You are on page 1of 170

MENGATUR POSISI FOWLER

/
SEMI FOWLER
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1
Tanggal Terbit Ditetapkan,
PROSEDUR Penanggung Jawab Klinik

TETAP
Dr. Heru Dwi Cahyono
Pengertian Mengatur posisi / sikap pasien dengan berbaring setengah
duduk
Tujuan - Mengurangi sesak nafas
- Memberikan rasa nyaman
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
Persiapan Alat:
A. 1. Regestin / beberapa bantal
2. Tahanan kaki (bantal balok)
B. PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan sebelum dan
sesudah tindakan
2. Atur posisi / Sikap pasien
3. Susun bantal / pasang regestin di
bawah kasur dengan membentuk
sudut 30° - 60°.
4. Sandarkan punggung pasien pada
tumpukan bantal atau regestin
5. Pasang penahan kaki
6. Pada tempat tidur khusus posisi
langsung diatur setengah duduk
dibawah lutut ditinggikan sesuai
dengan keinginan pasien, bantal
seperlunya
7. Pasien dirapikan.
C. EVALUASI
1. Observasi terhadap posisi / sikap
yang diberikan
2. Tanyakan pada pasien apakah
sudah nyaman
CATATAN;
Pada posisi semi fowler sudut yang
dibentuk ± 15 - 25

1

MENGATUR POSISI DORSAL
RECUMBENT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1
Tanggal Terbit Ditetapkan,
PROSEDUR Penanggung jawab Klinik

TETAP
Dr. Heru Dwi Cahyono
Pengertian Mengatur posisi/sikap pasien telentang dengan kedua kaki
ditekuk dan tumit di atas tempat tidur, kedua kaki
direnggangkan
Tujuan 1. Memudahkan pemeriksaan / tindakan gynekologi
2. Memudahkan pemeriksaan palpasi daerah perut pada
kasus tertentu
3. Memudahkan mengerjakan perasat tertentu
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
PERSIAPAN ALAT
A - Selimut
- Sketsel / sampiran
PERSIAPAN PASIEN DAN
LINGKUNGAN
1. Memberitahu pasien dan
B. menjelaskan tujuan tindakan yang
akan dilakukan
2. Menutup korden, pintu dan pasang
sketsel bila perlu
C. PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan sebelum dan
sesudah tindakan.
2. Celana dalam dilepas.
3. Baringkan telentang, pakaian bagian
bawah dibuka / dikeataskan, kaki
ditekuk, paha direnggangkan
4. Selesai tindakan, pasien dan alat –
alat dirapikan
D. EVALUASI
1. Observasi reaksi dari tindakan yang
dilakukan
2. Tanyakan ke pasien apakah sudah
nyaman
CATATAN:
Jangan melelahkan pasien

2

MENGUBAH POSISI PASIEN
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 2
Tanggal Terbit Ditetapkan,
PROSEDUR Penanggung Jawab Klinik

TETAP
Dr. Heru Dwi Cahyono
Pengertian Suatu tata cara mengatur posisi pasien
Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien sesuai
kemampuan pasien
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
1 Posisi trendelenburg.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah
tindakan.
- Pasang bantal diatas kepala pasien.
- Pasang blok dibawah kaki tempat
tidur.
- Pada tempat tidur yang khusus atur
posisi sesuai kebutuhan.
- Rapikan pasien selesai tindakan.
2 Posisi dorsal recumbent.
- Perawat cuci tangan.
- Celana dalam dilepas.
- Baring telentang, pakaian bawah
dibuka / dikeataskan / kaki ditekuk
paha direnggangkan.
- Selesai tindakan pasien dan alat –
alat dirapikan.
3 Posisi Flower / semi Flower.
- Perawat cuci tangan.
- Atur posisi.
- Susun bantal membentuk sudut 30 –
60 °.
4 Sikap / posisi siku.
Pasien dibaringkan ke kiri, setengah
telungkup, kaki lurus, lutut dan paha
kanan ditekuk dan ditarik ke arah dada,
tangan kiri diatas kepala atau di
belakang punggung, tangan kanan
diatas tempat tidur.
5 Sikap / posisi lithotomi :
● Persiapan alat :
- Tempat tidur khusus untuk
pemeriksa.
- Kain penutup / selimut.

3

Revisi Halaman 2 dari 2 6 Persiapan pasien : . 4 . Pelaksanaan : . . 7 Pelaksanaan : . .Memberitahu pasien.Pasien diberitahukan dan diberi penjelasan mengenai sikap tersebut.Bantal disingkirkan. MENGUBAH POSISI PASIEN No.Kedua kaki ditekuk.Pasien berbaring telentang.Pasien supaya menungging (kalau perlu pakaian bawah dibuka untuk pemeriksa). Dokumen No. pakaian bawah dibuka. dan dibantu oleh perawat untuk memberitahu pada penahan lutut. 8 Sikap / posisi genu pectoral (knee chest): .

Satu bantal B. Rapikan pasien selesai tindakan E. Pasien hernia skrotalis D. Heru Dwi Cahyono Pengertian Mengatur pasien dalam posisi kepala lebih rendah dari kaki Tujuan 1. Memudahkan jalannya pembedahan pada kasus tertentu Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Pasien dengan pemasangan skin traksi 3. PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN Pasien diberitahu maksud dan tujuan tindakan C. PROSEDUR Penanggung Jawab Klinik TETAP Dr. Dua balok penopang kaki tempat tidur 2. Pasien shock 2. PELAKSANAAN 1. Melancarkan peredaran darah ke otak 2. EVALUASI 1. MENGATUR POSISI TRENDELENBURG No. Pasien operasi pada kasus tertentu 4. Pada tempat tidur yang khusus atur posisi sesuai kebutuhan 5. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. SASARAN 1. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan 2. Pasang bantal di atas kepala pasien 3. Pasang balok dibawah kaki tempat tidur 4. Observasi reaksi dari tindakan yang diberikan 2. PERSIAPAN ALAT 1. Dokumen No. Tanyakan pada pasien apakah posisi yang diberikan nyaman 5 .

Kalau pasien merasa pusing . Memasukkan tangan kanan melalui ketiak kanan pasien sampai ke tulang belikat. MENDUDUKKAN DAN MENIDURKAN No. Mengangkat badan pasien kemudian didudukkan 8. Menyiapkan tempat tidur 11.ditidurkan kembali 9. sedangkan tangan kanan pasien memegang bahu kanan perawat dari arah belakang 6. Cara menidurkan sama juga dengan cara mendudukkan 10. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Memberitahu pasien 2. Mencuci tangan 3. Berdiri disebelah kanan pasien 4. Mencuci tangan 6 . Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengatur posisi pasien dari tidur ke duduk atau sebaliknya Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien sesuai kemampuan pasien Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab 1. Menyelipkan tangan kiri dibawah kuduk pasien dan tangan pasien saling berpegangan diatas bahu perawat 7. Dokumen No.

Memberitahu pasien 2. Membantu pasien untuk berdiri dan berjalan menuju TT 7. MEMBANTU PASIEN PINDAH DARI KURSI/KURSI RODA KE TT No. Bantal secukupnya 2. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memindahkan pasien dari kursi roda ke tempat tidur atau sebaliknya Tujuan 1. Meletakkan kursi roda ke sisi TT 4. Mengunci kursi roda dan menutup sandaran kaki 5. Selimut B Pelaksanaan 1. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Untuk menurunkan / menghindarkan pergerakan pasien melebihi kemampuan fisiknya 2. Mencuci tangan 3. Merapikan pasien 10. Untuk mendapatkan perasaan nyaman pada pasien Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A PERSIAPAN ALAT 1. Mencuci tangan 7 . Membantu menidurkan pasien pada posisi yang nyaman 9. Membantu pasien naik ke TT 8. Menganjurkan pasien meletakkan kedua tangan di bahu perawat dan letakkan kedua tangan perawat disamping kiri kanan pinggang pasien 6.

Untuk menurunkan / menghindarkan pergerakan pasien melebihi kemampuan fisiknya 2. Persiapan alat dan tenaga Perawat 1. MEMINDAHKAN PASIEN DARI BRANKARD KE TT / SEBALIKNYA No. Selimut 5. Dokumen No. 2 – 3 petugas tergantung kondisi pasien 2. Brankar 4. Bengkok (bila perlu) B Persiapan Pasien dan lingkungan 1. Alat – alat harus selalu siap pakai Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Mengatur lingkungan aman dan nyaman 8 . Heru Dwi Cahyono Pengertian Memindahkan pasien dari brankar ke tempat tidur atau sebaliknya Tujuan 1. Memberitahu maksud dan tujuan kepada pasien 2. Dalam melakukan tindakan harus selalu dengan komunikasi yang ramah dan memperhatikan keselamatan pasien 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Tempat tidur yang sudah siap sesuai dengan kondisi pasien 3. Bantal (bila perlu) 6. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Untuk mendapatkan perasaan nyaman pada pasien Kebijakan 1.

petugas cuci tangan 9 . Revisi Halaman 2 dari 2 Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab C. yang pendek di kaki) 4. Masing-masing petugas dengan tangan menghadap ke atas menyusupkan sampai ke siku . Langkah – langkah 1. rapikan pasien 9. rapatkan telapak tangan petugas ke badan pasien dengan sedikit menekan untuk menahan pasien agar tidak jauh 7. dengan serentak pasien diangkat sambil mendekatkan tubuh pasien ke tubuh petugas. MEMINDAHKAN PASIEN DARI BRANKARD KE TT / SEBALIKNYA No. Susupkan lengan masing- masing petugas 6. Dokumen No. Petugas memajukan salah satu kakinya 5. berdiri sejajar di sebelah kanan pasien. masing-masing petugas berdiri menurut tingginya (yang tinggi di kepala. Petugas cuci tangan 2. Meletakkan pasien perlahan- lahan ke tempat tidur. Kembalikan alat-alat 10.aba. Perawat yang berdiri di bagian kepala memberi aba. petugas yang akan mengangkat pasien. petugas harus melangkahkan kaki menuju tempat tidur secara teratur dan hati-hati 8. Tempatkan brankar sedemikian rupa sehingga bagian kepala pasien membentuk < 90 dengan bagian kaki tempat tidur 3.

kepala posisi menoleh e. Dokumen No. Mengangkat bantal c. Kedua kaki ditekuk. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Menganjurkan pasien untuk menungging d. Memberitahu pasien tentang tindakan B yang akan dilakukan b. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.dada menempel pada tempat tidur Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien genu pectoral sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT A Sketzel/sampiran jika diperlukan PERSIAPAN PASIEN a. MENGATUR POSISI GENU PECTORAL No. Mencuci tangan b. Memasang sketsel/menutup pintu dan jendela C PELAKSANAAN a. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengatur posisi pasien menungging diatas tempat tidur dengan kedua kaki ditekuk. Mencuci tangan 10 . Merapikan pasien f. dada menempel tempat tidur.

Mengatur tangan yang bawah tubuh dalam posisi fleksi di depan kepala d. Mencuci tangan 11 . Memberitahu pasien dengan tindakan yang akan dilakukan b. Merapikan pasien h. Menutup pintu dan jendela C Pelaksanaan a. Meletakkan sebuah bantal dibawah lengan atas dan diatur sedikit fleksi di depan dada f. Membaringkan pasien kesamping kanan atau kiri c. Mencuci tangan b. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. MENGATUR POSISI LATERAL /MIRING No. Meletakkan sebuah bantal dibawah kaki atas dan diatur sedikit menekuk di depan g. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara membaringkan pasien kesamping kanan atau kiri Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien lateral miring sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A Persiapan alat: . Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.Bantal 3 buah B Persiapan pasien dan lingkungan a. Meletakkan sebuah bantal di bawah kepala dan bahu e. Dokumen No.

Meletakkan kedua telapak tangan diatas dada e. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Memasang sketzel /menutup pintu 3 PELAKSANAAN a. Mengangkat kedua tungkai. tungkai bawah membuat sudut 90 terhadap paha Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien lithotomi sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab 1 PERSIAPAN ALAT a. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Memberitahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan b. Menutup bagian perut dengan selimut atau kain penutup g. TT khusus pemeriksaan kebidanan/meja ginekologi b. Merapikan pasien h. MENGATUR POSISI LITHOTOMY No. Mencuci tangan b. Selimut/kain penutup c. Mencuci tangan 12 . Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengatur posisi pasien telentang dengan kedua paha diangkat dan ditekuk kearah perut. Pakaian bagian bawah dilepas d. Membaringkan pasien telentang c. Sketzel 2 PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN a. menekuk lutut kearah dada kemudian diletakkan pada penahan lutut atau kedua tungkai bawah ditahan oleh 2 perawat f.

kanan/kiri diletakkan di belakang / sejajar dengan punggung b. Mencuci tangan c. Meletakkan bantal dibawah kepala d. CARA KERJA a. MENGATUR POSISI SIM No. Paha yang atas ditekuk (sedikit fleksi) dan ditarik kearah dada (disokong sebuah bantal) 4. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Memberi tahu pasien b. Mengangkat bantal d. Tangan pada sisi yang tertindih. PERSIAPAN ALAT Bantal 2 buah 2. Mencuci tangan 13 . MENGATUR POSISI KAKI a. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kaki yang tertindih lurus lutut b. Merapikan pasien e. MENGATUR POSISI TANGAN a. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengatur posisi pasien miring kekiri/kanan setengah telungkup dada mengenai tempat tidur Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengatur posisi pasien SIM sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab 1. Memiringkan pasien kekiri/kanan setengah telungkup dada mengenai tempat tidur 3. Tangan pada sisi atas difleksikan di depan bahu c.

Amati respons pasien dan catat dalam catatan perawat 14 . Membantu pasien berjalan pelan-pelan 8. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara dalam melaksanakan ambulasi dini Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melaksanakan ambulasi dini sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A PERSIAPAN ALAT 1. MELAKSANAKAN AMBULASI DINI No. Penjelasan kepada pasien. perhatikan respons pasien 7. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Membantu pasien turun dari tempat tidur/berdiri 6. Dokumen No.pentingnya ambulasi dini 2. Perawat berdiri disisi tempat tidur 4. Membantu pasien menggeser kakinya ke samping tempat tidur 5. Pasien diawasi saat menggunakan alat bantu 9. Alat Bantu 2. Alat bantu didekatkan 3. Hitung nadi. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kruk/kursi roda B PELAKSANAAN 1.

. Membantu menentukan diagnosa 3. . . Alat tulis dan kertas PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN: B. . Dokumen No.Anjurkan pasien berdiri diatas timbangan tanpa sepatu / sandal dan beban lainnya misalnya baju tebal. Mengetahui BB pasien 2. Memberitahu pasien tentang prosedur yang akan dilakukan C.Baca BB pada posisi tegak lurus pada skala timbangan. Timbangan BB 2. PELAKSANAAN 1. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.Bereskan alat yang telah digunakan. Mengukur TB : .Pada pasien yang tidak dapat berdiri dengan sentimeter dan segi tiga siku – siku. Menimbang BB pada pasien anak dan dewasa : . .Perawat cuci tangan. . . PERSIAPAN ALAT 1. MENIMBANG BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN No.Perawat mencuci tangan. Menentukan dosis pengobatan dan diet 4. Mengetahui TB pasien Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A.Atur timbangan sehingga jarum menunjuk angka nol / seimbang. .Bereskan alat. .Perawat mencuci tangan.Pada pasien yang bias berdiri. . 2.Catat hasilnya.Catat tinggi badan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Menimbang BB dengan menggunakan timbangan badan dan mengukur TB dengan alat ukur (cm) Tujuan 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. memakai alat pengukur khusus. CATATAN: Untuk anak yang tidak bisa berdiri ditimbang dengan digendong oleh keluarganya kemudian BB tersebut dikurangi dengan BB yang menggendong 15 .

MENGUKUR SUHU TUBUH
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 3

Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP
Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Suatu tata cara mengukur suhu badan pasien dengan
menggunakan termometer suhu
Tujuan  Menentukan diagnosa penyakit
 Menentukan langkah – langkah perawatan
 Deteksi dini suatu kelainan hemostasis
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
A. PERSIAPAN ALAT
Baki dan pengalasnya berisi:
1. Termometer bersih pada
tempatnya
2. 3 botol kecil :
- air bersih diganti setiap selesai
pakai
- air sabun
- larutan desinfektan (savlon 2,5%,
lysol)
3. Kassa / tissue
4. Bengkok
5. Buku catatan,pena
6. Jam tangan dengan jarum detik
B. PERSIAPAN PASIEN
1. Memberi tahu pasien dan
keluarga
2. Menyiapkan pasien dalam
posisi duduk/tidur
C. PELAKSANAAN
1. Prosedur
a. Mengkaji status kesehatan
pasien
b. Perawat cuci tangan dan
mengeringkan
c. Alat – alat dibawa dekat pasien
d. Mengontrol termometer / dan
menurunkan air raksa

16

MENGUKUR SUHU TUBUH
No. Dokumen No. Revisi Halaman
2 dari 3

Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
A PENGUKURAN SUHU PADA
KETIAK/PANGKAL PAHA
1. Lap / keringkan ketiak dengan
tissue/kassa
2. Pasang termometer pada lipatan
axila kemudian rapatkan siku
penderita ke tubuh,bila pengukuran
di paha,termometer dipasang pada
lipatan pangkal paha
3. Setelah 10 menit termometer
diangkat, dibaca dengan teliti dan
dicatat pada buku catatan suhu
4. Termometer dibersihkan dengan
larutan sabun memakai potongan
kertas tissue, kemudian
dimasukkan dalam larutan
desinfektan lalu dibersihkan
dengan air bersih dan dikeringkan
B PENGUKURAN SUHU PADA MULUT
Pasien harus mempunyai termometer
tersendiri
Alat – alat diletakkan di meja pasien
1. Pasien disuruh membuka mulutnya,
termometer dicek kembali ,lalu
ujungnya sampai batas
reservoirnya diletakkan di bawah
lidah pasien
2. Mulut dikatupkan ± 5 menit dan
bernafas melalui hidung
3. Selama termometer dipasang,
pasien tidak boleh bicara
4. Setelah 3 – 5 menit termometer
diangkat,dilap dengan kertas ,lalu
dibaca dan dicatat
5. Alat – alat dibereskan
Perhatian :
 Sebelumnya pasien tidak boleh
diberikan minuman panas/dingin
 Pasien harus mempunyai
termometer tersendiri
 Bentuk termometer berbeda
dengan termometer untuk
ketiak/rektal
 Pengukuran suhu cara ini tidak
dilakukan pada bayi/anak
 Tidak boleh pada pasien tidak
sadar / gelisah, infeksi mulut

17

MENGUKUR SUHU TUBUH
No. Dokumen No. Revisi Halaman
3 dari 3

Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
C PENGUKURAN SUHU PADA ANUS
1. Alat – alat didekatkan
2. Setelah pasien diberitahukan lalu
dimiringkan (sikap SIM). Pakaian
pasien diturunkan sampai bawah
bokong
3. Termometer diperiksa,ujung dioles
dengan vaselin (pelumas),lalu
dimasukkan melalui anus (sampai
batas reservoir air raksa)
4. Termometer tetap dipegang
5. Setelah 3 menit termometer
dikeluarkan dilap dengan
tisu,dibaca dan hasilnya dicatat
Perhatian
 Cuci tangan sebelum dan sesudah
prosedur
 Sebelum dipakai, termometer
dicek apakah dalam keadaan baik
dan air raksanya apakah sudah
diturunkan
 Waktu menurunkan air
raksa,termometer dalam keadaan
kering,jangan sampai menyentuh
sesuatu
 Jangan membersihkan termometer
dengan air panas
 Sebaiknya jangan mengukur suhu
pasien saat pasien bangun tidur

18

Pada waktu menghitung denyut nadi pasien harus benar – benar istirahat boleh tiduran atau duduk 3. Dorsalis pedis  Pada ubun – ubun (fontanel) bayi B PERSIAPAN ALAT 1. Carotis  Pada pelipis : A. Dokumen No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.Temporalis  Pada lipatan paha : A. MENGHITUNG DENYUT NADI No. Buku catatan suhu dan pena C PERSIAPAN PASIEN Pasien diberitahukan supaya tenang dan relaks boleh sambil berbaring atau duduk D PELAKSANAAN 1. Brachialis  Pada leher : A. Arloji tangan dengan penunjuk detik/pol teller 2. Waktu pengukuran denyut nadi bersamaan dengan pengukuran suhu 2. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Femoralis  Pada punggung kaki : A. Menghitung dengan jari telunjuk dan jari tengah diatas arteri / 19 . Heru Dwi Cahyono Pengertian Meraba dan menghitung denyut nadi pada bagian – bagian tubuh tertentu Tujuan  Mengetahui kerja jantung  Membantu menentukan diagnosa  Menentukan langkah perawatan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab MENGHITUNG NADI A Tempat menghitung denyut nadi  Pada pergelangan tangan : A Radialis  Pada lipatan sikut : A.

