You are on page 1of 30

BIMBINGAN ANTISIPATORI

Ns. DWI RETNO WULAN, S.Kep.


Definisi
Bersifat
Antisipatory lebih dulu,
antisipasi

Bimbingan,
Guidance pedoman,
petunjuk
Definisi

Bimbingan Antisipasi ( Anticipatory


Bimbingan antisipasi atau
Guidance ) adalah bantuan perawat
anticipatory guidance adalah
terhadap orang tua dalam
memberitahukan/upaya bimbingan
mempertahankan dan
kepada orang tua tentang tahapan
meningkatkan kesehatan melalui
perkembangan sehingga orang tua
upaya pertahanan nutrisi yang
sadar akan apa yang terjadi dan
adekuat, pencegahan kecelakaan
dapat memenuhi kebutuhan sesuai
dan supervisi kesehatan ( Marlow,
dengan usia anak
1988).
Bimbingan antisipasi masa bayi
• ENAM BULAN PERTAMA
• memahami proses penyesuaian antara artu dan bayi t.u ibu yang membutuhkan
bimbingan setelah melahirkan.
• Membantu orang tua memahami bayi sebagai individu yang mempunyai
kebutuhan dan bagaimana bayi mengekspresikan keinginannya melalui tangisan
• Menentramkan orang tua bahwa bayi tidak akan manja dengan adanya perhatian
yang penuh selama 4-6 bulan pertama.
• Menganjurkan ortu untuk membuat jadual kebutuhan bayi.
• Membantu ortu untuk memahami kebutuhan bayi terhadap stimulasi lingkungan.
• Menyokong kesenangan ortu dalam melihat tumbuh kembang bayinya misalkan
dengan tertawa, dengan bersahabat mengamati respon sosial anak.
• Menyiapkanortu untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dan kesehatan bagi bayi
misalnya pemberian imunisasi.
• Mengenalkan dan memberi makanan padat.
Bimbingan antisipasi masa bayi
ENAM BULAN KEDUA
• Menyiapkan ortu akan ketakutan bayi terhadap stranger anxiety.
• Hindarkan perpisahan yang terlalu lama.
• Bimbing orang tua untuk meningkatkan perhatian karena peningkatan
mobilitas bayi dan ajarka disiplin sejak bayi.
• Menggunakan pendekatan dengan kontak mata atau peringatan, jika tak
berhasil dengan peringatan fisik dan dorong untuk bertingkah laku positif.
• Berikan lebih banyak perhatian ketika bayi berkelakuan baik daripada
ketika ia menangis
• Ajarkan memgenai pencegahan kecelakanan pada bayi karena ketrampilan
motorik dan keingintahuannya mengetahui sesuatu sangat tinggi
• Rencanakan saat penyapihan
• Eksplorasi perasaan orang tua disaat menjelang tidur bayi
Bimbingan antisipasi masa Toddler
Usia 12-18 bulan
• Menyiapkan ortu untuk mengharapkan perubahan tingkah laku toddler
khususnya negativisme dan ritualisme.
• Mengkaji kebiasaan makan dan menyapih botol dan meningkatkan intake
makanan padat.
• Mengakaji pola tidur malam hari ,kebiasaan dengan botol ditangan saat
tidur,yang dapat meningkatkan caries gigi dan penundaan Tingkah Laku
menolak jam jam tidur.
• Menekankan pentingnya hubungan orang tua dan anak pada perpisahan
singkat.
• Mendiskusikan permainan baru yang mengganggu perkembangan motoric
halus, motorik kasar,bahasa,kognitif dan ketrampilan social.
• Menekankan kebutuhan perawatan gigi,tipe kebersihan gigi dasar
dirumah,kebiasaan makanan yang merupakan faktor predisposisi
terjadinya caries,menekankan pentingnya suplemen fluorida.
Bimbingan antisipasi masa Toddler
Usia 18-24 bulan
• Menekankan pentingnya persahabatan dengan teman sebaya dalam
permainan.
• Memerlukan persiapan tambahan sibling:menekankan pentingnya
