You are on page 1of 9

1.

Terapi Non Farmakologi
 Diet
Semua individu dietnya harus seimbang dengan asupan kalsium dan vitamin D yang
cukup (tabel 2.1). Tabel 2.2 mencantumkan makanan dengan konsentrasi kalsium tinggi. Jika
asupan diet yang cukup tidak bisa dicapai, suplemen kalsium bisa diberikan (DiPiro, et al.,
2006).
Diet penurun berat badan jika penderita mempunyai berat badan yang berlebihan (Dambro,
2006).
Masukan kalsium 1.500 mg/hari dan semua sumber, jika penderita tidak menderita
hiperkalsiuria atau tanpa riwayat baru kalsium. Hasil penelitian menunjukkan penurunan
kehilangan massa tulang pada kelompok yang diberi kalsium (Dambro, 2006).
Hindari masukan fosfat atau protein yang berlebihan, yaitu hindari minuman yang
mengandung asam fosfor dan masukan daging yang berlebihan (Dambro, 2006).
 Aktivitas
Aktivitas jalan-jalan tetap dipertahankan. Penderita dapat melakukan jalan-jalan
sepanjang 1 mil dua kali sehari, dan jika mungkin berenang (Dambro, 2006).
Penderita harus menghindari latihan fisik dan manuver yang meningkatkan gaya kompresif
dan stres mekanis pada vertebra dan tempat tulang perifer (Dambro, 2006).
Prosedur rehabilitasi untuk spasme otot punggung dan dorongan berjalan-ja1an (Dambro,
2006).

1 Asupan Kalsium dan Vitamin D yang dianjurkan (Phillips. 2008) Kalsium (mg) Vitamin D (IU) Remaja/ anak muda Umur ≤ 50 200 Umur 11-24 1200-1500 Umur 51-70 400 Umur ≥ 70 600 Pria Orang dengan 800 Umur 25-65 1000 resiko tinggi Umur ≥ 65 1500 (orang tua. Tanpa Estrogen 1500 Umur ≥ 65 1500 Hamil dan perawatan 1200-1500 . dipasung) Wanita Umur 25-50 1000 Umur 51-65 (postmenopause) . Dengan Estrogen 1000 .sakit kronis. Tabel 2.

Tabel 2. 8 ons tofu 10. 2 cangkir brokoli 12.2 Makanan Kaya Kalsium (Phillips. 1. 4 sdm keju Parmesan parut 9. 1 cangkir susu skim 2.5 ons keju jack 6.5 ons keju Swiss 7. 1. 1 cangkir susu kedelai (+ Kalsium) 3. 1 cangkir greens (collards. 1 cangkir yoghurt 4. 5 ons ikan salmon kalengan 16. 1. kale) 11.5 ons skim mozzarella 8. 2008) No. Nama Makanan 1. 2 cangkir keju cottage rendah lemak 14.5 ons keju cheddar 5. 1. 3 ons ikan sarden dengan tulang 15. 4 ons almond 13. 1 cangkir jus jeruk (+Kalsium) Makanan di atas mengandung ± 300 mg kalsium dasar .

2006). non-vertebral dan pinggul. Untuk manula. atau penurunan produksi di kulit. dan bisa mengurangi fraktur.Terapi Farmakologi Pengobatan Antiresoptif 1. Absorpsi kalsium sitrat tergantung asam dan tidak diberikan bersama makanan. dan produk kombinasi kalsium-vitamin D mengandung 100-200 IU per dosis. Efek samping paling umum adalah konstipasi dan flatulen.. batu ginjal jarang terjadi (DiPiro. Kebanyakan tablet multivitamin mengandung 400 IU vitamin D.. 3. et al. Vitamin D dan Metabolit Defisiensi vitamin D muncul karena asupan yang kurang. 2006). dosis terbagi (500-600 mg atau kurang) disarankan. Kalsium Kalsium harus diberikan dalam jumlah yang cukup untuk mencegah hipertiroidisme sekunder dan perusakan tulang. Karena fraksi kalsium terabsorbsi menurun dengan peningkatan dosis. Kalsium karbonat adalah garam pilihan karena mengandung konsentrasi tertinggi kalsium (40%) dan paling murah. Efeknya diperkuat ketika dikombinasikan dengan terapi antiresoptif lain atau latihan fisik. et al.. penurunan sintesis calcitriol di ginjal terjadi karena usia atau disfungsi liver atau ginjal. Vitamin D dosis tinggi bisa menyebabkan hiperkalsimea dan hiperkalsiuria (DiPiro. 2006). Diuretik Thiazide meningkatkan reabsorpsi kalsium urin. Asupan kalsium lebih tinggi telah menunjukkan mencegah atau mengurangi hilangnya massa tulang pada dewasa. satu tablet multivitamin sehari (dua tablet sehari untuk yang berusia di atas 70 tahun) cukup untuk asupan vitamin D harian. Suplemen vitamin D telah menunjukkan meningkatkan BMD. kurang terkena sinar matahari. Kalsium karbonat sebaiknya diberikan dengan makanan untuk meningkatkan absorpsi dengan peningkatan sekresi asam. . Lebih jarang. Kombinasi kalsium dan vitamin D menurunkan fraktur vertebral. et al. tapi meresepkannya tunggal hanya untuk osteoporosis tidak dianjurkan (DiPiro. 2.

