You are on page 1of 22

REFERAT

INTOKSIKASI ARSENIK

Diajukan Oleh :
Fahrurido K (712016061)
Vivi Rizki (712017058)

Pembimbing :
dr. Binsar Silalahi, Sp.F, DFM, SH

SMF ILMU KEDOKTERAN FORENSIK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2018
FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

MARET 2018

HALAMAN PENGESAHAN

Telaah Ilmiah berjudul

INTOKSIKASI ARSENIK

Oleh:

Fahrurido K, S.Ked

Vivi Rizki, S.Ked

telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti kegiatan

Kepaniteraan Klinik Senior di Departemen Kedokteran Forensik

Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Palembang

Palembang, Maret 2018

Dosen Pembimbing

Dr. Binsar Silalahi, Sp. F, DFM, SH

Penulis berharap referat ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sholawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Penulis menghaturkan terima kasih kepada dr. rela maupun tidak rela. SH selaku koordinator pendidikan di Bagian Kedokteran Forensik yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk menimba ilmu dan ketrampilan di bagian ini. Maret 2018 Penulis . atas nikmat dan karunia-Nya. penulis haturkan terima kasih atas bantuannya hingga referat ini dapat terselesaikan. KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Semesta Alam. Palembang. Semoga bantuan yang telah diberikan mendapatkan imbalan setimpal dari Allah SWT. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya referat ini.F. Karena itu. bagi semua pihak yang terlibat. Binsar Silalahi. baik secara langsung maupun tidak langsung. yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. DFM. Penulis menyadari bahwa didalam referat ini masih banyak kekurangan baik itu dalam penulisan maupun isi referat. yang berjudul “Intoksikasi Arsenik”. Allah SWT. Penulis juga mengucapkan terima kasih atas bimbingannya selama pengerjaan referat. Sp. dan terakhir.

Lead. Mercury. Polychlorinated Biphenyls (PCBs). Chromium (hexa valent). valensinya. Logam-logam berat tersebut dalam konsentrasi tinggi akan berbahaya bagi kesehatan manusia bila ditemukan di dalam lingkungan. BAB I PENDAHULUAN Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan bahan yang karena sifat atau konsentrasi. jumlahnya. Lead (Pb).1. baik di dalam air. Mercury (Hg). yang menyusun ”top-20” B3 antara lain: Arsenic. antara lain Arsenic (As). Arsen (As) tidak rusak oleh lingkungan. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons. Arsen dalam bentuk unsur bukanlah bahan yang toksik. Racun arsen yang masuk ke dalam saluran cerna akan diserap secara sempurna di dalam usus dan masuk ke aliran darah dan disebar ke seluruh organ tubuh. Beberapa diantaranya merupakan logam berat. tanah maupun udara. dan sebagai pengawet kayu (Copper Chromated Arsenic (CCA)). Arsen yang merupakan racun adalah senyawa arsen. Senyawa arsen yang paling sering digunakan untuk meracuni orang adalah Arsen trioksida (As2O3). Aroclor 1254.3 Toksisitas dari arsen tergantung dari bentuknya (organik/inorganik). Benzo(a)pyrene. sebelum senyawa organic ditemukan. Chlordane. Dieldrin. Senyawa arsen pada awalnya digunakan sebagai pestisida dan hibrisida.3 . hanya berpindah menuju air atau tanah yang dibawa oleh debu. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tidak seperti logam lain yang membentuk kation. Tetapi lebih bersifat nonlogam. Hexachlorobutadiene. Chloroform. kesehatan. Vinyl chloride. Beberapa senyawa Arsen (As) tidak bisa larut di perairan dan akhirnya akan mengendap di sedimen. atau awan. Benzo(b)fluoranthene. Kadmium. Trichloroethylene. Benzene. dan kelarutannya. Arsen (As) dialam berbentuk anion. Dibenz[a. Aroclor 1260. dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup.2 Arsen (As) adalah salah satu logam toksik yang sering diklasifikasikan sebagai logam. kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. DDT. hujan.h]anthracene. seperti H2AsO4. Arsen bersifat sitotoksik. Menurut data dari Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1997. Kadmium (Cd) dan Chromium (Cr). karena menyebabkan efek racun pada protoplasma sel tubuh manusia.

gejala-gejala. diagnose. . metabolism. serta pengelolaan autopsy forensik pada keracunan arsenik. deteksi kimia. jenis-jenis. deteksi. cara masuknya. karakteristik. mekanisme kerja. Tujuan penyusunan referat ini adalah untuk mengetahui secara umum mengenai definesi.