Menghitung denyut nadi lebih sering dilakukan bila keadaan umum pasien kurang baik atau bila diperlukan untuk waktu – waktu tertentu. MENGHITUNG DENYUT NADI No.Isinya (volume) . Lamanya menghitung 1 menit 5. Revisi Halaman 2 dari 2 Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab letakkan 3 jari pertama sepanjang garis pergelangan tangan pasien. Hasilnya dicatat pada buku catatan suhu E PERHATIAN 1. Pada anak – anak dihitung selama satu menit 6. hasilnya dicatat dalam daftar khusus 4.Teratur atau tidak /ritme . jangan ibu jari karena denyut nadi hanya akan teraba pada ibu jari saja 4. Jangan menghitung denyut nadi bila tangan baru saja memegang es 3. Dokumen No.Frekuensi / jumlah per menit 2. Bila ada kelainan segera laporkan ke dokter 20 . Pada waktu menghitung denyut nadi diperhatikan pula : .

Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. buku catatan PELAKSANAAN/PROSEDUR 1. Cara menghitungnya dalam satu menit 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Menghitung jumlah pernafasan (inspirasi yang diikuti ekspirasi) dalam satu menit Tujuan  Mengetahui jumlah pernapasan  Mengetahui keadaan umum pasien  Menentukan tindakan perawatan  Membantu menentukan diagnosa Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Jam. pulpen. MENGHITUNG PERNAPASAN No. Hasilnya dicatat dalam buku khusus 21 . Bersamaan pada waktu mengukur suhu dan setelah menghitung denyut nadi tanpa diketahui pasien 2.

Manset tensimeter dipasang pada lengan ±3 jari dari siku. Meletakkan stetoskop pada daerah arteri brachialis 9. Mencuci tangan sesudah bekerja.pipa karet berada diluar lengan 5. Manset dipasang tidak terlalu kuat / longgar (masih bisa dimasuki jari) 6.pengunci air raksa dibuka 10. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. MENGUKUR TEKANAN DARAH No. Sekrup balon karet ditutup. Dokumen No.stetoskop. Heru Dwi Cahyono Pengertian Mengukur tekanan darah pada dinding arteri Tujuan 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Mengetahui kerja jantung 2. Pompa tensimeter dipasang 7. sekrup balon dibuka perlahan – lahan (2 – 3 mmHg tiap air raksa) 12. Membantu memberikan terapi Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A PERSIAPAN ALAT Tensi meter. Perawat mencuci tangan 2. Meraba denyut nadi brachialis 8. Memompa balon karet pelan – pelan sampai denyut nadi brachialis tidak terdengar kemudian menaikkan air raksa 20 – 30 mmHg 11. Tensimeter ditutup dengan rapi 14.air raksa ditutup. Menentukan tindakan perawatan 4.dan buku catatan B PROSEDUR 1. Mencatat hasil 13. Lengan baju dibuka /digulung 4. Mengatur posisi tidur telentang / semi fowler 3. Manset dibuka dan digabung. Alat – alat dibereskan 22 . Menentukan diagnosa 3.

Pada anak – anak digunakan manset khusus untuk anak . Memasang manset harus tepat di atas arteri brachialis dan jangan terlalu kencang / kendur 6.anak 23 . MENGHITUNG DENYUT NADI No. tabung air raksa tegak lurus 5. Adanya komunikasi dengan pasien 3. Bila di lengan tidak bisa dilakukan di kaki 7. Sebelum menutup tensimeter. masukkan dulu air raksa ke dalam reservoirnya. manset dan balon disusun pada tempatnya (mencegah pecahnya tabung air raksa) 9. Letak tensimeter harus datar. Revisi Halaman 2 dari 2 Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab C PERHATIAN 1. Menekankan stetoskop jangan terlalu keras dan pemakaiannya harus betul / tepat 8. Tensimeter harus dalam keadaan baik 4. Sistematis 2. Dokumen No.

Setelah alat – alat dibawa ke dekat pasien perawat mencuci tangan. Bengkok B. Memberitahu maksud dan tujuan (bila pasien sadar) 2. Lidi waten. kom berisi air hangat 7. Pengukur aliran (flowmeter) 3. Memasang kateter hidung pada hidung pasien. 2. PERSIAPAN PASIEN 1. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pipa oksigen dihubungkan dengan kateter hidung / kanula hidung. Botol pelembab (humidifier) 4. Nasal Kanul/Masker/Kateter oropharing dengan slang zat asamnya 5. 6. PERSIAPAN ALAT 1. 3. Plester /tali 6. Mengobservasi reaksi pasien. Isi tabung dicoba dan diperiksa. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memasukkan zat asam ke dalam paru – paru melalui saluran pernafasan dengan menggunakan alat khusus Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan O2 sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. 5. Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan 3. PELAKSANAAN 1. Mengatur lingkungan aman dan nyaman C. 8. Tabung O2 lengkap dengan manometer 2. MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN NASAL CANULA No. Mengatur volume sesuai program terapi dokter dengan membuka flow meter. Dokumen No. Memasang pipa oksigen kedalam tabung 4. Mencatat hasil tindakan 24 . 7.

Dokumen No. Mencuci tangan. Pasien dirapikan dan alat – alat dibereskan 10. 25 . MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN NASAL CANULA No. Revisi Halaman 2 dari 2 Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab 9.

Alat untuk memberi oksigen untuk ambubag 6. Kateter penghisap steril b. Baki berisi: a. slang penghisap sebaiknya tembus pandang supaya warna sekret dapat terlihat 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tindakan menghisap lendir pada jalan napas dengan menggunakan alat penghisap Tujuan 1. MENGHISAP LENDIR (SUCTIONING) No. Botol penghisap sebagai penampung sekret yang berisi cairan aseptik dan tertutup rapat 3. Revisi Halaman 1 dari 3 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pasien yang tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri (tidak mampu batuk) 2. Mesin penghisap portabel (sumber penghisap dinding) 2.9% bila sekret kering d. Pasien tidak sadar dengan penumpukan sekret 3. Ember kecil / botol yang berisi cairan aseptik untuk merendam kateter penghisap yang dipakai lagi 5. Pengalas dada e. Pasien dengan memakai endotracheal tube Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Slang penghubung dari sumber penghisap ke botol dari botol ke kateter penghisap. Jelly (larutan air) 26 . Mempertahankan jalan napas tetap bebas 2. Spuit 10 cc berisi NaCl 0. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Sarung tangan steril atau pinset anatomi kecil c. Satu buah kom berisi aquades steril untuk pembilas f. Dokumen No. Membersihkan sekret pada pasien yang tidak mampu batuk SASARAN 1.

Untuk memberikan melalui mulut : a. Berikan oksigen pada pasien dan lakukan pengisapan lagi setelah istirahat 3 menit. Hidupkan sumber penghisap dengan tekanan sesuai kebutuhan. Hindarkan mata dari percikkan sekret jalan nafas. 27 . Memasukkan penghisap kedalam mulut tanpa memberi tekanan penghisap. Hubungan sumber penghisap dengan penghisap dari logam bila ada. Tissue untuk pembersih/ kassa steril b. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang tujuan dan prosedur yang akan dilakukan 2. 4. 3. Bila pasien tidak sadar . d.posisi miring . Cairan aseptik (lisol/hibisol) a. Alat – alat didekatkan ke pasien. kemudian lakukan penghisapan sekret dengan hati-hati (cara menghisap kateter diputar 180 ° dengan hati – hati). c. e. Bila pasien sadar. Pasang sketsel/tutup pintu dan korden 5. 2. Bersihkan kateter logam dengan larutan steril. siapkan dalam posisi setengah duduk dengan nyaman 3. Dokumen No.kepala ekstensi agar penghisapan berjalan lancar 4. b. Ciptakan lingkungan yang tenang dan aman PELAKSANAAN 1. Spatel / sudip lidah yang terbungkus kassa Bengkok PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Revisi Halaman 2 dari 3 g.MENGHISAP LENDIR (SUCTIONING) No. Perawat cuci tangan secara aseptic.

hindari tekanan yang berlebihan. Selama prosedur jaga agar gerakan dada tetap adekuat dan jika diberikan ventilasi jaga agar tetap dalam tekanan positif. b. Untuk membersihkan melalui hidung : a. Revisi Halaman 2 dari 3 5. Masukkan penghisap melalui lubang hidung tanpa memberi tekanan penghisap. Bersihkan oksigen pada pasien dan lakukan pengisapan lagi setelah istirahat 3 menit. d. Perawat 1 (yang melakukan oksigensi) ~ Tekanan tombol alarm ventilator jika ada menggunakan alat ventilator dan lepaskan hubungan dengan sirkuit ventilator atau pipa humidifier jika pasien menggunakan alat tersebut. kemudian lubang pengisap ditutup. Bersihkan kateter penghisap dengan larutan steril. Berikan jelly pada ujung kateter penghisap. b. 7.MENGHISAP LENDIR (SUCTIONING) No. Perawat II (yang memerlukan 28 . c. Diperlukan 2 orang perawat untuk pengisapan bila mungkin terutama pada anak yang aktif. c. 6. Bila BB. (bila kateter tanpa lubang saat memasukkan kateter di klem) dan sekret dihisap sambil kateter diputar 180 ° sambil ditarik perlahan – lahan). 2 Kg harus dipasang pengukur tekanan pada sirkuit. Hubungkan sumber penghisap dengan kateter pengisap nasal. ● 100 % untuk pasien lain kecuali ada ketentuan lain. ~ Gunakan Ambubag dan beri oksigen 3 – 5 kali inflasi dengan konsentrasi FIO2: ● 10 % lebih besar dari konsentrasi 02 yang digunakan untuk neonatus dengan BB. Dokumen No. Untuk pasien dengan terpasang endotrachel tube (ETT) : a.

 Selama pengisapan pipa endrotraceal dipegang dengan tangan kiri untuk mempertahankan posisi.  Berikan O2 sesuai dengan kebutuhan. Buka lubang pengisap.  Ulangi pengisapan setelah istirahat 3 menit sampai jalan nafas relatif bersih dari sekret.  Masukkan ujung kateter pengisap ke dalam humen pipa endotracheal dengan cepat dan sejauh mungkin tanpa dipaksa dengan lubang kateter pengisap terbuka (tidak dalam keadaan mengisap).  Jaga agar kateter tetap steril.  Alat – alat dibereskan.  Matikan mesin pengisap dan kateter pengisap disimpan pada cairan antiseptik.  Kembalikan pasien ke sirkuit ventilator bila memakai. EVALUASI 1.  Kateter pengisap ditarik perlahan – lahan untuk beberapa cm pertama lalu ditarik dengan cepat sambil dirotasi. Jalan napas bebas (tidak ada suara tambahan) 29 .  Perawat cuci tangan.  Lakukan pengisapan sekret dengan menutup lubang pengisap yang ada disamping.  Hubungkan mesin pengisap dengan kateter pengisap dengan tangan kanan.  Bila kateter pengisap sulit ditarik mungkin ujung pengisap menempel pada dinding bronchus. pasien dikembalikan pada posisi semula.  Pasang sarung tangan dan letakkan pengalas diatas dada pasien. pengisapan).  Hidupkan sumber pengisap dengan tekanan sesuai kebutuhan. kemudian ulangi pengisapan dengan tekanan yang lebih rendah.

2. frekuensi penghisapan dilakukan tiap 2 jam. Setelah penghisapan melalui pipa endotracheal kateter penghisap boleh digunakan untuk menghisap sekret dari mulut dan hidung (tidak boleh sebaliknya) 3.tidak trauma jalan napas.tidak infeksi dan tidak atelektasis CATATAN 1. Pasien tidak hyipoksia. Dalam melakukan tindakan hindari iritasi 4. bila perlu atau setiap kali setelah selesai fisioterapi dada 5.9% dengan jumlah 5 – 10 cc dengan memasukkan melalui dinding ETT dan langsung dilakukan penghisapan 30 .arithmia.amati perubahan warna kulit dan denyut nadi pasien. Bila terjadi kelainan. Selama penghisapan. Bila sekret kental / kuning lakukan pencucian dengan larutan NaCl 0.hentikan penghisapan dan berikan ventilasi dengan segera 2.

Melakukan clapping dengan cara posisi kedua tangan perawat membentuk lengkungan kemudian kedua tangan menepuk punggung pasien. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu cara untuk memudahkan pengeluaran sekret dan meningkatkan penarikan mukus atau sekret dari paru . 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kertas tissue 3. pada area pengaliran secara bergantian sampai ada rangsangan bentuk.paru Tujuan A. Dokumen No. PELAKSANAAN A. Suction bila perlu B. PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien dan keluarga mengenai prosedur yang akan dilakukan 2. PERSIAPAN ALAT: 1. FISIOTERAPI DADA (CLAPPING DAN VIBRASI) No. O2 bila perlu 5. Mengeluarkan mucus dari bronchilus dan bronchus 2. Vibrasi : mendorong dan memindahkan mucus ke depan trachea Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Membantu pasien dalam posisi duduk atau posisi tidur miring kekiri / kekanan. 3. Prosedur ini dilakukan beberapa kali sampai lendir bersih dan pasien merasa 31 . Memasang sketsel / menutup pintu / gorden C. Clapping 1. ditampung dalam sputum pot. Perawat cuci tangan. Clapping : 1. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan. pasien dianjurkan membantukan lendir dan mengeluarkannya. Bengkok 4. Bila sudah ada rangsangan batuk. Membantu mobilisasi sekret B. Sputum pot berisi cairan desinfektan 2.

5. Vibrasi dengan cara menganjurkan pasien menarik nafas dalam. Rapikan pasien dan lingkungan 5. 8. 6. pasien dianjurkan untuk istirahat. pada waktu pasien mengeluarkan nafas kedua tangan perawat diletakkan diatas daerah yang akan dilakukan pengaliran atau diletakkan tangan diatas bagian samping depan tulang iga. Perawat mencuci tangan 2. Bersihkan alat – alat dan kembalikan pada tempatnya. Menulis dalam catatan perawatan mengenai prosedur yang telah dilakukan. lega. Rapikan pasien dan lingkungan. Vibrasi 1. 6. Prosedur ini dilakukan beberapa kali sampai lendir bersih dan pasien merasa lega 4. 4. Perawat mencuci tangan 7. Setelah dilakukan 4 – 5 kali vibrasi. 32 . kemudian regangkan otot pada tangan dan lengan untuk membuat getaran – getaran lembut 3. Membersihkan alat – alat dan mengumpulkan pada tempatnya. Perawat mencuci tangan 1 B.

posisi ½ baring tangan kanan di belakang dan tiga buah bantal untuk mengangkat kedua 33 . Block 3. PERSIAPAN ALAT 1. POSTURAL DRAINAGE No. Perawat mengatur posisi dan menentukan lokasi kekuatan dan lamanya obstruksi mukus  Posisi fowler untuk mengeluarkan sekret dari lobus kanan atas  Posisi ½ berbaring dengan tubuh sebelah kanan atas untuk pembuangan sekret dari bagian belakang lobus kanan atas  Posisi telentang.hilangkan ketegangan dengan menambah bantal di bawah lutut untuk pengaliran sekret bagian depan lobus atas  Posisi pembuangan sekret dari dan lobus atas kiri. Dokumen No. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan. Menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman 3. Regestin (sandaran). Menyiapkan posisi pasien sesuai kebutuhan C PELAKSANAAN 1. pasien dan keluarga diberi tahu tentang prosedur yang akan dilakukan 2. Bantal secukupnya 2. Latih pasien 2 – 4 kali setiap hari sebelum makan dan sebelum tidur 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono Pengertian Pemberian posisi tertentu yang memungkinkan kekuatan gravitasi dapat memindahkan sekret dari bronchial yang terkena ke dalam bronchus dan trachea Tujuan Membantu mengeluarkan sekret Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Nebulizer B PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1.

pasang bantal untuk mengurangi ketegangan otot perut. kaki kanan ditekuk. Pasang bantal di belakang untuk mempertahankan tulang belakang rata. tinggikan tempat tidur 45 – 50 cm. Pasang bantal diantara kasur dan pagar kasur di atas kepala supaya tubuh tidak bergeser. Untuk pembuangan dari dasar paru depan lobus bawah  Posisi telungkup. untuk lobus kanan bawah  Posisi trendelenburg setinggi 20 inchi kaki kiri ditekuk miring ke kanan untuk lobus kiri bawah  Posisi ½ miring dengan tubuh sebelah kiri di atas. Untuk pembuangan dari dasar paru sebelah luar lobus kiri bawah  Posisi telentang. Tinggikan kaki tempat tidur 40 – 50 cm.untuk pembuangan sekret lobus tengah  Posisi telungkup. tangan dan kepala. tempat tidur setinggi 30 cm. miring kekiri kaki setinggi 20 inchi. Bahu tidak boleh diatas bantal.pasang bantal dibawah perut dan ratakan ke belakang.pasang bantal diperut. Bila gemuk bantal tidak perlu. angkat kaki tempat tidur ± 45 – 50 cm. tubuh bagian atas 30  Posisi duduk menekuk bantal di depan untuk pembuangan sekret dari lidah lobus atas bagian kiri  Posisi trendelenburg dengan kaki setinggi 6 inchi untuk lobus tengah kanan  Posisi ½ baring dengan sebelah kanan tubuh terangkat. Untuk pembuangan sekret dari bagian dasar paru belakang lobus bawah  Pasang spons karet busa di lantai dan taruh bantal supaya tubuh pasien tidak bergeser. 34 .untuk pembuangan sekret dari lobus bawah dan lobus atas  Posisi trendelenburg.

nyeri dada. Untuk pembuangan sekret semaksimal mungkin PERHATIAN Prosedur ini dihentikan bila terjadi tachicardi. dispnea. palpitasi. Pertahankan sudut 45. atau kejadian lain yang menyebabkan hypoxemia 35 .

Bila tidak ada jelly gunakan kapas basah 5.AVF) dengan cara sebagai berikut:  Warna merah pada tangan 36 . Membersihkan kotoran dan lemak menggunakan kapas alkohol pada daerah dada. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Alat monitor EKGl engkap dan siap pakai 2. Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Memasang arde 7. MELAKUKAN PEMERIKSAAN EKG 12 LEAD No. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan.II.III. untuk rekam ekstremitas lead (lead I. Dokumen No. Kapas bola dalam tempatnya 4. gelang dan logam lain dilepas 3. Kassa lembab PERSIAPAN PASIEN 1. Membuka dan melonggarkan pakaian bagian atas. AVR. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara membuat rekaman Aktivitas jantung dengan menggunakan alat EKG Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melakukan pemeriksaan EKG 12 LEAD sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Alkohol dalam tempatnya 3. Posisi pasien diatur telentang datar PELAKSANAAN 1. Perawat mencuci tangan 2. Mengoleskan jelly EKG pada permukaan elektrode. Jelly EKG 5. Menyambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai pasien. Memasang manset elektrode pada pergelangan tangan dan kedua tungkai 6. Menghidupkan monitor EKG 8. kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai dilokai pemasangan manset elektroda 4. Bila pasien memakai jam tangan.

Memberi identitas pasien pada hasil rekaman : nama. Melakukan kalibrasi kembali setelah perekaman selesai 13. periksa pemasangan elektrode jelly 4. Perekaman EKG cukup 4 beat setiap lead bila sinus ritme 37 .umur. kanan  Warna hijau pada kaki kiri  Warna hitam pada kaki kanan  Warna kuning pada tangan kiri 9. Memasang elektrode dada untuk rekaman pre cardial lead V1: pada interkosta keempat pada garis sternum sebelah kanan V2: Pada interkosta keempat pada garis sternum kiri V3: Pertengahan antara V2 dan V4 V4: Pada interkosta kelima pada pertengahan klavikula kiri V5: Pada garis axilla sebelah depan kiri V6: Pada interkosta kelima pada mid axilla V7: Pada interkosta kelima pada axilla bagian belakang kiri V8: satu bidang (sejajar dengan V7) pada garis scapula V9: Sejajar dengan V8 pada batas kiri dari columna vertebralis 10.tanggal dan jam rekaman serta nomor lead dan nomor rekam medik 14. Bila balon EKG hanya satu. Melakukan kalibrasi 10 mm dengan kecepatan 25 mili volt/detik 11. Perawat mencuci tangan HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1.maka perekaman EKG dilakukan dengan cara memindahkan balon tersebut sesuai urutan perekaman 3. Membuat rekaman secara berurutan sesuai dengan pilihan lead yang terdapat pada mesin EKG 12. Pemasangan elektrode harus tepat dan benar 2. Bila hasil rekaman kurang baik.

