You are on page 1of 21

Makalah Kista Ovarium

Disusun Oleh

Bayu Candra Susanto (004SYE16)
Haerum (008SYE16)
Hidayatul Azkia (010SYE16)
Masnawati (015SYE16)
Nadia Rizki Nadila (018SYE16)
Rijal Hambali (025SYE16)

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN JEJANG DIII

2018

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah
ini membahas tentang “Kista Ovarium”

Penyusunan makalah ini telah kami selesaikan dengan lancar,tetapi kami menyadari bahwa
penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kata sempurna, jadi kami mohon untuk
memberikan masukan,kritik,dan saran yang membangun demi perbaikan dalam penyusunan
tugas makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini memberikan manfaat
bagi kita semua.

Mataram, 24 Maret 2018

..................................................................................................................................................................................................................... ii BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................1 Anatomi Fisiologi .............................................................. 13 3............................................ 5 2......................................................................................................... 13 3............................................................................................. 7 2........................................ 7 2............ 6 2.........................6 Tanda Dan Gejala ...................................................................3 Etiologi.....1 Pengkajian ......................................................2 Definisi....................................................................................................... 15 3.............................................................................................. 11 BAB III ........................................................................................................2 Tujuan ............................................ 15 BAB IV .................................2 Saran .............1 Kesimpulan ..................................................................................................................................... 10 2....................................................................................................................................... 6 2......... i DAFTAR ISI................................................................................................................................... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................................................................................4 Klasifikasi ............................................................................... 3 1...................................................................... 19 3....................................................................................................... 19 3.................................................................................................................................................................................................................3 Intervensi....................................................... 8 2......................................................................................................................................................................................................................... 19 PENUTUP ............................................................................ 13 ASUHAN KEPERAWATAN.... 10 2....................................................2 Diagnosa Keperawatan ...............................................................................................................7 Komplikasi .... 5 2..............Daftar Isi KATA PENGANTAR ............................ 20 ..................................................9 Penatalaksanaan Medis ...................................................................... 3 1......................................................................................8 Pemeriksaan Penunjang .................1 Latar Belakang .......................... 19 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................................................................5 Patofisiologi .............................................................................................................

(Moeloek FA. terbentuk apabila kantung kista ini tidak menghilang. 2007) Kista ovarium yang bersifat ganas disebut juga kanker ovarium.Sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanyakeganasan ovarium itu. Kista korpus luteum. Pada ovarium. memang seringkali penderita tidak ada perasaan apa-apa.Ketika sebuah sel telur matur. bentuk lain dari kistafungsional. teraba massa atau ada benjolan di perut bagian bawah.Kanker ovarium merupakan pembunuh yang diam-diam (silent killer). ada yang dinamakan kista folikular.1 Latar Belakang Kista merupakan kantung yang berisi cairan dan dapat berlokasi di bagian mana saja dari tubuh.Tapi dengan menggunakan kontrasepsi hormonal terutama pil KB.2006) Orang yang menggunakan pil KB risiko terjadinya kanker ovarium bisa lebih kecil. Kalaupun terjadi keluhan biasanya sudah lanjut misalnya: sering kembung. kantung membuka untuk mengeluarkan sel telur. Sekarang ini yang bisa dipakai masih menggunakan USG. ovarium seorang wanita tumbuh kista kecil yang menahan sel telur.Karena. (Wiknjosastro. yang biasanya terbentuk selama siklus menstruasi normal. Kista tipe ini biasanya akan menghilang setelah satu sampai tiga bulan. kantung ini tidak terbuka untuk mengeluarkan sel telur tapi terus tumbuh. gangguan pencernaan. danlain- lain.Berbeda halnya dengan kanker serviks yang bisa dideteksi dini dengan papsmear. sehingga . sehingga dapat berjalan melewati tuba falopii untuk melakukan fertilisasi. proses itu pada ovarium ditekan. BAB 1 PENDAHULUAN 1. tipe kista yang berbeda dapat terbentuk. Kemudian kantung pecah. Tipe kista ovarium yang paling umum dinamakan kista fungsional.Karena kanker ovarium itu terjadi apabila ovarium aktif mengalami pertumbuhan folikel. tetapi itu agak sulit kalau diterapkan secara massal karena biayanya cukup mahal.Salah satu tipe dari kista fungsional. Setiap bulan. Malahan kantung kista menutup lagi setelah sel telur dikeluarkan.

