You are on page 1of 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada tahun 1929 teori Neighborhood Unit diperkenalkan pertama kali oleh
Clarence Arthur Perry, seorang perencana kota asal Amerika Serikat. Secara
umum Perry mengangkat isu mengenai perencanaan kawasan permukiman di
daerah metropolitan. Beliau menyalurkan idenya tidak dengan rancangan yang
mendetail tetapi menggunakan beberapa skema umum yang selanjutnya bisa
diaktualisasikan sesuai dengan keadaan lingkungan yang ingin dikembangkan.
Inti dari pola perencanaan ini yaitu untuk menegaskan bahwa Neighborhood di
kawasan perkotaan seharusnya dilihat secara keseluruhan sebagai suatu unit
yang besar sekaligus sebagai unit terpisah di dalamnya. Teori ini menyatakan
bahwa suatu Neighborhood sebaiknya menyediakan empat fasilitas publik
utama: sekolah dasar, taman sederhana dan tempat bermain, tempat
perbelanjaan lokal, dan lingkungan permukiman. Alasannya yaitu fasilitas-fasilitas
ini merupakan fasil itas dasar yang biasa dikunjungi masyarakat setiap harinya,
sehingga akan lebih mudah jika fasilitas-fasilitas ini berada pada jarak tempuh
yang relatif dekat. Tempat perbelanjaan lokal yang disediakan juga sebaiknya
dapat memenuhi berbagai jenis kebutuhan. Lingkungan permukiman yang
dimaksud yaitu mulai dari arsitektur nya sendiri, susunan jalan, vegetasi
disepanjang jalan dan halaman, pengaturan Set-Back bangunan, hingga
hubungan antara toko, pom bensin dan fasilitas komersial lainnya dengan hunian
di kawasan tersebut.
Pada awal abad ke-20 Le Corbusier mengemukakan pendapatnya
mengenai perancangan kota ideal. Ide beliau kurang lebih mengenai
pembentukan kota masa depan ideal yang mengutamakan order dan ruang
terbuka. Hal ini menjadi diskusi yang fenomenal di kalangan akademis pada
bidang arsitektur. Banyak yang setuju dengan program tersebut, tetapi tidak
sedikit juga yang mengkritik idealismenya. Perbedaan pendapat ini lumrah
karena arsitektur bukan merupakan ilmu pasti, sudut pandang yang berbeda
dalam pengamatannya akan menghasilkan argumen yang berbeda pula. Pada
Neighborhood, kondisi ideal akan berkaitan dengan manusia yang tinggal dan
berkegiatan di dalamnya.

. Fenomena ini selalu ada dalam pembahasan yang menyangkut pemikiran dan sudut pandang manusia. Karakteristik suatu neighborhood dipengaruhi dan mempengaruhi banyak aspek yang berkaitan dengan kebiasaan dan sifat manusia. Pencarian akan suatu kondisi ideal yang objektif akan sangat sulit ketika kondisi tersebut didasarkan pada pemikiran manusia yang subjektif. Sebuah Neighborhood yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu baik bagi ya ng lainnya.

Neighborhood adalah bagian dari kota yang mendukung fungsi yang pertama. Istilah ini sering diasosiasikan dengan ruang untuk suatu komunitas sosial karena terbentuk dari interaksi sosial antara manusia yang hidup berdekatan.1 Neighborhood Unit Sumber : Site Planning Concept And Techniques . BAB II DEFINISI NEIGHBORHOOD UNIT A. Gambar 1. Dalam pembahasan ini Neighborhood mengacu pada kawasan permukiman. Pengertian Neighborhood Unit Neighborhood merupakan istilah di dalam bahasa Inggris yang berarti suatu area dengan karakteristik khusus. . Kota memiliki fungsi sebagai tempat untuk hidup dan bekerja untuk manusia.

