You are on page 1of 8

SESI 12: PENCEGAHAN PENELANTARAN DAN EKSPLOITASI

TERHADAP ANAK (135 menit)

Materi ini memberi acuan kepada para pelatih tentang pencegahan penelantaran dan
eksploitasi terhadap anak yang meliputi; pengertian penelantaran, contoh-contoh dan
akibat penelantaran, cara mencegah penelantaran, pengertian dan contoh eksploitasi,
akibat eksploitasi dan cara mencegah eksploitasi. Pembelajaran ini tidak dimaksudkan
untuk menghafalkan jenis-jenis penelantaran dan eksploitasi tetapi untuk
memperkenalkan apa itu penelantaran dan eksploitasi terhadap anak sesuai dengan
kehidupan sehari-hari keluarga.

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta TOT diharapkan mampu memahami,
menjelaskan, mengidentifikasi dan memberikan contoh konkrit mengenai cara mencegah
penelantaran dan eksploitasi terhadap anak.
Pelatihan ini dikatakan berhasil jika peserta TOT mampu menyampaikan pengetahuan
dan mengajarkan keterampilan kepada pendamping mengenai:
1. Pengertian penelantaran terhadap anak.
2. Contoh dan akibat penelantaran terhadap anak.
3. Cara mencegah penelantaran terhadap anak.
4. Pengertian dan contoh-contoh eksploitasi terhadap anak.
5. Akibat eksploitasi terhadap anak.
6. Cara mencegah eksploitasi terhadap anak.

STRUKTUR PELATIHAN
Langkah 1 Langkah ini berisi tentang perkenalan dengan
Pembukaan (5 menit) menggunakan permainan. Kegiatan ini penting untuk
membangkitkan motivasi dan minat peserta. Dalam
langkah ini juga dilakukan review materi pencegahan
kekerasan yang telah dibahas pada pertemuan
sebelumnya dan dihubungkan dengan materi yang
akan dibahas sekarang.

Langkah 2 Materi ini memberikan gambaran kepada peserta
Pengertian penelantaran tentang penelantaran yang kerap terjadi dalam
terhadap anak (25 menit)
kehidupan sehari-hari dan mengarahkan peserta

34

Langkah 8 Materi ini berisi pemberian lembar penugasan yang Penutup (10 menit) harus diisi di rumah oleh kedua orang tua atau pengasuh. kepada definisi penelantaran. Proses pembelajaran dilalui dengan menggunakan metode “studi kasus” sehingga peserta mendapat gambaran apa yang dimaksud dengan penelantaran. Langkah 7 Materi ini membahas cara mencegah eksploitasi Cara mencegah eksploitasi terhadap anak yang dilakukan dengan menggunakan terhadap anak (20 menit) “permainan bendera”. Langkah 4 Materi ini membahas berbagai cara mencegah Cara mencegah penelantaran penelantaran terhadap anak. Rangkuman keseluruhan terhadap substansi materi juga dilakukan pada langkah ini. 35 . Langkah 5 Materi ini memberikan definisi dan contoh-contoh Pengertian dan contoh-contoh eksploitasi terhadap anak melalui pemutaran “Film eksploitasi terhadap anak (25 menit) Pekerja Anak di Nias”. Proses pembelajaran ini menggunakan metode diskusi kelompok. Film ini akan membantu peserta memahami definisi dan contoh-contoh eksploitasi. berbagai alternatif cara mencegah penelantaran terhadap anak diharapkan dapat muncul dari para peserta sebelum fasilitator memaparkan cara mencegah penelantaran apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua. Langkah 3 Materi ini membahas contoh penelantaran di dalam Contoh dan akibat penelantaran keluarga yang kerap terjadi terhadap anak dan terhadap anak (15 menit) akibat dari penelantaran yang mungkin akan terjadi. Langkah 6 Materi ini memberikan gambaran kepada peserta Akibat eksploitasi (20 menit) tentang akibat eksploitasi terhadap anak dengan metode”menceritakan gambar”. Melalui permainan terhadap anak (15 menit) “bola keberuntungan”.