2 Tujuan 1. Mengetahui bagaimana monitoring pada kondisi kista ovarium.(Sastrawinata. Bahkan. Mengetahui penegakkan diagnosa kista ovarium pada pasien ini. Sulaiman. Mengetahui penatalaksanaan kista ovarium pada pasien ini.Kista ovarium ini bisa juga terjadi pada anak- anak. bahkan ketika masih bayi. pada bayi dalam kandungan bisa ditemukan kista ovarium. bila menutupi jalan lahir kistanya bisa dioperasi saat hamil. Pada ibu hamil yang terdapat kistaneoplasti. pada remaja sampai orang tua. . dkk. Tetapi kebanyakan dialami wanita berusia di atas 40 tahun. 4. Tetapi jika kistanya tidak menutupi jalan lahir. kista dapat dioperasi setelah melahirkan. 2. 3. 2004) 1. risikonya terjadi keganasan pada ovarium menurun. Mengetahui faktor resiko kista ovarium pada pasien ini.

yakni bagian messovarium ligamen lebar uterus. Pada palpasi. Ukuran dan bentuk ovarium menyerupai sebuah almond berukuran besar. ovarium wanita normal mengandung sangat banyak ovum primordial (primitive). Saat lahir.Ovarium memiliki asal yang sama (homolog) dengan testis pada pria. Terdapat pembuluh darah dan limfe b. Saat ovulasi. Di antara interval selama masa suburnya (umumnya setiap bulan). Korteks Ovarii a. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan ligamentum ovarii propium. Ovarium terdiri dari dua bagian: 1. Ovarium yang berbentuk oval ini memiliki konsistensi yang padat dan sedikit kenyal. Terdapat serat saraf Dua fungsi ovarium ialah menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi hormon. Setelah maturasi seksual. di bawah dan di belakang tuba falopii. Terdapat korpus luteum dan albicantes 2.ovarium dapat digerakkan. . Ovarium juga merupakan tempatutama produksi hormone seks steroid (estrogen. permukaan ovarium licin. Medula Ovarii a. dan androgen) dalam jumlah banyak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Mengandung folikel primordial b. yang mengikat ovarium ke uterus. Berbagai fase pertumbuhan folikel menuju folikel degraf c. ukuran ovarium dapat berubah menjadi dua kali lipat untuk sementara. yang memisahkan ovarium dari sisi dinding pelvis lateral kira-kira setinggi spina illiaka anterior superior. progesterone. perkembangan dan fungsi wanita normal. luka parut akibat ovulasi dan ruptur folikel yang berulang membuat permukaan nodular menjadi kasar.1 Anatomi Fisiologi Sebuah ovarium terletak disetiap sisi uterus. Dua ligamen mengikat ovarium pada tempatnya. Sebelum menarche. satu atau lebih ovum matur dan mengalami ovulasi.

Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium (Agusfarly. Pada beberapa kasus. Kista ovarium merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada indung telur atau ovarium.2. Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol.3 Etiologi Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab. berisi cairan atau bahan setengah cair (Soemadi. 2007). Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. Penyebab dari kista belum diketahui secara pasti tapi ada beberapa factor pemicu yaitu : 1. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat b. (Lowdermilk. kista dapat pula diisi oleh jaringan abnormal tubuh seperti rambut dan gigi. folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur. Kista jenis ini disebut dengan Kista Dermoid. tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Diantara beberapa tipe kista ovarium. Sering stress g. Pada keadaan normal. Zat polutan . Merokok dan konsumsi alkohol e. Zat tambahan pada makanan c. Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong.2 Definisi Kista adalah kantong berisi cairan. Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus mentsruasi. Namun pada beberapa kasus. Terpapar dengan polusi dan agen infeksius f. folikel ini tidak terbuka sehingga menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista. Gaya hidup tidak sehat. dapat tumbuh di mana saja dan jenisnya bermacam-macam (Jacoeb. dkk. Cairan yang mengisi kista sebagian besar berupa darah yang keluar akibat dari perlukaan yang terjadi pada pembuluh darah kecil ovarium. 2008). Kista adalah suatu bentukan yang kurang lebih bulat dengan dinding tipis. kista seperti balon berisi air. Kurang olah raga d. Diantaranya : a. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. 2005) 2. 2006).

