You are on page 1of 28

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA Nama Benelli RahmaniaN.

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI NPM/Semester tfirctaz2s I rr
UPN *VETERAN'' JAWA TIMUR Romb./Grup vt /t
NPM/Teman Praktek 1531010218 / Yobi
Praktikum KimiaAnalisa Bagas
-
Percobaan Pemisahan Golongan IIIA dan
IIIB
Tanggal I5 Maret 2016 fi&
Pembimbing Ir- Suorihatin- MT DRAFT

BAB I
PENDAIIULUAN

I. I Latar Belakang
Dalam analisa kualitatif merupakan penyelidikan mengenai kadar unsur
atau ion yang terdapat dalan suatu zat tunggal maupun campuran. Suatu senyawa

dapat dipisahkan antara anion dan kationnya. Dalam metode kualitatif dapat
digunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifilq
keduanya dilakukan untuk mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan.
Analisa kualitatif terdiri dari dua aspek yaitu, pemisahan dan identifikasi. Kedua
aspek ini didasari oleh kelarutan. Analisa ini memerlukan pemisahan kation secara

sistematik dalam golongan dan selanjutnya diikuti oleh pemisahan ke golongan
I
masing-masing./Logam-logam golongan III tidak diendapkan dengan reagensia
I
golongan untu* golongan I dan II, tetapi semuanya diendapkarl dengan adanya
ammonium klorida, oleh hydrogen sulfide dari larutan yang telah dijadikan bisa
dengan larutan ammonia. Maka golongan ini biasanya dibagi menjadi golongan
besi (besi, alumunium, kromium) atau Golongan IIIA, dan golongan zink (nikel,

kobalt, mangan, dan zink) atau Golongan IIIB.

Dalam melalrukan percobaan pemisahan golongan IIIA dan IIIB langkah-
langkah V dilakukan ada beberapa tahap. Untuk pemisahan golongan IIIA
langkah yang dilalcukan yaitu filffit dari golongan II panaskan hingga HzS habis

kemudian tambahkan HNO: pekat beberapa tetes. Lalu tambahkan lagi NlIaCl dan
diditrkan sampai alkalis lalu saring, kemudian terbentuk endapan untuk diuji ke
golongan IIIA dan filtatnya untuk menguji golongan [IIB, [V dan V. Endapan

yang diuji untuk golongan IIIA dicuci dengan NH4CI l7o panas kemudian
ditambatrkan NaOH dan I{2O2 3% kemudian didihkan dan saring. Maka diperoleh

-

endapan dan filtrate yang kemudian digunakan untuk identifikasi golongan
IIIA. Sedangkan untuk identifikasi golongan IIIB, filtrate dari golongan IIIA
ditambahkan dengan NII4OH encer kemudian panaskan. Lalu aliri dengan gas
HzS selama (ll2-l menit). Kemudian saring endapan dan filtratnya. Uatuk
endapan digunakan untuk proses identifikasi golongan IIIB sedangkan filtratnya

untuk identifikasi golongan IV dan V.
Tujuan dari melakukan percobaan pemisahan golongan IIIA, dan IIIB
adalah dapat memisahkan kation-kation kedalam setiap golongan. Lebih
memahami tentang reaksi-reaksi ion. Dapat memisahkan penyusun suatu

campuran menjadi lima golongan (kation). Dapat mendeteksi bahan-bahan
penyusun suatu campuran. Dapat mengetahui proses-proses identifikasi golongan

IIIA dan IIIB.

I.2 Tujuan
1. Dapat melakukan pemisahan kation kedalam golongan IIIA dan trIB

2.Dapat lebih memahami tentang reaksi ion.

3. Dapat mengetahui tahap-tahap pemisahan golongan IIIA dan IIIB dengan

kation.

I.3 Manfaat
1. Praktikan dapat mengidentifikasi kation ke dalam golongan III$ dan IIIB

