tentang Jubilee
Menjual gagasan sangat penting karena Enterprise?
buku adalah gagasan kita. Kalau gagasannya
jelek, bukunya nggak ada yang mau beli. Jubilee Enterprise merupakan hasil dari
Untuk yang satu ini, tidak perlu dibahas lagi konsep industrialisasi penulisan yang telah
karena core buku adalah ide atau gagasan. saya pikirkan sejak lama. Awalnya, Jubilee
Sedangkan kalau bisa “menjual” diri, itu Enterprise bergerak di bidang web design
relatif. Jika ingin sukses, “menjual” diri itu karena saat didirikan tahun 1999, era dotcom
penting baik dengan cara menjadi pembicara sedang seru-serunya. Tapi karena merasa
seminar, pengajar, atau konsultan. Tapi di bahwa bidang ini tidak menantang, maka
dunia buku komputer, fenomenanya agak saya ubah menjadi media content provider
nyentrik. Orang beli buku komputer karena yang tujuan akhirnya adalah membuat buku-
butuh. Jadi, walaupun si pengarang buku komputer secara massal lewat SOP
ngetopnya bukan main, tapi kalau bukunya yang saya ciptakan sendiri.
nggak dibutuhkan, maka penjualannya pun
tidak terdongkrak. Tapi mengenai hal ini, Berkaitan dengan menulis, adakah obsesi
sifatnya masih bisa diperdebatkan karena yang masih tersisa?
belum ada penelitian yang spesifik.
Dunia penulisan itu sangat luas. Saat ini
Selain keuntungan royalti, hal apa saja saya memang berkonsentrasi di buku
yang Anda raih dari menulis? komputer. Tapi obsesi saya, saya atau
Jubilee Enterprise harus memiliki
Buku yang saya tulis bisa diibaratkan “kartu kapabilitas untuk menulis materi non-TI,
akses” untuk memasuki “wilayah” tertentu. seperti buku manajemen atau skenario film.
Saya ambil contoh, beberapa bulan yang lalu Kita sudah mengarah ke sana. Jika terwujud,
saya berkeinginan mengajar Photoshop level ada dua efek yang terjadi. Pertama, ada
advance di salah satu lembaga kursus paling banyak orang yang bisa saya pekerjaan lagi
top dan bergengsi yang kebetulan buka sehingga sedikit-sedikit membantu
cabang di Yogyakarta. Karena saya sudah mengatasi masalah pengangguran. Kedua,
membuat banyak sekali buku Photoshop, slogan Jubilee Enterprise benar-benar akan
maka tidak butuh surat lamaran, referensi, terpenuhi. Ingin tahu slogan tersebut?
fotokopi ijazah, dan atribut-atribut lamaran Sederhana kok. “Explore Everything”![ez]
lainnya untuk bergabung menjadi pengajar
di lembaga kursus tersebut. Malah untuk

12  
 
 

Dalam buku yang berisi esai dan cerita


Dewi Lestari (Dee): pendek ini ia seperti hendak menggoda
Tulisan Saya pembacanya supaya tidak sekadar
memandang segala sesuatu seperti di
Harus Mencerdaskan permukaannya saja.

Dalam Filosofi Kopi, kembali Dee yang


- 08 Mei 2006 – 05:40 (Diposting oleh:
kelahiran Bandung, 20 Januari 1976, ini
Editor)
mengajak kita untuk berpikir lebih menjorok
ke ranah substantif. Istri dari penyanyi
Ternyata Dewi Lestari atau Dee memiliki
kenamaan Marcell ini juga mengajak
keprihatinan yang sama dengan sejumlah
pembacanya untuk jadi cerdas. Seperti yang
pekerja seni dan kalangan penggerak
dia ungkapkan sendiri, “Tulisan saya harus
kreatifitas, bahwa di negeri ini sedang
bisa mencerdaskan dan mengusik
tumbuh suasana ‘tidak toleran’. Ada
keingintahuan orang untuk belajar lebih
sebagian kelompok atau orang yang suka
banyak lagi.” Tak heran jika karya-karya
memaksakan kehendak, pikiran, pendapat,
best seller-nya banyak dipuji
dan keyakinannya. Akibatnya,
Ia juga mengungkap kritikus sastra serta beberapa
orang lain atau siapa saja yang
kali masuk dalam nominasi
tidak sependapat dengan soal arti sukses dalam
Katulistiwa Literary Award,
kehendak dan pikiran kelompok dunia kepenulisan dan sebuah penghargaan bergengsi
tersebut, sepertinya harus segera pentingnya branding di bidang sastra.
‘ditundukkan’ atau ‘dipaksa’ bagi seorang penulis
mengikuti kemauan mereka.
Kepada Edy Zaqeus dari
Pembelajar.com, Dee mengungkap proses
“Saya agak khawatir dengan adanya
kreatif di balik karya terbarunya, Filosofi
kelompok-kelompok ekstremis yang
Kopi. Ia juga mengungkap soal arti sukses
memaksakan nilai tertentu dalam kerangka
dalam dunia kepenulisan dan pentingnya
berekspresi. Kalau dibiarkan bisa membawa
branding bagi seorang penulis, motivasi
kesenian Indonesia terpuruk mundur,
menulis, cara memperlakukan ide, termasuk
bahkan bisa membentuk karakter
keprihatinannya terhadap panggung
masyarakat yang tidak lagi kondusif untuk
kreatifitas di negeri kita akhir-akhir ini.
berkesenian,” tegas Dewi kepada
Berikut petikannya:
Pembelajar.com.
Kalau diungkap dalam kalimat-kalimat
Dalam serial novel Supernova-nya maupun
sederhana, Filosofi Kopi itu buku tentang
esai-esainya, Dee memang dikenal memiliki
apa?
ketajaman berpikir dan beranalisis. Ada
nuansa pendobrakan, anti kemapanan,
Filosofi Kopi pada dasarnya adalah
kegelisahan dan pencarian hal-hal yang
kumpulan cerita yang saya kumpulkan
sangat substantif sifatnya. Dee memang suka
dalam kurun waktu 10 tahun. Jadi isinya
berfilsafat, seperti yang dia perlihatkan
bermacam-macam. Setelah selesai
dalam karya terbarunya berjudul Filosofi
mengompilasi barulah saya menyimpulkan
Kopi (True Books & Gagas Media, 2006).
sendiri bahwa benang merah cerita-cerita

13  
 
 

dalam buku ini adalah kisah tentang cinta menuntaskan Supernova Partikel. Selain itu
yang bertransformasi, dari sekadar juga untuk refreshing. Setelah saya bongkar-
kumpulan emosi menjadi sebuah jatidiri. bongkar dokumen di komputer, saya
menemukan banyak karya saya yang belum
Mengapa memilih judul Filosofi Kopi? ‘keluar rumah’. Saya selalu mengibaratkan
karya itu seperti anak. Supaya anak tumbuh
Filosofi Kopi saya pilih karena catchy saja. sehat, dia harus keluar rumah, jangan
Asosiasinya ke suasana orang mengobrol, dikurung terus, kenalan sama orang banyak.
berfilsafat kecil-kecilan, sambil ngopi-ngopi Nah, jadi ini kesempatan juga bagi karya-
sore. Dan pada momen seperti itu, kisah apa karya saya yang selama ini masih tersekap
saja bisa jadi bahan obrolan. Jadi, judul di komputer untuk berkenalan dengan
tersebut memiliki ruang tafsir yang luas dan publik.
bisa memayungi cerita-cerita lain.
Dari mana saja ide penulisannya?
Hal baru apa yang ditawarkan?
Dari mana-mana. Ada dari kecoak, dari
Membuat kumpulan cerpen merupakan hal kopi, dari orang yang obsesi mencari
baru bagi saya, karena sebelumnya saya Herman, kisah cinta sendiri, kisah cinta
dikenal sebagai novelis, dan orang orang lain, dsb. Semua penulis itu pasti
mengetahui saya selalu dari kerangka seorang pengamat juga. Dan saya semata-
Supernova. Jadi bagi saya, maupun pembaca mata menuliskan apa yang saya amati dari
saya, buku ini bisa jadi refreshment. hidup.
Sekalian menguak sisi-sisi dari Dewi Lestari
yang belum diketahui. Formatnya yang Masih ada benang merahnya dengan
beragam bisa juga jadi hal baru. Dalam novel-novel terdahulu?
Filosofi Kopi, ada prosa-prosa pendek juga.
Jadi nggak selalu dalam bentuk cerpen Secara tema nggak ada. Benang merahnya
sekalipun judulnya adalah kumpulan cerita. adalah sama-sama ditulis oleh Dewi Lestari.
Variasi format ini saya dapat dari buku Hehehe….
kumpulan cerita penulis favorit saya, Ana
Castillo. Gara-gara baca bukunya saya jadi Apa buku ini menyiratkan Dee “yang
terinspirasi untuk membuat kumpulan cerita. baru” saat ini?
Selama ini, soalnya saya terpentok soal
format. Saya kalau bikin sesuatu susah patuh Dibilang baru juga enggak ya, karena
pada batasan format. Bikin cerpen suka kumpulan cerita ini hasil dari sejak tahun
kepanjangan. Bikin puisi yang keprosa- 1995. Jadi justru memberikan gambaran
prosaan. Atau prosa yang kepuisi-puisian, Dewi yang dulu. Karya yang bisa dibilang
dsb. baru, yakni 2003-2005 hanya ada tiga judul.

Yang melatarbelakangi penulisan buku Ok, berapa lama buku ini dipersiapkan?
ini?
Saya melakukan penyuntingan ulang atas
Pertama, untuk mengisi jeda waktu. manuskrip yang lama, dan itu kira-kira
Berhubung saya masih belum kelar empat bulan.

14  
 
 

Apa hambatan yang paling sering fittest’ itu juga berlaku untuk masalah ide,
ditemui? menurut saya.

Hambatannya justru dimulai begitu Siapa penulis-penulis yang paling


naskahnya jadi. Jadi hal-hal teknislah. menginspirasi karya Anda?
Produksi, promosi, distribusi, dll. Cukup
alot juga cari penerbit yang bisa diajak join- Saya sempat terpengaruh sekali oleh Sapardi
production, sampai akhirnya saya Djoko Damono. Saya juga suka tema
memutuskan untuk kerja sama dengan kontemporer yang ditawarkan Seno Gumira
Gagas Media. Karena itu kan masalah trust, Ajidarma. Dan saya mengagumi gaya
chemistry, dan kecocokan dalam bekerja, menulis Ayu Utami dan kepiawaiannya
dll. Sampai sekarang pun dalam mengolah bahasa.
masih proses sama-sama Menulis bagi saya adalah
menjajaki. Saya juga orang kebutuhan, ya. Jadi Hal apa saja yang paling
yang perfeksionis masalah memotivasimu untuk terus
theurapetic sifatnya. Untuk
produksi, jadi sampai menulis?
sekarang pun masih terus menjadi manusia seimbang
menyempurnakan kualitas ya saya harus menulis.
kertas, cetak, dll. Menulis bagi saya adalah
kebutuhan, ya. Jadi
Punya waktu-waktu paling cocok untuk theurapetic sifatnya. Untuk menjadi
menulis? manusia seimbang ya saya harus menulis.
Memang untuk beberapa karya, seperti
Malam sampai pagi hari. Pokoknya setelah Supernova, saya punya misi khusus. Tapi
semua tugas ‘duniawi’ selesai dan setelah tanpa itu semua, saya pasti terus menulis,
semua orang tidur. Nggak mungkin menulis karena butuh.
kalau HP masih krang-kring, atau harus
main sama anak, dsb. Dee, novel-novel Anda laris sekali di
pasaran. Selain faktor isi, tampaknya
Bagaimana cara mengatasi problem sosok Dee sebagai selebritis juga
kemacetan menulis? berpengaruh?

Saya sih membiarkan saja writer’s block itu Pada awalnya pasti berpengaruh. Karena
hilang dengan sendirinya. Dalam arti nggak saya sudah jadi penyanyi lebih dulu,
usah dipaksa atau jadi frustrasi kalau lagi otomatis saya adalah bagian dari media
mandek. Justru saya memanfaatkan momen- hiburan. Jadi ketika saya menulis buku
momen seperti itu untuk istirahat. Menulis akhirnya mendapat liputan dari media
itu kan menguras stamina mental dan batin. hiburan, dan ini tidak didapatkan oleh semua
Jadi kalau ada mandek justru kita bisa penulis. Tapi pada akhirnya sih isi tulisan
penyegaran. Tulisannya jangan dipikirin yang paling menentukan laku atau tidaknya
dulu, pikirin yang lain-lain aja. Kalau ide itu sebuah buku. Kalau hanya faktor sensasi
kuat, pasti akan kembali dan bertahan. Kalo pasti tidak akan bertahan lama, karena orang
ide itu nggak kuat, pasti gugur dan kita beli buku kan karena isi. Mungkin apa yang
harus cari lagi. Jadi konsep ‘survival of the

15  
 
 

saya tulis adalah sesuatu yang bisa ‘relate’ Penulis, sama seperti pegiat kreatifitas
dengan orang banyak. lainnya, membutuhkan ruang kebebasan
yang seluas-luasnya. Bagaimana
Seberapa penting sih peran branding bagi pandangan Dee terkait kondisi kebebasan
seorang penulis? berekspresi dalam masyarakat kita
belakangan ini?
Dengan gaya marketing dan tren pasar yang
mengedepankan image seperti sekarang, Saya agak khawatir dengan adanya
branding memang jadi penting. Tidak lantas kelompok-kelompok ekstremis yang
jadi segala-galanya, tapi bisa sangat memaksakan nilai tertentu dalam kerangka
menunjang kalau memang pas. Penulis sih berekspresi. Kalau dibiarkan bisa membawa
pada dasarnya akan selalu kembali ke kesenian Indonesia terpuruk mundur,
kualitas dan isi tulisannya. Jadi branding itu bahkan bisa membentuk karakter
semata-mata strategi di level superfisial saja. masyarakat yang tidak lagi kondusif untuk
Ada baiknya penulis itu tahu cara berkesenian. Saya percaya kok masyarakat
memposisikan diri dan memainkan image- sesungguhnya lebih pintar dari yang diduga.
nya, karena sekarang untuk bisa Jadi mereka sendiri punya mekanisme
mempromosikan buku kita bisa kolaborasi sendiri untuk memilah mana yang baik dan
brand dengan produk-produk komersial. tidak. Tapi sayangnya, sebagian masyarakat
Dan untuk bisa seperti itu, pihak sponsor yang ‘kurang pintar’ sedang mendapat angin
pasti akan tanya dulu branding kita seperti segar karena lemahnya regulasi pemerintah.
apa, selaras atau enggak dengan produknya, Jadi seolah-olah seluruh masyarakat
dsb. Indonesia itu begitu bodohnya dan tak
berakal budi sampai segala objek yang
Anda pernah di puncak popularitas saat berkenaan dengan panca indera itu harus
Supernova meledak di pasaran. Apakah diatur. Pendekatan ini sungguh salah dan
Anda memaknainya sebagai tidak dewasa. Pengendalian
sebuah kesuksesan bagi Dengan gaya marketing dan itu dari pikiran, bukan lantas
seorang penulis? tren pasar yang objeknya yang dikendalikan.
mengedepankan image
Salah satu parameter seperti sekarang, branding Harapan Dee?
kesuksesan penulis memang memang jadi penting.
ada di kuantitas penjualan Saya hanya berharap bangsa
bukunya. Tapi menurut saya ini bisa semakin open-
banyak aspek lain. Bagi saya lebih minded, semakin cerdas, dan semakin
bermakna ketika tulisan saya bisa bijaksana, terutama masalah lingkungan.
menyentuh orang lain, atau mengubah hidup Moga-moga karya-karya saya bisa
seseorang. Jadi kesuksesan itu individual menyumbang sedikit kontribusi, karena
sifatnya. Hanya kalau dilihat dari perspektif prinsip saya dalam menulis adalah tulisan
industri perbukuan sajalah kesuksesan itu saya harus bisa mencerdaskan dan mengusik
sama dengan laku atau tidaknya buku di keingintahuan orang untuk belajar lebih
pasar. banyak lagi.

16  
 
 

Karya-karya apa lagi yang sedang dan


hendak digarap saat ini?

Saya sedang menggarap Supernova Partikel.


Masih dalam fase riset. Selain itu juga akan
ada proyek ganda buku-musik, tapi mungkin
baru dimulai akhir tahun ini.[ez]

17  
 
 

heran jika novel Andrea ini dibilang


Andrea Hirata: “beruntung” oleh sebagian kalangan.
Menulis Namun, tak adil jika kelarisan novel
untuk Menggerakkan bujangan kelahiran Belitong 24 Oktober ini,
disebut hanya karena faktor beginner’s luck.
Pujian dari sejumlah kalangan di atas sudah
- 05 Juni 2006 – 08:42 (Diposting oleh: menjadi bukti bahwa novel ini benar-benar
editor) membekas di benak pembaca. Sebagai
hadiahnya, buku ini ramai diperbimcangkan,
Kehadiran Andrea Hirata Seman, penulis diresensi, diulas di berbagai milis, dan
novel debutan Laskar Pelangi (Bentang, akhirnya laris di pasar. Keseriusan Andrea
2005) tampaknya cukup memberi warna dalam proses penulisan juga patut
jagad sastra dan pernovelan di Indonesia. diperhatikan. Bagi pegawai PT Telkom
Novel yang bercerita tentang kehidupan Bandung yang alumnus (S-2) Sheffield
sekitar sepuluh anak-anak dalam Hallam University, Inggris dan Universite
memperjuangkan sekolahnya itu seolah de Paris Sorbonne, ini menulis punya tujuan
memberi setitik kesegaran di tengah-tengah mulia. “Penulis yang sukses bagi saya
dahaganya pembaca terhadap karya-karya adalah penulis yang mampu menggerakkan
bermutu. Banyak orang memuji novel pembacanya untuk melakukan hal-hal yang
memoar tersebut karena jalinan ceritanya luhur setelah membaca bukunya,” kata
yang memang begitu sekaligus penuh Andrea dalam wawancara tertulisnya dengan
muatan nilai moral. “Menyentuh…” kata Edy Zaqeus dari Pembelajar.com. Berikut
Garin Nugroho. “Mengharukan…” kata petikannya:
Korrie layun Rampan. “Menarik…”
komentar Sapardi Djoko Damono. Sejumlah pembaca Laskar Pelangi
“Kemelaratan yang indah…” tulis Tempo. mengaku novel ini menyegarkan
”Novel tentang dunia anak- sekaligus mengharukan. Ide
anak yang mencuri Buku LP saya tulis sebagai apa yang melatarbelakangi
perhatian…” puji Gatra. ucapan terimakasih daan penulisan novel ini?
penghargaan kepada guru dan
Andrea mengaku heran Buku Laskar Pelangi (LP)
sahabat-sahabat saya itu.
juga dengan sambutan pada awalnya bukan untuk
publik yang begitu antusias diterbitkan. Niat saya untuk
atas novelnya yang sudah mengalami cetak menulis buku ini sudah ada sejak saya kelas
ulang ke-3 dalam waktu tujuh bulan 3 SD, ketika saya demikian terkesan pada
tersebut. Untuk ukuran novel “serius”, jerih payah kedua guru SD saya Ibu
angka penjualan ini tentu menempatkannya Muslimah dan Bapak Harfan Effendi, serta
dalam deretan buku best seller. Padahal, 10 sahabat masa kecil saya, yang disebut
mungkin novel itu tidak akan pernah sampai Kelompok “Laskar Pelangi”. Buku LP saya
ke tangan pembaca jika tidak ada seorang tulis sebagai ucapan terimakasih daan
temannya yang diam-diam mengirimkan penghargaan kepada guru dan sahabat-
memoarnya tersebut ke sebuah penerbit. Tak sahabat saya itu. Seorang teman, tidak
sengaja menemukan draft buku itu di kamar

18  
 
 

kos saya, dan diam-diam mengirimkannya informasi yang mengendap di kepala saya.
pada penerbit. Sampai hari ini saya masih Riset yang paling intensif adalah saya harus
heran ternyata buku LP masih merupakan mengkonfirmasikan lagi beberapa hal yang
buku laris, dan telah dicetak tiga kali dalam berkenaan dengan Biologi, Fisika, dan
waktu tujuh bulan. LP adalah novel pertama Kimia waktu mendeskripsikan karakter
saya. Lintang yang jenius. Juga ketika
mendeskripsikan anatomi kandungan
Dalam Laskar Pelangi terdapat lebih dari material tambang di Belitong.
sepuluh karakter tokoh. Bukankah tidak
mudah mengeksplorasi seluruh karakter Menurut Anda, apakah sosok-sosok
tersebut? seperti Lintang ini banyak jumlahnya
dalam kehidupan nyata?
Banyaknya karakter dalam LP merupakan
salah satu kesulitan terbesar dalam menulis Saya kira banyak … tetapi tidak terdeteksi,
buku itu. Terutama memberi peran yang ter-manage, dan terabaikan.
seimbang untuk setiap karakter. Karena
karakter sahabat-sahabat saya yang unik. Sejumlah pembaca Laskar Pelangi
Saat ini saya sudah didekati beberapa mengaku merasa kurang puas dengan
produser untuk memfilmkan LP. Namun ending novel ini. Sosok Lintang yang
banyaknya karakter ini juga merupakan jenius hanya berakhir sebagai seorang
kesulitan bagi mereka. pekerja kasar. Penjelasan
Barangkali berhubungan LP adalah sebuah
Anda?
dengan budget. Saya rasa, saya memoar, oleh karena
dapat mengatasi persoalan itu semua karakter Saya mengerti pembaca
menyeimbangkan peran setiap dan kejadiannya menginginkan ‘pahlawan’, dan
karakter dengan fokus kepada adalah nyata. pembaca menginginkan
karakter Lintang dan Mahar. ‘pahlawan’nya selalu menang dan
hepi. Itulah kecenderungan orang terhadap
Soal latar belakang dan lokasi kejadian, fiksi atau karya-karya khayal. Tetapi LP
Anda cukup detail dalam novel ini… adalah memoar. Dan itulah hidup dalam
Semua nyata? dunia nyata. Saya rasa pembaca dapat
membedakan hal ini. Nasib Lintang
LP adalah sebuah memoar, oleh karena itu begitulah adanya ….
semua karakter dan kejadiannya adalah
nyata. Cara menulis saya memang Sekarang soal proses penulisan novel
cenderung detail, karena saya tertarik perdana Anda ini. Berapa lama Anda
memberi gambaran yang filmis pada para selesaikan novel ini?
pembaca.
Tiga minggu. Meskipun banyak yang
Anda butuh survei data untuk penulisan mempertanyakan hal tersebut. Sampai dalam
novel ini? suatu forum milis dikatakan saya menulis
dalam keadaan trance, di luar kemampuan
Tentu saja, tetapi saya terbantu karena LP saya. Apalagi mengingat novel itu sangat
adalah memoar, artinya saya sudah memiliki tebal 529 halaman. Dan saya tidak memiliki

19  
 
 

latar belakang sastra. Ini merupakan novel Novel adalah sebuah karya sastra, dan sastra
saya yang pertama. Namun kembali saya tidak dapat dipisahkan dengan imajinasi.
ingatkan LP adalah sebuah memoar. Oleh Imajinasi dalam LP tidak dimanifestasikan
karena itu, setiap lembarnya sudah ada di dalam bentuk mereka-reka karakter dan
kepala saya sejak lama. kejadian, tetapi di dalam cara menceritakan.