38 .

H2O2 dsb) dalam tempatnya 4. Balutan lama dibuka dan dibuang pada tempatnya 5. Bengkok 6. Pinset cirugi 3. Kapas lidi secukupnya 5.lysol PELAKSANAAN 1. Savlon. Deppers 5 buah 4. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan 4. Luka dibersihkan dengan memakai p[pinset dan kapas desinfektan ke satu arah. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Dokumen No. Obat luka sesuai kebutuhan 8. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Memberi penjelasan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Plester 3. Pinset anatomi 2. Perawat mencuci tangan 3. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara menukar balutan/penutup luka yang sudah kotor atau yang lama. MERAWAT LUKA DAN MEMASANG BALUTAN No.merchurokrom. Gunting balutan 2. Bensin pada tempatnya 5. Mangkuk steril PERALATAN TIDAK STERIL 1. Kapas kotor dibuang pada tempatnya 39 .alkohol 70%. Bekas plester dibersihkan dengan bensin 6. dengan penutup/pembalut luka yang baru Tujuan Sebagai acuan perawat dalam merawat luka dan memasang balutan sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT PERALATAN STERIL 1. Kassa steril 10 – 15 lembar/secukupnya 6. Obat desinfektan (bethadine. sekali dibuang 7. Kain pembalut secukupnya 7.

8. Pinset yang sudah tidak steril
diletakkan dibengkok
9. Observasi keadaan luka
10. Luka diberi obat yang telah
ditentukan selanjutnya ditutup
dengan kain kasa steril
secukupnya dengan
menggunakan pinset steril, dan
jaga agar serat kasa tidak
melekat pada luka
11. Setelah diobati,luka dibalut atau
diplester dengan rapi
12. Pasien dirapikan,alat dibereskan
13. Perawat mencuci tangan
EVALUASI
 Pasien bersih dan balutan rapi
 Pasien tidak merasa kesakitan
dan merasa nyaman

40

MELAKUKAN HEACTING

No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1

Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Suatu tata cara melakukan heacting
Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan heacting sesuai standar
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
PERSIAPAN ALAT
1. Jarum (bulat u/luar, segitiga u/dalam)
2. Benang
3. Nald voeder 1
4. Pinset chirugi 2
5. Arteri klem 1
6. Duk bolong 1
7. Handschoon 1 pasang
8. Bengkok 1
9. Betadhin
10. Alkohol
11. Korentang dan tempatnya
12. Kassa secukupnya
13. Bak instrumen
14. Spuit 2,5 atau 3 cc
15. Anestesi lokal (tergantung luas luka)
PERSIAPAN PASIEN DAN
LINGKUNGAN
1. Memberitahukan maksud dan tujuan
tindakan yang akan dilakukan
2. Mengatur posisi pasien sesuai
kebutuhan
3. Mengatur lingkungan yang aman dan
nyaman
PELAKSANAAN
1. Mencuci tangan, siapkan asisten
untuk membantu
2. Bersihkan luka dengan NaCl90%,
perhidrol, bethadin
3. Memakai handschoen, suntikan
anestesi sesuai besarnya luka
4. Pasang duk bolong
5. Lakukan heachting
6. Bersihkan luka dengan betadhin
7. Tutup luka dengan kassa steril
8. Bereskan alat – alat
9. Cuci tangan

41

MEMBANTU PELAKSANAAN TINDAKAN
PEMBEDAHAN SECARA LANGSUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Suatu tata cara membantu pelaksanaan tindakan
pembedahan secara langsung
Tujuan Sebagai acuan perawat dalam membantu pelaksanaan
tindakan pembedahan secara langsung sesuai standar
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
PERSIAPAN ALAT
1. Instrumen set sesuai dengan
jenis tindakan
2. Menyiapkan benang berbagai
jenis dan ukuran
3. Menyusun instrumen
pembedahan sesuai ukuran
PELAKSANAAN
1. Memberikan alat – alat operasi
kepada operator sesuai dengan
kebutuhan
2. Menjaga kesterilan alat – alat
operasi selama pembedahan
berlangsung
3. Memeriksa kelengkapan
instrumen sebelum dan sesudah
operasi
4. Menghitung jumlah kain
kasa/depers yang disediakan dan
yang akan dipakai

42

MEMASANG PIPA LAMBUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1

Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Memasukkan slang/pipa makanan ke dalam lambung melalui
hidung/mulut
Tujuan 1. Agar pasien mendapatkan makan pada waktunya
sesuai kebutuhan tubuh
2. Untuk pengobatan kasus tertentu
3. Mengeluarkan cairan lambung/ racun dari lambung
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
PERSIAPAN ALAT
Baki beralas berisi:
1. Pipa lambung sesuai ukuran
2. Jelly
3. Stetoskop
4. Spuit 10 cc, 20cc, 30cc, corong
5. Bengkok
6. Handuk
7. Penutup pipa lambung
8. Kom berisi air masak
9. Kantong plastik penampung
10. Plester/gunting
11. Senter
12. Tissue/kassa
13. Sketsel

PERSIAPAN PASIEN DAN
LINGKUNGAN
1. Meminta persetujuan dari pasien
dan keluarga
2. Memberitahu pasien
3. Menutup lingkungan pasien
dengan sketsel
4. mengatur posisi tidur pasien
(telentang dengan kepala
ekstensi/semi fowler dengan
kepala ekstensi)

PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan.
2. Alat – alat didekatkan ke pasien
3. Meletakkan handuk dibawah
kepala pasien.
4. Mengukur panjang pipa lambung
(dari pangkal hidung ke telinga
bawah sampai procesus
xypoideus atau dari vertek / ubun
43

– ubun sampai ke procesus
xypoideus).
5. Memberi batas panjangnya yang
harus dimasukkan dengan diberi
plester atau tanda lain.
6. Memberi jelly pada ujung pipa
lambung sepanjang 7 – 10 cm.
7. Memasukkan pipa lambung ke
salah satu lubang hidung.
Caranya :
a. Pada awalnya posisi kepala
sedikit ekstensi, bila pipa
sudah masuk sampai
oropharing, kepala flexi.
b. Bila pasien batuk, hentikan
memasukkan pipa lambung,
pasien dianjurkan nafas
dalam, setelah itu lanjutkan
memasukkan pipa lambung.
8. Mengetes apakah pipa sudah
masuk lambung.
Caranya :
a. Menghisap cairan lambung.
b. Memasukkan udara 5 – 10 cc
dan dengarkan dengan
stetoskop pada perut sebelah
kiri kuadran atas.
c. Ujung pompa dimasukkan
kedalam kom berisi air.
9. Fiksasi dengan plester.
10.Menutup pipa lambung agar udara
tidak masuk.
11.Pasien dirapikan dan alat – alat
dibereskan.
12. Perawat cuci tangan.
Catatan
1. Observasi reaksi pasien selama
dan sesudah pemasangan
2. Pada kasus tertentu ujung pipa
lambung tidak ditutup tapi
dipasang slang/pipa penyambung
dan dihubungkan dengan plastik
penampung
3. Pipa lambung tidak harus steril
tapi bersih

44

MEMBERIKAN MAKAN MELALUI PIPA
LAMBUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1
Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Memberikan makanan dalam bentuk cair / minuman / obat
melalui pipa lambung
Tujuan Agar pasien mendapatkan makanan /minuman/obat pada
waktunya sesuai kebutuhan
Penanggung
Prosedur No Aktivitas
Jawab
PERSIAPAN ALAT
Baki beralas berisi
1. Corong/gelas,spuit sesuai
kebutuhan (dewasa 50 cc,
anak/bayi 10 cc)
2. Makanan cair yang suhunya sesuai
suhu badan
3. Obat cair / obat yang sudah digerus
4. Air putih matang untuk bilas
5. Serbet/tisue
6. Bengkok
PERSIAPAN PASIEN
1. Memberi tahu pasien
2. Menutup dengan tabir
3. Mengatur posisi tidur pasien
- Bila sadar posisi semi fowler
- Bila tidak sadar, telentang dengan
satu bantal
PELAKSANAAN
1. Perawat cuci tangan.
2. Alat – alat didekatkan ke pasien.
3. Serbet dipasang dibawah ujung
pipa lambung.
4. Memasukkan makanan kedalam
spuit.
5. Ujung pipa lambung ditekuk,
kemudian tutup pipa lambung
dibuka.
6. Spuit yang telah berisi makanan
dipasang pada pipa lambung,
kemudian makanan dimasukkan
dengan perlahan – lahan. Demikian
seterusnya sampai jatah porsi
makan pasien habis.
7. Bila makanan telah habis, bilas
pipa lambung dengan air putih
matang sampai bersih.
8. Ujung pipa lambung ditekuk, cabut

45

Pasien dirapikan . 10. 46 .Perawat cuci tangan. Pipa lambung ditutup. 9. 11. alat – alat dibereskan. spuit dari pipa lambung.

tutup pintu /gorden 2. Glass spuit diisi air matang/air es ± 500 cc lalu masukkan ke dalam 47 . Sarung tangan PERSIAPAN PASIEN 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Alat – alat didekatkan 3. Bengkok 2. Kassa / tissue 7. Pipa lambung di klem 8. Meletakkan bengkok di bawah dagu pasien 6. Obat – obat (sulfas atrofin. Memasang perlak dan alasnya di dada pasien 5. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tindakan untuk mencuci lambung dengan cara memasukkan dan mengeluarkan air atau cairan melalui pipa lambung Tujuan Menghilangkan racun dan membersihkan lambung Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. KUMBAH LAMBUNG No. Meletakkan ember yang diberi alas kain pel kedekat pasien 7. Susu yang diperlukan dalam tempatnya 12. Ember penampung 5.Norit) 11. Memakai celemek dan sarung tangan 4. Posisi pasien diatur sesuai dengan kebutuhan PELAKSANAAN 1. Pinset anatomi 10. Dokumen No. Perlak dan alasnya 4. Perawat mencuci tangan 2. pasang sketsel. Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan 3. Glass ukuran/ Glass spuit 3. Celemek dari karet 8. Air hangat / dingin 1 – 2 liter/NaCl 0. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Set therapy lengkap dan siap pakai 9.9% sesuai kebutuhan 6.

RR. Keluarkan cairan dari lambung dengan cara mengalirkan pada ember penampung . Lakukan pemasukan dan pengeluaran cairan beberapa kali sampai cairan berwarna jernih/ tidak berbau 11.rapikan pasien dan cuci tangan CATATAN: Pasien sudah dipasang pipa lambung 48 .N) dan respons pasien 13. Ukur cairan yang masuk dan keluar (warna. Observasi keadaan umum pasien (T. bau) 12.bila sulit diisap 10. Bereskan alat-alat . pipa lambung 9.

piring.serbet.garpu.gelas minum. kalau perlu pisau dan mangkuk untuk cuci tangan PERSIAPAN PASIEN . Makanan dihidangkan.obat. MENGHIDANGKAN DAN MEMBANTU MEMBERIKAN MAKAN PADA PASIEN DAPAT MAKAN SENDIRI (BERBARING) No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Mencuci tangan 49 . Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT . Serbet dibentangkan. Pasien dipersilahkan makan 5. dibawah dagu 3. Mencuci tangan 2.Pasien diberitahu dan dibantu kalau perlu untuk miring PELAKSANAAN 1.sendok.Alat – alat makan mis: baki.perawat membantu memotong lauk – pauk/menuangkan sayur 4. Dokumen No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.

Pasien diberitahu dan dibantu duduk di tempat tidur /kursi.garpu.Alat – alat makan mis: baki. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT .piring. Mencuci tangan 50 . Mencuci tangan 2. dibawah dagu 3.gelas minum.sendok. kalau perlu pisau dan mangkuk untuk cuci tangan PERSIAPAN PASIEN . lingkungan dibersihkan PELAKSANAAN 1. Serbet dibentangkan.serbet. MENGHIDANGKAN DAN MEMBANTU MEMBERIKAN MAKAN PADA PASIEN DAPAT MAKAN SENDIRI (DUDUK) No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.obat. Makanan dan minuman yang telah disiapkan dihidangkan di depan pasien 4. Pasien dipersilahkan makan 5.

sendok. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT .pasien diberi minum bila perlu diberikan obat 7. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. piring. kalau perlu pisau dan mangkuk untuk cuci tangan PERSIAPAN PASIEN . dibawah dagu 3. Perhatikan apakah makanan sudah ditelan habis sebelum menyuapkan makanan berikutnya 6. kalau perlu memakai sedotan 5.Pasien dalam sikap yang menyenangkan dengan kepala lebih tinggi dari badan PELAKSANAAN 1. Mencuci tangan 2. Perawat duduk pada tempat yang memudahkan pekerjaan 4. Alat – alat dibereskan 9. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pasien ditawarkan minum. Dokumen No. MENGHIDANGKAN DAN MEMBANTU MEMBERIKAN MAKAN PADA PASIEN YANG TIDAK DAPAT MAKAN SENDIRI No.serbet.Alat – alat makan mis: baki. Setelah makan. Serbet dibentangkan. Mulut sekitarnya dibersihkan serta pasien dirapikan 8. Mencuci tangan 51 . garpu. obat. gelas minum. Suapkan makanan sedikit demi sedikit sambil berkomunikasi dengan pasien.

Memeriksa etiket. Bengkok j. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memasukkan cairan elektrolit. Bethadine 10% l. Plester dan gunting i. b. Standar infus/gantungan infus b. Lingkungan harus bersih PELAKSANAAN 1. Kassa dan kapas lidi steril pada tempatnya k. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Bidai dan pembalut (k/p) B PASIEN 1. obat dan nutrisi ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set Tujuan 1. Perawat cuci tangan. Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit 3. MEMASANG INFUS No. Tali pengikat k/p/pembendung f. Mengisi slang infus : a. Infus set steril/transfusi set steril d. Alat pengatur tetesan tutup 52 . Abocath dengan nomor sesuai e. Penunggu pasien dianjurkan keluar 3. Dokumen No. Kapas alkohol h. Perlak dan alas g. Sebagai pengobatan 2. PERSIAPAN ALAT a. Cairan infus steril sesuai instruksi c. Memberi zat makanan pada pasien yang tidak dapat / tidak boleh makan melalui mulut Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Pengaturan posisi pasien pada lokasi yang akan dipasang infus 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Memberitahu tindakan yang akan dilakukan pada pasien 2. Membebaskan daerah yang akan dipasang infus dari pakaian yang menutupi LINGKUNGAN 1. c. Dipasang sketsel /sampiran / dibawa ke ruang tindakan 2.

j. o. h. l. Pasang bidai / pembalut. Daerah fungsi diolesi betadhin dengan kapas lidi dan ditutup kasa steril. Merapikan pasien. i. Slang infus diisi cairan infus sampai seluruh slang berisi cairan dan bebas dari gelembung udara. EVALUASI 1. k. 2. kelancaran tetesan infus abbocath ditambahkan dengan plester. g. Melakukan pembendungan bila sendiri dipasang torniquet dan bila ada kuman dilakukan swap. Menentukan lokasi. Mengobservasi ada tidaknya pembengkakan. Meletakkan perlak kecil dan alasnya dibawah bagian yang akan di infus. Memasukkan abbocath kedalam vena dan buka karet pembungkusnya. ° Macam cairan. jaraknya 2 – 4 cm dibawah botol infus. f. g. d. Perawat mencuci tangan. Mengobservasi kelancaran tetesan infus 3. c. Ruang tetesan. Melakukan vena fungsi : a. Sambungkan abbocath dengan slang infus dan pengatur slang infus pengatur tetesan dibuka. Membereskan alat – alat. Mengobservasi reaksi pasien 2. Perawat mencatat : ° Tanggal dan jam pemberian. Menghapus hamakan lokasi fungsi dengan bethadin 10% kemudian diulang dengan alkohol 70 %. d. m. n. diisi setengah. f. e. Mengatur tetesan dalam 1 menit. b. Mengobservasi adanya pembengkakan 53 . Menggantungkan botol infus. Ikatan dipasang. Menusukkan infus set kedalam botol infus. e.

54 .

MELEPAS INFUS No. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Pinset 2. Alat – alat dibereskan 12. Membasahi plester fiksasi dengan kapas bensin 8. kassa steril dan Povidon iodine atau tensoplast PELAKSANAAN 1. Perawat cuci tangan EVALUASI: Observasi lokasi infus setelah lepas dari perdarahan . Memasang perlak pengalas pada daerah yang dipasang infus 5. Kapas bensin 3. atau menggunakan tensoplast 11. Dokumen No. tanda – tanda peradangan 55 . Pengatur tetesan infus dimatikan 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara melepas infus pada pasien dengan benar Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melepas infus sesuai standar Kebijakan Infus harus dilepas / diganti satu set setiap 3 x 24 jam setelah pemasangan atau bila nampak peradangan walau belum 3 x 24 jam Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Peralatan dibawa kedekat pasien 3. Plester. Mencabut jarum infus dengan menekan pada tempat penusukan memakai kassa steril kering 10. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Perawat mencuci tangan 7. Bengkok 4. Menutup luka dengan kassa bethadin dan diplester. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Melepas fiksasi dengan pinset 9. Melepas sepalk (bila pasien memakai sepalk) 6.

Bila tidak dapat diatur posisi miring. 2 Mengatur posisi px senyaman mungkin. 8 Tuangkan sedikit lotion ditangan usap dengan kedua tangan sehingga lotion akan menjadi hangat bila mentol. 7 Letakkan sebuah bantal kecil dibawah perut px untuk menjaga posisi px yang tepat. .Masase sambil bernafas pelan – pelan. 13 Gesekan : masase punggung dengan ibu jari anda dengan gerakan 56 . 4 Berita px tentang tindakan masase yang akan dikerjakan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara dalam membantu pasien melakukan teknik distraksi dan massage Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melakukan teknik distraksi dan massage sesuai standar Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab 1 Mempersiapkan alat. 5 Cuci tangan. 3 Menjelaskan teknik distraksi dan masase yaitu : . 6 Bantu px untuk mengatur posisi prone. Dokumen No. Masase dilakukan dengan telapak tangan dan jari – jari gunakan tekanan halus yang bersambungan. TEHNIK DISTRAKSI DAN MASSAGE No. masase punggung dengan tekanan pendek cepat. 9 Lakukan masase pada punggung. 12 Remasan : usap otot bahu dengan setiap tangan anda yang dikerjakan secara bersama. . 10 Bantu px dalam posisi yang nyaman. bergantian tangan.Mendengar lagu sambil menepuk – nepukkan jari – jari kaki atau membayangkan hal – hal yang indah sambil menutup mata. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.Bernafas secara berlahan – lahan. 11 Selang – seling tangan. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.

memutar sepanjang tulang punggung dari sakrum ke bahu geser keluar kesemua punggung. dengan menggunakan tekanan lebih halus dengan gerakan ke atas untuk membantu aliran balik vena 15 Petrisas : Tekan punggung secara Horison. pindah tangan anda dengan arah yang berlawanan dengan menggunakan gerakan meremas. 57 . 16 Tekanan menyikat : Searah halus tekanan punggung dengan ujung – ujung jari yang mengakhiri masase. 14 Eflurasi : masase punggung dengan kedua tangan.

