You are on page 1of 1

SETELAH 2 TAHUN PENERAPAN SISTEM PEMUDA FATIH BERUJUNG PADA SUATU

TEKNOLOGI PANGAN, HANYA DAERAH KESIMPULAN. TEKNOLOGI CANGGIH TIDAK
TERTENTU YANG TERSWADAYAKAN. CUKUP MENJADI SUATU PENYELESAIAN.
KEMANDIRIAN PANGAN BELUM TERWUJUD KEBERMANFAATAN TEKNOLOGI TIMBUL JIKA
MERATA DI SELURUH DAERAH NEGERI DIGUNAKAN SESUAI DENGAN PERUNTUKKAN
INSULINDE. YANG DIBERSAMAI DENGAN KETERLIBATAN
BERBAGAI PIHAK, SERTA SISTEM YANG
MENGATUR AGAR DAPAT BEKERJA MAKSIMAL.
KESERAKAHAN MASYARAKAT INSULINDE PROGRAM REKONSTRUKSI SISPIRITUAL
DALAM PENGELOLAAN BAHAN PANGAN DICANANGKAN, SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN
MENYEBABKAN KETIMPANGAN KETERSEDIAAN MENTAL DAN KARAKTER YANG MENJADI BATU
PANGAN, MEMUNCULKAN DAERAH KELEBIHAN HALANGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI DI
PANGAN DAN DAERAH KEKURANGAN PANGAN. BERBAGAI DAERAH.
RENDAHNYA MINAT PEMUDA INSULINDE USAHA-USAHA LOBBYING DILAKUKAN DENGAN
TERHADAP PERTANIAN MENYEBABKAN PEMERINTAH DAERAH SERTA PEMERINTAH
KURANGNYA SDM PELAKSANA DI LAPANGAN PUSAT, GUNA MENCIPTAKAN IKLIM YANG
SEHINGGA PRODUKTIVITAS MINIM DAN TIDAK MENDUKUNG DARI BERBAGAI PIHAK,
MAKSIMAL. KHUSUSNYA DARI OTORITAS NEGERI YANG
BERKUASA.
SIKAP TERITORIS YANG MENYEBABKAN PENYUSUNAN SISTEM YANG TERINTEGRASI
ABSENNYA KERJASAMA, SERTA KURANGYA UNTUK MENGATUR DAN MENGELOLA
TRANSFER ILMU DAN SDM ANTAR DAERAH PENGGUNAAN TEKNOLOGI AGAR DAPAT
MENGHAMBAT AKSELERASI PRODUKTIVITAS MENCAPAI PRODUKTIVITAS TINGGI.
TEKNOLOGI DALAM PENERAPANNYA DI
LAPANGAN.
MENTAL MASYARAKAT INSULINDE YANG INGIN PROGRAM BERJANGKA PANJANG YANG
SERBA INSTANT, TANPA PENGORBANAN DAN MENGIKUTKAN BERBAGAI MACAM PIHAK
BANTING TULANG. PEMERINTAH PUN DALAM KEBERJALANANNYA. MULAI DARI
MELENAKAN DENGAN BAHAN-BAHAN IMPOR PEMERINTAH, MASYARAKAT DAN PEMUDA
YANG DIIZINKAN MASUK DAN BERSINERGI MENUJU SATU TUJUAN.
DIDISTRIBUSIKAN.
ANGGAPAN BAHWA RUMPUT TETANGGA LEBIH
BAIK DARI RUMPUT SENDIRI MASIH DIPEGANG
OLEH KEBANYAKAN MASYARAKAT INSULINDE.
PEMUDA FATIH KESULITAN MEYAKINKAN
MASYARAKAT UNTUK PERCAYA PADA
KEKUATAN DAN POTENSI DIRI UNTUK
MEWUJDUKAN KEMANDIRIAN.
ABSENNYA DUKUNGAN PEMERINTAH DALAM
MENYEDIAKAN RUANG KEMUDAHAN
BIROKRASI UNTUK MENERAPKAN TEKNOLOGI
MEREKA MEMPERKUSUT BENANG
PROBLEMATIKA KEMANDIRIAN PANGAN
NEGERI INSULINDE.
BELUM ADANYA SISTEM YANG KOMPREHENSIF
UNTUK MEMAKSIMALKAN PENGGUNAAN
TEKNOLOGI MENJADI PEKERJAAN RUMAH
PEMUDA FATIH YANG BELUM TERSELESAIKAN .