You are on page 1of 29

MENGEMBALIKAN KEJAYAAN EKONOMI

MARITIM UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT
Disampaikan pada :
Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (RAPIMNAS) 2014
Jakarta, 8 Desember 2014

1

OUTLINE

1. 2.

ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
POTENSI SUMBERDAYA
KELAUTAN DAN PERIKANAN
KELAUTAN DAN PERIKANAN
TAHUN 2015-2019

2 POTENSI SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN .

antara lain : a. Kedaulatan pengelolaan SDA di wilayah laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sampai batas 200 mil laut Sebelum : Luas wilayah laut Indonesia : 2.1 juta km2 Sesudah: Luas wilayah laut Indonesia : 5. 3 INDONESIA SEBAGAI NEGARA KEPULAUAN Indonesia diakui sebagai negara kepulauan (UNCLOS 1982). Penegasan hak-hak dan kewajiban negara pantai atas laut teritorial dan laut kepulauan b.8 juta km2 .

zona tambahan. • Menyelesakan batas landas kontinen diluar 200 mil laut • Meyampaikan laporan data nama geografis sumber daya kelautan ke PBB PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN TATA KELOLA DAN KELEMBAGAAN • Pembangunan sistem hukum dan tata pemerintahan yang mendukung terwujudnya Indonesia sebagi negara Kepulauan. perencanaan. • Pengembangan sistem koordinasi. laut teritorial. zona ekonomi ekslusif dan landas kontinen). 4 AMANAT UNCLOS 1982 (RATIFIKASI 1986) UNCLOS 1982 • Menyelesaikan hak dan kewajiban dalam mengelola sumber daya laut sesuai UNCLOS 1982 • Menyelesaikan penataan batas maritim (perairan pedalaman. monitoring dan evaluasi 4 .

70% berada di laut • Cadangan Minyak Bumi 9.1 juta km2 • Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) 2.181 km.504 pulau • Panjang pantai mencapai 95. • Luas laut 5.1 miliar Barel di laut • Sebagian besar obyek wisata di Indonesia terkait dengan laut.7 juta km2 • 80% industri dan 75% kota besar berada di wilayah pesisir • Dari total 60 Cekungan Migas di Indonesia. pesisir dan pulau-pulau kecil 5 .8 juta km2 atau sekitar 2/3 dari seluruh wilayah NKRI: • Perairan territorial 3. 5 POTENSI SUMBER DAYA KELAUTAN • Jumlah pulau 17.

96 juta hektar • Potensi budidaya laut yang mencapai luasan 12.55 juta hektar.5 juta ton/tahun • Potensi perikanan budidaya payau mencapai 2. 6 POTENSI SUMBERDAYA PERIKANAN • Indonesia dikenal sebagai Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia : • 8. • Potensi sumberdaya perikanan tangkap laut Indonesia adalah sekitar 6.500 species ikan. merupakan 37% dari spesies ikan dunia • 555 species rumput laut • 950 species biota terumbu karang. .

7 WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN .

8 RANCANGAN PEMBANGUNAN KP TAHUN 2015-2019 .

Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan. 5. dan berbasiskan kepentingan nasional. dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. 17 Tahun 2007) VISI Nasional Pembangunan Jangka Panjang ”Indonesia yang Mandiri. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia. Adil dan Makmur” Misi : 1. Mewujudkan Indonesia aman. damai dan bersatu. bermoral. 7. 8. berbudaya. 6. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum. beretika. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing. 4. 3. 9 PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM RPJPN 2005-2025 (UU No. maju. Maju. 2. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional * RPJPN = Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional . kuat.

pengembangan.  memperkuat perekonomian domestik berbasis keunggulan setiap wilayah menuju keunggulan kompetitif dengan membangun keterkaitan sistem produksi. • meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang berwawasan kelautan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan. distribusi. Mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari  memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan yang dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan. dan kenyamanan dalam kehidupan pada masa kini dan masa depan M7. 10 MISI PEMBANGUNAN NASIONAL TERKAIT KELAUTAN DAN PERIKANAN BERDASARKAN UU 17/2007 TENTANG RPJPN 2005-2025 M2. maju. keberlanjutan. dan penerapan menuju inovasi secara berkelanjutan.  meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek melalui penelitian. dan pelayanan termasuk pelayanan jasa dalam negeri. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing  mengedepankan pembangunan SDM berkualitas dan berdaya saing. • mengelola wilayah laut nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran. daya dukung. keberadaan. • membangun ekonomi kelautan secara terpadu dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber kekayaan laut secara berkelanjutan . kuat dan berbasis kepentingan nasional • menumbuhkan wawasan bahari bagi masyarakat dan pemerintah agar pembangunan Indonesia berorientasi kelautan.  membangun infrastruktur yang maju serta reformasi di bidang hukum dan aparatur negara. M6. dan kegunaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan tetap menjaga fungsi.