Kista folikel Kista folikel berkembang pada wanita muda wanita muda sebagian akibat folikel de graft yang matang karena tidak dapat meyerap cairan setelah ovulsi. keterlambatan mens dan siklus mens yang tidak teratur atau terlalu panjang.5 Patofisiologi Setiap hari.dkk. misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen polusi. 2.8 cm akan .bisanya meyusut setelah 2-3 siklus menstrusi.( Lowdermik.lutein Biasanya bersama dangan mola hydatidosa. yaitu gen pemicu kanker. yaitu yang disebut protoonkogen. protoonkogen ini dapat berubah menjadi onkogen. 4. folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.dimana kasus ini paraf jika tedapat nyeri pada panggul. ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Pada pertengahan siklus. Kista corpus luteum Terjadi setelah ovulasi dan karena peningkatan sekresi dari progesterone akibat dari peningkatan cairan di korpus luteum ditandai dengan nyeri. Syndroma rolycystik ovarium Terjadi ketika endocrine tidak seimbang sebagai akibat dari estrogen yang terlalu tinggi. 2.jika kista tidak robek. Biasanya kista corpus luteum hilang dengan selama 1-2 siklus menstruasi. 2. Faktor genetik Dalam tubuh kita terdapat gen gen yang berpotensi memicu kanker. Rupture dapat mengakibatkan haemoraghe intraperitoneal. Tanda dan gejala terdiri dari obesitas. testosoron dan luteinizing hormone dan penurunan sekresi fsh. atau terpapar zat kimia tertentu atau karena radiasi. 2. 3. Kista Theca. hirsurism (kelebihan rambut di badan) mens tidak teratur. karena suatu sebab tertentu. 2005:273).4 Klasifikasi 1.kista ini bisanya asimptomotik keculi jika robek. Kista ini berkembang akibat lamanya stimulasi ovarium dari human chorionik gonadotropine( HCG ). tendenderness pada ovari. infertelitas.

Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Sebagian besar tanda dan gejala adalah akibat dari : 1. dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari. Endometrioma adalah kista berisi darah dari endometrium ektopik. ovarium biasanya terdiri folikel-folikel dengan multipel kistik berdiameter 2-5 mm. Pada neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin.5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germcel tumor dari germ sel primordial. Kista dapat berupa folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca- lutein. induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik. Pada sindroma ovari pilokistik. seperti terlihat dalam sonogram. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit. 2. korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Gejala akibat pertumbuhan . tumor ovarium dapat tumbuh dengan tenang dan jarang penyebab gejala sampai setelah mencapai ukuran besar. terdapat perubahan hormonal atau penyulit yang terjadi.6 Tanda Dan Gejala Seperti pada penyakit ganas. keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. terutama bila disertai dengan pemberian HCG. termasuk FSH dan HCG. Pengaruh berat tekanan terhadap usus dan kandung kemih. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum. Pasien dalam terapi infertilitas. Pertumbuhan tumor ovarium dapat memberikan gejala karena besarnya. HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. yang pada saat matang memiliki struktur 1. melepaskan oosit mature. Ketika tumor berkembang akan terjadi distensi abdominal. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Sejauh ini. korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. Tumor jinak ovarium diameternya kecil sering ditemukan secara kebetulan dan tidak memberikan gejala klinik yang berarti. Namun bila terjadi fertilisasi.

