You are on page 1of 2

1.

Dijelaskan bahwa komite nomisasi dan remunerasi membantu dewan komisaris


dalam mempersiapkan calon anggota dari dewan komisaris dan direksi.
Perusahaan- perusahaan seperti apa yang bisa dibantu oleh komite nomisasi dan
remunerasi untuk pemilihan komisaris dan direksi tersebut
Perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa efek, perusahaan negara, perusahaan daerah,
perusahaan yang menghimpun dan mengelola dana masyarakat, perusahaan yang produk
atau jasanya digunakan oleh masyarakat luas, serta perusahaan yang mempunyai dampak
luas terhadap kelestarian lingkungan;
2. Apa yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan agar kasus seperti pt kai tidak
terulang ?
Yang harus dilakukan adalah membangun kultur perusahaan yang baik; dengan
mengutamakan integritas, etika profesi dan kepatuhan pada seluruh aturan, baik internal
maupun eksternal, khususnya tentang otorisasi, merekrut manajemen baru yang memiliki
integritas dan moral yang baik, serta memberikan siraman rohani kepada karyawan akan
pentingnya integritas yang baik bagi kelangsungan usaha perusahaan, memperbaiki
sistem pengendalian internal perusahaan dan Corporate Governance dilakukan oleh
manajemen yang dirancang dalam rangka mengeliminasi atau setidaknya menekan
kemungkinan terjadinya fraud, penyusunan standar yang jelas mengenai siapa saja yang
pantas menjadi apa baik untuk jabatan fungsional maupun struktural ataupun untuk posisi
tertentu yang dianggap strategis dan kritis. Hal ini harus diiringi dengan sosialisasi dan
implementasi (enforcement) tanpa ada pengecualian yang tidak masuk akal. Juga dengan
diadakan tes kompetensi dan kemampuan untuk mencapai suatu jabatan tertentu dengan
adil dan terbuka, diman siapapun yang telah memenuhi syarat mempunyai kesempatan
yang sama dan adil untuk terpilih.

3. Apakah pelanggaran yang dilakukan oleh akuntan eksternal pt kai dapat


berdampak pada kepercayaan pengguna laporan keuangan?
Mengingat PT. KAI merupakan perusahaan yang besar dan terkenal, tentunya kasus ini
banyak diketahui oleh masyarakat dan dapat mengakibatkan kurangnya kepercayaan
masyarakat pada akuntan publik. Hal tersebut tentunya tidak baik, mengingat tidak semua
akuntan publik berprilaku demikian. Tantangan tersendiri bagi akuntan di luar sana untuk
tetap mempertahankan independensi dan profesionalismenya agar image akuntan publik
tetap terjaga. Menyebarkan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pentingnya peran
akuntan tentu akan sangat membantu untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan
masyarakat atas kinerja dari akuntan public.
4. Diauditnya kai oleh KAP dan terjadi suatu kesalahan, apakah hal tersebut
mengindikasi bahwa audit kap kurang dapat dipercaya oleh audit bpk?
Tidak bisa di generalisasi bahwa audit kap lebih buruk dari audit bpk, karena tidak semua
kantor akuntan publik memiliki kekurangan seperti kantor akuntan publik yang
mengaudit PT. KAI. Tugas KAP dalam kasus ini adalah membantu tugas dari BPK
terkait untuk mengaudit PT. KAI. Jadi wewenang BPK dalam kasus ini lebih luas
dibanding wewenang KAP. KAP dalam kasus ini adalah perpanjangan tangan dari BPK,
karena mengingat banyaknya BUMN yang ada di Indonesia, sulit untuk BPK dapat
mengaudit semuanya tanpa bantuan KAP.