maju dan sejahtera 5. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri. menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing 6. Mandiri dan VISI Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong" 1. Mewujudkan masyarakat yang berkperibadian dalam kebudayaan . kuat dan berbasiskan kepentingan nasional 7. maju. Mewujudkan masyarakat maju. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim 4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi. dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan 2. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah. 11 RANCANGAN AWAL RPJMN TAHUN 2015-2019 “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat. berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan negara hukum MISI 3.

dan terpercaya 3. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi. bermartabat. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan 4. efektif. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor- sektor strategis ekonomi domestik 8. 12 AGENDA PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2015-2019 NAWACITA 1. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional 7. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara 2. Memperteguh Ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia . Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia 6. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih. demokratis. dan terpercaya 5. Melakukan revolusi karakter bangsa 9.

sosial dalam pembangunan pembangunan sosial dan  Mewujudkan perekonomian yang inklusif. 13 STRATEGI ALOKASI PADA PRIORITAS NASIONAL TITIK TEKAN PEMBANGUNAN KABINET KERJA  Membangun untuk manusia dan  Memulihkan dan menjaga keseimbangan masyarakat antarsektor. antarawilayah dan antarkelas  Mewujudkan pertumbuhan ekonomi. berkelanjutan dan keunggulan sumber daya manusia 3 FOKUS ALOKASI PADA PRIORITAS FOKUS 1 : PEMBANGUNAN FOKUS 2 : PEMBANGUNAN FOKUS 3 : PENGURANGAN SEKTOR UNGGULAN KEBUTUHAN DASAR KESENJANGAN Kedaulatan Pangan Pendidikan Antar kelas Pendapatan Energi Ketenagalistrikan Kesehatan Kemaritiman Antar wilayah Pariwisata Perumahan ALOKASI PADA QUICK WINS DAN PROGRAM LANJUTAN LAINNYA . pembangunan ekologi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rancangan Awal 14 RENCANA STRATEGIS PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015-2019 TUJUAN • Kesejahteraan Masyarakat KP • Kelestarian Sumberdaya KP PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 MENGELOLA MENINGKATKAN SUMBERDAYA DAYA SAING DAN MENGEMBANGKAN KELAUTAN DAN KEBERLANJUTAN KOMPETENSI SDM PERIKANAN USAHA DAN IPTEK INOVATIF SECARA KELAUTAN DAN BERKELANJUTAN PERIKANAN REFORMASI BIROKRASI .

Transhipment. 15 1. dll) Penertiban perizinan usaha perikanan Penerapan manajemen kuota penangkapan Perlindungan species tertentu (ikan napoleon dan penyu) Larangan penangkapan species tertentu (kepiting dan lobster bertelur) dan perlindungan spawning ground Rehabilitasi ekosistem pesisir dan pengelolaan kawasan konservasi perairan Pengembangan kawasan ekowisata maritim Pengembangan sistem karantina ikan Pengaturan alat tangkap ramah lingkungan dan penertiban rumpon di ZEEI . penertiban VMS. MENGELOLA SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN SECARA BERKELANJUTAN Pemberantasan IUU Fishing (Moratorium.

16 2. MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KEBERLANJUTAN USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN Penataan ruang pesisir dan laut Peningkatan produksi kelautan dan perikanan Pembangunan sentra perikanan terpadu Penerapan Best Aquaculture Practices Perlindungan nelayan Kemandirian Nelayan/Pembudidaya/Pengolah/pemasar/Petambak Garam Pengendalian mutu dan kemanan hasil perikanan Penguatan permodalan Pengembangan SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional) Pengembangan akses pasar dan sentra kuliner Sertifikasi Tanah Nelayan/Pembudidaya Peningkatan kesejahteraan di pulau-pulau terdepan Realokasi BBM ke LPG untuk nelayan .