Kapan saat-saat paling menyenangkan Ini novel debutan Anda. Menurut Anda,
untuk menulis? hal mendasar apa yang harus dikuasai
oleh seorang penulis pemula
Kapan saja di luar jam kerja ...bukan hanya persoalan saat membuat sebuah novel?
saya sebagai seorang pegawai bagaimana masyarakat
BUMN. Saya saat ini bekerja akan menghargai Saya orang yang belajar untuk
di TELKOM. Dan saya tulisannya, tapi menghargai semua genre
berusaha mendidik diri saya bagaimana ia sebagai tulisan sastra. Baik itu apa
sendiri untuk tidak tergantung yang orang sebut chiklit, atau
pada mood. Saya kadang- penulis akan menghargai teenlit. Karena saya tahu
kadang beranggapan bahwa dirinya sendiri. menulis itu tidak mudah. Maka
mood adalah excuse bagi saya tidak punya pandangan
kemalasan. tentang hal mendasar dalam teknis menulis.
Pandangan saya adalah mengenai apresiasi.
Sekali duduk, biasanya berapa lembar Dalam hal ini saya rasa karya dari seorang
bisa ditulis? penulis bukan hanya persoalan bagaimana
masyarakat akan menghargai tulisannya,
Bisa mencapai puluhan lembar. Saya tapi bagaimana ia sebagai penulis akan
kesulitan untuk berhenti jika sudah mulai menghargai dirinya sendiri. Artinya, jika ia
menulis. Menulis menjadi kawan insomnia menghargai dirinya sendiri, hendaknya ia
saya… menulis sesuatu yang memiliki integritas.
Tidak melulu patuh pada tuntutan pasar.
Apa hambatan terbesar yang Anda
temui? Apakah penulis pemula sudah harus
menemukan ciri khasnya sendiri atau
Keterbatasan waktu dan kondisi fisik yang malah meniru penulis yang sudah sukses?
tidak mampu menampung membludaknya
ide dalam kepala saya. Menemukan ciri dalam menulis bukan
persoalan gampang. Bahkan penulis yang
Cara mengatasinya? sudah kawakan tak jarang tak kunjung
memiliki identitas. Apalagi penulis yang
Saya mulai belajar untuk me-manage waktu baru. Namun penting sekali bagi seorang
dengan baik. penulis untuk tidak meniru-niru orang lain.

Bagaimana Anda menempatkan peran Menurut Anda, definisi penulis yang


imajinasi dalam novel ini? sukses itu seperti apa?

20  
 
 

Penulis yang sukses bagi saya adalah penulis


yang mampu menggerakkan pembacanya
untuk melakukan hal-hal yang luhur setelah
membaca bukunya.

Saat ini sedang menggarap novel apa


lagi?

Saya baru saja menyelesaikan novel kedua


dari empat karya tetralogi Laskar Pelangi.

Kira-kira kapan novel tersebut terbit?

Novel kedua saya sedang dalam proses


editing di penerbit. Insya Allah akan beredar
bulan depan.[ez]

21  
 
 

Hingga sekarang, tak kurang sudah delapan


Safir Senduk: buku dihasilkan oleh Safir. Rata-rata
karyanya disambut baik oleh pasar.
Sepuluh Kiat Sukses Awalnya, alumnus STIE IBMI Jakarta dan
belajar ilmu perencanaan keuangan keluarga
Penulis Best Seller secara otodidak ini mengaku menulis untuk
mendongkrak brand layanan jasa
- 28 Agustus 2006 – 10:52 (Diposting oleh: konsultansi yang didirikannya. Namun,
Editor) belakangan setelah dia merasa brand-nya
cukup kuat, Safir mengaku lebih suka
Dalam dunia perencanaan keuangan, nama menulis karena idealisme, yaitu untuk
Safir Senduk sangatlah dikenal. Barangkali, berbagi pengetahuan dan mendidik
dialah orang pertama yang mempopulerkan masyarakat soal kemelekan finansial.
istilah perencanaan keuangan. Bahkan
mungkin, dia pula yang pertama kali berani “Bila seorang penulis menulis untuk
mendeklarasikan diri sebagai seorang idealisme—untuk memberikan sesuatu
perencana keuangan profesional. Dan Safir berupa edukasi kepada pembaca—ini berarti
memang cukup berhasil di lapangan jasa dia sudah mencapai level tertinggi dalam
profesional yang terbilang masih merupakan menulis,” kata Safir kepada Edy Zaqeus
barang baru bagi publik Tanah dari Pembelajar.com. Berikut petikan
Air itu. wawancara dengan Safir Senduk
Gagasan utamanya, menyangkut proses kreatif dan
Namun, sukses pendiri Biro seorang pengusaha tetap berbagai kiat kepenulisan:
Perencanaan Keuangan Safir
perlu tahu bagaimana
Senduk & Rekan ini (berdiri Secara garis besar, apa
1998), tidak sebatas pada cara yang baik gagasan utama buku terbaru
bidang konsultasi keuangan. mengelola uangnya. Anda?
Lebih dari itu, Safir juga
dikenal sebagai kolomnis di berbagai media Gagasan utamanya, seorang pengusaha tetap
massa dan penulis buku-buku perencanaan perlu tahu bagaimana cara yang baik
keuangan praktis. Bahkan dua buku terakhir mengelola uangnya. Ini agar mereka bisa
yang dia tulis—Siapa Bilang Jadi Karyawan jadi kaya dan sejahtera. Caranya, dengan
Nggak Bisa Kaya? dan Buka Usaha Nggak memisahkan keuangan usaha dan keuangan
Kaya, Percuma!—disambut antusias oleh pribadi, mengendalikan pemasukan dan
khalayak sehingga telah mengukuhkan pengeluaran, memiliki proteksi, memiliki
dirinya sebagai seorang penulis buku best investasi lain selain usaha, dan melakukan
seller. Yang pertama terbit Desember 2005 analisa sebelum membuka usaha baru.
dan hingga sekarang sudah laku sekitar
30.000 eksemplar. Sementara buku kedua Mengapa tergerak untuk menulis tema
yang terbit akhir Juni 2006 lalu kini sudah ini?
terjual hingga 13.000 eksemplar! Untuk
buku-buku kategori nonfiksi, maka angka- Karena saya melihat anggapan yang terjadi
angka penjualan sebesar ini jelas lumayan selama ini di masyarakat, bahwa untuk
sekali. menjadi kaya dan sejahtera hanya bisa

22  
 
 

dicapai dengan membuka usaha. Padahal, sebelumnya yang menduduki peringkat


membuka usaha tidak otomatis bikin kita kelima. Punya dua judul buku yang muncul
kaya dan sejahtera. Karena, untuk jadi kaya bersamaan dalam daftar buku laris adalah
dan sejahtera sangat bergantung pada satu pencapaian yang buat saya tidak bisa
bagaimana kita mengelola uang yang kita digantikan dengan uang berapapun
dapat dari pekerjaan atau dari usaha kita. jumlahnya.

Apa benar bahwa tak sedikit pengusaha Anda terbilang sebagai praktisi dan
yang kurang memahami cara pengelolaan penulis buku perencanaan keuangan
uang yang baik? yang produktif. Dari mana dapat ide
penulisan buku-buku tersebut?
Wah, benar itu! Ada banyak pengusaha yang
walaupun menguasai bagaimana cara Saya adalah seorang praktisi perencana
berbisnis, tapi mereka sama sekali buta keuangan. Ide-ide topik saya dapatkan dari
tentang bagaimana mengelola dan banyak bergaul dengan klien, peserta di
mengembangkan uang mereka. Akhirnya, seminar maupun membaca di media massa.
satu-satunya sumber pendapatan mereka Di situ saya mencoba membuka mata dan
adalah hanya dari usaha. Tapi, investasi telinga tentang apa yang sebenarnya menjadi
mereka di tempat lain nggak ada. Atau anggapan di masyarakat tentang suatu hal.
kalaupun ada, hasilnya memble. Dan—kalau memang ada argumennya—
saya coba untuk membantahnya. Di buku
Sejauh ini, bagaimana Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa
tanggapan pasar? Kaya? misalnya. Muncul dari
Apa pun topik buku itu, pengamatan saya terhadap
Alhamdulillah baik. Saya selama kita bisa mengemas, adanya anggapan bahwa kalau
bersyukur masyarakat bisa terus jadi karyawan akan sulit
melakukan program
menerima buku ini. Ketika kaya. Dengan menulis buku
berencana menulis buku promosi dan pemasaran yang sifatnya berlawanan
ini, beberapa orang di yang baik, buku itu pasti dengan anggapan masyarakat,
penerbit saya bilang bahwa akan laku. biasanya akan jadi lebih mudah
buku ini tidak akan selaris untuk menarik perhatian pasar.
buku saya sebelumnya Siapa Bilang Jadi
Karyawan Nggak Bisa Kaya?. Alasannya, Punya pengalaman yang unik terkait
mayoritas masyarakat Indonesia—terutama dengan buku yang Anda tulis?
di perkotaan sebagai pembaca buku
terbesar—adalah karyawan. Bukan Buku Buka Usaha Nggak Kaya?
wiraswasta. Tetapi menurut saya, apa pun Percuma…! sempat mau saya kasih judul
topik buku itu, selama kita bisa mengemas, “Buka Usaha Belum Tentu Bikin Kaya…”.
melakukan program promosi dan pemasaran Judul itu sudah ada di pikiran saya selama
yang baik, buku itu pasti akan laku. Itu berbulan-bulan sebelum akhirnya penerbit
terbukti! Selama Juli 2006 kemarin, buku ini saya dengan santainya bilang: “Kalau bisa
menempati peringkat ketiga untuk kategori judulnya yang lebih positif lagi deh…”.
Buku Panduan—dimuat di Kompas 19 Juli Hmm, kecewa sekali saya. Ya, iyalah! Judul
2006—bersamaan dengan buku saya itu sudah lama ada di kepala saya. Eh…

23  
 
 

penerbitnya nggak suka. Ya sudah, akhirnya Tapi menurut saya, yang paling penting
ganti dengan judul yang sekarang. Dan, dalam belajar menulis adalah praktik,
buku ini saya buat dengan penuh praktik, dan praktik. Jujur saja, dulu tulisan-
perjuangan. Gimana nggak penuh tulisan pertama saya di sebuah majalah,
perjuangan? Nyari waktunya itu yang susah. kalau saya baca lagi sekarang, aduh
Seminggu bisa 3-4 kali seminar. Belum lagi jeleknya…! Nggak teratur, nggak runtut,
ngomong di radio. Nulis di media massa. dan seringkali bahasanya terlalu susah. Tapi,
Karena itu saya selalu menetapkan deadline dengan terus mengulang dan mengulang,
di buku agenda saya, bahwa bab ini harus kita akan bisa menemukan bentuk sendiri
selesai di tanggal sekian, dan bab itu harus dalam menulis. Menurut saya, menulis
selesai di tanggal sekian. Ngikutinnya? adalah salah satu bentuk komunikasi dalam
Berat sekali. Tapi alhamdulillah bisa. mempengaruhi orang lain agar orang
mengikuti cara berpikir kita.
Di antara buku-buku yang Anda tulis,
buku mana saja yang paling bagus Kalau ilmu perencanaan keuangan, dari
penjualannya? mana Anda belajar?

Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Belajar sendiri. Selama empat tahun saya
Kaya? terbit Desember 2005. Sudah laku seperti kuliah sendiri dengan belajar dari
sekitar 30.000 eksemplar sampai saat ini. berbagai macam buku yang saya beli dari
Disusul Buka Usaha Nggak Kaya? dalam maupun luar negeri. Jangan salah,
Percuma…! yang terbit akhir Juni 2006. belajar otodidak itu justru seringkali malah
Sampai saat ini laku 13.000 eksemplar! lebih susah daripada belajar dengan mentor.
Karena, proses otodidak biasanya harus
Dari mana Anda belajar menulis dulu? melalui trial and error yang cukup banyak.
Sementara belajar melalui mentor seringkali
Otodidak. Ada turunannya juga kali. Dulu sudah lebih enak karena nggak perlu banyak
almarhum ibu saya rajin sekali membaca. mengalami error-nya. Jadi, beruntunglah
Apa pun juga dia baca. Buku apalagi. Setiap mereka yang sekarang belajar perencanaan
kali selesai membaca buku, beliau suka keuangan karena sudah ada mentornya.
menulis kesimpulannya di atas kertas. Selain
itu, karena ayah saya bekerja di sebuah bank Anda termasuk praktisi yang berhasil
milik pemerintah dan memegang posisi mem-brand diri sebagai seorang financial
pimpinan, ibu saya aktif di Dharma Wanita- planner melalui tulisan. Apa memang
nya. Otomatis ibu saya harus sering kasih sejak awal Anda memaksudkan tulisan
pidato di depan ibu-ibu Dharma Wanita untuk tujuan ini?
lainnya. Sebelum memberi pidato, ibu saya
menyiapkan pidatonya dengan Jujur, iya. Ceritanya, ketika tahun 1998 saya
menuliskannya terlebih dulu. Jadi, mungkin membuka Biro Perencanaan Keuangan Safir
ada turunannya juga. Senduk & Rekan, saya pikir orang otomatis
akan datang dan menjadi klien. Dengan
Jadi karena turunan dan bukan pasang plang, pasang kartu nama, orang
latihan…? akan otomatis jadi klien. Eh, tunggu punya
tunggu, kok klien nggak datang-datang.

24  
 
 

Mulailah saya melakukan pemasaran dengan Anda setuju bahwa tulisan atau buku
melakukan cold call. Telepon prospek. merupakan cara ampuh untuk
Setiap pagi saya telepon sekitar sepuluh menciptakan personal brand?
prospek. Dari sepuluh orang yang saya
telepon, sekitar tiga sampai empat orang Setuju banget! Ada banyak buktinya. Tentu
yang mau ketemu. Lalu, sekitar satu dari saja, buku dan artikel di media massa punya
delapan orang yang saya temui akhirnya kekuatan dan kelemahannya sendiri-sendiri.
menjadi klien. Itu terus yang saya lakukan Artikel di media massa mungkin bisa
setiap hari. menjangkau lebih banyak pembaca, tapi
umurnya lebih pendek. Ketika
Terus saya pikir, supaya saya ya sejak awal menulis, saya menulis di sebuah tabloid
nggak terus menerus telepon, tujuan saya memang mingguan dengan topik
saya coba melakukan promosi untuk branding.
jangka panjang supaya nanti Kiat Mempersiapkan Masa
oranglah yang datang ke saya, Pensiun misalnya, memang
bukan saya yang mencari mereka. Akhirnya, banyak yang baca dan suka dengan topik itu.
saya mulai menulis. Tulisan pertama saya Tapi, umurnya cuma seminggu karena
muncul di majalah Tiara tahun 1998 dalam minggu depannya tabloid itu sudah terbit
bentuk rubrik yang namanya Tips Uang. lagi yang baru. Untung saya nulisnya tiap
Dan seterusnya. Disusul dengan tulisan di minggu. Sementara kalau buku, pembacanya
majalah-majalah lain. Akhirnya betul, lama- mungkin tidak sebanyak pembaca artikel di
lama orang jadi tahu nama saya, dan media massa. Tapi umurnya lebih panjang.
merekalah yang akhirnya datang ke saya. Bisa beberapa bulan, sebelum akhirnya ada
Jadi, ya sejak awal menulis, tujuan saya judul buku lain lagi yang menarik perhatian
memang untuk branding. pembaca.

Tapi jujur, ketika brand itu sudah didapat Tapi begini, sebuah tulisan bisa menciptakan
sejak beberapa tahun lalu, tujuan saya personal brand tertentu. Asal, menurut saya,
menulis berubah yaitu untuk idealisme. tulisan itu memiliki konsep yang betul-betul
Orang Indonesia harus mendapatkan edukasi bisa diterima oleh pembaca. Dan, yang
tentang bagaimana cara yang baik dalam paling penting, tulisan itu menarik. Jangan
mengelola keuangan. Saya pikir, sah-sah lupa, konsisten pada satu topik. Saya pernah
saja kita menulis untuk tujuan bisnis, yaitu melihat ada orang yang—mungkin karena
untuk branding. Tapi, saya pikir menulis pinter banget—menulis tentang perencanaan
untuk idealisme berupa edukasi akan jauh keuangan, tapi juga menulis tentang bisnis
lebih mulia. Saya bukan orang suci. Tapi, dan ekonomi. Secara topik mungkin dia
dengan menulis untuk tujuan idealisme, saya menguasai. Tapi secara marketing, itu bunuh
pikir itu akan lebih fair buat pembaca. diri. Jadi, dalam menulis, cobalah konsisten.
Karena, si penulis akan jadi lebih tulus dan Saya—biarpun bisa main golf misalnya—
netral dalam menulis, bukan karena ingin nggak akan mau nulis tentang golf, sampai
menjual atau memasarkan dirinya sendiri. kapan pun, karena itu bisa berbahaya bagi
positioning saya.

25  
 
 

Bagaimana dengan potensi pasar buku bahasa yang teoritis. Nanti orang cepet
keuangan populer dan kewirausahaan ngantuk.
sekarang ini?
Ketiga, nggak usah terlalu tebal. Kalau
Saya percaya bahwa topik buku apa pun— bukunya buku populer, biasanya orang
termasuk buku keuangan populer dan nggak begitu suka kalau tebal.
wirausaha—kalau dipasarkan dengan baik,
tetap bisa laku. Jujur saja, sekarang ada Keempat, minta testimoni untuk ditaruh di
banyak sekali buku keuangan belakang buku. Cuma kalau pakai
populer dan kewirausahaan testimoni, kalau bukunya buku
Buku saya bisa laku
yang nggak laku di pasar. populer, nggak usahlah minta
Kenapa? Macam-macam! lebih karena adanya testimoni dari orang-orang yang
Mungkin karena topiknya pemilihan topik, buat sebagian orang ‘ketinggian’.
terlalu akademis. Mungkin kemasan, dan proses Contoh, saya pernah melihat buku
karena bahasanya terlalu promosi yang panjang. keuangan populer, tapi
teoritis, dan sebagainya. testimoninya dari orang DPR-lah,
menteri inilah, rektor itulah, dan sebagainya.
Kalau reputasi pengarang? Eit…, jangan Ketinggian! Nanti orang takut untuk baca.
salah! Siapa nama pengarang nggak
ngejamin bukunya bisa laku, lho. Jujur saja, Kelima, jangan hanya kenalkan diri lewat
bukan berarti nama saya Safir Senduk maka buku. Miliki juga channel distribusi lain
saya bisa sembarangan bikin buku seperti menulis artikel di media massa.
perencanaan keuangan. Buku saya bisa laku Miliki website, kalau perlu dengan nama
lebih karena adanya pemilihan topik, domain sendiri. Miliki juga nama email
kemasan, dan proses promosi yang panjang. dengan domain sendiri, bukan yang gratisan
Bukan karena nama saya Safir Senduk. Jadi, kayak yahoo atau hotmail.
semua orang punya kesempatan yang sama
untuk bikin buku perencanaan keuangan Keenam, selalu konsisten pada tema
yang laku. penulisan yang sama. Kalau nulis tentang
perencanaan keuangan, ya sudah nulis
Ada kiat-kiat supaya berhasil nembus perencanaan keuangan aja. Supaya ntar
pasar? orang gampang kenalnya.

Saya kasih kiatnya ya. Pertama, jangan Ketujuh, jangan malu-malu untuk
melulu berkutat di topik-topik yang sudah menunjukkan diri. Banyak pengarang yang
basi. Contoh: “Kalau Mau Kaya? Buka tidak suka menonjolkan dirinya, tapi lebih
Usaha Dong…!”. Waduh, itu basi banget! suka menonjolkan bukunya. Nggak apa-apa
Udah berulang-ulang kali dibahas orang. juga. Tapi nanti bukunya nggak akan selaku
Lewatin saja topik begitu. kalau ia juga mau menunjukkan diri secara
personal.
Kedua, sesuaikan gaya bahasa dengan pasar
yang ingin dituju. Lha, kalau bukunya Kedelapan, jalin hubungan baik dengan toko
adalah buku populer, jangan pakai gaya buku. Datang ke toko buku, kenalkan diri
dengan Supervisor Penjualan. Jalin juga

26  
 
 

hubungan baik dengan Divisi Promosi di wirausaha serta motivasi, pengarang yang
penerbit. dulu pertama kali saya kagumi ketika
membacanya adalah Andrias Harefa.
Sembilan, jangan sombong ketika Biarpun—mungkin karena dia sangat
bersosialisasi dengan orang lain. Ini pintar—kadang-kadang dia nggak terlalu to
mungkin klise. Tapi banyak orang yang the point dalam menyampaikan
tidak akan membeli buku kita kalau secara pemikirannya.
personal dia tidak suka dengan kita.
Sayangnya, saya banyak melihat pengarang Tapi ada sesuatu dalam tulisan-tulisannya
buku-buku keuangan populer dan wirausaha yang membuat saya selalu terinspirasi.
yang seringkali membuat gap sosial dengan Paulus Winarto juga oke. Keunggulannya
orang lain. Mereka hanya mau bergaul pada cara menyampaikan ‘pengalamannya’
dengan orang yang dia pikir selevel, seperti dalam setiap poin.
sesama pengarang, pejabat, dsb. Padahal, Untuk buku perencanaan keuangan, Antony
laku tidaknya buku kita, lebih banyak karena Japari menurut saya cukup baik. Tulisannya
berasal dari mereka yang memang bukan semakin matang. Saya banyak belajar dari
punya profesi seperti kita. beliau, terutama tentang perencanaan
keuangan. Masbukhin Pradhana, gaya
Sepuluh, terus belajar, terutama dari orang- bahasanya sudah cukup populer untuk orang
orang Indonesia sendiri. Tempat untuk yang baru pertama kali menulis buku. Dia
belajar ada banyak sekali, salah satunya akan jadi bintang di masa mendatang,
adalah di seminar. Tapi jangan salah, banyak asalkan dipasarkan dengan benar. Untuk
pengarang buku keuangan populer dan buku pemasaran populer, saya suka
wirausaha yang gengsi kalau hadir di Hermawan Kartajaya. Bukunya Marketing
seminar dengan pembicara orang Indonesia, in Venus sangat luar biasa. Saya juga suka
tapi mau hadir kalau pembicaranya adalah Edy Zaqeus, terutama bukunya yang
orang asing, bahkan kalau nama orang asing berjudul Resep Cespleng Menulis Buku Best
itu belum pernah terdengar sebelumnya. Seller. Kekuatan dia saya pikir ada pada
Kita ini terlalu luar negeri minded. Apa-apa buku-buku yang bertopik tentang penulisan,
yang dari luar negeri itu dianggap baik. bukan yang lain.
Padahal, kalau kita mau belajar dari sesama
orang Indonesia, kita akan dapat ide-ide Untuk cerpen, saya suka Ade Kumalasari.
baru dan segar yang justru lebih membumi. Bahasa dia di cerpen seringkali sangat to the
Belajar juga dari milis-milis. Salah satunya point dibanding ketika di novel. Saya juga
adalah milis suka cara dia menutup ending pada setiap
PenulisBestSeller@yahoogroups.com. tulisan-tulisannya. Setahu saya, ending-
ending seperti itu menunjukkan kecerdasan
Penulis buku yang Anda kagumi atau yang luar biasa. Dia akan jadi sangat
mempengaruhi Anda? terkenal di masa mendatang sebagai
pengarang mumpuni asal dia terus produktif.
Dulu waktu kecil, jelas Arswendo
Atmowiloto. Gayanya yang ‘langsung- Pengarang asing? Stephen Covey. Cuma
langsung’ sangat mempengaruhi saya. karena mungkin buku itu ditujukan buat
Sekarang, untuk buku keuangan populer dan HRD perusahaan, buku itu jadi tampil lebih

27  
 
 

‘rumit’. Seharusnya bisa dibuat lebih


populer lagi. Robert Kiyosaki, biarpun saya
nggak terlalu setuju sama isinya, tapi gaya
bahasanya populer. Terbukti dari banyak
orang yang terbawa pada alur pikirannya.

Definisi penulis sukses menurut Anda?

Gampang. Penulis sukses adalah penulis


yang bisa mengkomunikasikan ide-idenya
kepada pembaca, dan pembaca bisa
menerima ide-ide tersebut tanpa merasa
dipengaruhi. Seorang penulis sukses saran
saya sebaiknya tidak hanya menulis untuk
branding. Tapi untuk idealisme. Penulis
yang menulis dengan maksud untuk bisnis,
menurut saya hanya akan terjebak pada
persaingan yang tidak sehat dengan sesama
penulis lain yang menulis topik yang sama.

Tetapi, bila seorang penulis menulis untuk


idealisme, untuk memberikan sesuatu
berupa edukasi kepada pembaca, ini berarti
dia sudah mencapai level tertinggi dalam
menulis, yaitu memberikan sesuatu untuk
masyarakat.

