You are on page 1of 11

Bab 6 – Produksi, Fungsi, dan Gagasan

Untuk pemahaman yang mendalam, setiap produk budaya perlu dilihat dari konteks sosial dan

ekonomi secara luas, karena proses sosial mendasari setiap tahap penciptaan serta analisa seni

dan tradisi lisan. Termasuk darimana asal muasalnya, penyebarannya, dan dukungan yang

diperolehnya. Bab ini tidak akan membahas secara rinci dan komprehensif, melainkan hanya

membahas beberapa istilah ringkas dan sejumlah kecil pertanyaan khusus untuk menunjukkan

perbedaan dan persoalan yang jelas.

6.1 Karangan, Komunikasi dan Daya Ingat

Mengarang, menyampaikan dan mengingat adalah urutan proses penting dalam seni dan

tradisi lisan. Hal-hal tersebut akan dibahas satu persatu, namun analisis etnografi akan

dilakukan secara menyeluruh untuk menyatukan dan menunjukkan pengaruhnya dengan jelas.

6.1.1 Komunikasi dan Jalurnya

Komunikasi adalah poin penting dalam penelitian sastra lisan. Metode lama sering terjebak

dalam pencarian asal usul sastra lisan. Layaknya metode historis-geografis, dengan

menelusuri pola cerita-cerita tertentu, dan perdebatan panjang tentang mekanisme komunikasi

itu sendiri (apakah suatu sastra lisan merosot atau berkembang), dan hukum komunikasi

(adanya pengubah cerita aktif dan pasif).

Namun, banyak karya baru-baru ini mulai meninggalkan zona aman yang dipenuhi dengan

pertanyaan-pertanyaan historis. George mengatakan bahwa: Timbulnya kesadaran bahwa

cerita bisa berubah atau tertukar karena disampaikan dari mulut ke mulut lalu diceritakan

ditempat lain, membuatnya jadi hal yang biasa dan mendorong peneliti untuk lebih

memperhatikan ‘siapa yang bercerita dan kegiatan bercerita itu sendiri’ dibandingkan dengan

‘cerita yang sudah tersebar’. (1976: 161). Meskipun begitu, pertanyaan-pertanyaan terdahulu

Faktanya. karena penelitian itu akan membahas hampir semua aspek budaya dan keahlian perorangan. karena setiap genre dibahas (seperti yang ditulis Feld 1990. ide akhirpun tidak akan terlihat jelas. meskipun telah banyak penelitian pada bidang yang sama sebelumnya. dan beberapa cerita tertentu diwariskan dari generasi ke generasi dan tersebar keseluruh dunia tanpa adanya perubahan yang berarti. dan masih memicu munculnya karya baru. Meskipun penelitian pada karangan kurang rentan dibanding penelitian kebanyakan yang dimasukkan dalam daftar terpisah. dan selesai dengan sempurna sebelum hasil . nyanyian. plot. Apa hubungan antara karangan dan hasil akhir? Misalnya. Sebagian akan mempertanyakan hasil akhir. yang dilakukan secara terpisah. sehingga kita tidak bisa lagi menyimpulkan bahwa semuanya sama. walaupun sedikit berbeda dari pendahulunya. seperti cara berbicara.1. 6. Hubungan antara tradisi dan karya seseorang bisa berujung pada banyak aspek. penelitian pada umumnya selalu mencari jawaban melalui riset yang mendetail tentang budaya. dan semua itu membutuhkan penelitian yang terpisah. Dengan latar belakang ini. tidak hanya tentang mengarang. dan Sherzer 1983). yaitu berupa budaya serta genre yang beragam. muncul beberapa pertanyaan seputar karangan.3 Karangan Fokus sebelumnya pada komunikasi yang terpecah belah memberi celah. maka dari seluruh kemungkinan pertanyaan yang akan muncul di antaranya adalah: 1. musik. Siapa yang terlibat dan dalam hal apa? 2. dan periode sejarah tertentu. bahasan. aliran. sajak. ideologi serta cara bercerita. apakah mengarang lebih dulu. karena tanpa ide awal. untuk mempertanyakan bagaimana asal muasal sastra lisan. banyak pertanyaan yang akan saling berkaitan. Selain itu.tidak sepenuhnya ditinggalkan. Belakangan ini.

