You are on page 1of 17

LITERATURE REVIEW

Hubungan Pengetahuan Triage Terhadap Pengambilan Keputusan Skala


Triage

Disusun untuk Memenuhi Tugas


Evidence Based in Nursing

OLEH:

Ni Putu Nitasari
C2117066
DII-B

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA USADA BALI
2018
Lembar Pernyataan

Dengan ini saya menyatakan bahwa:


Saya mempunyai kopi dari makalah ini yang bisa saya reproduksi jika makalah
yang dikumpulkan hilang atau rusak.

Makalah ini adalah hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan karya orang lain
kecuali yang telah dituliskan dalam referensi, serta tidak ada seorangpun yang
membuatkan makalah ini untuk saya.

Jika di kemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, saya bersedia


mendapatkan sangsi sesuai peraturan yang berlaku.

Denpasar, Mei 2018

Ni Putu Nitasari
Penilaian Literature Review

Nama Mata Kuliah : KMB II


Nama Tugas : Literature Review
Nama Mahasiswa : Ni Putu Nitasari
NIM : C2117066
Jumlah Kata :

No. Aspek yang Nilai Maksimal Kriteria Penilaian


Dinilai
1. Summary 5% Menggambarkan seluruh makalah
2. Pendahuluan 10% Menjelaskan topik, tujuan,
deskripsi singkat dan outline
makalah
Secara spesifik dan relevan
3. Pembahasan 10% 2.1. Material/Metode
40% 2.2. Hasil
 Deskripsi dan kritik terhadap
riset yang ada
 Perbandingan hasil penelitian
 Kekuatan dan kelemahan
penelitian yang direview
 Penjelasan isu utama atau
pertanyaan yang
berhubungan dengan topik
 Menunjukkan area dimana
mahasiswa setuju atau tidak
setuju terhadap hasil
penelitian
 Menunjukkan kesenjangan
atas temuan-temuan riset
yang direview
10%
 Mengindikasikan bagaimana
hasil-hasil penelitian yang
direview berkaitan dengan
pertanyaan penelitian, isu,
atau teori
2.3 Implikasi terhadap praktik
 Mendiskusikan relevansi
hasil penelitian terhadap
pengembangan ilmu
keperawatan
 Mendiskusikan apakah hasil
penelitian akan membuat
praktik keperawatan menjadi
lebih baik/outcome pasien
meningkat.
4. Penyajian review 10% Mengkomunikasikan ide dengan
lugas dan jelas
Makalah disusun secara logis
Mendemonstrasikan bukti hasil
extensive reading dan merujuk
pada referensi yang sesuai untuk
memperkuat komentar terhadap
penelitian
Sesuai aturan penulisan yang
benar
5. Kesimpulan 10% Menyimpulkan apa yang
ditemukan dari literature dan
signifikansi dari hasil.
6. Pengurangan nilai 5% Nilai akan mendapatkan
pengurangan jika kriteria berikut
tidak terpenuhi:
Jumlah kata (batas toleransi 5%)
Tidak mengikuti aturan penulisan
referensi dengan benar
Penulisan bahasa Indonesia yang
tidak baik dan benar, termasuk
tanda baca.

Catatan: Makalah tidak akan dinilai jika terbukti bukan karya sendiri
Nilai Total =
Komentar dosen :
...............................................................................................................................
DAFTAR ISI

Halaman
Cover ............................................................................................................... i
Lembar Pernyataan ....................................................................................... ii
Lembar Penilaian Literature Review ............................................................. iii
Daftar isi .......................................................................................................... v
Abstrak ............................................................................................................ vi
Latar Belakang ............................................................................................... 1
Metode ............................................................................................................. 2
Ringkasan Hasil Studi .................................................................................... 2
Implikasi terhadap Praktik Keperawatan ................................................... 4
Kesimpulan ...................................................................................................... 4
Saran ................................................................................................................ 4
Daftar Pustaka ................................................................................................ 5
Lampiran
ABSTRAK

