You are on page 1of 29

MAKALAH

STATISTIKA PENDIDIKAN

JUDUL:

ANALISIS KORELASI PEARSON

DISUSUN OLEH:

MOH. ANDRIYAN

NIM. 170210102093

PENDIDIKAN FISIKA - PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JEMBER

JEMBER
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah
statistika pendidikan dengan baik. Tidak lupa pula kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada Bapak/Ibu dosen program studi pendidikan fisika Universitas Jember, yang telah
membimbing kami sehingga makalah dengan judul “Korelasi dan Uji Spearman” ini dapat
diselesaikan dengan baik secara susunan dan isinya.

Tak lupa pula kami mengucapakan terima kasih kepada para pembaca yang telah
membaca, menganalisis, dan mengevaluasi makalah ini. Sehingga kami dapat memperbaiki
makalah ini baik dari susunan maupun isinya. Oleh karena itu, kritik dan saran kami harapkan
demi kemajuan makalah ini kedepannya.

Jember, 13 Mei 2018

Penyusun
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Data merupakan kumpulan informasi yang berisi fakta atau kenyataan. Data juga
merupakan bahan fakta yang tidak diragukan kebenarannya. Sehingga di dalam pengambilan
data diperlukan tahapan-tahapan yang intensif, agar menghasilkan kesimpulan yang benar.
Seorang ilmuwan dalam menarik kesimpulan memerlukan penelitian dan data yang ilmiah.
Data-data yang diambil diperoleh dari beberapa pengulangan penelitian. Sehingga, suatu data
tidak bisa diragukan lagi kebenarannya. Dalam hal ini, data tidak hanya berupa angka, namun
juga dapat berupa kategori.

Pada dasarnya, data berisi kumpulan hasil dari pemikiran manusia yang harus
dibuktikan melalui penelitian. Penelitia memerlukan adanya pengujian hipotetis. Pengujian ini
memberikan pilihan apakah hipotesis penelitian sama dengan hasil akhir atau tidak. Hipotesis
adalah dugaan sementara yang dimiliki peneliti yang perlu dibuktikan kebenarannya.
Hipotesis tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Melalui hal ini, data memberikan hasil
yang mampu dipertanggungjwabkan. Hipotesis yang ada memberikan peluang kepada peneliti
agar tidak puas hati dan terus memberikan kontribusinya di dalam dunia penelitian. Hipotesis
sendiri mempunyai beberapa tahapan. Tahapan ini memberikan suatu proses pengajuan
dugaan sementara di dalam penelitian. Melalui tahapan-tahapan ini, suatu hipotesis akan
mampu berkontribusi menuju kebenaran.

Implikasi dalam pengujian hipotesis dapat dijumpai pada pendataan periode getaran
pegas. Pendataan ini diperoleh dari beberapa pengulangan. Namun, peneliti memberikan
hipotesisnya pada awal penelitian. Hipotesis awal (H0) adalah praduga tak bersalah yaitu
muncul sebelum penelitian dilakukan. Dalam statistika, analisis korelasi diperlukan untuk
mengetahui uji hipotesis dan uji distribusi normal. Korelasi sendiri merupakan hubungan
antara satu variabel ke variabel yang lain. Hubungan yang terjadi bisa positif atau negatif,
tinggal bagaimana melakukan analisis korelasinya. Contoh, hubungan antara ranking siswa
terhadap potensi masuk PTN. Dari masalah tersebut, perlu pengujian hipotesis dan distribusi
normal agar analisis korelasi dapat ditemukan dan kesimpulan hipotesis didapatkan. Oleh
karena itu, melalui makalah ini kami akan membahasa langkah-langkah analisis statistika
korelasi.
Rumusan Masalah
Bagaiamana langkah-langkah analisis statistika korelasi?

Tujuan
Mahasiswa dapat melakukan analisis statistika korelasi.

Manfaat
Mampu menjelaskan dan mempraktekan langkah-langkah analisis statistika korelasi.
PEMBAHASAN

Secara umum, langkah-langkah analisis korelasi pearson adalah sebagai berikut.