3 Perawat mencuci tangan. Handuk 2 buah 5. Membersihkan kulit dan bau badan 2. Tempat untuk pakaian kotor (bertutup) 9. Sebagai pengobatan 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Membersihkan tubuh pasien dari kotoran dengan menggunakan air dan sabun di tempat tidur Tujuan 1. 2 Menutup pintu dan jendela. Mendidik pasien dalam kebersihan perorangan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Meja dorong berisi: 1. Dua (2) buah waskom berisi air dingin /hangat kuku 2. 5 Pindahkan bantal dan guling yang 58 . MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR No. Mengatur lingkungan yang aman dan nyaman 1 PELAKSANAAN Menyiapkan alat – alat kedekat pasien. Pot urinal 11. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan. Teko berisi air panas 10. Sabun mandi dalam tempatnya 4. Sketsel PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. jika perlu berikan pot urinal. Penanggung Jawab PROSEDUR TETAP Dr. Merangsang peredaran darah 3. 4 Sebelum dimandikan tanyakan pada pasien perlu BAK / BAB atau tidak. Kapas 13. Kamper spiritus. Pakaian pasien yang bersih 8. talk/bedak 7. Memberitahu pasien dan menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan 2. Waslap 2 buah 3. kalau perlu pasang sketsel. Mengatur posisi sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya 3. Botol berisi air untuk cebok 12. Selimut mandi/kain penutup 6. Mencegah infeksi kulit 5. Dokumen No.

disabuni. mulai dari tangan yang jauh dari perawat kemudian yang lebih dekat.Ketiak. . lalu keringkan. . dibilas sampai bersih dan keringkan dengan handuk dan diberi talk tipis – tipis terutama bagian leher. dada dan perut dibasahi.Punggung sampai bokong dibasahi.Pakaian pasien bagian bawah dibuka dan selimut atau kain penutup diturunkan sampai perut bagian bawah. dibilas dan selanjutnya 59 . lipatan mammae pada wanita. 8 Tanggalkan pakaian pasien atas dan masukan kedalam tempat pakaian kotor. . disabuni. .Pasien dimiringkan kekiri dan kekanan.Tanyakan kepada pasien apakah biasa menggunakan sabun atau tidak.Letakkan handuk diatas dada pasien dan lebarkan kesamping kanan dan kiri sehingga lengan / tangan pasien dapat diletakkan diatas handuk.Pasang dengan handuk dibawah kepala. lipatan bagian atas dipegang oleh pasien dan lipatan bawah ditarik 7 Lipat selimut pasien.Kedua tangan pasien dibasahi dan disabuni.Angkat handuk dari bawah kepala. tidak perlu. 12 Mencuci punggung dengan cara : . lalu dibilas sampai bersih dan dikeringkan dengan handuk. .Pasang handuk dibawah punggung sampai bokong. dan leher dengan waslap lembab. telinga. . Selanjutnya ditutup dengan kain penutup / selimut mandi.Bersihkan muka. 6 Pasang selimut mandi. . kemudian tutup dengan selimut mandi 9 Mencuci muka dengan cara : . 11 Mencuci dada dan perut dengan cara : . . 10 Mencuci lengan dengan cara : .Turunkan selimut mandi / kain penutup. . .Kedua tangan pasien dikeataskan.Kedua tangan dikeataskan handuk diangkat dan dibentangkan pada sisi pasien.

posisi pasien diatur yang nyaman. .Pasien ditelentangkan. . . . dibilas dan dikeringkan dan lipatan paha ditalk tipis – tipis (pada laki – laki dibawah skrotum).Pakaian dan alat tenun kotor serta peralatan dibereskan dan dibawa ketempatnya. kaki disabuni dibilas selanjutnya dikeringkan demikian juga dengan kaki yang satunya. . CATATAN 1.Pakaian bagian bawah dilepas.Punggung kiri dicuci seperti pada punggung kanan.Handuk dibentangkan dibawahnya dan lutut ditekuk.Memasang handuk dibawah bokong. . 13 Mencuci kaki dengan cara : . Ganti air mandi jika sudah kotor 60 . kain penutup atau handuk diangkat.Pasien dimiringkan kekanan dan handuk dibentangkan dibawah punggung. Observasi respons pasien dan kelainan pada tubuhnya 2.Daerah lipatan paha dan genetalia dibasahi. . .kaki pasien yang terjauh dari perawat dikeluarkan dari bawah kain penutup atau selimut mandi. .Punggung sampai bokong pasien digosok dengan kamper terutama bagian yang menonjok lalu diberi talk tipis – tipis. pakaian atas dipasang dengan rapi.Selimut pasien dipasang kembali.Perawat cuci tangan. 14 Mencuci dengan lipatan paha dan genetalia dengan cara : . dikeringkan dengan handuk . disabuni. Hindari tindakan yang menimbulkan rasa malu pada pasien dan tetap menjaga kesopanan 3.Pakaian bawah dikenakan kembali. .

Mencegah infeksi 3. Memasang pengalas diatas dada sampai dibawah dagu. Dokumen No. 7. 6. Heru Dwi Cahyono Pengertian Membersihkan gigi dari kotoran dan sisa makanan dengan sikat gigi Tujuan 1. 3. Supaya gigi bersih dan tidak berbau 2. MENGGOSOK GIGI No. Sikat gigi dan pasta gigi 5. perawat cuci tangan 4. Bantu kumur – kumur dan buang air kumur kedalam bengkok. Memberikan rasa segar dan nyaman 4. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan. Penampung kotoran PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN Menjelaskan tujuan dari tindakan yang akan dilakukan PELAKSANAAN 1. Mendidik pasien dalam kebersihan perorangan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi 1. Menentukan rencana tindakan sesuai dengan kondisi pasien jika pasien mampu menggosok sendiri. perawat mendampinginya dan bila tidak mampu membantu. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Tangan kanan mengambil sikat 61 . Mengatur posisi pasien yaitu dalam posisi fowler atau miring menghadap perawat 5. Gelas berisi air hangat 4. Mengambil air hangat. Perlak dan pengalas /handuk 2. Sedotan 7. Merangsang nafsu makan 5. Kassa/ tissue 6. diletakkan bengkok dibawah dagu sesuai posisi pasien. Alat didekatkan. Benang gigi (bila perlu) 8. 2. Mengkaji keadaan gigi dan sekitar meliputi bentuk kebersihan dan kelainan yang ada. Bengkok 3.

8. gigi yang diberi kasa. 10. Berikan air untuk kumur dan ulangi sampai bersih. Keringkan / bersihkan sekitar mulut pasien dengan tissue / kasa dan buang kedalam bengkok. Angkat bengkok dan pengalas 11. atas bawah mulut bagian kiri dan atas bawah mulut bagian kanan dari belakang ke depan gerakan dari bawah ke atas lalu putar keluar dan dalam. Atur posisi pasien dan dirapikan 12. Alat – alat dibereskan dan dirapikan CATATAN 1.perdarahan 62 . Catat adanya kelainan. membersihkan gigi geraham. memegang sikat 45° dari mulut. 9. Observasi respons pasien 2.

Heru Dwi Cahyono Pengertian Memasukkan kateter melalui urethra ke dalam kandung kencing Tujuan 1. 2. 6. Bengkok 6. 4. Aquadest 10. Memberikan rasa nyaman 3. Dokumen No. Perlak dan alas bokong 5. Pinset anatomi 7. Spuit 9. Kateter steril dan urobag 2. Membuka labia minora dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri. PEMASANGAN KATETER No. Letakkan bengkok diantara kedua tungkai. Jelly/pelumas 4. PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Atur posisi pasien dorsal recumbent C. PELAKSANAAN 1. Revisi Halaman Tanggal Terbit Ditetapkan. Plester 11. Pasang perlak dan alas bokong 3. Mengeluarkan urine 2. PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi 1. Tanggalkan pakaian bawah pasien. menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman 3. Vulva dibersihkan dengan kapas sublimat dengan savlon minimal 3 kali dari atas ke 63 . Cuci tangan dan pakai sarung tangan Pasien Perempuan 5. Memberitahu tentang tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan 2. Bahan pemeriksaan laboratorium urine produksi dan pemeriksaan penunjang Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Sepasang sarung tangan steril 8. Sketsel B. Kapas savlon atau kapas sublimat 3.

Rapikan pasien dan alat –alat dibereskan. Urine bisa mengalir lancar melalui kateter dan ujung urethra tidak merembes 2. 14. c. . 64 . Penis agar ditarik supaya lurus dan kateter dimasukkan perlahan-lahan dan anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam.Ujung kateter diberi jelly dan pangkal kateter disambung ke urobag. Pasien Laki – Laki : 10. Ujung kateter diberi jelly dan pangkalnya disambungkan pada urobag 13. . Tangan kiri memegang penis 11. Perawat cuci tangan D EVALUASI 1. Pasien merasa nyaman dan tidak merasa kesakitan 3. 8. Sterilitas tetap terjaga. Fiksasi kateter pada pangkal paha sebelah kanan 16.Urine yang keluar pertama ditampung dalam bengkok dan urine selanjutnya ditampung dalam botol steril sesuai kebutuhan. Pasien dirapikan dan alat – alat dibereskan 9. Perawat cuci tangan. 7.Masukkan kateter nelaton ke dalam uretra perlahan – lahan dan anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam. Pemasangan kateter sementara : . Kateter dikunci memakai aquabidest steril untuk mengisi / mengunci balon 15. Kateter dikunci memakai aquabidest steril untuk mengunci / mengisi balon sesuai ukurannya pada kateter. Pemasangan kateter permanen : .Ujung kateter nelaton diberi jelly.Masukkan dower kateter ke dalam uretra perlahan – lahan dan anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam. Preputium ditarik sedikit ke pangkalnya dan dibersihkan dengan kapas savlon / sublimat 12. Labia minora dengan tangan kiri : b. bawah. . 17.

65 .

Dokumen No. Perawat cuci tangan. C. Pasien tidak kesakitan 3 CATATAN Kateter diganti setiap 3 – 5 hari 66 . 1. EVALUASI 1. Perlak dan alas bokong B. bengkok 3. 3. PELAKSANAAN 1. Tampung kateter dalam bengkok. Tarik kateter perlahan sambil pasien dianjurkan nafas panjang. Perawat cuci tangan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Mengeluarkan kateter dari kandung kemih melalui saluran urethra Tujuan Mencegah infeksi Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi A. 2. Untuk pasien laki – laki atur penis sesuai anatominya (uretranya) sebelum ditarik kateter. Hisap isi balon dengan spuit. Spuit 2. Pasien dirapikan dan alat – alat dibereskan 7. 5. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pada ujung urethra tidak terdapat tanda – tanda infeksi 2. 6. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. 4. MELEPAS KATETER No.

Memberikan rasa aman dan nyaman Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT BAKI ATAU DRESING CAR BERISI 1. Perlak kecil dan alas 9. MERAWAT VULVA DAN PERINEUM No. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan 2. Kom atau mangkuk steril 3. Bengkok 8. mencegah infeksi 4. Bethadin / alcohol (obat luka yang dibutuhkan) 14. Korentang steril dalam tempatnya 12.pasang pispot di bawah bokong dan bengkok di dekatkan 6. Perawat cuci tangan 2. Pispot 10. Buka gurita. Merawat luka bila ada 3. Menjaga kebersihan 2. Kassa steril 13. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Duk/pakaian pengganti 7. Heru Dwi Cahyono Pengertian Merawat alat kelamin wanita bagian luar dan sekitarnya Tujuan 1. Sampiran /sketsel PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Pinset anatomi 2 buah 5. menutup pintu dan jendela atau memasang sketsel/sampiran PELAKSANAAN 1. Kapas desinfektan/kapas savlon/kapas sublimat dalam tempatnya 2. Memasang alas bokong 5. Dokumen No. atur posisi pasien dorsal recumbent 4. Bak instrumen steril 4. Baju bagian bawah di buka /dikeataskan. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Alat – alat didekatkan ke pasien 3. Sarung tangan steril 6. Lepaskan pembalut letakkan 67 . Botol cebok berisi air /larutan PK 1/2000 11.

perawatan yang dilakukan.usapkan dari atas ke bawah satu kali lalu dibuang.tinggi fundus uteri. Bersihkan jahitan perineum dengan alkohol / bethadin. Pasien merasa aman dan nyaman PERHATIAN 1. lakukan sampai bersih 10. keadaan urine. bungkus ibu jari dan jari telunjuk sebelah kiri dengan kapas sublimat/savlon.celana dalam dikeataskan / dipasang 12. Tidak terjadi infeksi 3. Pispot diangkat.kemudian duk/pembalut dipasang. Catat dalam status pasien.kontrasepsi. dalam bengkok 7. tangan kanan menyiram vulva dengan larutan PK 9. Perinium dan vulva bersih 2. Alat – alat dibereskan dan kotoran dibuang pada tempatnya EVALUASI 1. kemudian olesi bekas jahitan dengan obat dan tutup dengan kasa steril 11. Cuci tangan 8. Cuci tangan 13. Pakai sarung tangan. Perhatikan privancy klien 68 . Tangan kanan mengambil kapas desinfektan . Bila ada jahitan yang akan dibuka persiapkan alat – alat untuk angkat jahitan 2.lochea dan perineum 14. Perhatikan adanya kelainan 3.

Alat untuk memasukkan supositoria bila perlu 6. Membawa alat kedekat pasien 2. Membuka pembungkus supositoria 5. Sarung tangan 4. Memasang sketsel bila perlu 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Balutan perineal bila perlu PERSIAPAN PASIEN 1. Pasien diberi penjelasan tentang hal yang akan dilakukan 2. MEMBERIKAN OBAT SUPOSITORIA VAGINA No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Tisu 5. Mencuci tangan dan kenakan sarung tangan 4.5 – 10 cm) 69 . Dengan tangan kiri renggangkan lipatan labia 7. Masukkan ujung bulat supositoria sepanjang dinding posterior lubang vagina sampai sepanjang jari telunjuk (7. Mengoles telunjuk kanan dan ujung supositoria dengan pelicin 6. Obat Supositoria 2. Posisi pasien dorsal recumbent PELAKSANAAN 1. Dokumen No. Jelly steril 3. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memasukkan obat melalui vagina Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat melalui vagina sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi : 1.

Menarik jari telunjuk keluar 10. Menganjurkan agar pasien tetap berbaring selama ± 20 menit dan tidak mengendurkan untuk 70 . Vaselin/pelicin 5. Memasukkan supositoria ke dalam rektum ± 7 – 8 cm sampai melewati sfinkter ani internal. Kapas savlon 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tindakan memasukkan obat melalui anus Tujuan Merangsang peristaltik usus sehingga dapat BAB Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi : Obat Supositoria 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Mencuci tangan 5.mengambil obat supositoria kemudian dipegang dengan kassa 7. Membawa alat kedekat pasien 2. Memasang sketsel bila perlu 3. Bengkok 6. Menyiapkan lingkungan yang nyaman PELAKSANAAN 1. MEMBERIKAN OBAT SUPOSITORIA No. Dokumen No. Sampiran/sketsel k/p PERSIAPAN PASIEN 1. Membuka pembungkus supositoria 6. Pasien diberitahu tentang tujuan prosedur dilaksanakan 2. Sarung tangan 4.sambil pasien dianjurkan bernapas melalui mulut 9. Pispot k/p 7. Pasien diatur posisinya dengan posisi SIM 3. Membuka pakaian bawah dan mengatur posisi SIM 4. Mengoles telunjuk kanan dan ujung supositoria dengan pelicin 8. Memakai sarung tangan. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Kassa beberapa potong 3.

menahan supositoria 11. Merapikan pasien 13. Membersihkan daerah anus dengan kapas savlon 12. Membereskan alat – alat 14. Mencuci tangan 71 .

72 .

73 .

Meninggalkan pasien atau tunggu agak jauh tergantung keadaan pasien 8. Buka Pakaian bawah. Alat – alat didekatkan ke pasien 3. Beritahu pasien bila sudah selesai dengan memberi bel/tanda 9. Perlak dan alasnya bila perlu 4. Handschoen bersih PERSIAPAN PASIEN 1. Botol cebok berisi air bersih 3. PEMBERIAN POT DAN URINAL No. Pispot dengan tutupnya (Koran/perlak) dan urinal 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Mengurangi pergerakan pasien 2. Perawat cuci tangan 2. Perawat cuci tangan PELAKSANAAN 1. Bersihkan daerah kemaluan. Pada pasien laki – laki berikan urinal bila mau BAK 6. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memberi pertolongan pada pasien yang hendak buang air besar/buang air kecil Tujuan 1. Selimut 5. Dokumen No. Memasang sketsel atau menutup pintu dan jendela 3. Pasien diberitahu maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan 2. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan.pasang selimut 4. Kertas kloset/tissue 7.anus dan bokong dengan botol berisi air bersih dari atas ke bawah 74 . Bel 6. Mengetahui adanya kelainan – kelainan faeces/urine secara langsung Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Atur posisi dorsal recumbent (sesuai keadaan pasien) 5. Buka tutup pispot dan letakkan pispot dengan bagian yang tipis berada di bawah bokong (lubang harus tepat di bawah anus) 7.

Kembalikan pasien pada posisi semula. Keringkan dengan kertas tissue. Pasang kembali pakaian pasien 13. buang isinya dan dibersihkan 16. Pasien tetap bersih dan alat tenun tidak kotor 75 . Angkat pispot dari bawah bokong pasien 12. Pintu dan jendela dibuka dan sampiran dikembalikan 15. Perawat cuci tangan EVALUASI 1. Alat – alat dibereskan. Observasi keadaan umum pasien selama dan sesudah BAB/BAK 2.dan 11. dengan menggunakan handschoen 10.bawa pispot dan urinal beserta isinya ke spolhok.selimuti pasien 14. Observasi adanya kelainan feses/urine 3.

Mangkuk berisi potongan es d. Kompres dingin biasa 2. Perlak dan alasnya c. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan. Kirbat Es leher ( 4. Mengurangi rasa sakit / nyeri 3. epistaksis.Peniti 76 .perdarahan post op ATE) 3. Pada pasien yang nyeri akut (Appendik infiltrat. Dokumen No. SASARAN 1. MENYIAPKAN DAN MEMBERIKAN KOMPRES DINGIN No. Garam satu sendok kecil (agar es tahan lama) e. Membantu mengurangi perdarahan 4. Kirbat es biasa Buli – buli dingin dan sarungnya c. Kirbat es leher dan sarungnya d. Baki dan alasnya b.Lengkungan / busur selimut . Membantu menurunkan suhu badan 2.Handuk / kain untuk menggantung . Pada pasien yang suhunya tinggi 2. Kirbat Es gantung PERSIAPAN ALAT 1. Secara umum a. Kirbat Es 3. Membatasi peradangan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab TEKNIK KOMPRES DINGIN 1. pada pasien dengan perdarahan banyak (post partum. Kompres dingin biasa Waslap / handuk kecil b. Secara khusus a. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memberikan kompres dingin pada pasien yang memerlukan.Tali kirbat es .Kirbat es dan sarungnya . Kirbat es gantung . Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.sakit kepala berat) Tujuan 1. Selimut 2.

Kompres dingin biasa .PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN Pasien diberitahu tindakan yang akan dilakukan.ubun – ubun.Pasien diselimuti 6. Kirbat es gantung . Kirbat es biasa . kain /handuk dipasang pada busur agak kendur. Alat – alat didekatkan pada pasien 4. Kirbat es dipasang pada tempat yang diperlukan a. Bila es sudah mencair dan masih diperlukan segera diganti 77 . Kirbat es leher .leher. Perlak dan alasnya dipasang pada tempat yang akan dikompres 5. lipatan paha) b. Perawat mencuci tangan 3.Pada ujung handuk diberi peniti .Busur selimut dipasang.Pasang pada daerah yang pembuluh darahnya besar (ketiak. Perawat cuci tangan.Pasang kirbat es leher pada leher yang diikat Perhatian : Memasang kirbat es leher tutup harus disebelah luar d. Bila pasien tampak sianosis / kedinginan kirbat es harus segera diangkat 2.Kirbat es diletakkan di atas handuk / kain tepat diatas bagian yang sakit (jangan menekan tubuh pasien) .Pasang kirbat es seperti pada kompres biasa Perhatian : Memasang kirbat es jangan terbalik (mulut harus diatas) c.Celupkan waslap/handuk kecil pada air es/kemudian peras . alat – alat dibereskan PERHATIAN 1. sehingga bagian tengah melengkung ke dalam dan hampir menyentuh perut / leher .maksud dan tujuannya PELAKSANAAN 2.

Perhatikan kulit apa ada iritasi / kemerahan 4.3. Kontrol suhu tiap satu jam 78 .

Alat – alat didekatkan 3. Menurunkan suhu tubuh 4. Perawat mencuci tangan 2. Merangsang peristaltik SASARAN: 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Pada pasien radang (persendian. kemudian dibungkus dengan sarung buli . Pada kekejangan otot (spasmus. Dokumen No. Bantal elektrik Periksa tegangan listrik. Memberikan rasa nyaman 3. Mangkuk berisi cairan hangat 3. a. Diberikan pada pasien kedinginan (akibat narkose. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan. Perlak dan alasnya 2.bengkak pada bekas suntikan) 2. Pada pasien hematom Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi 1. Perut kembung 4. Memperlancar sirkulasi darah 2.Perlak dan alasnya dipasang 79 .udara dikeluarkan dengan cara buli – buli diletakkan di tempat yang rata bagian atas ditekuk sampai air kelihatan dan ditutup.iklim / ketegangan jiwa) 5. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memberikan rasa hangat dengan memberikan cairan / alat yang menimbulkan kehangatan pada bagian tubuh yang memerlukan Tujuan 1. a.cocokkan dengan alat PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN Pasien diberitahu tindakan yang akan dilakukan. MENYIAPKAN DAN MEMBERIKAN KOMPRES HANGAT KERING No.abdomen. Selimut 4.kolik.buli b. Buli – buli panas Buli – buli panas diisi air panas 1/3 – 2/3 bagian. Buli – buli panas . dan pinggang) 3.maksud dan tujuan PELAKSANAAN 1.

panas diatur sesuai dengan kebutuhan . Bantal elektrik diletakkan pada bagian – bagian yang akan dikompres PERHATIAN 1. Bantal elektrik . Bila tidak ada buli – buli panas dapat diganti botol yang berisi air panas dan ditutup rapat 80 . Observasi terjadi luka bakar 2.Buli – buli panas diletakkan pada bagian yang dikompres b.Stop kontak dipasang. pada bagian yang akan dikompres .

