You are on page 1of 3

Kromatografi Lapis Tipis Preparatif merupakan proses isolasi yang terjadi berdasarkan

perbedaan daya serap dan daya partisi serta kelarutan dari komponen-komponen kimia yang akan
bergerak mengikuti kepolaran eluen oleh karena daya serap adsorben terhadap komponen kimia
tidak sama, maka komponen bergerak dengan kecepatan yang berbeda sehingga hal inilah yang
menyebabkan pemisahan.
Seperti halnya KLT secara umum, KLT Preparatif juga melibatkan fase diam dan fase
gerak. Dimana fase diamnya adalah sebuah plat dengan ukuran ketebalan bervariasi. Untuk
jumlah sampel 10-100 mg, dapat dipisahkan dengan mengunakan KLT Preparatif dengan
adsorben silika gel atau aluminium oksida, dengan ukuran 20x20 cm dan tebal 1 mm, jika
tebalnya di dua kalikan, maka banyaknya sampel yang dapat dipisahkan bertambah 50%, seperti
halnya KLT biasa, adsorben yang paling umum digunakan pada KLT Preparatif adalah silica gel.

Sebelum ditotolkan pada plat KLT Preparatif, sampel dilarutkan terlebih dahulu dalam
sedikit pelarut. Pelarut yang baik adalah pelarut yang mudah menguap, misalnya n-heksana,
diklorometana atu etil asetat. Karena jika pelarut yang digunakan tidak mudah menguap, maka
akan terjadi pelebaran pita. Konsentrasi sampel juga sebaiknya hanya 5-10%. Sampel yang
ditotolkan harus berbentuk pita yang sesempit mungkin karena baik tidaknya pemisahan juga
bergantung pada lebarnya pita
Setelah plat KLT Preparatif dielusi, pita yang kedudukannya telah diketahui dikerok dari
plat. Selanjutnya senyawa harus diekstraksi dari adsorben dengan pelarut yang sesuai (5 ml
pelarut untuk 1 gram adsorben). Diupayakan untuk menggunakan pelarut yang paling nonpolar
yang mungkin. Harus diperhatikan bahwa makin lama senyawa kontak dengan adsorben, maka
makin besar kemungkinan senyawa tersebut mengalami peruraian. Selanjutnya ekstrak yang
diperoleh disaring menggunakan corong berkaca masir atau menggunakan membrane

Sumber : https://dokumen.tips/documents/kromatografi-lapis-tipis-preparatif.html

KLT Preparatif

maka akan terjadi pelebaran pita. Sampel yang ditotolkan harus berbentuk pita yang sesempit mungkin karena baik tidaknya pemisahan juga bergantung pada lebarnya pita (Kristanti. 2008). Sebelum ditotolkan pada plat KLT Preparatif. Selanjutnya ekstrak yang diperoleh disaring menggunakan corong berkaca masir atau menggunakan membran. begitu juga sebaliknya.adanya pencemar setelah proses ekstraksi senyawa dari adsorben dan biasanya rendemen yang diperoleh berkurang dari 40%-50% dari bahan awal (Kristanti. Senyawa yang mempunyai Rf lebih besar berarti mempunyai kepolaran yang rendah. adsorben yang paling umum digunakan pada KLT Preparatif adalah silika gel (Kristanti. Karena jika pelarut yang digunakan tidak mudah menguap. 2008).mipa.id/kromatografi-lapis-tipis/ . Setelah plat KLT Preparatif dielusi. Sementara kekurangannya antara lain : adanya kemungkinan senyawa yang diambil dari plat adalah senyawa beracun. dapat dipisahkan dengan mengunakan KLT Preparatif dengan adsorben silika gel atau aluminium oksida. sampel dilarutkan terlebih dahulu dalam sedikit pelarut. Kelebihan dari penggunaan KLT Preparatif adalah biaya yang digunakan murah dan memakai peralatan paling dasar. Harus diperhatikan bahwa makin lama senyawa kontak dengan adsorben. namun sebagian besar pemakaian hanya dalam jumlah milligram (Kristanti. maka makin besar kemungkinan senyawa tersebut mengalami peruraian.ub. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya perbedaan senyawa dalam sampel. dengan ukuran 20x20 cm dan tebal 1 mm. Dimana fase diamnya adalah sebuah plat dengan ukuran ketebalan bervariasi. Untuk jumlah sampel 10-100 mg. diklorometana atu etil asetat. Nilai Rf sangat karakterisitik untuk senyawa tertentu pada eluen tertentu. 2008) Diupayakan untuk menggunakan pelarut yang paling nonpolar. seperti halnya KLT biasa. 2008).ac. Senyawa yang lebih polar akan tertahan kuat pada fasa diam. maka banyaknya sampel yang dapat dipisahkan bertambah 50%. Hal tersebut dikarenakan fasa diam bersifat polar. KLT Preparatif dapat digunkaan untuk memisahkan bahan dalam jumlah gram. Konsentrasi sampel juga sebaiknya hanya 5-10%. waktu yang diperlukan dalam proses pemisahan cukup panjang . misalnya n-heksana. Diupayakan untuk menggunakan pelarut yang paling nonpolar yang mungkin. Pelarut yang baik adalah pelarut yang mudah menguap. KLT Preparatif juga melibatkan fase diam dan fase gerak. Seperti halnya KLT secara umum. http://hmk. sehingga menghasilkan nilai Rf yang rendah. pita yang kedudukannya telah diketahui dikerok dari plat. jika tebalnya di dua kalikan. Selanjutnya senyawa harus diekstraksi dari adsorben dengan pelarut yang sesuai (5 ml pelarut untuk 1 gram adsorben).

Sudjadi. 2009. Rohman. Abdul. Sastroharmidjojo H. 1985. DG. Hostettmann M. Analisis Farmasi.tips/documents/kromatografi-lapis-tipis-preparatif. 2002. Kealey D dan Haines PJ. Graha Ilmu : Jakarta. 2010. Instant Notes: Analytical Chemistry. BIOS Scientific Publishers Limited.Yogyakarta: Kanisius.1988. Yogyakarta: Liberty.Hostettmann K. Cara Kromatografi Preparatif. 1995. dkk. “Kromatografi untuk Analisis Obat”. Watson.html . FMIPA UNSRAT Manado dan Poltekes Manado. Bandung: ITB. Jakarta: Buku Kedokteran. Metode Pemisahan. Sitorus. New York. Sumber : https://dokumen. Isolasi Dan Identifikasi Senyawa Flavanoid Pada Daun Adam Hawa (Rhoe Discolor. Kromatografi. Marston A.