perdebatan dan perkembangan terakhir juga penting untuk dicatat. akhir. dalam situasi apa. . gambaran besar. dan jika ada dalam hal apa? 3. Seberapa jauh suatu aliran yang sudah dipelajari memberi kebebasan (atau tuntutan) pada inovasi dan variasi seseorang. teks terikat atau bebas? 9. jika ada apa tugasnya. ide itu sendiri. Untuk fokusnya dapat dilihat pada daftar pertanyaan berikut: 1. Seberapa jauh mengarang bisa berujung pada naskah yang dibatasi? Tidak hanya wawasan yang menyangkut teori. Dalam situasi apa seseorang bisa menyatakan kepemilikan? Bebas atau ditentukan? 8. Seberapa luas suatu proses mengarang ditemukan melalui analisa variabel lisan? Cendekiawan terdahulu terkadang menganggap bahwa bahwa contoh mengarang- sambil-bercerita (biasanya dengan ciri yang tampak berupa isi yang selalu berubah. atau bertahap dan tergantung pada latihan? Adakah improvisasi dihasil akhir. Apakah nama pengarang dan/atau hak kepemilikan terlampir dalam karya tertentu. Apakah suatu teknik mengarang bisa dikenali (misalnya dari susunan. skema. daya ingat. atau karakter dan alur yang berulang)? 10. dan seberapa cocok dengan apa yang dipraktekkan? Apakah konsepnya sesuai? 6. Apa ideologi mengarang dan hubungannya dengan pengulangan. Adakah pakarnya. bagaimana mereka dilatih dan bisa dikenal publik? 4. dan atas dasar apa? Bagaimana hasil akhirnya. tema. dan jika iya dengan cara apa? 7. Adakah karir yang jelas bagi pengarang? 5.

dan naskah yang berbeda. dan tidak adanya proses mengarang terlebih dahulu) adalah produk lisan yang sebenarnya.4 Kemampuan Berbahasa Serta Variasinya. Apa saja yang termasuk lisan? Terkadang istilah lisan dibatasi hanya pada karya yang dihasilkan dari mengarang-sambil-bercerita. Karangan dan Sang Pengarang . Sehingga naskah yang diingat kata demi kata tidak bisa dianggap lisan. Apakah ekspresi yang berulang termasuk faktor yang membedakan antara karangan lisan dan tulisan. Apa rumusnya dan seberapa penting? Tidak ada habisnya perdebatan tentang apakah ini merupakan cara yang benar untuk perbandingan di berbagai bahasa dan karya sastra. 3. membuat istilah “lisan” itu sendiri menjadi bahan perdebatan. sekarang cenderung membahas perbedaan dan membahas budaya tertentu dalam hal tradisi penyair. dan dalam situasi apa? 4. Mungkinkah ada teks atau karangan peralihan? Paham murni sejak dulu percaya bahwa teknik mengarang lisan dan tulisan itu saling berlawanan dan terpisah satu sama lain (Lord 1960: 129) Penelitian baru-baru ini lebih sering menggunakan metode Parry-Lord untuk memperjelas aspek-aspek proses mengarang yang rumit.1. 6. daripada menyediakan contoh-contoh yang jelas dari perluasan makna yang sudah diterapkan diseluruh dunia. melainkan hanyalah sebatas naskah apa adanya (Lord 1960: 280). 2. aliran. dan puisi lisan didefinisikan sebagai puisi yang dikarang sambil bercerita (Lord 1974: 591). Jika karya tentang kajian lisan terdahulu menegaskan persamaan dalam lintas-budaya pada karangan lisan. tidak ada satupun teks yang mutlak benar.

