You are on page 1of 11

CAHPTER 11

THE ETHIC OF TAX ACCOUNTING
KELOMPOK 9
- DIAN NOVITA - SELVIA OKTAVIANI
- YOSI SAPUTRI - YULI RAHMAWATI

• AKUNTAN / KONSULTAN PAJAK adalah setiap orang yang dengan keahliannya dan dalam lingkungan pekerjaannya. . menangani. menganalisa dan membuat strategi perpajakan sehubungan dengan kejadian- kejadian ekonomi (transaksi) yang terjadi dalam suatu organisasi. mencatat.APA ITU AKUNTANSI PERPAJAKAN ?? SIAPA YANG DIMAKSUD DENGAN AKUNTAN/ KONSULTAN PAJAK?? • AKUNTANSI PERPAJAKAN adalah bidang akuntansi yang menghitung. secara bebas dan profesional memberikan jasa perpajakan kepada Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.

. jujur dan adil dalam mengatur hukum pajak yang terintegrasi pada sistem pajak.TANGGUNG JAWAB UTAMA AKUNTAN PAJAK • Tanggung jawab utama akuntan pajak adalah sistem pajak. administrasi dan komunitas akuntan. kongres. ( berdasarkan IRS ) Mampu bersikap loyal atas kerahasiaan data klien. Suatu sistem pajak yang baik dan kuat harus terdiri dari entitas administrasi pajak.

Form and Content of Advice to Taxpayers (Format dan isi nasihat pada klien) . Certain prosedural aspects and preparing return ( Memastikan dan menyiapkan pengembalian pajak secara prosedural ) • 4. Departure From a Position Previously Concluded in an Administrative Proceeding or Court Decision (Keberangkatan dari suatu posisi yang sebelumnya disampaikan di dalam suatu kelanjutan administrative atau keputusan pengadilan) • 6. Knowledge of Error: Return Preparation (Pengetahuan Kesalahan: Persiapan Kembalian) • 7. Tax Return Position ( posisi pengembalian pajak ) • 2. Answer to Question and Return ( Memberi jawaban atas pertanyaan dan pengembalian pajak ) • 3.8 TANGGUNG JAWAB AKUNTAN PAJAK BERDASARKAN AICPA (STATEMENT ON RESPONSIBILITY IN TAX PRACTICE) • 1. Knowledge of Error: Administrative Proceedings (Pengetahuan Kesalahan: Cara kerja administrasi) • 8. Use of estimates ( Menggunakan estimasi ) • 5.

dedikasi tinggi dan independen. Kode Etik konsultan – Kepribadian • Konsultan Pajak Indonesia wajib setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. martabat dan kehormatan profesi Konsultan Pajak. . • Melakukan tugas profesi dengan penuh tanggung jawab. serta menjunjung tinggi integritas. • Patuh pada hukum dan peraturan perpajakan.KODE ETIK AKUNTAN PAJAK BERDASARKAN IKPI ( IKANTAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA ) A. • Menjaga kerahasiaan dalam menjalankan profesi.

• Menerima pelanggan pindahan dari Konsultan Pajak lain tanpa memberitahukan kepada Konsultan Pajak lain tersebut. • Membujuk karyawan dari Konsultan Pajak lain untuk pindah menjadi karyawannya.Terhadap Teman seprofesi #Konsultan Pajak Dilarang untuk : • Menarik pelanggan yang diketahui atau patut dapat diketahui bahwa pelanggan tersebut merupakan pelanggan Konsultan Pajak lain.KODE ETIK AKUNTAN PAJAK BERDASARKAN IKPI ( IKANTAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA ) B. Kode Etik Konsultan Pajak . dan harus secara jelas dan meyakinkan secara legal bahwa pelanggan tersebut telah mencabut kuasanya dari Konsultan Pajak lain tersebut .

Kode Etik Konsultan Pajak –Terhadap Wajib Pajak # Konsultan pajak wajib : • Menjunjung tinggi integritas.KODE ETIK AKUNTAN PAJAK BERDASARKAN IKPI ( IKANTAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA ) C. martabat dan kehormatan dengan memelihara kepercayaan masyarakat. • Bersikap professional • Menjaga kerahasiaan dalam hubungan dengan Wajib Pajak .

Kode Etik Konsultan Pajak – Terhadap Wajib Pajak # Konsultan pajak dilarang : • Memberikan petunjuk atau keterangan yang dapat menyesatkan Wajib Pajak mengenai pekerjaan yang sedang dilakukan. .KODE ETIK AKUNTAN PAJAK BERDASARKAN IKPI ( IKANTAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA ) C. • Memberikan jaminan kepada Wajib Pajak bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan instansi perpajakan pasti dapat diselesaikan. • Menerima setiap ajakan dari pihak manapun untuk melakukan tindakan yang diketahui atau patut diketahui melanggar peraturan perundang-undangan perpajakan. • Menetapkan syarat-syarat yang membatasi kebebasan Wajib Pajak untuk pindah atau memilih Konsultan Pajak lain.

Pajak ganda pada Deviden ( sebelum dibagikan deviden kepada pemegang saham.BEBERAPA CONTOH KOMPLEKTISITAS PERTURAN PERPAJAKAN DENGAN KLIEN / WAJIB PAJAK 1. 3. pemegang saham dikenakan lagi atas pajak deviden yang ia terima ). laba perusahaan tersebut sudah di kenakan pajak dan saat deviden dibagikan. . Tarif pajak yang tinggi ( menyebabkan tax avoidance / penghindaran pajak ). Sengketa Pajak ( hitungan WP dan aparat pajak berbeda ). 2.

• Sebagai akuntan / praktisi pajak memiliki tanggung jawab untuk menjalankan sistem perpajakan dengan baik dan kuat sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan tidak merugikan pemerintah sebagai pemungut pajak. .KESIMPULAN • Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik yang mengatur tentang etika profesi. termasuk akuntan pajak.

TERIMAKASIH .