Triase adalah aspek penting dalam merawat pasien di ruang IGD berupa
penilaian awal yang dilakukan selama pasien masuk ke IGD. Triase adalah aspek
penting dalam merawat pasien di ruang IGD berupa penilaian awal yang dilakukan
selama pasien masuk ke IGD. Triase adalah langkah yang paling penting dalam
ruangan gawat darurat . Tujuan utama dari triase adalah untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian bagi seluruh pasien yang masuk ke IGD (Garbez et al.,
2011). Sistem triase dikenalkan oleh Hanysides sebagai tujuan untuk untuk
memprioritaskan tingkat urgensi diantara pasien yang datang ke IGD
Tujuan dari literature review ini dalag untuk menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan triage. pencarian artikel penelitian adalah
menggunakan artikel penelitian berbahasa Inggris yang sesuai dengan topik yang
diinginkan dengan menggunakan data base yang mudah diakses dan diakui
kualitasnya antara lain: Proquest dan Google Scholar. Literature review ini dibatasi
dari tahun 2010 sampai 2018. Penentuan pertanyaan kritis dan keyword
menggunakan teknik PICO framework. Keyword yang dipakai adalah Triage,
decision maker, knowledge of triage.Kesimpulan dari Literature review ini adalah
faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan adalah pengetahuan,
pengalaman kerja dan lingkungan
Implikasi dalam praktik keperawatan yang bisa dilakukan adalah
memberikan pelayanan dan penangan terbaik bagi pasien saat di triage. Dengan
adanya pengetahuan dan pengalaman kerja mengenai triage sehingga perawat dapat
melakukan triage dengan tepat. Ketepatan triage nantinya akan mempengaruhi
keselamatan pasien selama di IGD
LITERATURE REVIEW
Hubungan Pengetahuan Triage Terhadap
Pengambilan Keputusan Skala Triage

Latar Belakang

Triase adalah aspek penting dalam merawat pasien di ruang IGD berupa penilaian awal
yang dilakukan selama pasien masuk ke IGD. Triase adalah aspek penting dalam merawat pasien
di ruang IGD berupa penilaian awal yang dilakukan selama pasien masuk ke IGD. Triase adalah
langkah yang paling penting dalam ruangan gawat darurat . Tujuan utama dari triase adalah untuk
menurunkan angka kesakitan dan kematian bagi seluruh pasien yang masuk ke IGD (Garbez et al.,
2011). Sistem triase dikenalkan oleh Hanysides sebagai tujuan untuk untuk memprioritaskan
tingkat urgensi diantara pasien yang datang ke IGD.
Pasien yang datang ke IGD membutuhkan pengkajian dan evaluasi awal.Untuk melakukan
evaluasi ini dibutuhkan tindakan triage.Triage merupakan aktivitas awal yang dilakukan perawat
ketika pasien tiba di IGD. Triage adalah proses pengambilan keputusan untuk memprioritaskan
kebutuhan dan terapi pasien di IGD berdasarkan kegawatannya. Triage didefinisikan sebagai
klasifikasi keakutan pasien yang mencirikan sejauh mana kondisi pasien yang mengancam jiwa
mendapatkan pengobatan (Gilboy, et al. 2005).
Triase rumah sakit (hospital triage) atau populer disebut triase gawat darurat menurut
Fathoni, Sangchan, & Songwathana terdiri dari triase primer dan sekunder. Triase primer terkait
dengan prosedur penilaian primer dan alokasi pasien terhadap pengobatan. Triase sekunder terkait
dengan inisiasi intervensi kepe rawatan dan memberikan kenyamanan kepada pasien. Penilaian
triase yang tidak sesuai dengan keadaan pasien memiliki resiko dalam meningkatkan angka
kesakitan, mempengaruhi hasil perawatan pasien, atau kriteria hasil yang akan ditetapkan untuk
perawatan pasien
Metode

Strategi pencarian artikel penelitian adalah menggunakan artikel penelitian berbahasa


Inggris yang sesuai dengan topik yang diinginkan dengan menggunakan data base yang mudah
diakses dan diakui kualitasnya antara lain: Proquest dan Google Scholar. Literature review ini
dibatasi dari tahun 2010 sampai 2018. Penentuan pertanyaan kritis dan keyword menggunakan
teknik PICO framework. Keyword yang dipakai adalah Triage, decision maker, knowledge of
triage. Selama pencarian, artikel yang didapat mencapai puluhan artikel. Banyaknya artikel yang
muncul disebabkan karena artikel tentang Triage sangat banyak. Setelah dilakukan pemilahan
didapat 15 artikel yang mendekati topik yang dibahas. Selanjutnya, artikel dipilih kembali
berdasarkan kriteria inklusi berdasarkan PICO frame work (P :Sampel nya adalah perawat , I :
menggunakan kuisioner, O : faktor yang mempengaruhi ketepatan triase). Total artikel yang sesuai
adalah 8 artikel dan disajikan dalam lampiran tabel.