1. Menentukan masalah atau soal


2. Menentukan hipotesis
3. Menentukan kriteria pengujian
4. Uji distribusi normal
5. Uji korelasi pearson
6. Menentukan hasil analisis
7. Menentukan kesimpulan

Soal 1: Hubungan antara minat membaca dengan hasil nilai fisika siswa SMAN 1
Jember.

1. Menentukan masalah atau soal


Masalah/soal: Hubungan antara minat membaca dengan hasil nilai fisika siswa SMAN 1
Jember.
2. Menentukan hipotesis
Ho: “Tidak ada korelasi (+) antara minat membaca dengan hasil nilai fisika siswa SMAN 1
Jember.”
Hi: “Ada korelasi (+) antara minat membaca dengan hasil nilai fisika siswa SMAN 1
Jember.”
3. Menentukan kriteria pengujian
a. Membuat kuisioner
No :
Nama :
SKOR
NO. KUISIONER
TS KS S SS
1 Banyak buku yang dibaca
2 Lebih suka buku fisika atau yang lain
3 Berkunjung ke perpustakaan
4 Berapa lama membaca
5 Mencari penyelesaian soal fisika
Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Minat Membaca 30 13.80 2.987 5 20
Nilai Fisika 30 75.33 8.401 50 100
Frekuensi Data Ordinal

MENCARI
PENYELE
LEBIH SUKA BERKUNJUNG SAIAN
BANYAK BUKU BUKU FISIKA KE BERAPA LAMA SOAL
YANG DIBACA ATAU YANG LAIN PERPUSTAKAAN MEMBACA FISIKA
N Valid 30 30 30 30 30
Missing 2 2 2 2 2
Mean 2.70 2.67 2.93 2.63 2.87
Median 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
Mode 3 3 3 3 3
Percent 25 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
iles 50 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
75 4.00 4.00 4.00 3.00 4.00

Kriteria uji hipotesis

Nilai P > 0,05 (Ho diterima dan Hi ditolak)

Nilai P ≤ 0,05 (Ho ditolak dan Hi diterima)


4. Uji distribusi normal

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Minat Membaca Nilai Fisika
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 13.80 75.33
Std. Deviation 2.987 8.401
Most Extreme Differences Absolute .161 .196
Positive .107 .156
Negative -.161 -.196
Test Statistic .161 .196
Asymp. Sig. (2-tailed) .045c .005c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
5. Uji korelasi pearson
Correlations
Minat Membaca Nilai Fisika
Minat Membaca Pearson Correlation 1 .951**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Nilai Fisika Pearson Correlation .951** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

6. Menentukan hasil analisis


a. Frekuensi data

BANYAK BUKU YANG DIBACA


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Setuju 5 15.6 16.7 16.7
Kurang Setuju 7 21.9 23.3 40.0
Setuju 10 31.3 33.3 73.3
Sangat Setuju 8 25.0 26.7 100.0
Total 30 93.8 100.0
Missing System 2 6.3
Total 32 100.0

LEBIH SUKA BUKU FISIKA ATAU YANG LAIN


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Setuju 5 15.6 16.7 16.7
Kurang Setuju 8 25.0 26.7 43.3
Setuju 9 28.1 30.0 73.3
Sangat Setuju 8 25.0 26.7 100.0
Total 30 93.8 100.0
Missing System 2 6.3
Total 32 100.0
BERKUNJUNG KE PERPUSTAKAAN
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Setuju 2 6.3 6.7 6.7
Kurang Setuju 7 21.9 23.3 30.0
Setuju 12 37.5 40.0 70.0
Sangat Setuju 9 28.1 30.0 100.0
Total 30 93.8 100.0
Missing System 2 6.3
Total 32 100.0

BERAPA LAMA MEMBACA


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Setuju 4 12.5 13.3 13.3
Kurang Setuju 8 25.0 26.7 40.0
Setuju 13 40.6 43.3 83.3
Sangat Setuju 5 15.6 16.7 100.0
Total 30 93.8 100.0
Missing System 2 6.3
Total 32 100.0

