You are on page 1of 4

Tekanan Uap Air di Bawah 100oC Panas Molar dari Penguapan (M-4

)

Nur’aini Nafisah (140310150081)*, Riska Tri Handayani (140310150081)
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran

15.00 – 17.00
Senin, 30 April 2018

Asisten : Intan Octaviani

Abstrak

Terdapat beberapa wujud zat di alam, yaitu padat, cair, gas, yang ketiganya dapat berubah wujud satu
sama lain. Salah satu contohnya adalah berubahnya air menjadi gas atau uap air. Pada percobaan kali
ini dilakukan untuk menyelidiki tekanan uap, membuktikan persamaan Claussius-Clapeyron, dan
menghitung nilai penguapan panas rata-rata. Percobaan dilakukan dengan menggunakan labu tiga
leher berisi air yang dihubungkan dengan termometer dan manometer sebagai alat ukur temperatur
dan tekanan. Labu dipanaskan dari 40oC hingga 85oC dan dicatat besar tekanannya setiap kenaikan
5oC. Diperoleh bahwa semakin besar temperatur, semakin besar tekanan uap yang dihasilkan. Dari
kedua besaran ini dapat dibuat grafik hubungan tekanan (ln P) terhadap temperatur (1/T) yang
menggambarkan kesesuaian dengan persamaan Claussius-Clapeyron. Dari grafik diperoleh nilai
gradien yang akan digunakan untuk menghitung panas molar 𝜆. Diperoleh panas molar dari hasil
percobaan yaitu 15,324 kJ. Sedangkan panas molar literatur untuk air adalah 41,2 kJ. Sehingga
diperoleh kesalahan sebesar 62,805%. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak vakum, tekanan
atmosfer tidak 1 atm, dan air yang digunakan bukan air demineralisasi.

Kata kunci: tekanan uap, temperatur, persamaan Claussius-Clapeyron, panas molar, air

1. Pendahuluan
Terdapat berbagai jenis zat yaitu padat, cair, dan
gas. Setiap zat memiliki karakteristik yang berbeda
dalam keadaan tertentu, salah satu karakteristik
yang dimiliki oleh zat cair adalah akan menguap
jika dipanaskan. Uap air dapat memiliki tekanan
yang disebut tekanan uap. Antara suhu dan tekanan
mempunyai suatu hubungan yang dijelaskan
melalui persamaan Clausius-Clapeyron.
Dalam praktikum kali ini dicari bagaimana
hubungan antara temperatur dan tekanan melalui
persamaan Clausius-Clapeyron.
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk
menyelidiki tekanan uap air padatemperatur 40⁰C Gambar 1.1 Perubahan wujud zat
hingga 85⁰C, melihat bahwa persamaan Clausius-
Clapeyron menggambarkan hubungan antara Salah satunya adalah berubahnya air (fasa cair)
temperatur dan tekanan, serta menyatakan nilai menjadi uap (fasa gas) yang disebut dengan
rata-rata untuk penguapan panas. menguap. Penguapan atau evaporasi adalah
Tekanan adalah besarnya gaya yang diberikan perubahan air menjadi uap air dan kembali ke
pada suatu luas permukaan[1]. Tekanan dapat atmosfer. Penguapan hanya terjadi di permukaan.
dituliskan dalam persamaan : Sedangkan tekanan uap adalah tekanan yang
𝐹 ditimbulkan oleh uap air yang secara
𝑃= (1)
𝐴 termodinamika setimbang dengan fase kondensasi
Temperatur adalah ukuran kuantitatif panas atau pada temperatur tertentu dalam suatu sistem
dinginnya suatu benda. Temperatur suatu benda tertutup. Tekanan uap suatu zat cair bergantung
berkaitan dengan energi termal yang dikandungnya. pada banyaknya molekul di permukaan yang
Semakin besar energi termal, semakin besar memiliki cukup energi kinetik untuk lolos dari
temperaturnya. tekanan-tekanan molekul tetangganya. Tekanan uap
Zat padat, cair, dan gas dapat mengalami dapat diukur dengan manometer.
perubahan wujud. Perubahan wujud zat adalah
perubahan wujud yang tidak disertai dengan
terbentuknya zat baru.