yaitu dengan dosis 3 x 1-2 mg. tetapi kemudian tidak lagi digunakan karena ditemukannya obat lain yang lebih aman. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.3. Senyawa arsen didalam alam berada dalam 3 bentuk: Arsen trichlorida (AsCl3) berupa cairan berminyak.1.2. Arsenik merupakan logam berat dengan nomor atom 33. cacing. Arsen trioksida (As2O3. penggunaan tonikum ini ternyata telah menyebabkan timbulnya gejala intoksikasi arsen kronis. amoeba. khususnya dalam air panas.3 Gambar 1. Arsen juga pernah digunakan sebagai obat untuk berbagai infeksi parasit. Racun arsen pada umumnya mudah larut dalam air. dan berwarna metal (steel-grey). seperti protozoa. Pada umumnya arsen tidak berbau. arsen putih) berupa kristal putih dan berupa gas arsine (AsH3). Dalam jangka panjang.1. tetapi beberapa senyawanya dapat mengeluarkan bau bawang putih. Definisi Arsen Arsen merupakan logam berat dengan valensi 3 atau 5.91. berat atom 74. Lewisite. Senyawa arsen trioksida misalnya pernah digunakan sebagai tonikum.4 . spirocheta dan tripanosoma. merupakan salah satu turunan gas arsine. yang sering disebut sebagai gas perang. Gambar logam arsen Arsen merupakan unsur dari komponen obat sejak dahulu kala.

ialah bentuk garam dari asam arsenat. sedangkan bentuk in organik arsen bervalensi lima adalah arsenik pentosida. sodium arsenik. arsen berikatan kovalen dengan rantai karbon alifatik atau struktur cincin. Jenis-jenis Arsen4. dimana arsen terikat dalam bentuk trivalent ataupun pentavalen. Arsen triokasida (As2O3). proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. merupakan senyawa arsen yang banyak dijumpai di alam dan bersifat kurang toksik. Gambar 2: Lambang Arsen dalam gugusan rantai kimia 2.yang terbentuk bila asam bereaksi dengan arsenat yang mengandung logam lain.Bentuk senyawa arsen ini kurang toksin dibandingkan denagn bentuk senyawa arsen inorganik trivalent. Arsen organik. 2. Arsen dapat dalam bentuk in organik bervalensi tiga dan bervalensi lima. asam arsenik. Arsen bervalensi tiga (trioksid) merupakan bahan kimia yang cukup potensial untuk menimbulkan terjadinya keracunan akut.2. arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida. air maupun makanan. Ca arsenat). Arsen pentaoksida (As2O5) 3. 4.. dan arsenat (Pb arsenat. Arsenat (misalnya : PbHAsO4). Selain dapat ditemukan di udara. dan arsenik triklorida.5 Bermacam-macam bentuk senyawa kimia dari arsen ini yaitu sebagai berikut: 1. ialah bentuk garam inorganic dan bentuk trivial dari asam arsenat (H4AsO4) berwarna putih dan padat seperti gula. Bentuk senyawa arsen yang paling beracun ialah gas arsin (AsH3). Bentuk in organik arsen bervalensi tiga adalah arsenik trioksid. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun(tidak toksik). .

Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. terhidrolisis oleh air menjadi BiOCl namun reaksi ini di bolak-balik: BiCl3 + H2O ↔ BiOCl + 2 HCl.97 dan 5. As2S3. yang berbau seperti bau bawang putih. dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Arsen dan beberapa senyawa arsen juga dapat langsung tersublimasi.9) Senyawa arsen yang paling sering digunakan untuk meracuni orang adalah Arsen trioksida (As2O3). dan absorpsi melalui kulit / mukosa membran. Arsen secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor. Dua yang terakhir juga dapat mengendap dari larutan asam hidroklorida dan dengan S.2. SbCl3 berbeda karena ia larut dalam sejumlah air yang terbatas menghasilkan larutan jernih. dan As2S5 dengan interaksi langsung. yang dalam pengenceran menghasilkan okso klorida yang tidak terlarut seperti SbOCl dan Sb4O5Cl2. Arsen bersifat sitotoksik. arsen akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsen. dengan berat jenis 1.73. Ketika dipanaskan. Karakteristik Arsen5. namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Deteksi Kimia Arsen1. Tidak ada ion Sb3+ sederhana dalam larutan BiCl3. Arsen trihalida mirip dengan trihalida fosfor. (7. As4S4 yang terdapat sebagai mineral realgar. Zat dasar arsen ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik.4 Arsen diperoleh dari logamnya. Arsen membentuk As4S3.5. berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. membentuk kristal yang strukturnya mirip dengan fosfor hitam. yaitu peroral. As 2S5 berperilaku sama. As2S3 tidak larut dalam air dan asam.3.8. suatu padatan Kristal putih.3.6 Arsen berwarna abu-abu. Cara Masuknya Arsen Senyawa arsen dapat masuk ke dalam tubuh melalui 3 cara. 2. inhalasi. namun larut sebagai asam dalam larutan alkalin sulfide menghasilkan anionlhio. 2.4. As4S4. mempunyai struktur dengan tetrahedron As4. karena menyebabkan efek racun .

