You are on page 1of 8

MAKALAH PSIKOSOSIAL DAN BUDAYA

“kebudayaan suku batak mandailing ‘markusuk’”

Disusun Oleh :
1. DAFINTA WIDIA K (16142014252018)

Perkuliahan Intensif

S1 KEPERAWATAN 3B
STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO
TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
kebudayaan suku batak mandailing “markusuk”. Makalah ini di susun dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah Psikososial dan Budaya.

Dalam menyusun makalah ini, kami banyak memperoleh bantuan dari berbagai
layanan internet. Oleh karena itu, kami menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kami maupun untuk semuanya.

Purwokerto, 31 Januari 2018


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................


DAFTAR ISI ..............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang .....................................................................................................................
Tujuan ..................................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
Kajian teori tentang budaya suku batak mandailing “markusuk” ......................................
Peran perawat terhadap kebudayaan tersebut .....................................................................
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ..........................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perkembangan suatu suku sangat ditentukan oleh sumber daya manusianya, dimana
manusia sangat berperan penting dalam pelaksanaan pembangunan, baik dari segi kesehatan
maupun dari segi lainnya. Dan jika ditinjau dari sudut pandang kesehatannya, cara – cara
pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat suku batak mandailing ini banyak walaupun ada
juga yang tidak sesuai dengan cara pengobatan yang baik. Begitu juga dalam proses
pemeliharaan kesehatannya serta pola perilaku masyarakatnya.
Karena sejak jaman dahulu, manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya
untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian, obat,
pupuk, parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan. Sehingga
kekayaan alam di sekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat bermanfaat dan belum
sepenuhnya digali, dimanfaatkan, atau bahkan dikembangkan. Bangsa Indonesia telah lama
mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam
menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan tentang tanaman berkhasiat obat berdasar
pada pengalaman dan ketrampilan yang secara turun temurun telah diwariskan dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
Sehingga masalah yang diangkat pada makalah ini adalah mengenai etnografi suku
batak mandailing dalam hal kesehatan yang dilihat dari aspek pemeliharaan, pengobatan dan
pola perilaku masyarakatnya khususnya dalam budaya markusuk.

B. TUJUAN
Makalah ini disusun dengan tujuan agar mahasiwa dan pembaca dapat mengetahui
tentang kebudayaan suku batak mandailing tentang “markusuk” dan peran perawat.
BAB II
PEMBAHASAN

A. KAJIAN TEORI
Kebudayaan suku batak madailing
Pengobatan dengan cara mengurut (markusuk) sangat sering digunakan dalam
masyarakat suku batak mandailing. Markusuk sangat sering digunakan terutama pada
seseorang yang mengalami kendala pada tulang, sendi menggunakan minyak kelapa hijau,
minyak bawang dan akar-akar yang berkhasiat seperti akar bahar. Cara pembuatannya yaitu
akar-akar tersebut diiris halus-halus lalu dicampurkan dengan minyak kelapa muda.
Markusuk
Pengobatan dengan cara mengurut sangat sering digunakan dalam masyarakat suku
batak mandailing. Dalam bahasa batak disebut dengan markusuk. Pada umumnya markusuk
sangat sering digunakan terutama pada seseorang yang mengalami kendala pada tulang,
sendi, ataupun pegal – pegal. Berkusuk ini dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan
dalam hal berkusuk yang biasanya diperoleh dari belajar berkusuk, keturunan, dan ada juga
yang diperoleh dari petunjuk mimpi dimana seseorang bermimpi bahwa ia diajari cara
berkusuk.
Pengobatan berkusuk ini dilakukan dengan cara :
 Menggunakan minyak bawang
Kandungannya yaitu minyak makan, minyak tanah, bawang putih dan bawang merah.
Cara pembuatannya adalah bawang merah dan putih dihancurkan terlebih dahulu lalu
dicampurkan dengan minyak. Cara pemakaiannya cukup dioleskan pada perut. Minyak
bawang ini berguna untuk penyembuhan masuk angin.
 Menggunakan minyak kelapa dan akar – akar
Kandungannya adalah minyak kelapa hijau dan akar – akar yang berkhasiat seperti
akar bahar. Cara pembuatannya yaitu akar – akar tersebut diiris halus – halus lalu
dicampurkan dengan minyak kelapa muda. Cara pemakaiannya adalah dioleskan pada bagian
yang sakit lalu dikusuk atau diurut. Minyak ini berguna untuk melancarkan peredaran darah.
Manfaat Pijatan Untuk Kesehatan Tulang
Melancarkan sirkulasi darah, meredakan nyeri otot dan persendian, menghilangkan
rasa pegal dan capek, mengembalikan otot yang cedera dan gangguan saraf tulang,
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membuat badan menjadi lebih segar dan ringan,
menormalkan kinerja pada jantung, menurunkan emosi serta menambah nafsu makan,
mengatasi masalah hipertensi dan asam urat, meningkatkan konsentrasi dan tidak akan mudah
lelah.
Tulang membutuhkan nutrisi dan relaksasi
Nutrisi tulang bisa didapatkan pada makanan sehat yang dikonsumsi sehari-hari,
seperti pada makanan yang mengandung kalsium, mineral, dan betakaroten yang memang
sangat bermanfaat dan berfungsi sebagai antipurin, antiosteo, dan profisio sehingga dapat
mencegah terjadinya tulang osteoporosis, rematik, asam urat, dan gangguan tulang lainnya.
Selain itu daripada asupan nutrisi, tulang juga membutuhkan pijatan relaksasi, yang
ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan. Selama ini pijatan hanya dianggap untuk
melemaskan kembali otot-otot yang mengalami tegang, dan hanya memberikan relaksasi.
Namun pijat tersebut merupakan investasi kesehatan yang berguna apabila dilakukan secara
rutin.
Manfaat Akar Bahar dalam Dunia Kesehatan
Memang belum banyak penelitian dan riset yang komprehensif terkait manfaat yang
bisa dipetik dari penggunaan akar bahar dalam dunia kesehatan. Aneka manfaat akar bahar
untuk kesehatan tubuh yang sering dipaparkan berbagai kalangan hanya berdasarkan
pengalaman pribadi masing-masing. Salah satu manfaat yang sering diungkapkan dengan
memakai akar bahar adalah vitalitas tubuh yang lebih baik. Hal ini akar bahar berasal dari
laut yang mengandung beragam senyawa alami, termasuk radium yang memancarkan
radioaktif untuk pengaturan ion dan energi yang lebih teratur pada tubuh.
Tubuh yang fit dengan ion yang stabil tentu memberi pengaruh positif terhadap
sirkulasi darah serta metabolisme yang bagus, sehingga akar bahar dipercaya mampu
mengurangi hipertensi, rematik, asam urat, dan penyakit lainnya yang terkait dengan tekanan
darah.

