You are on page 1of 28

TURBINE

PERFORMANCE
ABSTRACT
Pada umumnya steam turbine di operasikan
secara kontinyu dalam jangka waktu yang
lama.Masalah-masalah pada steam turbin yang
akan berujung pada berkurangnya efisiensi dan
performansi harus bisa di deteksi dan di monitor
selama beroperasi. Performansi dari turbine di
pengaruhi berbagai faktor termasuk komponen-
komponen dari steam steam turbine dan sistem
control/instrumentation yang bekerja selama
beroperasi
JENIS TURBIN

• Jenis turbin menurut bentuk blade terdiri dari


– Turbin Impuls (aksi)
– Turbin reaksi
• Jenis turbin menurut banyaknya silinder
– Single cylinder
– Multi cylinder
• Jenis turbin menurut arah aliran uap
– Single flow
– Double flow
BANTALAN
• Fungsi bantalan adalah untuk menopang dan menjaga
rotor turbin agar tetap pada posisi normalnya.
• Ada dua macam bantalan pada turbin, yaitu
• Bantalan journal yang berfungsi untuk menopang dan
mencegah poros turbin dari pergeseran arah radial
• Bantalan aksial (thrust beaqring) yang berfungsi untuk
mencegah turbin bergeser kearah aksial.
• Didalam bantalan kemungkinan dapat terjadi kontak
(gesekan) antara bagian yang berputar dengan bagian
yang diam. Untuk mengurangi akibat gesekan, maka
pada bantalan diberikan minyak pelumas bertekanan.
SISTEM PELUMASAN
• Pelumasan bantalan sangat penting sehingga
turbin tidak boleh diputar tanpa adanya
pelumasan. Parameter utama dari sistem
pelumasan adalah tekanan.
• Untuk menjamin tekanan pelumas yang konstan
disediakan beberapa pompa minyak pelumas
– Main oil pump (pompa pelumas utama)
– Auxiliary oil pump.
– Turning gear oil pump
– Emergency oil pump
SISTEM PERAPAT POROS
• Celah diantara casing (bagian yang diam) dan rotor
(bagian yang berputar) turbin menyebabkan terjadinya
kebocoran uap atau udara. Untuk mencegah kebocoran
tersebut, pada celah dipasang perapat.
• Sistem perapat dilakukan dengan memasang labirin
(sirip-sirip) pada casing maupun rotor secara berderet.
Sirip yang tebal lebih efisien tetapi memiliki gesekan
yang tinggi.
• Tetapi perapat yang hanya menggunakan labirin masih
memungkinkan terjadinya kebocoran. Untuk itu pada
labirin diberikan fluida uap sebagai perapat (gland seal
steam).
TURNING GEAR
• Rotor turbin yang berat dan panjang apabila
dibiarkan dalam keadaan diam dalam waktu
yang lama dapat melendut. Pelendutan menjadi
lebih nyata apabila dari kondisi operasi yang
panas langsung berhenti.
• Untuk mencegah terjadinya pelendutan, maka
rotor harus diputar perlahan secara kontinyu
atau berkala.
• Alat untuk memutar rotor turbin ini disebut
turning gear atau barring gear. Turning gear
digerakkan dengan motor listrik melalui roda gigi
dengan kecepatan putar antara 3 - 40 rpm.
KATUP UTAMA TURBIN
• Katup utama turbin terdiri dari
• Main (Turbin) stop valve (MSV)
• Governor valve (GV)
• Reheat stop valve (RSV)
• Interceptor valve (ICV)
GOVERNOR VALVE
• Turbin harus dapat beroperasi dengan putaran
yang konstan pada beban yang berubah ubah.
Untuk membuat agar putaran turbin selalu tetap
digunakan governor valve yang bertugas
mengatur aliran uap masuk turbin sesuai
dengan bebannya.
• Sistem governor valve yang digunakan
umumnya adalah mechanic hydraulic (MH) atau
electro hydraulic (EH).
PERALATAN TURBOVISORY
• Untuk memantau kondisi turbin pada saat
beroperasi, dipasang peralatan turbin
supervisory. Peralatan turbovisory antara lain
adalah
– Differential expansion meter
– Eccentricity meter
– Vibration meter
– Steam pressure gauge
– Steam temperature gauge
– Tachometer
START TURBIN
• Turbin terdiri dari metal casing dan metal rotor yang
mempunyai clearance kecil. Ketika uap dialirkan ke
turbin akan menimbulkan pemuaian baik pada casing
maupun rotor.
• Untuk mencegah terjadinya gesekan antara rotor
dengan casing, maka prosedur start turbin harus diikuti
dengan benar.
• Persyaratan untuk melakukan start turbin adalah :
– Persiapan sudah selesai
– Sistem pelumas dan pemutar poros sudah beroperasi
– Sistem perapat poros sudah beroperasi
– Vakum kondensor mencapai batas kerjanya
Kurva start turbin
EFISIENSI TURBIN
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI TURBIN