paru-paru serta saluran cerna.10. terutama pada piruvate dehydrogenase. (7. limpa.Didalam tulang arsen menggantikan posisi fosfor.11) Sebagian arsen dibuang melalui urin dalam bentuk methylated arsenic dan sebagian lainnya ditimbun dalam kulit. yang menyebabkan berkurangnya produksi ATP sehingga menimbulkan efek patologis yang reversibel. Sebagai suatu racun protoplasmik arsen melakukan kerjanya melalui efek toksik ganda. BritishAnti- Lewisite atau BAL) yang akan berkompetisi dengan arsen dalam mengikat gugus SH.10. Efek lokal arsen pada kapiler menyebabkan serangkaian respons mulai dari kongesti.pada protoplasma sel tubuh manusia. Arsen anorganik yang masuk ke tubuh wanita hamil dapat menembus sawar darah plasenta dan masuk ke tubuh janin. Senyawa arsen mempunyai tempat predileksi pada endotel pembuluh darah. dimana arsen akan mengikat gugus syulfhidril dalam protein jaringan.(7. Dalam waktu 24 jam setelah dikonsumsi. seperti hati. sehingga arsen dapat dideteksi didalam tulang setelah bertahun-tahun kemudian. Efek toksik ini dikatakan reversible karena dapat dinetralisir dengan pemberian dithiol. Pembuluh darah jantung yang terkena menyebabkan timbulnya petekie subepikardial dan subendokardial yang jelas serta ekstravasasi perdarahan. Fakta terakhir ini . Selain itu sebagian arsen juga menggantikan gugus fosfat sehingga terjadi gangguan oksidasi fosforilasi dalam tubuh. dan tricarbxylic acid (Krebs) cycle. Mempengaruhi respirasi sel dengan cara berikatan dengan gugus sulfhidril (SH) pada dihidrolipoat. arsen dapat ditemukan dalam konsentrasi tinggi di berbagai organ tubuh. (7. arsen yang masuk akan mengikat globulin dalam darah. dimerkaptopropanol (dimercaprol. succinate oxidative pathway. ginjal. khususnya di dearah splanknik dan menyebakan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas yang patologis. stasis serta trombosis sehingga menyebabkan nekrosis dan iskemia jaringan. 2. sehingga menghambat kerja enzim yang terkait dengan transfer energi. Racun arsen yang masuk ke dalam saluran cerna akan diserap secara sempurna di dalam usus dan masuk ke aliran darah dan disebar ke seluruh organ tubuh.8.11) b.12) Didalam darah. kuku dan rambut.3. Hanya sebagian kecil dari arsen yang menembus blood-brain barrier. yaitu: a.

baik yang terjadi alamiah (melalui muntah dan diare) maupun buatan. Penyerapan senyawa arsen dalam bentuk padat halus lebih cepat dibandingkan bentuk padat kasar. Pada kerusakan arsen eliminasi nitrogen bertambah oleh karena degenerasi jaringan yang terjadi pada banyak organ.11) Bentuk fisik senyawa arsen yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi efeknya pada tubuh. karena setiap kali ada paparan arsen. serta kecepatan dan jumlah eliminasi. dari makanan/minuman. terutama yang berada dalam enzim. sehingga gejala klinis yang terjadi pun lebih berat juga. Hal tersebut terjadi apabila arsen terikat dengan gugus sulfhidril (-SH). maka menambah depot arsen di dalam kulit. jumlah racun yang masuk. Arsen adalah racun yang bekerja dalam sel secara umum. misalnya akibat pengobatan (lavase).6. kuku dan rambut. adanya peracunan kronis dan berulang dapat dilacak dengan melakukan pemeriksaan kadar arsen pada berbagai bagian (fragmen) potongan rambut dari pangkal sampai ke ujungnya. Menelan senyawa atau garam arsen dalam bentuk larutan lebih cepat penyerapannya dibandingkan penyerapan arsen dalam bentuk padat. Percobaan untuk mendemonstrasikan aksi tonik dari senyawa arsen pada hewan percobaan menunjukkan bahwa elemen ini tidak berguna pada pertumbuhan dan perkembangan. Metabolisme Arsen Aksi toksis yang mula-mula dari senyawa arsen organik menimbulkan oedema tersembunyi disebabkan oleh kerusakan kapiler. 2. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah. Dalam penyidikan kasus pembunuhan dengan menggunakan arsen. (10.7. Salah satu sistem enzim tersebut ialah kompleks piruvat dehidrogenase yang berfungsi untuk oksidasi dekarboksilasi piruvat menjadi Co-A dan CO2 sebelum . kecepatan absorpsi. Secara umum efek arsen terhadap tubuh tergantung dari sifat fisik dan kimiawi racun. (8) 2. Mekanisme Kerja Arsen Mekanisme Masuknya Arsen dalam tubuh manusia umumnya melalui oral. penting.