B. PERAN PERAWAT
Menurut saya pengobatan dengan cara mengurut atau biasa disebut oleh masyarakat
suku batak mandailing dengan istilah markusuk diperbolehkan asalkan dengan prosedur
pemijatan atau pengurutan yang benar dan tidak menyimpang dari dunia kesehatan. Menurut
masyarakat suku mandailing, markusuk ini digunakan untuk seseorang yang mengalami
kendala pada tulang dan sendi dengan menggunakan minyak kelapa hijau, minyak bawang
dan akar-akar yang berkhasiat seperti akar bahar.
Dilihat dari manfaat urut (pijat) sendiri, memiliki manfaat untuk kesehatan tulang
seperti melancarkan sirkulasi darah, meredakan nyeri otot dan persendian, menghilangkan
rasa pegal dan capek, mengembalikan otot yang cedera dan gangguan saraf tulang,
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membuat badan menjadi lebih segar dan ringan,
menormalkan kinerja pada jantung, menurunkan emosi serta menambah nafsu makan,
mengatasi masalah hipertensi dan asam urat, meningkatkan konsentrasi dan tidak akan mudah
lelah. Apalagi dengan ditambah menggunakan minyak kelapa hijau, minyak bawang, dan
akar bahar yang memiliki khasiat bagi kesehatan.
Berdasarkan budaya ini selagi tidak menyimpang dari dunia kesehatan diperbolehkan.
Disini kita peran perawat sebagai fasilitator dan edukator tentang kebudayaan markusuk ini
dengan catatan pemijatan atau pengurutan dilakukan dengan prosedur yang tepat dan tidak
menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk membantu proses markusuk. Jika terdapat
budaya yang menyimpang dari kesehatan, kita dapat melakukan 3 pendekatan budaya
menurut leininger yaitu maintenance, negotiation, restructuring.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Etnografi suku batak mandailing dalam hal kesehatan yang dilihat dari aspek
pemeliharaan, pengobatan dan pola perilaku masyarakatnya khususnya dalam budaya
markusuk. Pengurutan Khasitnya sangat berguna dalam hal pengobatan, mengurut sangat
sering digunakan dalam masyarakat suku batak mandailing. Dalam bahasa batak disebut
dengan markusuk. Pada umumnya markusuk sangat sering digunakan terutama pada
seseorang yang mengalami kendala pada tulang, sendi, ataupun pegal – pegal. Berkusuk ini
dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan dalam hal berkusuk yang biasanya
diperoleh dari belajar berkusuk, keturunan, dan ada juga yang diperoleh dari petunjuk mimpi
dimana seseorang bermimpi bahwa ia diajari cara berkusuk.
Berdasarkan budaya ini selagi tidak menyimpang dari dunia kesehatan diperbolehkan.
Disini kita peran perawat sebagai fasilitator dan edukator tentang kebudayaan markusuk ini
dengan catatan pemijatan atau pengurutan dilakukan dengan prosedur yang tepat dan tidak
menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk membantu proses merkusuk. Jika terdapat
budaya yang menyimpang dari kesehatan, kita dapat melakukan 3 pendekatan budaya
menurut leininger yaitu pengkajian budaya, tawar menawar, perubahan pola perilaku.