You are on page 1of 3

1.

Sejarah Proper

Proper adalah program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan LH yg
dikembangkan oleh Kemen LH sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan
meningkatkan pengelolaanlingkungannya. Dari penilaian proper, perusahaan akan
memperoleh citra/reputasi sesuai bagaimana pengelolaan lingkungannya. Citra tersebut
dinilai dengan warna emas, hijau, biru, merah dan hitam.

2. Tujuan
 Instrumen untuk mendorong pentaatan dan kinerja perusahaan dalam pengelolaan
lingkungan hidup, melalui penyebaran informasi kepada publik dan stakeholder
 Penilaian peringkat kinerja berdasarkan pada kinerja pengelolaan lingkungan hidup
yang telah dilakukan oleh perusahaaan baik didalam maupun diluar perusahaan
 Bentuk pengawasan yang dilakukan secara terintegrasi terhadap penaatan peraturan
lingkungan hidup yang hasilnya diterjemahkan dalam 3 peringkat Taat, belum taat,
tidak taat

peringkat paling bawah dalam mengelola lingkungan,perusahaanbelum
melakukan upara dalam pengelolaan lingkungan sebagaimana yg
HITAM
dipersyaratkan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan beresiko untuk
ditutup ijin usahanya oleh KLH dalam bidang
Perusahaan sudah melakukan upaya pengelolaan lingkungan, akan tetapi baru
MERAH sebagian mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan
Perusahaan sudah melakukan pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan
BIRU sesuai dengan ketentuan atau peraturan yangberlaku (telah memenuhi semua
aspek yangdipersyaratkan oleh KLH)
Perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang
HIJAU
dipersyaratkan
Perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang
EMAS dipersyaratkan dan melakukan upaya-upaya pengembangan masyarakat secara
berkesinambungan

Produk/jasa bersentuhan langsung dengan masyarakat 5. Menjadi perhatian masyarakatn dilingkup regional dan nasional 7. Pemilihanaa peserta PROPER 2. Sanggahan 8. Wajib AMDAL 2. Voluntary perusahaan Mekanisme Penilaian PROPER 1. Sosialisasi/pemberitahuan sebagai peserta PROPER 4. Pengawasan ke perusahaan 5. Produk orientasi eksport 6. SA (Self Assesment) 2.Kriteria Perusahaan Peserta PROPER 1. Diusulkan oleh Provinsi 3. Diusulkan oleh LSM 6. Meningkatkan komitmen pada stkeholder dalam upaya pelestarian lingkungan . Penetapan peserta PROPER 3. Tindak lanjut hasil pengawasan 6. Berlokasi didaerah yang beresiko terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan Pemilihan Peserta PROPER 1. Diusulkan oleh asosiasi 5. Pembagian rapor sementara 7. Kunjungan Langsung KLHK Alur Penilaian PROPER 1. Diusulkan oleh Kementrian 4. Menggunakan bahan baku limbah impor non B3 4. Terdaftar dalam bursa efek indonesia 3. Diusulkan oleh Kabupaten/Kota 2. Pembagian rapor final Tujuan Dasar dan Sasaran PROPER 1.

Ketaatan thd izin 2. Ketaatan thdtitik penaatan 3. Meningkatkan peran aktif masyarakat untuk elaksanakan pengawasan penaatan perundang-undangan dibidang LH 5. Mendorong terwujudnya pengendalian KRITERIA PENILAIAN PENGENDALIAN ENCEMARAN AIR 1. Meningkatkan kesadaran parapelaku usaha/kegiatan untuk mentaati peraturan perundang-undangan dibidang lingkungan hidup 3. Ketentuan terhadap pemenuhan bakumutu 6. Meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan 4. Ketentuan terhadap baku mutu air limbah 4. 2. Ketentuan terhadap ketentuan teknis . Ketentuan terhadap pelaporan data per parameter 5.