Ok, thanks. Sukses selalu….

Sama-sama. Pesan saya, kunci menulis itu


sederhana saja: menulis, menulis, dan
menulis lagi. Praktik, praktik, dan praktik
lagi. Karena semua orang bisa menulis.(ez)

28  
 
 

Tak kalah menariknya, berdasar regresi itu


Nathalia Sunaidi: pula Nathalia berhasil menelusuri sebab-
musabab tantenya meninggal di usia muda
Kita Punya akibat kanker otak. Ia pun berhasil
menelusuri mengapa paman kekasihnya
Banyak Soulmate menderita penyakit HIV/AIDS. Dan tentu
saja, Nathalia berhasil menyingkap misteri
- 16 Desember 2006 – 11:14 (Diposting sosok soulmate yang sejati. Dari
oleh: Editor) penelusurannya, ternyata kita semua
memiliki seorang soulmate, bahkan kadang
Benarkah soulmate itu hanya satu atau justru jumlahnya bisa lebih dari satu.
tak terhitung banyaknya? Mengapa tak
sedikit orang terobsesi mendapatkan “Buku ini cenderung kontroversial,”
soulmateatau cinta sejatinya? Bagaimana komentar Andy F. Noya. “Namun, buku ini
pula dengan orang yang bisa jatuh cinta mampu menggoda pikiran kita untuk
kepada banyak orang? Mungkinkah mencari jawaban atas pertanyaan: Siapakah
soulmate kita berasal dari kehidupan lalu? aku ini?” lanjut Pemred Metro TV dan Host
Misteri apa yang ada di balik itu semua? Kick Andy tersebut.

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang coba Nathalia banyak membuka tabir reinkarnasi


dijawab oleh Nathalia Sunaidi, seorang dalam bukunya tersebut. Selain itu, ia juga
hipnoterapis muda berbakat, yang awal membagikan banyak hikmah yang dia dapat
Januari 2007 nanti akan meluncurkan buku dari proses penelusurannya. “Pokoknya,
berjudul Journey to My Past Lives menelusuri kehidupan lalu itu bisa menjadi
(Bornrich, 2007). Dalam buku tersebut, pengalaman spiritual yang menakjubkan.
Nathalia membeberkan hasil penelusurannya Banyak pelajaran berharga bisa diambil dari
ke kehidupan lalunya melalui metode regresi sana,” ujar Nathalia yang belajar hipnotis
kehidupan lalu berdasarkan hipnoterapi. Di secara outodidak.
Indonesia, tampaknya baru dialah yang
berani membongkar misteri reinkarnasi dan Nah, apa saja yang diungkap Nathalia dalam
menyusunnya ke dalam sebuah buku. buku perdananya tersebut? Bagaimana pula
ia menjelaskan soal soulmate yang begitu
Tak kurang dari 12 cerita menarik yang menarik bagi sebagian kalangan itu? Berikut
berhasil digali oleh perempuan kelahiran petikan wawancara Edy Zaqeus dari
Jakarta, 5 Januari 1981 itu. Misalnya, Pembelajar.com dengan Nathalia Sunaidi
berdasarkan regresi kehidupan lalu, Nathalia pada 15 Desember 2006:
berhasil melacak bahwa dirinya pernah
hidup sebagai seorang biku di tahun 475, Apa latar belakang penulisan buku
menjadi budak kulit hitam di Amerika, jadi Journey to My Past Lives ini?
nelayan biasa di Thailand, jadi prajurit angin
bangsa indian, bahkan ia pernah menjadi Pertama, bikin buku ini kan—setelah saya
pelayan kedai yang hampir saja dipaksa lihat kehidupan lalu saya—ternyata
melacurkan diri. perbuatan buruk itu benar-benar ada
akibatnya. Juga perbuatan baik itu sungguh-

29  
 
 

sungguh ada akibatnya. Sehingga saya tulis Anda sudah memikirkan risiko atau
buku ini untuk share bahwa suatu perbuatan potensi kontroversinya nanti?
baik atau buruk itu sungguh-sungguh ada
akibatnya. Apabila perbuatan buruk kita Tujuan terpenting dari penulisan buku ini
lakukan dalam hidup kita, itu akibatnya adalah supaya saya bisa membagi kepada
sangat mengerikan. Tapi, kalau kita orang-orang, bahwa sesuatu hal yang baik
melakukan suatu perbuatan baik, buahnya itu membuahkan hasil yang baik. Dan,
itu juga sangat luar biasa. Membahagiakan. sesuatu yang buruk itu benar-benar ada hasil
yang sangat buruk. Tujuannya sharing saja.
Bagaimana proses penulisan Supaya orang bisa
buku Anda ini? Penuh kita mencari akar membaca dan kalau
tantangan? permasalahannya—yang pada mereka bisa mengetahui
beberapa kasus—ternyata soal perbuatan baik dan
Em…hambatan dalam proses buruk itu, saya sudah
penulisannya di waktu. Karena akar masalah kehidupan cukup puas.
saya harus meregresi diri saya sekarang itu dibawa dari
lagi untuk mendapatkan kehidupan lalu kita. Dalam bahasa yang
sebuah cerita kehidupan lalu sederhana, regresi
yang komplit. Setelah itu saya harus konek kehidupan lalu itu apa?
dengan superconscious mind saya untuk
mencari tahu apa pelajaran dari kehidupan Regresi kehidupan lalu itu artinya kita
lalu itu. melihat kembali ke kehidupan lalu kita,
mengenai masalah-masalah di kehidupan
Dilihat dari gaya bahasa dan struktur yang sekarang ini, yang kita tidak bisa cari
kalimat, tulisan Anda bagus. Padahal ini akar permasalahannya di kehidupan
pengalaman menulis buku yang pertama sekarang. Jadi, kita mencari akar
ya. Belajar menulis di mana? permasalahannya—yang pada beberapa
kasus—ternyata akar masalah kehidupan
Saya nggak pernah belajar menulis secara sekarang itu dibawa dari kehidupan lalu kita.
khusus. Tapi sejak SD sudah suka bikin
puisi. Terus SMP dan SMA suka menulis Soal reinkarnasi, sebagian orang percaya
artikel-artikel untuk majalah Budhis, untuk sebagian lagi tidak. Reinkarnasi dalam
lingkungan terbatas. pandangan Anda itu seperti apa?

Waktu menulis buku ini, Anda mendapat Reinkarnasi—saya lebih suka menyebutnya
dorongan dari mana saja? tumimbal lahir—itu sebenarnya hanyalah
sebuah proses pembelajaran. Kita lahir dan
Yang paling mendorong, atau sebenarnya mati, lalu kita lahir dan mati lagi. Tapi,
sih agak memaksa ya si Gunawan (pacar selama jeda antara lahir dan mati itu adalah
Nathalia: red) ha ha ha… Supaya bisa proses pembelajaran kita, supaya batin kita
merampungkan buku ini secepatnya. lebih mencapai yang namanya
kesempurnaan. Jadi hanya itu, proses
Topik yang Anda tulis, reinkarnasi, agak pembelajaran saja.
kontroversial bagi sejumlah kalangan.

30  
 
 

Jadi, reinkarnasi atau tumimbal lahir itu kebijaksanaanlah yang nyata dalam regresi
tidak seseram yang diperkirakan banyak kehidupan lalu ini.
orang?
Dalam buku ini ada 12 kisah kehidupan
Justru sebenarnya kita itu tumimbal lahir lalu. Anda jadi biku, hampir jadi pelacur,
setiap saat. Apabila kita telah menjadi jadi budak, jadi orang indian, dll. Nah,
seseorang yang lebih baik, berarti batin kita yang paling mengesankan kisah yang
yang buruk itu telah mati. Dan, kita telah mana?
tumbuh menjadi orang yang baik. Jadi, kita
itu tumimbal lahir setiap saat. Setiap regresi kehidupan lalu yang saya
lakukan itu membawa suatu pelajaran yang
Apa benar Anda berhasil menemukan unik. Jadi, semuanya memiliki bobot yang
beragam karakter diri Anda dan pernah hampir sama untuk penyadaran di kehidupan
hidup di berbagai zaman? Seperti yang saya sekarang ini. Tapi kalau boleh saya
Anda tilis di buku tersebut? ceritakan, yang paling
Gunawan juga jatuh menyembuhkan saya ya itu,
Kalau kita diregresi, seperti saya cinta kepada cewek cerita tentang selingkuh itu.
pas meregresi diri saya itu, kita lain. Waktu itu, kami Karena regresi itu benar-benar
bisa melihat kehidupan lalu kita benar-benar tidak menyembuhkan saya.
seperti sedang menonton tv atau menginginkan hal itu.
film. Jadi, gambaran-gambaran Bagaimana jelasnya?
yang muncul di pikiran kita itu seperti kalau
kita benar-benar melihat keadaan Waktu itu kan saya jatuh cinta pada cowok
sebenarnya. Persis seperti nonton tv. lain, dan pada saat itu juga Gunawan juga
jatuh cinta kepada cewek lain. Waktu itu,
Apakah gambaran yang didapat itu kami benar-benar tidak menginginkan hal
benar-benar pernah kita alami? Kan itu. Saya sendiri saat itu merasa sangat sakit,
susah dibuktikan? karena mengetahui bahwa Gunawan itu bisa
mencintai orang lain selain saya. Setelah
Sebenarnya bisa dibuktikan kalau orang melihat dengan regresi, ternyata itu semua
yang diregresi atau masuk ke kekhidupan efek dari kehidupan lalu. Dan, kalau kami
lalu itu bisa akurat dalam menentukan tahun diam tidak bereaksi, maka perasaan-
kejadiannya, menentukan nama tempat, perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.
nama kota. Dan, juga disertai bukti-bukti Seperti uap yang menguap begitu saja. Dari
sejarah yang ada, itu sebenarnya bisa regresi itu saya benar-benar merasa
dibuktikan. Karena dalam beberapa kasus tersembuhkan…
yang ada itu bisa dibuktikan. Tapi, yang
paling penting dari regresi kehidupan lalu Dan perselingkuhan pun tidak
adalah di pelajarannya. Apabila di berlanjut…?
pelajarannya dari kehidupan lalu itu bisa
membawa pencerahan, atau membawa Tidak. Stop di situ.
kebijaksanaan dalam kehidupan yang
sekarang, maka berarti kehidupan lalu itu Anda sebutkan di buku ini, regresi
benar adanya. Karena, hanya kehidupan lalu bisa digunakan untuk

31  
 
 

mengetahui siapa soulmate seseorang. Jadi, soulmate pun—yang katakanlah


Bagaimana ceritanya? dari kehidupan lalu bertemu kita di
kehidupan sekarang—tetap harus ada
Sebenarnya, soulmate itu adalah orang- konteks atau situasi yang menentukan
orang yang dekat dengan kita dalam apakah dia akan menjadi soulmatekita di
beberapa kehidupan. Karena dalam setiap kehidupan sekarang atau tidak…?
kehidupan itu, kita seperti membawa suatu
grup orang yang biasanya itu lahir kembali Memang, untuk menjadi soulmate kita, itu
bersama kita. Tapi, peran mereka itu kadang memerlukan suatu kondisi. Suatu kondisi
berubah. Kadang perannya itu sebagai ayah yang bisa menjadikan soulmate kita yang
kita, bisa sebagai ibu kita, atau sebagai pacar sejati adalah sama tingkat kebijaksanaannya,
kita, kakak adik, teman… sama tingkat kemurahan hatinya, sama-sama
ingin belajar, dan beberapa hal lainnya.
Itu semua soulmate? Apabila mereka telah mencapai suatu level
yang sama, mereka akan menjadi soulmate.
Semua soulmate. Apabila level mereka berbeda, maka secara
perlahan-lahan pun akan mengalami
Bagaimana dengan penemuan soulmate gesekan-gesekan atau pertengkaran-
dalam pengertian pasangan hidup yang pertengkaran yang akhirnya menyebabkan
tak tergantikan? Regresi kehidupan lalu perpisahan. Karena adanya perbedaan
bisa membantu? kebijaksanaan itu sendiri.
Jika kebijaksanaan
Regresi kehidupan lalu bisa kita setara dengan Jadi, soulmate pun bisa
dipakai untuk melihat soulmate terpisahkah?
salah satu soulmate
kita di kehidupan lalu. Bisa. Tapi,
begitu banyak kehidupan lalu yang itu, maka kita akan Bisa. Tidak ada yang abadi…
kita miliki. Berarti, begitu banyak tertarik kepada dia.
soulmate yang pernah menjadi Bagaimana dengan orang
soulmate kita, yang mungkin di kehidupan yang punya kecenderungan memiliki
kita sekarang ini mereka eksis. Ada di antara banyak kekasih?
kita. Tapi, mungkin soulmate itu tidak hanya
satu orang. Mungkin ada satu orang, Seperti yang saya bilang, begitu banyak
mungkin beberapa, atau mungkin malah kehidupan lalu kita, begitu banyak soulmate
banyak orang. Nah, mereka itu punya kita. Berarti, mungkin banyak di antara
kemungkinan yang sama besar untuk soulmate kita itu di kehidupan sekarang ini
menjadi belahan jiwa kita, atau dalam berada di sekitar kita. Apabila kita bertemu
konteks ini menjadi suami atau istri kita. dengan salah satu soulmate kita, pasti akan
Yang paling menentukan adalah merasakan getaran. Kalau kita sesama jenis
kebijaksanaan kita. Jika kebijaksanaan kita dengan soulmate itu, kita akan merasakan
setara dengan salah satu soulmate itu, maka getarannya seperti sudah kenal lama.
kita akan tertarik kepada dia. Tapi dalam Langsung akrab jadi teman. Tapi lawan
perjalanan, kalau tingkat kebijaksanaan kita jenis, pasti getarannya rasa suka, rasa cinta.
berubah, maka mereka pun mungkin tidak Apabila kita tidak bisa mengendalikan diri,
akan menjadi soulmate kita lagi. mungkin saja ada keinginan untuk

32  
 
 

mengoleksi semua soulmate itu. Tapi sampai orang lain memberikan cinta sejatinya
kapan? Kuncinya adalah di pengendalian kepada dia.
diri dan komitmen untuk setia.
Dalam buku ini Anda sebutkan, regresi
Bagaimana dengan orang yang bermimpi kehidupan lalu dapat menyembuhkan
atau terobsesi untuk menemukan secara fisik maupun nonfisik.
soulmate-nya? Dalam artian, figur yang Penjelasannya?
paling cocok bagi kehidupan dia.
Katakanlah maunya sehidup Kalau yang nonfisik, secara
semati, belahan jiwa sejati…? Dan setelah melihat emosional itu bisa, karena saya
Siap menunggu lama untuk kehidupan lalunya, merasakannya sendiri. Juga
soulmatenya? Sia-siakah? beberapa waktu dikisahkan di sini, kehidupan
kemudian kankernya lalu itu menjawab pertanyaan-
Memang banyak kasus seperti itu sembuh. pertanyaan saya, yang juga
itu. Ada juga beberapa orang menyembuhkan saya secara
yang datang kepada saya, emosional. Kalau dari sisi fisik,
mereka terus-menerus mencari soulmate. ada orang-orang yang apabila di kehidupan
Mereka mengharapkan ada seorang sekarang itu menderita cacat, dia bisa
soulmate yang bisa sehidup semati. melihat apa yang dia lakukan di kehidupan
Mengapa banyak orang yang tidak bisa lalunya sehingga dia cacat di kehidupan
menemukan soulmate—atau saya bilang di yang sekarang. Kalau sudah cacat fisik,
sini cinta sejati—setelah ditelaah kehidupan mungkin tidak bisa tersembuhkan secara
lalu mereka, ternyata di kehidupan lalu fisik. Tapi secara emosional, mereka akan
mereka itu banyak menyakiti orang lain atau merasa lebih ringan, lebih baik. Karena
makhluk lain. Sehingga di kehidupan sudah mengetahui akar permasalahannya
sekarang ini, entah kenapa rasanya mereka dan mereka tahu pelajarannya, apa yang bisa
itu sulit sekali menemukan cinta sejati. dilakukan dalam kehidupan yang sekarang.
Kalau pun ada orang yang mencintai Tapi ada beberapa kasus, di buku-buku yang
mereka, entah mengapa di tengah jalan saya baca, terutama kasus-kasus di Amerika.
orang itu tidak bisa memberikan cinta yang Ada satu orang yang menderita kanker. Dan
tulus kepada mereka. Nah, orang yang sulit setelah melihat kehidupan lalunya, beberapa
mencari jodoh, apabila dicek kehidupan waktu kemudian kankernya itu sembuh.
lalunya, banyak di antara mereka itu yang
suka menyakiti orang lain atau makhluk Di buku ini juga Anda sebutkan, regresi
lain. Bahkan, mereka yang seperti itu, kehidupan lalu bisa dilakukan semua
kadang perlahan-lahan mereka itu akan orang. Bagamana caranya?
melepas jodohnya sendiri.
Setiap orang punya kemungkinan untuk
Jadinya nggak ketemu-ketemu dengan melihat kehidupan lalunya, jika mereka
cinta sejatinya…? mau. Dan jika mereka mempunyai
pertanyaan yang bagus, yang mau dicari
Ya. Ya. Ada semacam dorongan, suatu jawabannya di kehidupan lalu dia sendiri.
hambatan, atau suatu penghalang untuk Semua orang bisa apabila dia menjalankan
tahap-tahapnya. Bila di percobaan pertama,

33  
 
 

kedua, kelima, kesepuluh mereka belum Siap. Tapi, memang ada beberapa orang
bisa, kuncinya adalah di latihan. Karena, yang bila belum siap, mereka tetap tidak
kuncinya ada di relaksasi, di kondisi bisa melihat kehidupan lalunya.[ez]
ketenangan. Kebanyakan orang yang tidak
bisa masuk ke kehidupan lalu adalah orang-
orang yang tingkat ketenangannya belum  
bisa mencapai tingkat ketenanngan. Karena,
mungkin sendang banyak pikiran atau stres
dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan penting bagi orang yang ingin


melihat kehidupan lalunya?

Semua orang bisa melihat kehidupan lalu.


Tapi, kuncinya ada pada bagaimana kita
mengolah hasil regresi. Bagaimana kita
mengolah regresi kehidupan lalu itu untuk
diambil pelajarannya, untuk membuat
kehidupan yang sekarang ini menjadi lebih
baik. Apabila kehidupan lalu yang kita lihat
itu bisa membuat diri kita lebih baik di
kehidupan sekarang, maka itu bagus. Tapi
kalau kita tidak bisa mengambil
pelajarannya dan membuat kita di kehidupan
yang sekarang itu menjadi lebih buruk,
maka kehidupan lalu itu akan membuat
hidup kita lebih menderita.

Hikmah terbesar bagi Anda sendiri dari


penulisan buku ini?

Hikmah terbesarnya adalah saya bisa


membagikan pengalaman. Terutama, dengan
regresi ini membuat saya bisa melihat dan
merasakan kebijaksanaan-kebijaksanaan—
yang mungkin tidak akan pernah saya
lihat—bila saya tidak melihat kehidupan lalu
saya. Dengan buku ini, semoga orang-orang
bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari
buku ini, serta bisa membuat kehidupan
mereka lebih bahagia.

Anda siap membantu mereka yang ingin


melihat kehidupan lalunya?

34  
 
 

judul buku untuk berbagai penerbit. Ia


Bambang Trim: pernah meraih Juara I Lomba Penulisan
Buku Cerita Keagamaan Depag RI pada
Buku Kontroversi 2002, jadi Juara I Lomba Penulisan Artikel
Perbukuan 50 Tahun IKAPI, dan banyak
Tetap lagi prestasi lainnya.

Jadi Primadona Selain itu, Bambang juga aktif dalam


menggerakkan dunia penulisan dan
- 16 November 2006 – 10:41 (Diposting perbukuan. Ia sering mengadakan pelatihan-
oleh: Editor) pelatihan penulisan, editing, dan penerbitan.
Bambang punya visi yang maju perihal
Dalam jagad perbukuan dan penerbitan, bidang yang ia geluti saat ini. Sebagai bukti
nama Bambang Trim mungkin sudah tidak atas visi dan komitmennya untuk
asing lagi. Bambang memang kenyang memajukan dunia perbukuan dan penerbitan
dengan pengalaman penulisan buku, editing, di Tanah Air, dalam waktu dekat ini, ia
dan mengelola penerbitan. Dari tangan menggagas berdirinya Forum Editor
dingin Bambang pula, lahir racikan buku- Indonesia (FEI). Rencananya, FEI akan
buku bestseller terbitan MQS Publishing, dideklarasikan di Bandung pada 18
seperti Aa Gym Apa Adanya, Setengah November 2006 nanti. Inilah wadah
Kosong Setengah Isi, dan belakangan The pertama—dan mungkin satu-satunya—yang
True Power of Watter, yang telah terjual akan berperan aktif dalam merangsang dan
lebih dari 50.000 eksemplar dalam waktu memajukan peran para editor di Indonesia.
kurang dari setahun.
Berikut petikan perbincangan Edy Zaqeus
“Dari awal menjadi pemimpin di penerbitan dari Pembelajar.com dengan Bambang
MQ saya sudah menetapkan visi dan misi Trim, tentang kisah suksesnya mengelola
yang menjadi mimpi saya di dunia buku,” MQS Publishing, serta pandangannya
ungkap Bambang. “Saya ingin membuktikan terhadap situasi perbukuan akhir-akhir ini:
betapa penerbitan berbasis spiritual juga bisa
tampil profesional dan menerapkan prinsip- Bagaimana sejarah berdirinya MQ
prinsip yang benar tentang penerbitan Publishing (MQP)?
buku,” jelasnya lagi. Tak heran bila dalam
kendalinya, MQS Publishing kini tumbuh MQ Publishing awalnya didirkan pada 2003
menjadi salah satu penerbitan baru yang yang kemudian dimerger dengan PT Mutiara
cukup diperhitungkan kiprahnya. Qolbun Saliim yang sebelumnya bergerak
dalam bidang distribusi, pada 6 Agustus
Selain sebagai editor karier, Bambang Trim 2003. Jadilah kemudian nama yang
juga dikenal sebagai penulis yang produktif. digunakan adalah PT MQS Publishing. Nah,
Tulisannya tersebar di berbagai media MQ Publishing kemudian menjadi salah satu
massa, seperti Mitra Desa, Hikmah, Hoplaa, lini penerbitan PT MQS. Core business PT
Republika, Pikiran Rakyat, Kompas MQS kemudian diubah menjadi book
Matabaca, Medan Bisnis, dan Galamedia. publishing.
Buku yang ditulisnya tak kurang dari 50

35  
 
 

Jelaskan, jenis buku-buku apa saja yang Apa kriteria-kriteria dasar naskah yang
awalnya dibidik oleh MQSP? bisa diterbitkan di MQSP?

Awalnya MQS menerbitkan buku dengan Kriteria umum tentu yang tidak
basis manajemen qolbu. Terbanyak adalah bertentangan dengan asas keislaman,
buku-buku pengembangan diri serta Islam gagasan orisinal dan menarik atau bentuk
yang ringan seperti halnya konsep dakwah lain gagasan yang lebih inovatif, ditulis
KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). dengan bahasa yang gamblang atau mudah
Soalnya penerbit ini memang dibangun dari untuk dicerna serta dinalar, dan terutama
komunitas Pesantren Daarut Tauhiid dan marketable.
awalnya berada dalam naungan MQ
Corporation milik Aa Gym. MQSP berhasil meluncurkan buku-buku
yang laris di pasaran, seperti “Aa Gym Apa
Apakah dalam perjalanan berikutnya ada Adanya”, “Setengah Kosong Setengah
pengembangan-pengembangan segmentasi Isi”, dan terakhir buku “The True Power
dan jenis buku yang diterbitkan? of Water”. Apa trik dan strateginya?