berkembang.Sejumlah pertanyaan lebih jauh muncul dari penelitian tentang penyanyi solo atau narator dan apa kesimpulan yang bisa ditarik. belajar. meskipun akhirnya kembali jadi perdebatan (seperti yang ditunjukkan Degh dalam Pentikainen 1976: 275) bahwa peneliti hanya meneliti subjek perorangan di akhir tahun 1940-an. dan kreatifitas perorangan. Belakangan ini karya yang dihasilkan memiliki cakupan yang lebih luas. Sejak dulu peneliti tertarik akan bahasan ini dalam kajian cerita rakyat. Jenis pertanyaan yang diteliti dan diperdebatkan di antaranya adalah: 1. apakah berkelanjutan. Teori tentang asal mula yang bersifat komunal (umum dan untuk bersama) menunjukkan sedikitnya perhatian terhadap karya pribadi atau kemampuan bahasa serta variasinya yang dikuasai perorangan. dan bagaimana hal ini dinyatakan dan ditengahi? . Apa posisi individu dalam tradisi penyair atau budaya. baik dalam bentuk perorangan atau kepemilikan? 2. atau siklus hidup rumah tangga. Bagaimana proses perkembangan kemampuan berbahasa seseorang seiring berjalannya waktu? Apa hubungannya dengan topik-topik seperti pelatihan kerja. atau malah merubah sastra lisan? Seberapa meyakinkan peran individu dan/atau kepemilikan. dan kepemilikan. Apa pentingnya konvensi sastra dan kemungkinan pihak tertentu untuk/ tidak memanipulasinya? Dalam pemahaman apa bahasan ini bisa dilemparkan ke pertanyaan yan lebih umum tentang hubungan antara individu dan tradisi? 4. dengan lebih melihat proses dibandingkan hasilnya dan menghubungkannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih luas tentang pola genre. Bagaimana bisa kemampuan berbahasa seseorang berbeda atau terkadang sama dengan orang lain? 3. perubahan.

penyanyi. termasuk penelitian pada kerangka sosial secara umum. baik yang disetujui atau yang diperdebatkan. pelaksanaan.2 Keadaan Ekonomi dan Sosial Partisipan Pertanyaan sosiologis standar berlaku bagi produsen maupun konsumen produk/ karya artistik dan linguistik. Bagaimana perkembangan seniman perorangan seiring berjalannya waktu? 6. penyair. dan siapapun yang terlibat dalam sastra yang diteliti. penikmat atau penyokong. menyelidiki topik-topik yang sudah lazim seperti ekonomi. hidup. kekuatan hubungan dalam masyarakat. pendongeng. Berikut ini fokus pada pertanyaan khusus tentang . dan pengalamannya. Urutan pertanyaan tersebut memang penting. Partisipan dalam penelitian tidak hanya produsen. pelatihan. sama seperti masyarakat lainnya. tetapi semua yang berperan dalam karangan. ahli sejarah. tapi mungkin juga ada beberapa persoalan yang harus diselidiki perihal karya bersama yang dihasilkan dua orang atau lebih dan bagaimana peran mereka saling terkait. 6. asumsi-asumsi yang masih mengambang tentang status ‘alami’ atau ‘komunal’ sastra lisan. termasuk hubungannya dengan kepribadian. struktur keluarga. 5. maka contoh yang pas dalam hal ini adalah seorang pengarang. karena pandangan seni sebagai sesuatu yang bersifat sosial. Idealnya penelitian ini harus mengikuti seluruh tradisi antropologi. sistem nilai dan ideologi. Apa jalan terbaik untuk menganalisa dan mengapresiasi karangan dan kemampuan berbahasa seseorang. dan status atau sarana pendukung setempat. Jadi perlu ditegaskan bahwa selalu ada pertanyaan untuk dijawab mengenai topik-topik seperti pembagian kerja. dan itu semua di antara unsur yang berbeda dalam kumpulan karyanya? Jika bicara tentang kemampuan berbahasa ataupun kumpulan karya. Meskipun ini sering terbengkalai. dan harus dibahas meskipun sudah mengerti secara keseluruhan.