bendera berbeda warna. pastikan bahwa materi untuk mendukung pertemuan ini sudah tersedia: 1. spidol. 2. Untuk Diperhatikan oleh Penyelenggara Pelatihan 1. Pastikan tersedia daftar hadir peserta dan kehadiran peserta untuk tepat waktu 36 . kertas plano. beberapa set gambar berseri. flip chart. Modul Perlindungan Anak Sesi 12 Pencegahan Penelantaran dan Eksploitasi terhadap Anak. bola. selotip atau lakban kertas. Ruangan pelatihan sudah tertata dengan rapi sesuai dengan kebutuhan (diskusikan layout ruangan yang diperlukan dengan fasilitator. laptop. Peralatan yang diperlukan (Projector. Video yang berkaitan dengan eksploitasi terhadap anak. speaker aktif) 3. termasuk kebutuhan fasilitator dan peserta saat pelatihan berlangsung) 2.Apa saja yang diperlukan dalam pelatihan Sebelum pertemuan dilakukan.

Langkah 1 Pembukaan (5 menit) Sesi pembukaan ini dimulai dengan salam pembuka setelah semua materi dan peralatan yang dibutuhkan tersedia di ruangan pelatihan. 5. Fasilitator meminta salah satu peserta memimpin permainan energizer/ice-breaker untuk membangkitkan motivasi peserta dan mencairkan suasana. Jika peserta tidak dapat mengingat materi sebelumnya maka fasilitator yang menyampaikan dan menstimulus peserta agar dapat mengingat kembali. 3. 6. Jika peserta tidak dapat membaca maka dibantu oleh pendamping 3. Tanyakan kepada peserta: apa yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya?. Fasilitator mengucapkan salam dan memperkenalkan diri sebagai fasilitator yang akan memfasilitasi peserta selama proses pembelajaran. 4. Langkah 2 Pengertian Penelantaran terhadap Anak (25 menit) 1. maka permainan dipimpin oleh fasilitator. 1. “Apakah Bapak/Ibu mengetahui apa itu penelantaran terhadap anak?”  Walaupun fasilitator sudah mengawali dengan kata “penelantaran” tetapi diharapkan untuk tidak banyak membahas topik tersebut karena pembahasannya bersumber dari pengertian dan pemahaman peserta yang akan dicapai pada akhir langkah 2. Fasilitator meminta peserta untuk melihat LK 12. 2.1 / Buku Pintar hal 32. 2. Jika tidak ada peserta yang bersedia memimpin. Fasilitator menghubungkan materi sebelumnya dengan materi tentang pencegahan penelantaran dan eksploitasi yang akan dibahas. Fasilitator memastikan bahwa peserta sudah memiliki bahan ajar Sesi 12. Setelah membaca kasus. fasilitator menanyakan kepada seluruh peserta: 37 . Fasilitator memulai dengan bertanya mengenai pemahaman peserta tentang penelantaran anak. Fasilitator memulai sesi ini dengan mengajak peserta mereview materi sebelumnya tentang Pencegahan Kekerasan terhadap Anak.

