You are on page 1of 7

SI-6098 Metode Penelitian

Literature Review

Paper 1 (dissertation): Structural Application of Metal Foams Considering Material and
Geometrical Uncertainty
Written by Mohammadreza Moradi, University of Massachusetts – Amherst, 2011

Metal foam adalah material yang relatif baru dengan kepadatan rendah serta sifat fisik,
mekanik, termal, elektrik dan akustik yang baru. Material ini memiliki potensi untuk struktur ringan,
penyerapan energi dan manajemen termal. Meskipun metal foam biasa digunakan dalam aplikasi
aerospace dan automotive, potensi dari pengaplikasian metal foam sebagai bahan structural
konstruksi belum diselidiki secara memadai. Hal ini dikarenakan minimnya versi murah dari bahan yang
tersedia dalam pasar industry. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berusaha untuk
memecahkan kebuntuan ini dengan menunjukkan bagaimana metal foam dapat digunakan sebagai
material struktur sipil untuk memperbaiki kinerjanya tanpa meningkatkan berat keseluruhan elemen
struktur secara signifikan.

Penggunaan metal foam pada struktur sipil memiliki keuntungan dan kekurangan, beberapa
keuntungannya adalah sebagai berikut:

- Metal foam sangat ideal untuk digunakan sebagai perangkat peghamburan energi karena
kapasitasnya dalam penyerapan energi dalam jumlah besar pada tingkat tegangan rendah.
Selain itu, karena materialnya ringan, metal foam tidak akan menambah bobot pada
struktur.

- Metal foam memiliki rasio stiffness-to-weight yang tinggi, hal ini dapat digunakan sebagai
pengaku pada elemen struktur dan massa struktur tidak akan berubah secra signifikan.

- Baja pada struktur dapat diganti dengan metal foam, dengan begitu elemen struktur yang
terbentuk memiliki bobot yang serupa namun rasio kelangsingan lokal jauh lebih rendah.

- Beberapa jenis metal foam menunjukan beberapa bukti untuk kemampuan las pada
komponen baja lainnya. Hal ini menjadi salah satu keuntungan menggunakan metal foam
untuk meningkatkan daktilitas dibandingkan metode lain seperti kandungan alloy pada
baja.

Kemudian kekurangan penggunaan metal foam diantaranya sebagai berikut:

- Produksi masal metal foam belum ada, tetapi kemajuan utama baru-baru ini dalam
produksi metal foam menghadirkan kesempatan puntuk mengembangkan aplikasi praktis
metal foam dalam struktur sipil.

- Prodksi metal foam dengan karakteristik dan sifat yang diinginkan saat ini masih relative
sulit. Selain itu konsep trial dan error diterapkan pada metal foam selama proses produksi
dibandingkan dengan steel solid. Hal ini mengakibatkan ketidakpastian dalam perilaku
metal foam. Oleh karena itu mempelajari ketidakpastian dalam karakteristik unsur
material yang terkandung dalam metal foam sangatlah penting.

Penelitian ini menggunakan Sobol’ Decomposition sebagai metode analisis sensitivitas global.
Sobol’ Decomposition digunakan untuk menguraikan varians respon struktural menjadi konstribusi
dari masing-masing variabel input. Dekompisisi ini menunjukkan kepentingan relatif dari tekanan hasil
elemen struktur dalam menentukan beban keruntuhan portal tingkat dua. Dalam menerapkan Sobol’
Decomposition terhadap permasalahan struktural ini, digunakan perhitungan komponen Sobol’
Decomposition dengan simulasi Monte Carlo, Distribusi input pada Sobol’ Decomposition, konvergensi