tulang femoral leher 2. Bifosfonat Bifosfonat terserap ke apatite (grup kalsium fosfat pada tulang) tulang dan menyatu permanen dengan tulang. Kalsium dan. perforasi. Alendronate (Fosamax) diindikasikan untuk pencegahan (5 mg/hari) dan perawatan (10 mg. Semua bifosfonat sulit diabsorbsi (1-5%).4-6%. Bifosfonat memberikan peningkatan BMD tertinggi untuk agen antiresorptif. Setelah dihentikan. Bifosfonat harus diberikan dengan hati-hati untuk menghindari efek samping saluran cerna yang serius. Pasien harus tetap dalam posisi tegak selama 30 menit untuk mencegah iritasi esophageal dan ulserasi. et al. BMD dipertahankan atau menurun perlahan tapi tetap lebih tinggi dari bukan pengguna. dan iritasi. memberikan hasil yang serupa.9% dan trochanter (bagian atas tulang femur) 4. Efek samping paling umum untuk bifosfonat adalah nausea. meningkatkan BMD sumsum lumbar 5. minuman atau obat pertama dengan segelas penuh air (bukan kopi. Pengurangan fraktur pada vertebral. dan makanan. vitamin D sebaiknya juga diberikan tapi pada waktu yang berbeda. 2006). Pemberian risendronate sekali seminggu (30-35 mg) masih dalam penyelidikan. Bifosfonat sebaiknya diberikan pada pagi hari 30-120 menit sebelum pemberian makanan. Risedronate. diare.. 10 mg. .9%. atau susu). rasa sakit pada abdominal.4.4-4. non-vertebral dan pinggul telah dibuktikan. dispepsia. jus.hari. dan kalsium menurunkan absorbsi signifikan. air mineral. Terapi kombinasi dengan estrogen atau terapi penggantian hormon (hormon/estrogen replacement theraphy HRT/ERT) menghasilkan peningkatan BMD yang lebih tinggi daripada pengobatan tunggal. jika dibutuhkan. minuman. lambung atau duodenal (DiPiro.5 mg/hari atau lebih besar) untuk penyakit kronik. Perkiraan waktu paruh terminal bifosfonat serupa dengan turnover tulang (1-10 tahun). Risedronate (Actonel: 5 mg/hari) diindikasikan untuk perawatan dan pencegahan osteoporosis pada wanita postmenopause serta pria dan wanita yang menerima glukokortikoid sistemik (prednisone setara 7.hari) osteoporosis pada wanita postmenopause. Peningkatan BMD paling tinggi pada tahun pertama perawatan dan berlanjut selama 7 tahun. 5 mg/hari. Alendronate. Pemberian sekali seminggu (70 mg) memberikan hasil BMD yang serupa. juga mengurangi paparan obat kepada pasien. ulserasi atau perdarahan esophageal. Osteoklast tidak mampu menempel pada permukaan tulang yang mengandung bifosfonat.