MENGEMBANGKAN KOMPETENSI SDM DAN IPTEK INOVATIF Peningkatan Kapasitas SDM KP Berbasis Kompetensi Pengembangan SDM Baru Terampil dan Ahli Peningkatan Keterampilan Masyarakat Penumbuhan dan Peningkatan Kelas Kelompok Pelaku Utama/Usaha KP Penguatan Kelembagaan dan Kerjasama untuk Capacity Building SDM KP Pengembangan road map riset KP nasional Pengembangan kerjasama pemanfaatan hasil riset KP Pengembangan budaya dan wawasan bahari (maritim) Pengembangan nelayan hebat Pengembangan technopark berbasis perikanan rakyat . 17 3.

18 4. kerangka kelembagaan. REFORMASI BIROKRASI Transparansi dan Modernisasi Sistem Data dan Informasi Perikanan (open government policy) Penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam manajemen kinerja Peningkatan kualitas pelayanan publik Penyiapan kerangka regulasi. dan kerangka pendanaan Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan antar K/L terkait Pengembangan budaya kerja dan kompetensi/profesionalisme ASN KKP Pengelolaan penggunaan anggaran yang efektif dan akuntabel .

19 QUICK WIN 2015-2019 YANG DITUGASKAN KEPADA KKP *) • Membangun Gerakan Nelayan Hebat • Membangun Gerakan Kemandirian Pembudidaya Ikan • Gerakan Cinta Laut dan Rehabilitasi Kawasan PANTURA Jawa Quick • Gerakan Ekonomi Kuliner Rakyat Kreatif dari Hasil Laut • Pencanangan Pembangunan 24 Techno Park berbasis Win Perikanan Rakyat • Mendukung operasi keamanan laut di perairan perbatasan • Pengembangan kawasan ekowisata maritim • Realokasi subsidi solar menjadi LPG ke nelayan *) Rancangan Awal RPJMN Tahun 2015-2019 .

20 PROGRAM LANJUTAN/STRATEGIS 2015-2019 YANG DITUGASKAN KEPADA KKP *) • Peningkatan produksi kelautan dan perikanan dua kali lipat menjadi sekitar 40-50 juta ton pada tahun 2019 • Pembangunan 100 sentra perikanan terpadu • Penerapan Best Aquaculture Practices Program • Pemberantasan IUU fishing Lanjutan/ Strategis • Rehabilitasi kerusakan pesisir • Pengelolaan kawasan konservasi perairan • Penataan ruang laut. pesisir dan pulau-pulau kecil • Peningkatan kesejahteraan di pulau-pulau terdepan *) Rancangan Awal RPJMN Tahun 2015-2019 .

000 pembudidaya sampai 2019 Gerakan • Penjaminan mutu benih di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan unit 2 kemandirian pembenihan lainnya pada 900 unit pembenihan sampai 2019 Pembudidaya • Pengembangan 100 Kebun Bibit rumput laut dengan kultur jaringan Ikan sampai 2019 • Penerapan teknologi biofloc budidaya lele dan patin di 24 lokasi sampai 2019 Gerakan Cinta Laut dan • Penanaman mangrove 3 juta batang per tahun 3 Rehabilitasi • Pembangunan sabuk pantai 7. RINCIAN QUICK WIN 2015-2019 • 125 Armada penangkapan ikan > 30 GT di wilayah perbatasan sampai 2019 • Cold storage di 100 sentra nelayan dalam rangka SLIN sampai 2019 1 Gerakan Nelayan • Sistem Informasi Nelayan Pintar di 100 sentra nelayan sampai 2019 hebat • Jaminan pasokan BBM untuk nelayan (berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk pasokan ke SPDN dan relokasi BBM ke LPG) • Sertifikasi Hak atas Tanah Nelayan/Pembudidaya 30.000 per tahun • Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) 20.5 km sampai 2016 Kawasan Pesisir • Pembangunan rekayasa hybrid 25 km sampai 2016 di PANTURA Jawa .