Dalam perjalanannya MQS memang Buku-buku laris itu bisa lahir dari intuisi,
mengembangkan beberapa imprint atau lini bukan selalu mengikuti tren yang ada.
penerbitan, seperti Khansa untuk buku Pendekatan spiritual memang bisa
remaja dan kewanitaan, MQ Kecil untuk digunakan dalam kancah bisnis penerbitan
buku anak, Khas MQ untuk buku-buku seperti ini. MQS selalu melihat potensi dua
bertema manajemen qolbu dari hal terkait dengan naskah:
civitas Daarut Tauhiid, serta Buku-buku laris itu bisa pertama, potensi gagasannya;
KOLBU untuk buku lahir dari intuisi, bukan dan kedua, potensi penulisnya.
keterampilan dan wacana baca- Dua hal ini coba disatukan,
selalu mengikuti tren
tulis. Sesuai dengan blue print lalu didiskusikan bagaimana
business plan-nya, MQS yang ada. potensinya bisa dioptimalkan
memang menargetkan punya sehingga menjadi buku yang
varian produk yang lengkap hingga 2010, powerful. Trik utama adalah selalu membuat
termasuk menggagas buku pendukung perbedaan (diferensiasi), membawa isu
pelajaran, buku referensi, serta Quran. menjadi gebyar, dan menggunakan
kemampuan public speaking dari penulis
Dalam sebulan, berapa banyak naskah atau orang yang ‘dipinjam’ untuk itu guna
yang masuk ke MQSP? menyentuh hati para calon pembaca.

Naskah yang masuk ke MQS setiap Contoh: Buku Aa Gym Apa Adanya adalah
bulannya rata-rata 10-20 naskah. Umumnya buku autobiografi yang disusun dengan ide
MQS sudah memprogramkan naskah buku autobiografi Muhammad Ali. Konsep
(solicited) sehingga naskah yang masuk dakwah Aa yang relatif sederhana dan
dalam arti kiriman insidental (unsolicited) mengena sangat cocok diterapkan dalam
memang bukan prioritas utama. bentuk autobiografi per episode mirip
penulisan feature singkat. Lalu, buku ini
dipilihkan judul Aa Gym Apa Adanya yang

36  
 
 

menunjukkan kebersahajaan serta anak judul MQSP juga rajin mengeluarkan buku-
Sebuah Qolbugrafi sebagai eye catcher. buku co-writing antara Aa Gym dengan
Alhasil, buku ini pun muncul sebagai beragam tokoh. Apa maksud strategi ini?
autobiografi yang lain daripada yang lain
serta ditunggu orang yang ingin tahu riwayat Kalau satu sudah powerful ditambah satu
da’i fenomenal ini. tentu semakin berdaya. Aa Gym tokoh yang
sampai saat ini bisa diterima oleh berbagai
Kami menerapkan konsep 4C untuk kalangan dan multitalent. Sebagai salah satu
suksesnya sebuah buku, yaitu Content, program optimalisasi potensi Aa Gym maka
Context, Creativity, dan Community. kami pun mencoba menggabungkan
ketokohan Aa Gym dengan tokoh lainnya.
MQSP tampaknya sangat diuntungkan Yang sudah berjalan yaitu Aa Gym dan
oleh popularitas Aa Gym. Benarkah Hermawan Kartajaya serta Aa Gym dan
demikian? Andrew Ho.

MQS adalah perusahaan penerbitan yang Menurut pendapat Anda, siapa saja yang
didirikan oleh Aa Gym. paling berperan dalam suksesnya
Popularitas Aa Gym secara Karena itu, peran sebuah penerbitan?
langsung maupun tidak langsung editor sangat
pasti berimbas pada larisnya Penerbitan merupakan perusahaan
penerbitan MQS. Namun, yang esensial dalam yang unik karena di dalamnya
sebenarnya dilakukan adalah sebuah penerbitan. banyak profesi yang terlibat.
optimalisasi potensi Aa Gym Untuk bahan baku naskah
dalam dakwah oleh MQS. Dalam berkualitas saja dibutuhkan kerja
hal ini MQS pun tidak sepenuhnya serius dari profesi penulis/pengarang. Jadi,
menggantungkan penerbitan pada figur Aa sukses sebuah buku adalah keberhasilan
Gym sehingga tetap dicari terobosan- sebuah tim, yang intinya adalah para
terobosan baru. penulis, editor, layouter/desainer, serta
marketer. Kekompakan komponen
Belakangan MQSP juga mengeluarkan profesional ini akan meniscayakan sukses
buku-buku dengan kemasan yang lebih sebuah buku.
eksklusif. Apa sasarannya?
Seperti apa sih idealnya peran seorang
Sasarannya tentu kelas menengah Indonesia editor dalam sebuah penerbitan?
yang lebih smart dan perlu context
(kemasan) yang meyakinkan. MQS tentu Editor semestinya profesi yang serbabisa
ingin memberikan kontribusi pengetahuan dalam sebuah penerbit. Ia semestinya punya
kepada kelas menengah Indonesia. Di kemampuan sebagai problem solver,
samping itu, MQS juga punya komitmen decision maker, public speaker, serta
membangun brand image sebagai penerbit effective people. Di tangannya perencanaan
profesional yang patut diperhitungkan. sukses sebuah buku seharusnya terpetakan.
Karena itu, peran editor sangat esensial
dalam sebuah penerbitan. Sayangnya peran
ini belum terdefinisikan jelas karena

37  
 
 

minimnya pengetahuan publishing science melainkan menjadi mudharat yang


maupun editologi di lingkungan penerbit merugikan banyak pihak.
sendiri.
Apakah kemunculan mereka bisa menjadi
Bagaimana Anda memandang tren dunia ancaman bagi penerbit-penerbit mapan?
perbukuan dewasa ini?
Self-publisher boleh jadi lebih sukses dari
Tren atau kecenderungan perbukuan di perusahaan penerbit yang lebih besar. Kalau
Indonesia sangat dinamis dan cepat berganti. sukses, tentu lambat laun self-publisher juga
Setelah muncul sastra Islami, kemudian akan menjadi perusahaan. Persaingan adalah
muncul tren teenlit dan chicklit, lalu entah hal yang tidak bisa dihindari. Namun,
apa lagi. Namun, yang pasti buku melihat pembinaan yang kurang terhadap
kontroversi tetap jadi primadona di self-publisher ini, kemunculan mereka
Indonesia, seperti terjemahan The Da Vinci belumlah menjadi ancaman yang berarti.
Code ataupun buku karya Habibie. Bahkan, Kecuali para self-publisher membuat
MQS pun sempat mencoba kontroversi air semacam asosiasi seperti IKAPI, lalu serius
lewat The True Power of Water melakukan pembinaan SDM dan
yang telah terjual 50.000 kerapkali self- profesionalitas penerbitannya.
eksemplar lebih dalam waktu publisher di Indonesia Saya yakin para self-publisher
kurang dari setahun. tidak paham betul juga bisa menggoyang eksistensi
proses sesungguhnya penerbit mapan.
Bagiamana pandangan Anda penerbitan buku
terhadap munculnya banyak sehingga persoalan Dari segi dampak terhadap
sekali self/independent perkembangan industri
kualitas menjadi abai.
publishing? perbukuan?

Self-publishing di Amerika adalah tradisi Industri perbukuan, dengan kehadiran self-


yang mencerminkan kemajuan intelektual publisher, tentu akan semakin bergairah.
masyarakatnya. Kalau di Indonesia muncul Namun, jika tidak terkontrol dalam soal
tren self-publishing tentu itu hal yang baik kualitas, masyarakat pembaca bisa protes
asal diimbangi dengan pengetahuan yang dan ini merugikan penerbit secara
memadai tentang book publishing—jadi keseluruhan. Indonesia tampaknya memang
tidak hanya semangat ingin menerbitkan. sudah perlu memiliki Menteri Perbukuan
Semakin banyak penerbit berbiak tentu Nasional untuk menangani produksi buku
masyarakat semakin terjamin mendapatkan bagi 200 juta lebih umat Indonesia ini, he..
varian bacaan. Akan tetapi, tantangannya he.. he…(ez)
kerapkali self-publisher di Indonesia tidak
paham betul proses sesungguhnya
penerbitan buku sehingga persoalan kualitas
menjadi abai. Lebih parah lagi kalau  
penerbitannya mulai menabrak-nabrak
pakem copyright. Jadi, terkadang berdirinya
 
self-publishing bukan menjadi berkah,

38  
 
 

Masbukhin lahir di Gresik, Jawa Timur,


Masbukhin pada 23 Agustus 1974. Sejak SD dia sudah
mencicipi rasanya menjadi “wirausaha”,
Pradhana: Lebih misalnya dengan beternak ayam, jualan lilin
dan kembang api, dan buka toko kelontong
Enak Memulai di rumah orangtuanya. Sampai saat kuliah
dan menjadi pegawai negeri sipil di Malang,
Bisnis Saat Masih dia tetap suka berwirausaha. Gagal dan
bangkit lagi, itulah tabiat pengusaha.
Jadi Karyawan Akhirnya, nasib membawanya menjadi
karyawan sebuah perusahaan otomotif di
- 16 Oktober 2006 – 14:22 (Diposting oleh: Jakarta.
Editor)
Masih sambil menekuni bidangnya sebagai
Saat ini, semakin banyak saja pengusaha karyawan bidang Teknologi Informasi,
yang membagikan pengalamannya melalui bersama istrinya dia melanjutkan kegemaran
buku. Tidak harus menunggu hingga jadi menjalankan berbagai bisnis atau usaha
konglomerat dulu baru membuat buku. Yang sampingan. Ternyata, bisnisnya jalan,
terpenting bukan lagi ukuran bisnis, tetapi terutama bisnis grosir voucher. Hingga
lebih pada semangat berbagi pengalaman akhirnya, dia berhasil memiliki enam gerai
serta nilai-nilai entrepreneurship yang grosir voucher di berbagai lokasi dengan 17
digaungkan. Terlebih, penerbit juga sudah karyawan, jadi mentor di sebuah komunitas
memberi keleluasaan kepada banyak calon bisnis, sambil sesekali menularkan ilmunya
penulis yang berlatar belakang pengusaha melalui artikel.
untuk unjuk karya. Maklum, medan
persaingan penerbitan buku semakin ketat. Dalam pandangan Masbukhin, saat yang
Alasan lain, buku-buku entrepreneurship tepat untuk membuka usaha justru pada saat
punya penggemar tersendiri. Bahkan, tak orang masih jadi karyawan. “Sebab, kita
sedikit dari buku-buku jenis ini yang sangat bisa memanfaatkan tabungan untuk modal.
digemari oleh pembaca serta meraih Kalau bisnis belum jalan, kita masih punya
predikat best seller. gaji. Kalau bisnis sudah jalan, hasilnya bisa
ditambahkan ke modal usaha. Atau gaji bisa
Masbukhin Pradhana adalah salah satu di dijadikan tambahan modal,” jelasnya.
antaranya. Pengusaha yang bergelar Raja
Voucher ini baru saja meluncurkan buku Tepat ketika artikel-artikelnya diterbitkan
berjudul Cara Brilian Menjadi Karyawan menjadi buku pada Agustus 2006 lalu,
Beromzet Miliaran (Elexmedia Komputindo, Masbukhin mengundurkan diri sebagai
2006). Judul buku yang sangat menggoda, karyawan. Kini, dia menekuni bisnis
memang. Terlebih bagi para orang gajian vouchernya, menjadi mentor bisnis, dan
yang benar-benar ingin mandiri, punya merambah dunia public speaking. Bukunya
penghasilan lebih, punya bisnis sendiri, dan pun langsung cetak ulang pada bulan kedua
akhirnya sungguh-sungguh jadi pengusaha. peredarannya. Berikut petikan wawancara
Edy Zaqeus dari Pembelajar.com dengan

39  
 
 

Masbukhin yang berlangsung di Plaza pengusaha?” Jawabnya, “Oh, ntar dulu!”


Semanggi, Jakarta. Ada yang alasannya tidak punya bakat, tidak
punya modal, banyak alasanlah ya. Banyak
Apa motif penulisan buku Cara Brilian alasan untuk tidak terjun ke dunia bisnis.
Menjadi Karyawan Beromzet Miliaran Tapi mereka berminat jadi kaya.
ini?
Masalah apa yang biasa dihadapi
Pertama, saya orangnya suka sharing. karyawan yang baru terjun ke dunia
Sharing berdasar pengalaman. Kedua, wirausaha?
banyak orang yang mulai berbisnis itu harus
jungkir balik. Termasuk saya. Saya mulai Pertama adalah waktu. “Wah, waktu saya
berbisnis itu beberapa tahun selalu jungkir habis untuk kantor, ndak mungkin saya
balik. Karena tidak pernah sharing mulai!” Kedua, soal modal, “Wah, modal
pengalaman. Nggak gampang, karena saya saya ndak cukup untuk memulai suatu
harus mencari sendiri. Hasil pengalaman bisnis.” Yang ketiga, “Saya ndak punya
saya sendiri digabung dengan pengalaman bakat, ndak punya ilmunya, ndak punya
bisnis beberapa senior, pengalaman.”
ternyata bisa mempercepat “Saya ndak punya
proses pencarian jati diri bisnis bakat, ndak punya Pengalaman Anda, bagaimana
kita. Nah, saya tidak ingin ilmunya, ndak punya memulai usaha sambil tetap
masa coba-coba saya yang pengalaman.” jadi karyawan?
beberapa tahun itu dialami
oleh orang yang masih dalam proses Tadi ada tiga masalah ya. Misalnya kendala
pencarian bisnisnya. Lahirlah buku ini. pengalaman, saya sudah memiliki sedikit
Mungkin, kalau saya dulu coba-cobanya pengalaman. Lalu saya ikut mentoring,
tujuh tahun, mungkin bagi pemula yang belajar bisnis pada orang yang sudah
membaca pengalaman kami bisa cuma satu berpengalaman. Bisa ke orangnya langsung,
atau dua tahun untuk mendapatkan bisnisnya bisa belajar dari buku-buku, seminar. Kedua
yang cocok. soal waktu, ya kita harus investasi waktu
untuk memulai bisnis itu sendiri. Apakah
Seberapa banyak karyawan yang minat mulai dari Sabtu dan Minggu. Misalnya sore
jadi orang kaya melalui wirausaha? hari juga bisa. Makanya saya berusaha
tinggal dekat kantor, sehingga waktu tempuh
Saya lihat banyak sekali. Saya tidak bisa pun singkat, kan? Sehingga saya punya
omong angka karena belum riset. Yang waktu untuk mengontrol bisnisnya. Ketiga
jelas, kalau kita lihat kondisi di luar, siapa soal modal. Justru karena kita jadi
sih orang yang kaya itu? Kebanyakan karyawan, kan kita dapat gaji. Bisnis yang
pengusaha, kan? Entah 80 persen atau 90 baru dimulai jarang yang langsung untung.
persen adalah pengusaha. Sekarang dibalik Perlu proses. Di sinilah, kita sebagai
pertanyaannya, apa pun statusnya apakah karyawan diuntungkan. Karena ketika bisnis
karyawan atau masih mahasiswa, “Apakah itu belum menguntungkan, cash flow belum
Anda ingin kaya?” Pasti jawabnya ya, positif, kita masih mendapatkan gaji. Paling
pingin, pingin dapat duit banyak. Tapi kalau nggak untuk nutup kekurangan. Syukur-
ditanya lebih lanjut, “Anda mau nggak jadi syukur kalau kita sudah punya tabungan.

40  
 
 

Masak sih sudah bekerja dua tahun lebih besar. Jadi saya harus memilih dan ada
misalnya, kita ndak punya tabungan sama yang saya amputasi.
sekali? Dari tabungan itu bisa kita pakai
buat modal usaha. Dan dari situ tiap bulan Waktu menghadapi kendala di awal
kita tambahkan modalnya. merintis bisnis, apa yang Anda lakukan?

Kuncinya, karyawan harus punya modal Saya berproses. Waktu saya sudah menjadi
tertentu untuk memulai usaha? karyawan di Jakarta, saya patungan bisnis
dengan teman-teman di daerah. Sayang
Betul. Bisnis apa pun perlu duit. Berapa pun bangkrut. Bikin bisnis lagi, restoran soto
besarnya, itu tergantung bisnisnya. Cuman, betawi, patungan berlima, tapi nggak
duit modal ini bukan selalu punya kita. ngangkat juga. Lalu saya analisis, mengapa
Kalau kita punya ide bisnis, dan kita mampu tidak berhasil? Akhirnya saya harus ngerti,
menjual ide tersebut kepada orang yang saya harus bisa, yaitu bisnis yang sekarang
punya duit. Maka, kita bisa memulai bisnis saya jalankan.
ini bersama. Orang lain yang
punya duit sebagai investor, Mindset itu dari mental, Sekarang Anda sudah sampai
kita bisa menjalankan sehingga mentalnya pada tahap berbagi
operasionalnya. harus dibentuk dulu. pengalaman kepada orang lain.
Mental pengusaha Oke, bagaimana ceritanya kok
Berarti minatnya yang harus ada ide menulis buku ini?
besar dulu, bukan selalu soal dengan mental
modal? karyawan itu beda, kan? Tadinya saya tidak kepikiran
mau bikin buku. Dulu waktu
Minatnya, betul! Minat itu berasal dari kecil sih pernah bercita-cita jadi penulis.
mana, tentu dari mindset kita, kan? Mindset Waktu itu saya lihat, seorang penulis itu
itu dari mental, sehingga mentalnya harus pasti orang yang betul-betul sekolah,
dibentuk dulu. Mental pengusaha dengan terpelajar. Misalnya, yang nulis buku itu
mental karyawan itu beda, kan? profesor. Keren banget, kan? Tapi, saya
tidak punya keahlian ke sana. Walau saya
Saat masih jadi karyawan dan baru terjun punya background pers kampus dan nulis-
ke bisnis, kesulitan-kesulitan apa yang nulis artikel. Tapi beda dengan Anda yang
Anda alami? seorang wartawan misalnya, pasti menulis
itu mahir sekali. Jadi, dalam menulis saya
Awalnya saya mulai bisnis toko kelontong itu hanya bercerita tentang pengalaman saya.
eceran itu. Tapi, kok untungnya sedikit. Lalu Sharing melakukan ini-itu dalam artikel-
saya tambahi lagi, usaha yang lain. Sehingga artikel kecil. Lama-lama saya kumpulin kok
setelah itu saya punya empat unit usaha, tapi lumayan banyak, ya? Ada yang usul, jadikan
tidak tahu profit terbesarnya dari mana. Nah, buku saja. Lalu saya kelompok-
seiring berjalannya waktu saya semakin kelompokkan, masing-masing kelompok
ngerti, oh ini effort-nya besar dapatnya saya kembangkan lagi, lalu disistematisasi
besar. Yang ini effort-nya kecil hasilnya menjadi sebuah buku.
kecil, tapi bisa dikembangkan lagi menjadi

41  
 
 

Selain dari pengalaman sendiri, dari mana Bagaimana perasaan Anda setelah buku
saja Anda mendapat ide untuk menulis pertama terbit?
artikel-artikel tersebut?
Saya surprise sekali! Saya tidak pernah
Saya kan jadi owner dua mailing list (milis). membayangkan hasilnya akan sehebat itu.
Yang paling gede itu Bisnis-Smart 850 Memang, sejak awal saya
member dan Voucher Grosir 350. Dan, memvisualisasikan, kalau punya buku akan
sinergi dalam milis itu hebat sekali, tidak begini-begini. Ternyata hasilnya lebih
hanya dengan saya. Tapi antar member, bagus. Kaver bagus. Dari segi editing
saling memberikan support, saling jadinya juga lebih halus. Dan lebih
memberikan semangat. Sampai ada orang terstruktur, karena ada grouping dan tugas-
Indonesia yang di luar negeri itu mengerti tugas untuk para pembaca. Bahasanya
soal saya. Dia percaya saya dan sekarang dia sederhana, bisa diikuti orang lain, dan saya
jadi investor saya. Ndak pernah saya ketemu yakin bisa. Buku ini isinya adalah
orangnya. Begitu dahsyatnya komunitas itu. pengalaman saya yang bisa ditiru orang lain.
Kenapa saya sekarang keluar dari
Sebelum jadi buku, artikel-artikel Anda karyawan? Karena saya akan konsentrasi di
terbit di mana saja? bisnis saya. Tapi untuk memulai bisnis, ndak
usah nunggu keluar dulu atau pensiun.
Kebanyakan di komunitas maya. Ada di Mulai saja sekarang. Tapi kalau Anda
Purdiechandra.com, Swa.co.id, berpikir bisnis Anda sudah
Usahaku.net, Pembelajar.com Waktu, konsentrasi, bagus, untuk masa depan Anda
juga ada, dan terbanyak di situs dan mood. Kadang- sudah cukup dan Anda ingin
saya sendiri, Masbukhin.com. konsentrasi di situ, lalu Anda
kadang kalau kita pas
Dulu ada juga artikel saya di keluar ya tidak masalah.
majalah Bisnis Kita (Sudah ngambek, itu nulisnya
berhenti terbit, red), majalah juga ndak nyambung. Tanggapan keluarga atau
Duit, lalu tabloid Bisnis Uang rekan-rekan bisnis?
(Sudah berhenti terbit, red), saya sebagai
narasumbernya, juga tabloid Peluang Kalau teman-teman di milis, buku ini sudah
Usaha. dinanti-nantikan. Gembar-gembornya sudah
tiga sampai empat bulan yang lalu. Istri
Kendala dalam penulisan? senang sekali. Teman-teman juga pada
komentar karena melihat foto saya di buku
Waktu, konsentrasi, dan mood. Kadang- itu dan sudah ada di toko-toko. Mereka
kadang kalau kita pas ngambek, itu nulisnya semua ikut senang.
juga ndak nyambung. Waktu ya masalahnya,
karena saya juga masih jadi karyawan, dan Sekarang Anda merambah dunia public
harus juga ngurusin bisnis. Kalau saya speaking. Apa yang ingin Anda raih?
berpikir buku itu harus sesempurna
mungkin, mungkin buku itu ndak akan Saya orangnya memang suka tampil di
terbit-terbit ya ha ha ha… Makanya saya depan umum. Ditambah dengan semangat
perlukan seorang editor untuk finishing. saya untuk sharing, ditambah dengan
pengalaman bisnis saya. Saya lihat, banyak

42  
 
 

juga orang yang butuh sharing langsung.


Lewat buku saja tidak cukup. Sisi yang lain,
masih banyak juga masyarakat yang malas
baca. Ada tiga hal prioritas, saya sebagai
entrepreneur, saya sebagai public speaker,
dan ketiga saya sebagai penulis buku.
Prioritas saya sebagai seorang entrepreneur.
Misalnya, ada yang membutuhkan saya
untuk sharing pengalaman, ya saya tidak
akan menolak. Saya juga kepikiran, apakah
memungkinkan membuat semacam sekolah
bisnis. Itu akan menciptakan sebuah bisnis
yang baru lagi.

Sudah merencanakan buku berikutnya?

Kalau buku yang pertama kan saya bicara


kapan saat yang tepat untuk keluar kerja.
Sambil mendalami mindset sebagai
karyawan yang berbeda dengan menjadi
pengusaha. Buku berikutnya, mungkin akan
membuat lebih detail lagi langkah-langkah
persiapan untuk mundur jadi karyawan dan
menekuni bisnis. Baru kemudian bicara
tentang prospek bisnis-bisnis yang ada saat
ini.[ez]

43  
 
 

yang benar-benar menghibur tapi juga


Alexandra Dewi: menyentuh.