Faktor Penyebab
• Besarnya kerugian didalam turbin akan mempengaruhi efisiensinya. Kerugian yang
besar berarti efisiensinya rendah.
• Faktor-faktor penyebab kerugian didalam turbin diantaranya :
– Kerugian pada Katup Governor.
– Kerugian pada Nosel (Nozzle Loss).
– Kerugian pada Moving Blades.
– Kerugian pada uap meninggalkan moving blades (Leaving Velocity/Carry Over
Loss).
– Kerugian Gesekan.
– Kerugian Celah (Clearance Loss).
– Kerugian akibat kebasahan uap.
– Kerugian akibat kecepatan uap keluar turbin.
– Kerugian luar (External Loss).
PEMELIHARAAN TURBIN UAP
• Turbin uap merupakan komponen utama di dalam suatu
Pusat Listrik Tenaga Uap yang perlu dipelihara dengan
baik, karena pemeliharaan merupakan salah satu faktor
yang menentukan keandalan, safety, efisiensi dan life
time. Karena itu masalah pemeliharaan harus mendapat
perhatian yang sungguh-sungguh baik segi
pengorganisasiannya, perencanaanya maupun
pelaksanaannya.
• Akan lebih baik apabila telah dimiliki buku pedoman
standard untuk pemeliharaan turbin uap, sehingga
didalam merencanakan, pemeliharaan dapat digunakan
untuk mempersiapkan tenaga kerja, peralatan, spare
parts/material serta waktu yang diperlukan.
PEMELIHARAAN TURBIN UAP
• Karena sifat turbin uap yang sangat utama, maka pada
umumnya turin uap dipelihara secara periodik atau Time
Based Maintenance ( Pemeliharaan berdasarkan jam
operasi ) sehingga setelah turbin uap yang bersangkutan
menjalani jangka waktu operas] tertentu harus dilakukan
pemeriksaan, perbaikan atau penggantian pada
komponen-komponennya.
• Untuk lebih meningkatkan keandalan dan safety, Time
Based Maintenance tersebut diatas akan di tunjang oleh
Condition Based Maintenance (Pemeliharaan
berdasarkan kondisi) dengan cara memonitor kondisi
turbin uap secara terus menerus dan melakukan
koreksi/perbaikan apabila diperlukan.
Inspesi Periodik Turbin Dan Kegiatannya

Jenis Pemeliharaan Periodik


• Pada umumnya ada tiga jenis pemeliharaan
periodik yang diberlakukan pada turbin uap
yaitu:
– Simple Inspection (Si)
– Mean Inspection (Me)
– Serious Inspection (Se)
• Simple Inspection (Si) atau Simplified Scale
Periodik Check dilakukan setiap satu tahun
operasi ( ± 8000 jam operasi)
• Mean Inspection (Me) atau Medium Scale
Periodik Check dilakukan setiap dua tahun
operasi ( t 16.000 jam operasi )
Inspesi Periodik Turbin Dan Kegiatannya

• Serious Inspection (Se) atau Full Scale Periodic


Check atau Overhoul dilakukan setiap empat
tahun aperasi (± 32.000 jam operasi)
• Mean Inspection merupakan pekerjaan yang
sama dengan Simple Inspection ditambah
beberapa pekerjaan lain yang diperlukan,
demikian juga Serious Inspection akan serupa
dengan Mean Inspection ditambah beberapa
pekerjaan lain yang diperlukan.
Inspesi Periodik Turbin Dan Kegiatannya

• Siklus Inspection tersebut diatas apabila dihitung dari saat


dimulainya operasi turbin uap akan berurutan sebagai berikut :

• Pada tahun pertama operasi langsung dilakukan Serious Inspection


atau untuk tahun pertama ini lazim disebut Firs Year Inspection)
• First year Inspection ini sangat penting untuk dilakukan karena
sangat diperlukan untuk mengamati kemungkinaan kerusakan yang
terjadi dan dapat digunakan untuk meng claim kontraktor/pabrik
pembuat turbin uap yang bersangkutan.
• Pada umunmya First Year Inspection dilakukan oleh
kontraktor/pabrik pembuat.
HEAT BALANCE
PENGANTAR
• Heat Balance (kesetaraan Kalor) adalah keseteraan
massa dan energi dalam keadaan steady state dalam
sebuah proses. Semua aliran massa masuk dan
keluar proses harus setara, dan semua energi masuk
dan keluar batas proses harus diperhitungkan
sebagai panas atau kerja .
• Heat balance merupakan salah satu alat untuk
menilai unjuk kerja suatu pembangkit.
• Heat balance dapat disiapkan dari detail yang
sederhana sehingga yang paling kompleks,
tergantung dari kebutuhan dan tingkatan desain.
LINGKUP HEAT BALANCE
A. Heat Balance Siklus Turbin
– Batas proses untuk heat balance siklus turbin adalah sekitar turbin
dan siklus air pengisi ketel (feedwater) dan uap yang masuk dan
keluar batas proses dengan kondisi uap tetap pada saat keluar dan
masuk turbin. Jadi perubahan kondisi uap antara ketel dan turbin
dianggap diluar siklus turbin. Make up dianggap aliran luar masuk
kedalam siklus turbin .
B. Plant Heat balance (Kesetaraan Kalor Pembangkit)
– Batas heat balance plant secara harfiah dapat didefinisikan
dalam garis plant. Pada prakteknya, batas ini biasanya
digambarkan untuk seluruh proses konversi energi mulai dari
hantaran bahan bakar (fuel delivery ) hngga ekspor energi listrik
dan energi listrik dan energi lainnya.
C. Combined Cycle Heat Balance.
• Pada dasarnya sama dengan B) diatas (plant heat balance).
PERFORMANCE CALCULATION
EFISIENSI TURBINE
• Efisiensi turbin dapat di hitung dengan Enthalpy Drop Method
sesuai dengan ASME Power Test Code Report PTC-6S, “ Simplified
Procedures for Routine Performance Test of Steam Turbine”
sebagai berikut,
PERFORMANCE CALCULATION
PERFORMANCE CALCULATION
PERFORMANCE CALCULATION