Muhammad Aprilia Devino (25017063) 1

Selanjutnya penggunaan metal foam pada penelitian ini akan diaplikasikan pada tiga elemen struktur baja dengan material dasar yang didefinisikan sebagai baja bracing. Sudah banyak penelitian yang dilakukan pada perilaku profil hollow yang diisi beton baik sebagai elemen kolom maupun portal. momen inersia dan nilai kurvaturnya untuk profil baja hollow yang diisi oleh beton. SI-6098 Metode Penelitian estimasi komposisi Sobol dengan ukuran sampel menggunakan berbagai skema pengambilan sampel. base shear. regangan. profil hollow persegi.10 menunjukkan konfigurasi bresing baja biasa dan bresing hybrid. Kemudian bresing hybrid dipasang pada model struktur portal 6 lantai. dan momen maksimum pada elemen kolom. Salah satu material klasik yang digunakan adalah beton. yang mana penelitian ini memperlihatkan elemen struktur yang memiliki peningkatan pada kekuatan aksial. Penggunaan metal foam pada bresing struktur sebagai peredam hysteretic Penggunaan metal foam sebagai perdam hysteretic dilakukan dengan mengaplikasikan metal foam pada elemen bresing pada struktur. Pada gambar 2. sebaiknya melakukan analisis perilaku bresing secara terpisah dari struktur. hal ini dilakukan untuk mengetahui sifat pengendalian buckling. 2. Oleh karena itu bresing baja harus dipisahkan dari portal struktur dan bagi menjadi tiga bagian termasuk metal foam yang dipasang pada tengah bresing dan baja padat pada ujung-ujungnya. Muhammad Aprilia Devino (25017063) 2 . dan baja profil C-channel. dan kekakuan dari bresing hybrid. Hasil Eksperimen dan Analisis Dari hasil analisis diperoleh dengan menggunakan metal foam pada struktur bresing akan mengurangi respon dinamik seperti roof drift. Meningkatkan respon buckling dari profil hollow persegi dengan menggunakan metal foam Salah satu metode untuk meningkatkan daktilitas dan kapasitas dari elemen profil hollow adalah dengan mengisi rongganya dengan suatu material. Untuk menemukan pengaruh metal foam yang dipasang di tengah bresing pada seluruh perilaku struktur. kemungkinan pengurangan model yang tergantung dari hasil Sobol’ Decomposition. 1.

Selain itu. Batas ijin profil thin-walled channel yang terbentuk akibat steel foam Penggunaan profil baja thin-walled lipped C-channels sering digunakan pada beberapa struktur seperti wall stud dan rack structures. Beratnya yang ringan muncul dari material plat pembentuknya yang sangat tipis. kekuatan dari elemen ini akan bertambah sedemikian hingga kegagalan mode berubah dari local buckling ke cross section yielding. dimana metal foam dimodelkan dengan 8-Nodes solid elements dan profil baja hollow dimodelkan dengan 4-Nodes shell elements. SI-6098 Metode Penelitian Kemudian prosedur yang digunakan dalam finite element modeling dari profil hollow persegi yang diisi metal foam dimodelkan dengan numerical modeling ADINA framework. Muhammad Aprilia Devino (25017063) 3 . Sasaran dari penelitian ini adalah untuk menentukan apakah penggantian pelat pembentuk material solid steel dengan pelat dari steel foam akan mengurangi ketidakstabilan profil C- channel. Hasil Eksperimen dan Analisis Dari hasil analisis memperliatkan bahwa meskipun metal foam memiliki kekuatan yang rendah dibandingkan profil baja padat. 3. dan oleh karena tipisnya material ini membuat profil ini memiliki ketidakstabilan batas elastis. biasanya kurang dari 2 mm. jika perilaku komposit antara metal foam dan baja profil meningkat. material ini dapat menyebarkan beban yang diterima secara komposit untuk meningkatkan kekuatan dan daktilitas dari profil hollow. Penggunaan profil ini terkenal karena beratnya yang ringan dan relatif mudah untuk diaplikasikan sebagai pemasangan system struktur.