2. Praktikan dapat memahami faktor apa saja yang mempongaru
golongan tersebut.

3. Praktikan dapat mengetahui perbedaan antara golongan IIIA dan

Residu tidak dipanaskan terlalu keras. Anion-anion ini dihilangkan menurut urutan yang ada dibawah ini : 1. Dengan penguapan yang berulang-ulang dengan HNOs pekat. karena dapat membuat FezOs. dan sangat sedikit larut dalam HCl. maka akan dihasilkan endapan berwarna kuning terang yang menu4iukkan adanya fosfat. kemudian dipanaskan sampai suhu tidak lebih dari 40oC. cuci. sehingga asam- asam organic tenrai. Asam-asam organ$ terungkap pada uji-uji kering. CrzOg. Mengingat oksalat sangat umum tedapat" dan penunjukan terhadapnya pada uji-uji sebelumnya agak kurang memastikarL dianjurkan agar ion diuji dalam sebagian filtrate golongan tr. dari mana semua H2S telah dihilangkan. Asam-asam organic. Jika terbentuk endapan kristalin.7 BAB U TINJAUAIT PUSTAKA II. residu yang hitam dioksidasi dengan sempurna. . saring. I Seeara Umum Adanya beberapa anion yang telah ditunjukkan pada uji-uji sebelumnya. dan terutama dengan aksi oleh asam sulfat pekat. kemudian dibebaskan sedikit karbon. kemudian di saring dan tambahkan 2-3 tetes larutan KMnO4 encer kepada filfate. dari semua larutan yang mana semua hydrogen sulfide telah dihilangkan tsrlebih dahulu dengan cara di didihkan. Dalam I ml larutaru ditambahkan I ml HNOr dan 3 ml larutan ammonium molibdat. dan kemudian dilarutkan dengan HrSO4 encer. Cara ini paling sederhana dengan menambahkan I ml larutan CaClz dan I ml larutan CHTCOONa kepada I ml filtrate. Jika warna larutan KIVInO4 hilang berarti oksalat ada. Filtrate golongan II diuapkan sampai kering yang mana diuapkan sampai kering. Adanya fosfat selalu diuji dalam filtrato golongan II.

Reaksi golongan : endapan<ndapan dengan berbagai warna : besi(Il) sulfide ftitam). laomium(IlD hidroksida (hijau). FIF menguap dengan HCI dan H3BQ menguap dalam uap air. mengekshaksikan dengan ur atau HCI encer. 1. Borat dan fluoride. 3. Silikat telah hilang sama sekali. kobalt sulfide (hitam). Ada beberapa metode untuk menghilangkan ion fosfat. Maka dengan cara penguapan sampai kering dengan sejumlah HCI pekat tambahan. Penguapan dengan HCI pekat telah mengubah silikat me4iadi bentuk SiOz lang tidak larut. (Svehlq 1979)\/ U. Yang ketiga adalah metode timahfiV) klorida. dan zink sulfide (putih). alumunium hidroksida (putih). Borat dapat dihilangkan dengan menguapkan berulang-ulang sampai kering diatas penangas air dengan campuran 5 ml methanol dan 10 ml HCI pekat. Metode ini digunakan apabila zirconium nitrat tidak tersedia dlam laboratorium. 4. I Golongan Kation Ketiga Reagensia golongan : hydrogen sulfide dengan adanya ammonium klorida dan ammoni4 ataalarutan ammonium sulfide. Jika terdapat borat.7 2. Logam-logam golongan ini tidak diendapkan dengan reagensia golongan untuk golongan I dan II. Residu yang diperoleh dari proses diatas diuapkan secara berulang-ulang sampai hamper kering dengan HCI pekat. dan tidak ada fluoride. Metode ini digunakan dengan adanya unsur-unsur yang lebih langka. Jika dilalcukan dengan tepat maka ion fosfat akan hilang. nikel sulfide (hitam). Maka borat akan perlahan-lahan mengpap sebagai metil borat yang bersifat beracun. Yang pertama adalah metode zirconium nitat merupakan yang paling mudah. Yang kedua adalah metode besi(IQ- asetat. Silikat. Fosfat. lalu menyaringnya. tetapi semuanya diendapkan" dengan adanya ammonium . mangan(Il) sulfide (merah jambu).

