You are on page 1of 15

Pendahulauan

Kami akan membedah skripsi yang berjudul “ Meningkatkan hasil belajar PKN Materi kebebasan
berorganisasi melalui model mind mapping di kombinasikan dengan think pair and Share (TPS)
dan talking stik pada siswa kelas V SDN Mentaos 2 Banjarbaru.

Adapun langkah langkah Model pembelajarannya

Mind mapping menurut (shoimin):

1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas


2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasanya
3. Membentuk kelompok berpasangan 2 orang ( untuk mengetahui daya serap siswa)
4. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan tersebut untuk menceritakan materi yang baru
di terima dari gur dan pasangannya mendengarkan sambal mempbuat catatan- catatan kecil
kemudian berganti peran begitu pula sebaliknya.
5. Menugaskan siswa secara bergiliran atau di acak untuk menyampaikan hasil wawancara
dengan teman pasangannya ( sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil
wawancaranya)
6. Guru mengulangi atau menjelaskan kembali materi yang belum di pahami siswa
7. Ksimpulan.

Model pembelajaran TPS menurut ( aqib )

1. Guru menyampaikan inti materi pembelajaran


2. Siswa di minta untuk berpikir tentang materi atau permasalahan yang di sampaikan guru
3. Siswa di minta berpasangan dengan teman sebelahnya
4. Guru memimpin pleno diskusi kecil
5. Tiap kelompok diminta untuk mengemukakan hasil diskusinya
6. Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambahkan materi yang
belum di ungkapkan oleh siswa
7. Kesimpulan atau penutup.

Model pembelajaran Talking stik ( suriansyah dkk)

1. Guru menyiapkan sebuah tongkat


2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan di pelajari , kemudian memberikan
kesempatan kepada siswa untuk membaca dan memperlajari materi pada buku ajar.
3. Setelah membaca buku ajar siswa di minta untuk menutup bukunya.
4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa dengan menyampaikan pertayaan
yang harus di jawab oleh yang memegang tongkat demikian seterusnya sampai semua
siswa mendapatkan bagian tongkat.
5. Guru memberikan kesimpulan
6. Guru memberikan evaluasi
7. Penutup

Adapun langkah – langkah gabungan model mind mapping di kombinasikan dengan model
pembelajaran think pair and share (TPS) dan Talking Stik adalah :

1. Guru meminta siswa untuk berkelompok secara berpasangan dengan teman sebelahnya
(Mnid mapping , Tps and Talking stik).
2. Guru menyampaikan materi yang akan di pelajari secukupnya (Mnid mapping , Tps and
Talking stik).
3. Guru menugaskan salah satu siswa dari pasangannya dalam kelompok untuk menceritakan
materi yang baru di terima dari guru dan pasangannya mendengarkan sambal membuat
catatan- catatan kecil (Mind mapping)
4. Guru mengajukan suatu pertanyaan dalam bentuk LKK yang di kaitkan dengan pelajaran
dan meminta siswa untuk berpikir sendiri mencari jawaban atas pertanyaan tersebut (TPS).
5. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan hasil pemikirannya masing-masing bersama
temannya tentang pertanyaan yang di sampaikan oleh guru(TPS).
6. Guru memimpin pleno diskusi kecil tersebut (TPS).
7. Tiap kelompok diminta untuk mengemukakan hasil diskusinya ( mind mapping )
8. Berdasarkan hasil diskusi tersebut guru mengaitkan dan mengarahkan pembicaraan pada
pokok permasalahan dan menambahkan materi yang belum di ungkapkan oleh para siswa
(TPS)
9. Guru menjelaskan aturan permaian talking stik dan memberikan pertanyaan sesuai materi
yang telah di ajarkan ( talking stik )
10. Guru menjelaskan kembali materi yang belum di pahami oleh siswa ( Mind Mapping )
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah yang ada dalam skiripsi ini adalah