2. Fasilitator memberi waktu kepada peserta untuk berdiskusi tentang bentuk-bentuk penelantaran yang sering terjadi di lingkungannya selama 5 menit. Langkah 3 Contoh dan Akibat Penelantaran Terhadap Anak (15 menit) 1. Setelah berdiskusi. Fasilitator menyimpulkan jawaban peserta dan menyampaikan kepada peserta bahwa hal-hal yang dilakukan oleh ayah Tasripin merupakan tindakan penelantaran. Fasilitator menunjukkan PPT 8 / Buku Pintar hal 35 tentang akibat penelantaran. Fasilitator menuliskan jawaban peserta pada kertas plano. Fasilitator membahas kembali dan memperkaya contoh-contoh yang sudah dikemukakan peserta. 8. Fasilitator menunjukkan PPPT 4 / Buku Pintar hal 33 tentang pengertian Penelantaran. Fasilitator menanyakan: “Contoh-contoh tindakan penelantaran seperti apa yang sering terjadi di lingkungan rumah Bapak/Ibu?“ 3. 4. 7. Fasilitator menyimpulkan dan menyampaikan kepada peserta bahwa penelantaran dapat membawa buruk pada anak. 6. 7. Fasilitator meminta peserta untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 5-7 orang/ masih di dalam kelompok yang sama. Fasilitator menyampaikan kepada peserta bahwa penelantaran adalah tidak dilakukannya kewajiban dan tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak. 5. Fasilitator menanyakan kepada peserta apa akibat penelantaran yang terjadi dari contoh-contoh yang sudah dikemukakan peserta (lihat point 4). termasuk kasih sayang dan perhatian. fasilitator meminta masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi.  Apa saja pekerjaan dan tanggung jawab yang dilakukan oleh Tasripin dalam menghidupi adik-adiknya?  Apakah yang dilakukan tersebut layak dilakukan oleh anak seusia Tasripin?  Apa yang seharusnya dilakukan oleh Ayah/kerabatnya terhadap Tasripin dan adik- adiknya? 4. 5. Fasilitator menunjukkan PPT 5-7/ Buku Pintar hal 34. 6. 38 .

Fasilitator membahas kembali dan memperkaya jawaban-jawaban dari peserta yang sudah tertulis di kertas plano. Jika sudah cukup tergali dari peserta. Fasilitator menanyakan kepada peserta: “ibu-ibu. Fasilitator menanyakan kepada 1-2 orang peserta apakah pernah melihat atau mengalami hal yang serupa dengan film yang telah diputar. 7. 39 . 4. Fasilitator melaksanakan LK 12. 2..3) dan ceritakan kepada peserta. Sampaikan kepada peserta bahwa memanfaatkan anak untuk mendapatkan keuntungan baik materi maupun non-materi merupakan tindakan eksploitasi. 6. Fasilitator menyimpulkan dan menyampaikan contoh-contoh cara mencegah dengan menggunakan PPT 9-10 / Buku Pintar hal 36. 3.. 4. tenaga anak dan keluguan anak maupun pengalihan tanggung jawab orang tua terhadap anak. film tadi menceritakan tentang apa?”. Fasilitator menunjukkan PPT 11/ Buku Pintar hal 38 tentang Pengertian Eksploitasi.. 5. Fasilitator bisa melihat contoh kasus- kasus (LK 12. Fasilitator melontarkan pertanyaan kepada peserta:  “apakah ibu-ibu pernah menyuruh anak membantu keluarga?”  “kalau pernah dalam bentuk apa?”  “apakah ibu-ibu pernah menyuruh anaknya untuk membantu mencari uang?”  “kalau pernah dalam bentuk apa?” 2. Fasilitator menyimpulkan jawaban peserta dan mengarahkan kepada definisi eksploitasi.Beri kesempatan kepada peserta untuk mengemukakan pendapatnya. 3.2 tentang Cara Pencegahan Penelantaran terhadap Anak. Sesuai dengan yang peserta pahami atau sering lihat/alami dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitator meminta peserta untuk menyebutkan contoh eksploitasi yang memanfaatkan tubuh anak. Fasilitator memutarkan film dokumenter tentang eksploitasi anak (“Film Pekerja Anak di Pulau Nias” / Buku Pintar hal 37 atau menggunakan film lain yang sesuai dengan kondisi setempat). Langkah 5 Pengertian dan Contoh Eksploitasi Terhadap Anak (25 menit) 1. fasilitator menghentikan permainan . Fasilitator menyampaikan kepada peserta bahwa kita akan bermain “bola keberuntungan” untuk mendiskusikan cara mencegah penelantaran terhadap anak.Langkah 4 Cara Mencegah Penelantaran terhadap Anak (15 menit) 1. 5.