Acuan utamanya adalah kawasan permukiman terencana dengan keberadaan fasilitas-fasilitas dasar yang diperuntukkan bagi penghuninya. Neighborhood berpotensi membentuk komunitas penghuni dengan dasar geografis karena merupakan tempat terjadinya aktivitas rutin yang memberikan kesempatan munculnya interaksi antar penghuni. Neighborhood pada umumnya terbentuk karena ada suatu institusi khusus yang mengembangkannya. dan jalanan menjadi lebih aman karena adanya interaksi yang terjadi secara konstan di kawasan dengan kondisi komunitas yang baik. tidak hanya terdiri dari hunian melainkan juga fasilitas-fasilitas dan institusi penunjang didalamnya yaitu sekolah. tempat perbelanjaan. Untuk mendukung fungsi ini Neighborhood dituntut untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mengutamakan kepentingan penghuninya. Bisa dikatakan posisinya hanya sebagai komunitas tidak resmi yang terbentuk atas dasar toleransi sesama manusia yang hidup berdampingan. Efeknya lingkungan menjadi lebih bersih. aktor-aktor yang berada dalam suatu neighborhood merupakan aktor tetap yang kegiatannya berpusat pada Neighborhood tempat ia bermukim. tempat ibadah. Secara psikologis ia akan cenderung menjaga kawasan tempat tinggalnya.Dengan pengertian ini. tanaman lebih terawat. Selanjutnya kawasan hunian tersebut juga memiliki kualitas fisik yang dapat menggambarkan batasannya secara fisik. Posisi Neighborhood sebagai tempat manusia hidup di sini berarti suatu ruang di mana segala jenis kegiatan bermukim yang relatif permanen berlangsung. Apabila suatu kawasan permukiman memenuhi definisi sebagai sebuah neighborhood posisinya menjadi lebih jelas sehingga memberikan beberapa manfaat bagi penghuni kawasan tersebut. Luas kawasannya sendiri tidak terikat dengan ukuran pasti. Di Indonesia sendiri. Ketika suatu individu menyadari bahwa ia merupakan bagian dari sebuah komunitas maka akan timbul suatu rasa memiliki terhadap komunitas tersebut. Neighborhood merupakan suatu unit komunitas yang lebih besar dari rumah tangga namun tidak berada di bawah aturan pemerintah kota ataupun daerah. baik badan pemerintah maupun swasta. Pada pembahasan ini Neighborhood yang dimaksud adalah kawasan permukiman yang dikembangkan dengan pola perencanaan. dan sebagainya. Dengan pengertian ini. khususnya Jakarta. Karena merupakan kawasan permukiman maka Neighborhood yang dimaksud tidak memiliki area perkantoran atau pemerintahan di dalamnya. .

Adapun konsep Neighborhood Unit menurut para ahli antara lain : a. 1945). sedangkan untuk mengkonsumsi fasilitas lainnya seperti sekolah lanjutan (High School). jarak terkecil ke sekolah dasar (Elementary School) dan pertokoan lokal sejauh ½ mil (0.8 km) dari tempat tinggal. lokasi sekolah dapat ditempuh oleh anak sekolah dengan berjalan kaki. yang bertujuan untuk membentuk lingkungan perkotaan yang ideal. Konsep neighborhood unit membagi kota berdasarkan unit-unit lingkungan sehingga tercipta hubungan/ikatan yang erat di dalam unit. Konsep Neighborhood tidak hanya fenomena sosiologi kemasyarakat tetapi mencakup pada masalah fisik lingkungan (Gallion. agar tidak kehilangan ikatan yang manusiawi diantara penduduknya maka sebaiknya kota dikembangkan dalam skala yang tidak terlalu besar (Djoko Sujarto.1959:279) mengembangkan konsep Neighborhood Unit dengan menetapkan jarak jangkau dari tempat tinggal ke tempat mengkonsumsi fasilitas. Menurut Djoko Sujarto Suatu kota harus mampu mewadahi berbagai fungsinya. 1995:5). 1959:278). .6 km). agar tercapai ikatan yang sama eratnya antar unit maka suatu kota seharusnya dikembangkan dalam skala yang tidak terlalu besar. suatu contoh sederhana seorang ibu menghendaki anaknya diawal masuk sekolah dasar/taman kanak-kanak tidak harus menyeberang jalan. Clerence Stein’s Clerence Stein’s (Gallion. dan kepala rumah tangga dengan mudah mendapatkan transportasi untuk pergi ke tempat kerja. pusat perbelanjaan distrik sejauh 1 mile (1. baik dari aspek sosiologis maupun aspek fisik. Konsep ini dipelopori oleh Ebenezer Howard dengan bukunya Garden City of Tomorrow (Howard. ibu rumah tangga dengan mudah ke tempat pusat perbelanjaan dengan berjalan kaki guna memenuhi kebutuhan pokok harian. BAB III KONSEP NEIGHBORHOOD UNIT Konsep neighborhood unit didasarkan pada pemikiran untuk memperbaikan permasalahan lingkungan perkotaan.

