You are on page 1of 11

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan limpahan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan sebuah makalah tepat pada waktunya.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Penanganan Pendarahan
Dengan Balon Kateter “ yang menurut saya dapat memberikan manfaat bagi kita.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
pemakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang
tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini
dengan penuh rasa terima kasih dan semoga dapat berguna bagi kita semua.

BukitTinggi, Mei 2018

Penulis

1

............................................................................................................................................................................................................................................... 3 PENDAHULUAN .............. 8 2.............................................................................................5 Cara Pemasangan .......................................................... 4 2................................................................................2 Tujuan ............................... 11 2 ..................................................................................................................................... 4 2............................................................................................................................................................................................ 4 PEMBAHASAN ...1 Kesimpulan ...............................................................................................................4 Patofisiologi ..................................................................................................................................................................................................................................1 Latar Belakang ..1 Definisi ...........................................3 Klasifikasi ........................... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................... 10 PENUTUP.................................... 4 2...................... 8 BAB III .............................................................................. 3 BAB II............. 3 1...................................................................................................... 3 1.. 2 BAB I ............................................................... 4 2........................................................... 10 DAFTAR ISI........................................................................................................................3 Rumusan Masalah .................................. 1 DAFTAR ISI.....6 Prosedur Pemasangan ....................................................................................................... 10 3....................................2 Etiologi ............................................................. 10 3................................................ 4 2................................................................................................................ 3 1.................2 Saran ...................................................................................................

kondom dilepas 24 – 48 jam kemudian dan tidak didapatkan komplikasi yang berat. sedangkan di negara berkembang adalah satu per 1000 kelahiran.000 kelahiran.000 kelahiran hidup. Kelahiran bayi adalah suatu proses normal. Di Malaysia dari tahun 1995-1996 menunjukkan bahwa postpartum hemorrhage sebagai penyebab utama dari kematian maternal. Sekitar setengah juta wanita mati tiap tahun akibat proses kelahiran bayi dan kehamilan.000 dan tertinggi di Guatemala yaitu 3 .1/100. Kematian maternal adalah suatu tragedi dan merupakan kerugian besar bagi masyarakat dan suatu bangsa. kardiomiopati serta karena komplikasi anastesi. Dari penelitiannya disebutkan angka keberhasilannya 100% (23 berhasil dari 23 PPH). Perdarahan pasca persalinan (Postpartum Hemorrhage = PPH) sampai saat ini masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal baik di Negara maju maupun di Negara berkembang. tetapi adakalanya ditemui kejadian morbiditas dan mortalitas maternal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi pada kala ketiga persalinan. yaitu di Meksiko dan sekitarnya. Indikasi pemasangan kondom sebagai tampon tersebut adalah untuk PPH dengan penyebab Atonia Uteri. Sedang di Amerika Tengah. Umumnya sekitar 5 sampai 10 beberapa menit. emboli. Metode ini digunakan sebagai alternatif penanganan HPP terutama sambil menunggu perbaikan keadaan umum.1 Latar Belakang Pada tahun 2003 Sayeba Akhter dkk mengajukan alternatif baru dengan pemasangan kondom yang diikatkan pada kateter. hipertensi dalam kehamilan. Angka kematian maternal ( Maternal Mortality Rate = MMR ) di Amerika Serikat pada tahun 1995 sebanyak 7. Cara ini kemudian disebut dengan Metode Sayeba. Sekitar seperempat di antara mereka mengalami komplikasi yang terjadi pada kala ketiga persalinan. MMR terrendah adalah di Kostarika sebanyak 29/100. tetapi tidak sampai melebihi dari 30 menit. Penyebab terbanyak dari MMR tersebut adalah perdarahan. BAB 1 PENDAHULUAN 1. Di Inggris risiko kematian maternal akibat postpartum hemorrhage adalah satu per 100. Kala ketiga persalinan digambarkan sebagai suatu proses berlanjut yang mulai dengan lahirnya janin dan berakhir dengan lahirnya plasenta. atau rujukan.