Menulis Jadi Susah “Kisah-kisah dalam buku ini semuanya


nyata, bukan fiksi. Aku alami sendiri dan
Kalau Orientasinya benar-benar ada di sekelilingku,” jelas Dewi
kepada Edy Zaqeus dari Pembelajar.com.
Melulu Pasar “Saya inginnya menulis sesuatu yang ada
emotional attachment-nya. Tidak melulu
- 15 September 2006 – 13:43 (Diposting yang berorientasi pasar. Susah menulis kalau
oleh: Editor) orientasinya melulu pasar,” terang Dewi,
jebolan American College for the applied
Lagi, dunia perbukuan di Tanah Air arts, Los Angeles, USA, ini.
diramaikan oleh penulis gaya metropolis
dengan karya yang ringan, menghibur, Yang unik dari buku ini adalah perpaduan
kosmopolis, tapi juga sarat pesan moral. dua cara pandang—antara Dewi yang sudah
Alexandra Dewi bersama rekannya Cynthia berumah tangga dengan Cynthia yang masih
Agustina menelurkan sebuah karya berjudul single—dalam rangkaian tulisan yang
I Beg Your Prada (Gramedia, 2006), yang kadang bertolak belakang, kadang pula
segera di-launching pada 19 September saling menguatkan. Tapi, menurut Dewi
2006 ini di sebuah toko buku di Jakarta yang kelahiran 11 Mei 1974 dan sudah
Pusat. dikarunia dua putera ini (Jessie Chen 6
tahun dan Mason Chen 3 tahun), perbedaan
Buku yang berisi cerita-cerita keseharian ini yang ada justru semakin menguatkan pesan-
asal mulanya adalah coretan-coretan dalam pesan moral yang hendak disampaikan.
jurnal dan curhat melalui email. Tak Alhasil, perpaduan tulisan keduanya tetap
disangka, topik-topik yang dibahas dalam enak dinikmati dan tampak dijagokan oleh
jurnal dan curhatan tersebut ternyata penerbitnya. Berikut petikan dari obrolan
mengandung sejumlah keprihatinan atas ringan dengan Alexandra Dewi di kantornya
situasi sosial di sekeliling para penulisnya. di Jalan Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan:
Banyak pesan moral di dalamnya yang patut
dilongok siapa saja. Apa yang mengilhami Anda menulis
buku I Beg Your Prada ini?
Namun bukan sekadar keprihatinan yang
menyentuh. Dewi—yang sehari-hari adalah Kebetulan aku kan suka nulis-nulis di
pimpinan puncak perusahaan sekaligus ibu komputer. Temen-temenku yang deket-deket
rumah tangga—dan Cynthia yang masih kan semuanya di luar negeri. Jadi aku pasti
single dan suka melancong keluar negeri, ngemail dong sama mereka, ceritanya
mampu menyajikan tulisan-tulisan yang seperti apa. Mereka seperti saudara sendiri,
sangat menghibur. Semua menyangkut kenal dari remaja sampai sekarang. Nah,
polah tingkah kelas menengah di perkotaan, hal-hal yang diobrolin itu kan hanya ke
baik di Jakarta maupun di luar negeri. temen-temen deket aja.
Jadilah I Beg Your Prada sebuah racikan

44  
 
 

Nggak mungkin dong kalau baru kenal sama mikirin ini pengalamanku—yang menurut
orang nanya-nanya hal yang… Kalau nggak pendapatku—yang kalau dibaca pun akan
deket pasti mereka nggak discuss. Tapi menjadi sebuah entertainment. Selain
kalau boleh tahu, kan pasti pingin nanya inspiratif dan membuat orang mau berpikir.
juga, gitu lho! Kadang-kadang aku Susah kalau orientasinya bukan karya tapi
wondering, kalau pikiran orang lain itu melulu pasar. Kecuali orang yang benar-
seperti apa sih? Tapi aku pikir, alangkah benar writer ya.
enaknya kalau ini bisa dibagikan ke orang
lain. Padahal Anda orang bisnis,
kan?
Bentuk awal tulisan-tulisan ini Susah kalau
seperti apa? orientasinya Ya. Kalau bisnis ya bisnis. Kalau
bukan karya tapi penulisan kan art, karya.
Jurnal. Diary.
melulu pasar.
Itu menimbulkan kepuasan
Kenapa memilih bentuk itu? Kecuali orang yang lebih besar?
yang benar-benar
Karena lebih dari dalam hati. Apa writer ya. Ya.
adanya, ya kan? Jadi bukan untuk
mempengaruhi orang. Bukan untuk Apa aja sih yang dibicarakan di buku ini?
mengritik. Tapi ya kejadian sehari-hari aja.
Jadi bener-bener datang dari hati aja. Jujur. Isinya seputar jalan hidup yang berbeda-
beda. Yang single tentu problemnya beda-
Bagaimana perasaan Anda saat tulisan- beda sama yang sudah berumah tangga.
tulisan itu bisa diterbitkan jadi buku? Trus, yang sudah berumah tangga pun
problemnya juga berbeda-beda. Ada yang
Ya senang. Nggak nyangka aja. Ke-GR-an belum punya anak. Ada yang anaknya enam.
malah. Trus udah itu, mikir-mikir sampai Ada yang pingin nggak punya anak sama
aku baca-baca lagi, apa sih sebetulnya yang sekali.
menarik dari tulisanku itu? Karena ini kan
sebenarnya obrolan sehari-hari. Jadi, kalau Ada soal-soal benturan budaya dalam
aku bisa lihat dari sini, mungkin kalau kita buku ini?
nulis bukan karena motivasi uang, bukan
mengikuti kesenangan pembaca saja, kira- Ya. Benturan budaya lebih banyak dari
kira yang laku itu apa, mungkin akan lebih tulisan Cynthia ya. Kayak jam karet. Jam
menghasilkan sesuatu yang otentik. karetnya itu numpuk gitu lho. Dalam tulisan
dia nih ya, misalnya sehari kita janji jam
Katanya kalau nulis fiksi kayak novel itu delapan, ntar datengnya jam 10. Akhirnya
kan lebih bagus ya pasarannya. Tapi, kalau yang jam 10 diundurin ke jam 12. Nah, yang
itu bukan aku, susah juga aku nulisnya. Bisa jam 12 ini nggak janji lagi, nggak tahu
aja aku bikin novel, tapi nggak dari dalam datangnya jam berapa.
hatiku, gitu lho! Trus aku mikirnya begini,
“Apa kira-kira yang dimaui pembaca itu?” Akhirnya kan setiap hari seperti itu. Kalau di
Itu aku mikirin dia. Tapi kalau buku ini, aku dunia Barat, orangnya cukup on time ya. Di

45  
 
 

sini, ada yang kadang-kadang telat pun Aku bilang ke temenku, aku ingin nulis
nggak ngomong. Nanti datangnya sesuka- buku. Lalu aku bilang, untuk buku yang
suka dia, kesulitannya itu ndak diomongin. pertama aku nggak mau nulis sendiri.
“Lu di mana?” Nggak dijawab. Nanti aja Karena tema buku ini kan perempuan
kalau mukanya nongol baru, banget. Nah, aku maunya ada pendamping
“Sorry!” yang single, yang sangat bertolak
Dia kan belum belakanglah. Temenku kenal dengan
Kalau model tulisan Cynthia married. Jadi biar Cynthia, dia minta aku cek blog-nya.
awalnya seperti apa? Aku cek, aku suka gaya
buku ini
penulisannya, aku kontak dia,
Kalau Cynthia awalnya dari pandangannya ternyata dia mau.
blog. Dia menuliskan bukan dari orang
pengalamannya. Cynthia itu kan married aja. Itu juga pengalaman pertama
orangnya begini. Dia tuh Cynthia menulis buku?
sukanya kerja-kerja. Kalau uangnya cukup
lalu dia travel, uangnya dihabiskan, gitu lho. Ya. Selain di blog yang diterbitkan jadi
Kira-kira seperti itu. Dia nggak worry dia buku, ini yang pertama kali sama aku.
nggak punya tabungan nggak punya apa.
Dia nggak worry. Nah, kalau aku kan Jurnal kan biasanya tulisan mentah. Bisa
bertolak belakang sama sekali sama Cynthia. juga dijadikan buku?
Karena dia travel terus, tentu dia kontaknya
sama orang-orang lewat blog itu, kan? Ya, memang amburadul. Kayak gini nih…
Pengalaman dia tentu lebih bervariasi dari di buku kecil ini. Semua hari ini apa.
aku. Makanya aku ajak dia nulis. Dia kan Kadang berapa lama lupa nggak ngisi. Tapi
belum married. Jadi biar buku ini yang sering aku ngemail sama temen. Dia
pandangannya bukan dari orang married aja. pasti bales. Aku tanya misalnya, “Halo,
Tapi toh kami punya pikiran yang mirip- kamu lagi ngapain? Aku lagi sebel banget
mirip juga. deh… gini..gini…” Begitu aku bercerita.
Lalu aku nanya, “Si cowok itu sekarang
Jadi daya tariknya adalah bagaimana?”, nah… nanti kan dia ganti
menggabungkan dua perspektif tulisan- yang cerita. Dari situ aja terbentuk cerita-
tulisan yang dijadikan satu buku? cerita.

Heem… Ya. Pasti ada pula perbedaannya. Jadi buku ini terbentuk dari komunikasi
Tapi yang aku lihat di sini Cynthia ini masih melalui email?
single, jauh lebih yunior, dibanding aku
yang sudah married, sudah punya anak. Tapi Ya, bahan ceritanya banyak dari sana.
tetap kan kita sama-sama perempuan. Email-emailan sama temen-temen yang
Pikiran kita ke soal cowok itu—walau tidak deket dan mau berbagi. Kadang-kadang ya,
sama, tapi—ada miripnya juga. salah satu yang lebih bagus dari email itu
begini; walaupun jawabannya agak instan,
Proses penemuan Cynthia itu bagaimana tapi karena dia itu menulis, kadang cara dia
kok akhirnya bisa kerjasama membuat menumpahkan perasaan itu lebih dalam
buku? dibanding kalau ketemu begini.

46  
 
 

Bahasanya ada muatan emosinya? ini bangsawan…”, “Aku ini kenal si ini…
Aku kenal si itu…”, “Lu tahu nggak bokap
Ya. Kalau cuma omong langsung, mungkin gue tuh siapa?”, itu kan banyak banget yang
dia kurang comfortable karena ada orang seperti itu. So what, gitu lho! Mengapa sih
lain misalnya. Kalau email begini kan privat setiap kata-kata diakhiri dengan, “Lu tahu
ya. Aku tanya soal-soal keluarga, dia nggak bokap gue siapa?”
jawabnya juga dari hatinya dia. Aku
menangkapnya, semua temenku itu—kalau Itu salah satu gambaran kultur
mau jujur—punya banyak problem punya masyarakat kita?
banyak dilema. Tapi… dia kan nggak bisa
buka ke semua orang? Nggak bisa dan Ya, seperti itu. Jangan seperti itulah! Untuk
nggak comfortable cerita ke orang lain. orang-orang kayak gini ya, dalam pesan
Makanya dalam bukuku ini semua namanya moralku, “Kamu tuh bukan lebih baik dari
diganti. Dan kebanyakan temen-temenku aku. Kamu tuh cuma punya lebih banyak
nggak tinggal di sini. uang, you know! Like in english, you’re not
better than me, you just have more money
Saat dikabari cerita-cerita mereka jadi than me.” Kalau kultur kita ini kan asal
bahan buku, tanggapan mereka? punya banyak duit…wah, semuanya…
Padahal secara manusiawi,
Mereka bilang, “Ya baguslah kalau Kamu tuh bukan kualitas kemanusiaannya itu
ceritaku ini bisa menginspirasi yang lebih baik dari aku. belum tentu lebih baik. Soal
lain…” Kecuali untuk cerita sepatu moral, soal kesetiaan, soal
Kamu tuh cuma
temanku yang kita ketawain itu ya. pertemanan yang baik, soal
Itu aku nggak bilang-bilang ha ha punya lebih banyak compassion atau perasaan
ha… “Demam Versace” itu lho! uang empati ke orang lain masih
Cerita sepatu yang palsu itu, aku tanda tanya. Seperti reality
nggak cerita-cerita. Dia juga nggak tahu show “Tolong Dong”, itu kan ada yang lebih
sepatunya diomongin. Kalau pun tahu miskin tapi kan mau menolong! Coba yang
bukunya, dia nggak bisa baca bahasa kaya-kaya itu mau nggak dibikin reality
Indonesia. Dia kan tinggalnya di Amerika. show kayak gitu? Banyak faktor lain yang
menentukan kita itu manusia yang
Apa visi penulisan buku ini? berkualitas seperti apa. Bukan hanya uang.
Aku nggak bilang orang kaya itu selalu
Visinya? Aku pingin sekali mereka yang nggak bagus. Aku cuma bilang, “Bukan
baca buku ini—kalau dia itu orangnya yang hanya karena punya uang itu kamu jadinya
seperti aku ceritakan dalam buku itu—mbok wah… everything is perfect.
mereka nyadar dikit, gitu lho! Mereka sadar
nggak memperlakukan orang lain seperti Yang tertulis di buku ini kisah-kisah
cerita-cerita yang kutulis di situ. nyata?

Contohnya? Ya. Bukan fiksi. Benar-benar aku alami


sendiri. Orang-orangnya ada semua. Cuma
Contoh, ini di luar yang aku tulis dalam nama-namanya nggak bisa disebutkan apa
bukuku ya. Orang-orang yang pamer, “Aku adanya.

47  
 
 

Salah satu tulisanmu mengisahkan pribumi yang cuma satu. Yang pribumi ini
diskriminasi yang dialami etnis Tionghoa keluar dari mobilnya, lalu meludah cuah…
di Indonesia. Mengapa menulis hal itu? cuah…, “Cina lu! Cina lu…!” Cinanya kan
empat, yang pribumi cuma satu, tapi mereka
Ya. Soalnya, yang kukisahkan ini kan mulai yang empat itu ketakutan semua lho…
dari aku waktu kecil ya. Di sekolah Karena bukan soal empat orang dengan satu
mayoritas kan pribumi. Nah, sebagian etnis orang, tapi karena di negara ini kami adalah
Cina itu suka dikata-katain. Kejadiannya minoritas.
bukan pada aku saja. Banyak teman-
temanku yang mengalami, gitu lho. Sampai Ada dalam suasana “ketakutan”?
suatu kali, gurunya nggak ngelihat, ada
temanku yang disuruh nggambar muka Ya, seperti itu. Nah, dalam tulisanku itu,
orang Cina di atas kertas karton manila trus pesan moralnya adalah, kayak aku ini. Aku
ngadep ke tembok. Trus kalau gurunya ini kan nggak bisa milih mau lahir jadi orang
datang, baru kertasnya diambil. Itu kan apa. Aku nggak bisa milih. Kalau misalnya
menimbulkan suatu rasa berbeda tapi jelek. aku memang orang Chinese, ya memang aku
orang Chinese. Tapi aku sudah nggak bisa
Usia berapa itu? ngomong Chinese. Udah
Kalau aku ini orang Cina, generasi keempat. Jadi, aku
Waktu SMP kelas satu. Yang sama komunitasku suruh ke mana? Lebih
digodain temenku yang cowok. dibilang bukan orang dilemanya lagi, kalau aku lagi
Dan sedihnya, aku kan orang Cina lagi, sedangkan hang out sama orang-orang
Cina juga. Dalam hati kecilku, yang Chinese, mereka
kepada orang pribuminya bilangnya ke aku, “Lu ini Cina
aku mau nolongin temenku itu.
Tapi karena aku itu minoritas, aku nih nggak dianggap Baba!” Tahu apa?
nanti kalau aku nolongin, aku pribumi juga
bisa kena masalah. Jadi bulan- Apa maksudnya?
bulanan juga. Yang digodain memang lebih
yang cowok. Sekarang setelah lebih dewasa, Cina Baba itu Cina yang sudah keturunan
aku pikir… aduh… mbok waktu itu setidak- jauh sekali. To the point aja ya, aku tuh dah
tidaknya aku lebih mengerti perasaan dia. dianggap masuk golongan pribumi. Nggak
Atau setidaknya nolonglah. Tapi aku tidak bisa bahasa Mandarin, nggak bisa baca tulis
berbuat apa-apa karena takut. Mandarin, cepek nopek kurang hafal… Buat
mereka Chinese yang di Kelapa Gading atau
Kejadian seperti itu sering dialami mana, yang totok itu, saya nih Cina Baba.
teman-temanmu? “Lu itu Cina Baba, cari duit sama ngeceng
doang, gitu!” Jadi kan aneh, aku ini di mana
Ya, ada lagi waktu SMA. Ada temenku yang sebenarnya. Kalau aku ini orang Cina, sama
emang mukanya itu Cina banget! Itu dia komunitasku dibilang bukan orang Cina
dibawa ke kamar mandi, lalu dipukuli lagi, sedangkan kepada orang pribuminya
sampai berdarah-darah. Trus ada yang aku nih nggak dianggap pribumi juga…
terakhir itu aku lihat di tempat isi bensin.
Ada satu grup Cina semua, empat cowok. Semangat salah satu tulisan itu, kita itu
Mungkin srempet-srempetan sama orang jangan rasis, gitu ya?

48  
 
 

Ya. Jangan seperti itu. Soalnya, nggak cuma Aku pinginnya, orang baca bukuku dan bisa
ras Chinese, ras-ras yang lain pun pasti ada ketawa itu aku sudah seneng banget.(ez)
gimananya. Kayak orang kulit hitam itu,
dianggapnya kalau nggak dari musik, sport,  
pasti drug dealer… itu kan stereotype.
Padahal kan banyak juga yang jadi profesor,
 
jadi dokter, lawyer. Tapi stereotype-nya
sudah seperti itu. Pesan tulisanku itu, ya
jangan kita jadi rasis. Kita jangan menilai
orang karena suku bangsanya apa. Lihat dari
berbagai faktor bagaimana kepribadian
seseorang itu terbentuk. Jangan karena orang
itu Chinese. Seperti bayi-bayi perempuan di
Cina itu, aku dengar kan nggak laku.
Kebanyakan dikasih ke adoption agency,
trus dibawa ke Amerika dan dibesarkan
orang di sana. Trus, apa dia tetap jadi orang
Cina, wong kultur, bahasa, gaya hidupnya,
cara dia dididik dan dibesarkan persis orang
bule. Wong orangtuanya juga bule. Intinya,
jangan lihat orang dari bungkusnya.

Bungkus yang tidak bisa diganti ya…?

Ya. Mudah-mudahan yang aku alami dulu di


sekolahan itu udah nggak ada. Yang aku
alami sendiri waktu kecil, aku sedih sekali
waktu itu. Jangan sampai gap karena
masalah seperti itu lebih meluas nantinya.

Setelah I Beg Your Prada ini, karya


apalagi yang Anda siapkan?

Aku tetap ingin—kalau boleh dibilang trade


mark atau alurku atau style-ku—aku tetap
ingin menulis kehidupan sehari-hari. Tetap
ingin menulis hal yang membuat
pembacanya tuh ada emotional attachment
melalui story itu. Kemarin itu ada yang
kasih lihat novel grafis. Setelah aku lihat,
oh… lucu banget, gitu lho! Jadi aku pingin
buat novel grafis yang inti ceritanya ada
pesan moralnya, ada lucunya juga, trus dari
sisi gambar itu ekspresinya lebih lucu lagi.

49  
 
 

indoktrinasi semacam itu. Berbekal


Muhidin M. Dahlan: kesadaran dan pencerahan yang
diperolehnya, ia mulai melakukan otokritik.
Saya adalah Namun, Muhidin tidak hendak menyatakan
kritiknya itu dengan ramai-ramai
Nabi Kegelapan demonstrasi di jalan. Ia memanfaatkan
kekuatan dan ketajaman pena sebagai
- 18 Juli 2006 – 06:46 (Diposting oleh: medium penggugah kesadaran dan penyebar
Editor) daya otokritik. Muhidin menggugat dengan
sastra, dengan tulisan, salah satu cara yang
Berani! Itulah kesan yang tertangkap pada elegan dalam berpolemik.
sosok anak muda asal Sulawesi ini. Muhidin
M. Dahlan, novelis yang lahir tahun 1978, Alhasil, dia bukan saja menerima komentar,
ini telah mewarnai dunia sastra Indonesia sanggahan, atau kritikan, tapi juga memanen
dengan torehan pena yang tajam. Mantan kecaman dan kutukan. Novelnya Adam dan
aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), Hawa telah membuat Majelis Mujahidin
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Indonesia gerah dan melayangkan somasi
(PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam kepadanya. Lalu, di berbagai kesempatan
(HMI), ini memang telah gagal dalam bedah karyanya, Muhidin disumpahi dan
menyelesaikan studinya di Universitas dilaknat. Ia masih sedikit lebih beruntung
Negeri Yogyakarta dan IAIN Sunan ketimbang Ulil Abdala yang sempat
Kalijaga. Namun, ia yang akrab dipanggil dihadiahi fatwa hukuman mati oleh suatu
Gus Muh ini ternyata mampu berbicara kelompok muslim. Walau begitu, dalam
melalui karya sastra. sebuah diskusi karyanya Muhidin sempat
dianugerahi gelar Nabi Kegelapan.Luar
Ia bahkan telah menggoresi hati sejumlah biasa!
kalangan dengan beragam kesan. Betapa
tidak? Penulis tak kurang dari tujuh novel Dengan segala kontroversinya, kehadiran
ini sempat mengguncang dengan novel- Muhidin dengan karya-karya alternatifnya
novelnya seperti Tuhan Izinkan Aku Menjadi itu layak diapresiasi. Di tengah-tengah
Pelacur (2003), Adam Hawa (2005), dan masyarakat yang lebih suka memaksakan
Kabar Buruk dari Langit (2005). Muhidin “kaca buram” untuk melihat dan menilai diri
seperti membenarkan sinyalemen sendiri, Muhidin membawakan semangkuk
belakangan ini, bahwa telah muncul kembali “air sastra” nan jernih yang bisa dipakai
cara-cara pemahaman dan penerjemahan untuk berkaca dan mengkritisi diri. Berikut
nilai-nilai agama secara sempit atau petikan wawancara Edy Zaqeus dari
sektarian. Pembelajar.com dengan Muhidin:

Muhidin sendiri adalah “alumni” dari Anda dikenal sebagai salah satu penulis
komunitas yang sangat membenci Pancasila yang cukup berani “mengobok-obok”
dan menganggap membom gereja adalah wilayah ketuhanan dalam novel-novel
sebuah prestasi. Tapi, ia berhasil Anda. Mengapa mengambil posisi
memerdekakan diri dari belenggu demikian?

50  
 
 

Yang perlu ketahui awal-awal, saya hubungan ke mereka. Maklum, saya pernah
dibesarkan di lingkungan masjid. Saya jadi bergiat di kelompok-kelompok pengajian
takmir masjid beberapa tahun, dilatih dengan tarikan garis yang sama-sama
berkhotbah, dan men-training anak-anak militan. Tapi awalnya saya merinding juga
remaja untuk militan beragama. Dan, kalau ketika saudara-saudara seiman saya itu
bisa berprestasi membom gereja dan mencerca. Misalnya, sewaktu salah satu
membenci Pancasila sedalam-dalamnya. pembicara dari kelompok Hizbut Tahrir
Dan, pada satu titik balik, saya disadarkan menyerang saya secara terus-menerus dalam
bahwa apa yang saya lakukan bedah buku Tuhan Izinkan Aku
adalah kebodohan diri saya Menjadi Pelacur! (TIAMP!) di
Hizbut Tahrir
sendiri yang memang tak kenal Fakultas Hukum UGM. Sejak
dunia luar. Tak kenal buku. menuduh saya awal panitia sudah mentestimoni,
Jogja telah memurtadkan saya sebagai marxis bahwa diskusi akan panas. Sebab,
atas semua apa yang saya dengan kebencian beberapa hari sebelumnya
panggul dari kemasalaluan saya, kepada agama yang sejumlah percetakan menolak
di kota udik Sulawesi sana. aduhai… mencetak pamflet diskusi buku
itu. Dan benar saja, saya diserang
Dalam beberapa karya Anda dari samping dan depan. Hizbut
seperti Tuhan Izinkan Aku Menjadi Tahrir menuduh saya sebagai marxis dengan
Pelacur, Adam Hawa dan Kabar Buruk kebencian kepada agama yang aduhai…
dari Langit, Anda berani sekali Saya adalah “nabi kegelapan”. Bahkan saya
melakukan semacam otokritik dan disumpahi masuk neraka dan murtad. Siapa
pembongkaran terhadap kepalsuan- yang nggak merinding dibilang murtad?
kepalsuan dalam kehidupan religiusitas. Konsekuensi murtad itu berat lho!
Apa tujuan Anda? Mengikuti definisi salah satu intelektual
Ikhwanul Muslimin, Yusuf Qardhawi, saya
Ya, seperti saya bilang dari awal. Tujuan itu bila murtad akan diusir dari negara dan
saya adalah mendialogkan kembali apa-apa hak-hak saya dirampas paksa. Saya harus
yang berlalu, yang saya alami, dan apa-apa bercerai dengan istri saya, saya harus
yang berada di hadapan saya. Terlalu naif meninggalkan anak saya. Berat toh?! Dari
bila ada orang bilang saya merusak nilai- peserta juga menyerang, membentak-bentak,
nilai agama, mendidik anak-anak muda dan suruh saya disembelih saja! Pusing saya
untuk berpaling dari agamanya yang besar menghadapinya. Bukan cuma itu, di
ini. Saya ini siapa? Saya ini nggak ada apa- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
apanya dibanding para pengkhotbah agama saya dikeroyok oleh sekitar 1.500 peserta
itu. Muhidin itu siapa toh? dan dikatai tukang fitnah yang kejam. Saya
ini mereka tuduh telah mencemarkan
Anda tidak takut menghadapi reaksi kampus itu, yang mereka klaim sebagai latar
kelompok-kelompok tertentu yang tidak cerita dan tokohnya kuliah di kampus itu.
setuju dengan pandangan-pandangan Dua kali saya disidang tim dosen untuk me-
Anda tersebut? rechek soal kebenaran dalam buku itu.
Setahun saya absen menulis gara-gara kasus
Saya menganggap kelompok ini teman- buku ini. Setahun itu saya hanya sibuk
teman saya. Sebab, saya juga punya menangkis serangan yang berulang-ulang

51  
 
 

dan itu-itu saja, ya di Jogja, Jakarta, Nilai-nilai apa yang sebenarnya Anda
Magelang, Malang, Jombang, Makassar, perjuangkan melalui novel-novel Anda
bahkan sampai Palu. selama ini?