. Cr(OH)r Al(OH)r dan sedikit MnOz. Kemudian saxing.2 Pemisahan Dan Identifikasi Kation Golongan IIIA Dalam filtrate yang didapatkan setelah pemisahan kation golongan II. borat fluoride. dan golongan zink (nikel. dan anion-anion dari asam-asam organic harus diuji. kecuali alumunium dan kromium. Tambahkan 1-1. dan juga harus bebas dari hydrogen sulfide. (Svehla 1992 ILl. adanya fosfaL silikat. NaBO3. LogamJogam ini diendapkan sebagai sulfide. Larutan yang akan digunakan untuk pemisahan golongan IIIA harus bebas dari ion-ion yang sudah disebutkan. alumunium. Mungkin mengandung Fe(OH)r. Besi. alumunium. Sedang logamJogam lain dari golongan ini tetap berada dalam lmutan dan dapat diendapkan sebagai sulfide oleh hydrogen sulfide. yang diendapkan sebagai hidroksida. dan laomium (serta disertai sedikit mangan) juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amona dengan adanya ammonium klorida. VEndapan yang dihasilkan dengan menambahkan NI{4CI serta larutan NHs dan mendidihkannya. karena hidrolisis yang sempurna dari sulfide dalam larutan air. dan zink) atau Golongan IIIB. kromium) atau Golongan IIIA. Pindahkan endapan dengan 5-10 ml air ke sebuah cawan penguapan. Maka golongan ini biasanya dibagi menjadi golongan besi (besi.a klorida oleh hydrogen sulfide dari larutan yang telah dijadikan bisa dengan larutan ammonia. diteruskan dengan 5 ml larutan HzOz 3o/o).xHzO.5 gram natrium peroksoborat. Cuci dengan sedikit larutah NlI4Cl lYo yang panas.4I{rO (atau ditambahkan 5 ml larutan NaOH. Didihkan sampai pelepasan Oz berhenti (2-3 menit). Jika salah satu dari ion-ion ini ad4 maka ion-ion tersebut harus diuraikan sesuai dengan metode diatas. kobalg mangan.

1 gram l. Atau tambahkan beberapa tetes larutan Kocok dan biarkan kedua lapisan KSCN.yang lembayung Menunjukkan adanya Cr. ada endapan kuning PbCrO+. ada. Asamkan 2 ml dengan HNOg encer. Lapisan sebelah atas biru (mengandung kromium pentoksida. Al seperti gelatin. Larutkan sebagian kecil endapan dalam Jika tidak berwarna" Cr tidak ada dan 1 ml HNO3 [:1 dengan bantuan (ika tidak perlu dipertimbangkan lagi. akan diuraikan dua Metode yang pertama ini merupakan metode yang paling umum dipakai . tetes larutan I{zSOr jenuh. Cr. dinginkan.].xHzO.(tak panas.3 Pemisahan Dan Identilikasi Kation-Kation Golongan IIIB Untuk pemisah kation-kation golongan IIIB. kocolq dan biarkan tambahkan larutan timbel asetat. ini Jika berwarna merah tua. Jika zatpadat itu turun mengendap. Maka tidak tahan lama). n. Didihkan menunjukkan Cr.]. Menuqiukkan adarrya menunjukkan adanya Fe. 2. 1. Kemudian bagi cairan (untuk menguraikan HaOz). Tambahkan I ml amyl HCI encer.7 Residu Filftat Mungkin mengandung Fe(Olt)l dan Mungkin mengandung Croar MnOz. perlu) 3-4 tetes larutan HzOz3Yu atau I Jika larutan berwara kuning. menunjukkan Mn ada. menjadi 3 : Kemudian tambahkan 0. alcohol dan 4 tetes larutan HzOz 3Yo. Cuci dengan sedikit air (kuning) dan [A(O[D. memisah. 3. Larutan MnO+. Atau tambahkan larutan Ko[Fe(CN). Jika endapan ada. Endapkan dengan HCI encer dan Jika endapan berwarna biru maka Fe ditambahkan dengan NH3.05-0. Larutkan sebagian lain endapan dalam dinginkan. berwarna). Asamkan dengan asam asetat dan naffium bismutat.