metil ergometrin atau prostaglandin. Kedua: hemostasis secara mekanis dengan manual atau digital plasenta. darah serta komponen-komponennya. Sedang di Asia Tenggara Negara kita masih menduduki angka tertinggi yaitu sebanyak 307/100. Agar dapat mencegah pendarahan HPP 4 . kompresi manual ataupun packin.000 wanita pertahun. Yang kedua adalah penanganan kausatif. Secara keseluruhan di seluruh dunia ini kematian maternal sebanyak 600. penyebab kematian tertinggi juga sama. Penyebab kematian terbanyak juga adalah perdarahan. penambahan cairan.2 Tujuan 1.000.3 Rumusan Masalah 1.000 pertahun dan yang disebabkan oleh PPH sebanyak 125. yaitu perdarahan ( 28% ) disusul Preeklamsia-eklamsia dan infeksi masing-masing sebanyak 13% dan 10%. 1. kuret sisa plasenta. Penanganan ada dua bagian. Untuk mengetahui cara penanganan pendarahan dengan balon kateter 1. yaitu suportif dengan perbaikan keadaan umum. yaitu melakukan identifikasi penyebab perdarahan dan usaha untuk menghentikannya. 190/100. pertama: pemberian uterotonika dengan oksitosin. Ada beberapa cara untuk menghentikan perdarahan yaitu.000 ( SDKI tahun 1998-2002 ).

Kateter Foley berllumlen dua yang dilengkapi balon pada ujung distal.1 Defenisi Kondom kateter adalah alat drainase urine eksternal yang mudah untuk digunakan dan aman untuk mengalirkan urine pada klien pria. kondom kateter ini lunak. Kateter ini mungkin tersedia dalam jenis indwelling (foley) karena drinase dipertahankan dengan sedikit risiko terhadap infeksi. 2. Urin yang keruh 2.dan cocok untuk klien inkontinensia atau koma yang masih mampunyai kemampuan mengosongkan kandung kemih spontan dan komplit.4 Patofisiologi Tanda dan gejala pada pasien yang menggunaka kateter indwelling harus diobservasi untuk mendeteksi adanya tanda-tanda dan gejala infeksi traktus urinariusyang berupa : 1.3 Klasifikasi Dalam pemakaian kondom kateter yang dipakai untuk mengusahakan drainase pada terjadinya obstruksi tergantung kepada lokasi dan sumbatan.2 Etiologi Invasi bakteri adanya kateter indwelling dalam traktus urinarius dapat menimbulkan infeksi. Kolonisasi bakteri (bakteriuria) akan terjadi dalam 2 minggu pada separuh dari pasien-pasien yang menggunakan kateter urin.berupa selaput karet yang lembut yang disarungkan ke penis. 2. Jenis-jenis kateter : a Catheter Whistle-tip b Catheter Robinson bermata banyak c Catheter Foley d Catheter Coude Cateter foley lebih banyak di pakai karena mudah untuk dipasang dalam waktu lama guna drainase terus menerus. Hematuria 5 . BAB II PEMBAHASAN 2. (Sumber Perawatan Medikal Bedah Barbara C.dan dalam waktu 4 sampai 6 minggu sesudah pemasangan kateter pada hampir semua pasien meskipun rekomendasi untuk pengendalian infeksi dan perawatan kateter sudah dilakukan dengan cermat.Long) 2.

kultur urin. yaitu suportif dengan perbaikan keadaan umum. Tamponade uterus merupakan salah satu upaya mengontrol perdarahan postpartum karena atonia. Yang kedua adalah penanganan kausatif.3. Ada beberapa cara untuk menghentikan perdarahan yaitu. Terlebih dahulu. namun kali ini saya akan membicarakan penggunaan kondom kateter. elektrolit urin. Selain itu. tamponade uterus dipadatkan dengan kassa. Kedua: 6 .Prosedur pemasangan kondom kateter. Menggigil 5. Ini dipilih karena efektif (rata- rata 15 menit paska pemasangan maka perdarahan akan berkurang bahkan berhenti). Ada beberapa macam balon. pertama: pemberian uterotonika dengan oksitosin. yaitu melakukan identifikasi penyebab perdarahan dan usaha untuk menghentikannya. biasanya dokter memasangkan kateter dauer. Anoreksia 6. Panas 4. Pemeriksaan cystometric dilaksanakan untuk evaluasi tonus kandung kemih. Sebelum melakukan kateterisasi harus berkonsultasi dulu kepada dokter tentang drainase air kemih selanjutnya. Dalam hal ini ada dua bagian penanganan. ini menuai issu infeksi tinggi dan risiko trauma. darah serta komponen-komponennya. Dapat dilakukan melalui urinalisis. Saat ini tamponade uterus dilakukan dengan balon. Prinsif kerjanya adalah menekan cavum uteri dari sisi dalam ke arah luar dengan kuat sehingga terjadi penekanan pada arteria sistemik serta memberikan tekanan hidrostatik pada uterina. Bila diduga terdapat jumlah besar dari urin residu. Tiap urin yang bertahan pada kandung kemih akan dapat divisualisasi pada radiografi. Ini berarti bahwa penentuan jumlah volume urin residu diperlukan dengna berkaitan visualisasi studi saluran kemih dari saluran kemih. urea nitrogen darah. metil ergometrin atau prostaglandin. jika tampon kurang padat dapat mengakibatkan perdarahan tersembunyi. perlu dilaksakan potret x-ray air kencing residu. kreatinin serumdan kratinin clearance. Untuk mencegah tidak terjangkaunya volume urin residu oleh kateter. Pada umumnya pemeriksaan dilakukan bila terjadi inkontinen atau bila ditemukan data bahwa terjadi disfungsi kandung kemih yang neurologik. Malaise Prosedur diagnostik yang harus mancakup evaluasi faal ginjal. penambahan cairan.