. ataupun pembunuhan. Selama Arsen bergabung dengan gugus –SH. Arsenat juga memisahkan oksigen dan fosfolirasi pada fase kedua dari glikolosis dengan jalan berkompetisi dengan fosfat dalam reaksi gliseraldehid dehidrogenase. yang mengandung dua gugus sulfhidril. maka hal inilah yang meneyebbkan As juga ditemukan dalam rambut. 2. Timbulnya gejala biasanya dalam waktu beberapa menit hingga jam.maka akan banyak ikatan As dalam hati yang terikat sebagai enzim metabolik. Dimana enzim tersebut terdiri dari beberapa enzim dan kofaktor. akan terjadi akumulasi asam piruvat dalam darah.8. biasanya terjadi karena konsumsi peroral akibat ketidaktahuan. Kelompok sulfhidril sangat berperan mengikat arsen trivial yang membentuk kelat kelat dari dihidrofil-arsenat dapat menghambat reoksidasi dari kelompok akibatnya bila arsen terikat dengan system enzim. Karena adanya protein yang juga mengandung gugus – SH terikat dengan As. akibatnya tidak terjadi proses enzimatik hidrolisis menjadi 3-fosfogliserat dan tidak memproduksi ATP. Intoksikasi Akut Intoksikasi arsen yang sifatnya akut saat ini jarang terjadi di tempat kerja. 1. Masuknya arsen ke dalam tubuh dalam dosis besar biasanya baru menimbulkan gejala keracunan akut setelah 30 menit sampai 2 jam setelah paparan racun. Karena eratnya As bergabung dengan gugus –SH.masuk dalam siklus TOA (tricarbocyclic acid). diikuti dengan mual. bunuh diri.14) Gejalanya dapat berupa: a. (13. Gejala yang timbul berupa rasa terbakar pada tenggorokan dan uluhati. maka arsen masih dapat terdeteksi dalam rambut dan tulang bebrapa tahun kemudian. maupun gugus – SH yang terdapat dalam enzim. kuku dan tulang. Dengan adanya pengikatan arsenat reaksi gliseraldehid-3-fosfat. Reaksi tersebut melibatkan transasetilasi yang mengikat koenzim A(CoA-SH) untuk membentuk asetil CoA dan dihidrolipoil- enzim. Gejala-gelaja Gejala klinis intoksikasi arsen dapat dibagi menjadi gejala yang terjadi pada pemaparan yang akut dan kronik. Gastrointestinal Sindrom gastrointestinal ini merupakan gambaran klasik keracunan akut arsen yang masuk per oral.

14) c. sakit kepala. Sistem saraf Intoksikasi pada sistem saraf memberikan gejala pusing.14) f. hal ini dapat terjadi akibat pemaparan akut terhadap debu arsen.(8) 2. dan disseminated intravascular coagulation (DIC). Sistem kardiovaskuler Manifestasinya dapat berupa hipotensi. ventrikular disritmia. delirium. dan gejala neuropati perifer sensoris dan motoris. Gejala neuropati dapat bersifat lambat (delayed) dan muncul 2-4 minggu setelah gejala akut.8. Keadaan ini bisa menyebabkan hipovolemi dan hipotensi. yang kadang-kadang berdarah. Paparan kronis arsen dapat terjadi akibat paparan industri maupun pekerjaan. dan sesak nafas. dan congestive heart failure.10) b. Namun jika korban tersebut dapat bertahan hidup maka ia akan menderita gagal ginjal ataupun kegagalan fungsi hati. ensefalopati. oliguria. Sistem respirasi Dapat terjadi iritasi pada saluran nafas seperti batuk. akibat .14) d.8. koma. renal insufisiensi dan nekrosis tubular akut. lemah. lesu. bronkitis ringan.13) g. kecerobohan dan ketidaktahuan disekitar rumah. hematuria. Kematian mendadak dapat terjadi akibat syok jika korban menelan senyawa arsen yang cepat diabsorpsi dalam jumlah besar. Selanjutnya mungkin dapat terjadi edema paru akut. leucopenia. (12. trombositopenia.14) e. muntah. (7. Pada intoksikasi arsen terjadi dilatasi kapiler yang mengakibatkan permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat dan cairan keluar ke interstisial. kejang. Hematologi: anemia. (8. nyeri abdomen. diare dengan feses seperti air cucian beras. yang akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal akut. (7. Hati dan Ginjal Dapat terjadi peningkatan enzim hepar. proteinuria. (7. syok hipovolemik. (7. Intoksikasi Kronik Intoksikasi kronis dapat terjadi akibat paparan arsen dalam dosis sublethal yang berulang. laringitis.