Mn mudah diidentifikasi dalam endapan dengan melarutkannya dalam HNOs encer dan memberlakukan uji natrium bismutat. Metode ini dianjurkan apaila mangan tidak ada. yang mana telah ditambahkan larutan amonuin sulfide sebanyak I persen dari volume. Sedangkan NiS. Uapkan &rmpuran sampai meqiadi 2-3 ml dalam kamar asam. Pindahkan endapan ke cawan porselen. MnS.7 dianjurkan untuk para pemula. MnS dan ZnS larut dengan mudah dalam HCI encer dan dingin. Larutan yang mengandung kation-kation di didihkan kemudian dipanaskan dengan larutan HzOz . Endapan mungkin mengandung CoS. Metode asam klorida-kalium klorat-hidrogen peroksida. Mn dapat dipisahkan. Cuci baik-baik dengan NI{4CI 1 persen. MnS. hanya sedikit sekali Ni dan Co yang ada. Kepada larutan asam nitrat itu. terjadi pelarutan yang sempurna. dan CoS agak larut dalam jangka waktu yang singkat (2-3 menit) selama sulfide-zulfida itu kontak dengan asam tersebut. Jika diperoleh endapan hitam. Metode asam klorida-hidrogen peroksida. Jika diinginkan dari setiap Ni dan Co dengan mengendapkan kembali MnOz dalam larutan amoniakal. Pendeteksian Co dan Ni dalam campuran dari CoS dan NiS dilakukan pada bagian-bagian tersendiri dari larutan yang dibuat dengan melarutkan sulfide- sulfida itu dalam campuftul larutan NaOCI dan HCI encer. dan CoS. Endapan mungkin mengandung CoS. saring belerangnya dan kembalikan fi ke cawan . dan ZnS. Sedangkan untuk metode yang kedua agak memerlukan lebih banyak efisiensinya. Metode ini dalam banyak segi merupakan modifikasi dari metode yang terdahuhl dan menghasilkan hasil-hasil yang cepat dalam tangan-tangan yang ahli. Pindahkan endapan ke sebuah piala kecil. ml HNOg pekat dan pekatkan meqiadi 2-3 ml. menunjukkan adanya NiS. buang caaan cucian. ditambahkan 5 ml NII+CI dan larutan airNHs yang kira-kira 5 ml. Tambahkan 5 ml air dan 5 ml HCI 2M. aduk dan diamkan selama 2-3 menit kemudian disaring. NiS. dan ZnS. Dan metode ini lebih cepat dari metode pertama. Jika larutan tidak j encerkan dengan 8-10 ml air. NiS. tambahkan 5 ml air dan 5 ml HCI pekat dan aduk selama 2-3 menit. Cuci baik-baik dengan larutan NI{4CI 1%..

1979). (Svehla. Tambatrkan 5 ml HNOr pekat dan uapkan lagi sampai medadi l-2 ml./ . Diditrkan sampai meqiadi L-Z ml dengan menjaga benm-benar agartidak menguap sampi kering.7 porselen dalam kamar asarn.

HNOa r Sifat Fisika 1. IIrS r Sifat Fisika l. Tidak benrarna 4. Beratmolekul :63. 2. 3. Sebagai reagensia pemisatran golongan IIIA. Berwujud cairan 3.08 g/mol 2.2016) B.5oC r Sifat Kimia 1. 3. Densitas : 1. Berwujud gas 3.2 Sifat Bahan A. Bersifat korosif. o Fungsi l. Larut dalam air. Berat molekul : 34. Titik leleh : -820c o Sifat Kimia 1. Titik didih : 120.7 II. Larut dalam air 2. (Anonim. Titik didih: -60oC 5. Sebagai pengasaman filtrat atau reagensia (Anonim. Merupakan asam lemah.012 g/mol 2. Sebagai oksidator kuat.2016) .363 g/dm' 4. Bersifat korosif. Densitas :1.51 g/onl 5. o Fungsi 1.

Sebagai reagensia golongan IIIA (Anonim. methanol. r Fungsi 1. Densitas :1. Tidak berwarna 3. 2. 3.7 C. Berwujud: cair 2. Mudah larut dalam air.5274 dcrnl 4. Titik lebur: -78"C 4. alcohol. Berat molEkul : 53.5oC o SifatKimia l. Tidak larut dalam etil asetat. Titik didih : 520"C 5.49 glmol 2.arut dalam ammoni4 gliserol. Untukmemisatrkan endapan dengan filtrate pada golongan trlA.l. Tidak dapat diisolasi. Sifat Fisika 1. (Anonim. Titikdidih: -33. r Fungsi 1.2012) . Berwujud padatan putih 3.NII4OH o Sifat Fisika l. Agak larut dalam aseton. 3.NII4CI . 2. Merupakan larutan basa.2016) D. Titik lebur : 338"C o Sifat Kimia 1.

(Anonim. Berwujud padatan berwarna putih. Berat molekul : 39. iiat Fisika l. NaBOr .1glcm3 3. (Anonim. Untuk membentuk endapan dan filtrate yang akan diidentifikasi golongannya pada golongan IIIA. Berasal dari reaksi disodium tefiaborate pentahydrat. hydrogen peroksid4 dan sodium peroxide. Titik didih : 1390'C 4. Berat molekul : 99. Titik lebur: 318'C 5.20rc) . 3. Larut dalam air. Fungsi 1. Titik didih : 130-150"C 3. o Sifat Kimia 1.Lanfidalam etanol dan methanol. 3. NaOH o Sifat Fisika 1. 2. Untuk membentuk endapan dan filtrate yang akan diidentifikasi golongannya pada golongan IIIA. Larut dalam air.a E. Densitas :2. . Titik lebur : 63"C 4.2016) F. Z. Penampilan : Serbuk putih o Sifat Kimia 1. Tidak larut dalam dietil eter.9971 g/mol 2. Mengalami hidrolisis jika ada kontak dengan air.815 g/mol 2. r Fungsi 1.