Kassa penekan / deppers 5. Observasi TANDA-TANDA VITAL 4. Alat tenun (seprei. Memberikan rasa tenang dan rasa puas jasmaniah dan rohaniah kepada pasien dan keluarga 2. Pasien dipisahkan dengan pasien yang lain dengan memasang sketsel 2. dll yang diperlukan C PELAKSANAAN 1.baju. Pasien tidak boleh ditinggalkan sendiri 3. Handuk kecil 9. Sarankan agar keluarga menunggu dan diberikan penjelasan dengan cara yang bijaksana oleh dokter/perawat tentang keadaan pasien 5. Alat resusitasi PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Pasang sketsel 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Memberikan pelayanan khusus jasmaniah dan rohaniah kepada pasien yang akan meninggal Tujuan 1. Memberitahu keluarga 3.selimut) 10. Pinset 4. Dokumen No. Pasien disiapkan menurut agama dan kepercayaan masing – masing B 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. PERAWATAN PASIEN YANG AKAN MENINGGAL (MENDAMPINGI PASIEN TERMINAL) No. O2 11. Kertas tissue 7. Siapkan catatan untuk menulis pesan / alamat. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan. Memberikan ketenangan dan kesan yang baik kepada pasien di sekitarnya Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Air matang dalam kom/gelas A PERAWAT 6. Memberikan rasa nyaman pada pasien dengan : 81 . Stetoskop 3. Kapas 8. Tensimeter 2.

 Membetulkan letak pasien  Membasahi bibir pasien dengan air matang dengan menggunakan kapas dan pinset  Mengeringkan keringat dengan handuk / waslap bila perlu pakaian diganti  Usahakan sekitarnya dalam keadaan tenang  Memberikan obat sesuai program terapi  Membantu melayani dalam upacara keagamaan yaitu memberikan kekuatan mental.iman sesuai dengan kepercayaan  Memberi harapan akan kehidupan kekal  Mengucapkan doa singkat dan memberikan kesempatan bertobat pada pasien  Memberikan pengertian kepada keluarga pasien tentang keadaan pasien.maka keputusan dikembalikan kepada keluarga 82 .memberikan hiburan dan ketenangan D CATATAN: Bila keluarga pasien menolak tentang informasi/tindakan yang akan dilakukan.

Heru Dwi Cahyono Pengertian Memberikan pelayanan perawatan pada pasien yang baru saja meninggal dunia Tujuan 1.telinga. Bengkok 3. Memberi penghormatan terakhir kepada sesama insan 3. Tempat pakaian kotor 8. Alat – alat di bawa ke dekat pasien 2. Pinset 4. Alat-alat untuk membersihkan jenazah 6. Perawat memakai schort 4. Schort B PELAKSANAAN 1. Letakkan tangan menurut agama yang bersangkutan 8. Memberi rasa puas kepada keluarga pasien Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi: 1. Verband 2.pipa lambung.pergelangan kaki diikat dengan verban 11. Mulut dirapatkan dengan cara mengatupkan dagu ke kepala dengan verban 10.rektum) 9. Seprei 7. Menanggalkan gigi palsu bila memakai 7. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. PERAWATAN PASIEN MENINGGAL (MERAWAT JENAZAH) No. Formulir untuk jenazah 9. Jenazah ditutup rapi dengan kain 83 . Dokumen No. misal: kateter. Melepaskan perhiasan yang dipakai jenazah dan diberikan kepada keluarga 6. Kelopak mata dirapatkan dan lubang – lubang pada tubuh ditutup dengan kapas lembab (hidung.O2. Kapas lembab secukupnya 5. Kedua kaki dirapatkan. Melepaskan alat – alat perawatan yang digunakan jenazah.infus. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan. Perawat cuci tangan 3.dsb 5. Membersihkan dan merapikan jenazah 2.

Perawat cuci tangan C CATATAN: 1.Dll Diikatkan pada kaki jenazah 84 . Identitas diisi lengkap dengan: . penutup 12.Asal ruangan dan RS .Jenis kelamin . Formulir jenazah diisi lengkap untuk keperluan visum (kalau perlu) 13.Nama .Jam meninggal . Merawat jenazah dengan cara tertib dan khidmat 2.

Tempat penampung urine/botol bersih dan kering . .Pipet/spuit .Pita test / glukotest B PELAKSANAAN Perawat cuci tangan 1.Reagens Benedict (Fehling A(putih)) dan (Fehling B (biru)). Heru Dwi Cahyono Pengertian Melakukan pemeriksaan / tes pada urine dengan menggunakan reagens benedict atau pita tes Tujuan 1.Lampu spiritus . Untuk menentukan kadar gula dalam urine 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.masukkan ke tabung kimia .Ambil urine sebanyak ½ cc. Dengan menggunakan pita tes .Buku catatan 2. untuk menentukan diagnosa Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A. Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan.Sebelum dilihat hailnya.tabung dilap dengan kain/kasa/tisu . PEMERIKSAAN REDUKSI URINE No. PERSIAPAN ALAT 1.Baca hasilnya dengan cara melihat perubahan warna:  Warna biru (tak berubah) :(-)  Warna biru kehijauan (+)  Warna biru kekuningan (++)  Warna kuning kemerahan (+++) 85 .Tabung kimia yang bersih .Ambil Fehling A dan Fehling B masing – masing 1 cc masukkan ke dalam tabung kimia yang berisi urine . Dokumen No. Dengan menggunakan reagens benedict . Dengan menggunakan Reagens Benedict .Tempat menampung urine / botol bersih dan kering .Lap/kasa/tisu .Panaskan diatas lampu spiritus sampai mendidih .

Ambil 1 pita (1stick glukotest) .Angkat dan bandingkan warna pada pita test dengan daftar warna .  Warna merah bata (++++) 2. Dengan menggunakan pita test .alat dibereskan Perawat cuci tangan C PERHATIAN: Waktu membakar.lubang tabung kimia jangan menghadap ke pemeriksa 86 .Catat hasilnya pada buku catatan / status pasien Setelah melakukan tindakan alat.Masukkan ujung pita ke dalam urine sampai tanda pada pita tercelup dan tunggu ± 15 detik .

Biarkan dingin. PEMERIKSAAN ALBUMINE URINE No. Urine disaring 3. Corong 8. Dokumen No.2–0. Untuk menentukan kadar protein dalam urine 2. Kertas saring 5. Korek api 7.5 gr% Positif (++++) : gumpalan – gumpalan besar atau membeku lebih dari 0. Tabung reaksi dan rak 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Membereskan alat – alat 8. Rebus lagi sampai mendidih 6.kemudian dibandingkan dengan urine dalam tabung yang tidak dipanaskan dan tidak diteteskan obat 7. Cuci tangan C HASIL Negatif : tetap jernih Positif (+) : terlihat kekeruhan yang minimal 0.5% 87 . Revisi Halaman 1 dari Tanggal Terbit Ditetapkan.05 gr% Positif (++) : kekeruhan nyata dengan butir – butir halus 0.05 – 0. Penjepit tabung 10. Urine diatas diisikan dalam 2 tabung tiap tabung 5 cc 4.2 gr% Positif (+++) : terlihat gumpalan– gumpalan nyata 0. Cuci tangan 2. Pipet 3. Untuk menentukan diagnosa Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab A PERSIAPAN ALAT 1. Satu tabung dipanaskan sampai mendidih kemudian diteteskan acidum aciticum 5% dengan pipet sebanyak 2 tetes 5. Bengkok 9. Lampu spiritus 6.001 – 0. Heru Dwi Cahyono Pengertian Melakukan pemeriksaan / test pada urine dengan menggunakan acidum aciticum 5% Tujuan 1. Urine B PELAKSANAAN 1. Acidum aciticum 5% 4.

Menentukan tindakan perawatan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi: 1. Alat – alat didekatkan kepasien 4. Lanst steril 4. dan darah tidak terputus 8. Perawat cuci tangan 2. Hemoglobin set (Sahli) 2. MENGUKUR KADAR HEMOGLOBIN SAHLI No. Atur posisi pasien senyaman mungkin sesuai dengan kondisi pasien 3.1 N ke dalam tabung haemometer 5. Tusuk ujung jari dengan dengan lanset dengan posisi tegak lurus 7. Mengetahui kadar hemoglobin 2. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Darah yang baru keluar dihapus cepat – cepat dengan kapas kering. Heru Dwi Cahyono Pengertian Mengambil sampel darah perifer untuk mengukur kadar hemoglobin Tujuan 1. Segera alirkan darah dari pipet 88 .1 N dalam tempatnya 6. HCL 0. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.kemudian hisap darah dengan pipet hemoglobin sampai garis tangga 0. Aquadest 7. Membantu menegakkan diagnosa 3. Kapas alkohol dalam tempat 3. Memasukkan HCl 0. Spuit PERSIAPAN PASIEN Pasien diberitahu maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan PELAKSANAAN 1.02 ml. Bersihkan darah pada sebelah luar ujung pipet dengan kapas kering 10. Dokumen No. Setelah selesai ujung jari ditekan dengan kapas alkohol 9. Kapas kering 8. Bersihkan ujung jari tangan dengan kapas alkohol 70% tunggu sampai kering 6. Bengkok 5.

Untuk mendapatkan hasil darah yang lebih banyak jangan menekan atau memeras daerah yang ditusuk 89 . ke dalam tabung haemoglobin 11. Jangan mengambil darah pada ujung jari yang mengalami gangguan peredaran darah. Aduk dan tunggu kira – kira sampai 10 menit 13. Perawat cuci tangan kemudian hasil dicatat PERHATIAN 1. Menambah aquabidest setetes demi setetes sampai terjadi persamaan warna dengan warna standar (Sahli) dan harus dicapai dalam waktu 5 menit 14. Baca kadar Hb dengan satuan gr% darah pada cahaya terang 15. misal: peradangan. sianosis 2. Hindari gelembung udara waktu mengalirkan darah dari pipet ke dalam tabung hemoglobin 3. Pasien dan alat – alat dibereskan 16. hematom. Bilas darah yang tertinggal 2 atau 3 kali dengan HCl dalam tabung itu 12.

Memasang label pada tempat darah dengan :  Mencantumkan nama  Nomor rekam medik  Tanggal dan jam pengambilan 7. Torniquet 5. Kapas alcohol dalam tempatnya 4. Memasukkan darah pad tempat yang sudah disediakan 6. Mendesinfeksi permukaan kulit pembuluh darah yang akan ditusuk dengan mnggunakan kapas alkohol 3. MENGAMBIL BAHAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN CONTOH DARAH TRANSFUSI No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengambil bahan pemeriksaan laboratorium dan contoh darah transfusi Tujuan Sebagai acuan perawat dalam pengambilan bahan pemeriksaan laboratorium dan contoh darah transfusi sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN 1. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan PELAKSANAAN PEMERIKSAAN DARAH 1. Spuit steril sesuai ukuran 3. Botol kecil/tabung tempat spesimen yang sudah diberi label 2. Memasang torniquet 4. Mengirim darah dan menyertakan formulir pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter 90 . Menentukan pembuluh darah yang akan ditusuk untuk pengambilan darah 2. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Label pemeriksaan PERSIAPAN PASIEN 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Mengambil darah pemeriksaan dengan cara menusukkan jarum pada pembuluh darah dengan jumlah sesuai kebutuhan 5.

Menampung urine dengan bengkok/ke dalam tempat yang tersedia 4. Memasukkan jaringan ke dalam tempat yang sudah disediakan 5. Mencantumkan nama b. Tanggal dan jam pengambilan 5. Memasang label pada tempat urine dengan cara : a. Nomor rekam medik c. Memasang kateter bagi anuria 3. Tanggal dan jam pengambilan 3. Mengirimkan urine dengan menyertakan formulir pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter PEMERIKSAAN JARINGAN (BIOPSI) 1. Menyiapkan tempat jaringan 2. Mengisi tempat jaringan dengan formalin/alkohol 70% 4. Mencantumkan nama b. Memasang label pada jaringan dengan: a. Menyiapkan tempat urine 2.PEMERIKSAAN URINE BIASA PADA PASIEN TIDAK SADAR: 1. Mengirim bahan dengan menyertakan formulir pemeriksaan yang sudah diisi dan ditandatangani dokter 91 . Nomor rekam medik c.

Menyiapkan posisi pasien sesuai kebutuhan c. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian h. Bengkok f. Memasang sampiran bila perlu c. 1/3 bagian dari SIAS) i. dosis dan cara pemberian e. 1/3 tengah paha sebelah luar. Mendesinfeksi kulit. Membaca kembali daftar obat dan mencocokkan dengan papan nama pasien / tanya pasien g. Cairan pelarut (aquabidest) e. Memberitahu tujuan dan tindakan yang akan dilakukan B b. Membaca daftar obat pasien. Spuit disposible sesuai ukuran yang dibutuhkan b. Buku suntikan PERSIAPAN KLIEN a. Perlak dan alasnya g. Perawat cuci tangan d. Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman C PELAKSANAAN a. Obat – obat yang dibutuhkan d. Membuka daerah suntikan dari pakaian (otot pangkal lengan. 92 .lalu ditegangkan dengan tangan kiri pada daerah bokong atau mengangkat otot pada M. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. MEMBERIKAN INJEKSI IM No. Kapas alcohol A c.mengenai obat yang diberikan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara menyuntikkan obat ke dalam jaringan otot (muskulus) Tujuan Sebagai pengobatan agar dapat cepat bereaksi Pemberian imunisasi Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT BAKI BERALAS BERISI: a. Bawa alat – alat kedekat pasien b. Melarutkan obat yang diperlukan f. Dokumen No.

bekas tusukan jarum ditekan dengan kapas alkohol l. Posisi suntikan dan obat dapat masuk dengan lancar 2. Alat – alat dibereskan n. Amati reaksi pasien setelah diinjeksi 93 .jarum dicabut dengan cepat. kemudian tusukkan jarum tegak lurus (90C) dengan permukaan kulit sedalam 3/4 panjang jarum j. Pasien dirapikan m. Deltoideus. Setelah obat masuk semua.bila tidak ada darah obat dimasukkan perlahan – lahan. Tidak terjadi hematom 3. k. Mencuci tangan D EVALUASI 1. Tarik penghisap ada darah / tidak . Quadricus femorus/ M. Sterilitas alat tetap terjaga 4.

Perawat cuci tangan 4. Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman C PELAKSANAAN 1. Dokumen No. MEMBERIKAN INJEKSI IV No. Spuit steril b. Melakukan pembendungan /stuwing bagian didaerah yang akan disuntik. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian 8. Karet pembendung g. Obat – obat yang dibutuhkan c.Untuk bagian tangan pasien dianjurkan mengepal 10. Mendesinfeksi kulit. Memasang sampiran bila perlu 3. Buku suntikan PERSIAPAN KLIEN 1. Gergaji ampul e. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik 9.supaya vena mudah dilihat. Bawa alat – alat kedekat pasien 2. Kapas alkohol dalam tempatnya A d. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Perlak kecil + alas h.mengenai obat yang diberikan. Melarutkan obat yang diperlukan 6. dosis dan cara pemberian 5. Menyiapkan pasien sesuai dengan kebutuhan 3. Memberitahu dan menjelaskan tujuan B 2. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat – obatan secara intravena Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat – obatan secara IV Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT: Baki beralas/dressing car berisi a. Bengkok f. Membaca daftar obat pasien. Membaca kembali daftar obat dan mencocokkan dengan papan nama pasien / tanya pasien 7.kemudian ditegangkan dengan tangan 94 .

masukkan obat pelan – pelan ke dalam vena sampai habis 13.tarik spuit dengan cepat (pegang pangkal jarum) 14. Tarik penghisap sedikit untuk memeriksa apakah jarum masuk vena (darah masuk spuit) 12. Bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol sampai darah tidk keluar 15. Pasien dirapikan 16. karet pembendung dibuka. Mencuci tangan E EVALUASI a. Alat – alat dibereskan 17. Tidak terjadi hematom c. Kepalan tangan pasien dibuka. kiri.lalu tusukkan jarum ke dalam vena dengan lubang jarum menghadap keatas sejajar dengan vena 11. Posisi suntikan tepat dan obat dapat masuk dengan lancar b. Letakkan kapas diatas jarum . Sterilitas tetap terjaga 95 .

untuk tempat spuit dan jarum yang sudah dipakai 8. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat – obatan secara Sub cutan Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat – obatan secara SC Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT Baki beralas/dressing car berisi 1. Menusukkan jarum dengan posisi 45 dengan permukaan kulit. Spuit disposable sesuai ukuran 2. Cairan pelarut k/p 4.lubang jarum menghadap ke atas 8. Menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Mencocokkan nama pasien dengan obat yang akan diberikan 4. Aspirasi untuk menentukan tidak mengenai pembuluh darah (bila ada darah obat jangan dimasukkan 96 . Obat – obat yang dibutuhkan 3. Memasukkan obat ked alam spuit kemudian udara dalam spuit dikeluarkan 6. Buku suntikan PERSIAPAN PASIEN 1. Mendesinfeksi kulit yang akan disuntik dengan kapas alkohol 7. Perawat mencuci tangan 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kapas alkohol dalam tempatnya 5. Membaca etiket dan dosis obat 3. Mengencerkan obat dengan aquabidest steril 5. Mengatur posisi pasien sesuai kebutuhan 1. Bengkok berisi cairan desinfektan. Gerawat gabungaji ampul 6. MEMBERIKAN INJEKSI SECARA SUBCUTAN (SC) No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Korentang steril dalam tempatnya 7.

daerah suntikan tidak dihapus dengan alkohol dan tidak dilakukan massage 7. Dokumen No. Menilai reaksi obat setelah 10 – 97 . Menarik jarum dengan cepat. Pembina Utama Muda NIP. Menggulung lengan baju pasien bila perlu 3.1 cc dilarutkan dngan NaCl/aquabidest menjadi 1 cc 4. kapas bola 4. NaCl 0. Menyuntikkan obat sampai permukaan kulit menjadi gembung dengan cara lubang jarum menghadap keatas dan membuat sudut antara 15 – 30  dengan permukaan kulit (IC) 6. Bengkok PERSIAPAN PASIEN Menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan PELAKSANAAN 1. Alkohol 70% 5. Gatot DP. Obat – oabatn yang diperlukan 3. MKK. Poerwanto. Mendesinfeksi kulit yang akan disuntik menggunakan kapas alkohol kemudian diregangkan dengan tangan kiri perawat 5.9%/aquabidest 7. Perawat mencuci tangan 2. Mengisi spuit dengan obat yang akan ditest sejumlah 0. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Daerah suntikan diberi tanda lingkaran dengan diamater 1 cm 8. Spuit disposible 1 cc 2. 19580413 198910 1 001 Pengertian Suatu tata cara melaksanakan uji coba obat tertentu melalui suntikan intracutan Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melaksanakan skin test sesuai standar Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Gergaji ampul 6. Tulungagung PROSEDUR TETAP Dr. MELAKUKAN SKIN TEST / INJEKSI INTRACUTAN (IC) No.

Perawat mencuci tangan Hasil 1. Hasil (+) bila terdapat tanda kemerahan pada daerah penusukan dengan diameter minimal 1 cm 10. Posisi suntikan tepat pada lengan bawah bagian dalam /tempat lain yang dianggap perlu 2. Mencatat hasil reaksi skin test di status pasien 11. 15 menit dari waktu penyuntikan 9. Sterilitas tetap dijaga 3. Daerah suntikan tampak gelembung dan pucat (pori-pori jelas) 98 .

bila pemberian dengan cara bolus atau karet microdrip. Dosis dan waktu pemberian obat harus tepat 2. 99 . Mendesinfeksi three way. Obat insulin PERSIAPAN PASIEN 1. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan PELAKSANAAN 1. Three way stop cock 3. Mengisi spuit dengan insulin sesuai dosis yang telah ditentukan 4. Observasi tekanan darah.bila pemberian obat perdrip 6. nadi. Microdrip 4. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Mendesinfeksi karet penutup obat insulin 3. MELAKUKAN SUNTIKAN INSULIN No.bila pemberian secara bolus saluran microdrip ditutup  Mengatur tetesan infus sesuai program HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Persiapan pemasangan infus 2. Mengeluarkan udara dari dalam spuit 5. Memasang infus sesuai program 2. Memasukkan obat insulin dengan cara:  Bila pemberian perdrip saluran bolus ditutup. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memasukkan obat insulin ke dalam jaringan tubuh melalui suntikan sub cutan dan khusus ketoasidosis melalui suntikan intra vena Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan suntikan insulin sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab MELALUI INTRAVENA PERSIAPAN ALAT 1.