perusahaan asing. jenis kelamin. bagaimana pembagiannya? Apa peran konsumen dan/atau partisipan? 2.partisipan yang sedikit banyak terlibat dalam seni dan tradisi lisan. secara materi atau dengan cara lain. daftar pertanyaan yang mungkin muncul masih tak terbatas. keadaan tempat tinggal. pengalaman yang luas. siaran lokal atau festival rakyat. silsilah keturunan. dan divisi kesenian? Siapa yang bertanggung jawab perihal produksi sastra lisan. jika ada bagaimana cara masuknya? 4. bidang keahlian. wewenang ekonomi atau politik. dukungan. dan kesepakatan atau batasan tertentu? Apakah hubungan keluarga atau semacamnya bisa membantu? Adakah cara resmi untuk pelatihan. dan partai apa saja yang terlibat? Apa peran pemerintah. Membahas tentang persoalan diatas akan menghasilkan pola secara umum. dan eksploitasi juga berkaitan dengan persoalan hubungan ekonomi dan politik pelaku. pendidikan. Pembagian kerja (Division of labour). status. Karakteristik sosial pelaku dan partisipan lainnya. Penerimaan dan pelatihan. Perlindungan. gambaran tertentu. Bagaimana para ahli atau non-ahli memulainya. siapa yang . pengalaman atau ekspektasi. bagaimana kaitannya dengan pola ekonomi serta politik yang lebih besar. Bahkan dibagian ini. dan oleh siapa? Apakah karya mereka diuangkan. dan bervariasi tergantung masyarakat yang diteliti. dan semua pendukungnya dari peran yang beragam. Pertanyaan standar akan menerapkan: umur. ilmuwan. konsumen. dan kepribadian. 3. dan dalam hal apa? Jika ada individu atau grup tertentu dengan peran yang ditentukan. tetapi biasanya akan tercerahkan setelah meneliti lebih dalam. Bagaimana konsep pembagian kerja secara keseluruhan. apa ada acara formalnya. Dibawah ini mewakili beberapa topik utama: 1. tahap dalam kehidupan. Seberapa jauh partisipan bisa dicap ‘amatir’ atau ‘profesional’? bagaimana mereka dihargai. pariwisata.

membuat parodi. propaganda. seperti: menghasilkan uang. menemukan tempat aman ditengah kekacauan. mengatakan hal-hal yang bahkan tidak terpikirkan. apapun. sejarah. menimbulkan skandal. .3 Seni dan Tradisi Lisan Beserta Fungsinya Fungsi mungkin merupakan persoalan tersulit untuk dipahami. karakter sosial. melarikan diri dari tekanan atau komitmen. rumusan lisan. menghibur turis atau kepala daerah. dan berbeda. pamer. apapun. menemukan jati diri. simbol. sebanyak apa teori maka sebanyak itu pula fungsinya. namun memahami peran sebenarnya dari sebuah karya seni atau tradisi lisan secara mendalam itu tidak mudah dibandingkan dengan sastra tulisan. dan untuk apa? Bagaimana perlndungan diberikan baik dulu maupun sekarang. di antaranya adalah. lebih dari sekadar keberadaan genre. Poin paling penting adalah. untuk mengikuti tradisi atau melawannya. Beberapa poin pendahuluan bisa dibuat. dan hubungannya dengan masyarakat. penipuan. baik itu tradisi. dan dalam hal apa. karena beberapa aspek memang mudah diamati. atau menghancurkannya. dan periode sejarah yang berbeda. Bisa digunakan untuk memperkuat kekuasaan politik. mengekspresikan cinta. bisa digunakan dalam waktu dan orang yang sama dengan tujuan berbeda. interaksi sosial. menyindir sekaligus memuji. ritual rekayasa. membiayai siapa. berkemungkinan memiliki fungsi yang tidak terbatas. bertahan hidup. Apa yang kita temukan tergantung apa yang penting menurut kita. seni atau cerita rakyat. seni. dan oleh siapa? 6. tergantung dimana dan pada siapa digunakan. dan banyak hal lainnya. Hasilnya akan di interpretasikan tergantung pada asumsi tentang kemanusiaan. memprotes. bermimpi. Perlu diingat lagi bahwa ekspresi lisan itu multifungsi. budaya. dan lain- lain. menyatukan manusia atau memecah belah mereka. untuk menyindir.