r Fungsi 1.NaBiOs r Sifat Fisika l. Densitas: 1. Terdekomposisi pada air Panas 3.97 glmol 2.7 G. Beratmolekul: 279. Sebagai reagensia pada golongan trIA. Tidak larut dalam petrcleum ether. Untuk membentuk endapan dan filtrate yang akan diidentifikasi pada golongan IIIA.2016) H. Z. Titik didih : 150.0147 g/mol 2. o Fungsi 1. (Anonim.HzOz r Sifat Fisika 1.50 gicrt' 3. Borupa serbuk berwana coklat muda o SifatKimia 1.430c r Sifat Kimia 1. Beratmolekul :34. Termasuk pengoksidasi kuat. Densitas : 6. Titik lebur: -0. Tidak larut dalam air dingiil 2.2oC 4. Agak larut dalarn air. (Anonim.Laruldalam alcohol dan ethor 3.11 g/cm3 3.2016) .

Tidak laxut dalam ether.46 g/mol 2. Densitas: 1. Tidakberwarna. r Fungsi l. Aeak lanrt dalam air. 3.32"C (larutan 38y0). Bersifat korosif-. Berbentuk brfriran kristal berwarna kuning muda.2%). o SifatKimia 1. K+Fe(CN)e o Sifat Fisika l. Berbentuk cairan.85 g/cm3 o Sifat Kirnia 1. Titik didih: 110oC (larutan 20. 4.48'C (larutan 38%) 6. Lanfi dalam air 2. (Anonim. Sebagai reagensia golongan IIIA . Mempunyai ion klorida yang tidak aktif. Titik lebur: -27.35 gimol 2. 3. HCI I Sifat Fisika 1.2016) J. 2. Beratmolekul : 368. Beratmolekul :36.18 g/cm3 5. 3. Densitas : 1. Sebagai reagensia golongan tr[4. r Fungsi 1.T. Tidak larut dalam etanol. 3.

o Fungsi l.29 glmol 2. Agak larut dalam air. Sebagai reagensia golongan IIIA. 3.K. Z. Titik leleh:290K 5. Menrpakan asmn [ema]r. CH3COOH r Sifat Fisika 1. Larut dalam alcohol 2. Densitas: l. Pb Asetat o Sifat Fisika 1.2016) . Merupakan pelarut polar r Fungsi 1.25 g/cm3 4.2A16\ L. Titik didih: 392K 4. Berbentuk sebuk putih.Lanttdalam air. Densitas: 3. Beratmolekul : 325. Sebagai reagensia golongan IIIA. Larut dalam gliserol. 3. (Anonim.05 g/mol 2. 3.M9 glwf 3. (Anonim. Titik lebur: 22"C o SifatKimia l. Beratmolekul : 60. Benrqiud cairan tak berwarna o SifatKimia 1.

Titik lebur: OoC 4. Densitas :1. Titik didih : l00oc 5. Fungsi 1. Memiliki luas permukaan yang besar. Densitas:0. 3. Memiliki sifat adhesi yang tinggi.13 {cm3 4. Fungsi 1. Bersifat polar. Sebagai reagensia golongan IIIB. 2. (Anonim. Tidak berwarna 6.7 M. Beratmolekul: 18. 2.20L6) . Beratmolekul : 381. Titik lebur: 743"C 5.998 {cmt 3. 3. Sebagai reagensia golongan ITIB.38 g/mol 2. Titik didih: 1575'c o SifatKimia 1. Hzo o Sifat Fisika 1.2016) N. (Anonim.0153 g/mol 2. Tidak berbau r SifatKimia l. . Larut dalam air. St*tur tristal berbentuk monoclinic prismatic .Manic Boraks o Sifat Fisika 1. Berbentuk padatan putih.