3 Diagram fasa Hubungan antara tekanan dan temperatur dapat air didinginkan dilihat pada persamaan Claussius-Clapeyron. Persamaan Claussius-Clapeyron merupakan sebuah hubungan mengenai tekanan. pompa vakum.2 Tekanan uap Diagram fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara tekanan dan temperatur dimana terjadi perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemanasan. Alat- alat ini disusun seperti gambar 2. Gambar 1.1 Susunan peralatan percobaan tekanan uap air 3. penjepit universal dengan penyambung. Persamaan Claussius- Clapeyron dapat dituliskan sebagai : ditutup dengan sambungan. pipa pengunci. Gambar 2. glass tube. penjepit bersudut.1 Prosedur Percobaan Percobaan dilakukan sebagai berikut : Mulai 250 mL air didihkan 10 menit Gambar 1. dipanaskan dari suhu 2.85C 2.1 Alat-Alat Percobaan Alat-alat yang digunakan untuk percobaan dicatat tekanan setiap adalah manometer untuk mengukur tekanan. temperatur. Metode Penelitian 40C . Dapat digunakan bila dua fasa dihubungkan dengan dalam sistem berada dalam keadaan setimbang. selang karet.3144 J/kmol K). labu tiga leher. penyangga tiang. termometer dan manometer Kedua fasa itu memilikipanas molar yang sama untuk peristiwa penguapan. . breaker glass. air dimasukkan ke labu perubahan entalpi. 𝜆 dimasukkan ke dalam breaker ln 𝑃 = (2) 𝑅𝑇 glass yang diisi air Dengan 𝜆 merupakan panas molar dan R tetapan gas (8.1. dudukan basis. kenaikan 5C termometer untuk mengukur suhu. penyambung. Persamaan ini diturunkan dari persamaan Maxwell untuk fasa dalam kesetimbangan[3]. dan air demineralisasi sebagai objek percobaan. magnetic stirrer sebagai pemanas. dan volume yang dihubungkan 3 leher dengan perubahan fasa. magnetic stirrer bar. Fungsinya untuk memudahkan memilih temperatur pemanasan yang sesuai untuk setiap proses perlakuan panas[2]. dudukan Selesai tiang.