Ringkasan Hasil Studi

Artikel penelitian yang ditelaah berjumlah delapan artikel. Dua diantaranya membahas
faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan triage.
Khairina (2018) menyatakan bahwa hasil dari data demografi didapatkan hasil diketahui
bahwa sebanyak 31 (57,4 %) responden memiliki jenis kelamin perempuan, 62% berada pada
kelompok umur 31-45 tahun. Responden yang pernah mengikuti pelatihan keperawatan emergensi
adalah sebanyak 29 (53,7%) responden. Dari hasil uji statistic untuk melihat faktor dominan yang
berhubungan dengan pengambilan keputusan perawat pelaksana terhadap ketepatan pengisian
skala triase, dapat disimpulkan bahwa variabel yang diduga memiliki hubungan paling kuat dengan
ketepatan pengisian skala triase adalah variabel tingkat pengetahuan dengan p value 0,012. Nilai
OR pada variabel lama bekerja 17,856 yang artinya adalah tingkat pengetahuan mempunyai
peluang 17 kali menyebabkan ketidaktepatan pengisian skala triase. Oleh karena nilai Exp (B)
bernilai positif maka lama bekerja mempunyai hubungan positif dengan ketepatan pengisian skala
triase.
Miraghi (2011) 70 perawat berpartisipasi dalam studi dan tingkat tanggapan diperoleh
68,8%. Hanya di tiga rumah sakit, beberapa perawat triase khusus telah berdedikasi dan memiliki
ruang triase. Kuesioner memiliki 25 pertanyaan termasuk 15 pertanyaan yang berkaitan dengan
sosialisasi dan 10 pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan. Setiap jawaban yang benar
diberi skor dan rentang skor total masing-masing individu berkisar dari 1 hingga 25. Dalam bagian
sosialisasi, pertanyaannya dalam bentuk benar, salah dan saya tidak tahu. Hasil dari bagian ini
menunjukkan bahwa skor rata-rata dari sampel adalah 5,64 (1,54), yaitu, 26,33% dari pertanyaan
yang dijawab adalah benar. Dalam bagian pengetahuan, pertanyaan diprioritaskan (satu sampai
lima) dan hasil dari bagian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata adalah 4,34 (1,51), dengan kata
lain, 43,42% dari jawaban benar. Total skor rata-rata dari pertanyaan yang dijawab dengan benar
(total bagian pengetahuan dan pengetahuan) adalah 9,98 (2,24), yaitu, 39,94% dari jawaban benar.
Perbandingan total nilai rata-rata perawat dengan kurang dari dua tahun dan lebih dari dua tahun
pengalaman dengan uji t independen menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara
kedua kelompok ini dan sejumlah perawat dengan pengalaman lebih dari dua tahun lebih tinggi.
Dari pernyataan ini dapat ditarik kesimpulan pengetahuan dapat mempengaruhi ketepatan triage
Purwoko (2015) menyampaikan bahwa hasil penelitian pada 50 orang perawat yang
bekerja di IGD RSUD Dr.Saiful Anwar alang ternyata memiliki skor rata-rata pengetahuan tentang
triage 66% dan tersebar sekitar interval antara 54% sampai 78%. Skor ini lebih besar dari hasil
penelitian oleh Abbasi et. al. pada tahun 2004 yang telah diverifikasi dan mereka menemukan
bahwa tingkat pengetahuan staf untuk triage dan pengobatan nuklir adalah 39,7%.
Fathoni (2013) menyatakan bahwa mayoritas sasaran adalah perempuan (71.4%) dengan
berusia 22 - 40 tahun (79,3%), dididik ke level diploma (94.4%). Semua mata pelajaran telah
menghadiri Kehidupan Dasar Mendukung (BLS) dan Dukungan Kehidupan Lanjutan (ACL), dan
sekitar setengah dari mereka, mereka lebih dari 5 tahun pengalaman kerja di ED. Untuk
memberikan dianggap keterampilan secara keseluruhan di tingkat moderat dengan skor berarti dari
75.12 (SD = 11.23). Ada secara signifikan correlations positif antara keahlian dan pengalaman
kerja untuk memberikan (R = .27, p < .01), pengalaman pelatihan (R = File .37, p < .01), dan
untuk memberikan pengetahuan (R = .38, p < .01).
Abbas (2013) juga mengemukakan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan triage. Faktor yang paling penting dalam faktor terkait staf adalah
pengalaman dan keterampilan dalam faktor non-staf yang terkait dengan tanda-tanda vital pasien
dan jenis cedera; dan dalam faktor non-staf yang terkait dengan bangsal yang terlalu padat dan
kemungkinan cedera pada pasien. Juga, ditemukan bahwa dasar pengambilan keputusan mengenai
faktor staf dan non-staf yang terkait dengan pasien adalah benar, tetapi dasar ini mengenai faktor
tidak ada staf yang terkait dengan bangsal tidak benar.
Wolf (2013) menyatakan adanya korelasi positif antara penalaran moral pasca-
konvensional dan akurasi di pengambilan keputusan. Korelasi positif antara faktor lingkungan dan
akurasi Korelasi positif dari pendidikan tinggi dengan ketepatan triase Pengaturan ketajaman lebih
rendah terkait dengan akurasi yang lebih rendah.
Garbez (2011) menyatakan dari segi pengambilan tindakan. Secara keseluruhan, 18
perawat triase berpartisipasi dalam penelitian ini dengan total 334 interaksi triase perawat-pasien
dikumpulkan. Usia pasien, tanda-tanda vital, dan kebutuhan untuk intervensi tepat waktu
ditemukan menjadi faktor signifikan yang mempengaruhi penugasan pasien ke level 2 sementara
jumlah sumber daya yang diharapkan mempengaruhi penugasan pasien ke level 3.
Laura (2015) menyatakan bahwa adanya dukungan yang signifikan secara statistik bahwa
sikap atau pengalaman berkontribusi pada skor ESI yang akurat. Keandalan yang dikonfirmasi dari
alat penilaian ESI antara perawat dengan berbagai tingkat pengalaman