Sebagai reagensia golongan ITIR. Natium hipoklorit (NaOCl) dihasilkan melalui reaksi antara caustic soda (NaOH) dan gas klorin (Clz). 2. Natrium hipoklorit bereaksi dengan amm hidroklorida yang melepaskan gas klor.11 g/cm3 3.305 g/cm3 3.NaOCl o Sifat Fisika 1.442 g/mol 2.2016) P. o Fungsi l. Beratmolekul :74. (Anonim. Larut dalam air. dan aseton o Fungsi 1. densitas : 1. Titik lebur: 149. Titik didih: 170oC o Sifat Kimia l. alcohol.5"C 4. NT{4CNS o Sifat Fisika 1. Titik leleh : 180c 5. Berwujud padatan berwarna hi$au kekuningan. Titik didih: 101oC 4.Larutdalam ammonia cair. Sebagai reagensia golongan IIIB. 2.112 g/mol 2. Beratmolekul :76. Densitas : 1. seperti seng yang menghasilkan oksida atau hidroksida logam 3. 24rc) . Natrium hipoklorit bereaksi dengan logam secara bertahap.7 O. o Sifat Kimia 1.

Densitas . Larut dalam gliserol 2. Sebagai reagensia golongan IIIA (Anonim. Agal larut dalam etanol o Fungsi 1. Merupakan campuran dari pentanol . Amyl Alkohol o Siiht Fisika l. Sebagai reagensia golongan IIIA (Anonim. Titik lebur : 634.12 g/mol 2. Titik didih: 137'139"C o Sitht Kimia l.52 g/cm' 4.81I g/cm' 3. Berat molekul :116. Densitas :1.2015) S.5"C 5. Fungsi 1.Larut dalam air' 3. Berbentuk Padatan kristal Putih 3. Sifat Fisika 1.12 g/mol . Beratmolekul :65. Dimethyl Glioksin .Q. 0. Titik lebur: -78"C 4. Larut dalam air 2.15 g/mol 2. KCNS Sifat Fisika ' 1.2016) R. Titik didih: 1625oC r Sifat Kimia 1. Berat molekul : 88.

t rsil(a 1.08 g/mol 2. Mengeluarkan gas SOz dan bereaksi hebat 2. 3. BErat molekul : 98. Memiliki momen dipol 0. Densitas : 789 kg/ml 3.010 g/mol 2. Berat molekul : 28. (Anonim. 2. Mengalami penguraian bila kena panas. Bereaksi dengan ethyl nitrite membentuk butanone. Titik lebur : 10oC 3. 2.84 g/cm3 o Sifat Kimia l.02"C . CO r Sifht Fisika l. Sebagai reagensia golongan IIIB. Titik lebur : 240-24t'C r Sifat Kimia 1. o Fungsi 1. Sfat . Densitas :1. HzSOs . (Alvintar. Berbentuk serbuk berwanra putih 3. 3. Titik lebur: -205.37 e/cm' 4. Bersifat oksidator yang dapat menimbulkan bakaran bila kontak dengan zat organic.2016) T. Agak larut dalam air. Densitas : 1. Sebagai reagensia golougan IIIB. o Fungsi l.2013) U. Titik didih : 290"C 4.

86 kg/m' 4. Sebagai reagensia golongan IIIB. NHr o Sifat Fisika 1 .Larutdalam alcohol.34nC 5.29 gicm3 3. . Rumus Kimia : Kz[HgI+] 2. Ammonium Tetratiosianat Morcurat (II) o Sifat Fisika 1. 4. Larut dalam klorotbrm. 3. Larut dalam ethyl acetate dan ethanol' r Fungsi 1. r Sitbt Kimia 1. Densitas :4. 2. Densitas : 0. Berbentuk kristal berwarna kuning' o Sifat Kimia 1. 2.5"C 5.2016) V. Titik didih : -33. Sebagai reagensia golongan IIIB. Fungsi 1. Berbentuk gas. (Anonim. Titik lebur : -77. benzene.031 g/mol 2. Larut dalam aseton. Berbentuk gas. Titik didih: -191. Berat molekul : 17. Agak larut dalam air. 3. (Anonim. Sangat mudah larut dalam air.20l5) w.73'C . 3.

. Sebagai reagensia golonga (Anonim. Agak larut dalam air. 2.2016) . 3.o Sifat Kimia 1. Fungsi 1. Larut dalam eter. Larut dalam Kloroform.

I Bahan 1. NaOCI 18. KclFe(CN)el 12. HzS 2.2 Alat 1. Pb Asetat 14. NaOH 7. Manic Boraks 17. HaSOc 22. Cawan porselen . CO 23. H:Oz 8. NaBiOc 9. KCNS 11. NH4C1 4. CH3COOH 13. NH+CNS 19. NH3 21. BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM III. NH4OH {NsWy 6. Dimethyl glioksin 20. Amyl alcohol 15. HNOC 3. H20 16. HCI IO. Amonium tetratiosianat mereurat (II) III.