Jr . c. batasan tersebut berupa jalan arteri. Sedangkan untuk mengkonsumsi fasilitas lainnya dalam skala distrik (pusat perbelanjaan distrik) dan pusat bisnis berada di luar radius 1 mil. dengan memberikan pembatasan yang jelas terhadap pusat perumahan. Gambar 2 Konsep Clerence Stein’s Sumber : Site Planning Concept And Techniques b. Engelhardt. pusat perumahan tidak melewati jalan arteri tersebut.L. penduduk mengkonsumsi fasilitas lokal dengan jarak ¼ mil yang dapat dicapai dengan berjalan kaki. N. Clarence Perry Clarence Perry (Gallion. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyebarangan jalan dalam mengkonsumsi fasilitas lokal. 1959:280) mengembangkan konsep Neighboorhood Unit. sehingga tercipta interaksi yang kuat antara penghuni dengan fasilitas sosial yang ada di tempat tersebut.

Jose Sert .  Jarak maksimum sekolah menengah atas dan College dari tiap Neighborhood Unit 1. berjarak 1 mile dari pusat permukiman. N. dan tempat bermain beradius ¼ mil. kawasan yang direncanakan di bagi menjadi beberapa unit Neighborhood yang masing-masing dihubungkan dengan jalan utama:  Di masing-masing unit terdiri dari beberapa unit permukiman. serta pusat perbelanjaan lokal. Empat unit Neighborhood menampung 6. menggambarkan dalam sutu diagram yang pengembangan fasilitas sebagai berikut:  Di tiap pusat Neighborhood unit terdapat Elemtary School beradius ½ mil.  Jarak maksimal dari tiap unit Neighborhood Unit ke sekolah menengah 1 mile. Secara konseptial N. Engelhardt.5 mil. tempat perbelanjaan kecil skala distrik (Small Shopping District) dan Play Ground.L. Jr.  Di pusat utama terdapat pusat perbelanjaan utama yang dapat melayani kebutuhan semua unit. 1959:281). Fasilitas-fasilitas tersebut dikelompokan dekat dengan pusat Neighborhood Unit yang dapat dicapai dengan jalan kaki dari rumah sejauh ½ mil. (Gallion. sekolah tinggi (Secondary School).  Serta dilengkapi jaringan kereta api beserta stasiunnya. Salah satu karyanya dalam merencanakan lingkungan di Kota London.L. mengembangkan konsep Neighborhood Unit lebih komprehensif. Jr. yang berisi fasilitas Elementary School. pusat perbelanjaan dilengkapi taman yang relatif luas dan tempat rekreasi. Dua unit Neighborhood menampung 3.800 keluarga yang dilengkapi dengan sekolah lanjutan atas (Senior High School). dapat dicapai dengan jalan kaki. d. Engelhardt.400 keluarga yang dilengkapi dengan sekolah lanjutan pertama (Yunior High School) serta tempat rekreasi.700 keluarga. serta ruang terbuka (Open Space).  Di masing-masing unit dilengkapi fasilitas sekolah (Elementary Junior dan Senior High School. untuk penduduk yang bertempat tinggal di satu unit neighborhood sebanyak 1. Standar Elementari School untuk 600-800 orang.  Di antara unit-unit Neighborhood terdapat sub pusat perbelanjaan (Subsdiary Shopping Center).