c. napas berbau bawang putih. Kelainan neurologis berawal di perifer dan meluas secara sentripetal. Keratosis dalam jangka panjang mungkin berubah menjadi Carsinoma sel skuamosa. meskipun paparan sudah tidak terjadi lagi. anestesi. Keracunan arsen kronis dapat menetap berminggu-minggu sampai berbulan-bulan dengan menunjukkan satu atau lebih sindroma yang berbeda. Arsen yang masuk ke dalam tubuh secara berulang dan tidak diekskresi akan ditimbun dalam hati. arsen yang tertimbun akan dilepaskan secara perlahan dari depotnya dan menimbulkan gejala yang membandel. parese. Otot halus tangan dan kaki mungkin mengalami paralisis dan sering disertai adanya kelainan tropik. Gejala neuropati dan kelainan kulit merupakan tanda dari suatu keracunan kronis. Dermatits eksfoliatif dapat terjadi pada intoksikasi kronis arsen organik. dan ambliopia. Setelah penghentian paparan.13): a. b. geli). Erupsi kulit berupa perubahan pigmentasi coklat (melanosis) dengn spotty leukoderma (raindrop hyperpigmentation) dan keratosis punktata pada telapak tangan dan kaki. limpa dan jaringan keratin (rambut dan kuku). Selain itu dapat dijumpai pula adanya rasa kecap metal pada mulut. ginjal. parestesi (rasa gatal.pengobatan maupun upaya pembunuhan. Kuku yang rapuh dan kerontokan rambut juga merupakan petunjuk kemungkinan adanya keracunan arsen kronis. Gastroenteritis kronis dengan anoreksia. nausea yang tidak jelas dan diare interminten. Pada kuku dapat dijumpai adanya stria putih transversal (garis Mee’s) akibat konsumsi arsen jangka panjang yang berlangsung beberapa bulan. Neuropathi perifer motoris dan sensoris dengan paralisis. sedangkan gejala yang lain sifatnya minor. Pada keracunan kronis gejala klinis masih dijumpai untuk waktu yang lama. tenggorokan kering dan rasa haus yang persisten . Carsinoma sel basal superfisial pada daerah yang unexposed dan karsinoma sel skuamiosa intra epidermal (penyakit Bowen) dapat juga terjadi pada paparan arsen jangka panjang. yang tampak mirip seperti kutil (warts). Berikut ini adalah beberapa kemungkinan gejala klinis keracunan Arsen kronis. (8.

kulit dan tulang. Pada korban meninggal perlu diambil organ-organ seperti darah. urin. dan hepar. darah. Kanker: arsenic inorganic merupakan karsinogen bagi manusia. Anemia sering disertai dengan leukopenia yang berat dan eosinofilia relatif. kandung kemih. anemia hemolitik. f. dan kuku. mukosa berwarna kemerahan terkadang terdapat perdarahan (flea bitten apperenace). Ikterus akibat nekrosis sel hati subakut e. tanda-tanda kerusakan ginjal berupa degenerasi lemak. rambut.13) 2. kulit hiperpigmentasi dan hyperkeratosis. Sedangkan organ lain dapat ditemukan edema.(15) Pada jantung ditemukan tanda-tanda perdarahan sub-endokard pada septum. dengan nekrosis fokal dan nekrosis tubuli. rambut. isi lambung.5 mg/kg  Dicurigai bila :0. dan dapat pula mengakibatkan kanker pada berbagai organ seperti ginjal. bila mati lambat namun bila mati cepat ditemukan tabda-tanda cardiac arrest. urin. pada kuku tampak garis-garis warna putih (mee’s line). Malaise dengan anemia dan hilangnya berat badan menyebabkan terjadinya kakeksia dan terjadinya berbagai infeksi. tinja hasil kumbah lambung.(15) Pada pemeriksaan laboratorium dicurigai keracunan arsen bila kadar arsen pada bahan yang diperiksa diatas batas normal:  Rambut dalam keadaan normal : 0.9. Pajanan kronik arsenik inorganik sangat berhubungan dengan kanker kulit dan kanker paru.75 mg/kg  Keracunan bila : 30 mg/kg . Iritasi lambung dpat menyebabkan produk-produk musin lambung yang menutupi mukosa dengan partikel-partikel arsenic dapat tertahan. kuku. d. pada pemeriksaan dalam ditemukan tanda-tanda iritasi lambung. Korban keracunan arsenic kronis didapati keadaan kurang gizi.(15) Korban mati akibat keracunan akut maka didapati ikterus. Diagnosa Pada pemeriksaan luar akan ditemukan tanda-tanda dehidrasi. (7. Sedangkan pada korban hidup perlu diambil bahan-bahan untuk cek toksikologi adalah muntahan. Histpatologik menunjukkan adanya infiltrasi sel-sel radang bulat ke miokard.