Implikasi dalam Praktik Keperawatan

Implikasi dalam praktik keperawatan yang bisa dilakukan adalah memberikan pelayanan
dan penangan terbaik bagi pasien saat di triage. Dengan adanya pengetahuan dan pengalaman kerja
mengenai triage sehingga perawat dapat melakukan triage dengan tepat. Ketepatan triage nantinya
akan mempengaruhi keselamatan pasien selama di IGD. Kepada rumah sakit juga nantinya dapat
memberikan pelatihan-pelatihan triage pada perawat-perawat di IGD.

Kesimpulan

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi ketepatan keputusan dalm penetuan skala
triase yaitu pengetahuan, pengalaman kerja dan lingkungan.

Saran
Diharapkan dengan adanya hasil dari literature review ini dapat memberikan kesempatan
bagi perawat IGD mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai triage
Daftar Pustaka

Fathoni, M., Sangchan, H., & Songwathana, P. (2013). Relationships between Triage Knowledge
, Training , Working Experiences and Triage Skills among Emergency Nurses in East
Java , Indonesia, 511–525
Garbez R, Carrieri-Kohlman V, Stotts N, Chan G, Neighbor M. Factors influencing patient
assignment to level 2 and level 3 within the 5-level ESI triage system. J Emerg Nurs.
2011;37(6):526–532.
Wolf L. An integrated, ethically driven environmental model of clinical decision making in
emergency settings. Int J Nurs Knowl. 2013;24(1):49–53.
Mirhaghi, A.H., Roudbari, M.A. 2011. Survey on Knowledge Level of the Nurses about Hospital
Triage. I.J.C.C.N.; 3 (4): 167-174

Stanfield, L. M. (2015). Clinical Decision Making in Triage: An Integrative Review, 41(5), 396–
403. http://doi.org/10.1016/j.jen.2015.02.0 03

Dadashzadeh, Abbas. (2013). Factors affecting triage decision-making from the viewpoints of
emergency department staff in Tabriz hospitals, critical care nursing :6(4),269-276