Di dalam melaksanakakan pembelajaran pkn siswa mengalami kesulitan dalam
memahami materi pembelajaran pkn pada materi kebebasan berorganisasi, hal tersebut
dalam skripsi ini di tuliskan dengan bukti dan kenyataan di lapangan terlihat dari hasil
belajar siswa pada materi pembelajaran pkn di SDN Mentaos 2 beberapa waktu terakhir
mengalami penurunan atau cenderung rendah. Dengan rendahnya hasil belajar tersebut
membuktikan bahwa tujuan pembelajarna yang di inginkan tidak tercapai.
Hal ini akan memunculkan masalah baru di sekolah untuk itu dari hasil belajar
siswa yang rendah pada materi pembelajaran pkn maka guru perlu menganalisa di mana
kesalahan dan kekurangan yang ada di sekolah tersebut, kebiasaan murid yang terkadang
mudah bosan dan mudah jenuh dalam belajar merupakan penyebab utama terjadinya
penurunan nilai yang terjadi pada mata pelajaran pkn tersebut.
Menurut skrispsi tersebut siswa mengalami rendahnya nilai mata pelajaran di
karenkan pembelajaran kurang efektif dan siswa kurang antusias dalam melaksanakan
pembelajaran , sehingga siswa cepart merasa bosan dan cenderung lebih fasif dalam
belajar.
Hal tersebut apabila di biarkan maka akan menimbulkan suatu permaslahan yang
baru maka guru sebaiknya cepat mencari solusi yang tepat guna memecahkan masalah
tersebut dalam skripsi ini di tulis pemecahan masalah tersebut dengan mengubah metode
pembelajaran di kelas serta mengubah model pembelajaran di kelas tersebut, dengan
menggunakan metode atau model pembelajaran yang lebih relevan maka guru harus sebisa
mungkin menemukan model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran pkn dan
materi yang akan di ajarkan di kalas.
Dalam skripsi yang kami analisis ini penggunaan model pembelajarna merupakan
solusi yang dapat di ambil dalam memecahkan masalah tersebut model pembelajaran mind
mapping di kombinasikan dengan model pembelajaran thing pair dan share dan talking stik
merupakan langkah awal untuk memecahkan masalah tersebut sehingga penggunaan
model pembelajaran di kenal cara yang paling efektif untuk memecahkan suatu masalah
pembelajaran.
Dalam analisa skripsi model tersebut di pilih dengan memperhatiskan karekteristik
siswa dan karekteristik materi yang di ajarkan , karakteristik siswa SD yang menonjol
adalah bermain, senang bergerak, senang bekerja atau bermain dalam kelompok.
Dikombinasikannnya model pembelajaran Mind mapping dan thing pair share, dan
talking stik ini di harapkan dapat meningkatakan hasil belajar siswa di karenakan dengan
kombinasi ini di harapkan motivasi belajar siswa akan meningkat.

B. Rumusan masalah
Dalam rumusan masalah di dalam skripsi ini guru penulis memaparkan beberapa
tujuan atau rumusan suatu permasalahan yang akan di angkat kedepannya yang akan
menjadi acuan pembahasan berikutnya , dalam skripsi ini rumusan masalah yang di ambil
adalah bagaimana aktivitas guru , bagaimana aktivitas siswa ,dan bagaimana hasil belajar
siswa, menurut analisa dalam rumusan masalah penulis jangan membuat suatu rumusan
yang tidak bisa di ukur, sehingga akan menimbulkan sebuah kerancuan dalam penulisan
berikutnya buatlah suatu rumusan , masalah yang jelas dan dapat di ukur pada akhir
pembelajaran nantinya guna memudahkan si penulis dalam mengambil hasil suatu
penelitian tersebut.