Ditemukannya arsen dalam jaringan belum tentu menunjukkan adanya intoksikasi kecuali jika data anamnesis. Deteksi Dengan berkembangnya tehnik pemeriksaan arsen yang amat sensitif pada saat ini.  Kuku dalam keadaan normal : sampai 1 mg/kg  Dicurigai bila: 1 mg/kg  Keracunan bila : 80 ug/kg7 Pemeriksaan toksikologinya 10 cc darah + 10 cc HCL pekat. ginjal. dan otak tidak. 2. usus. pemeriksaan fisik antermortem dan temuan laboratorium serta perubahan anatomi sangat menyokong kemungkinan adanya keracunan arsen.10. konsumsi seafood dalam jumlah besar serta inhalasi asap rokok dapat menghasilkan akumulasi arsen dalam jaringan dalam jumlah yang cukup besar sehingga dapat terdeteksi secara kimiawi. Jika posotif ada arsen maka akan tampak warna kehitaman hingga abu-abu pada batang tembaga tersebut. tetapi organ lain seperti hati. kemudian celupkan tembaga ke dalam larutan tersebut. Selain . isi lambung. darah perifer. cairan empedu serta humor vitreus. sindroma klinis. yang disemprot dengan lead arsenat anti ulat dan tidak cukup dicuci sebelum dimakan. banyak jumlah arsenik yang ada dalam tubuh merupakan akibat pengobatan. riwayat penyakit dan penemuan pada otopsi sangat mengarahkan keracunan karena obat ini.10. Adanya sejumlah besar arsenic dalam organ akan memungkinkan lambatnya pembusukan mayat. meskipun tidak dijumpai adanya gejala klinis maupun kelainan anatomik. ginjal. Konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk korban keracunan yang meninggal bahan pemeriksaan diambil juga dari jaringan otak dan hati. maka kesimpilan sebab kematian tidak bisa dibuat. Bukti yang nyata perihal jumlah arsenik dalam organ akan tergantung pada jenis kasusnya. Meskipun demikian. maka data temuan arsen harus dianalisis secara berhati-hati. dan rambut (dicabut dari pangkalnya). memperhitungkan jumlah tiap menitnya harus hati-hati. (8.13) Pemeriksaan toksikologi untuk mendeteksi adanya racun dilakukan terhadap sampel urin. Jika analisa kimia hanya terbatas pada luar tubuh atau hanya ada arsenic dalam lambung.

(8. debu atau bahan kosmetik. Pemeriksaan rambut dan kuku Arsen disimpan secara selektif di jaringan ektodermal. maka pengambilan sampel harus dilakukan secepat mungkin. misalnya dar air. obat-obatan yang dicurigai. dalam hepar 2– 20 mg/kg. Pada komunitas dengan kadar arsen normal pada air minumnya.6–9. minuman. Sedangkan pada komunitas dengan kadar arsen 393 µg/L dalam air minumnya. dalam rambut atau kuku lebih dari 1 µg/gram berat kering. Pada pemeriksaan darah lengkap bisa didapatkan gambaran anemia hemolitik. Arsen biasanya telah dapat terdeteksi dalam 2-4 jam setelah masuk secara per oral. a. dalam otak 0. Kadar arsenik dalam serum hanya dapat dideteksi dalam beberapa jam pertama setelah pajanan.bahan-bahan tersebut. Kadar arsen kurang dari 0.8. Pemeriksaan toksikologi terhadap arsen dilakukan dengan metode kolorimetrik maupun atomic absorption spectroscopy. yang mendeteksi total arsen. Pemeriksaan darah.14) c. Pemeriksaan serologis: Pemeriksaan kadar arsenik dalam darah jarang digunakan karena waktu paruhnya yang sangat singkat (kira-kira 2 jam). Pemeriksaan urin.10.3 mg/L.9.1 mg/100 gram rambut umumnya tidak punya makna. didapati konsentrasi arsen dalam darahnya rata-rata 13 µg/L. terutama di jaringan keratin kuku dan rambut. Peningkatan kadar arsenik dalam urin mungkin saja terjadi setelah mengkonsumsi seafood. Arsen dapat dideteksi pada rambut dan kuku dalam jumlah . Kadar sebesar itu dapat terjadi akibat akumulasi arsen pada paparan subklinik pada orang normal.16) Berikut ini dijelaskan beberapa pemeriksaan toksikologi yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya racun arsen dalam tubuh.13. (8. Batasan nilai toksik arsen dalam berbagai jaringan adalah sbb: dalam darah 0. Kadarnya dalam darah sangat tergantung pada diet sehari-hari dan lingkungan sekitar.13) b.2–70 mg/kg. Penggunaan urin 24 jam lebih akurat. dalam ginjal 0. konsentrasi arsen dalam serum antara 3 – 5 µg/L. Arsen diekskresi melalui urin dalam bentuk methylated arsenic yang biasanya dapat dideteksi paling lambat 1 – 3 hari. sebagai pembanding dapat juga dilakukan pemeriksaan atas bahan makanan. (7.2-4 mg/kg.