Ilfa Kharima, dkk.(2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan


perawat dalam ketepatan tiase di kota padang.Indonesian Journal for Health Science, 1-6
No Penulis Tujuan Desain Variabel Sampel Perlakuan Hasil
penelitian penelitian penelitian Yang diukur Temuan
1 Ilfa mengetahui cross Variabel 61 orang Alat pengumpul data Dari hasil uji statistic
Khairina, faktor dominan sectional independen pada penelitian ini untuk melihat faktor
Hema dalam pada menggunakan 4 jenis dominan yang
Malini, pengambilan penelitian ini kuesioner yang berbeda berhubungan dengan
Emil keputusan adalah yaitu kuesioner untuk pengambilan
Huriani perawat pengetahuan data demografi, keputusan perawat
pelaksana triase, kemudian kuesioner pelaksana terhadap
terhadap keterampilan tingkat pengetahuan ketepatan pengisian
ketepatan triase, lama triase (Triage skala triase, dapat
pengisian skala bekerja, Knowledge Quetioner) disimpulkan bahwa
triase di tingkat (TKQ) dan tingkat variabel yang diduga
Instalasi pendidikan, keterampilan triase memiliki hubungan
Gawat Darurat dan informasi (Triage Skill Quetioner) paling kuat dengan
klinis. (TSQ) yang diadopsi ketepatan pengisian
Sedangkan dari penelitian Fathoni. skala triase adalah
variabel et al., (2013). variabel tingkat
dependennya Untuk mengukur pengetahuan dengan p
adalah informasi klinis peneliti value 0,012. Nilai OR
ketepatan menggunakan lembar pada variabel lama
pengisian studi dokumen. bekerja 17,856 yang
skala triase Sebelum diujikan artinya adalah tingkat
kepada responden, pengetahuan
kuesioner penelitian ini mempunyai peluang
telah diuji validitas 17 kali menyebabkan
menggunakan uji ketidaktepatan
validitas content pengisian skala triase.
2 Laura M. Mengetahui Quantitative akurasi sample Observasi ada dukungan yang
Stanfield, ada perbedaan Descriptive penilaian ESI di 3 IGD menggunakan penilaian signifikan secara
MSN, RN, dalam sikap Convenience Prediktor: 64 responden ESI statistik bahwa sikap
CEN, dan Pengalaman 1,644 triage atau pengalaman
Burlington pengalaman triase ED dan events berkontribusi pada
, NC perawat terkait sikap skor ESI yang akurat.
(2015) dengan terhadap Keandalan yang
penandatangan pasien dalam dikonfirmasi dari alat
an ketajaman triase penilaian ESI antara
secara akurat menggunaka perawat dengan
n CNPI-23 berbagai tingkat
pengalaman
3 Wolf Jelajahi Quantitative Akurasi sample Menggunakan kuisioner Korelasi positif antara
(2013) hubungan Descriptive dalam 200 perawat penalaran moral
pengetahuan, Purposive keputusan IGD pasca-konvensional
aplikasi kritis, klinis dan akurasi di
agensi moral, membuat pengambilan
budaya unit, penalaran keputusan. Korelasi
penyedia, dan lingkungan positif antara faktor
lingkungan perawatan lingkungan dan
perawatan Dirasakan akurasi Korelasi
institusional Moral positif dari pendidikan
dan umum berdasarkan tinggi dengan
dengan Karakteristik ketepatan triase
pengambilan demografi Pengaturan ketajaman
keputusan lebih rendah terkait
yang akurat dengan akurasi yang
lebih rendah
4 Garbez Membandingk Quantitative Ketajaman 18 perawat; 2 Triage pasien dan Acuity assignation
et al an pengkajian Prospective, triase emergency kuisioner more likely to be
(2011) untuk level 2 crosssectional Karakteristik departments based on chief
atau level 3 design pasien Waktu complaint
ketajaman untuk than PMH or
khusus untuk intervensi medications
karakteristik pertama If vital signs outside
pasien, waktu of normal limits,
untuk then assign level 2
intervensi (13% had abnormal
pertama, dan vital signs but
pemanfaatan assigned level
sumber daya 3—possibly clinical
judgment by RN)
Time to physician
and time to first
intervention less for
level 2
Admission more
likely for level 2