C. Rencanan pemecahan masalah


Dalam rencana pemecahan masalah guru memecahkan maslaha yang akan di hadapi
dengan menggunkan strategi pembelajaran yang memfokoskan siswa untuk labih aktif dan
giat dalam mengikuti pelajaran sehingga pembelajaran akan labih menarik bagi siswa dan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa,
Manurut analisa kami dalam rencana pemecahan masalah yang di paparkan oleh
penulis, maka penulis menggunakan beberapa model pembelajaran yang di kombinasikan
sehingga menciptakan langkah – langkah pembelaajran yang lebih efektif. Padahal jika di
pikirkan lebih mendalam ketika menggunakan beberapa gabungan kombinasi model
pembelajaran akankan siswa itu terfokos dalam belajarnya karena si penuls menggunakan
gabungan 3 model pembelajaran, menurut anaisis kami waktu yang di gunakan untuk
menerapkan ke 3 model tersebut dalam satu mata pelajaran akankan efektif karena
terbatasnya waktu tidak akan memungkinkan terjadinya pembelajaran yang efektif hal ini
sudah di buktikan berapa banyak guru yang kesulitan dalam menerapkan satu molel
pembelajaran saja apalagi jika di gabungkan 3 model pembelajaran apa yang akan terjadi
alih-alih siswa mengalami peningkatan belajar malah akan berdampak siswa menjadi
kebingungan.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka guru di tuntut lebih kretaif dalam
mengelola pembelajaran dan materi pelajaran sehingga guru lebih di fokoskan dalam dalam
pembuatan langkah – langkah kombinasi pembelajarn yang tepat sebelum
mempraktekkannya di lapangan, penyusunan langkah – langkah pembelajaran di dasarkan
pada ke efektifan waktu pembelajaran yang tersedia.

D. Tujuan penelitian
Dalam tujuan penelitian yang di muat dalam skripsi ini di dapati sebuah tujuan yang
berkaitan erat dengan rumusan masalah hal ini di karenakan pada tujuan penelitian maka
penulis berusaha untuk memfokoskan pada beberapa tujuan dalam penelitiannya, sehingga
di dalam tujuan penelitian penulis mengungkapkan dan mengutarakan sebuah tujuan yang
berguna untuk mengetahui hasil yang akan di harapkan nantinya pada saat melakukan
penelitian di kelas.

E. Manfaat penelitian
Manfaat penelitian yang ada di dalam skripsi ini terdapat mengenai timbal balik dari
suatu tujuan penelitian manfaatnya yang tercantum dari hasil penerapan model tersebut di
harapkan akan memberikan manfaat yang baik bagi Guru, kepala sekolah, siswa dan
peneliti lain, dalam analisis manfaat penelitian ini penulis di minta sebisa mungkin untuk
meggali manfaat yang sebenarnya berguna bagi guru, kepala sekolah, siswa dan peneliti
lain hal ini akan berdampak pada pemberian hasil (output) dari sebuah penelitian, ketika
seorang membuat sebuah karya tulis maka yang akan di hasillkan adalah sebuah karya tulis
yang penuh makna maka dari itu manfaat yang ada di dalam skripsi Ini harus bertujuan dan
jelas. Apabila sebuah karya ilmiah memiliki tujuan yang tidak jelas maka akan
menyulitkan pembaca untuk menelaahh isi yang ada di dalam sebuah karya ilmiah tersebut.

HAL YANG DI TEMUKAN DALAM BEDAH SKRIPSI


BAB II
Dalam bab ini yang di temukan dalam analisis di dalam bab II adalah terdapatnya
teori teori yang menguatkan suatu model pembelajaran di dalam penulisan karya ilmiaha
di dalamnya terdapat ada beberapa macam point :

A. Kerangka teori :
Kerangka teori di sini meliputu penjelasan tentang teori (1) karakteristik anak usia sekolah
dasar; (2) prinsip pembelajaran di sekolah dasar ; (3)Tujuan pembelajaran di sekolah dasar
; (4) peran guru dalam pembelajaran ; (5) Hakikat pendidikan kewarganegaraan : (6)
Pengertian PKN ;(7)tujuan pembelajaran Pkn : (8) Metode pembelajaran PKN ; (9) Materi
PKN ; ( 10 ) Model pembelajaran Kooperatif ; (11) pengertian model mind mapping ; (12)
Alasan memilih model mind mapping ; (13) Langkah langkah model mind mapping ; (14)
kelebihan dan kekurangan model mind mapping ; (15) Pengertian model TPS ; (16) Alasan
memilih model TPS ;(17)Langkah langkah model TPS ; (18) kelebihan dan kekurangan
model pembelajaran TPS ; (19) Pengertian model pembelajaran Talking stik ; (20) langkah
langkah model pembelajaran Talking stik; (21) Kelebihan dan kekurangan model
pembelajaran Talking stik.