karena penilaian jumlah perdarahan cenderung under-estimated. secara garis besar PPH mengenai 4 – 6% dari seluruh persalinan. Mekanisme penghentian perdarahan pasca persalinan berbeda dengan tempat lain dimana faktor vasospasme dan pembekuan darah sangat penting. Walaupun pengetahuan tentang penyebab perdarahan pasca persalinan telah banyak diketahui dan darah sudah banyak tersedia tetapi kematian yang disebabkan oleh PPH ini masih menduduki tempat yang tinggi baik di Negara maju maupun di Negara-negara berkembang. Pada persalinan pervaginam. PPH dapat terjadi langsung yang disebut PPH primer / dini dan dapat pula terjadi setelah 24 jam kemudian yang disebut PPH sekunder / lambat.hemostasis secara mekanis dengan manual atau digital plasenta. cardiac output dan perfusi organ sehingga menimbulkan gejala klinis dari PPH. ligasi pembuluh darah ataupun dilakukan histerektomi Perdarahan postpartum / Postpartum Hemorrhage ( PPH ) terjadi karena adanya perdarahan yang banyak yang pada umumnya berasal dari tempat implantasi plasenta atau adanya laserasi jalan lahir. Dengan adanya peningkatan jumlah volume plasma dan sel darah merah yang meningkat pada wanita hamil ( 30 – 50% ) serta adanya peningkatan cardiac output. Penyebab PPH terbanyak adalah atonia uteri. yaitu penjahitan laserasi. Baru setelah kemampuan peningkatan vaskuler terlampaui maka terjadilah penurunan tekanan darah. PPH seringkali tidak dilaporkan. wanita hamil lebih mudah berkompensasi terhadap adanya perdarahan dengan cara meningkatkan tahanan vaskuler perifer sehingga tekanan darah tidak menurun dan dapat menjamin kelancaran perfusi organ. kompresi manual ataupun packing. kelainan imlantasi plasenta dan laserasi jalan lahir. Karena sukar untuk menilai berapa banyak insidens PPH yang sebenarnya. American College of Obstetricians and Gynecologist yaitu menetapkan kriteria penurunan > 10% dari kadar hematokrit sebelum dan sesudah persalinan. Definisi PPH tergantung dari jenis persalinan yang terjadi. Ketiga: dengan cara pembedahan. pada perdarahan pasca persalinan penghentian perdarahan pada bekas implantasi plasenta terutama karena adanya kontraksi dan retraksi miometrium sehingga menyempitkan dan membuntu lumen pembuluh 7 . maka dibandingkan wanita tidak hamil. sedangkan pada seksio sesarea sebanyak > 1000 cc. Pada PPH yang penting adalah menentukan etiologinya dan memberikan penanganan yang sesuai. terutama bila keadaan ibu pasca salin dalam keadaan baik. PPH didefinisikan sebagai terjadinya perdarahan > 500 cc. kuret sisa plasenta.