Jose Sert (Gallion. dan sekolah lanjutan atas (Senior High School) melayani 6-8 unit Neighborhood Unit. perpustakaan. perbelanjaan utama. pusat perdagangan regional. serta dilengkapi pusat kegiatan yang melayani seluruh Neighborhood Unit dan jalur hijau (Green Belt). pusat rekreasi dan administrasi. gedung konser. Disamping Elementary School di tiap neighborhood unit dilengkapi fasilitas Pre School (taman kanak-kanak atau Play Group). gedung auditorium dan gedung pertemuan. serta jalur hijau (Green Belt). pendidikan tinggi. dan pelayanan darurat (Emergency Clinic). Theatre. 1959:282). berisi fasilitas regional yang mencakup administrasi. Sekolah menengah (junior high school) melayani tiap-tiap 3-4 Neighborhood Unit. dan pusat rekreasi. Di dalam suatu bagian kota dikembangkan 6 (enam) hingga 8 (delapan) unit Neighborhood Unit yang mampu menampung penduduk 56. mesjid. dan dilengkapi dengan jalan bebas hambatan (By Pass) ke pusat kota yang mempunyai skala pelayanan regional. BAB IV .000-80. hotel.000 jiwa. pusat perbelanjaan lokal. Sedangkan di pusat bagian kota yang mempunyai skala pelayanan yang mencakup seluruh Neighborhood Unit dilengkapi fasilitas sekolah lanjutan (Junior dan Senior High School). menggambarkan konsep Neighborhood Unit dengan menempatkan Elementary School di tiap pusat Neighborhood Unit beradius ¼ mil dan dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Jumlahnya juga disesuaikan dengan kebutuhan area tersebut. Prinsip pertama adalah ukuran. berkaitan dengan luas area dan jumlah penduduk. Selain itu sistem tersebut sebaiknya dapat mengur angi lalu lintas yang menggunakan jalan tersebut sebagai akses saja demi mencegah kemacetan serta meningkatkan keamanan penghuni kawasan. Kedua adalah batasan. Sebaiknya institusi ini dijadikan titik pusat dari unit tersebut. Menurut beliau untuk kawasan permukiman sebisa mungkin jalan tidak difungsikan sebagai akses sehingga kenda raan yang melintasi area permukiman hanyalah penghuni yang menuju atau kelu ar dari huniannya masing-masing. PRINSIP NEIGHBORHOOD UNIT a. unit tersebut dibatasi sekelilingnya dengan jalur arteri yang cukup untuk menampung lalu lintas sehari-hari di kawasan tersebut.3m. terdiri dari suatu sistem taman-taman sederhana dan taman rekreasi publik. Konsep perencanaan kawasan Perry ini menekankan beberapa poin mengenai jalan yang sering menimbulkan masalah di kawasan permukiman.3-24. disediakan satu distrik perbelanjaan atau lebih. Pembangunan sebuah unit permukiman sebaiknya ditunjukan untuk jumlah keluarga yang membutuhkan satu unit sekolah dasar. Selanjutnya prinsip keempat adalah institusi. contohnya sekolah. disesuaikan dengan kebutuhan unit tersebut. Berikutnya tidak boleh ada jalan dimana pengemudi kendaraan dapat melihat jalan lurus yang terbentang tanpa halangan pada jarak relatif panjang karena hal ini dapat memicu laju kendaraan yang berlebihan dan mengurangi . dan jalan lokal sekitar hunian cukup menggunakan pavement dengan lebar 5- 6m. Untuk ukuran jalannya sendiri yaitu jalan utama memiliki lebar 18. Unit tersebut sebaiknya memiliki sistem jalan khusus yang dapat menampung lalu lintas penghuni di area tersebut dengan efektif. Prinsip ketiga yaitu ruang terbuka. Luas areanya akan bergantung kepadatan penduduk itu sendiri.2-18. jalan sekunder 9. Yang keenam adalah sistem jalan internal. Prinsip Penentuan Pola Perencanaan Menurut Clerence Perry terdapat enam prinsip utama dalam penentuan pola perencanaan suatu Neighborhood Unit pada teori ini. Pusat perbelanjaan ini ditempatkan di persimpangan lalu lintas atau di pinggir area yang berhubungan dengan area yang sama pada unit lain ya ng bersebelahan. Prinsip ke lima adalah mengenai tempat perbelanjaan lokal.4m.

Menambah elemen yang membuat keunikan pada Neighborhood BAB V STUDI KASUS TENANG TATA RUANG PUBLIK KOTA WISATA CIBUBUR 2. Untuk mengatasi hal ini penggunaan taman oval di tengah jalan sebagai jeda dan Landscaping dapat diterapkan.3. Analisa Kawasan . Memastikan Neighborhood memiliki koneksi untuk memudahkan pemilihan moda 4. ANALISA 2. Menciptakan kota kompak dan meningkatkan kepadatan penduduk untuk menciptakan simpul-simpul Neighborhood 5. Menciptakan peluang perumahan dan pilihannya 7. b. Prinsip menciptakan Neighbourhood yang baik Menurut Clerence Perry terdapat sembilan prinsip menciptakan Neighborhood yang baik yaitu: 1. Adanya batas campuran penggunaan lahan 3. Dimulai dari area alami dan memiliki peluang peningkatan ekosistem 2. Integrasi antara taman dan ruang bagi komunitas 6.1.3. Membuat kepemilikan dan keamanan Neighborhood 9. Pembangunan dalam ketahanan dan memiliki dampak negatif yang rendah 8.intimasi dari jalan itu sendiri.