Lalu tentang Adam Hawa yang juga Ingin menilai dan mengadili diri sendiri
disomasi itu? secara jujur dan terbuka. Bahwa, dalam
tubuh umat Islam itu sendiri masalah
Ini yang tak terduga. Yang saya risaukan bertumpuk-tumpuk dan boroknya juga
dan bikin saya deg-degan adalah nasib buku banyak. Sejarah umat ini pun adalah sejarah
Kabar Buruk dari Langit, jangan-jangan yang dikobarkan dengan darah. Mengerikan
diserang juga. Tapi tidak. Malah Adam sekali. Bahkan sisa-sisanya masih terlihat
Hawa yang kena jerat. Majelis Mujahiddin dengan banyaknya para penenteng pedang di
Indonesia yang memperkarakan novel itu pinggir-pinggir jalan.
dari resensi di Media Indonesia. Dan somasi
itu bukan hanya kepada saya, tapi juga ke Seberapa banyak penulis lokal yang
pemimpin redaksi Media Indonesia. Saya memiliki pandangan atau visi perjuangan
dituduh yang seram-seram, telah meneror semacam itu?
Allah, menghina sejarah nabi, dan disuruh
minta maaf. Siapa mau minta maaf? Enak Saya tak tahu persis. Tapi beberapa anak
saja mereka! Tapi nggak tahu kasusnya muda di NU dan Muhammadiyah juga
meredup gitu saja setelah kasus Lia gelisah dengan diri dan dalam
Aminuddin membesar. Mungkin Yang benar saja! perut organisasi yang selama ini
mereka sudah menangkap tokoh Lemah betul ini melahirkan mereka. Dan ini sah-
Taman Eden-nya di Jakarta Pusat, ha sah saja.
agama kalau
ha ha ha.
begitu… Dari sisi Anda sebagai seorang
Pendapat Anda terkait ancaman penulis, apa perbedaan utama di
hukuman mati terhadap Salman Rusdi, masa Orde Baru lalu dengan masa
penulis novel Ayat-Ayat Setan atau kasus sekarang ini?
Ulil beberapa waktu lalu?
Kebebasan. Ya, kebebasan yang tiba-tiba
Ini soal kedewasaan beragama. Ini juga soal saja datang membandang. Bahkan negara
terlalu inferioritasnya umat Islam ini. Kalau pun tak sanggup menahannya.
memang agama ini kuat, masak hanya buku
Rushdie dan ide nakal Ulil bisa luluh-lantak Dari sisi kebebasan berkarya, beraspirasi,
ini agama? Yang benar saja! Lemah betul ini dan beridiologi, apakah Anda melihat
agama kalau begitu… Bertandinglah yang adanya tanda-tanda pergeseran
fair. Jangan unjuk sana unjuk sini dengan otoritarianisme dari negara (vertikal) ke
menenteng pedang dan menggertak-gertak. masyarakat (horisontal)?
Bantah dengan alat yang setimpal. Kalau
Rushdie nulis buku, bantah dengan buku. Iya. Saya secara pribadi merasakannya
Saya kira itu yang lebih dewasa. Tarunglah bagaimana harus berhadapan langsung
dengan buku, saudara… dengan masyarakat yang tiba-tiba lebih
polisi dari polisi. Padahal, sejak kecil saya

52  
 
 

sudah takut lihat polisi, ha ha ha…. Tapi ini Novel Adam Hawa lebih ringan. Cukup saya
masih tataran wajar dalam sebuah duduk setiap malam selama sepekan di
masyarakat yang selama ini dikekang habis- depan Benteng Vredeburg Jogja sampai
habisan haknya untuk berpendapat. Ntar subuh, lalu saya menulis ulang kisah Adam
dewasa sendiri juga. Yang penting yang tak terceritakan dalam Kitab Suci.
pemerintah harus kuat dan konsekuen dalam Dengan hati berbunga-bunga saya
menegakkan hukum agar kepercayaan menuliskannya, bahkan tertawa terbahak-
masyarakat ini kepada negara sebagai bahak sendiri seperti orang gila di
pelindung bisa pulih lagi. Malioboro. Untuk menangkap bentuk Pohon
Quldi, saya melihat secara seksama pohon
Sekarang menyangkut proses kreatif. beringin di depan kraton itu.
Faktor apa yang paling berpengaruh
terhadap produktivitas menulis? Anda termasuk cukup berani dan punya
kekuatan dalam hal pemilihan judul-judul
Ketegangan dalam diri sendiri. Kegelisahan novel. Seberapa berpengaruhnya judul
yang mengambak-ngambak dalam pikiran. dalam sebuah novel?
Semakin kuat keresahan itu, semakin
mengalir tulisan itu. Lagi pula, saya nggak Judul itu penting, tapi tak selamanya
punya keterampilan lain selain demikian. Ada juga judulnya
menulis. Dan tentu saja bikin Judul itu penting, tapi biasa-biasa saja tapi menarik
anak. Ha ha ha ha… tak selamanya perhatian dan bahkan melegenda.
demikian. Ada juga Judul-judul buku Pram biasa-biasa
Dari mana ide-ide novel Anda judulnya biasa-biasa saja, bukan? Tapi perbedaan
datang? saja tapi menarik karakter dan pengalaman setiap
perhatian dan bahkan penulis menjadi pembeda
Dari mana saja. Bahkan dari bagaimana mereka menorehkan
melegenda.
pertemuan tiba-tiba dengan judul.
seorang teman. Novel TIAMP!
adalah novel yang jadi tatkala temanku yang Anda percaya anggapan bahwa judul yang
berjilbaber pingin jadi pelacur. Lalu ia menohok atau kontroversial pasti menarik
bercerita dengan sangat lancar seminggu perhatian pembaca?
lamanya di tiga kampus. Lalu saya tulis
seminggu. Saya edit seminggu. Lalu jadi. Bagi saya pribadi, judul-judul memukul dan
Yang menguras tenaga banyak adalah Kabar mematikan yang demikian, seperti sudah
Buruk dari Langit. Saya harus mendaki sangat akrab dan mungkin menjadi karakter
pundak Merapi. Di Kali Adem yang karya-karya saya. Bahkan dalam menuliskan
beberapa waktu lalu udah hangus itu, saya esai sekalipun. Entah sebuah judul menarik
dirikan tenda kecil. Tiap hari begitu selama perhatian pembaca atau tidak, saya tak
enam bulan, kecuali Minggu karena ramai,. terlalu memikirkannya. Karena sebelum
Di sana saya mencatat kelebatan imajinasi bangunan cerita jadi, saya sudah mengutak-
dan juga catatan dari buku-buku sejarah atik judul. Sebab, judul itu yang menjadi
tentang Islam Sufi di abad 17 di Indonesia. pemandu saya dalam menuliskan isi cerita
itu.

53  
 
 

Jadi bukan tor atau bagan karangan kayak di Dalam dunia kepenulisan, ada dikotomi
SMP-SMA itu lho, tapi judul. Nah, untuk klasik: penulis idealis dan penulis
bisa sampai ke tangan pembaca, biarlah nonidealis alias pasar. Pendapat Anda?
penerbit punya urusan itu. Sebab bagi saya,
menulis itu kerjaan penulis. Mereka disebut Nggak ada! Dan saya tak percaya dengan
penulis kalau menulis. Benar kan, begitu? dikotomis itu. Itu kerjaan kritikus. Dan itu
Soal bagaimana judul, kembalikan ke setiap hak mereka. Benar-benar saja. Kalau saya
penulis yang macam-macam karakternya itu. ditanya, ya semuanya saya perlakukan sama.
Karya Akmal Basral yang intelektuil sama
Siapa atau karya-karya apa yang paling saja derajatnya dengan karya Fredy S yang
mempengaruhi Anda? sering membuat basah celana itu. Tinggal
suka-suka pembaca memilih. Terkadang
Pramoedya Ananta Toer. Dia master saya. orang butuh kesegaran, maka mereka
Mas Edy, saya itu sampai 2001 satu masih membaca yang ringan-ringan saja. Kan
menyimpan ketaksukaan yang dunia ini tak harus dipenuhi oleh
akut pada sastra. Bayangkan, Jadi wajar kalau di karya-karya Sutan Takdir
sebelum-belum itu saya tak Alisjahbana yang supraberat itu,
kampus dulunya saya
suka sastra. Kasihan sekali. tapi juga novel Motinggo Busye
Itulah, karena di sekolah STM heran, kenapa ada yang sering bikin jakun naik-turun,
dan dalam kelompok orang masuk jurusan itu harus ada. Untuk keseimbangan
organisasi yang saya masuki sastra Indonesia? anatomi tubuh. Masalahnya,
itu, sastra itu nggak disentuh produksilah sebanyak-banyak
sama sekali. Bacaan sehari-hari ya Quran buku, sebanyak-banyaknya cerita. Jangan
dan buku-buku agama. Itu pun buku fiqih. takut overload. Kita butuh sebanyak-
Juga ideologi kebencian terhadap ideologi banyaknya penulis.
Pancasila.
Sebagai penulis, Anda meletakkan diri di
Jadi wajar kalau di kampus dulunya saya “posisi” mana?
heran, kenapa ada orang masuk jurusan
sastra Indonesia? Memalukan sekali saya Ha ha ha, saya ini hanya, kalau boleh
itu. Tapi Pram menyelamatkan saya dari meminjam pendapat Emha Ainun Nadjib,
kebencian barbar itu. Walau saya berbeda penulis kelas slilit. Tahu slilit, kan? Itu lho,
sama sekali dengan tema-tema yang dipilih sampah kecil yang menyergap di sela-sela
Pram, tapi spirit menulisnya yang gigih dan gigi. Di situlah posisi saya. Kecil, jelek,
tak kenal lelah menjadi pendorong untuk ampas, bau, tapi jelas sangat mengganggu
menulis cerita. Dan saya tahu, karya-karya kenyamanan Anda sebelum ia dilenyapkan.
saya nggak bagus. Tapi Pram menasehati, Bahkan, bisa membuat Anda sakit gigi. Tapi
tulis terus apa yang kamu alami, jangan walau begitu, slilit bisa menghidupi ribuan
takut dikritik, lama-lama mereka juga akan orang lho. Lha, sampai-sampai ada industri
melirikmu. Makanya, ketika master itu tusuk gigi kan? Ini juga soal, kenapa tidak
meninggal, saya dan beberapa kawan dinamakan tusuk slilit? Kan yang ditusuk
persembahkan sebuah buletin edisi khusus slilit. Bahkan menyebutnya pun orang malu.
untuk Pram. Pengantar keberangkatan Nah, Mas Edy, di situ itu posisi saya.
kepada seorang guru. Menyebutnya pun orang malu.

54  
 
 

Definisi penulis yang sukses dan berarti


menurut Anda?

Kalau saya membikin Anda sakit gigi


beberapa hari….ha ha ha …. Akhir cerita
saya jarang berakhir bahagia, seperti orang
sakit gigi.

Ok, karya apa lagi yang sedang Anda


siapkan?

Novel psikologi. Beberapa waktu lalu saya


berjumpa seorang perempuan cantik, putri
kiai di pesantren Bekasi yang sekarang
kuliah di Ciputat. Saya sudah
mewawancarainya di Bogor. Diam-diam dia
berencana membunuh ibunya sendiri. Itu
tema yang sedang saya garap sekarang.
Semoga slilit yang ini tak membikin orang
sakit gigi. Judulnya: Kalian Harus Tahu
Kenapa Aku Membunuh Ibuku.[ez]

55  
 
 

bergairah untuk melahirkan penulis-penulis


Naning Pranoto: baru, baik melalui ceramah-ceramah,
pelatihan-pelatihan, termasuk mengadakan
Menulis Saja sejumlah lomba penulisan.

Seperti Bernafas Yang juga cukup khas dari seorang Naning


adalah pada kemampuannya untuk terus
- 14 Agustus 2006 – 13:36 (Diposting oleh: menulis dalam dua ranah penulisan; fiksi
Editor) maupun nonfiksi. Tampaknya, latar
belakangnya sebagai jurnalis serta kekayaan
Jika bicara topik creative writing, maka imajinasinya memungkinkan hal tersebut.
jangan ragu lagi, Naning Pranoto-lah Suatu kemampuan mengawinkan dua dunia
pakarnya. Dialah satu di antara sedikit penulisan yang mungkin saja tidak dimiliki
penulis yang benar-benar menekuni dunia oleh banyak penulis umumnya. Nah, untuk
creative writing, sekaligus secara formal mengetahui proses kreatif yang luar biasa
belajar mengenai bidang tersebut di tersebut, berikut wawancara Edy Zaqeus
University of Western, Sydney, Australia. dari Pembelajar.com dengan pendiri situs
Mantan wartawan majalah Mutiara dan Rayakultura.net ini:
Kartini, serta mantan Pemimpin Redaksi
majalah Jakarta-Jakarta ini sungguh- Anda dikenal sebagai salah satu penulis
sungguh all out di bidang penulisan. Tak yang sering mengadakan pelatihan menulis.
kurang dari 15 novel yang telah dia garap Apa tujuan dan motivasi aktivitas tersebut?
dengan judul-judul yang memukau, di Pelatihan Penulisan Kreatif atau Creative
antaranya: Mumi Beraroma Minyak Wangi, Writing Workshop (CWW) yang sering saya
Miss Liu, Musim Semi Lupa Singgah di lakukan tujuannya yang utama mengajak
Shizi, Bella Donna Nova, Azalea Jingga, siapa saja gemar menulis. Karena selama ini
Angin Sorrento, Perempuan dari Selatan, banyak yang menyakini hanya mereka yang
Dialog Antar Dua Topeng, dan Wajah berbakat menulis-lah yang bisa menulis atau
Sebuah Vagina. Bukan hanya bergerak di mengarang. Padahal tidak demikian. Siapa
buku-buku fiksi, Naning Pranoto juga telah saja bisa menulis asalkan ia mau dan disiplin
menulis buku nonfiksi berjudul Creative menulis, serta tahu apa yang mau ditulisnya.
Writing – 72 Jurus Seni Mengarang (PM Memang, untuk menjadi penulis yang
Pustaka, 2004) dan belasan buku panduan berkualitas harus banyak membaca. Tetapi
lainnya. bagi pemula, cukup menulis dari
pengalaman-pengalamannya atau impian-
Naning yang kelahiran 6 Desember 1957 di impiannya dan sebagainya. Menulis itu
Yogyakarta ini juga tercatat sebagai salah banyak manfaatnya, selain untuk
satu pakar penulisan yang aktif membagikan mengekspresikan butir-butir pemikiran, ide-
ilmunya melalui berbagai workshop ide atau gagasan untuk menjadi inspirasi
penulisan kreatif. Pelatihan-pelatihan pembacanya, juga sebagai terapi jiwa—
menulis yang diadakannya terbukti diminati semacam pelepasan dan pencerahan—paling
khalayak, terutama untuk teknik penulisan tidak itu, yang saya rasakan.
kreatif. Tampaknya, Naning menjadi satu di
antara sekian banyak penulis yang sangat

56  
 
 

Seberapa besar minat masyarakat terhadap Judul kontroversial tidak selalu


kegiatan semacam itu? mendongkrak oplag penjualan buku.
Sekarang ini, buku bisa jadi laris karena
Menurut pengamatan dan pengalaman saya, tidak mutlak tergantung pada judul atau isi
animo masyarakat untuk menulis cukup yang menarik. Melainkan, bagaimana buku
baik, bahkan mengejutkan. Buktinya, setiap tersebut ditangani secara baik marketingnya,
kali saya diundang untuk jadi tutor CWW promosinya, dan adanya peran media
pesertanya mbludak, bahkan sering tertentu ysng memberitakan.
Mereka perlu vitamin
sampai menolak. Pesertanya tidak Misalnya, menulis resensi,
hanya kaum muda saja tapi – ya berbagai wawancara penulisnya, dll.
manula. Juga anak-anak. Saya pengetahuan tentang Pasar sekarang ini bisa ramai
membuka les privat menulis dunia remaja sebagai melariskan suatu produk kalau
pesertanya selalu ada. Mereka bekal memasuki didukung promosi. Penerbit di
datang ke rumah saya dan saya gerbang dewasa. Indonesia belum mau
senang sekali, karena punya teman mengeluarkan dana untuk
untuk sharing dan menjadi sumber promosi, bahkan untuk
inspirasi dan energi untuk terus berada di meluncurkan atau launching saja tidak mau.
track yang sudah saya jalani di bidang Jadi, penulisnya mesti ikut aktif, kalau perlu
penulisan. membiayai peluncurannya.

Biasanya, apakah pesertanya kemudian Belakangan, Anda juga merambah


tergerak untuk berkarya? nonfiksi untuk buku-buku how to remaja.
Apa motivasi membidik segmen tersebut?
Setahu saya, mereka yang telah mengikuti
CWW pada umumnya menulis. Bahkan Saya menulis buku how to karena ingin
tidak sedikit yang menulis naskah untuk memberi semacam ‘menu suplemen’ buat
diterbitkan menjadi buku. Tapi ada juga remaja yang akhir-akhir ini banyak
yang sekadar ikut, terus tidak menulis mengkonsumsi bacaan semacam junkfood.
dengan alasan tidak punya waktu atau tidak Mereka perlu vitamin – ya berbagai
in the good mood. Menurut saya, kalau pengetahuan tentang dunia remaja sebagai
memang mau menulis seharusnya tidak usah bekal memasuki gerbang dewasa. Sebab
menunggu in the good mood, menulis saja kalau hanya macam junkfood terus, mau jadi
seperti bernafas. Soal waktu memang apa mereka? Tapi para pengelola toko buku
kadang sulit bagi yang sibuk. Akhir-akhir ini saya lihat, lebih senang menghidangkan
saya juga merasa kekurangan waktu untuk junkfood daripada buku-buku yang saya
menulis karena banyak kegiatan sosial. tulis. Saya tahu, buku-buku jenis junkfood di
mana-mana diminati. Tapi, apa akibatnya
Ok, Anda termasuk penulis yang juga suka kelak untuk kesehatan konsumennya?
menggunakan judul kontroversial, seperti
novel “Wajah Sebuah Vagina”. Seberapa Segmen itu menjanjikan?
besar kontribusi judul kontroversial bagi
penjualan buku? Sebetulnya buku-buku untuk remaja
pasarnya cukup subur. Untuk buku saya,
hasil penjualannya biasa-biasa saja karena

57  
 
 

tidak didukung promosi. Tapi, kalau buku terinspirasi menulis dua novel yaitu Bella
itu saya jual sendiri di seminar-seminar yang Dona Nova Bukan Telenovela dan beberapa
digelar oleh yayasan saya, atau saya cerpen yang isinya mengenai manusia,
diundang oleh pihak lain, cukup laris. sosial, kebudayaan dan gaya hidup orang-
Mungkin, saya harus menjual sendiri buku- orang Amerika Latin. Begitu juga waktu
buku saya ha…ha…ha… Penulis merangkap saya tinggal di Filipina, Belanda—apalagi di
pedagang! Saya pikir bagus, lalu apa Australia—maka novel-novel saya selalu
pekerjaan penerbit? ber-setting luar negeri. Ada beberapa pihak
yang menyindir saya ‘kebarat-baratan’– saya
Bergerak pada tulisan fiksi dan nonfiksi pikir, itu tidak benar. Saya hanya menulis
bukan hal mudah. Kiat Anda? apa yang saya tahu, saya lihat dan saya
pahami….
Saya sebetulnya tidak pernah
berpikir apakah saya pengarang Ada beberapa pihak Pengarang mana saja yang
yang menulis fiksi atau penulis yang menyindir mempengaruhi atau
yang menulis nonfiksi. Karena saya ‘kebarat- menginspirasi tulisan-tulisan
prinsip saya menulis! Menulis baratan’– saya pikir, Anda?
apa saja, seperti halnya saya itu tidak benar.
suka membaca buku apa saja Saya terpengaruh oleh karya-karya
sejak saya masih usia dini. penulis pemenang nobel sastra,
Sumber bacaan saya sangat variasi, apalagi antara lain Garcia Marquez, Toni Morrison,
selama saya tinggal di luar negeri, saya Gunter Grass, Hemingway, Fulker – juga
memanfaatkan waktu hanya untuk membaca pengarang Timur Tengah seperti Nawal El
dan belajar. Apa yang saya baca menjadi Sadawi yang feminis. Puisi-puisi Jalalludin
sumber tulisan saya. Rumi sangat merangsang saya untuk
menulis bergaya puitis dan filosofis. Masih
Apa yang membuat Anda begitu produktif banyak lagi pengarang yang karyanya saya
menulis? sukai.

Faktor yang berpengaruh pada produktivitas Soal dikotomi penulis idealis versus penulis
saya adalah karena saya memang selalu pasar?
terdorong untuk menulis, the strong will to
do writing!. Selain itu, saya ini tipe manusia Saya tidak terlalu memaknakan dikotomi
yang tidak bisa tidur lebih dari lima jam. tersebut. Tapi saya kagum kepada para
Maka saya suka menulis, membaca, atau penulis kaliber dunia yang punya semboyan:
mendengarkan musik. saya menulis untuk diri saya ha…ha…ha…
Tapi nyatanya justru mereka ini menulis
Dari mana ide-ide Anda datang? untuk siapa saja dan karyanya diterima,
punya nilai yang luar biasa.
Ide-ide novel saya semuanya bersumber dari
perjalanan hidup saya ketika bertemu Kalau disuruh pilih, Anda di posisi mana?
dengan berbagai manusia dari berbagai
bangsa. Misalnya, waktu saya tinggal di Sao
Paulo dan di Rio de Janiero, Brazil, saya

58  
 
 

Saya di posisi mana saja, tidak peduli. sastra. Lihat aja langsung ya di website saya:
Hanya saya tidak mampu menjadi penulis http://www.rayakultura.net/wmview.php?Ar
yang mengikuti pasar. tID=104.

Definisi penulis sukses?  

Penulis yang sukses? Dinilai dari segi mana


 
dan apa? Di Indonesia pada umumnya
sukses diartikan dengan ‘kemampuan
meraup uang’. Bahkan segala hal yang laris,
laku di pasar lalu dicap bagus. Jadi, kalau
menurut saya, penulis yang sukses adalah
penulis yang menulis berdasarkan misinya,
punya misi tertentu, untuk kepentingan
orang banyak – dan walau tidak dianggap
oleh masyarakatnya ia tetap konsisten pada
misinya.

Lagi menggarap karya apa lagi nih?