Sementara itu mukosa gaster warnanya juga berubah dari merah padam menjadi hijau keunguan sampai hijau kecoklatan. Isi lambung berwarna gelap. Jarang terjadi ulserasi pada mukosa. maka akan dijumpai adanya deposit lemak pada jaringan hati. Pada pemeriksaan dalam akan menunjukkan kelainan pada saluran pencernaan yang ringan. jaringan longgar mesenterium dan daerah retroperitoneal. pemeriksaan luar mayat memberi kesan telah terjadinya dehidrasi hebat pada tubuh. maka kristal putih arsen trioksida akan berubah warna menjadi kuning. Pada pemeriksaan dalam akan dijumpai adanya mukosa lambung dan esophagus yang mengalami inflamasi. Membran mukosa mempunyai lekukan dan diantara lekukan tersebut (rugae) bisa ditemukan lendir yang kental dan mengikat partikel racun. dan bercak-bercak perdarahan. pemeriksaan luar dapat dijumpai terjadinya kelainan pigmentasi pada kulit. Usus halus berdilatsi dengan mukosa yang menebal dan gambaran keseluruhannya edema kongestif yang non-spesifik yang umum ditemukan pada penyakit enteritis.12. bahkan kadang-kadang disertai juga oleh adanya pseudomembran diatasnya. erosi.(8. secara makroskopik kadang-kadang dapat dijumpai adanya kristal putih melekat pada mukosa lambung dan esofagus.(9.(9) . kongesti. serta tubuh korban yang kahektis. Selain itu pada otopsi dapat juga ditemukan adanya perdarahan subserosa terutama pada jantung. signifikan hanya 30 jam setelah paparan.12) Apabila korban menelan arsen dalam bentuk padat. Jika korban baru diotopsi setelah mayat membusuk. kelainan tersebut dapat meluas ke seluruh usus halus. Kelainan histologi degeneratif juga dapat ditemukan pada hati dan ginjal. garis putih pada kuku. Lambung normal atau dapat juga menunjukan gastritis kronis dengan disertai penebalan mukosa dan lapisan serosa. Jika korban meninggal lebih lama lagi dari itu. jantung dan ginjal. isi dari usus sendiri dapat berlebihan atau berupa cairan dengan gambaran seperrti air cucian beras. Pada kematian akibat keracunan akut. Subendokardium ventrikel kiri merupakan tempat predileksi untuk suatu perdarahan yang jelas dan kecil berupa flame like hemorrhage atau efusi perdarahan yang luas.14) Pada kematian akibat keracunan kronis. Pada korban yang meninggal dalam satu atau dua hari setelah pajanan.

(9) 2. karena harganya murah. Arsen sangat sering digunakan untuk membunuh. 2. yang terjadi akibat kerusakan endotel yang berat. Yang kedua untuk mengetahui mengapa peristiwa keracunan terjadi. Secara mikroskopik pada kelainan ini ditemukan adanya trombosis arteriol dan kapiler serta nekrosis simetris pada daerah pons. misalnya pembunuhan. korpus kalosum. kelalaia/kecelakaan. arsenical encephalopathy.(14) . Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan mengenai seorang korban baik luka. keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidanan.11. dalam hal ini keracunan akibat arsen. tidak mempunyai bau dan rasa sehingga mudah dicampur dengan makanan. dapat dibagi dalam dua kelompok. sangat efektif karenan hanya dibtuhkan dalam jumlah sedikit. Pengelolahan Autopsi Forensik Pemeriksaan forensik dalam kasus keracunan. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau ahli lainnya. Yang pertama bertujuan untuk mencari penyebab kematian. Pada jaringan otak. mudah diperoleh. klaustrum dan thalamus. Bunuh diri dengan arsen sangat jarang ditemukan Mengenai keracunan itu sendiri dalam KUHAP diatur dalam pasal 133 (1). Keracunan karena ketidak sengajaan biasanya karena salah menentukan identitas 3. maka dapat disimpulkan mengenai arsen sebagai berikut(14): 1. ataupun bunuh diri. hemorrhagic arsenical encephalitis. yang berbunyi. atau cerebral purpura).(14) Ditinjau dari segi kepentingan menurut medikolegal. yaitu atas dasar dari tujuan pemeriksaan itu sendiri. arsen menyebabkan destruksi hemoragik dan perivaskuler (dikenal sebagai Wernicke-like encepphalopathy.