persiapan anak terhadap pengalaman baru.
• Mendiskusikan adanya meode disiplin,efektifitas dan perasaan orang tua
tentang negativisme anak,menekankan bahwa negativisme ialah aspek
penting dari perkembangan aserting diri dan independen dan bukan tanda
suatu kemanjaan
• Diskusikan tanda-tanda kekurang siapan toilet training,menekankan
pentingnya menunggu terhadap kesiapan fisik dan psikologis
• Diskusikan perkembangan terhadap takut pada gelap atau suara gaduh
dan kebiasaan seperti menghisap jari tangan,menekankan normalnya
perubahan perilaku
• Menyiapkan orang tua terhadap tanda - tanda regresi dari stress
Bimbingan antisipasi masa Toddler
Usia 24-35 bulan
• Mendiskusikan pentingnya imitasi dan cara meniru
“perilaku domestik” shg perlu memasukkan anak
dalam aktifitas
• Menekankan keunikan todler melalui penggunaan
bahasa,pengertian yang kurang terhadap waktu dan
ketidakmampuan melihat kejadian dr perspektif lain
• Menekankan disiplin dan penjelasan yang mengarah
pada injury, bingung dan misunderstanding
Bimbingan antisipasi masa pra sekolah
Usia 3 tahun
• Menyiapkan ortu untuk meningkatkan minat anak dlm persahabatan yang
lebih luas
• Mendorong untuk masuk TK (Taman Kanak kanak)
• Menekankan pentingnya peraturan.
• Menyiapkan orang tua untuk mengurangi ketegangagan yang berlebihan.
• Mendorong orang tua untuk menawarkan pilihan pada anak ketika anak
terombang-ambing.
• Memperingatkan ortu bahwa keseimbangan usia 3 tahun akan berubah
menjadi Tingkah laku agresif pada usia 4 tahun.
• Menyiapkan orang tua terhadap ketergantungan pada perhatian mereka
seperti ketidaknyamanan emosional anak dan takut kehilangan kasih
sayang.
• Antisipasi nafsu makan/selera makan dengan pemilihan makanan.
• Menekankan kebutuhan proteksi dan pendidikan pada anak untuk
mencegah injury.
Bimbingan antisipasi masa Pra sekolah
Usia 4 tahun
• Menyiapkan Tingkah Laku agresif, aktifitas motorik dan bahasa
yang mengejutkan.
• Menyiapkan terhadap keingintahuan seksual anak dengan
menjelaskan perbedaan jenis kelamin laki laki dan perempuan.
• Menyiapkan ortu terhadap imajinatif tinggi pada usia 4 tahun yang
menuntut kemampuan bercerita.
• Menekankan pentingnya peraturan yang nyata pada Tingkah laku
dan pendekatan teknik disiplin.
• Menyarankan belajar berenang.
• Membangunkan anak dr mimpi yg menakutkan dan yakinkan bahwa
itu hanya mimpi.
Bimbingan antisipasi masa Pra sekolah
Usia 5 tahun
• Periode tenang.
• Meyakinkan anak memasuki lingkungan
sekolah.
• Meyakinkan imunisasi baru sebelum
memasuki sekol
Bimbingan antisipasi masa sekolah
Umur 6 tahun
• Diharapkan lebih menyukai makan banyak ( nafsu makan
bertambah) dan sering menolak thd suatu makanan yang dia
sukai
• Peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan terlebih lagi
kesakitan padausia sebelumnya.
• Ajari cara mencegah kecelakaan dan rasa aman terutama
dalam bersepeda.
• Sediakan kamar tersendiri bila mungkin.
• Ajarkan /dorong anak untuk berinteraksi dengan teman
sebaya.
Bimbingan antisipasi masa sekolah
Umur 7-10 ahun
• Diharapkan ada kemajuan dalam kesehatan.
• Siapkan untuk meningkatkan aktivitas yang menimbulkan resiko
bahaya.
• Diharapkan adanya peningkatan keterlibatan dengan teman sebaya