Saya sekarang sedang menggarap beberapa


buku fiksi dan nonfiksi, khususnya Creative
Writing untuk Tingkat Lanjut. Juga
beberapa text-book. Sayangnya, saya sedang
terikat pekerjaan yang membuat saya
kekurangan waktu untuk menulis. Wah,
kepala rasanya mau pecah, karena banyak
yang ingin ditulis tapi waktunya tidak ada…
Yang sedikit menyenangkan, baru saja kami
meluncurkan buku yang ditulis oleh anak-
anak SD yang pernah memenangkan lomba
menulis kreatif yang kami selenggarakan.
Judul bukunya: 10 Dunia, Refleksi dan
Ekspresi Anak-anak Indonesia.

Kabarnya lagi mengadakan lomba


penulisan lagi?

Ya, yayasan kami, Garda Budaya didukung


PT Rohto Laboratories Indonesia sedang
menyelenggarakan Lomba Menulis Cerita
Pendek bertema remaja, berhadiah total Rp
50 juta. Tujuannya untuk mendorong dan
meningkatkan minat remaja menulis karya

59  
 
 

kekayaan. “Umat ini ditakut-takuti terus.


Safak Muhammad: Sementara, siapa sih yang tidak pingin
kaya?” tambahnya.
Gerakan Nasional
Itulah sebabnya, melalui buku terbarunya
Keberkahan tadi, Managing Director Media Sukses ini
hendak membuka mata umat Islam supaya
Finansial untuk tidak alergi dengan kekayaan. Bahkan,
Alumni Magister Managemen Agribisnis
Atasi Kemiskinan IPB Bogor, ini mengajak umat untuk
berlomba-lomba mencari kekayaan dengan
dan Korupsi cara dan tujuan yang benar. Menurutnya,
mencari kekayaan dengan cara dan tujuan
– 03 Juli 2006 – 07:25 (Diposting oleh: yang benar, serta dengan prinsip-prinsip
Editor) Islami pastilah akan membawa kebaikan
bagi umat. Itulah sebabnya, penulis buku
Buku-buku mengenai how to get rich best seller berjudul Kaya Tanpa Bekerja
sesungguhnya tidak terlalu umum dalam (Republika, 2004) dan Cara Mudah Orang
literatur Islam. Persoalannya, ada semacam Gajian Menjadi Entrepreneur
pemahaman pada sebagian umat Islam, (MediaSukses, 2005) ini mencanangkan:
bahwa mengejar kekayaan sama saja dengan Gerakan Nasional Keberkahan Finansial
mengutamakan kehidupan duniawi. Seperti untuk Atasi Kemiskinan dan Korupsi.
diungkap Safak Muhammad, seolah-olah
urusan kaya atau miskin itu sesuatu yang Nah, untuk mengetahui seluk-beluk gerakan
tidak bisa ‘diotak-atik’ atau pengentasan kemiskinan dan
sudah takdir. “Jadi, tidak usah Bisa juga dikatakan, korupsi tersebut, serta konsep
dibahas lagi bagaimana kekayaan adalah menjadi kaya secara Islami, Edy
mendapatkannya! Urusan rezeki, sarana untuk Zaqeus dari Pembelajar.com
jodoh dan mati itu hanya urusan secara khusus mewawancarai
Tuhan. Inilah yang sering mendekatkan kita Safak Muhamad. Berikut petikan
menjadi rujukan berpikir bagi pada kebajikan. wawancaranya:
sebagian besar orang Islam,”
ugkap Safak, yang baru saja meluncurkan Apa pengertian konsep keberkahan
buku ketiganya berjudul Keberkahan finansial dalam buku terbaru Anda itu?
Finansial (Solusi Qolbu, 2006).
Keberkahan finansial yang saya maksudkan
Namun menurut Safak, sejatinya Islam itu adalah bertambahnya kebaikan atas uang
sangat concern dengan masalah atau finansial yang kita miliki. Bahasa
kemakmuran umatnya. “Kefakiran atau lugasnya, semakin kaya seharusnya semakin
miskin mendekati kekufuran,” kata Safak bermanfaat kekayaan itu bagi kehidupan ini.
mengutip sabda Nabi Muhammad SAW. Bisa juga dikatakan, kekayaan adalah sarana
Tapi sayangnya, Safak melihat selama ini untuk mendekatkan kita pada kebajikan.
yang dominan dalam Islam adalah kajian- Bukan malah mendekatkan kita pada
kajian tentang keburukan akibat memiliki kejahatan. Karena itu, dalam konsep ini saya

60  
 
 

menjelaskan bagaimana kecerdasan Di sinilah kemudian timbul masalah. Ketika


spiritual—bagaimana membuat hidup ini keinginan kaya itu begitu besar sementara
lebih bermakna—justru bisa orang tidak tahu bagaimana
melipatgandakan kekayaan. Konsep ini akan mendapatkannya dengan benar, maka
menghilangkan persepsi yang selama ini seringkali memakai jalan pintas, misalnya
ada: bahwa untuk meraih dan korupsi. Kalau mau jujur, siapa yang banyak
melipatgandakan kekayaan harus dengan melakukan korupsi di negeri ini? Nah,
‘sedikit’ curang, culas dan sejenisnya. kemudian timbul inspirasi untuk menulis
buku ini yang tidak hanya membahas cara
Apa pijakan dasar konsep tersebut? mendapatkan kekayaan tetapi bagaimana
mengelolanya dengan baik.
Khairunnas – anfauhum linnaas, sebaik-
baik manusia adalah yang bermanfaat bagi Sekilas hampir semua kajian keagamaan
orang lain. Pijakan lainnya adalah kurang memberi tempat mengenai tema
pertanggungjawaban terhadap harta itu tidak cara-cara menjadi kaya. Bahkan tema ini
hanya bagaimana cara mendapatkan harta, terkesan agak ‘dimusuhi’. Pandangan
tetapi juga bagaimana membelanjakan atau Anda?
mengelolanya.
Inilah anehnya. Seolah-olah kalau kita
Dalam literatur Islam, boleh dibilang beragama dengan baik itu tidak butuh duit
buku-buku bertema how to get atau tidak boleh kaya. Kalau pun
rich bukanlah jenis tema yang Seolah-olah kalau merasa butuh, tapi tidak mau
popular. Pandangan Anda? kita beragama belajar dengan baik tentang cara-
cara menjadi kaya karena ada
dengan baik itu
Mas Edi sangat benar. Saya pun kekhawatiran dianggap serakah.
melihat kondisinya seperti itu. tidak butuh duit atau Kalau mau jujur, kita ini kan
Seolah-olah urusan kaya atau tidak boleh kaya. hidup di dunia yang
miskin itu sesuatu yang tidak bisa membutuhkan duit. Orang bilang
‘diotak-atik’ atau sudah takdir. Jadi, tidak UUD, ujung-ujungnya duit. Saya sih tidak
usah dibahas lagi bagaimana merasa tema buku saya ini akan
mendapatkannya! Urusan rezeki, jodoh dan mendapatkan ‘perlawanan’. Justru saya
mati itu hanya urusan Tuhan. Inilah yang merasa ini adalah tantangan. Bahkan saya
sering menjadi rujukan berpikir bagi sudah memiliki ide untuk menyebarluaskan
sebagian besar orang Islam. Bisa juga kajian-kajian sejenis ini melalui sebuah
karena konsep sufi yang keblabasan. Padahal gerakan. Mungkin namanya “Gerakan
Islam itu sangat concern dengan Nasional Keberkahan Finansial”. Untuk itu
kemakmuran. Buktinya Nabi mengatakan, saya berharap pada teman-teman atau tokoh-
“Kefakiran atau miskin mendekati tokoh yang lain dapat membantu gerakan
kekufuran.” Tapi sayangnya, selama ini ini. Saya yakin gerakan ini akan sedikit
yang dominan adalah kajian-kajian tentang membantu upaya pemerintah untuk
keburukan akibat memiliki kekayaan. memberantas korupsi.
Cuman sampai di situ aja! Umat ini ditakut-
takuti terus. Sementara, siapa sih yang tidak Tema entrepreneurship dan cara menjadi
pingin kaya? kaya cukup dominan dalam buku-buku

61  
 
 

anda. Bagaimana perspektif Islam yang saya. Tetapi, nyatanya tidak semua
sesungguhnya mengenai hal ini? pemikiran orang barat bertentangan dengan
Islam. Jadi apa salahnya? Demikian juga,
Saya memang concern dengan masalah ini, tidak selalu yang datangnya dari Arab—
karena saya sangat prihatin dengan bangsa tempat diturunkannya Islam—itu selalu
Indonesia yang memiliki sumber daya alam Islami. Nah, berkenaan dengan hal ini, Islam
melimpah, namun penduduknya masih juga sudah memberikan guidance bahwa
banyak yang hidup dalam garis kemiskinan. urusan dunia itu memang diserahkan kepada
Lebih dari itu, saya sangat prihatin dengan kita. Antum a’lamu biumuriddun-yaakum:
ketimpangan ekonomi di negeri ini. “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.”
Ditambah lagi begitu meluasnya persepsi Namun demikian, saya tidak membungkus
bahwa korupsi masih pemikiran mereka dengan
dianggap salah satu jalan Untuk urusan dunia, Islam konsep Islami.
‘legal’ untuk meraih juga mengajarkan kepada
kekayaan. Nah, dari sinilah kita agar bekerja seolah- Menurut Anda, apakah ada
saya kemudian ingin perbedaan substansial antara
olah kita akan hidup
berbuat sesuatu sesuai cara-cara menjadi kaya
kemampuan saya. Apalagi, selamanya, tetapi ketika seperti dalam teori Kiyosaki
tidak ada satu pun ayat sudah beribadah, seolah- dll itu dengan cara-cara
Qur’an maupun hadits olah akan mati besok. menjadi kaya versi
Nabi yang melarang Keberkahan Finansial?
berbisnis dan mencari uang sebanyak-
banyaknya, asalkan tetap pada koridor Oh, pasti ada! Kalau mereka lebih menitik
moral. Bahkan pekerjaan berdagang atau beratkan pada usaha dan kerja keras saja dan
menjadi entrepreneur itu dianggap lebih seolah-olah menjadi kaya itu hanya urusan
baik dari pekerjaan lain. Nabi pun pribadi (egois), ditambah konsep
mengatakan bahwa sembilan pintu rezeki itu kapitalisme. Dalam konsep Keberkahan
berasal dari perdagangan. Demikian juga Finansial, menjadi kaya itu bukan urusan
dalam shalat di dalamnya ada doa “ ……. pribadi dan kerja keras semata, tetapi harus
warzuqni…berilah rezeki…..”. Untuk dimulai dengan keluhuran jiwa dan
urusan dunia, Islam juga mengajarkan kecerdasan spiritual. Prinsip khairunnas –
kepada kita agar bekerja seolah-olah kita anfauhum linnaas, sebaik-baik manusia
akan hidup selamanya, tetapi ketika sudah adalah yang bermanfaat bagi orang lain—
beribadah, seolah-olah akan mati besok. harus didahulukan. Dengan prinsip itu,
akhirnya kita akan menjadi kaya secara
Dalam buku Keberkahan Finansial ini ‘otomatis’. Uang akan ngikut dengan
tampaknya Anda mencoba mengemas sendirinya. Kenapa demikian? Karena
konsep-konsep how to get rich ala dengan prinsip itu kita akan berusaha
‘barat’—yang nota bene banyak dianggap menjadi profesional dalam bidang apa pun
sebagai ‘sekuler’—dengan bungkus yang kita geluti. Orang profesional, tentu
konsep-konsep Islami. Benarkah? banyak yang membutuhkan.

Saya tidak memungkiri bahwa ada Makanya dalam buku itu ada sub bahasan
pemikiran orang-orang barat di dalam buku “Raihlah Akhiratnya, Dapatkan Uangnya”

62  
 
 

dan “Bertambah Kaya dengan menurut saya masih khilafiyah atau masih
Mensejahterakan Orang Lain”. Selain itu, terjadi perbedaan pendapat. Biarkanlah itu
dalam konsep ini, saya mencoba berkembang menjadi perbedaan, karena
menguraikan konsep Distributor Rezeki. masing-masing memiliki alasan. Sah-sah
Semakin dipercaya seseorang untuk menjadi saja. Akan tetapi kalau kita ingin lebih
‘distributor’ rezeki, semakin besar kekayaan berhati-hati, memilih sistem syariah tentu
seseorang. Ini sejalan dengan konsep Islam sangat lebih baik.
yang mengatakan bahwa di dalam harta
yang kita miliki terdapat titipan orang lain Soal ajakan untuk melek finansial ini,
yang harus kita bagikan atau beramal. Nah, Anda optimis akan banyak yang
sebenarnya orang yang ingin kaya itu harus mendengar?
berlomba untuk mendapatkan kepercayaan
menjadi ‘distributor rezeki’ tersebut. Saya yakin, ‘bola’ ini akan terus bergulir
dan mendapat respon yang baik dari
Menurut Anda, apakah dalam ekonomi masyarakat karena sesungguhnya
Islam dikenal konsep-konsep masyarakat membutuhkan ini. Optimisme
perencanaan keuangan? ini setidaknya berkat dukungan tokoh-tokoh
seperti KH.Abdullah Gymnastiar yang
Secara tegas tentang perencanaan keuangan bersedia memberikan kata pengantar pada
memang belum pernah saya temukan. Tetapi buku saya. Demikian juga KH. Ma’ruf
seperti yang saya sebutkan di atas, urusan Amin, Ketua Dewan Syariah MUI. Safir
dunia ini diserahkan kepada kita kok… jadi Senduk, perencana keuangan. Juga Aidil
ya terserah kita, bagaimana baiknya aja! Akbar Madjid, Chairman IARFC, H.
Soal perencanaan keuangan itu kan hanya Rahmat Hidayat yang pakar syariah, Ida
istilah saja. Dasar-dasar secara umum tentu Kuraeny, Ketua Umum IAAI, dan DR. Ir.
ada seperti sebuah hadits yang mengatakan Wahyu Saidi, MSc, yang pengusaha
“Pergunakanlah lima perkara sebelum waralaba Bakmi Tebet. Mereka semua
datang lima perkara yang lain. Pertama, bersedia memberikan endorsement atau
masa hidupmu sebelum datang kematianmu. testimoni pada buka saya.(ez)
Kedua, masa sehatmu sebelum datang masa
sakitmu. Ketiga, masa luangmu sebelum  
datang masa sibukmu. Keempat, masa
mudamu sebelum datang masa tuamu.  
Kelima, masa kayamu sebelum datang masa
miskinmu”.  

Bagaimana cara Anda mendamaikan


konsep-konsep meraih kekayaan yang
memakai sistem pelipatgandaan uang
berbasis bunga dengan konsep ekonomi
syariah yang mengharamkan bunga?

Semua ‘ulama sepakat bahwa riba itu haram.


Tetapi apakah bunga bank itu termasuk riba,

63  
 
 

Dalam wawancara dengan Edy Zaqeus dari


Ade Kumalasari: Pembelajar.com, Mala yang kelahiran
Muntilan 11 Desember 1979, ini
Sekarang Ini membeberkan suka dukanya sebagai penulis
baru. Salah satunya adalah perjuangannya
Remaja Jadi dalam mengalahkan penyakit macet alias
malas. Penulis yang mengaku tidak memiliki
Pelaku Budaya “darah menulis” ini punya kiat unik dalam
mengatasi kemacetan, yaitu jauhi buku-buku
– 22 Mei 2006 – 07:58 (Diposting oleh: bagus! Alasannya, itu akan semakin
Editor) membuat kita frustasi manakala merasa
tidak bisa menghasilkan karya “bagus”.
Jagad pernovelan di Tanah Air belakangan Berikut petikan wawancara dengan ibu dari
benar-benar dimeriahkan oleh hadirnya seorang anak ini:
pengarang-pangarang muda berbakat yang
bila dilihat dari sisi produktivitas maupun Secara garis besar, apa isi novel terbaru
variasi temanya, ternyata lumayan Anda?
mencengangkan. Jumlah penulis-penulis
bergenre teenlit (teen literatur) yang baru Dengerin Dong, Troy! berkisah tentang
muncul, serta produktivitas mereka dalam Cahaya Lintang, seorang ketua OSIS cewek,
menghasilkan karya, boleh yang harus menghadapi banyak
dibilang agak meninggalkan Masalah tawuran masalah menjelang peringatan
rekan-rekan senior mereka yang memang menjadi lustrum sekolahnya. Mulai dari
bergerak di genre chiklitatau kegelisahannya karena belum
salah satu
novel-novel dewasa lainnya. pernah ada satu pun cowok yang
keprihatinan saya. naksir dia –kata sobatnya, karena
Ade Kumalasari adalah satu di Lintang terlalu pintar– sampai cara
antara puluhan penulis baru di jagad menghadapi Troy, si komandan peleton inti
penulisan novel-novel remaja ini. Baru-baru di sekolahnya, yang ngotot mengadakan
ini Mala, demikian panggilan akrabnya, lomba baris berbaris yang potensial memicu
meluncurkan novel keduanya yang berjudul tawuran sesudahnya.
Dengerin Dong, Troy! (Gramedia, 20067).
Sebelumnya, alumnus MIPA UGM (2004) Ide penulisan dari mana?
ini telah meluncurkan novel perdananya
berjudul I’m Somebody Else (Kata-Kita, Tema besar tentang tawuran pelajar saya
2005). Mantan Pemimpin Redaksi koran angkat dari pengalaman pribadi saya ketika
kampus mingguan Bulaksumur Pos ini menjadi ketua OSIS di SMA, dulu banget.
memandang bahwa pasar remaja memang Tapi ternyata tema tersebut masih relevan
sangat menantang untuk dimasuki. Ia juga dengan kondisi sekarang. Masalah tawuran
menyambut baik banyaknya penulis remaja memang menjadi salah satu keprihatinan
yang ikut meramaikan segmen ini. saya.
“Sekarang remaja jadi pelaku budaya, bukan
penikmat saja,” komentar Mala. Berapa lama menggarap novel ini?
Sekitar tiga bulan, mulai dari menentukan

64  
 
 

tema besar, merancang tokoh-tokoh dan Saya selalu berusaha mengangkat tema yang
alur, menulis, sampai sentuhan akhir. Ini tidak melulu soal cinta. Kisah cintanya tetap
sudah termasuk ngambeknya juga loh! ada karena memang ini menjadi ‘bumbu
wajib’ novel remaja. Tapi harus ada tema
Dikaitkan dengan proses penulisan, apa besar lain. Di novel pertama saya
beda novel ini dengan novel sebelumnya? mengangkat masalah pencarian jati diri,
sementara di novel kedua tentang tawuran
Bedanya ada pada penokohan, sudut pelajar.
pandang atau point of view penceritaan dan
tema. Novel saya terdahulu I’m Somebody Hambatan saat menyelesaikan novel-
Else tokohnya seorang artis remaja yang novel ini?
kuliah tingkat awal. Saya samapi harus
baca-baca tentang gaya hidup remaja Seperti umumnya para penulis lain, saya
perkotaan sekarang dari majalah-majalah. kira adalah mengalahkan rasa malas!
Sementara tokoh novel saya yang baru Kadang saya merasa “blank”, nggak tahu
adalah remaja biasa saja, dan dari desa. Ini apa yang harus saya tulis selanjutnya. Tapi
sih bisa diingat-ingat dari kehidupan remaja mestinya perasaan seperti itu
saya dulu. Untuk penokohan, harus dilawan.
saya biasanya mengambil baca buku-buku “jelek”
modeling tokoh tertentu di untuk membangkitkan Problem utamanya tetap
dunia nyata. Atau gabungan semangat, “Ah, kalok kemacetan?
beberapa tokoh untuk lebih cuman gini sih, saya
memudahkan menghidupkan Ya, kalau boleh saya bilang sih,
juga bisaaa!!!”
sang tokoh dalam imajinasi. kemacetan sama dengan
kemalasan. Ini saya nggak
Kalau dari sudut penceritaan, bedanya? nyindir siapa-siapa, lho. Saya sendiri sering
banget mengalami kemacetan.
Saya memakai sudut pandang orang ketiga
untuk novel pertama dan sudut pandang Cara mengatasinya?
orang pertama atau aku untuk novel kedua.
Masing-masing punya kelebihan dan Saya punya trik begini. Biasanya kalau lagi
kekurangan. Di novel pertama, saya bebas macet atau malas menulis, saya membaca
mengeksplorasi kejadian-kejadian yang buku-buku. Satu, baca buku-buku bagus
menimpa tokoh-tokoh lain selain tokoh untuk mendapatkan inspirasi cara menulis
utama. Tapi eksplorasi perasaan si tokoh atau bercerita dengan baik. Dua, baca buku-
utama kurang maksimal. Sementara di novel buku “jelek” untuk membangkitkan
kedua, saya bisa dengan detil semangat, “Ah, kalok cuman gini sih, saya
menggambarkan pikiran dan perasaan tokoh juga bisaaa!!!” Biasanya sih mood langsung
utama. Tapi kejadian-kejadian yang tidak bangkit lagi. Apalagi kalau buku yang
dialami langsung oleh tokoh utama jadi dibaca bener-bener “cemen”. Saran saya sih,
kurang tergarap. jangan cuma membaca buku-buku bagus
saja. Nantinya malah semakin membuat
Lagi-lagi cinta jadi tema utamanya, ya? frustasi bahwa Anda tidak bisa menulis
sebagus itu. Lebih bagus kalau Anda bisa

65  
 
 

menemukan karya orang-orang yang Anda Tanggapan Anda terhadap munculnya


kenal. Misalnya, karya teman masa kecil penulis-penulis muda di genre chiklit dan
Anda yang sama sekali nggak punya teenlit?
“potongan” untuk jadi penulis, waktu itu,
sehingga bisa membuat Anda “kebakaran”. Saya senang sekali dengan munculnya
banyak penulis-penulis muda sekarang ini.
Ada trik lain? Semakin banyak malah semakin bagus.
Munculnya karya-karya populer seperti ini
Masih banyak kok! Kalau sangat bagus untuk merangsang
bosan membaca, saya budaya membaca di kalangan
Kata-kata itu
menonton film. Menonton anak-anak muda. Bahkan
gosip seleb atau surfing di sebenarnya sudah sekarang, enggak cuma
internet. Ide novel pertama beterbangan di udara, membaca, tapi juga menulis.
saya berawal dari nonton acara kok. Kita tinggal Akhirnya sekarang ini para
gosip, lho! Intinya, kita tidak memaksakan diri untuk remaja bisa menjadi pelaku
bisa hanya diam dan menangkapnya saja. budaya, bukan cuma penikmat
menunggu ide, atau menunggu saja.
kata-kata bagus muncul. Kata-
kata itu sebenarnya sudah beterbangan di Banyak sekali karya-karya lokal
udara, kok. Kita tinggal memaksakan diri bermunculan. Apakah peluang pasar
untuk menangkapnya saja. Nasihat penting, untuk novel-novel jenis ini masih
terutama untuk diri saya sendiri, jangan lumayan?
memberi makan pada rasa malas!
Ya, saya rasa pasar untuk novel-novel
Sebagai penulis pemula, apa dulunya remaja masih terbuka lebar. Saya termasuk
kesulitan mendapatkan penerbit? orang yang optimis. Tapi untuk bisa
bersaing dengan karya yang bergenre sama
Alhamdulillah, saya tidak bermasalah memang harus dibarengi dengan kualitas
dengan penerbit. Naskah pertama saya, tulisan, serta tema yang menarik dan baru.
begitu saya kirim, selang sehari kemudian
langsung mendapat tanggapan positif dari Apakah novel-novel yang muncul
penerbit. Mungkin karena saat itu belum belakangan bakal sanggup menembus
banyak saingan, ya. Naskah kedua saya di angka raihan novel-novel terdahulu
penerbit besar ‘hanya’ sebulan masuk daftar seperti Eiffel I’m in Love, Fairish, atau
tunggu. Malah, menurut saya, kesulitannya Delaova?
adalah masalah mental. Dulu, sebelum
naskah saya selesai, saya sulit sekali Saya rasa ketiga novel tersebut bisa
menepis anggapan-anggapan: “Apa ada menembus angka penjualan yang
yang mau nerbitin karya saya ya?” “Ah, spektakuler karena kasus khusus. Eiffel I’m
jangan-jangan naskahku ini jelek.” Penulis in Love dan Dealova adalah novel-novel
yang berkutat dengan perasaan negatif lokal remaja yang pertama memasuki pasar.
seperti itu nggak akan pernah selesai Waktu itu belum ada saingan dan novel-
menulis. novel jenis ini belum semeriah sekarang.
Praktis mereka membukukan penjualan yang

66  
 
 

tinggi. Ditambah lagi efek dari popularitas penulisnya. Karena memang belum banyak
film dan sinetron. penulis lokal yang terjun ke novel jenis ini.
Dari data lomba penulisan novel metropop
Kalau ingin benar-benar menembus angka di salah satu penerbit, peserta yang
penjualan yang tinggi memang tidak mengirim karya hanya seperlima dari
semudah novel-novel tersebut. Tapi saya peserta lomba penulisan novel remaja.
rasa masih bisa, asalkan temanya benar-
benar menarik, baru, dan didukung oleh Kabarnya Ada juga menyasar novel
promosi yang bagus. anak. Seberapa prospektif segmen ini?