Di dalam kerangka teori yang ada di bab II semuanya sudah bagus menurut hasil analisis
kerangka teori tersebut sudah sepantasnya di buat untuk mendukung pemikiran dan
penulisan sebuah karya ilmiah ini, di karenakan kerangka teori merupakan sebuah
pemahaman atau buah pikir yang di tulis oleh ahlinya sehingga mambantu menguatkan
sebuah karya ilmiah di kalangan pembacanya.

B. Penelitian Yang relevan


Penelitian yang relevan harus ada di dalam sebuah karya ilmiah dalam skripsi ini terdapat
beberapa penelitian sebelumnya yang membantu menguatkan sebuah status karya ilmiah
penelitian yang relevan di dalam skripsi ini mengambil dari percontohan atau pedoman
dari skripsi yang sebelum sebelumnya yang sudah terbukti melaksanakan pembelajaran
dengan baik.
C. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir yang ada di dalam skiripsi ini mengacu pada pada sebuah harapan
yang apabila di terapkannya beberapa model pembelajaran seperti penerapan kombinasi
dari ketiga model akan menghasilkan pembelajaran yang baik , Kerangka berpikir yang
ada di dalam skripsi yang kami amati si penulis mengungkapkan bahwa apabila
menerapkan kombinasi model pembelajaran maka akan membuat siswa senang serta akan
menambah wawasan siswa dalam belajar yang akan mengakibatkan peningkatan aktivitas
siswa,guru dan hasil belajar siswa.
Sesuai analisis kerangka berpikir dan hipotesis ini benar adanya dan sudah menjadi
acuan dalam membuat sebuah karya tulis apalgi yang berhubungan dengan penelitian di
lapangan , kerangka berpkikir harus manciptakan suasana yang dapat menghasilkan Output
yang baik setelah selesai melaksanakan penelitian sehingga ketika membuat kerangka
berpikir harus benar benar logis dengan kenyataan di lapangan , apabila penelitian tidak
berhasil maka kita akan mencari kesalahan penelitian dimana dan apa yang menyebabkan
melenceng dari kerangka berpikir dan harus mengevaluasi ulang.
Kerangka berpikir di dalam skripsi ini memfokoskan pada perubahan yang akan
terjadi pada anak didik , guru dan hasil belajar serta tingkah lakunya bagaimana ia menjadi
anak yang benar benar berhasil dalam melaksanakan pembelajaran.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan dan jenis penelitian
Menurut informasi yang di dapat di dalam skripsi ini pendekatan yang di gunakanan
adalah pendekatan kualitatif . dimana di dalam proses penelitian di gunakan berdasarkan
teori yang relevan dengan permasalahan yang di teliti untuk menemukan solusi
permasalahan tersebut.pendekatan yang di gunakan adalah pendektatan kualitatif untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran dan kinerja penelitisebagai tenaga pendidik.

B. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK) hal ini
di karenakan ptk memiliki hal yang sangat penting dan strategis untuk memperbaiki dan
meningkatkan mutu pembelajaran apabila di laksanakan dengan baik dan benar.

C. Tahap Penelitian tindakan kelas


Tahapan yang di lakukan dalam penelitian tindakan kelas yang di sajikan dalam
skripsi yang kami bedah adalah sebagai berikut :

D. Setting penelitian :
Settting penelitian yang ada di dalam skripis yang kami bedah adalah di laksanakan pada :
kelas V SDN 2 Mentaos Banjarbaru, dan penelitian ini di lakukan pada materi
pembelajaran PKN tentang kebebasan berorgansisasi. Setting penelitian merupakan
keterangan peneliti melakukan praktik atau uji coba sebuah karya yang mana meliputi
tempatnya di mana apa dan kapan waktunya serta apa materi yang di ajarkan oleh peneliti
inilah hakikat sebuah setting penelitian.