base shear dan momen maksimum pada kolom berkurang oleh penggunaan metal foam pada bresing strukturnya.F. Paper 2: Steel Foam for Structures: A Review of Applications. hasil dari komponen metal foam ini dapat memiliki kekakuan pelat yang tinggi dengan beban ringan dibandingkan baja padat. Muhammad Aprilia Devino (25017063) 4 . manufacturing and Material Properties Written by: B. Schafer (Johns Hopkins University. Pengisian steel foam pada rongga hollow persegi dapat meningkatkan kekuatan dan daktilitas dari profil hollow persegi itu sendiri. Metode Sobol’ Decomposition dari beberapa percobaan digunakan untuk menguraikan variasi respon. J. beban keruntuhan. Hal ini memberikan anggapan bahwa metal foam memiliki property elastic-plastic yang baik untuk memunculkan sifat tekan dan tarik pada material. tebal dari cross section steel foam harus diperbesar dari model solid steel-nya seperti yang terlihat pada gambar 4. Jika diformulasikan dengan baik.4. Hajjar (Northeastern university. Metal foam merupakan bentuk material metal yang diformulasikan dengan bentuk void berukuran microstructure yang mana dapat memperkecil berat jenisnya (ρ) dan meningkatkan ukuran ketebalannya.R.H. Szyniszewski. menjadi kontribusi dari variable input. komponen yang dihasilkan biasanya memiliki energi disipasi yang baik dan peredam getaran yang sangat baik. pada pelat pembentuk dari profil thin walled C-channel yang materialnya diganti dengan metal foam. Dua percobaan yang lainnya yakni pada profil hollow dan thin walled C-Channel telah membuktikan bahwa pada penggunaan metal foam dapat meningkatkan perilaku strukturnya. Dengan begitu. banyaknya penggunaan steel foam dapat mungkin terjadi. S. 2011 Material metal foam memberikan peluang untuk mengadaptasikan penggunaannya dalam dunia teknik sipil. Perbedaan respon dinamis seperti roof drift.W. Material dasar seperti aluminium dan baja adalah unsur yang diketahui dan sudah banyak digunakan dengan akurasi yang sangat baik. Dalam hal ini. S. Arwade (University of Massachusetts. SI-6098 Metode Penelitian Supaya berat per unit panjang dari cross section tetap sama sementara mengurangi berat jenis relatifnya (penggantian material solid steel dengan steel foam). Oleh karena itu. Boston). Selain itu. B. Smith. hal lainnya yang ditingkatkan akibat bertambahnya tahanan buckling-nya adalah meningkatkan tahanan aksial terhadap pembengkokan profil. metal foam dapat dijadikan material desain untuk menguragi dampang gempa bumi pada portal struktur. tapi jika permintaan produksi material meningkat dan harga dapat turun. Aplikasinya dalam dunia Teknik sipil mungkin menjadi hal yang sangat jarang dilakukan. Amherst). finite element dan finite strip analysis dengan penggunaan metal foam. Tahanan buckling yang dimiliki pelat muncul karena berat jenis relatif steel foam. Hasil Eksperimen dan Analisis Hasil dari analisis ditemukan bahwa pelat pembentuk yang dibebani pada sepanjang sisi profilnya memiliki tahanan buckling lebih besar ketika terbuat dari steel foam. dapat meningkatkan tahanan buckling dari profil C-channel itu sendiri. Baltimore). Review Penelitian ini memperlihatkan beberapa percobaan terkait analytical investigation. Penggunaan metal foam sebagai pengurai energi pada bresing struktur telah terbukti dengan baik.

Penggunaan metal foam dapat dilakukan pada pelat sebagai properti member. 2. panel dan shell yang mana diproduksi dan digunakan sebagai elemen struktur dari rekayasa sipil. kemampuan servis. titanium dan tembaga. dipadatkan dengan bahan campuran lainnya. Penggunaan ini dapat memenuhi kebutuhan struktur dari rekayasa sipil seperti kekuatan. 3. Menggunakan prosedur closed-cell foam dan mampu mengembangkan anisotropic cell morphologies. Kepadatannya relative naik sebesar 65%. metode ini merupakan salah satu dari metode yang pertama diaplikasikan pada steel foam dan masih menjadi salah satu dari dua metode yang populer. Metode powder metallurgy melibatkan kombinsi bubuk metal dengan foaming agent. Metode ini memiliki keuntungan yang besar yang siap diadaptasi untuk melanjutkan proses pencetakan. kemudian campuran lelehan kapur dipadatkan pada kepadatan 900-1000 MPa. sekitar 35% sampai 100% dengan pengembangan anisotropic. dan Muhammad Aprilia Devino (25017063) 5 . Metode hollow spheres dimulai dari pre-manufactured dari metal dan dikonsolidasi menggunakan matriks adesif. dapat menaikkan kepadatan sebesar 4% sampai 20%. SI-6098 Metode Penelitian Proses Manufacturing Steal Foam Mengacu kepada metode manufaktur yang optimal untuk foam yang terbuat dari metal seperti aluminium. Hollow Spheres Penggunaan properti mekanik dan suhu panas. Powder Metallurgy Bermula dari pengembangan aluminium foam. dipadatkan seperti Teknik powder metallurgy atau dipadatkan dengan campuran lelehan batu kapur. dicetak pada matriks metal. Terdapat tiga metode manufaktur pembuatan steel foam yang ditekankan pada penelitian ini. Memiliki bentuk geometri seperti bola dan mengacu pada prosedur closed-cell atau perpaduan antara closed-cell dan open-cell. diantaranya: 1. mengacu pada bentuk closed-cell. Lotus-type Metode lotus-type dikenal mampu memproduksi foam dengan kepadatan tinggi. membuatnya sebagai pilihan yang baik untuk diaplikasikan pada rekayasa struktur dimana permintaan yang relative tinggi sebagai material dasar. Metode terbaru untuk membuat steel foam terdiri dari open-cell (void yang terbuka) dan closed-cell (void yang tertutup) dengan variasi yang umum. menjadikan metode hollow spheres menempati urutan kedua dari dua metode yang populer digunakan sebagai pembuatan steel foam. Metode ini juga memiliki daya rentang tinggi dan daktilitas mencapai 190 MPa pada regangan 30% dan 50% kepadatan relatif foam. disamping itu baja menyajikan tantangan yang tidak biasa dimana tingginya titik leleh baja yang membutuhkan teknologi baru. isotropi dan padat.