MI (Yayasan AHDI Islam) 3. 02 yang terdaftar sebanyak 42 jiwa. Deskripsi Lokasi Legenda : 1. 2. Pasar Rebo. bar. Tanah Kosong Kondisi tersebut diatas merupakan gambaran umum dimana hunian dilayani oleh berbagai sarana yang ada. 02 dan jalan Kemang Selatan yang merupakan Batas dari kelurahan Bangka dengan Kelurahan Cilandak Timur. 2. Sirkulasi kendaraan pada RW. Analisa Sirkulasi Dan Jaringan Jalan Sirkulasi pada lokasi ini terdiri dari sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki. hiburan malam dll. restoran. SD Islam. dan sungai. 02 10. Kemudian Setiap RW memilki batas wilayah yang jelas yaitu berupa jalan arteri. jalan internal.2. Jl. Kemang Selatan 4 4. Jalan kolektor sekunder pada wilayah ini adalah jalan Kemang Raya dengan lebar bahu jalan 12 meter yang membelah wilayah RW. misalnya. karena status jalannya yang dapat menghubungkan dengan wilayah diluar Kawasan Kemang seperti. dipinggir sepanjang jalan Kemang Raya dan Kemang Selatan terdapat area komersil yang dapat melayani kebutuhan masyarakat sekitar. 02 berupa jalan kolektor primer. Potensi Lokasi Potensi yang dimiliki lokasi ini yaitu terdapatnya lahan kosong yang berada disudut jalan Kemang raya dan Kemang Selatan. Kemang juga memilki festival budaya betawi yang diadakan tiap tahun nya. Mushola 5. lokasi ini merupakan daerah sibuk. Cilandak. Kapten Tendean. Fatmawati. Kemang Village (Highrise Building 8 buah Tower) 2. Di lokasi ini juga banyak warga ekspatriat. Masjid Jami Al-Ibadah 8.14 Apabila dilihat dari aktifitas beban jalannya. Selain bermunculan bangunan tinggi (High Rise Building) dan kawasan komersil. Madrasah & Play Group 9.3. Namun dalam perayaannya Festival tersebut selalu menggunakan badan jalan Kemang Raya. Pusat Perbelanjaan Blok M. dan termasuk kedalam Penataan Kawasan (Redevelopment Area) oleh Sub Dinas Tata Kota DKI Jakarta Selatan. jalan lingkungan/internal dan jalan culdesac. Jati Padang. TK Islam. Pemakaman Umum 11. Toko Swalayan (Alfamart) 13. Pemakaman Umum di Jl. Tanah Kosong (ada bangunan tua) 14. Apartment Nirvana (Highrise Building) 6. namun berdasarkan data RW.3. Pom bensin (PERTAMINA) Kemang Raya 7.Kawasan Kemang merupakan daerah perumahan di Jakarta Selatan yang berubah fungsi dari perumahan dengan intensitas rendah menjadi jalur komersil dan jasa. Mampang Prapatan). Hunian di Kemang saat ini tergolong hunian dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Sekretariat RW.3. Banyak warga luar Kemang melintasi jalur ini terutama dipagi hari dari arah selatan menuju utara (Jl.3. hal tersebut sangat jauh berbeda dengan realita dilapangan. Cinere. Lahan kosong tersebut juga direncanakan sebagai Karya Taman dan Fasilitasnya.2. Perubahan tersebut merupakan akibat dari lokasi yang strategis terhadap aksesibilitas dan pergeseran mayoritas penghuni (ekspatriat) yang mempengaruhi perilaku sosial yang akhirnya memerlukan fasilitas lingkungan yang berbeda seperti cafe. Jalan lingkungan (internal) dapat menghubungkan antar RT yang .3. Depok. Global Doctor 12. 2.2.