Alkohol 70% 4. Memantau gula darah sesuai protap 4. Bengkok 5. Mengeluarkan udara dari spuit 6. Menyingsingkan lengan baju pasien 3. Dosis dan waktu pemberian obat harus tepat dan dicatat 2. Perawat mencuci tangan 2. Menyuntik secara subcutan HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Mendesinfeksi daerah yang akan disuntik 7. Mendesinfeksi karet penutup obat insulin 4. Obat insulin PERSIAPAN PASIEN Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan PELAKSANAAN 1. Kapas bola 3. Mencatat reaksi pasien MELALUI SUNTIKAN SUBCUTAN PERSIAPAN ALAT 1. Mengisi spuit dengan insulin sesuai dosis yang telah ditentukan 5. Observasi perubahan keadaan umum pasien 100 . Spuit insulin steril 2. suhu dan pernapasan 3.

Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat melalui kulit Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat melalui kulit sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. MEMBERIKAN OBAT MELALUI KULIT No. Mengolesi kulit dengan salep/obat cair/powder 4. Merapikan pasien dan lingkungannya 5.misal. Perawat mencuci tangan EVALUASI Tepat obat. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kasa steril 4.tepat cara pemberian. Perawat mencuci tangan 2. Bengkok PERSIAPAN PASIEN 1.tepat waktu dan tepat dosis 101 . salep/obat cair dan powder 2. Obat yang diperlukan. Kapas lidi steril 3. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Membersihkan kulit dengan kasa steril 3.tepat pasien. Memasang tirai/sketsel di sekeliling tempat tidur PELAKSANAAN 1. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan 2. Dokumen No.

Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pinset steril dalam tempatnya PERSIAPAN PASIEN 1. Perawat mencuci tangan 9. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Kapas basah steril dalam tempatnya 3. Sikap pasien bisa duduk atau tidur telentang dengan kepala ditengadahkan PELAKSANAAN 1. Membersihkan alat dan mengembalikan pada tempatnya 8. Perawat mencuci tangan 2. Obat tetes mata 4.tepat cara pemberian. Dokumen No. Mengobservasi dan mencatat setiap 1 jam (khusus pasien tak sadar) HASIL Tepat obat.tepat waktu.tepat dosis 102 . Membuka kelopak mata bawah dengan telunjuk jari kiri 5. Bengkok 2. Membaca label obat sebelum. Membersihkan mata dengan kapas basah steril 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat tertentu dengan cara meneteskan pada mata Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat tetes mata sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. MEBERIKAN OBAT TETES MATA No. Membersihkan air mata atau sisa obat yang ada disekitar mata dengan kapas basah 7.tepat pasien. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Meneteskan obat tetes mata pada permukaan konjunctiva bawah 6. saat dan sesudah meneteskan 3.

Dokumen No. Korentang steril 6. telinga yang sakit mengarah keatas PELAKSANAAN 1. Membersihkan bekas cairan obat dengan kapas bulat 8. Lidi kapas steril 5. Perawat mencuci tangan EVALUASI Tepat obat. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.tepat dosis 103 . Obat tetes telinga yang telah ditentukan 3. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat melalui telinga Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat tetes telinga sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Menarik daun telinga pasien dan diangkat keatas dengan hati – hati 6.tepat cara pemberian.tepat waktu. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Perawat mencuci tangan 2. Mengisi pipet dengan obat yang disediakan 5. Kapas bulat 4. Menetesi obat melalui sisi atas liang telinga sesuai dosis yang sudah ditentukan 7. Bengkok PERSIAPAN PASIEN 1. MEMBERIKAN OBAT TETES TELINGA No. Merapikan pasien dan lingkungan 9. Meletakkan handuk dibawah bahu pasien 3. Pasien posisi miring.tepat pasien. Membereskan alat – alat dan mengembalikan pada tempatnya 10. Handuk 2. Membersihkan liang telinga dengan lidi kapas 4.

Perawat mencuci tangan 2. Pasien diberi sikap berbaring tengadah dengan kepala lebih rendah dari bahu PELAKSANAAN 1. Kapas / tissue PERSIAPAN PASIEN 1. Mengisi pipet dengan obat yang dibutuhkan 3. tepat pasien. Memasang tirai disekeliling tempat tidur 3. Memberitahu dan menjelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan 2. Merapikan dan mengembalikan alat pada tempatnya 5. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat melalui hidung Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat tetes hidung sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Perawat mencuci tangan HASIL Tepat obat. MEMBERIKAN OBAT TETES HIDUNG No. Menetesi hidung: 4. tepat dosis 104 . Bengkok 4. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Pipet k/p 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. tepat waktu. tepat cara pemberian. Obat yang sudah ditentukan 2.

Memberi obat satu persatu ke pasien sambil menunggu sampai pasien selesai minum 7. Tempat obat 3. Mengambil obat – obat 4. Membaca instruksi pada daftar obat 3. Mengambil daftar obat . sambil membuka pembungkus obat 3.kemudian diteliti kembali. Memastikan pasien benar dengan memanggil nama pasien sesuai dengan nama pada daftar obat 6. Gelas obat PERSIAPAN PASIEN Pasien diberi penjelasan PELAKSANAAN Membagi obat ketempat obat 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. 105 . Membawa obat dan daftar obat ke pasien sambil mencocokkan nama pada tempat tidur dengan nama pada daftar obat 5. tepat cara pemberian. Daftar obat 4. Perawat mencuci tangan Evaluasi Tepat obat. MEMBERI OBAT MELALUI ORAL No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat kepada pasien yang dapat diberikan melalui mulut Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat melalui mulut sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1.jaga kebersihan etiket obat 4. Menyiapkan obat dengan tepat menurut daftar obat (obat masih kemasan/pembungkus) 5. Dokumen No. Menuangkan obat cair ke dalam gelas obat. Perawat mencuci tangan 2. Obat yang diperlukan 2. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Perawat mencuci tangan 2. Menyiapkan obat cair beserta gelas obat Membagi obat ke pasien 1.

tepat pasien. tepat waktu. tepat dosis 106 .

Tongue spatel 2. Perhatikan dan catat reaksi pasien setelah pemberian obat 107 . Mencuci tangan 6. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat secara sublingual Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat secara sublingual sesuai standar Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Obat yang akan diberikan 3. MEMBERIKAN OBAT SECARA SUBLINGUAL No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Mencuci tangan 2. Mengatur posisi sesuai kondisi pasien LANGKAH – LANGKAH 1. Meletakkan obat dibawah lidah 4. Memberitahu pasien tentang tindakan 2. Dokumen No. Kassa steril untuk membungkus tongue spatel PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Memberitahu pasien supaya tidak menelan obat 5. Memasang tongue spatel 3. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.

Biarkan kering atau dikeringkan dengan handuk bersih 6. Kemudian sikat peralatan dalam rendaman air dengan sikat lembut dan deterjen. Sikat 4. Setelah 10 menit alat – alat di bilas dengan air hangat atau air dingin untuk membersihkan darah.5% dalam tempat desinfektan lain 2. cairan tubuh dan klorin 3.5 % baru atau larutan desinfektan lainnya paling tidak selama 10 menit 2. Dokumen No.alat dimasukkan dalam larutan klorin 0. Ember air 2. Cairan klorin 0. Lakukan sterilisasi 108 . Bilas lagi dengan air bersih sampai sisa deterjen hilang 5. Deterjen 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Yakinkan bahwa daerah bergerigi. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara melakukan dekontaminasi dan pembersihan alat dari logam Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan dekontaminasi dan pembersihan alat dari logam sesuai standar Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A PERSIAPAN ALAT 1. engsel dan sekrupnya bersih 4. Secara hati – hati alat. PELAKSANAAN 1. CARA DEKONTAMINASI DAN PEMBERSIHAN ALAT DARI LOGAM No.

Dokumen Tanggal Terbit Ditetapkan. Deterjen 3. cuci dengan deterjen dan air hangat 3. keringkan dengan menjemur atau dengan alat pengering 5. PERSIAPAN ALAT 1. PELAKSANAAN 1. Ember air 2. Sikat 4. Bilas hingga bersih 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara dekontaminasi dan membersihkan alat tenun Tujuan Sebagai acuan petugas dalam dekontaminasi dan membersihkan alat tenun Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.5% atau larutan desinfektan lain selama 10 menit 2.5% dalam tempat desinfektan lain 2. CARA DEKONTAMINASI DAN PEMBERSIHAN ALAT TENUN No. Rendam bahan tenun ke dalam larutan klorin 0. Cairan klorin 0. Lakukan sterilisasi 109 . Setelah direndam. Revisi Halaman No.

Bila memiliki kerja sama dengan instansi yang mempunyai incenerator dapat dikirim ke instansi tersebut. Buang seluruh benda – benda tajam pada tempat sampah yang tahan tusukan (Karung tebal. Langka – langkah 1. botol plastik tebal) 3.benda tajam sudah 3/4 penuh. CARA MENANGANI SAMPAH MEDIS TAJAM No. Dokumen Tanggal Terbit Ditetapkan. Gunakan sarung tangan tebal 2. tutup dan ikat dengan kuat 4. Cuci tangan setelah mengolah sampah tersebut kemudian dekontaminasi dan cuci sarung tangan 110 . 6. Sarung tangan kebun/ tebal 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara menangani sampah medis tajam Tujuan Sebagai acuan petugas dalam menangani sampah medis tajam sesuai standar Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab 1. Bila tidak mempunyai kerja sama. Revisi Halaman No. Botol plastik / wadah yang tahan tusukan 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. PERSIAPAN ALAT 1. Jika wadah benda. 5. dikirim ke Bidang PMKes.

Dokumen No. Cuci tangan sesudah menangani sampah cair dan lakukan dekontaminasi kemidian cuci sarung tangan 111 . hindari percikannya 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. hindari percikannya 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat melalui hidung Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat tetes hidung sesuai standar Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab 1. Sarung tangan tebal/kebun 2. Ember/timba 2 PELAKSANAAN 1. Hati – hati pada waktu menuangkan sampah tersebut pada bak yang mengalir atau ke dalam toilet bilas. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.5% atau desinfektan lain selama 10 menit sebelum dicuci 5. Gunakan sarung tangan tebal 2. Dekontaminasi wadah spesimen dengan klorin 0. Cuci toilet dan bak secara hati – hati dan sirami dengan air untuk membersihkan sisa – sisa sampah. CARA MEMBUANG SAMPAH MEDIS CAIR No. PERSIAPAN ALAT 1.

CARA MEMBUANG SAMPAH MEDIS PADAT No. Sarung tangan tebal/kebun 2. 112 . Buang sampah padat ke dalam tempat yang dapat dicuci dan tidak korosif yang bertutup 3. Ember/timba 2. PERSIAPAN ALAT 1. Langkah – langkah 1. Gunakan sarung tangan tebal waktu menangani sampah padat tersebut 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kumpulkan sampah tersebut di tempat yang sama kemudian dibakar dalam insenerator atau dikirim ke Bidang PMKes. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara memberikan obat melalui hidung Tujuan Sebagai acuan perawat dalam memberikan obat tetes hidung sesuai standar Prosedur No Aktivitas Penanggg Jawab 1. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.

Dokumen No. Tangan dibilas dari arah siku ke bawah di bawah air mengalir sampai bersih 5. Air mengalir 2. Melepas arloji 2. Sikat lunak 4. Langkah – langkah 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Lap tangan bersih dan kering atau alat pengering B. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab A. Tangan di sabun dan digosok terutama disela – sela jari tangan dan kuku secara merata 4. Persiapan Alat 1. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Tangan dikeringkan dengan lap atau alat pengering 113 . Sabun yang mengandung desinfektan dan tidak merusak tangan 3. MENCUCI TANGAN BIASA No. Kedua tangan dibasahi di bawah air mengalir 3.

Rendam ± 2 menit didalam larutan desinfektan 3. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A. Persiapan Alat 1. Lap kering dan bersih/pengering B. Dibilas dengan air bersih 4.5%. Wastafel / kran air mengalir 3. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Langkah – langkah 1. MENCUCI TANGAN CARA DESINFEKTAN No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.savlon 2. Larutan desinfektan misal larutan lisol 0. Dokumen No. Dikeringkan dengan handuk/lap kering/pengering 114 . Membasahi tangan mulai dari ujung jari sampai siku dengan air mengalir 2.

Sabun dan sikat dikembalikan ketempatnya. Tangan dikeringkan dengan lap steril kering . Ambil sikat g. sela jari. telapak tangan kurang lebih 10 kali i. Lengan baju digulung sampai atas siku c. punggung tangan. Tangan dibasahi dan digosok dengan jari kurang lebih 3 menit e. Kran ditutup dengan siku (tangan yang sudah dicuci tidak boleh menyentuh) l. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab 1. Disikat dan disabuni mulai jari terutama kuku. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Tangan dibasahi sampai siku d. Tangan disabun lagi h. Dokumen No. Kran mengalir mempunyai tangkai panjang khusus b. satu bagian dari lap sebaiknya hanya dipakai untuk tangan sebelah m. Selanjutnya sarung tangan dipasang 115 . Tangan dibilas (sabun tetap dipegang) f. Alkohol 70% dalam tempatnya 2. PELAKSANAAN a. PERSIAPAN a. Penyikatan lengan kurang lebih 6 kali j. tangan dibilas diarahkan keatas sehingga air dari lengan mengalir ke siku k. MENCUCI TANGAN SECARA STERIL No. Sabun d. Sikat steril c. Cincin/arloji dilepas b. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.

TANGGAP REAKSI MATA Perawat/  Nilai 4 bila : klien dapat membuka dokter mata secara spontan tanpa di suruh  Nilai 3 bila : klien dapat membuka mata sesuai dengan perintah  Nilai 2 bila : klien dapat membuka mata dengan rangsangan nyeri  Nilai 1 bila : klien tidak bereaksi sama sekali 2. Kalimat tidak tersusun dengan baik walau kata- katanya terbaca  Nilai 2 bila : klien hanya dapat menggumam saja (masih keluar suara/nada)  Nilai 1 bila : klien diam (tidak ada suara) 116 . Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. PEMERIKSAAN TINGKAT KESADARAN DENGAN GCS No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara mengukur tingkat kesadaran pasien Tujuan Sebagai acuan perawat dalam mengukur tingkat kesadaran pasien Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggu ng Jawab 1. tempat dan waktu  Nilai 4 bila : klien dapat bicara tapi membingungkan (kalimat dan kata – kata baik tetapi hubungan dengan pertanyaan tidak baik)  Nilai 3 bila : klien dapat bicara tetapi lebih membingungkan lagi. TANGGAP REAKSI BICARA  Nilai 5 bila : klien mempunyai orientasi baik terhadap orang.

3. dan gerakan hanya melokalisir rangsangan (menolak cubitan)  Nilai 4 bila :diberi rangsangan klien hanya menghindar / tanpa penolakan  Nilai 3 bila : diberi rangsangan klien melakukan gerakan fleksi  Nilai 2 bila : diberi rangsangan klien melakukan gerakan ekstensi  Nilai 1 bila : tidak ada gerakan sama sekali 117 . TANGGAP REAKSI MOTORIK  Nilai 6 bila : klien dapat mengikuti perintah dengan baik  Nilai 5 bila : klien tidak dapat menjalankan .

Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.kaca)  Mensterilkan peralatan dan oven dengan panas tinggi d. Formalin PELAKSANAAN a.kaca. STERILISASI ALAT No. karet)  Masukkan peralatan ke dalam sterilisator rebus yang diberi air  Rebus sampai mendidih (100C) dan tunggu 15 – 20 menit b. Autoclave 3.suhu dan tekanan tertentu c. Dengan Cara Rebus (logam. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara melakukan sterilisasi alat Tujuan Sebagai acuan perawat dalam melakukan sterilisasi alat sesuai standar Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Dengan Cara Menggunakan Bahan Kimia (sarung tangan. Sterilisator 4. Alat yang akan disteril 2. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Dengan Cara Stoom (alat tenun)  Masukkan semua peralatan yang sudah disiapkan ke dalam autoclave dengan waktu. kateter dll)  Masukkan peralatan yang sudah disiapkan ke dalam tempat yang berisi formalin ± selama 24 jam 118 . Dokumen No. Dengan Cara Panas Kering (logam yang tajam.

Merapikan pasien 8. Vaselin 5. Cairan destilasi/air masak/NaCl 4. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Meletakkan kapas tidak steril pada kelopak mata bawah dan membuka lebar mata yang akan dibersihkan 5. Membersihkan kotoran yang mengeras dengan vaselin dan membersihkan jika sudah lunak 7. Kapas tidak steril 3. Kom kecil 6. Bengkok PERSIAPAN PASIEN DAN LINGKUNGAN 1. Menuang cairan pada kapas steril dalam kom 3. Mencuci tangan 119 . Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. MEMBERSIHKAN MATA No. Memberitahu pasien 2. Kapas steril 2. Membersihkan alat 9. Meletakkan bengkok disebelah mata yang akan dibersihkan 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara membersihkan mata Tujuan Sebagai acuan perawat dalam membersihkan mata sesuai standar Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Membersihkan mata dengan kapas steril lembab dari sisi luar kedalam 6. Mencuci tangan 2. Mengatur posisi pasien sesuai kondisi pasien LANGKAH –LANGKAH 1. Dokumen No.

Regangkan kulit pasien dengan tangan kiri perawat 5. Kapas alcohol 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara untuk menentukan ketahanan pasien terhadap obat yang akan diberikan Tujuan Menghindari alergi terhadap obat Kebijakan Penanggung Prosedur No Aktivitas Jawab PERSIAPAN ALAT 1. Bila hasil pasien alergi terhadap obat segera bilas luka torehan dengan NaCl 0. Toreh kulit dengan ujung jarum sepanjang 2 – 3 mm dan teteskan 1 tetes obat pada torehan 6. NaCl 0. Kerjakan aseptik pada kulit pasien dengan kapas alkohol 4.9% atau aquabidest 5. Spuit 5 cc atau 10 cc 2. Bebaskan lengan pasien dari baju 2. Mencatat hasil 120 . Isi spuit 5 cc atau 10 cc dengan obat yang diperlukan 3. MELAKUKAN SKIN TEST DENGAN TEKNIK SCRAT No. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Obat yang diperlukan 3.9% atau aquabidest 8. Dokumen No. Bengkok PERSIAPAN PASIEN Memberikan penjelasan kepada pasien PELAKSANAAN 1. Menilai reaksi obat 5 – 15 menit 7. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.

Bidan o Mendiagnosa persalinan kala II o Melaksanakan indikasi amniotomi bila ada menjelaskan posisi. Protap terpasang di tempat pelayanan (VK) Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab I. III. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu proses adanya kontraksi uterus. Bandle dan keadaan umum) pada formulir patograf o Asuhan sayang ibu o Persiapan sarana alat dan obat lengkap. His. Bidan o Segara jepit tali pusat o Suntikkan oxytosin 10 menit o Peregangan tali pusat terkendali (PTT) dan melahirkan placenta o Massage fundus uteri. 3. Kebijakan 1. Ibu dan bayi sehat. II. Bidan o Melakukan penapisan awal ibu bersalin o Menegakkan diagnosa persalinan kala I o Catat hasil pemeriksaan pada formulir partograf o Observasi CHPB (Cortonen. PERSALINAN NORMAL No. cara dan pimpinan mengejan o Menjelaskan indikasi melakukan episiotomi o Melahirkan bayi (cegah lacerasi). Kala III (Pengeluaran Placenta). Waktu untuk premigravida berlangsung ≥ 14 jam dan multi gravida ≥ 9 jam. Bidan siap dengan pertolongan persalinan normal 2. Penurunan Kepala. Revisi Halaman 01 Tanggal terbit Ditetapkan. Dokumen No. Tujuan 1. serta pengeluaran janin dan placenta dari tubuh ibu dimana janin cukup bulan BB ≥ 2500 gr . terjadi pembukaan cervik. 121 . keluar melalui jalan lahir normal sesuai curva partograf normal dan lahir secara spontan dengan tenaga ibu. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Kala II (Pengeluaran Janin). Persalinan berlangsung normal 2. Kala I (pembukaan Cervis). Alat dan sarana pertolongan + obat selalu siap lengkap 3.< 4000 gr dengan presentasi belakang kepala.

o Penjahitan robekan perineum. Kala IV (Setelah Placenta Lahir). Bidan o Check kelengkapan plasenta dan selaput ketuban o Check robekan perineum o Ukur jumlah perdarahan o Observasi keadaan umum Ibu : T. perdarahan. kandung kemih. tinggi fundus uteri + tonus uteri. 122 .IV. N. SR..

multipara ≤ 1 jam 3. dr. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. INPARTU LAMA / PARTUS LAMA No. Tegakkan diagnosa partus lama Bidan 2. dexametosan 1 amp (IV) 3. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah persalinan dimana terjadi perpanjangan fase laten. perpanjangan fase aktif atau kala II Tujuan 1. Jaga  Kontra indikasi lahir pervaginam . Dokumen No. Kala II Primi berlangsung ≤ 2 jam. ketuban keruh : beri antibiotik : siapkan SC  Kotra indikasi SC (+) sebelumnya injeksi ampicilin 1 gr (IV). laksanakan amniotomi : ketuban jernih : laksanakan oxytocin drip. 123 . Fase laten dan aktif berlangsung sesuai standar 2. Spesialis bila gagal : SC Obg. Fase aktif (Φ > 3 cm) Dr. ketuban keruh : beri antibiotik : siapkan SC  Kontra indikasi SC (+) sebelumnya injeksi ampicilin 1 gr (IV).. ibu dan bayi selamat Kebijakan 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. dexametosan 1 amp (IV) 4. Jaga  Kontra indikasi lahir pervaginam . Kala II lama (prolonged second stage) : Dr. Peningkatan fungsi KIP/K dalam pelayanan Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab 1. laksanakan amniotomi : ketuban jernih : laksanakan oxytocin drip.. Fase laten (Φ ≤ 3 cm) Dr. DJJ (+). Alat + sarana pertolongan + obat siap lengkap 3. Jaga + laksanakan vacuum extraksi / Forceps Extraksi. Petugas mampu mengenali kasus partus lama 2.