Bidang penelitian utama saat ini berpusat pada penyelidikan mekanisme pembusaan dan stabilisasi. Porous metals dan metallic foams memiliki kombinasi sifat yang tidak dapat diperoleh dengan polimer padat. lelehan logam distabilkan dengan partikel non-logam. Standar material yang digunakan dibutuhkan untuk memfasilitasi sebagai data yang dapat digunakan industry metal untuk memproduksi masal material steel foam. Gelembung gas dibuat dengan suntikan gas atau dengan decomposing (pembusukan) menggunakan cairan kimia. terdapat beberapa celah pada pengerjaannya yang sekarang. SI-6098 Metode Penelitian fatik. Bahan sel tertutup memberikan sifat mekanik yang baik namun tidak memungkinkan akses ke permukaan dalamnya. semuanya dapat dipenuhi oleh metal foam. Berbagai proses saat ini dalam pengembangan untuk mengatasi masalah ini. metal foam memiliki kemampuan untuk berdeformasi secara plastis dan menyerap energi. Namun. Dalam kebanyakan kasus. dan suhu lebur yang jauh lebih tinggi. 2. Berikut merupakan material untuk diaplikasikan sebagai struktural rekayasa sipil. perlu penelitian lebih lanjut. Materials Pemilihan material struktur umumnya didasarkan pada aplikasi akhir. 3. dan material-material ini mempertahankan sifat mekaniknya pada suhu yang jauh lebih tinggi dari polimer. Metal foam-based composites Menggabungkan metal foam dengan bahan lain menawarkan kesempatan unik untuk menyesuaikan sifat material. Pendekatan yang paling sederhana adalah mengisi bagian Muhammad Aprilia Devino (25017063) 6 . Penelitian untuk join pada steel foam baik mechanical fastener (baut) ataupun las. kebanyakan digunakan dalam aplikasi struktural dan beban. Eksperimen. kemampuan yang lebih tinggi untuk menyerap energi dan umumnya lebih murah dari aluminium. Closed-cell metallic foams Closed-cell metallic foams dapat diproduksi dengan berbagai cara. juga kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mengecilkan berat material dan penyerapan energi yang baik seperti yang dipenuhi oleh metal foam. kekakuan dan penyerapan energi metal foam jauh lebih tinggi daripada polymer foams. kebanyakan mereka mengikuti gagasan yang telah diajukan. Oleh karena itu. Gelembung ini tidak tergabung atau pecah karena adanya partikel yang menstabilkan. istilah metallic foams berlaku untuk material dengan penyerapan yang diproses dengan cara foaming. dibusahi oleh gas dan dipadatkan. Sebagai contoh. baja lebih padat dari aluminium. logam dan keramik atau polimer dan busa keramik. 1. Istilah porous metals umum digunakan berkaitan dengan sifat metal ini yang memiliki volume material serapan yang besar. Iron based material Foam berbahan dasar baja telah dianggap sebagai alternatif busa aluminium. Berbeda dengan keramik. Sedangkan. analisis dan perhitungan secara numerik pada berat jenis relatif foam sangat dibutuhkan. karena baja memiliki kekuatan lebih tinggi. Paper 3: Porous Metals and Metallic Foams: Current Status and Recent Developments Unsur pembentuk metal dan metallic foams merupakan material metal yang memiliki komposisi pori pada strukturnya. Namun. kekuatan mekanik. Research Needs Penelitian yang dilakukan telah mendemonstrasikan potensi steel foam sebagai material struktur rekayasa sipil yang baik. Material- material ini memiliki sifat thermal dan elektrik konduktif.