dan peningkatan minat mengikuti aktivitas diluar rumah.
• Berikan kebebasan tapi masih dalam batas yang jelas dan
memelihara disiplin /peraturan di masyarakat.
• Diharapkan lebih memenuhi permintaan ibu pada usia 8 tahun
• Persiapan sebelum masa remaja/menjadi gadis.
• Diharapkanmeningkatkan kebanggaan pada ayah diusia 10 tahun
dimana peran ayah.segera mendorong aktifitas anak.
Bimbingan antisipasi masa sekolah
Umur 11-12 tahun
• Menyiapkan Anak Terhadap Setiap Perubahan Tubuh
Pada Masa Pubertas
• Berikan Pendidikan Seksual Secara Adekuat Dengan
Memberikan Informasi Secara Cermat/Tepat
• Dorong Keinginan Anak Untuk Menjadi Dewasa
• Mengajari Anak Untuk Mencoba Melakukan Aktivitas
Yang Kenmungkinn Menimbulkan Bahaya/Yang
Membahayakan.
• Anak Dapat Ditingkatkan Jumlah Istirahatnya.
Bimbingan antisipasi masa Remaja
• Terima remaja sebagai manusia biasa
• Hargai ide-idenya, kesukaan dan ketidaksukaan serta harapannya.
• Biarkan remaja mempelajari dan melakukan hal-hal yang disukainya
walaupun metodenya berbeda dengan orang dewasa.
• Berikan batasan yang jelas dan masuk akal.
• Hargai privacy remaja
• Berikan kasih sayang tanpa menuntut.
• Gunakan pertemuan keluarga untuk merundingkan masalah dan
menentukan aturan-aturan.
• Orangtua juga harus menyadari bahwa: mereka ingin mandiri, sensitif
terhadap perasaan dan perilaku yang mempengaruhinya, teman-temannya
merupakan hal yang sangat penting dan memandang segala sesuatu
sebagai hitam atau putih, baik atau buruk
Pencegahan Kecelakaan
• Masa Bayi
• Usia : Lahir - 4 bulan
Percapaian perkembangan mayor
Refleks involunter, seperti refleks
merangkak, dan refleks dapat
menyebabkan tubuh menjejak.
Jenis kecelakaan dan Pencegahan cedera bayi
: 0-4 bulan
Aspirasi : Jatuh : Keracunan : Luka cedera
• Jangan • Pasang selalu pagar • simpan bakar : tubuh:
menabur- keranjang bayi bahan
• Jangan pernah toxic
• cek air mandi • hindari
kan bedak meninggalkan bayi pada sebelum objek
langsung dilemari. dipakai
permukaan yang tinggi
• jangan
tajam dan
pada bayi tanpa pelindung bergerigi
• Bila ragu tentang dimana menuangkan
anda akan menempatkan air panas bila • jaga agar
berada di
bayi,gunakan lantai
dekat bayi
peniti
• Pengaman (restraint)
• perhatikan abu popok
anak dalam kursi bayi tetap
dan jangan pernah rokok yang
meninggalkannya tanpa dapat tertutup
menjatuhi bayi
pengawasan ketika ia dan jauh
dapat duduk dengan baik dari bayi
dengan ditopang.
Bayi usia 4 -7 bulan
• Berguling
• Duduk sebentar
• Memegang dan memainkan objek kecil
• Mengambil objek yang jatuh
• Mempunyai koordinasi tangan-mata yang
berkembang baik
Jenis kecelakaan dan Pencegahan cedera bayi
: 4 - 7 bulan
Aspirasi : Keracunan :
Simpan kancing,biji-bjian,penutup jarum Jatuh : Pastikan bahwa cat untuk
dan objek kecil lainnya di luar jangkauan perabot atau mainan
bayi Lakukan restrein jika tidak mengandung
Pertahankan lantai bebas dari objek kecil duduk di kursi yang tinggi tembaga
Jangan memberi makan bayi ketika bayi
berbaring Pertahankan pagar Tempatkan zat-zat
Periksa mainan anak akan adanya bagian- keranjang tempat tidur beracun di rak yang tinggi
bagian yang dapat dilepas pada ketinggian penuh atau di lemari yang
Simpan bedak di luar jangkauan terkunci