MENCARI PENYELESAIAN SOAL FISIKA


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak Setuju 3 9.4 10.0 10.0
Kurang Setuju 7 21.9 23.3 33.3
Setuju 11 34.4 36.7 70.0
Sangat Setuju 9 28.1 30.0 100.0
Total 30 93.8 100.0
Missing System 2 6.3
Total 32 100.0

Histogram
Tabel dan grafik frekuensi tiap skor kuisioner

Skor
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1 19 12.7 12.7 12.7
2 37 24.7 24.7 37.3
3 55 36.7 36.7 74.0
4 39 26.0 26.0 100.0
Total 150 100.0 100.0

b. Hasil analisis:
 Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,045 (minat membaca) dan 0,005 (hasil belajar).
Sehingga data tersebut merupakan data distribusi normal.
 Diperoleh nilai P = 0,00 (sig. 1-tailed). Jika P ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Hi
diterima. Sehingga ada korelasi (+) antara minat membaca dengan hasil nilai fisika
siswa SMAN 1 Jember.
 Diperoleh nilai K = 0,951. Sehingga menunjukaan hubungan yang kuat sekali.

7. Menentukan Kesimpulan
Nilai K = 0,951 artinya antara minat membaca dengan hasil nilai fisika siswa SMAN 1
Jember menunjukkan hubungan positif yang kuat sekali.
Soal 2: Hubungan antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan berpikir
kritis mahasiswa angkatan 2016.
1. Menentukan masalah atau soal:
Masalah/soal: Hubungan antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan berpikir
kritis mahasiswa angkatan 2016.
2. Menentukan hipotesis
Ho: “Tidak ada korelasi (+) antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan berpikir
kritis mahasiswa angkatan 2016.”
Hi: “Ada korelasi (+) antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan berpikir kritis
mahasiswa angkatan 2016.”
3. Menentukan kriteria pengujian
a. Membuat tes/ uji kemampuan berpikir kritis
No :
Nama :
No. Pertanyaan Jawaban Nilai
1 Apakah kemampuan bahasa inggris
menjadi tolak ukur seorang mahasiswa
berpikir kritis?
2 Mengapa mahasiswa diharuskan menguasai
bahasa inggris agar mampu berpikir kritis?
3 Bagaimana kiat-kiat yang dilakukan
mahasiswa agar mampu berkipir kritis?
4 Bagaimana kiat-kiat untuk
mengembangkan kemampuan bahasa
inggris?
5 Metode apa yang tepat untuk mengetahui
kemampuan berpikir kritis?

Keterangan nilai: 1 = kurang benar


2 = cukup benar
3 = benar
4 = sangat benar
Penilaian = Skor (Nilai) × 5
Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Kemampuan Bahasa Inggris 30 10.67 3.565 5 20
Kemampuan Berpikir Kritis 30 53.67 17.856 25 100

4. Uji distribusi normal

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Kemampuan Kemampuan
Bahasa Inggris Berpikir Kritis
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 10.67 53.67
Std. Deviation 3.565 17.856
Most Extreme Differences Absolute .141 .128
Positive .141 .128
Negative -.085 -.081
Test Statistic .141 .128
Asymp. Sig. (2-tailed) .133c .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.

5. Uji korelasi pearson

Correlations
Kemampuan Kemampuan
Bahasa Inggris Berpikir Kritis
Kemampuan Bahasa Inggris Pearson Correlation 1 .995**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Kemampuan Berpikir Kritis Pearson Correlation .995** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
6. Menentukan hasil analisis
a. Analisis data

Kemampuan Bahasa Inggris


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 5 1 3.3 3.3 3.3
6 1 3.3 3.3 6.7
7 3 10.0 10.0 16.7
8 4 13.3 13.3 30.0
9 4 13.3 13.3 43.3
10 4 13.3 13.3 56.7
11 2 6.7 6.7 63.3
12 4 13.3 13.3 76.7
13 2 6.7 6.7 83.3
14 1 3.3 3.3 86.7
15 1 3.3 3.3 90.0
16 1 3.3 3.3 93.3
19 1 3.3 3.3 96.7
20 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