Akan tahan berapa lama lagi tren novel- Pangsa pasar buku anak-anak punya
novel jenis ini? keunikan tersendiri. Anak-anak mungkin
punya pilihan sendiri, tapi yang menentukan
Menurut saya, novel-novel jenis ini akan untuk membeli adalah orang tuanya. Di
tetap ada sampai tahun-tahun mendatang. pasaran saat ini, saya menemukan banyak
Karena memang ada kebutuhan bacaan novel anak yang ditulis orang dewasa, yang
untuk remaja. Yang berbeda mungkin berkesan ingin menggurui, mengarahkan,
bentuk dan temanya saja. Kita ingat dulu dan memberi pesan moral. Memang
tahun 1980-an, remaja kita gandrung dengan orangtua punya kecenderungan untuk
serial Lupus dan juga novel- menasihati, ya? Saya tidak yakin
novel karya Gola Gong yang Sekarang ini saya anak-anak akan senang membaca
lebih “laki-laki”. Sekarang ini masih dalam tahap novel-novel seperti itu. Saya rasa
yang sedang booming adalah belajar menulis. Suatu peluang untuk novel anak masih
novel-novel yang “cewek saat saya pasti akan terbuka lebar, untuk cerita-cerita
banget”. Siapa tahu nantinya yang lebih imajinatif, misalnya
sampai ke sana.
akan kembali lagi tren novel petualangan. Lebih segar dan yang
petualangan untuk cowok. memberi pesan tanpa harus
Mengingat sekarang ini remaja cowok terkesan menggurui.
enggak punya bacaan. Alangkah mengerikan
kalau mereka malah membaca bacaan pria Sedang menggarap karya apa sekarang?
dewasa. Atau mingkin tren bergeser ke arah
novel grafis yang akan digencarkan oleh Sementara ini saya masih berkonsentrasi
salah satu penerbit besar di sini. Tapi, pasar dengan novel remaja karena memang gaya
untuk bacaan remaja tetap akan ada. penulisan saya cocok dengan jenis novel ini.
Tapi saya juga bercita-cita untuk menulis
Bagaimana dengan peluang novel skenario dan beranjak ke novel-novel
metropop? “serius”. Setiap orang kan punya tahapan
untuk berkembang. Sekarang ini saya masih
Novel metropop punya pangsa pasar dalam tahap belajar menulis. Suatu saat saya
tersendiri, yaitu para perempuan, dan sedikit pasti akan sampai ke sana.
laki-laki mungkin, yang sudah beranjak
dewasa dan sudah mempunyai penghasilan Terakhir, apa yang paling memotivasi
sendiri. Peluang novel jenis ini masih Anda untuk terus menulis?
terbuka lebar, terutama untuk para

67  
 
 

Yang paling memotivasi adalah momen


ketika melihat orang-orang yang saya cintai
membaca ucapan terima kasih di buku saya
dan tersenyum bangga. Juga momen ketika
saya membaca surat yang mengatakan, “Aku
jadi semangat menulis karena terinspirasi
tulisan Kak Mala.” Itulah hal yang paling
saya inginkan dalam hidup: menjadi berarti,
untuk diri sendiri dan untuk orang lain.[ez]

68  
 
 

Indonesia, Jurusan Sastra Inggris, Jessica


Jessica Huwae: bekerja sebagai reporter di tabloid Cita
Cinta (sekarang majalah). Kini, Jessica
Penulis Tidak bekerja sebagai senior Editor di majalah
SPICE! (MRA Printed Media), termasuk
Harus Introvert menjadi konsultan untuk majalah indie. Di
luar pekerjannya di bidang jurnalistik dan
- 24 April 2006 – 08:07 (Diposting oleh: susastra, penggemar karya-karya Paulo
Editor) Coelho dan Nukila Amal ini mendirikan
perusahaan one stop entertaintment bernama
Siapa yang tidak pernah mendengar kata Moreideas, bersama dua orang temannya,
soulmate? Kata ini sedemikian populernya, Sarah Silaban (musisi/penulis
terutama bagi setiap perempuan atau laki- lagu/penyanyi) dan Zeki Siregar. Moreideas
laki yang sedang mencari belahan jiwa yang merupakan suatu wadah yang menaungi ide-
sejati. Kata penuh magnet inilah yang ide segar anak muda terutama dalam bidang
dengan cerdas telah dimanfaatkan Jessica seni musik, film, susastra, event organizing,
Huwae sebagai judul novel debutannya: dan artist management.
Soulmate.com (GPU, 2006). Novel
percintaan yang dikemas Berikut perbincangan Edy
dalam genre metropop (sebuah When you love someone Zaqeus dari Pembelajar.com
istilah yang coba dipopulerkan but he doesn’t love you dengan Jessica Huwae mengenai
oleh penerbit GPU) tersebut back, or when you love proses kreatif penulisan novel
ternyata disambut antusias oleh someone but then he Soulmate.com dan khasanah
pasar. Buktinya, hanya dalam thinks that you’re not pernovelan umumnya:
waktu 20 hari peredarannya, the one.
novel ini sudah masuk cetakan Secara garis besar, apa isi
kedua. novel soulmate.com?

Jessica yang kelahiran Jakarta, 17 Juli 1979 Novel soulmate.com berkisah tentang
ini memulai karier kepenulisannya secara pencarian cinta Nadya Samuella, wanita
serius sejak SMP. Dengan seorang teman, muda berusia 25 tahun. Di atas kertas dia
dia memelopori berdirinya majalah indie di memiliki segalanya. Namun, ternyata dia
sekolah bernama tabloid WOW. Bukan harus menghadapi banyak masalah dan
untuk gaya-gayaan, akan tetapi Jessica rintangan dalam menemukan orang yang dia
remaja merasa saat itu lagi butuh suatu yakini adalah “soulmate-nya”.
media berekspresi, terutama lewat medio
tulisan. Majalah indie itu sekaligus menjadi Hal baru apa yang anda tawarkan dalam
gerakan pemberontakannya terhadap novel ini?
eksklusifitas mading (majalah dinding)
sekolah yang tidak cukup mengakomodir Dari segi cerita, memang tidak baru, kisah
keinginannya untuk berkarya. cinta sifatnya universal. When you love
someone but he doesn’t love you back, or
Selepas menamatkan pendidikannya di when you love someone but then he thinks
Fakultas Ilmu Budaya Universitas that you’re not the one. Things like that.

69  
 
 

Namun saya memasukkan banyak unsur Berapa lama anda menggarap novel ini?
penulisan di dalamnya. Seperti memasukan
kutipan, blog, ym, sms, email. In short ini Penulisannya sendiri hanya memakan waktu
suatu kisah cinta yang dibalut dengan empat bulan, ditambah dengan revisi,
aktivitas manusia modern yang sangat dekat mungkin sekitar enam bulan.
dengan teknologi.
Apa hambatan yang paling sering anda
Dari mana ide penulisan novel ini datang temui saat menyelesaikan novel ini?
dan kenapa tertarik menovelkannya?
Waktu. Bekerja dengan jam kerja yang
Dari pengalaman pribadi dan some circle of sangat panjang kadang membuat saya sering
friends saja. Tuntutan hidup sekarang kehabisan energi untuk masuk dalam arena
membuat kita seperti kekurangan “naik-turun emosi” atau
waktu untuk bertemu dengan Kadang rasanya sudah “gurun kesunyian” yang
“the significant other” di luar meledak-ledak ingin sangat diperlukan seorang
komunitas kita. Hidup sepertinya menuangkan semua ide penulis untuk melahirkan
terpusat untuk kerja, sedikit yang menggenang di karya-karya yang soulful.
kehidupan sosial, menjalankan kepala.
hobi, dst. Lantas kapan dong Benarkah kemacetan
peluang menemukan soulmate merupakan problem utama
itu ada? Untungnya sekarang sudah ada penulis?
teknologi internet yang membuat perbedaan
ruang dan waktu itu sudah tidak terasa lagi. Mungkin juga. Tapi kalau bagi saya yang
Banyak banget cerita seru yang terjadi di jadi kendala adalah soal waktu. Kadang
dunia cyber ini. Salah satunya, ya… upaya rasanya sudah meledak-ledak ingin
menemukan “pasangan nyata” di dunia menuangkan semua ide yang menggenang di
maya. Buat saya, soulmate.com mewakili kepala. Tapi, ya kembali ke waktu tadi.
keresahan wanita-wanita muda seumuran Yang paling selama ini saya lakukan adalah
saya. Tentang mencari belahan jiwa. Nggak mencatat dulu remah-remah pikiran saya itu
heran kalau banyak pembaca saya yang ke notes untuk tabungan cerita kapan-kapan.
kemudian mengirimi saya email dan bilang
pengalaman membaca soulmate.com is like Punya kiat-kiat khusus untuk mengatasi
reading her own diary. kemacetan?

Gagasan anda sendiri tentang soulmate Go out and have some fun! Saya nggak
itu seperti apa? percaya kalau menjadi penulis itu harus jadi
orang introvert yang lantas mengurung diri
Soulmate = myth + destiny. Tergantung dalam dunianya sendiri. Meet people, going
hasil akhir dari pencarian soulmate itu to places, try new things. Pengalaman-
sendiri. Kalau gagal maka semua orang akan pengalaman itu bisa jadi tabungan cerita
ramai-ramai mennyerukan bahwa ideas yang nggak akan ada habisnya!
about soulmate is completely rubbish. Dan
buat yang beruntung? Congratulations,
mereka baru saja menemukan takdir mereka.

70  
 
 

Bisa anda ceritakan, apakah sebagai Tentu saja. Entertainment industry never
penulis pemula dulunya anda kesulitan dies, and book is one of those. Bila
mendapatkan penerbit? pertanyaannya apakah pangsa pasarnya tetap
ada, buku cetakan pertama saya habis terjual
Tidak sama sekali. Saat naskah hanya dalam waktu 20 hari. Dan sekarang
soulmate.com selesai, saya diperkenalkan sedang memasuki tahap cetakan ke-2.
oleh teman saya Syahmedi Dean yang juga
adalah penulis (LSDLF & JPVFK) kepada Karya-karya apa lagi yang sedang dan
editornya. Kelar presentasi hendak anda garap saat ini?
selama tujuh menit, Mbak Rosi
Kalau motivasi
Simamora (editor saya) meminta Saya sedang berkolaborasi dengan
waktu dua minggu untuk menulis selalu ada seorang penyanyi atau song
membaca seluruh draft. Dan dan sepertinya akan writer. Belum bisa bilang
seperti yang Anda lihat, dalam terus ada because I sekarang, yang jelas kolaborasi ini
beberapa bulan saja novel ini was born to it. belum pernah ada. Tunggu saja
sudah berada di tangan Anda. I bulan Juni ya!
think getting your book published is about
how to be in the right link. That’s all. But Hal apa yang paling memotivasi anda
I’m one of lucky soul, I can tell. untuk terus menulis atau menghasilkan
karya?
Penulis-penulis muda bermunculan,
terutama penulis chiklit, teenlit, dan Kalau motivasi menulis selalu ada dan
terbaru adalah metropop. Bagaimana sepertinya akan terus ada because I was
anda memaknai fenomena tersebut? born to it. Tapi kalau motivasi untuk
mempublikasikan karya biasanya datang
No problem. Itu kan hanya pemberian label dari sahabat-sahabat baik, dan pembaca-
saja. Saya pikir banyak orang yang terlalu pembaca saya yang rajin “meneror” saya
meributkan genre suatu buku sampai-sampai dengan email, “Ayo Jess kapan dong
melupakan esensi dari pengalaman nerbitin buku lagi?”[ez]
membaca suatu karya itu sendiri. Apa pun
labelnya, tidak jadi masalah selama itu bisa  
membuat seseorang duduk dan membaca!
 
Anda bisa perjelas, maksud dari jenis
atau genre metropop itu sebenarnya apa?  

Metropop adalah label yanjg diberikan pada


buku-buku karya Gramedia yang berlatarkan
kehidupan di kota metropolitan. And my
novel, is one of those.

Apakah peluang dan pangsa pasar untuk


novel-novel jenis ini masih lumayan?

71  
 
 

diberikan oleh orangtua kepada anak-anak


Clara Kriswanto: mereka. “Jika kita ingin menyelematkan
masa depan anak-anak kita, kita harus
Pendidikan segera berbenah dan lebih peduli lagi
dengan masalah ini,” tegas Clara.
Seksualitas Anak
Sebagai psikolog keluarga dan parent coach,
dengan Perspektif alumnus Fakultas Psikologi Universitas
Indonesia dan Goldsmiths College
Citra Diri Positif University of London, ini memang telah
matang oleh pengalaman. Clara tercatat
- 27 Maret 2006 – 06:22 (Diposting oleh: pernah aktif sebagai relawan di sejumlah
Editor) LSM di Inggris maupun di Jakarta. Ia adalah
pendiri maupun relawan aktif di LSM
Awal Maret lalu, sebuah buku berjudul Bentara Kasih – Kelompok Insan Peduli
Seks, Es Krim, dan Kopi Susu (Jagadnita HIV/AIDS. Ibu dari empat orang anak ini
Publishing, 2006) karya Clara Kriswanto pun aktif memberikan seminar-seminar
diluncurkan di Jakarta. Judul buku yang mengenai tema-tema keluarga. Tulisan dan
ringan dan menggelitik itu ternyata justru ulasan mengenai kiprahnya sebagai psikolog
berisi pemikiran-pemikiran baru mengenai keluarga tersebar di berbagai media masa
pendidikan seksualitas anak. Clara cetak maupun elektronik. Clara juga
mengajukan pendekatan baru, yaitu agar mengadakan acara seminar bulanan, seperti
pendidikan seksualitas anak Ngedugem (Ngertiin Dunia Gaul
bisa dilakukan sejak dini serta rentan terhadap ajakan Remaja) dan parenting class.
dengan perspektif yang tepat. untuk melakukan Untuk mengetahui betapa
“Pendidikan seksualitas harus pentingnya masalah pendidikan
hubungan seksual pra
diawali dari rumah, oleh seksualitas anak dan remaja saat
orangtua sendiri, serta dengan nikah, free-sex, ini, berikut petikan wawancara
perspektif yang tepat, yaitu penyalahgunaan Edy Zaqeus dengan peraih
citra diri positif. Pendekatan kecanggihan teknologi penghargaan Indonesian Quality
berlangsung sejak anak lahir masa kini, dll and Development Award ini:
hingga usia remaja akhir,”
tegas Clara kepada Edy Zaqeus Apa alasan terpenting Anda
dari Pembelajar.com. sehingga mengangkat masalah
pendidikan seksualitas sejak dini ini?
Memang, belakangan masalah pendidikan
seksualitas anak semakin relevan untuk Dari pengalaman pendampingan saya
dibicarakan, baik di rumah maupun di selama ini, saya melihat mereka yang tidak
sekolah. Pasalnya, kita semakin sering saja terbuka membicarakan tentang seksualitas di
mendengar berita-berita mengenai perilaku dalam keluarga, biasanya juga rentan
seksual menyimpang di kalangan anak dan terhadap pengaruh-pengaruh negatif.
remaja. Apa akar permasalahnnya? Clara Misalnya saja, rentan terhadap ajakan untuk
punya tesis, bahwa satu di antaranya adalah melakukan hubungan seksual pra nikah,
minimnya bekal pendidikan seksualitas yang free-sex, penyalahgunaan kecanggihan

72  
 
 

teknologi masa kini, dll. Mereka sama sekali pendidikan seks tidak sekedar seputar organ
tidak pernah membicarakan masalah- daktivitas aktivitas seksual, tetapi lebih
masalah seputar bagaimana sebaiknya kepada bagaimana membantu anak
bersikap sebagai perempuan dan laki-laki, memahami keperempuanan atau kelaki-
dan bagaimana mengembangkan sikap lakiannya, sesuai dengan tahap-tahap
menghargai diri sendiri maupun lawan jenis. perkembangan dirinya. Tetapi sayangnya,
Beberapa dari mereka memang pernah masih banyak yang tidak tahu bagaimana
diajak berbicara sedikit tentang kewanitaan. cara menjelaskannya. Penyebabnya, mereka
Misalnya pas mereka mengalami dulu tidak mendapatkan hal yang sama dari
menstruasi. Namun, itu pun tidak banyak orangtuanya. Atau juga ada sebagian dari
eksplorasinya. Selanjutnya, mereka biasanya orangtua yang sudah merasakan pentingnya
harus mencari-cari informasi sendiri, yang pendidikan seks, tetapi mereka belum
kadangkala sumbernya tidak benar atau merasa nyaman untuk membicarakannya.
kurang pas. Karena dulu itu, ada
Padahal, di sini ’pembekalan’ dari orangtuanya
Seberapa krusialnya dampak sebetulnya guru dan bahwa seks itu tabu.
perilaku seksual yang tidak orangtua bisa
terarah seperti seks bebas dan Apakah ada yang salah
berperan banyak
sejenisnya? dengan cara mengenalkan
untuk pendidikan seksualitas di
Angka HIV/AIDS makin mengembangkan dalam keluarga dan di
meningkat dari tahun ke tahun. nilai-nilai positif sekolah?
Angka aborsi yang dilakukan oleh
remaja-remaja mulai usia 15 tahunan makin Karena masih adanya rasa kurang nyaman
meningkat. Juga makin mudah membicarakan masalah seksualitas ini, maka
terpengaruhnya nilai-nilai hidup kaum muda walaupun misalnya sudah cukup terbuka,
menjadi kebarat-baratan dan ’tidak tetapi masih terkesan buru-buru atau
terkendali’. informasi yang diberikan hanya seadanya.
Misalnya di sekolah sang guru terkesan
Menurut Anda, bagaimana cara pandang hanya memberi pengajaran sesuai materi
orangtua dan masyarakat kita saat ini pelajarannya, namun tidak dikembangkan
mengenai pendidikan seksualitas anak? dengan mengaitkan pada aspek-aspek moral
dan nilai-nilai hidup. Padahal, di sini
Sebagian orangtua masih menganggap sebetulnya guru dan orangtua bisa berperan
bahwa pendidikan seksualitas itu adalah banyak untuk mengembangkan nilai-nilai
mengajarkan tentang organ-organ seks dan positif dari pandangan hidup si anak atau
cara berhubungan seksual. Akibatnya, siswanya.
mereka tidak setuju untuk memberitahukan
kepada anak-anak mereka, karena menurut Solusi apa yang Anda tawarkan untuk
mereka itu akan memicu perilaku seksual masalah ini?
yang tidak sehat. Mereka memilih
membiarkan anak-anak mencari tahu sendiri Solusinya adalah orangtua atau guru
di ’luar sana’ jika saatnya untuk tahu sudah pertama-tama harus mau membuka diri dan
tiba. Sebagian lagi sudah menyadari bahwa banyak belajar tentang seksualitas. Dengan

73  
 
 

demikian, mereka bisa merasa nyaman dan dalam kandungan anak tahu bahwa dia
percaya diri untuk membagikannya kepada dicintai, berharga, merupakan anugerah, dan
anak-anak didiknya. Memang, idealnya segala hal baik lainnya yang akan membantu
pendidikan seksualitas ini diterapkan sejak terbentuknya citra diri yang positif pula.
dini, secara alamiah, sesuai dengan
perkembangan kognitif, mental, dan Tampaknya Anda sangat menekankan
emosional anak. Sehingga, proses tersebut bahwa peran keluarga atau rumah
dapat mewarnai pola asuh orangtua atau sangat-sangat penting dalam hal
pola pendekatan guru supaya keterbukaan pendidikan seksualitas anak. Mengapa?
itu sudah dapat terjalin sejak dini pula.
Maka, kapan pun si anak atau siswa punya Ya, tentu saja karena orangtualah yang
pertanyaan, atau kebingungan seputar paling mengenal anak-anaknya sendiri.
masalah seksualitas, orangtua atau guru Bagaimana dengan kendala-kendala yang
punya rasa percaya diri bahwa mereka sifatnya komunikatif apabila orangtua harus
mampu membantu anak-anak tersebut. memberikan pendidikan seksualitas sendiri
di rumah? Kembali di sini yang terpenting
Hal baru dalam buku Anda adalah adalah kenyamanan orangtua untuk
menempatkan perspektif citra diri positif membicarakan tentang seksualitas tersebut.
sebagai dasar utama pendidikan Juga tidak kalah pentingnya adalah
seksualitas. Bisa dijelaskan mengapa? kejujuran orangtua. Misalnya, jujur
menjawab bila memang tidak tahu dan
Kita percaya bahwa seseorang berjanji untuk mencari tahu atau
akan berperilaku buruk bila Kembali di sini mengajak mencari tahu bersama.
konsep dirinya buruk pula. yang terpenting Sedapatnya jangan sampai
Bagaimana seseorang bisa adalah kenyamanan menunda atau mengalihkan
menghargai dan menjaga dirinya orangtua untuk pertanyaan-pertanyaan anak.
sendiri kalau konsep dirinya
membicarakan
buruk? Maka, di sini pentingnya Apakah ada panduan tentang
pembentukan konsep citra diri tentang seksualitas bagaimana orangtua dapat
positif, yaitu agar memacu si tersebut. menjawab pertanyaan-
individu untuk berperilaku positif pertanyaan anak mengenai
pula, serta mampu menilai bahwa dirinya seksualitas?
berharga. Dirinya adalah Anugerah, dan
untuk itu dia harus menjaganya sebaik- Panduan-panduan tentang menjelaskan
baiknya. Saya yakin, mereka akan lebih kesehatan reproduksi sudah banyak di
punya pertahanan diri terhadap pengaruh- pasaran. Tetapi, yang menekankan konsep
pengaruh negatif dari lingkungan sekitarnya. citra diri positif sebagai dasar
pengembangan konsep menghargai diri
Kapan paling tepat untuk memulai sendiri, sebagai pelindung diri dari
pendidikan seksualitas anak? pengaruh-pengaruh negatif, rasanya kok
belum banyak ya. Makanya saya mencoba
Dengan konsep citra diri positif itu, menurut mengisi kekosongan tersebut.
saya sedini mungkin lebih baik, sehingga
memang sejak dia lahir atau bahkan sejak

74  
 
 

Bagaimana dengan peran guru-guru di Sudah merencanakan untuk menerbitkan


sekolah? karya-karya berikutnya?

Guru perlu juga membekali diri untuk bisa Memang, saya sedang mempersiapkan
bersikap nyaman dan demi anak-anak buku-buku berikutnya. Masih seputar
didiknya mau bersikap terbuka dan keluarga, yaitu tentang bagaimana menjadi
bersahabat. Termasuk juga dalam hal parent coach bagi anak demi
membicarakan masalah seksualitas ini. mengoptimalkan EQ anak. Juga buku
Sehingga, anak didik dapat bertanya pada panduan tentang bagaimana menjadi
mereka serta tidak mencari-cari informasi keluarga yang bahagia, sesuai dengan
dari sumber-sumber yang tidak dapat layanan saya di
dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini www.keluargabahagia.com.[ez].
memang diperlukan kerjasama antara guru
dan orangtua agar maksimal hasil
pendampingannya.

75