You are on page 1of 1

Dewasa ini panas bumi telah gempar menjadi energi terbarukan yang sangat

diminati oleh banyak perusahaan baik luar maupun dalam negeri. Hal itu
disebabkan karena besarnya potensi panas bumi yang berguna untuk kepentingan
hidup manusia. Gas dalam panas bumi mengandung beberapa gas penyusun, terdiri
dari gas yang dapat larut (condensable gas) dan gas yang tidak dapat larut (non
condensable gas) dalam NaOH. Salah satu gas yang dapat larut adalah H2S.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Solomon H. Snyder, MD dari John
Hopkins Medical Institutions H2S sangat bermanfaat dalam pengaturan tekanan
darah terutama bagi penderita hipertensi. Hal yang sama dilakukan para peneliti
dari Peninsula Medical School yang menemukan manfaat H2S selain memiliki
khasiat untuk mengatur tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih
aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi). Tidak hanya itu,
penelitian Dr. Whiteman dari University of Exeter yang mengungkap peran
mengejutkan H2S dalam tubuh. Selain berperan dalam sistem jantung-pembuluh
darah, H2S juga berperan dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan
diabetes. Dengan kata lain H2S merupakan obat dari berbagi macam penyakit.
Namun pada kasus ini gas H2S yang terdapat di alam bebas masih dalam tahap
pengembangan untuk dapat dimasukkan langsung ke dalam tubuh manusia,
percobaan ini dilakukan terhadap sel-sel hewan yang memiliki kemiripan dengan
yang ada dalam tubuh manusia.

Referensi :
Munavvar, A. Sattar, 2015. A Critical Review Of Pharmacological Significance Of Hydrogen
Sulfide In Hypertension.

Department of Physiology, School of Pharmaceutical Sciences, University Sains Malaysia.