Langkah7 Cara mencegah eksploitasi terhadap anak (20 menit) 1. tidak dibenarkan. Fasilitator melaksanakan LK 12. Fasilitator menunjukkan PPT 14 / Buku Pintar hal 42 (Akibat Eksploitasi). Fasilitator memberi ulasan pada masing-masing gambar yang ada di tiap kelompok. 4. Fasilitator menyampaikan kepada peserta bahwa para peserta akan bermain “permainan bendera” untuk mendiskusikan pencegahan eksploitasi terhadap anak. 2. Fasilitator menyimpulkan cara-cara apa saja yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk dapat mencegah eksploitasi terhadap anak. fasilitator membuat kesimpulan bersama peserta: apapun bentuk eksploitasi. Setelah peserta membahas langkah 5 ini (pengertian dan contoh-contoh eksploitasi terhadap anak).8. Langkah 6 Akibat Eksploitasi Terhadap Anak (20 menit) 1. Fasilitator menunjukkan PPT 15-16 / Buku Pintar hal 44 (cara mencegah exploitasi terhadap anak). Fasilitator menyampaikan kepada peserta bahwa pencatatan kelahiran (memiliki akte kelahiran. Fasilitator melaksanakan LK 12. 7.5 dan LK 12. 5. mendaftarkan anak pada Kartu Keluarga) merupakan salah satu cara mencegah eksploitasi terhadap anak. 9. Fasilitator menyampaikan kepada peserta bahwa kita akan bermain “menceritakan gambar”. Fasilitator menunjukkan PPT 12-14/ Buku Pintar hal 39-40. Fasilitator menyimpulkan dengan menggunakan PPT 17 / Buku Pintar hal 45 (manfaat pencatatan kelahiran). 3.4 / Buku Pintar hal 41 3. 4. Fasilitator menanyakan kepada peserta:  Siapa di antara peserta yang anaknya belum memiliki akte kelahiran?  Apakah mencatatkan kelahiran anak itu penting?  Apa manfaat memiliki akte kelahiran? 6.6 / Buku Pintar hal 43. 40 . Fasilitator menjelaskan kepada peserta bahwa eksploitasi dapat berakibat buruk bagi anak-anak. 5. untuk tujuan keuntungan sosial dan ekonomi. 2.

Fasilitator menjelaskan tata cara pengisian lembar penugasan. Fasilitator menutup pertemuan dengan mengucapkan salam dan mengakhiri dengan doa.  Tidak memenuhi hak anak adalah bentuk penelantaran. Fasilitator menyampaikan ucapan terimakasih.7 / Buku Pintar hal 48). 5. Fasilitator menyimpukan dari film tersebut bahwa dengan segala keterbatasan ekonomi keluarga. Fasilitator membagikan lembar penugasan kepada peserta (LK 12. 41 . 3. 4. anak tetap bisa berpretasi.  Sebagai orang tua kita harus mengetahui cara mencegah penelantaran dan eksploitasi.Langkah 8 Penutup (10 menit) 1. 7.  Segala bentuk pemanfaatan anak untuk keuntungan materi dan immateri adalah Eksploitasi. Fasilitator menyampaikan pesan-pesan kunci dari keseluruhan pembelajaran dengan menggunakan PPT 18/ Buku Pintar hal 46 (Pesan-pesan Kunci). 6. Fasilitator memotivasi peserta untuk tidak melakukan penelantaran dan eksploitasi dengan cara memutarkan film “Raeni Putri Tukang Becak Yang Lulus Cum Laude” 2. Fasilitator meminta peserta untuk mengisi lembar penugasan tersebut dirumah bersama dengan pasangannya.