Kista pada usia diatas 48 tahun d) Sindrome Meigs Sindrom yang ditemukan oleh meigs menyebutkan terdapat fibroma ovari. tumor sel granulase 3. berat. penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untuk mengetahui gejala mana yang serius. Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala. acites dan hidrothorak dengan tindakan operasi fibroma ovari maka sindroma akan menghilang dengan sendirinya. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis. Gejala klinik akibat komplikasi yang terjadi pada tumor a) Perdarahan ke dalam kista (intra tumor) Bila terjadi perdarahan dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan nyeri abdomen mendadak dan memerlukan tindakan cepat. radang panggul. b) Robek dinding kista Pada torsi tangkai kista ada kemungkinan terjadi robekan sehingga isi kista tumpah ke dalam ruang abdomen. c) Degenerasi ganas kista ovarium Keganasan kista ovarium sering dijumpai : a. Kista pada usia sebelum menarche b. Gejala akibat perubahan hormonal Ovarium merupakan sumber hormon utama wanita. a) Menimbulkan rasa berat di abdomen bagian bawah b) Mengganggu miksi atau defekasi c) Tekanan tumor dapat menimbulkan konstipasi atau edema pada tungkai bawah 2. atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. kembung 2) Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil) . Meski demikian. Tetapi ada pula kista yang berkembang menjadi besar dan menimpulkan nyeri yang tajam. sehingga bila berhubungan dengan tumor menimbulkan gangguan menstruasi. Gejala-gejala berikut mungkin muncul bila anda mempunyai kista ovarium : 1) Perut terasa penuh. kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.

Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera: 1.7 Komplikasi Menurut manuaba ( 1998:417 ) komplikasi dari kista ovarium yaitu : 1. 4. 3) Haid tidak teratur 4) Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke punggung bawah dan paha. Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba 2. mengganggu aktifitas sehari- hari. 5. ingin muntah. 3. Nyeri bersamaan dengan demam 3. atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil. Perdarahan intra tumor Perdarahan menimbulkan gejala klinik nyeri abdomen mendadak dan memerlukan tindakan yang cepat. Infeksi pada tumor Menimbulkan gejala: badan panas.8 Pemeriksaan Penunjang Pemastian diagnosis untuk kista ovarium dapat dilakukan dengan pemeriksaan: 1. Robekan dinding kista Pada torsi tangkai ada kemungkinan terjadi robekan sehingga isi kista tumpah kedalam rungan abdomen. 5) Nyeri sanggama 6) Mual. Perputaran tangkai Tumor bertangkai mendadak menimbulkan nyeri abdomen. Keganasan kista ovarium Terjadi pada kista pada usia sebelum menarche dan pada usia diatas 45 tahun. Rasa ingin muntah 2. 2. 2. nyeri pada abdomen. Ultrasonografi (USG) .

misal laparatomi. 2. dan menampilkan gambaran rahim dan ovarium di layar monitor. 2. Foto Rongent Berguna untuk menentukan adanya hidrothoraks. Kontrasepsi oral dapat digunakan untuk menekan aktivitas ovarium dan menghilangkan kista. kistektomi atau laparatomi salpingooforektomi. Pengangkatan kista ovarium yang besar biasanya adalah melalui tindakan bedah. 3. Tindakan ini tidak menyakitkan. Perawatan pasca operasi setelah pembedahan untuk mengangkat kista ovarium adalah serupa dengan perawatan setelah pembedahan abdomen dengan satu pengecualian penurunan tekanan intra abdomen yang diakibatkan oleh pengangkatan kista yang besar biasanya mengarah pada distensi abdomen yang berat. 3. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan gurita abdomen sebagai penyangga. 4. Kista berisi cairan cenderung lebih jinak. informasikan tentang . Gambaran ini dapat dicetak dan dianalisis oleh dokter untuk memastikan keberadaan kista. selanjutnya pada kista dermoid kadang-kadang dapat dilihat adanya gigi pada kista. 2. Laparoskopi Dengan laparoskopi (alat teropong ringan dan tipis dimasukkan melalui pembedahan kecil di bawah pusar) dokter dapat melihat ovarium. Hitung darah lengkap Penurunan Hb dapat menunjukkan anemia kronis. 4.9 Penatalaksanaan Medis 1. alat peraba (transducer) digunakan untuk mengirim dan menerima gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) yang menembus bagian panggul. Tindakan keperawatan berikut pada pendidikan kepada klien tentang pilihan pengobatan dan manajemen nyeri dengan analgetik / tindakan kenyamanan seperti kompres hangat pada abdomen atau teknik relaksasi napas dalam. kista berisi material padat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. menghisap cairan dari kista atau mengambil bahan percontoh untuk biopsi. membantu mengenali lokasinya dan menentukan apakah isi kista cairan atau padat.