No statistically
significant
difference
in pain level for
acuity level 2 or 3
Level 2 used more
resources
5 Mirhaghi This study This was the knowledge 70 nuses The researcher made tingkat The response rate was
A.H.* aimed to descriptive level of the emergency questionnaire included pengetahuan equal to 68% (70 out
MSc,Rou determine survey using nurses 25 questions in three perawat of 102). The nurses
dbari M.1 knowledge simple parts of demographic mengenai had not enough
PhD level of the random data, pure triage triage knowledge
(2011) nurses about sampling knowledge (15 about the hospital
hospital triage. questions) and triage triage; 39.94% of the
decision making (10 responses to the
questions) knowledge level
questions were
correct. Only in
3 hospitals (out of 10),
special nurses have
been dedicated to
triage. The nurses who
had more than two
years experience in
emergency department
had received a higher
average score
6 Purwoko hubungan Penelitian ini 50 orang Pengambilan data Hasil penelitian pada
Sugeng pengetahuan menggunakan perawat IGD dengan kuesioner dan 50 orang perawat yang
Harianto1 dengan akurasi analitik RSUD Dr. observasi terhadap bekerja di IGD RSUD
), Dian pengambilan korelasional Saiful Anwar subyek yang akan Dr. Saiful Anwar
Susmarini keputusan dengan Malang yang diteliti. Malangternyata
2), Ali perawat dalam pendekatan masih memiliki skor rata-
Haedar3), pelaksanaan crosssectiona bekerja aktif. rata pengetahuan
Edi triage di IGD l. tentang triage 66%
Widjajant RSUD Dr. dan tersebar sekitar
o4 Saiful Anwar interval antara 54%
(2015) Malang. sampai 78%.
7 Abbas menyelidiki Deskriptif Faktor-faktor 179 orang Pengambilan data Faktor yang paling
Dadashzad faktor-faktor yang perawat dengan kuisioner penting dalam faktor
eh , yang mempengaru terkait staf adalah
Farahnaz mempengaruhi hi pengalaman dan
Abdolahzad pengambilan pengambilan keterampilan dalam
eh1 , Azad keputusan keputusan faktor non-staf yang
Rahmani1, triase dalam triage terkait dengan tanda-
Morteza keadaan tanda vital pasien dan
(2015) darurat jenis cedera; dan
dalam faktor non-staf
yang terkait dengan
bangsal yang terlalu
padat dan
kemungkinan cedera
pada pasien. Juga,
ditemukan bahwa
dasar pengambilan
keputusan mengenai
faktor staf dan non-
staf yang terkait
dengan pasien adalah
benar, tetapi dasar ini
mengenai faktor tidak
ada staf yang terkait
dengan bangsal tidak
benar.
8 Mukhama Memeriksa purposive Pengetahuan, Dua ratus Data dikumpulkan menyatakan bahwa
d Fathoni, tingkat sampling pelatihan, enam puluh menggunakan mayoritas sasaran
RN1 , dianggap pengalaman enam seperangkat kuesioner adalah perempuan
Hathairat keterampilan bekerja perawat yang yang termasuk Data (71.4%) dengan berusia
Sangchan, untuk bekerja di Demografi termasuk
22 - 40 tahun (79,3%),
RN., memberikan dua rumah pelatihan dan
dididik ke level diploma
Ph.D2 , dan hubungan sakit umum pengalaman kerja,
Praneed antara sekunder dan Triage Knowledge (94.4%). Semua mata
Songwath pengetahuan, dua tersier di Questionnaire (TKQ) pelajaran telah
ana, RN., pelatihan, Provinsi dan Triage Skill menghadiri Kehidupan
Ph.D pengalaman Jawa Timur Questionnaire (TSQ). Dasar Mendukung (BLS)
bekerja dan dan Dukungan
dianggap Kehidupan Lanjutan
keterampilan (ACL), dan sekitar
untuk
setengah dari mereka,
memberikan di
kalangan mereka lebih dari 5
perawat tahun pengalaman kerja
darurat. di ED. Untuk
memberikan dianggap
keterampilan secara
keseluruhan di tingkat
moderat dengan skor
berarti dari 75.12 (SD =
11.23). Ada secara
signifikan correlations
positif antara keahlian
dan pengalaman kerja
untuk memberikan (R =
.27, p < .01),
pengalaman pelatihan
(R = File .37, p < .01),
dan untuk memberikan
pengetahuan (R = .38, p
< .01).