5. Dosis harian ERT yang disarankan untuk pencegahan osteoporosis adalah conjugated equine estrogen 0. 17-β-estradiol 2 mg. dan menurunkan ekskresi kalsium ginjal. dan estradiol transdermal 0. onset terapi. dengan sedikit peningkatan atau plato setelahnya. Jika amenorrhea tidak terjadi setelah 10-12 bulan. esterified estrogen 0.05 mg/hari. Percepatan hilangnya massa tulang terjadi dengan penghentian ERT/HRT. Estrogen dan Terapi Hormon Estrogen menurunkan aktivitas dan recruitment osteoklast menginhibisi parathyroid hormone (PTH). penggunaan ERT/HRT untuk pencegahan dan perawatan osteoporosis berlanjut dalam kontroversi. Karena bukti yang bertentangan mengenai penggunaan ERT/HRT untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dan potensi terjadinya kaker payudara tergantung-estrogen. tapi datanya kurang untuk pencegahan fraktur. Progestin yang ditambahkan ke ERT tidak memberikan perubahan atau sedikit meningkatkan BMD. estrone sulfat 1. ERT/HRT menurunkan fraktur vertebral dan non-vertebral secara signifikan pada beberapa ujicoba pada tidak di uji coba lain.5 mg. ERT dan kombinasi terapi penggantian estrogen-progestin meningkatkan BMD. micronized estradiol 1 mg. Peningkatan BMD kebanyakan terlihat pada tahun pertama perawatan.02 mg.625 mg. HRT berkelanjutan paling umum digunakan karena 60-80% wanita akan mengalami amenorrheic dalam 6-12 bulan setelah memulai terapi dan lebih sedikit wanita yang mengalami endometrial hiperplasia. Estrogen oral dan transdermal pada dosis yang sama dan berlanjut atau siklus ERT/HRT mempunyai efek BMD yang serupa.625 mg. . pola perdarahan yang bisa diprediksi dengan terapi siklus lebih disukai. perdarahan bisa terjadi tanpa terdeteksi. ERT biasanya diberikan berkelanjutan dengan pemberian berkelanjutan atau siklus progestin. dan durasi ERT. Agen ini telah disetujui oleh FDA untuk pencegahan osteoporosis tapi bukan untuk perawatan. usia pasien.625 mg. Proteksi dikurangi setelah HRT telah dihentikan selama paling tidak 5 tahun. Efek pada BMD adalah meningkat ketika ERT/HRT dikombinasikan dengan alendronate. estropipate 0. meningkatkan konsentrasi calcitriol dan absorbsi kalsium intestinal. Efek bervariasi oleh tipe tulang. Sampai waktu itu. ethinyl estradiol 0.

Ralofexine dikontraindikasikan pada wanita dengan . hipergliceridemia. cholelithiasis (membentuk batu kandung empedu). norethindrone acetate 5-10 mg selama 12-14 hari setiap bulan bisa digunakan. et al. 2006). dan tromboemboli vena. Ralofexine dihubungkan dengan peningkatan resiko tiga kali lipat trombemboli vena.5-5 mg. perdarahan vagina abnormal. fibroid uterine. serupa dengan resiko pada estrogen. Ralofexine merupakan antagonis estrogen di jaringan uterine dan payudara sehingga tidak meningkatkan resiko endometrial carcinoma. Selective Estrogen Modulator (SERM) Ralofexine (Evista) 60 mg sehari diterima untuk pencegahan dan perawatan osteoporosis postmenopause. dengan resiko sedikit meningkat dengan terapi lebih lama ( paling tidak 5-20 tahun) dan penambahan progestin. penyakit liver yang parah. penyakit kandung empedu.5. migrain.Pemberian ERT tunggal berkelanjutan untuk wanita yang sudah mendapat hysterectomy (pengangkatan uterus). riwayat pemyakit tromboemboli (terutama dengan kehamilan atau setelah penggunaan kontrasepsi oral). melunaknya payudara. Pemberian harian meningkatkan adherence dan merangsang amenorrhea. Kontraindikasi relatif termasuk migrain. Nilai resiko relatif untuk kanker payudara pada wanita yang menjalani ERT/HRT antara 1. perubahan mood. BMD pinggul dan spinal meningkat dari 2-3 % dan menurunkan fraktur vertebral tapi belum dibuktikan menurunkan fraktur pinggul. riwayat keluarga untuk kanker payudara. Kontraindikasi untuk ERT/HRT termasuk kanker aktif atau dicurigai tergantung estrogen. dan disfungsi hepatik kronik (DiPiro. ERT meningkatkan resiko endometrial karsinoma pada wanita dengan uterus yang intact (belum rusak). seperti pada estrogen dan tamoxifen.. Conterone medroxyprogesterone acetate 2. Efek samping dari HRT termasuk perdarahan vagina. Ini pilihan yang baik untuk wanita yang tidak bisa atau tidak boleh menerima estrogen. micronized progesterone 100 mg per hari. dan trombosis vaskular aktif. endometriosis.1-1. Bifosfonat mungkin merupakan pilihan yang lebih baik pada osteoprosis parah ketika reduksi resiko fraktur diinginkan. Terapi progestin untuk palin tidak 12-14 hari sebulan biasanya menghilangkan resiko ini dan bahkan bisa protektif.