Luka bakar :
Cedera Tubuh :
Tempatkan objek-objek
panas (rokok,lilin,dupa) di Hindari objek lancip
permukaan tinggi dan sebagai mainan
atau jauh dari jangkauan
bayi Hindari mainan yang
Batasi terpapar sinar berbunyi keras
matahari
Bayi usia 8 -12 bulan
• Merangkak
• Berdiri, memegang pada perabot
• Berjalan
• Mendorong objek, Melempar objek
Jenis kecelakaan dan Pencegahan cedera bayi
: 8 - 12 bulan

Sufokasi/tenggelam :
Aspirasi Pagari kolam renang
Jaga agar benda-benda kecil Awasi anak bila berada di
tidak berada di lantai dan dekat sumber air
perabot jauh dari jangkauan Jaga agar pintu kamar mandi
anak-anak selalu tertutup
Perhatikan dalam memberikan Kosongkan kolam-kolam
table food yang padat untuk yang tidak diperlukan
memastikan bahwa yang Pegang selalu satu tangan
diberikan adalah potongan- anak saat berada di kamar
potongan yang sangat kecil mandi / awasi saat anak
mandi
Jenis kecelakaan dan Pencegahan cedera bayi
: 8 - 12 bulan
Keracunan : Luka bakar :
Tempatkan pelindung di Jatuh
Jangan sembarang
memberikan obat-obatan depan dan mengintari alat Pagari tangga di bagian atas
kecuali jika diresepkan panas, tempat api, atau dan bawah jika anak dapat
oleh dokter tungku pemanas menjangkau bagian tersebut
Simpan obat-obatan dan Simpan kawat listrik secara Pakaikan bayi dengan sepatu
zat beracun pada tempat tersembunyi atau di luar dan pakaian yang aman (sol
yang aman jangkauan anak
yang tidak “lengket” di lantai,
tali sepatu terikat, celana
panjang yang tidak
menyentuh lantai )
Pastikan bahwa perabot cukup
berat untuk anak untuk
didorong sendiri pada posisi
berdiri dan meluncur
Usia Toddler
Jenis kecelakaan :
a. Jatuh/luka akibat mengendarai sepeda.
b. Tenggelam.
c. Keracunan atau terbakar.
d. Tertabrak karena lari mengejar bola/balon.
e. Aspirasi dan asfiksia.
Pencegahan
• Awasi jika dekat sumber air.
• Ajarkan berenang.
• Simpan korek api, hati-hati terhadap kompor masak dan setrika.
• Tempatkan bahan kimia/toxic di lemari.
• Jangan biarkan anak main tanpa pengawasan.
• Cek air mandi sebelum dipakai.
• Tempatkan barang-barang berbahaya ditempat yang aman.
• Jangan biarkan kabel listrik menggantung & mudah ditarik.
• Hindari makan ikan yang ada tulang dan makan permen yang
keras.
• Awasi pada saat memanjat, lari, lompat karena sense of balance
belum baik .
Usia Pra sekolah
Kecelakaan terjadi karena anak kurang
menyadari potensial bahaya : obyek panas,
benda tajam, akibat naik sepeda misalnya main
di jalan, lari mengambil bola/layangan,
menyeberang jalan.
Pencegahan
1. Mengontrol lingkungan.
2. Mendidik anak terhadap keamanan dan potensial bahaya.
a. Jauhkan korek api dari jangkauan.
b. Mengamankan tempat-tempat yang secara potensial dapat
membahayakan anak.
c. Mendidik anak :
• Cara menyeberang jalan.
• Arti rambu-rambu lalulintas.
• Cara mengendarai sepeda yang aman
Usia Sekolah

• Anak sudah berpikir sebelum bertindak.


• Aktif dalam kegiatan : mengendarai sepeda, mendaki
gunung, berenang
Pencegahan
• Aturan lalu-lintas bagi pengendara sepeda.
• Aturan yang aman dalam berenang
• Mengawasi pada saat anak menggunakan alat berbahaya :
gergaji, alat listrik.
• Mengajarkan agar tidak menggunakan alat yang bisa
meledak/terbakar.
• Ajari anak tentang bahaya menggunakan obta-obatan dan bahan
kimia yang tidak diresepkan
• Anjurkan untuk bermain di tempat yang aman
• Ajarkan anak agar tidak mengusik atau mengganggu anjing
Usia Remaja

• Mulai penggunaan kendaraan bermotor bila jatuh


dapat : fraktur, luka pada kepala
• Kecelakaan karena olah raga.
Pencegahan
• Perlu petunjuk dalam penggunaan kendaraan bermotor
sebelumnya ada negosiasi antara orang tua dengan remaja.
• Menggunakan alat pengaman yang sesuai.
• Melakukan latihan fisik yang sesuai sebelum melakukan olah
raga.
• Berenang dengan teman
• Tekankan prilaku yang tepat di area dengan bahaya terbakar
(bensin, kawat listrik, api)
• Hindari hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan (merokok,dll)
• Ajarkan bahaya penggunaan obat, termasuk alkohol
• Ajarkan tindakan keamanan umum di semua aktivitas
• Waspada terhadap tanda depresi (potensial bunuh diri)