E. Faktor yang di teliti


Ada faktor siswa, guru dan hasil belajar menurut analisis ketiga faktor ini erat kaitannya
dengan rumusan masalah yang di buat oleh peneliti sebelumnya ketiga faktor ini akan di
teliti di lapangan dan apa yang akan di hasilkan ketika ketiga faktor ini di lakukan
penelitian.

F. Skanario Tindakan
Marupakan salah satu perencanaan bagaiman tindakan itu di lakukan di lapangan dalam
skanario tindakan yang ada di dalam skripsi ini guru atau peneliti sudah menyiapkan
dengan sangat matang mata pelajaran dan bahan ajar materi pembelajaran sehingga guru
hanya tinggal merancang dan menuangkannya ke dalam tulisan di skanario tindakan,
skanario tindakan merupakan pemikiran atau bayangan guru melaksanakan uji coba di
lapangan , di dalam skanario tindakan isinya mengenai ringkasan singkat tindakan-
tindakan yang akan di lakukan oleh guru di lapangan sehingga skanario tindakan ini akan
membanatu memudahkan guru dalam melakukan penelitian di lapangan.

G. Data dan cara pengambilan data


Sumber data yang ada di dalam skripsi yang kami amati adalaj siswa kelas V di sdn
mentaos 2 Banjarbaru yang duduk pada semester II tahun pelajaran 2016/2017 pada proses
pembelajaran kebebasan berorganisasi, data nya adalah dari lembar observasi guru , lembar
observasi aktvitas siswa , dan hasil belajar siswa. Jenis data yang di gunakan pada skripsi
ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif.:
H. Teknik pengambilan data
Teknik pengambilan data yang ada pada skripsi ini adalah dengan teknik observasi ,
yaitu pembelajaran guru di ambil dari hasil observasi kegiatan guru mengajar di dalam
kelas dengan menggunakan metode dan model pembelajaran. Teknik tes yaitu, data hasil
belajar siswa di ambil melalui soal tes yang di sediakan oleh guru di dalam kelas setelah
akhir pembelajaran,

I. Teknik analisis data


Teknik analisis data yang di gunakan adalah data kualitatif , adalah data yang di ambil dari
hasil observasi, yaitu data hasil pengamatan aktivitas guru dan data hasil aktivitas siswa
selama proses pembelajaran berlangsung.yang ke dua adalah data kuantitatif teknik ini di
gunakan untuk menganalisis data hasil belajar siswa berupa nilai permasalahan lembar
kerja siswa yang di peroleh dengan system penilaian agar di ketahui ketuntasan hasil
belajarnya.
Semisal aktivitas guru dinilai data secara kualitatif :
Jumlah aspek : 10
Skor maksimal : 4 x 10 = 40
Skor minimal : 1 x 10 = 10
Rentang : 40-10 = 30
30
Interval : = 7,5 = 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 8
4

Kategori penilaiannya sebagai berikut :

Skor Kategori
34-40 Sangat baik
26-33 Baik
18-25 Cukup baik
10-17 Kurang baik

Aktifitas siswa di nilai secara kualitatif ;


Jumlah aspek : 7
Skor maksimal : 4 x 7 = 28
Skor minimal : 1 x 7 = 7
Rentang : 28-7 = 21
21
Interval : = 5,25 = 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 5
4

Kategori penilaiannya sebagai berikut :

Skor Kategori
22-28 Sangat aktif
17-21 aktif
12-16 Cukup aktif
7-11 Kurang aktif

J. Indikaor keberhasilan
Indikator keberhasilan yang ada di dalam skripsi ini untuk indikator:
Aktivitas guru, apabila memproleh skor ≥34 - 40 dan berada pada kategori sangat baik.
Aktivitas siswa, apabila mampu mencapai ≥82% atau berada pada kategori sangat aktif.
Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan klasikal 80% dan berada pada pencapaian nilai
lebih sama dengan dari 70 sesuai KKM yang telah di tentukan yaitu 70.
BAB IV
PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN PENEMUAN

A. Diskripsi setting atau lokasi penelitian.


Sekolah tempat di adakannya penelitian tindakan kelas ini yaitu SDN Mentaos 2
Banjarbaru di kelas V tahun ajaran 2016/2017. Di dalam diskripsi penelitian dan setting
penelitian ini penjelasan mengenai sekolah di jelaskan selengkap-lengkapnya unutk
menunjang dan melengkapi informasi yang ada di sekolah tersebut hal ini di karenakan di
dalam penulian karya ilmiah di usahakan tidak ada data yang fiktif yang terlibat di
dalamnya.