4. spekulum sim (2 bh). Penolong dan asisten memasang sarung tangan. Diberikan antibiotika tripel. 24. Untuk menjaga kondom agar tetap di cavum uteri. ikat dengan benang yang kuat. Bila perdarahan berlanjut tampon kassa akan basah dan darah keluar dari introitus vagina. 6. Kontraksi dan retraksi miometrium yang kurang baik dapat mengakibatkan perdarahan walaupun sistem pembekuan darahnya normal. Mempersiapkan alat:  Baki steril berisi kondom. DC. Dengan bantuan spekulum sim dan klem untuk melihat area. kateter no. Posisi pasien lithotomi. darah.  Set infus+cairan (normal saline). dipasang tampon kasa gulung di vagina. Amoksisilin. 2. Dilakukan observasi perdarahan dan pengisian kondom dihentikan ketika perdarahan sudah berkurang. Kontraktilitas uterus dijaga dengan pemberian drip oksitosin paling tidak sampai dengan 6 jam kemudian. handscoen. benang. Metronidazol dan Gentamisin. sebaliknya walaupun sistem pembekuan darah abnormal asalkan kontraksi dan retraksi miometrium baik akan menghentikan perdarahan. klem ovarium.6 Prosedur Pemasangan Kondom Kateter Langkah pemasangan tamponade kateter kondom adalah sbb: 1. Adanya sisa plasenta atau bekuan darah dalam jumlah yang banyak dapat mengganggu efektivitas kontraksi dan retraksi miometrium sehingga dapat menyebabkan perdarahan tidak berhenti. masukkan kateter kondom dalam cavum uteri. 2. jegul. Kondom kateter dilepas 24 – 48 jam kemudian. Kondom diisi dengan cairan garam fisiologis sebanyak 250-500 cc sesuai kebutuhan.5 Cara Pemasangan Kondom Kateter Cara pemasangan kondom kateter menurut Metode Sayeba adalah secara aseptik kondom yang telah diikatkan pada kateter dimasukkan kedalam cavum uteri.  Bengkok. Alirkan cairan (normal saline) grojok melalui kateter ke dalam kondom di cavum uteri 8 . pada kasus dengan perdarahan berat kondom dapat dipertahankan lebih lama. Masukkan kateter pada kondom. 3. Bagian luar kateter disambungkan dengan ujung tali infus dan difiksasi dengan benang. 5. 2.

Jika telah penuh. sambil diberikan drip oksitosin untuk mempertahankan kontraksi uterus (minimal sampai 6 jam paska tindakan). Observasi perdarahan dan kontraksi uterus selama pemasangan kondom kateter 24-48 jam. masukkan jegul pada vagina untuk memfiksasi. Dan dilindungi dengan triple regimen antobiotik selama 7 hari sbb:  Amoksisilin 500 mg tiap 6 jam  Metronidazole 500 mg tiap 6 jam  Gentamisin 80 mg tiap 8 jam Jika terjadi perbaikan maka normal saline dalam kondom kateter dikurangi bertahap yaitu 20 ml tiap 10-15 menit.sampai seluruh cavitas penuh (ditandai dengan terhentinya aliran cairan). 9 .

Diharapkan kepada penulis agar dapat mengaplikasikannya kepada klien dan memberikan pelayanan yang baik dan sesuai aturan saat berada di lapangan.berupa selaput karet yang lembut yang disarungkan ke penis. Diharapkan kepada dosen pembimbing. 3.1 Kesimpulan Kondom kateter adalah alat drainase urine eksternal yang mudah untuk digunakan dan aman untuk mengalirkan urine pada klien pria.dan cocok untuk klien inkontinensia atau koma yang masih mampunyai kemampuan mengosongkan kandung kemih spontan dan komplit. 3. agar memberikan kritik dan saran agar terciptanya makalah ini yang lebih baik 2. Diharapkan bagi pembaca agar dapat memahami isi makalah ini agar menjadi bahan masukan yang berguna. BAB III PENUTUP 3.kondom kateter ini lunak.2 Saran 1. 10 . Perdarahan pasca persalinan (Postpartum Hemorrhage = PPH) sampai saat ini masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal baik di Negara maju maupun di Negara berkembang.

Gilstrap III LC. Cunningham FG. Leveno KJ. 3.In : Williams Obstetrics.blogspot. Hauth JC.co. Mc Graw-Hill. Uterine 2. New York : 2005. DAFTAR PUSTAKA 1. http://kondomkateter. Bloom SL.id/2013/12/ 11 . Leiomyomas. 22nd edition. Wenstrom KD.