3 Gambar Alat \--. Pipet 6. Neraca analitik 4. Spatula 8. Kertas saring lII. Kaca arloji 5. Kaki tiga 12.2. Kertas lakmus 3.' A-/ t $##s$s* Spatula Kertas Lakmus . Corong kaca 10. Gelas ukur 7. Selang 11. Kawat kasa 13. Beaker glass 9. Pembakar spiritus 14.

'" ..{ .i-t< '' .*€j 'it' Selang Corong kaca l/ ffi q Kaki tiga Pembakar spiritus V Kawat kasa Kertas saring .."k.-/:i':r-i. t -.*g .../ i" .' .7 \/\/ r4ffi+* \-/ -g .*. f j: -ffi#"" '! '.1\-/..".$.6..+T:s3**" / .

tambahkan kocok -+ warna HzOz3%kocok biarkan lembayungNtu (+) memisah. Tambah kan CI{3COOH panas dan bagi menjadi 2 Tambahkan Pb asetat -r bagian: Endapan kuning PbCrO+ . dan V) .Tambahkan HCI Biru -+ Cr (+) eflcer + larutan 3. Cuci dengan NlI4Cl l%iopanas .4 Prosedur a. Tambahkan NaBO3 atauNaOH danEzOz3Yo . Pemisahan Golongan IIIA Filtrat dari golongan II Panaskan Hingga HzS habis +HNO: pekat beberapatetes Tambahkan NI{4CI dan didihkan Tambahakan NI{4OH sampai alkalis lalu ENDAPA}I HLTRAT 1Fe3*. Asamkan dengan KCNS -+ warna menambahkan HCI encer merah tua + Fe (+) + NH4OH encer (sampai .Tambahkan alkalis). IV.lalu dinginkan tambahkan dinginkan + NaBiO: amyl alkohol. dan lvln'?) (III B. Tambahkan HNq encer. Lapisan atas "+ .Larutkandengan + Cr(+) HNO: +H2O23a/o 2. cf*. panaskan -+ KaFe(CN)6-r mendidih -+ Endapan endapan biru -+ Fe putih gelatin + Al (+) . Didihkan EI\DAPAI\ FILTRAT (Fe dan Mn) (Cr dan A1) Cuciendapan dengan air 1. Gelas ukur Beaker glass III. didihkan. Al3*.

Ujiendapan o Dinginkan dengan Manic . MnS dan ZnS) T Cuci dengan NI{4CI 1% (IV dan Endapan+H2O+HCl2M v) Aduk. panaskan Dialiri gas F{zS (l/2-lmenit) ENDAPAN FILTRA (CoS. co2* dan (zn'*) o Dinginkan Ni'*) Dibagi menjadi Zbagian encerkan Bagian terbesar r +CH3COOH sampai 4ml adalah + HzS -r Larutan dibagi 2 (sama) : MnOzxHzO endapan putih o *1 ml amyl (coklat) dan ZnS -+ Zn(+1 Alcohol +2 gram ikutan dari o + HzSO+ NH4CNS. Pemisahan Golongan IIIB Filtrat dari golongan IIIA +NH4OH encer. aduk dan biarkan + larutan ungu -+ . 1:1 +beberapa mercurat (ID c *2 mlNlI+Cl + tqtesIhOz 3%o Aduk -+ endapan NH3 sampai o Didihkan 6i* muda + Zn alkalis + dimethyl untuk (+) glioksin berlebih menguraikan -+ Endapan HzOz merah -+ Ni (+) o Dinginkan+ NbiO:. NiS. kocok Ni(orl)z +Co --+ lapisanamyl o Larutkan *amonium alcohol +biru -r endapan HNO: tetratiosioat Co(+.b. +NaOHberlebih Boraks + biru -+ o *1 mlHzOz3Yo Co (+) atau o Didikan saring Endapan +NaOCl dan HCI encer: ENDAPAN FILTRAT o Didihkan (Mn2*. Zn2* dan ikutan dari Co2* mungkin CoS dan dan Ni2*) NiS o Didihkan sampai H2S hilang . diamkan dan saring ENDAPAN FILTRAT o Jika hitam -+ (mungkin Mn2*.