( Lowdermilk. 2005:273 ). perawatan insisi luka operasi. .dkk.perubahan yang akan terjadi seperti tanda – tanda infeksi.

karena prematuritas sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu 7) Riwayat Perkawinan Menikah lebih dari satu kali. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN 3.1 Pengkajian 1. Ada yang terletak di depan uterus dapat menekan kandung kemih dan dapat menimbulkan gangguan nmiksi. (Prawirohardjo. hal 382) 5) Riwayat penyakit Terdapat benjolan di bagian perut. 6) Riwayat penyakit keluarga Adanya faktor heredier. 2005. adnexitis) (Hanifa. Data Subjektif 1) Biodata Umur penderita cystoma ovarii rata-rata antara 30-60 th. (andiloma akuminota. gonorea. nyeri abdomen. 2005:347) 3) Riwayat Kesehatan 4) Riwayat kesehatan yang lalu Pernah menderita penyakit PMS (Penyakit menular seksual) Penyakit yang berhubungan. (Hanifa. Hal 381) 2) Keluhan Utama Terdapat benjolan di bawah perut. sering berganti-ganti pasangan (multipartner) 8) Riwayat KB Pemakaian KB IUD diduga mempunyai hubungan dengan cystoma ovarium 9) Pola kebiasaan sehari-hari 10) Pola nutrisi Kystoma ovarii dapat terjadi penurunan nafsu makan 11) Pola Eliminasi . dismenorea. Pendidikan dan tingkat sosial ekonomi yang rendah cenderung terkena cystoma ovarii.

Suhu : Dapat normal maupun mengalami peningkatan apabila terjadi infeksi pada tumor Nadi : Biasanya bila tenang tidak ada penurunan tekanan Pernafasan : Dapat mengalami peningkatan sehubungan dengan gejala sekunder yaitu sesak nafas karena adanya sirkulasi O2 dalam darah berkurang sehubungan dengan penurunan kadar Hb karena adanya pendarahan. 2005:342) 2. Data Objektif 1) Keadaan umum baik bila tumor ovary masih kecil tidak menimbulkan gangguan atau keluhan bila klien mengalami nyeri. Ekstermirtas : Penekanan pada pembuluh darah dan pembuluh limfe dari panggul dapat menyebabkan odem tungkai. Terdapat benjolan pada perut bagian bawah/ rongga panggul Genetalia : Dapat terjadi pengeluaran darah pervagina kadang seelumnya terdapat keputihan yang lama. . (Prawirohardjo. Anus : Akan timbula hemoroid. 2005:347 Istirahat Tumor ovarii dapat menyebabkan nyeri abdomen hipermenoria dan arhenoblastoma dapat menebabkan amenorea yang mengganggu istirahat. 2005:349) 2) Pemeriksaan Fisik Muka : Pada pasien pada Gynekologis dengan perdarahan banyak pada konjungtiva tampak anemis. gerakan bebas tidak sakit tapi kadang-kadang ditemui nyeri. Abdomen : Teraba adanya masa abnormal pada perut bagian bawah konsisten keras Bentuk tidak teratur. 12) Aktifitas Terganggu akibat rasa nyeri yang timbul (Prawirohardjo. Gangguan pada miksi akibat pembesaran cystoma ovarii dan dapat terjadi gangguan defekasi Prawirohardjo. luka dna varises pecah karena keadaan obstipasi akibat penekannan kista ovarii pada remtum.

Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang adequat. Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. Terapi i. Gangguan eliminasi urine (retensio)berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasma pada daerah sekitarnya.( jaringan. Gangguan rasa nyaman : nyeri abdomen berhubungan dengan insisi pada abdomen 2. akibat pada hubungan seksual.2 Diagnosa Keperawatan 1. Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh berhubungan dengan perdarahan pervaginam berlebihan.Pengobatan operatif : Histerektomi dan salpingoooforektomi bilateral (Prawirohardjo. 4. USG abdominal dapat membantu dan menegakkan dugaan klinis b. 3. 2005:349) 3. pasien mengungkapkan berkurangnya rasa nyeri.Pengobatan operasi : Pengangkatan tumor ovarii\um ii. Pemeriksaan Laboratorium i. perubahan sirkulasi).Hb akan terjadi penurunan apabila desertai perdarahan yang hebat c. perubahan dalam masalah kewanitaan. 6. 5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangakatan bedah kulit. Tujuan : rasa nayaman terpenuhi Kriteria hasil : skala nyeri 0. gangguan sensorik/motorik. tanda-tanda vital normal. Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak. 7. . 2005:391) 3) Pemeriksaan Penunjang a. (Hanifa. 3.3 Intervensi Diagnosa I Gangguan rasa nyaman : nyeri abdomen berhubungan dengan insisi pada abdomen.