B. Gambaran Prestasi belajar siswa.


Gambaran prestasi belajar yang penulis ungkapkan di dalam karya ilmiah ini adalah
sebuah gambaran yang memuat tentang bagaimana hasil belajar siswa selama 3 tahun
terakhir gunanya adalah untuk mengidentifikasi materi apa yang kurang di pahami siswa
dalam melaksanakan pembelajaran, maka dengan itu guru atau peneliti melakukan
observasi di lapangan untuk mengetahui kelemahan dan keluhan siswa selama proses
pembelajaran , karena terihat banyak siswa yang belum mencapai pada pembelajaran pkn
materi demokrasi maka si peneliti memutuskan untuk menggali lebih dalam mengenai
metode materi dan kesalahan yang harus di perbaiki pada saat melaksanakan uji penelitian
tindakan kelas di lapangan.

C. Persiapan penelitian
Dalam persiapan penelitian segalanya sudah di siapkan oleh pihak penulis yang ada di
dalam skripsi ini melalui dosen pembimbing dahulu sebelum melaksanakan penelitian
tindakan kelas di lapangan.dalam persiapan penelitian yang di lakukan adalah melakukan
penunjukan observer, membuat sknario pembelajaran melalui rencana pelaksaan
pembelajaran, menyiapkan sumber belajar merupakan salah satu hal yang akan mendukung
pelaksanaan pembelajaran di kelas, membuat evaluasi untuk mengukur peningkatan
kemampuan dalam menyelesaikan tugas kelompok atau lain sebagainya biar guru dapat
mengukur kemampuan siswa pada saat pembelajaran.
D. Pelaksanaan tindakan kelas
Siklus I pertemuan I ;
Terdapat beberapa penemuan di dalam melaksanakan penelitian di lapangan terbukti
dengan adanya nilai aktivitas guru yang memakuki kretiria baik dengan mendapatkan skor
29, memungkinkan pada pembelajaran yang di laksanakan pada pertemuan I ini peneliti
sudah mulai benar benar menjalakankan penelitianya dengan persiapan yang begitu matang
, pada pertemuan I siklus pertama kendala yang di hadapi peneliti adalah siswa masih
banyak yang ribut dan tidak bisa diam pada saaat melaksanakan pembelajaran di dalam
kelas sehingga kesulitan pemokosah siswa sangat kurang terjaga.sehingga rata-rata siswa
hanya mendapatkan nilai Cukup aktif , di karenakan kendala yang demikian tadi yang perlu
di atasi , untuk hasil belajar siswa pada pertemuan I siklus I ini sudah cukup memuaskan
siswa mendapatkan ada 61 % siswa yang mendapt nilai tuntas artinya sudah banyak yang
memahami pembelajaran hanya saja masih belum mencapai ketuntasan klasikal yang di
harapkan guru , pada pertemuan I siklus 1 ini pelaksanaan pembelajaran yang di laksanakan
oleh peneliti sudah cukup baik menurut amatan kami guru sudah melaksanakan
pembelajaran di dalam kelas dengan penuh perjuangan dan cukup baik.
Siklus I pertemuan 2 ;
Pada sikuls I pertemuan kedua nilai yang menunjuk pada aspek guru mendapatkan nilai 33
dengan kategori baik terbukti pada pembelajaran kali ini guru juga sudah sangat baik dalam
melaksanakan pembelajaran walaupun ada kendala dalam melakasanakan pembelajaran di
kelas,untuk aktivitas siswa, siswa sudah masuk dalam kategori aktif di dalam mengikuti
pembelajaran hal ini terbukti dengan adanya ke aktifan siswa mengikuti pembelajaran di
dalam kelas , siswa yang aktif dalam melakssanakan pembelajaran di dalam kelas
merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi si penelilti , di tambah pada siklus ini hasil