O2 2 liter.  Perdarahan sedang berlangsung / tidak  Anemia berat / sedang 2. shock. Observasi tanda-tanda vital dan perdarahan 3 Tindakan definitive sesuai kondisi plecenta a. ibu selamat Kebijakan 1. sedang. Percreta maka dilakukan laparatomi  Placenta bukan di atas. alat penanggulangan perdarahan. Acreta. obat / sarana untuk pertolongan siap / lengkap (infus. exflorasi. Protap HPP dipasang di tempat pelayanan / tindakan (VK) 3. dilakukan tindakan manuil 124 . Revisi Halaman 04 Tanggal terbit Ditetapkan. massage uterus. Siap untuk segera rujuk ke RS Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab 1. Placenta masih di dalam uterus / retensio placenta  Jalankan perasat Brand Andrew  Brand Andrew berhasil maka diteruskan dengan perawatan biasa : utero tonika. a. Siapkan contoh darah untuk tranfusi e. Petugas terkait memahami pertolongan pertama pada keadaan pre/shock hypo volemic/perdarahan 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah perdarahan lebih dari 500 cc pada 24 jam pertama Post Partum Tujuan Perdarahan segera teratasi. Pasang DC c. Alat. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Tegakkan diagnosa HPP dan tentukan :  Kondisi pasien : Hypovolemik / dehidrasi ringan. berat. HAEMORHAGI POST PARTUM (HPP) No. Segera berikan petolongan sesuai kondisi di atas.  Brand Andrew tidak berhasil maka kerjakan perasat Placenta Manuil  Plecenta : Increta. antibiotik dan perbaikan keadaan umum. Pasang infus PZ / RL / assering / Dextran Grojog / Biasa b. Dokumen No. obat) 4. Pasang O2 2 liter / jam d.

o Causa sisa placenta dilakukan curretage selanjutnya sesuai jalan curretage tersebut di atas. dilakukan perawatan biasa o Curetage perdarahan terus. Bila perdarahan berhenti maka dilakukan perawatan biasa. o Causa Infersio Utero dilakukan reposisi o Causa gangguan faal Haemostatis dilakukan transfusi fresh blood. utero tonika IM. kalau perlu dirujuk 125 . massage uterus. o Tindakan di atas berhasil seterusnya dilakukan perawatan biasa. b. apabila perdarahan terus-menerus segera dilakukan laparatomi. o Tindakan di atas tidak berhasil (perdarahan masih terus) segera cari causa lain. Per drip. o Causa perdarahan Lacerasi jalan lahir maka kerjakan penjahitan selanjutnya dilakukan perawatan biasa. Placenta sudah lahir o Segera dilaksanakan : Exflorasi. maka dilakukan Tamponade o Tamponade berhasil maka dibiarkan selama 2 x 24 jam selanjutnya dilepas. o Tamponade tidak berhasil maka dilakukan laparatomi. kompresi bimanual. kompresi aorta. Kemudian diobservasi apakah tindakan manuil berhasil / tidak a) Placenta manuil berhasil bersih maka selanjutnya dilakukan perawatan biasa b) Placenta manuil tidak bersih maka selanjutnya dilakukan Curetage o Curetage berhasil bersih. IV.

Protap HPP dipasang di tempat pelayanan / tindakan (VK) 3. Pemeriksaan laboratorium selengkap mungkin 5. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Siapkan contoh darah. alat penanggulangan perdarahan. Pasang DC c. bila perdarahan (+) : tamponade 2 x 24 jam : dipertimbangkan laparatomi / Hysterectomi 126 . obat) 4. perdarahan (-). O2 2 liter. usahakan darah untuk tranfusi e. Dokumen No. perawatan biasa. Siap untuk segera rujuk ke RS Penangg Prosedur No Aktivitas Jawab 1. obat / sarana untuk pertolongan siap / lengkap (infus. Sisa placenta : kondisi baik. LATE HPP No. ibu selamat Kebijakan 1. tentukan kondisi Bidan + persalinannya : perabdominal / pervaginam dr jaga + 2. Tegakkan diagnosa late HPP. kerjakan eksplorasi : kuretage dengan sangat hati-hati : b. sesuai kondisi : Bidan + a. Pasang O2 2 liter / menit d. Analisa causa late HPP : dr jaga a. Petugas terkait memahami pertolongan pertama pada keadaan pre/shock hypo volemic/perdarahan 2. Observasi tanda-tanda vital dan perdarahan 3. Berikan pertolongan awal. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah perdarahan abnormal pada pasien post partum > 24 jam Tujuan Perdarahan segera teratasi. Revisi Halaman 05 Tanggal terbit Ditetapkan. Infus RL / PZ / Assering / Dextran L dr jaga + b. Alat.

Dokumen No. Jaga 3. kontraindikasi (+) lakukan SC  Bila umur kehamilan > 36 minggu / EFW > Dr. KPP / KPD No. Petugas mampu mendiagnosa KPP 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Spesialis 2500 gr lakukan terminasi o Kontraindikasi (-) beri oxytosin drip o Kontraindikasi (+) lakukan SC (Rujuk ke RS) 127 . Umur kehamilan < 36 mg / EFW < 2500 gr Dr. Sarana.60 C terminasi kontraindikasi (-) beri oxytosin drip. alat pertolongan dan obat siap lengkap Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab 1. Jaga +  Konservatif Bidan  Injeksi dexametason 2 x 2 amp (2 hari)  Injeksi Roborantia  Observasi Temp Rectal  Bila Temp Rectal lebih dari 37. ampicillin 3 x 1000 m Dr. Tegakkan diagnosa KPP dengan anamnese. Revisi Halaman 09 Tanggal terbit Ditetapkan. VT. Bidan inspiculo 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah Kehamilan > 28 minggu ketuban pecah 12 jam tidak disertai tanda-tanda in partu Tujuan  Tidak terjadi infectie intra natal  EFW < 2500 gr / kehamilan < 36 mg bias dipertahankan sampai dengan aterm atau BBL > 2500 gr  EFW > 2500 gr / kehamilan > 36 minggu ibu dan anak selamat Kebijakan 1. Beri antibiotik.

128 .

129 .

130 .

131 .

132 .

Pada kelahiran dengan resiko tinggi siap lakukan rujukan Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab I. Tujuan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tindakan Resusitasi Bayi Baru Lahir. 2. Kassa steril. Petugas a. Tutup kepala. 3. Disposible Spuit 3 cc k. 133 . Persiapan 1. Revisi Halaman 15 Tanggal terbit Ditetapkan. Masker. d. 2. Setiap tindakan resusitasi bayi baru lahir sesuai indikasi. O2 dan kelengkapannya c. Peralatan resusitasi dalam keadaan siap pakai. Obat-obatan (Aquabides dan Epineprime) l. Meja resusitasi (hangat) Paramedis b. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah suatu tindakan untuk membantu pernafasan dan sirkulasi (jantung) yang dilaksanakan pada Bayi Baru Lahir. Duk Steril g. Stetoskop h. Hand Schoon m. Ambubag Bayi (alat VTP) d. Laringoscope dan Kanula j. Alat dan Obat : Medis dan a. Kebijaksanaan 1. Dokumen No. 3. RESUSITASI BAYI BARU LAHIR No. Handuk 1 buah. Kain panjang 2 buah b. Suction / Slym Zniger lengkap e. Partus Pach f. Skort / celemek. c. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Jumlah petugas minimal 2 orang. Incubator i. Pasien a. b.

30 detik pertama : a. frekuensi jantung (Fj) lebih 100 x/menit. VTP 2. Tindakan 1. 30 detik kedua : a. Melaksanakan VTP kombinasi dengan kompresi dada 1 : 3 / VTP 20 –30 kali. o Tidak. Nilai 5 unsur :  Bersihkan dari meconium ?  Bernapas / menangis ?  Tonus otot baik ?  Kulit kemerahan ?  Cukup bulan ? b. 4. 30 detik ketiga : a. c. atur posisi Semi Ekstensi. Evaluasi tindakan : Bernapas spontan. seperti No. Persyaratan ambulance :  Ambulasi menggunakan incubator khusus.II. Lakukan VTP = 20 – 30 X. K/P O2. Bila frekuensi jantung (Fj) = 60 – 100 x / menit dilakukan VTP ulang selama 30 detik. b. Rangsang taktil. kulit kemerahan bila hasilnya :  Ya. keringkan.  Tidak.II (1c). Hasil penilaian :  Ya. atur posisi kembali. K/P bersihkan jalan nafas. Perawatan rutin hangatkan. keringkan. 3. perawatan suportif. Bila Fj = <60 x / menit dilakukan VTP kombinasi dengan kompresi dada (Pj) selama 30 detik. Evaluasi Berhasil atau tidak pada tindakan ini (3 cyclus) bayi dilaksanakan Ambulasi ke Ruang Matahari untuk tindakan lanjutan. perawatan suportif. K/P bersihkan jalan nafas.  Terpasang oksigen.  Posisi semi ekstensi. o Berhasil.  Tidak. Laksanakan tindakan : hangatkan.  Diantar oleh petugas yang melaksanakan Resusitasi. Perawatan lanjutan :  Resusitasi lanjutan  Obat  Oksigen  Tindakan sesuai kondisi dan pedoman therapy.  Dijaga tetap hangat. 134 . b. Evaluasi.

Uteri tertutup Tx : o Tirah Baring o Diacepam 3 x 2  5 hari o Tokolitik lisosuprin 3 x 10 mg o Asam Mefinamat 4 x 250 mg o Hidro Gesterod 3 x 5 mg hari. 135 . Dokumen No. Tujuan o Mengurangi keluhan o Menentukan tindakan dan therapy o Mencari penyebabnya agar tidak terulang Kebijaksanaan Penangan abortus disesuaikan dengan derajat abortus : Abortus Imminens Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab I. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah suatu cara penanganan penderita abortus. Abortus Imminens : Dx : Medis + o Amenorrhoe Paramedis o Perdarahan pervaginam sedikit o Nyeri o Ost. PENANGANAN PENDERITA ABORTUS MENURUT DERAJAT ABORTUS No. Revisi Halaman 02 Tanggal terbit Ditetapkan. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.

PENANGANAN PENDERITA ABORTUS MENURUT JENIS ABORTUS No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah suatu cara penanganan abortus menurut jenis abortus. Abortus Spontan : Ditangani sesuai dengan derajat abortus : Medis dan o Abortus imminens  sda Parmedis o Abortus inspiens  sda o Missed abortion  sda o Abortus incomplitus  sda o Abortus 136 . Kebijakan Penanganan abortus menurut jenisnya terbagi : Abortus spontan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab I. Dokumen No. Tujuan o Mengurangi resiko keluhan o Menentukan tindakan dan therapy yang sesuai o Mengurangi resiko kematian akibat dari abortus. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan.

diikuti oleh jari tengah. PEMERIKSAAN VAGINA TOUCHER No.seka dari depan ke belakang. Handuk bersih untuk lap setelah cuci tangan II. Kom isi kapas + air DTT Medis dan 2. Minta ibu untuk berkemih dan mencuci genitalnya dengan sabun dan air 3. Tutup badan ibu dengan sarung/selimut 5. Pada saat kedua jari dalam vagina jangan mengeluarkannya sampai pemeriksaan selesai 137 . Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir dan keringkan dengan handuk kering yang bersih 2. PELAKSANAAN : 1. Dengan hati – hati pisahkan labia dengan jari manis dan ibu jari tangan yang tertutup sarung tangan.perdarahan pervagina atau meconium 10. Nilai cairan vagina dan tentukan ada bercak darah.5 % 5. Pakai sarung tangan DTT / steril 7. Hand schoen steril 1 pasang Parmedis 3. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab I. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. Bengkok 1 4. Kom berisi cairan Klorin 0.sekali usap untuk setiap kapas/kasa 8. Masukkan jari telunjuk dengan hati – hati. Jelaskan pada ibu tindakan yang akan dilakukan 4. Lakukan pemeriksaan genitalia luar 9. Dokumen No. PERSIAPAN ALAT 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Gunakan kasa/kapas DTT untuk membersihkan labia. Minta ibu berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan dibuka 6.

11. 138 . Cuci kedua tangan dan segera keringkan dengan handuk bersih dan kering. Nilai vagina. 20.luka parut lama divagina bisa memberikan indikasi luka/episiotomi sebelumnya 12. Lakukan pendokumentasian hasil pemeriksaan. 19. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarganya. 18.II. Pastrikan tali pusat umbilikus/bagian – bagian kecil (tangan atau kaki) tidak bisa dipalpasi melalui vagina 14. Tarik kedua Jari dengan hati-hati jika pemeriksaan sudah lengkap dan celupkan sarung tangan kedalam larutan dekontaminasi. Nilai penurunan janin dan tentukan apakah kepala sudah berawat gabungerak ke dalam panggul 15. Bantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman. Nilai pembukaan dan peNIPisan serviks 13. Jika kepala bisa dipalpasi.raba fontanel dan sutura sagitalis untuk menilai penyusupan kepala dan apakah kepala janin sesuai dengan ukuran serviks 16. 17. lepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam dalam larutan dekontaminasi selama 10 menit.

Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Dokumen No. mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan dengan tangan dengan handuk satu kali pakai / pribadi yangbersih. Melepaskan semua persiapan yang dipakai dibawah siku. 139 . memakai sarung tangan desinfeksi tingkt tinggi / steril untuk pemeriksaan tangan. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. 5. 3. mematahkan ampul oksitosin 10 IU dan menempatkan tabung suntik steril sekali pakai di dalam partus set. Melihat tanda dan gejala kala dua Medis dan Parmedis B. bahan dn obat-obatan esensial siap digunakan. 6. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A. Mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. Memastikan perlengkapan. Menyiapkan pertolongan persalinan: 2. menghisap oksitosin 10 IU kedalam tabung suntik (dengan memakai sarung tangan disinfeksi tingkat tinggi atau steril) dan meletakan kembali di partus set/wadah disinfeksi tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung set. ASUHAN PERSALINAN NORMAL No. 4. 1.

Memberitahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. sedangkan pembukaan sudah lengkap lakukan amniotomi.5% selama 10 menit. prenium atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu. 10. membersihkannya dengn seksama dengan cara menyeka dari depan kebelakang. Membersihkan vulva dan prenium dan menyekanya dengan hati-hati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang sudah di basahi air disinfeksi tingkat tinggi. Melakukan pimpnan meneran 140 .5% dan lepaskan dalam keadaan terbalik serta merendamnya di dalam larutan klorin 0.C Memastikan pembukaan lengkap dan keadaan baik 7. jija mulut vagina. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (110-160 x / menit) D Menyiapkan ibu dan keluarga untuk membantu proses pimpinan meneran: 11. Mendekontaminasi sarung tangan denagn cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0. Dengan menggunakan aseptik lakukan pemeriksaan dalam untuk pemeriksaan dalam memastikan bahwa pembukaa servik sudah lengkap bila selaput ketuban belum pecah. 12. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (pada saat ada his bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastika ia merasa nyaman). 8. membuang kapas atau kasa yang terkontaminai dalam wadah yang benar mengganti sarung tangan jika terkontaminasi (meletakan kedua sarung tangan tersebut dengan benar didalam larutan dekontaminasi). membantu ibu dalam posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginanannya. 9. 13.

Dokumen No. MENJAHIT LASERASI PRENIUM No. 3 ampul pehacain / lidokain 2% 4. Kasa steril. 7. Gunting benang. 14. 10. Betadine. 1 Duk DTT/steril Parmedis 3. 11. 1 pasang sarung tangan DTT/steril Medis dan 2. Nald foeder/pegangan jarum. 8. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. 6. 15. Cucing. Aquabides. Jarum penampang bulat dan segitiga. Depres. 12. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab I. Spuit 10 cc. 9. 5. larutan klorin 141 . benag cromik catgut. Persiapan alat dan bahan 1. 13. Celemek.

Memastikan bahwa laserasi prenium hanya derajat 1 dan 2 8. Memakai sarung tangan DTT/steril 6.dan air mengalir 5. Menjelaskan maksud dan tujuan 2. Tunggu 2 menit dan biarkan anaestesi tersebut bekerja kemudian uji daerah yang di anaestesi dengan cara dicubit dengan forcepi/disentuh dengan jarum yang tajam 10. Melakukan anestesi pada luka yang akan dijahit a. Suntikan anaestesi sejajar denagn permukaan luka pada saat jarum suntik ditarik pelan-pelan e. Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserasi dibagian dalam vagina. Mendesinfeksi daerah yang akan dijahit 9. Memakai celemek 4. 142 . Tususkan lagi jarum kedaerah di atas tengah muka. Pelaksanaan 1. Aspirasi untuk memastikan bahwa jrum tidak berada dalam pembuluh darah (jika jarum dalam pembuluh darah.II. Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur jahit kebawah kearah cincin himen c. tarik jarum. Menempatkan duk/kain bersih dibawah bokong ibu 7. pindahkan posisi jarum dan suntikkan kembali) d. Mencuci tangan dengan sabun. aspirasi kemudiaan suntikkan anaestesi pada jarum suntik ditarik perlahan- lahan f. Tepat sebelum cincin himen masukan jarum kedalam mukosa vagina lalu kebawah cincin himen sampai jarum ada dibawah laserasi d. Membantu ibu mengambil posisi litotomi/dorsal recumbent 3. Mengulangi anaestesi disisi lain dari luka (setiap sisi luka akan memerlukan kurang lebih 5 ml lidokain 1%) h. Hisap 10 ml lidokain 1% kedalam spuit sekali pakai b.Setelah membuat tususkan pertama buat ikatan dan potong pendek benag yang lebih pendek dari ikatan b. Menjahit laserasi a. Periksa bagian antara jarum di prenium dan bagian atas laserasi. Tususkan jarum ke ujung atau pojok laserasi c. aspirasi kemudian suntikkan anaestesi pada jarum suntik ditarik perlahan-lahan g. Tusukan satu kali lagi jarum ketengah luka.

Perhatikan 143 .