insisi dan lengan. Diagnosa III Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah kulit. deteksi dini tentang terjadi nya infeksi yang keadaan luka operasi. Membunuh mikro organisme secara rasional. a. c. Atur posisi senyaman mungkin. Untuk mengurangi rasa nyeri yang di punggung / sisi yang tidak sakit dengan rasakan pasien. daerah nyeri. Merelaksasi otot-otot tubuh. Kriteria hasil : tidak ada tanda-tanda infeksi (TTV normal. Diagnosa II Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang adequat. kemerahan dan nyeri pada setelah operasi. INTERVENSI RASIONAL a. c. Mengidentifikasi lingkup masalah. penularan eksterna. d. lebih berat. Jangan melakukan pengukaran TD. perubahan sirkulasi). b. pantau dan observasi terus tentang a. Kolaborasi untuk pemberian obat analgetik. tidak ada peningkatan leukosit). d. INTERVENSI RASIONAL a. Kolaborasi dalam pemberian antibiotik. Kaji tingkat dan intensitas nyeri. Lakukan perawatan luka operasi secara b. b. Tujuan : Tidak terjadi kerusakan kulit yang berat. lengan tinggi dan disokong dengan bantal. Kriteria hasil : kulit tidak terlihat berwarna merah INTERVENSI RASIONAL a. c. lebih kuat. b. b. Menurunkan tingkat ketegangan pada c. Untuk melihat terjadi nya kerusakan kulit drainase. Agar tidak terjadi kerusakan dan nyeri yg c. Diagnosa IV . Menekan sekecil mungkin sumber aseptik dan antiseptik. Menghilangkan rasa nyeri. Tujuan : Tidak terjadi infeksi. Kaji balutan / untuk karakteristik a. Tempatkan pada posisi semi fowler pada b. c. ( jaringan. Ajarkan dan lakukan telhnik relaksasi. menginjeksikan obat / memasukan IV pada lengan yang sakit.

c. c. Kaji ulang tingakt pemahaman pasien a. b. e. INTERVENSI RASIONAL a. Mendorong urine untuk keluar. b. Menentukan tingkat nyeri yang dirasakan observasi adanya ketidaknyamanan dan oleh klien. Mencegah terjadinya retensi. Mengetahui sejauh mana pemahaman tentang penyakitnya. Periksa semua urine. gangguan sensorik/motorik. adanya batu atau tidak. INTERVENSI RASIONAL a. prosedur secara jelas dan akurat. Diagnosa V Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya. c. rasa nyeri. Dorong klien untuk meningkatkan pemasukan cairan. Dorong klien untuk mengungkapkan b. b. dengan pemberian air hangat. Lakukan palpasi pada kandung kemih. d. e. Catat pola miksi dan monitor pengeluaran a. Melihat perubahan pola eliminasi urine. Tujuan : Pasien mengetahui tentang efek sawing dari operasinya. Dengan cara ini akan membantu pikiran dan perasaannya. Tujuan : pola eliminasi urine kembali normal Kriteria hasil : Klien memehami terjadinya retensi urine Klien bersedia melakukan tindakan untuk mengurangi retensi urine. Membantu klien dalam memahami prognosis. dan pengobatan secara tentang penyakitnya. Minta pasien untuk memberi umpan pasien. catat adanya d. mengatur posisi. pasien tentang apa yang dijelaskan. Mengetahui seberapa banyak urine yang keluaran batu dan kirim kelaboratorium dikeluarkan dan mengetahui dalam urine untuk analisa data. Anjurkan klien untuk merangsang miksi c. Respon fisik akan menggambarkan d. Monitor tanda-tanda vital. Mengetahui tingkat kecemasan b. Kriteria hasil : Pasien menyatakan memahami tentang kondisinya. mengurangi cemas klien. e.Ganguan eliminasi urine (retensio)berhubungan dengan penekanan oleh massa jaringan neoplasma pada daerah sekitarnya. tingkat kecemasan klien. Berikan informasi tentang penyakitnya. balik tentang apa yang telah terjadi. . d. urine.