Kemampuan Berpikir Kritis


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 25 1 3.3 3.3 3.3
30 1 3.3 3.3 6.7
35 3 10.0 10.0 16.7
40 4 13.3 13.3 30.0
45 4 13.3 13.3 43.3
50 3 10.0 10.0 53.3
55 2 6.7 6.7 60.0
60 5 16.7 16.7 76.7
65 2 6.7 6.7 83.3
70 1 3.3 3.3 86.7
75 1 3.3 3.3 90.0
80 1 3.3 3.3 93.3
95 1 3.3 3.3 96.7
100 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0
b. Histogram
c. Hasil:
 Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,133 (kemampuan bahasa inggris) dan 0,200
(kemampuan berpikir kritis). Sehingga data tersebut merupakan data distribusi normal.
 Diperoleh nilai P = 0,00 (sig. 1-tailed). Jika P ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Sehingga ada korelasi (+) antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan
berpikir kritis mahasiswa angkatan 2016.
 Diperoleh nilai K = 0,995. Sehingga menunjukaan hubungan yang kuat sekali.

7. Menentukan kesimpulan
Nilai K = 0,995. Artinya antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan berpikir
kritis menunjukkan hubungan positif yang kuat sekali.
Soal 3: Hubungan antara miskonsepsi materi kalor dengan hasil belajar fisika siswa.
1. Menentukan masalah/soal
Masalah/soal: Hubungan antara miskonsepsi materi kalor dengan hasil belajar fisika siswa.
2. Menentukan hipotesis
Ho: “Tidak ada korelasi (-) antara miskonsepsi materi kalor dengan hasil belajar fisika
siswa.”
Hi: “Ada korelasi (-) antara miskonsepsi materi kalor dengan hasil belajar fisika siswa.”
3. Menentukan kriteria pengujian
a. Membuat kuisioner
No. :
Nama :
SKOR
NO. KUISIONER
SS S KS TS
1 Tidak hadir saat materi kalor diberikan
Kurang menyukai materi kalor atau materi fisika
2
yang lain
Tidak pernah mengadakan diskusi tentang materi
3
kelompok
Tidak pernah bertanya kepada guru mengenai
4
kesulitan dalam materi kalor
5 Tidak mengerjakan soal-soal tentang materi kalor

Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Miskonsepsi Materi Kalor 30 9.30 3.196 5 18
Hasil Fisika 30 71.50 19.260 20 100
Frekuensi data ordinal

Statistics
Tidak pernah
Kurang bertanya Tidak
menyukai materi Tidak pernah kepada guru mengerjakan
Tidak hadir saat kalor atau mengadakan mengenai soal-soal
materi kalor materi fisika diskusi tentang kesulitan dalam tentang materi
diberikan yang lain materi kelompok materi kalor kalor
N Valid 30 30 30 30 30
Missing 0 0 0 0 0
Mean 1.77 1.87 2.10 1.93 1.67
Median 2.00 2.00 2.00 2.00 1.00
Mode 1 1a 1 1 1
Percentiles 25 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
50 2.00 2.00 2.00 2.00 1.00
75 2.00 2.00 3.00 3.00 2.00
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

b. Kriteria uji hipotesis


Nilai P > 0,05 (Ho diterima dan Hi ditolak)
Nilai P ≤ 0,05 (Ho ditolak dan Hi diterima)

4. Uji distribusi normal

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Miskonsepsi
Materi Kalor Hasil Fisika
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 9.30 71.50
Std. Deviation 3.196 19.260
Most Extreme Differences Absolute .247 .205
Positive .247 .135
Negative -.109 -.205
Test Statistic .247 .205
Asymp. Sig. (2-tailed) .000c .002c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
5. Uji korelasi pearson

Correlations
Miskonsepsi
Materi Kalor Hasil Fisika
Miskonsepsi Materi Kalor Pearson Correlation 1 -.935**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Hasil Fisika Pearson Correlation -.935** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

6. Menentukan hasil analisis


a. Frekuensi data

Tidak hadir saat materi kalor diberikan


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Setuju 14 46.7 46.7 46.7
Setuju 10 33.3 33.3 80.0
Kurang Setuju 5 16.7 16.7 96.7
Tidak Setuju 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