Strukturnya periodik dan sangat seragam. 6. baja. Bahan yang berbeda telah diproduksi dengan proses ini sejauh ini (besi. SI-6098 Metode Penelitian berongga dengan busa atau untuk menghasilkan struktur sandwich dengan inti busa logam dan berbagai lembar lapisan baja. berbagai metode cair-negara telah ditunjukkan untuk menciptakan busa logam ringan berbasis Pd atau Zr (BMG). Teknologi porous metall. Amorphous metallic foams Seperti yang baru-baru ini ditinjau. spektrum properti Hal ini diantisipasi bahwa perkembangan pesat dari tahun-tahun sebelumnya akan terus berlanjut. jebakan gas dalam lelehan diikuti oleh ekspansi dalam keadaan cair dingin (supercooled-liquid state). Metallic hollow spheres Penelitian dan pengembangan bidang berongga metalik dilakukan di berbagai kelompok penelitian di seluruh dunia. aluminium) dan metode dan teknik produksi telah dipelajari untuk berbagai aplikasi. Metode solid-state juga telah digunakan: pembubaran fasa kristal dari komposit kristal amorf-terekstrusi dan pelarutan selektif salah satu dari dua fase amorf paduan. Potensi perbaikan masih besar seperti yang ditunjukkan oleh kombinasi busa aluminium dan komposit polimer diperkuat serat kaca dan lembaran paduan aluminium atau oleh komposit yang mengandung bola aluminium foam yang terikat bersama perekat polimer. Muhammad Aprilia Devino (25017063) 7 . Pembuatannya didasarkan pada perakitan kabel heliks dalam enam arah. Sebuah proses untuk memproduksi nanopartikel Cu2O dan NiO berongga melalui oksidasi nanopartikel Cu dan Ni juga telah disajikan. Wire mesh structures Baru-baru ini. 5. memiliki sifat spesifik yang baik dan sangat permeabel. Peta yang menunjukkan mekanisme deformasi yang mengatur plastisitas bola telah diproduksi. Prosesnya telah digunakan untuk menghasilkan bola berongga baja berdaya tinggi. Komposit dan struktur sintaksis juga telah dikembangkan dengan bidang berongga untuk aplikasi struktural. Porositas dapat dibuat dengan pengendapan hidrogen terlarut selama pendinginan. infiltrasi dari hamparan bola berongga untuk menciptakan busa sintaksis. foams atau spongy masih berkembang dengan cepat. dan infiltrasi partikel ruang garam yang dilepaskan dengan pelarutan dalam larutan asam. Hal ini dijelaskan oleh gangguan shear-band oleh pori-pori individual pada porositas rendah dan pembengkokan plastik stabil pada struts tipis pada porositas yang lebih tinggi Metallic hollow spheres. fisika dan material untuk diterapkan bersama-sama untuk mencapai solusi terpadu yang memastikan bahwa bahan-bahan ini dapat diproduksi secara ekonomi dengan kualitas dan reproduktifitas yang dibutuhkan dan bahwa integrasi mereka ke dalam sistem rekayasa memanfaatkan sepenuhnya keunikannya. Pemodelan telah digunakan untuk mempelajari kompresi bola berongga. dari mendekati nol dalam jumlah besar sampai nilai setinggi 80% untuk arsitektur seluler. Selain mengurangi kerapatan. pori-pori logam amorf meningkatkan daktilitas tekan secara signifikan. sebuah teknik untuk membuat struktur periodik Kagome berlapis-lapis bernama 'Wire-Woven Bulk Kagome (WBK) truss' telah dikembangkan. Bidang penelitian ini sangat interdisipliner dan memerlukan teknik kimia. seperti yang ditunjukkan dengan busa aluminium berlapis nanokristalin Ni-w yang menunjukkan peningkatan daya dan penyerapan energi. Pendekatan yang terkait adalah dengan mendepositkan lapisan kekuatan tinggi pada struts busa. 4.