2015.org/wiki/Ammonium_hydroxide). (https://en. WIB 1"' Diakses padatanggal 13 Maret2016 pukul 20. (https://id. Diakses pada tanggal 28 Februari 2016 pukul 20. Diakses pada tanggal 28 Februari 2016 pukul 20..17 WIB.29 WIB "" Anonim.org/wiki/Ammonium-chloride). Diakses pada tanggal 28 Februati2016 pukul 20.org/wiki/Asam-klorida).org/wiki/Amyl-alcohol).wikipedia. 2016. "Ammonium Perborate". o'Ammonia". Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul 20. t-'/ . 2016.co.wikipedia. 2016. "Ammonium Chloride".05 WIB "-/'- Anonim. "Amyl Alcohol".org/wiki/Air). t/ Anonim.wikipedia.53 WIB' L-"' Anoninr. 2016. (https://en. 2016. (https://en. Diakses pada tanggal 28 Februari 2}l6pukul 20. (https://en.blogspot. "Air". Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul20.org/wiki/ammonia). Diakses pada tanggal 28 Maret2016 pukul 17.wikipedia. ?016. "Asam Klorida". '/' Anonim. Exact. 2013.wikipedia." Anonim. org/wiki/Ammonium_tetratiosianat_mercurat).38 WIB''/' Anonim. 'oAmmonium Hydroxide"' (https://en.wikipedia. DAFTAR PUSTAKA Alvintar.45 Anonim. (https://id. (https ://en.20 WIB.48WIB.id/2013/05/b-bahan-bahan-laboratorium-l6.wikipedia.org/wiki/Ammonium-thiocyanate). (https://id.10 WIB. "Ammonium Thiocyanate". 2016. 2016. 201 6. "Ammonium Tetratiosianat Mercurat(Il)".org/wiki/Ammoniumjerborate). Diakes pada tanggal 14 Maret2016 pukul 02.28W18 v"' Anonim. "Sit-at Kimia Bahan"' (https:// http://alvintar.08 WIB t'/' Anonim.wikipedia.org/wiki/Asam-asetat).html)' Diakses pada tanggal2g Februati20l6pukul 20.wikipedia. "Asam Asetat". (https://en. Diakses pada tanggal 28 Februari 2016 Pukul 20.wikipeida.

Diakses pada tanggal 13 Maret 2016 pukul 20.wikipedia. o'Sodium Hydoxide".41WIB / Anonim. (https://en. Diakses pada tanggal 28 Februari 2016 pukul20. "Pottasium Ferrocyanide".Oz WIB /- Anonim. Diakses pada tanggal 5 Maret 2016 pukurl 20. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul 20.12 WIB -' Anonim.24W18.wikipedia. Anonini..wikipedia. 2016.org/wiki/Sodium_hydroxide). "Potassium Cyanide".11 WiB "'/' Anonim. u" Anonim. "Hydrogen Sulfide". (https://en. . "Borax". "Carbon Monoxide".43 WIB . (https://en. (https://id.-'- Anonim.36 WIB ?- Anonim. "Lead(ll) Acetate".org/wiki/Hydrogen_sulfide). Diakses pada tanggal28 Februari 2016 pukul 20. 2016.10 WIB Anonim. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul2}. Diakses pada tanggal 28 Februari2016 pukul 20.org/wiki/Sodium_bismuthate). "Sodium Bismuthate".org/wiki/Asam_nitrat)./" Anonim. (https://en. Diakses pada tanggal 7 Maret 2016 pukul 20.org/wiki/borax). "Hydrogen Peroxide".40 WIB . (https://en. Diakses pada 4-r. (https://en.wikipedia.10WIB L/ . 2016.7 Anonim. (https://en.org/wiki/Potassium_cyanide).wikipedia. 2016.wikipedia. 2016.org/wiki/Pottasium_ferrocyanide). tanggal 7 Maret 2016 pukuI20.wikipedia.org/wiki/Hydrogenleroxide). "Asam Nitrat".org/wiki/Dimethyl_glioksin).wikipedia. 2016.org/wiki/Carbon_monoxide). Diakses pada tanggal 13 Maret 2016 pukul 20.31 WIB. 2016. (https://en. Diakses pada tanggal 28 Februari2Ol6 pukul 20. 2016.wikipedia. 2016. (https://en.org/wiki/Lead(Il)*Acetate). "Dimethyl Glioksin".wikipedia. 2016. 2016.wikipedia. (https://en.

tJ . "/ Svehla. "sodium Hypochlorite". 1992. 2016. "Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Mako Dan Semimikro Bagian I". (https:/len. Jakarta: Kalman Media Pusaka. G.Anonim. t979. Jakarta : Kalman Media Pusaka. Diakses pada tanggal Svehla. G.wikipedia.org/wiki/Sodium-hypocilorite). "Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro Bagian II".