membingungkan.. 6. kita harus membuang semua teori yang memperlihatkan puisi sebagai sebuah “produk” atau “karya” yang memiliki sifat keterbatasan dan menghentikan perdebatan sebagaimana yang di implikasikan oleh konsep ini. 125). dongeng membimbing..Dongeng pun dapat berguna untuk memahami masyarakat.pada waktu yang sama dongeng membimbing kita kedalam kabut yang penuh nuansa kehidupan masyarakat dan individu..4 Pemikiran dan Estetika Daerah Persoalan seputar sifat dan pentingnya teori estetis yang berkembang di daerah tidak bisa dipisahkan dari bahasan yang sebelumnya.kita pada kondisi terbaik umat manusia (Luthi 1982: 85.. mengembangkan sikap dan kepribadian seseorang dalam masyarakat (Bottigheimer 1986b: ii). dan penting untuk mengingat maknanya dan bersifat terbuka pada bukti-bukti yang tersedia....dalam hal syair lisan. Pada tingkat yang lebih komparatif.. meskipun topik ini mulai didiskusikan secara terpisah. dan mengancam dunia nyata. kita harus membahas “produksi” yang bebas “gangguan”. Ia menunjukkan bahwa penelitian pada estetika pribumi itu masih dalam tahap pertumbuhan awal.dongeng memberi penglihatan dan menggambarkan sebuah dunia yang terbentang dihadapan kita sebagai simbol ketidakpastian. Telah banyak analisa baru-baru ini termasuk catatan menarik Chimombo tentang estetika Malawi. Apa yang terjadi selama “pelaksanaan” sama pentingnya .akan mengalami perubahan di dunia yang sama melalui penglihatan yang hebat dan menenangkan yang datang dari dongeng. Luthi bahkan menulis peran dongeng secara lebih mendalam: Orang-orang yang merasa terjebak dalam dunia yang mengancam dan mereka tidak tahu maksudnya. beberapa persoalan muncul dalam tulisan Olabiyi Yai dalam bentuk kritik lisan: agar bisa memahami syair lisan dari puisi lisan... kabur.. karena hanya dengan tren terbaru beasiswa untuk kulit hitam bahwa akademisi daerah sudah mulai melihat kearah yang sama (1988: 64).. Sebagai gantinya.

tidak sedikit masalah yang sama muncul berulang layaknya dibahasan sebelumnya. Apa saja yang termasuk konsep lokal. atau karangan lisan secara umum? Apa hubungannya dengan konsep-konsep seperti: inspirasi. atau setidaknya pertanyaan yang selalu muncul. dan apa kosa kata serta praktek untuk mengevaluasinya. atau komunikasi..tidak seperti kritik tertulis yang mana dalam inti dari mediasi kritik. Apa hasil pemikiran yang merupakan sifat puisi. atau siaran media? . pidato/ lagu? 2. publikasi lokal. mimpi.. karena ia bersifat produktif. Apakah kritik sastra atau yang setara dengannya muncul selama pelaksanaan? 5. narasi. syair lisan tidak dapat dipisahkan dari puisinya.. atau hubungan ekspektasi dan evaluasi. dan hubungan genre karya sastra? Bagaimana dengan pemikiran lokal di divisi yang lebih luas seperti prosa/ puisi.. divisi. dan bagaimana pengonsepannya serta proses yang mendasarinya? 4. Dalam mennyelidiki topik ini. bagaimanapun juga nampaknya memang ada faktor penentu yang selalu terlibat sejak lama. Bagaimana peran daya ingat.dengan apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya.dari sudut pandang syair lisan. norma seni barat. tradisi. 65). Apa norma seni dari karangan dan pelaksanaan. atau topik lain yang sudah dibahas? 6. nenek moyang. akurasi. karangan. Kita mengetahuinya dengan mempraktekkan dan berkontribusi pada pembuatannya (1989: 63. dan apa saja yang termasuk istilah-istilah lokal? 3. Apa pandangan yang sudah dikembangkan tentang hubungan antara sastra lisan dan tulisan. Di antaranya adalah: 1. gaya. puisi lisan semata-mata hanya berbicara dan tidak dijelaskan.

dan mungkin ada kelompok yang bersaing dengan ideologi dan praktek seni yang berbeda. Krupat 1982. 163ff.Untuk semua pertanyaan diatas. Deng 1973. memang penting untuk aktif dan melipat gandakan jawaban. Feld 1982: esp. pandangan intelektual daerah mungkin sesuai atau mungkin tidak dengan pendapat orang lain. Moyo 1986). . Mungkin tidak akan ada yang namanya sistem pribumi murni yang tidak tersentuh oleh interaksi yang lebih luas. Jika hanya untuk argumen ini semua penelitian yang menyeluruh harus menghubungkan pandangan diatas dengan gagasan. pada akhirnya. seni dan institusi lainnya di masyarakat (untuk contoh lebih banyak silahkan lihat Finnegan 1977: 235-41.