seperti jalan Pangeran Antasari. Jr.1959:279) mengembangkan konsep Neighborhood Unit dengan menetapkan jarak jangkau dari tempat tinggal ke tempat mengkonsumsi fasilitas. pusat perumahan tidak melewati jalan arteri tersebut. Konsep ini dipelopori oleh Ebenezer Howard dengan bukunya Garden City of Tomorrow (Howard. jalan Kemang Selatan 9. Pedestrian hanya terdapat di jalan utama saja yaitu jalan Kemang Raya dan jalan Kemang Selatan. Jalan Kemang 7. Selain itu ada juga jalan culdesac yang merupakan jalan Kemang Selatan 1A. Jalan Kemang Raya dan jalan Kemang Selatan menghubungkan antar wilayah/kelurahan. Namun sirkulasi untuk pejalan kaki tampaknya kurang diperhatikan. jalan Kemang Selatan 8B jalan Kemang Selatan 10. jalan Kemang Selatan 4. (Gallion. jarak terkecil ke sekolah dasar (Elementary School) dan pertokoan lokal sejauh ½ mil (0. lebar jalan tersebut rata-rata 3 – 4 meter. lebar jalan lingkungan tersebut rata-rata 4 – 5 meter. Adapun kesimpulan dari makalah mengenai Neighborhood Unit ini antara lain :  Neighborhood merupakan istilah di dalam bahasa Inggris yang berarti suatu area dengan karakteristik khusus. mengembangkan konsep Neighborhood Unit lebih komprehensif. seorang perencana kota asal Amerika Serikat. jalan Kemang 6 yang merupakan batas dengan RW 05. jalan Kemang Selatan 8A. 1959:281).  Konsep neighborhood unit didasarkan pada pemikiran untuk memperbaikan permasalahan lingkungan perkotaan. saluran air hujan tidak ditutup sehingga pejalan kaki sering merasa tidak nyaman ketika bepergian ke toko swalayan atau melintasi antar RT.meliputi jalan Kemang Selatan 1. sedangkan untuk mengkonsumsi fasilitas lainnya seperti sekolah lanjutan (High School).8 km) dari tempat tinggal. jalan Kemang Selatan 5. jalan Kemang Selatan 1D. jalan Kemang Selatan 1C.  N. JORR TB.6 km)  Clarence Perry (Gallion. batasan tersebut berupa jalan arteri. itupun kondisinya sedikit rusak. Engelhardt. seperti minimnya pedestrian. dengan memberikan pembatasan yang jelas terhadap pusat perumahan. yang berisi fasilitas . jalan Kemang Selatan 2. 1959:280) mengembangkan konsep Neighboorhood Unit. jalan Kemang Selatan 8.  Pada tahun 1929 teori Neighborhood Unit diperkenalkan pertama kali oleh Clarence Arthur Perry. jalan Kemang Dalam 10 yang merupakan batas dengan RW 03. 1945)  Clerence Stein’s (Gallion. Simatupang.L. pusat perbelanjaan distrik sejauh 1 mile (1. jalan Warung Buncit/Mampang Prapatan.

Integrasi antara taman dan ruang bagi komunitas 6.  Jose Sert (Gallion. Menciptakan peluang perumahan dan pilihannya 7.  Menurut Clerence Perry terdapat sembilan prinsip menciptakan Neighborhood yang baik yaitu: 1. Membuat kepemilikan dan keamanan Neighborhood 9. Menciptakan kota kompak dan meningkatkan kepadatan penduduk untuk menciptakan simpul-simpul Neighborhood 5. 1959:282). Memastikan Neighborhood memiliki koneksi untuk memudahkan pemilihan moda 4. tempat perbelanjaan kecil skala distrik (Small Shopping District) dan Play Ground. menggambarkan konsep Neighborhood Unit dengan menempatkan Elementary School di tiap pusat Neighborhood Unit beradius ¼ mil dan dapat dicapai dengan berjalan kaki.  Jose Sert (Gallion. Dimulai dari area alami dan memiliki peluang peningkatan ekosistem 2. Elementary School. Menambah elemen yang membuat keunikan pada Neighborhood . menggambarkan konsep Neighborhood Unit dengan menempatkan Elementary School di tiap pusat Neighborhood Unit beradius ¼ mil dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Pembangunan dalam ketahanan dan memiliki dampak negatif yang rendah 8. 1959:282). Adanya batas campuran penggunaan lahan 3.