Kurang menyukai materi kalor atau materi fisika yang lain


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Setuju 12 40.0 40.0 40.0
Setuju 12 40.0 40.0 80.0
Kurang Setuju 4 13.3 13.3 93.3
Tidak Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0
Tidak pernah mengadakan diskusi tentang materi kelompok
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Setuju 11 36.7 36.7 36.7
Setuju 7 23.3 23.3 60.0
Kurang Setuju 10 33.3 33.3 93.3
Tidak Setuju 2 6.7 6.7 100.0
Total 30 100.0 100.0

Tidak pernah bertanya kepada guru mengenai kesulitan dalam materi kalor
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Setuju 13 43.3 43.3 43.3
Setuju 9 30.0 30.0 73.3
Kurang Setuju 5 16.7 16.7 90.0
Tidak Setuju 3 10.0 10.0 100.0
Total 30 100.0 100.0

Tidak mengerjakan soal-soal tentang materi kalor


Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Setuju 16 53.3 53.3 53.3
Setuju 9 30.0 30.0 83.3
Kurang Setuju 4 13.3 13.3 96.7
Tidak Setuju 1 3.3 3.3 100.0
Total 30 100.0 100.0

Histogram
Tabel dan grafik frekuensi tiap skor kuisioner

Miskonsepsi
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1 66 44.0 44.0 44.0
2 47 31.3 31.3 75.3
3 28 18.7 18.7 94.0
4 9 6.0 6.0 100.0
Total 150 100.0 100.0

b. Hasil:
 Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,00 (miskonsepsi materi kalor) dan 0,002 (hasil belajar
fisika). Sehingga data tersebut merupakan data distribusi normal.
 Diperoleh nilai P = 0,00 (sig. 1-tailed). Jika P ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Sehingga ada korelasi (-) antara kemampuan bahasa inggris dengan kemampuan
berpikir kritis mahasiswa angkatan 2016.
 Diperoleh nilai K = -0,935. Sehingga menunjukaan hubungan yang kuat sekali.

7. Menentukan kesimpulan
Nilai K = -0,935. Artinya antara miskonsepsi materi kalor dengan hasil belajar siswa
menunjukkan hubungan negatif yang sangat kuat sekali.
LAMPIRAN
Lampiran 1

- Data Interval

NO. Minat Membaca Nilai Fisika


1 16 80
2 16 80
3 10 70
4 16 80
5 8 65
6 13 75
7 18 85
8 16 80
9 12 70
10 13 70
11 13 70
12 13 70
13 14 75
14 14 75
15 17 85
16 16 80
17 13 75
18 14 75
19 5 50
20 16 80
21 20 100
22 15 80
23 17 85
24 13 70
25 11 70
26 11 70
27 14 75
28 14 75
29 12 70
30 14 75

Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Minat Membaca 30 13.80 2.987 5 20
Nilai Fisika 30 75.33 8.401 50 100
- Data Ordinal

NO. Minat 1 Minat 2 Minat 3 Minat 4 Minat 5


1 4 3 3 3 3
2 2 4 4 4 2
3 1 2 2 2 3
4 3 3 3 3 4
5 1 1 2 2 2
6 2 2 3 3 3
7 3 3 4 4 4
8 3 4 3 3 3
9 3 1 4 2 2
10 4 2 3 1 3
11 2 3 4 1 3
12 3 1 4 1 4
13 4 2 4 2 2
14 1 3 4 3 3
15 3 4 2 4 4
16 4 3 3 3 3
17 3 2 2 2 4
18 4 4 1 3 2
19 1 1 1 1 1
20 2 4 3 3 4
21 4 4 4 4 4
22 3 4 2 3 3
23 4 3 3 3 4
24 2 4 4 2 1
25 1 3 3 3 1
26 2 2 3 2 2
27 4 2 3 3 2
28 2 3 2 4 3
29 3 2 2 2 3
30 3 1 3 3 4
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Minat Membaca Nilai Fisika
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 13.80 75.33
Std. Deviation 2.987 8.401
Most Extreme Differences Absolute .161 .196
Positive .107 .156
Negative -.161 -.196
Test Statistic .161 .196
Asymp. Sig. (2-tailed) .045c .005c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.