belajar siswa juga sudah mulai meningkat pada pertemuan ini di banding pada pertemuan
sebelumnya. Dalam analisis yang di lakukan pada skripsi kami mengamati kelasalah guru
dalam melaksanakan pembelajaran di kelas sering di picu oleh ketidak seimbangan
pembelajaran dengan murid, maksudnya banyaknya murid yang sulit di atur akan
membuyarkan pemikiran dan pembelajaran di dalam kelas.
Siklus II pertemuan I ;
Pada siklus II pertemuan pertama ini maka dapat di analisa dan di temukan pada skor
aktivitas guru mendapatkan nilai 37 dengan kriteria sangat baik , di dalam melaksanakan
pembelajaran di dalam kelas guru di nilai memiliki metode yang sudah tepat sehingga
menurut observer peneliti sudah melaksanakan pembelajaran dengan sangat baik, untuk
aktivitas siswa sendiri pada pertemuan ini sudah mencapai kriteria sangat aktif , hal ini
sudah berkurangnya siswa yang berbuat ribut di dalam kelas , kelas lebih terkendali dan
sudah banyaknya siswa yang memahami pembelajaran di dalam kelas, ketika siswa banyak
memahami pembelajaran di dalam kelas maka secara otomatis nilai dari ke aktifan siswa
dalam melaksanakan pembelajaran akan selalu bertambah dan memiliki ilmu pengetahuan
yang begitu banyak , untuk siswa yang memiliki ke aktifan yang sudah mulai meningkat
akan di harapkan menandakan awal yang baik dalam hal melaksanakan pembelajaran di
dalam kelas.untuk hasil belajar siswa sudah sangay banyak yang mengalami ketuntasan hal
ino berkat pemahaman siswa yang semakin hari semakin bertambah sehingga siswa lebih
mudah memahami pembelajaran.
Siklus II pertemuan II ;
Pada pertemuan II siklus ke II ini nilai dari aktivitas guru melaksanakan pembelajaran yang
ada di dalam skripsi yang kami bedah terdapati mencapai skor 39 , yang masuk pada
kriteria sangat baik , hal ini sudah sangat baik dan guru hampir melaksanakan semua aspek
pembelajaran di dalam kelas, untuk aktivitas siswa sudah hampir sempurna dan
mendapatkan skor 94,44 % aktif artinya masuk pada kategori sangat aktif di dalam
penjelasan ini siswa sudah banyak yang mampu memahami pembelaajran di dalam kelas
dan siswa sudah sangat antusias dalam belajar di dalam kelas , sehingga nilai ke aktifan
siswa menjadi sangat tinngi , begitupun dengan hasil belajar siswa , siswa yang tuntas
hampir mencapai 100 persen di dalamnya , berarti dalam hal ini pada pertemuan yang
terakhiri ini dapat di katakan penelitian ini sudah berhasil karena dapt mengubah
paradigma nilai siswa menjadi lebih baik dan dapat mengubah sikap siswa dalam
melaksanan pembelajaran menjadi lebih baik juga.

Bab V Penutup
A. Kesimpulan
Aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa sudah mulai menjadi meningkat
sesuai dangan apa yang di rumuskan masalah di awal pembuatan skripsi ini maka
kesimpulan ini memuat semua aktivitas di akhir pembelajaran meningkat sehingga
penelitian ini bisa di katakan penelitiannya sudah berhasil
B. Saran
Bagi guru , berusahan meningkatkan pembelajaran lag dengan metode dan model
pembelajaran yang terdapat dalam skripsi tersebut, bagi kepala sekolah semoga dapat
menjadikan bahan acuan atau pelajaran kedepannya , bagi peneliti lain , hendaknya
memanfaatkan sebuah karya penulisan skripsi ini sebagai bahan referensi yang baik