RINCIAN QUICK WIN 2015-2019 Gerakan • Lomba bazaar aneka masakan hasil laut di 35 lokasi per tahun 4 Ekonomi Kuliner • Lomba inovasi menu masakan hasil laut di 35 lokasi per tahun Rakyat Kreatif • Pendirian dan penataan 25 sentra kuliner masakan hasil laut di kota pesisir dari Hasil Laut sampai 2019 (berkoordinasi dengan Kementerian UKM) Pembangunan Techno Park • Pembangunan 20 techno park berbasis litbang KP sampai tahun 2019 5 berbasis • Pembangunan 4 techno park berbasis vokasional sampai tahun 2019 perikanan rakyat Operasi pengawasan laut • Operasional kapal pengawas di WPP wilayah timur dan barat (minimal 210 6 di perairan hari layar per tahun) perbatasan • Pengembangan 5 sentra wisata bahari berbasis gugus pulau sampai 2019 7 Pariwisata • Partisipasi dalam Pekan Wisata Maritim (berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata) • Penyediaan LPG untuk 600.000 nelayan sampai 2019 (berkoordinasi dengan 8 Energi Kementerian ESDM) .

pengembangan 100 sentra perikanan terpadu. dan penerapan HACCP • Pelatihan dan penyuluhan 2 Pemberantasan IUU fishing • Pengembangan sarpras pengawasan (kapal pengawas dan sarana pengawasan lainnya) • Penguatan kelembagaan pengawas dan peningkatan pengawasan SDKP Rehabilitasi kerusakan lingkungan pesisir dan laut. PROGRAM LANJUTAN/PRIORITAS 2015-2019 1 Meningkatkan produksi perikanan dua kali lipat menjasi 40-50 juta ton pada 2019. mesin pellet. pemantauan HPIK. penataan ruang wilayah pesisir dan lautan. peningkatan luas Kasawan Konservasi 3 Perairan. dan sarpras budidaya lainnya • Peningkatan kualitas dan produksi usaha garam rakyat • Stock assesment. dan penerapan best aquaculture practices • Pengembangan sentra nelayan terpadu dan SEKAYA MARITIM • Pengembangan KJA. dan kesejahateraan di pulau-pulau terdepan • Rehabilitasi ekosistem • Pengembangan kawsan konservasi perairan • Penataan ruang dan zonasi wilayah pesisir dan laut • Pengembangan sarana prasarana dasar di pulau-pulau kecil terdepan . excavator. iptekmas budidaya • Penerapan Integrated Quarantine and Safety Control Mechanism dan Biosecurity. pemetaan marikultur.

KKP 6 Meningkatkan tertib pelaporan ikan hasil tangkapan Bea Cukai. 24 ISU DAN USULAN PEMECAHAN PEMBANGUNAN KP A. Bea pelabuhan check point yang telah ditetapkan Cukai. dan LSM) 5 Penertiban registrasi kapal perikanan disesuaikan dengan ukuran fisik Kemehub. POLRI. KKP 4 Verifikasi ulang kapal ikan eks asing paska moratorium melalui KKP. Kemenperin. Pemberantasan Illegal. KKP 7 Pengawasan kapal pengangkut ikan hidup yang harus melalui TNI AL: Bakorkamla. Bakorkamla. KKP 9 Pelarangan penggunaan trawl TNI AL. KKP 24 . ikan yang dapat didaratkan dan diproses di dalam negeri Kemkeu. KKP 2 Penetapan SOP penenggelaman kapal asing yang tertangkap TNI AL. TNI AL. Bakorkamla. Unreported and Unregulated (IUU) fishing No Usulan KKP Instansi terkait 1 Penyelesaian 38 kapal yang tertangkap Kejaksaan. KKP 10 Percepatan pengesahan RPP Pengawasan Perikanan Kemenko Polhukam. Bakorkamla. Komite Independen pembentukan Komite Independen yang terdiri dari berbagai unsur pemerintah. KP tentang larangan transshipment Kemenhub. KKP 3 Pengawasan pelaksanaan Permen KP tentang Moratorium dan Permen TNI AL. POLRI. Bakorkamla. Kemenhub. POLRI. KKP 8 Pengaturan untuk meningkatkan potensi pengembangan ekonomi dari Kemendag. Setneg.