Correlations
Minat Membaca Nilai Fisika
Minat Membaca Pearson Correlation 1 .951**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Nilai Fisika Pearson Correlation .951** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Skor
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1 19 12.7 12.7 12.7
2 37 24.7 24.7 37.3
3 55 36.7 36.7 74.0
4 39 26.0 26.0 100.0
Total 150 100.0 100.0
Lampiran 2
Penyajian Data

No. Kemampuan Bahasa Inggris Kemampuan Berpikir Kritis


1 8 40
2 9 45
3 10 50
4 11 55
5 5 25
6 8 40
7 12 60
8 13 65
9 16 80
10 20 100
11 9 45
12 10 50
13 12 60
14 14 70
15 6 30
16 7 35
17 8 40
18 19 95
19 12 60
20 11 55
21 13 65
22 10 60
23 9 45
24 8 40
25 7 35
26 9 45
27 12 60
28 10 50
29 15 75
30 7 35

Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Kemampuan Bahasa Inggris 30 10.67 3.565 5 20
Kemampuan Berpikir Kritis 30 53.67 17.856 25 100
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Kemampuan
Bahasa Inggris Kemampuan Berpikir Kritis
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 10.67 53.67
Std. Deviation 3.565 17.856
Most Extreme Differences Absolute .141 .128
Positive .141 .128
Negative -.085 -.081
Test Statistic .141 .128
Asymp. Sig. (2-tailed) .133c .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.

Correlations
Kemampuan
Bahasa Inggris Kemampuan Berpikir Kritis
Kemampuan Bahasa Inggris Pearson Correlation 1 .995**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Kemampuan Berpikir Kritis Pearson Correlation .995** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Lampiran 3
- Data Interval
No. Miskonsepsi Materi Kalor Hasil Belajar Fisika
1 6 90
2 8 70
3 10 60
4 8 70
5 15 20
6 10 80
7 6 85
8 18 20
9 10 60
10 8 80
11 9 75
12 10 75
13 10 75
14 12 60
15 10 75
16 10 75
17 6 90
18 8 80
19 17 30
20 8 80
21 10 70
22 10 75
23 5 90
24 5 90
25 12 60
26 10 75
27 5 100
28 8 80
29 6 90
30 9 65
- Data Ordinal
Miskonsepsi1 Miskonsepsi2 Miskonsepsi3 Miskonsepsi4 Miskonsepsi15
1 1 1 1 2
2 2 2 1 1
2 2 2 2 2
3 1 1 1 2
3 3 2 4 3
2 2 3 2 1
1 1 1 1 2
3 3 4 4 4
1 2 3 2 2
2 2 2 1 1
2 1 1 4 1
1 2 3 3 1
1 1 2 3 3
1 2 3 3 3
1 2 3 2 2
2 2 3 2 1
2 1 1 1 1
1 1 1 3 3
4 4 4 3 2
3 2 1 1 1
2 3 2 1 2
2 3 2 1 2
1 1 1 1 1
1 1 1 1 1
3 4 3 1 1
2 2 3 2 1
1 1 1 1 1
1 1 3 2 1
1 1 1 2 1
1 2 3 2 1
Descriptive Statistics
N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
Miskonsepsi Materi Kalor 30 9.30 3.196 5 18
Hasil Fisika 30 71.50 19.260 20 100

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Miskonsepsi
Materi Kalor Hasil Fisika
N 30 30
Normal Parametersa,b Mean 9.30 71.50
Std. Deviation 3.196 19.260
Most Extreme Differences Absolute .247 .205
Positive .247 .135
Negative -.109 -.205
Test Statistic .247 .205
Asymp. Sig. (2-tailed) .000c .002c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.

Correlations
Miskonsepsi
Materi Kalor Hasil Fisika
Miskonsepsi Materi Kalor Pearson Correlation 1 -.935**
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
Hasil Fisika Pearson Correlation -.935** 1
Sig. (1-tailed) .000
N 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Miskonsepsi
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 1 66 44.0 44.0 44.0
2 47 31.3 31.3 75.3
3 28 18.7 18.7 94.0
4 9 6.0 6.0 100.0
Total 150 100.0 100.0