Diagnosa VI Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh berhubungan dengan perdarahan pervaginam berlebihan. Dari hasil observasi TTV akan diketahui bila kekurangan cairan. Lakukan prosedur perawatan yang tepat sehingga tidak terjadi komplikasi berupa c. Kriteria hasil : Klien dapat menerima kondisinya Klien tenang INTERVENSI RASIONAL a. c. c. d. a. Supaya mengurangi beban klien. mengungkapkan perasaannya b. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam tidak terjadi kekurangan volume cairan tubuh. kekurangan cairan. Kaji tanda-tanda kekurangan cairan. b. Diagnosa VII Ganguan konsep diri berhubungan dengan kekawatiran tentang ketidakmampuan memiliki anak. Pantau masukan urine dan haluaran urine. c. Mengetahui seberapa banyak darah yang keluar. Mengetahui keseimbangan antara input dan output. Tujuan : tidak terjadi gangguan konsep diri. Kriteria hasil : Tidak ditemukan tanda-tanda kekurangan cairan. akibat pada hubungan seksual. Klien merasa masih ada orang yang masih dalam memberikan support peduli sama klien . Observasi perdarahan. Mengetahui lebih awal apabila b. Mengetahui sejauh mana rasa khawatir b. Gangguan konsep diri diri tidak bertambah. cacat fisik . Tanda-tanda vital dalam batas normal. d. perubahan dalam masalah kewanitaan. a. e. Kaji sejauh mana rasa khawatir klien. Beri support mental dan ajak keluarga d. Membatu mencegah kekurangan cairan tubuh. e. Kolaborasi pemberian cairan parenteral d. Beri kesempatan klien untuk klien. Monitor TTV. INTERVENSI RASIONAL a.

Mahasiswa Diharapkan mahasiswa/i dapat lebih memahami dan mengerti dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan kista ovarium. 2. Diantara beberapa tipe kista ovarium. Kista jenis ini terbentuk oleh karena pertumbuhan folikel ovarium yang tidak terkontrol. Perawat Diharapkan perawat mampu lebih aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan tentang kista ovarium. 3. Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus mentsruasi. folikel yang berisi sel telur ini akan terbuka saat siklus menstruasi untuk melepaskan sel telur.1 Kesimpulan Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa: Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong. Penyebab inilah yang nantinya akan menentukan tipe dari kista. folikel ini tidak terbuka sehingga menimbulkan bendungan carian yang nantinya akan menjadi kista.2 Saran 1. . Beberapa ahli mencurigai kista ovarium bertanggung jawab atas terjadinya kanker ovarium pada wanita diatas 40 tahun. Folikel adalah suatu rongga cairan yang normal terdapat dalam ovarium. Namun pada beberapa kasus. BAB IV PENUTUP 3. Pada keadaan normal. tipe folikuler merupakan tipe kista yang paling banyak ditemukan. Mekanisme terjadinya kanker masih belum jelas namun dianjurkan pada wanita yang berusia diatas 40 tahun untuk melakukan skrining atau deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya kanker ovarium. Kista ovarium terbentuk oleh bermacam sebab.

DAFTAR PUSTAKA A.com/2013/11/laporan-pendahuluan-kista- ovarium. (2000). Hanifa. Edisi 3. American College of Obstetricians and Gynecologists ( cited 2005 September 16 ). Nursing Intervention Classification (NIC).com Winknjosastro. Jakarta: Media Aesculapus. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. United States of America:Mosby. JM. E (2000). Manuaba. Ilmu Kebidanan. Arief dkk. Nursing Outcomes Classification (NOC). (2006). (2005). kosep klinis proses-proses penyakit. http://lpkeperawatan. Rencana Asuhan Keperawatan. Perta. Ovarian Cysts. Sylvia. (2001). (2008). William Helm. Meidian. Jakarta : EGC. Mansjoer. Ilmu Kebidanan. (2000).blogspot.Price. (2005). Jakarta:EGC Lowdermilk. Kapita Selekta Kedokteran. Patofisiologi. Seventh edit. C. Doengoes. Mc Closky & Bulechek. Jakarta:EGC. (2005). Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Marylinn.html . Available at http://emedicine. United States of America:Mosby. Maternity Women’s Health Care.