25 B.5 juta per unit konverter LPG) 25 .000 nelayan dapat disediakan pendanaannya oleh Kementerian ESDM (dibutuhkan anggaran Rp. Isu lainnya No Isu Usulan KKP Instansi terkait 1 Perizinan kapal • Penarikan kewenangan perizinan kapal < 30 GT ke pusat Kemdagri. Kemkeu.Pemda • Penetapan kuota BBM khusus bagi Nelayan dan pembudidaya ikan (BBM Perikanan) dari BPH Migas • Koordinasi dalam penetapan kebutuhan BBM Perikanan dengan melibatkan KKP • Suplai BBM untuk nelayan melalui SPDN terpenuhi secara memadai (kuota per SPDN ditambah) • Penetapan kuota LPG untuk nelayan • Realokasi BBM solar ke LPG untuk 2015-2019 sesuai dengan target Quick Wins RPJMN 2015-2019 untuk 600. < 30 GT (memperhatikan UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah Pemda. yang menyatakan bahwa “Penerbitan Izin usaha perikaan Setneg tangkap untuk kapal perikanan berukuran > 5-30GT” merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi • Peningkatan PNBP Perikanan melalui revisi PP 19/2006 tentang “Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku di Departemen Kelautan dan Perikanan” 2 BBM untuk • Peningkatan pengendalian dan pengawasan penyaluran Kemen ESDM. nelayan BBM bersubsidi Kemkeu. 8.

bahwa garam merupakan komoditi strategis Kemendag yang harus dipenuhi ketersediaannya di dalam negeri • Membangun kelembagaan usaha kegiatan usaha garam rakyat melalui korporatisasi garam rakyat • Menunjuk PT. spesies kepiting bertelur Kemperin. • Pengaturan tentang penangkapan dan pengangkutan ikan Pemda Napoleon dan Kerapu hidup Kemenhut dan LH 5 Hambatan • Mencermati kembali hasil perundingan Tim Negosiasi terkait Kemlu. K/L terkait sebagai Lumbung Ikan Nasional Lumbung Ikan Nasional 7 Impor garam • Membangun komitmen Nasional antara pemerintah. swasta Kemenperin. kepiting (spawning and nursery ground) Kemdagri. tarif impor dengan tarif impor produk perikanan dari Indonesia Kemdag yang • Mengoptimalkan peran para Duta Besar dan fungsi Kemdag diskriminatif 6 Maluku • Penetapan Instruksi Presiden tentang Maluku sebagai Setneg. Isu lainnya No Isu Usulan KKP Instansi terkait 3 Penertiban • Dilakukan penarikan rumpon besar yang ditempatkan di ZEEI KKP dan TNI-AL rumpon • Penertiban izin pemasangan rumpon 4 Perlindungan • Pengaturan tentang larangan penangkapan lobster dan Kemhub. 26 B. dan masyarakat. Garam (Persero) sebagai Lembaga Stabilisator Harga Garam Nasional 26 . tertentu • Pengaturan tentang perlindungan habitat hidup lobster dan Kemdag.

lokasi selama 2015-2019) Kementan 12 Pemasaran • Pengembangan Sistim Logistik Ikan Nasional (SLIN) Kemen PU. ekowisata • Pemberdayaan masyarakat melalui marikultur KJA Kemendagri.LPMUKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan) • Pengembangan pola kemitraan dengan swasta • Pemanfaatan CSR untuk pelaku usaha skala kecil 9 Rehabilitasi • Penanaman mangrove. Pemda 13 Reformasi • Peningkatan besaran Tunjangan Kinerja pegawai KKP dari Kemen Pan dan Birokrasi 40% menjadi sedikitnya 70% RB. 27 B. produk • Pengembangan bandara perintis untuk pengangkutan Pemendag. Isu lainnya No Isu Usulan KKP Instansi terkait 8 Penguatan • Sertifikasi Hak atas Tanah Nelayan/Pembudidaya ikan BPN. Kemenkeu 27 . maritim (Karamba Jaring Apung) Pemda 11 Techno Park • Pengembangan Tecno Park berbasis perikanan rakyat (24 Kemenristek. kredit program dan kredit komersial bidang kelautan dan KADIN perikanan • Pemberian izin prinsip operasional BLU. perikanan komoditi tertentu yang bernilai ekonomis tinggi Kemenperin. antar wilayah • Pembangunan sentra perikanan terpadu 100 lokasi Kemenhub. ekosistem • Pembentukan Pokja Pengelolaan Ekosistem Pesisir Pemda pesisir 10 Kawasan • Pengembangan ekowisata/minawisata di pulau-pulau kecil Kemenpar. permodalan • Peninjauan kembali suku bunga bank melalui skim khusus Kem BUMN. sabuk pantai dan rekayasa hybrid Kem LH dan Hut. Kemkeu.

28 TERIMA KASIH Jakarta. 8 Desember 2014 .