Energi 313 8300 101325 11.003049 λ ( J) semakin besar tekanan uap yang dihasilkan.805%. semakin besar energi termal yang diberikan pada air. Percobaan dilakukan untuk 2. Tekanan total pompa vakum untuk membuat sistem menjadi lebih P = Po – Pp + Pawal (3) vakum.4755 0. 343 33700 75925 11. yaitu 15.003145 1843. 323 13300 96325 11.003003 0. semakin meningkat juga tekanannya.324 kJ.003195 yang dibutuhkan air untuk menjadi uap disebut 318 11200 98425 11. Grafik hubungan tekanan (ln P) terhadap menghitung nilai rata-rata penguapan panas dan temperatur (1/T) menggambarkan kesesuaian membuktikan persamaan Claussius-Clapeyron yang dengan persamaan Claussius-Clapeyron. Proses 333 22500 87125 11. Tekanan yang digunakan adalah 358 65800 43825 10. Hal ini dapat disebabkan oleh keadaan yang tidak vakum. uap air di bawah 100oC.002959 temperatur mencapai 100oC. Tekanan yang diperoleh merupakan 𝐾𝑆𝑅 = | 𝑙𝑖𝑡 ℎ𝑖𝑡| × 100% (5) tekanan uap air dan diukur menggunakan 𝜆𝑙𝑖𝑡 Keterangan : manometer. KSR panas molar 𝜆 −𝜆 dan tekanan. dan air yang digunakan bukanlah air demineralisasi. Hubungan ini sesuai dengan persamaan Claussius-Clapeyron (persamaan 2). sehingga masih terdapat zat mineral lainnya yang dapat mempengaruhi proses penguapan. Percobaan dilakukan dengan mendidihkan adalah sebesar 15. diperoleh kesalahan sebesar 62. Nilai rata-rata untuk panas molar penguapan tekanan.002833 62. dan persamaan-persamaan berikut. Percobaan kali ini membahas mengenai tekanan Hubungan keduanya adalah berbanding lurus. menggambarkan hubungan antara temperatur dan 3. Panas molar megnetic stirrer dari 40oC hingga 85oC dan diamati tekanan serta temperaturnya setiap kenaikan 5oC.2375 0. kemudian .1 Data Percobaan dimasukkan ke dalam labu tiga leher. 4. tekanan atmosfer tidak tepat 1 atm.805%. semakin besar tekanan Pp = tekanan pembaca (Pa) yang dihasilkan.1203 0. semakin banyak molekul air yang berubah menjadi uap.4971 0. Grafik hubungan tekanan dan Setelah melakukan praktikum kali ini. Hasil ini menunjukkan hubungan Po = tekanan awal (Pa) = 101325 Pa yang berbanding lurus antara temperatur dan 𝜆 = panas molar (J) tekanan.3. Semakin meningkatnya suhu dari 40oC hingga 3.324kJ dengan KSR 62. Sedangkan panas molar air menurut literatur adalah 41. dengan 𝜆 adalah panas molar. R = tetapan gas = 8.6880 0.002874 temperatur (1/T). 𝜆=mR (4) Dari hasil percobaan diperoleh nilai temperatur 3. Kemudian labu ini dipanaskan di atas 2. Air yang telah dihilangkan gasnya 3. sehingga molekul-molekul air Tabel 1.9600 0. Sehingga jika dibandingkan.2 kJ. Labu ini Data yang diperoleh dari percobaan ini adalah dihubungkan dengan termometer untuk mengukur suhu dan tekanan.3751 0. Panas molar tekanan uap memiliki energi yang cukup untuk memisahkan diri T (K) Pp (Pa) P (Pa) ln P (Pa) 1/T (1/K) m dari molekul air lainnya dan menjadi uap. leher lainnya dihubungkan dan diperoleh besar panas molar 𝜆 dengan dengan manometer untuk mengukur tekanan. Kesimpulan Gambar 1. Semakin besar temperaturnya. Dengan nilai gradien dari grafik. Diperoleh bahwa semakin besar P = tekanan total (Pa) temperatur yang diberikan. sehingga 328 15800 93825 11.3245 0. Semakin besar 𝜆lit = 41200 J temperatur.5261 0.2 Analisa Data 85oC.003096 semakin besar panas molarnya. Diperoleh hubungan yang 353 52100 57525 10.1 panas molar.002793 tekanan total.002915 KSR (%) Dibuat grafik hubungan tekanan (ln P) terhadap 348 42100 67525 11. Hal ini sesuai dengan persamaan gas ideal.3144 J/kmol K yaitu PV = nRT yang menyatakan hubungan linier m = at antara temperatur dan tekanan. melainkan air biasa. diperoleh temperatur bahwa : 1. leher terakhir dihubungkan dengan generator atau 1.805 berbanding lurus.4492 0.025 perubahan air menjadi uap ini terjadi sebelum 338 26800 82825 11. dapat diperoleh besar panas molar dari percobaan. Dari kedua data ini dapat diolah suhu didalamnya. Hasil dan Pembahasan didinginkan. 250 mL air untuk menghilangkan gas.

Endang. [3] Widjajanti. . Universitas Negeri Padang. Kesetimbangan Fasa. 2013. Universitas Negeri Yogyakarta. Jurusan Kimia. 2008. Teori Fluida Statis dan Tekanan.Daftar Acuan [1] Andalan Pelajar Indonesia (API). Tanggerang Selatan. Jurusan Kimia. [2] Hardeli. Kesetimbangan Fasa.