penyakit tromboemboli aktif. dan suara yang berat). Efek samping lain termasuk kaki kaku (DiPiro. Calcitonin Semprotan nasal Calcitonin (Mialcacin) diindikasikan untuk perawatan osteoporosis untuk wanta paling tidak 5 tahun setelah menopause. efek predominannya adalah mengurangi resorpsi tulang. Calcitonin nasal bisa menyebabkan rhinitis. dan wajah memerah (DiPiro. jerawat. Karena kurang efektif jika dibandingkan dengan pengobatan osteporosis lainnya. dan iritasi nasal. rasa sakit di tempat injeksi.25 atau 2. Pemberian subkutan (injeksi Miacalcin) 100 IU/hari tersedia tapi jarang digunakan. Testosteron dan Anabolik Steroid Metil testosteron (1. Pemberian subkutan bisa menyebabkan simtom saluran cerna.. bergantian di tiap nares (lubang hidung). yang mungkin sekunder setelah peningkatan massa otot dan kekuatan. fungsi seksual.. dan kebanyakan wanita mendapat efek samping (efek virilizing seperti hirsutisme. 6. et al. Meski anabolik steroid merangsang aktivitas osteoblast.5 mg) dan testosteron yang ditanam (50 mg tiap 3 bulan) dan patch transdermal terkadang diberikan bersama dengan ERT/HRT pada wanita dengan depresi atau libido yang menurun. (DiPiro. 2006) 7. BMD pinggul tidak selalu dipengaruhi dan tidak menurunkan fraktur pinggul. et al. Perubahan BMD relatif kecil. Dosis intranasalnya 200 IU sehari. Terapi bersama umumnya memberikan efek BMD yang lebih bak daripada ERT tunggal. . et al. 2006).. calcitonin lebih sering digunakan untuk pasien dengan rasa sakit akibat fraktur atau untuk mereka yang tidak sesuai dengan terapi lainnya. epistaksis. Calcitonin salmon digunakan secara klinik karena lebih poten dan efeknya lebih lama daripada calcitonin mamalia. 2006). atau tingkat energi setelah oophorectomy (pengangkatan ovarium). Regimen 200 IU calcitonin nasal meningkatkan BMD spinal dan mengurangi fraktur vertebral baru sebesar 36%.

serupa dengan resiko pada estrogen. 2006). . BMD pinggul dan spinal meningkat dari 2-3 % dan menurunkan fraktur vertebral tapi belum dibuktikan menurunkan fraktur pinggul. et al. Efek samping lain termasuk kaki kaku (DiPiro. seperti pada estrogen dan tamoxifen.8. Ini pilihan yang baik untuk wanita yang tidak bisa atau tidak boleh menerima estrogen. Selective Estrogen Modulator (SERM) Ralofexine (Evista) 60 mg sehari diterima untuk pencegahan dan perawatan osteoporosis postmenopause. Ralofexine dihubungkan dengan peningkatan resiko tiga kali lipat trombemboli vena. Ralofexine merupakan antagonis estrogen di jaringan uterine dan payudara sehingga tidak meningkatkan resiko endometrial carcinoma. Ralofexine dikontraindikasikan pada wanita dengan penyakit tromboemboli aktif.. Bifosfonat mungkin merupakan pilihan yang lebih baik pada osteoprosis parah ketika reduksi resiko fraktur diinginkan.