arsenat (misalnya : PbHAsO4). yaitu peroral.yang terbentuk bila asam bereaksi dengan arsenat yang mengandung logam lain. Arsen trioksida (As2O3. . Racun arsen yang masuk ke dalam saluran cerna akan diserap secara sempurna di dalam usus dan masuk ke aliran darah dan disebar ke seluruh organ tubuh. Sebagai suatu racun protoplasmik arsen melakukan kerjanya melalui efek toksik ganda. namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. yang dalam pengenceran menghasilkan okso klorida yang tidak terlarut seperti SbOCl dan Sb4O5Cl2. dan absorpsi melalui kulit / mukosa membran. Karakteristik arsen adalah berwarna abu-abu. Aksi toksis yang mula-mula dari senyawa arsen organik menimbulkan oedema tersembunyi disebabkan oleh kerusakan kapiler. Terdapat 4 jenis arsen. arsen putih) berupa kristal putih dan berupa gas arsine (AsH3). Pada kerusakan arsen eliminasi nitrogen bertambah oleh karena degenerasi jaringan yang terjadi pada banyak organ. SbCl3 berbeda karena ia larut dalam sejumlah air yang terbatas menghasilkan larutan jernih. Arsenik merupakan logam berat dengan nomor atom 33. inhalasi. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. berat atom 74. Bentuk senyawa arsen yang paling beracun ialah gas arsin (AsH3). BAB III KESIMPULAN Arsen merupakan logam berat dengan valensi 3 atau 5. yaitu arsen triokasida (As2O3). membentuk kristal yang strukturnya mirip dengan fosfor hitam. arsen organik. Arsen trihalida mirip dengan trihalida fosfor. arsen pentaoksida (As2O5). arsen memiliki karakteristik yang serupa dengan fosfor.91. Arsen diperoleh dari logamnya. Secara kimiawi. dan berwarna metal (steel-grey). Senyawa arsen didalam alam berada dalam 3 bentuk: Arsen trichlorida (AsCl3) berupa cairan berminyak. dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Senyawa arsen dapat masuk ke dalam tubuh melalui 3 cara.

Yang kedua untuk mengetahui mengapa peristiwa keracunan terjadi. lalu akan terjadi akumulasi piruvat di dalam darah serta arsenat juga memisahkan oksigen dan fosfolirasi pada fase kedua dari glikolosis dengan jalan berkompetisi dengan fosfat dalam reaksi gliseraldehid dehidrogenase. kelalaia/kecelakaan. Gejala yang dapat terjadi pada pasien intoksikasi arsen adalah intoksikasi akut yang berupa gangguan pada gastrointestinal. . malaise serta dapat pula terjadi kanker. dalam hal ini keracunan akibat arsen. sistem saraf. Arsen adalah racun yang bekerja dalam sel secara umum. rambut serta kuku. hematologi dan kematian mendadak. Deteksi pada pasien intoksikasi arsenic dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan urin. hati dan ginjal. Hal tersebut terjadi apabila arsen terikat dengan gugus sulfhidril (-SH). ataupun bunuh diri. dapat dibagi dalam dua kelompok. yaitu untuk mencari penyebab kematian. sistem kardiovaskular. Serta intoksikasi kronik yang berupa neuropati perifer. terutama yang berada dalam enzim. misalnya pembunuhan. sistem respirasi. icterus. erupsi kulit. darah. Pemeriksaan forensik dalam kasus keracunan.

Dominick. [Access on: 24th August 2008]. Kimia Anorganik Dasar . EM.101. Fhazira.html. 9. http://chitralestari. Caravati. p:500-08. Ilmu Forensik dan Toksikologi. Jakarta .30 Maret 2012 4. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.Vincent J. p:1393-1401. Mendeteksi kematian karena arsen. Makalah Toksikologi Industri ARSEN.Arsenic. Second edition. Darmono . Toxicity. Steven.gov/csem/arsenic/. 2009 .org/html. Jakarta : UI-Press 6. Arsen. Adnan Agnesa. 8. Medical Toxicology. 2010. 1995 . Arsenic and arsine gas. Dyro.Vijay. 2004. http://kesmas- unsoed. Darmono . 2009 . Jakarta: Widya Medika. p.Available from: URL: http://www. 523-24.html.com/arsenpapdi/caramendeteksi. DAFTAR PUSTAKA 1. DS. Arsenic. Logam Berat Arsen. Available at http://id. Available from: URL: http://emedicine.blogspot. [Access on: 24th August 2008]. CRC Press LLC. 15. Cetakan 2. 11. Available from: http://www. 2010. Forensic Pathology.101- 106 10.com/2010/09/logam-berat-arsen. Edisi kelima. . 2001.org/wiki/Arsen 7. 14. Sampurna B. 13. UI-Press 3. Third edition. DiMaio. 2006 . 12. 30 Maret 2012 5.blogspot.[Access on: 24th August 2008].p 258-63. Available from: URL: http://emedicine.freewebs. In: Dart RC. Ilmu Kedokteran Forensik.wikipedia.atsdr. Frances M. Cotton dan Wilkinson .cdc. DiMaio.dr.com/2010/10/makalah-toksikologi-industri-arsen.html. Jakarta : UI-Press 2.org/html.html. Marcus. P. Chadha. Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Universitas Indoesia. Arsenic Toxicity Clinical Evaluation. Atmadja. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Farmasi Forensik dan Toksikologi . Jakarta: FKUI. Ilmu Kedokteran Forensik. Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya Dengan Toksikologi Seyawa Logam .

. [Access on: 24th August 2008].htm.freewebs. Keracunan Zat Korosif dan logam. Suyono A.16. Available on : http://www.com/reef_forensik/index.