Sarung tangan panjang steril 7. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN 1. Secara obstetric masukan satu tangan (Punggung tangan ke bawah) kedalam vagina menelusuri tali pusat bagian bawah 9. Sarung tangan DTT 6. sedative : Diazepam 10 mg / ml 4. masukan sarung tangan kedalam Lar. Jepit tali pusat dengan kocher kemudian tegangkan tali pusat sejajar lantai 8. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Setelah tangan mencapai pembukaan serviks. Kocher : 1 9. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK Medis dan Parmedis B. Buka tangan obstetrik menjadi seperti memberi salam (ibu jari merapat ke pangkal jari telunjuk) 144 . Beri tahu ibu 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A. Cuci tangan sebelum tindakan 3. kemudian tangan lain penolong menahan fundus uteri 10. Instruksikan asisten untuk memberikan sedative dan analgetik melalui karet infuse 6. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. Cairan RL dan slang infuse 2. Ganti sarung tangan panjang 7. Analgetik : Tramandol 1-2 mg / kg BB 3. Kateter nelaton 8. PLASENTA MANUAL No. Dokumen No. Lakukan kateterisasi kandung kemih 5. sambil menahan fundus uteri. Pakai sarung tangan 4. Bemgkok C TINDAKAN PENETRSI KE KAVUM UTERI 1. klorin. minta asisten untuk memegang kocher.Antiseptik Povidon Iodion 10% 5. Lar. masukan tangan dalam ke kavum uteri sehingga mencapai tempat implantasi plaenta 11.

lakukan eksplorasi ulangan untuk memastikan tidak ada bagian plasenta yang masih melekat pada dinding uterus 2.D MELEPASKAN PLASENTA DARI KAVUM UTERI 1. temukan plasenta bagian bawah 2. Beritahukan pada pasien dan keluarganya bahwa tindakan telah selesai tetapi pasien masih memerlukan perwatan 145 . lakukan sedikit pendorongan uterus (dengan tangan luar) ke dorsokranial setelah plasenta lahir. Pindahkan tangan luar ke supra simfisis untuk menahan uterus pada saat polasenta dikeluarkan 3. Sementara satu tangan masih dalam kavum uter. Periksa kembali tanda vital pasien 2. Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang tersedia dalam status pasien 3. Tentukan implantasi plasenta. Instruksikan asisten yang memegang kocher untuk menarik plasenta keluar (hindari percikan darah) 4.Perhatikan kontraksi uterus dan jumlah perdarahan yang keluar F DEKONTAMINASI G CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN H PERAWATAN PASCA TINDAKAN 1. Kemudian gerakan tangan kanan ke kiri dan kanan sambil berawat gabungeser ke cranial sehingga semua permukaan maternal plasenta dapat dilepaskan E MENGELUARKAN PLASENTA 1.

PERSETUJUAN DAN TINDAKAN MEDIK Medis dan Parmedis B. Celemek. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN 1.5% 3. stetoskop 10. Erawat gabungometrin 0. Infus set (jarum 16 / 18) 5. Handscond steril 3 pasang 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. masker 9. Tensimeter. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A. Spuit 5cc : 2 12. Larutan anti septic dan clorin 0. Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. KOMPRESI BIMANUAL INTERNA. Cairan infus RL 5 Flash 4.2 mg 8. Kateter nelaton 6. EKSTERNA DAN KOMPRESI AORTA ABDOMINALIS No. Lampu sorot 11. Dokumen No. Oksitosin 20 IU / 2 ampul 7. Spekulum sims / L : 1 146 .

2 mg erawat gabungometrin pada ibu dngan hipertensi 12. Kosongkan kandung kemih. cuci tangan dan rendam sarung tangan dlam larutan klorin 0. teruskan KBI. Lakukan gerakan saling merapatkan kedua tangan tersebut 147 . Berikan 0.C KOMPRESI BIMANUAL INTERNA 1. Letakan kepalan tangan pada orniks anterior. Cuci tangan sebelum tindakan 3.5% 11. teruskan lakkukan KBI selama 2 menit. Letakan tangan yang lain pada dinding abdomen (di belakang korpus uteri) usahakn memegang bagian belakang uterus seluas mungkin 3. Beritahu ibu dan keluarga 2. teruskan pemberian cairan IV D KOMPRESI BIMANUAL EKSTERNA 1. tekan dinding anterior uterus. Letakan satu tangan pada abdomen di depan uterus tepat di atas simpisis pubis 2. 5. serviks. Evaluasi keberhasilan:  Jika uterus berkontraksi dan perdaraha berkurang. Tekan uterus dengan kedua tangan secara kuat 9. Dampingi ibu ketempat rujukan. Periksa vagian dan servik 7. kemudian perlahan-lahan keluarkan tangan dari dalam vagina  Pantau kondisi ibu secara melekat selama kala IV  Jika uterus berkontraksi tapi perdarahan terus berlangsung periksa prenieum. Pasang infus dan berikan 500 ml larutan RL yang mengandung 20 IU Oksitosin 13. ajarkan keluarga melakukan KBE 10. Pakai sarung tangan steril / DTT dan ulangi KBI 14. Pakai sarung tangan DTT / Steril 4. sementara telapak tangan lain pada abdomen. lakukan rujukan (jika uterus tidakberkontraksi dalam waktu 1-2 menit) 15. menekan dengan kuat dinding belakang uterus ka arah kepalan tangandalam 8. vagina. dengan lembut masukan tangan (dengan cara menyatukan kelima ujung jari) ke introitus dan kedalam vagina ibu 6. apakah terjadi laserasi di bagian tersebut  Lakukan penjahitan jika ditemukan laserasi  Jika kontraksi uterus tidak terjadi dalam waktu 5 menit.

pertahankan posisi tersebut dan lakukan pemijatan uterus (oleh asisten) hingga uterus berkontraksi dengan baik F DEKONTAMINASI G CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN H PERAWATAN PASCA TINDAKAN 1. yaitu pada perpotongan garis lipat paha dengan garis horizontal yang melalui titik1 sentimeter di atas dan sejajar dengan tepi atas simpisis ossium pubis. Perhatikan perubahan perdarahan pervaginam (Kaitkan dengan perubahan pulsasi arteri femoralis) 8. penolong menghadap sisi kanan pasien. dorong kepalan tangan kananakan mengenai bagian keras di bagian tengah / sumbu badan ibu dan apabila tekanan kepala tangan kiri mencapai aorta abdominalis mak pulsasi arteri femoralis (Yang di pantau dengan ujung jari telunjuk dan tengah tangan kanan) akan berkurang/ berhenti (terawat gabungantung dari derajat tekanan pada aorta) 7. Kepalkan tangan kiri dan tekankan bagian punggung jari telunjuk. Periksa kembali tanda vital pasien 2. dan kelingking pada umbilicus ke arah kolumna vertebralis dengan tegak lurus 6. Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang tersedia dalam status pasien 148 . raba pulsasi arteri femoralis dengan jalan meletakan jari telunjuk dan tengah tangan kanan pada lipat paha. Setelah pulsasi di kenali. tengah. Baringkan ibu diatas ranjang. Atur posis penolong sehingga pasien berada pada ketinggian yang sama dengn pinggul penolong 2. Tungkai di letakan pada dasar yang tidak rata (tidak menggunakan penopang kaki) dengan sedikit pleksi pada artikulosio koksae 3.E KOMPREASI AORTA ABDOMINALIS 1. Bila perdarahan berkurang atau berhenti. jangan pindahkan kedua ujung jari dari titik pulsasi tersebut 5. Pastikan pulsasi arteri tersebut dengan baik 4. manis.

149 . Revisi Halaman 03 Tanggal terbit Ditetapkan. Lidokain 1%. 10. Heachting set. celemek. Cairan RL dan infus set. Uteronika. Povidon iodion 10 %. 3. 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab A. Sarung tangan steril / DTT : 2 pasang. 8. PERSALINAN SUNGSANG No. 6. Spuit 5 cc : 2. Alas bokong dan penutup perut bagian bawah. 9. 7. Dokumen No. Partus set 2. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN 1. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Masker. 5. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK Medis dan Parmedis B.

Pakai masker. Penolong hanya mengikuti gerakan ini tanpa melakukan tarikan. Ketika timbul his ibu disuruh mengejan dengan merangkul kedua pangkal paha. bokong dipegang secara Brach. Siapkan posisi litotomi. mulut dan akhirnya seluruh kepala. 3.C. Ibu tidur dalam posisi litotomi. 10. 150 . Cara Brach: 1. Cuci tangan. Sebelum melakukan pimpinan persalinan penolong harus memperhatikan sekali lagi persiapan untuk ibu. gerakan ini hanya di sesuaikan dengan gaya berat badan janin. yaitu punggung janin di dekatkan ke perut ibu. TINDAKAN PERTOLONGAN PERSALINAN PARTUS SUNGSANG 1. memasang alas bokong dan penutup perut bawah. bahu. dengan gerakan hiperlordosis ini berturut. baru kemudian melahirkan lengan depan. Bersamaan dengan dimulainya gerakan hiperlordosis ini. sedangkan jari – jari lain memegang panggul. 6.Cara Klasik Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan cara branct bahu dn tangan tidak bisa lahir. a. kemudian penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin guna mengikuti gerakan rotasi anterior. tali pusatdikendorkan. 2. 4. Kosongkan kandung kemih. 2. 3. Pada waktu bokong mulai membuka vulva (crowning) disuntikan 1-5 unit oksitosin IM. 6. janin dan penolong. Seorang asistan segera menghisap lendir dan bersamaan itu penolong memotong tali pusat. 9. celemek. janin yang baru lahir diletaka diperut ibu. Pakai sarung tangan. sesuai dengan sumbu panggul. sedangkan penolong berdiri di depan vulva. Segera setelah bokong lahir. seorang asisten melakukan ekspresi kristeler pada fundus uteri. 4. yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha. Pada waktu tali pusat lahir dan tampak sangat teregang. Beritahu ibu. 5. 5. Lakukan episotomi pada saat bokong membuka vulva. Pada setiap his ibu disuruh mengejan. b. dan lengan.turut lahir pusar. Prinsip : melahirkan bahu dan lengan secara klasik adalah melahirkan lengan belakang terlebih dahulu karena lengan belakang berada di ruangan lebih luas (sarcum). 7. dagu. perut. 8. 7.

1. Putaran diarahkan ke perut dan dada janin. 5. 4. Bokong janin dipegang secara femuro felvik yaitu kedua ibu jari penolong diletakan sejajar spina sakralis media dan jari telunjuk pada krista iliaka dan jari-jari lain mencengkam paha bagian depan. Kedua kaki di pegang dengan tangan penolong pada perawat gabungelangan kakinya di elavasi ke atas sejauh mungkin. 151 . 1. sehingga perut janin mendekati perut ibu. c. baru kemudian melahirkan bahu dan lengan belakang. Bersama dengan itu tangan kiri penolong dimasukan kedalam jalan lahir dan dengan jari tengah dan telunjuk menelusuri bahu janin sampai pada fosa kubiti kemudian lengan bawah dilahirkan dengan gerakan seolah-olah lengan bawah mengusap janin. maka lengandepan diputar menjadi lengan Medis dan belakang. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sejauh mungkin sampai bahu depan tampak di bawah simpisis. dan lengan depan dilahirkan dengan mengait lengan bawahnya.Prosedur No Aktivitas Penanggung Jawab Tetapi bila lengan depan sukar dilahirkan.Cara Muller Prinsip melahirkan bahu dengan cara Muller adalah melahirkan bahu dan lengan depan terlebih dahulu dengan ektraksi. Bila lengan depan sukar dilahirkan maka harus diputar menjadi lengan belakang. Gelang bahu dan lengan yang sudah lahir di cengkram dengan kedua tangan penolong sedemikian rupa sehingga kedua ibu jari tangan penolong terletak di punggung dan sejajar dengan sumbu badan janin sedang jari-jari lain mencengkam dada. 2. pegangan pada perawat gabungelangan kaki janin diganti dengan tangan kanan penolong dan ditarik curam kebawah sehingga punggung janin mendekati punggung ibu. yaitu dengan memutar gelang bahu Parmedis kearah belakng dan baru kemudian lengan belakang dilahirkan. 3. Untuk melahirkan lengan depan. Kemudian lengan belakang ini dilahirkan dengan teknik tersebut diatas. Dengan cara yang sama lengan depan dilahirkan. sehingga lengan depan terletak dibelakang. .

Prinsip : Teknik ini dipakai bila oksiput dengan ubun-ubun kecil berada d belakang sacrum dan muka janin menghadap simfisis. maka lengan belakang dilahirkan denagn mengait lengan bawah dengan kedua jari penolong d. 1. 2. kepala janin dapat dilahirkan 152 . kaki janin ditarik curam ke atas bersamaan dengan tarikan pada bahu janin. sehingga perut janin mendekati perut ibu. dengan laring sebagai hipomoklion. b. maka badan janin masih dipegang secara femora pelviks ditarik keatas. sehingga jari penolong tidak dapat dimasukan kedalam mulut janin. Kemudian sambil dilakukan traksi. Tangan penolong yang lain memegang kedua perawat gabungelangan kaki. Setelah bahu depan dan lengan depn lahir. Bila lengan janin tidak dapat lahir dengan sendirinya. Bila bahu belakang tidak lahir dengan sendirinya. Kedua tangan penolong menarik bahu curam ke bawah dan bersamaan dengan itu seorang asisten mendorong kepala janin dari arah bawah. 2. Kedua tangan penolong mencekam leher janin dari arah depan ke belakang. sampai bahu belakang lahir.Cara Pregue Terbalik. sehingga bahu belakang menjadi bahu depan. badan janin diputar kembali kearah berlawanan setengah lingkaran. Badan janin dipegang secara femuro felviks dan sambil dilakukan traksi curam kebawah badan janin diputar setengah lingkaran. Cara Melahirkan Kepala Bayi a. demikian seterusnya bolak-balik. 2. 1. 2. maka lengan janin dapat dilahirkan dengan mengait lengan bawah dengan jari penolong. 1.Cara Lovset Prinsip ialah memutar badan janin dalam setengah lingkaran bolak balik sambil dilakukan traksi curam ke bawah sehingga bahu yang sebelumnya berada di belakang akhirnya berada di bawah simpisis. satu tangan penolong mencengkram leher dari arah bawah dan punggung janin diletakan pada telapak penolong. sehingga bahu belakang tampak dibawah simfisis dan lengan dapat di lahirkan.Cara Noujoks Prinsip : Teknik ini dilakukan bila kepala masih tinggi.

Periksa kembali tanda Vital p[asien. 2. Perawatn pasca tindakan: 1. Dokumentasi 10. 153 . 11. MANAJEMEN KALA III 1. lahirkan plasenta spontan atau manual apabila ada indikasi. Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan pada kolom yang tersedia dalam status pasien. 5. Beri uterotonoka atau medikamentosa yang diperlukan. Awasi kala IV. 9. 4. 2. 3. Luka episotomi / robekan premium dijahit.8. Olakukan pemeriksaan dan pengawasan infus. Cuci tangan pasca tindakan.

5. Partus set . celemek. Tensi meter. 11. Pembina Utama Muda NIP. 4. PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK Bidan B. 154 . 10. Povidon Iodione 10%. 1. 3. MKK. Spuit 5 cc : 2. Alas bokong dan penutup perut bagian bawah. Masker. 6. 19580413 198910 1 001 Pengertian Tujuan Kebijakan Prosedur No Aktivitas Penanggun g Jawab A. 7. Revisi Halaman 01 Dinas Kesehatan Kab. lampu sorot 12. Uterutonika. 8. Kepala Dinas Kesehatan KABUPATEN TULUNGAGUNG PROSEDUR TETAP Dr. Spekulum siims / L : 2. Sarung tangan steril / DTT : 2 ps. Poerwanto. Klem Ovum : 2. VERSI EKSTRAKSI No. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN Bidan 1. 9. Kalteter Nlaton. Tulungagung Tanggal terbit Ditetapkan. 2. Gatot DP. Dokumen No. Dan stetoskop.

rendam kedalam larutan klorin. o Kedua tangan penolong memegang betis janin yaitu kedua ibu jari diletakan dibelakang betis sejajar sumbu panjang betis dan jari lain didepan betis. pegang kaki atas. tangan lain yang berdekatan dengan bagian kecil janin dimasukan kedalam jalan lahir secara obstetrik □ pada letak lintang. janin dilahirkan secara ekstraksi kaki dengan teknik seperti persalinan sungsang. Pada letak lintang punggung di depan. Tangan dalam mencari kaki janin untuk dibawa keluar. Setelah dilakukan rotasi. kaki ditarik curam kebawah Pegangan dipindah kepangkal paha lahir. tangan yang lain dipindahkan kedalam fundus uteri.C. Penolong memakai masker dan celemek. 155 . Buka vulva dengan ibu jari dan telunjuk. perawat gabungelangan kaki dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut bersamaan itu tangan penolong yang keluar memutar kepala janin kearah fundus uteri. Melepas sarung tangan. j. g. Cuci tangan. Menatur posisi ibu pada posisi litotomi. Memakai sarung tangan DTT/ Steril. pegang kaki bawah dan apabila punggung di belakang. 2. (ekstraksi kaki). o Pegangan dipindahkan kepangkal paha setinggi mungkin dengan kedua ibu jari dibelakang paha sejajar sumbu panjang paha. a. TINDAKAN VERSI EKSTRAKSI. Setelah evaluasi berhasil dengan baik. untuk mendekatkan bagian – bagian kecil janin. tangan yang dimasukan kedalam jalan lahir ialah sesuai dengan letak bokong. f. Memaki sarung tangan steril / DTT. jari lain didepan paha. Prosedur vesi ekstraksi. d. segera periksa apakah versi telah berhasil telah berhasil dengan baik (letak janin sudah memanjang) dengan cara palpasi dan kaki janin tidak masuk kembali kejalan lahir. b. Tangan dalm menelusuri bokong. e. Segara setelah tangan masuk jalan lahir. 3. tangan yang lain mendorong fundus ke bawah. 4. sebelumnya diberikan penjelasan. c. Setelah kaki fleksi. h. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi. i. Bidan 1. pangkal paha sampai lutut.

156 . Periksa kelengkapan plasenta. Louvset. EKSPLORASI PASCA TINDAKAN 1. 5. 2. k. 3. Lahirkan plasenta. kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi hingga trokanter belakang lahir (berarti bokong lahir) o Setelah bokong lahir dilanjutkan cara Mueller. 3. Pasangkan speculum sims atas dan bawah pada vagina. PERAWATAN PASCA TINDAKAN 1. dokumentasi. periksa kembali tanda vital. 4. 2. Perhatikan apakah terdapat robekan perpanjangan luka episotomi atau robekan pada dinding vagina tempat lain. Ambil klem ovum sebanyak 2 buah. CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN H. Masukan plasenta pada tempatnya. D KALLA III Bidan 1. Klasik. F DOKUMENTASI G. lakukan penjepitan secara berawat gabungantian kearah samping searah jarum jam. Lahir kepala bayi dengan cara Mauriceau.Prosedur No Aktivitas Penanggun g Jawab o Pangkal paha ditarik curam kebawah Bidan sampai trokanter depan lahir. 4. 2. E. Beritahukan kepada pasien dan keluarganya hasil tindakan yang dilakukan. Lakukan pegangan tali pusat terkendali dan mendorong uterus ke arah dorso cranial. Bila terjadi robekan diluar luka episotomi lakukan penjahitan. perhatikan ada tidaknya robekan partio. Beri oksitosin 10 IU IM.

kontraksi uterus. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. perdarahan pervaginam setiap 6 jam 3. diajarkan cara meneteki yang benar 4. Heru Dwi Cahyono Pengertian Adalah suatu perawatan kebidanan yang dilaksanakan pada pasien post partum untuk mencegah serta mendeteksi secara dini dan menangani masalah – masalah yang terjadi Tujuan Sebagai acuan bidan/perawat dalam pelaksanaan perawatan nifas Kebijaksanaan Perawatan pasien nifas bermasalah melibatkan dokter konsultan sesuai dengan masalahnya Prosedur No Aktivitas PenanggungJaw ab 1. atau bisa dipulangkan dulu bila kondisi bayi belum dimungkinkan pulang 157 . Ibu nifas dengan bayi RAWAT GABUNG. pengeluaran ASI. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. 5. Ibu dipulangkan bersamaan dengan bayinya. Ibu diberikan penyuluhan tentang masalah nifas sesuai jadwal penyuluhan. PENANGANAN NIFAS NORMAL No. Dokumen No. tanda-tanda vital. Menerima pindahan pasien dari VK Bidan / perawat sesuai prosedur penerimaan pasien baru 2. Observasi.

PENATALAKSANAAN
APB KONSERVATIF
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1

Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Suatu tindakan yang bertujuan agar janin tidak terlahir prematur
dan upaya diagnosis dilakukan secara normatif
Tujuan Terlaksananya perawatan pasien APB konservatif

Kebijakan a. Syarat pasien konservatif:
 Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang
kemudian berhenti
 Belum ada tanda – tanda inpartu
 K/U ibu baik (kadar HB dalam batas normal)
 Janin masih hidup
 BB janin ≤ 1750
b. Pemeriksaan USG untuk menentukan inplantasi placenta
c. Persiapan operasi bila terjadi perdarahan banyak, tanpa
mempertimbangkan usia kehamilan
Penangg
Prosedur No Aktivitas
Jawab
Prosedur perawatan Dokter
1. Rawat inap, tirah baring dan berikan
antibiotika propilaksis
2. Perbaiki anemis dengan pemberian sulfas
ferosis
3. Pastikan tersedianya sarana untuk
melakukan tranfusi
4. Jika perdarahan berhenti dan waktu untuk
mencapai 37 minggu masih lama, pasien
dapat rawat jalan, dengan pesan segera
kembali ke Rumah Sakit bila terjadi
perdarahan
5. Jika perdarahan berulang, pasien alih rawat
ke R.VK

158

PERAWATAN PAYUDARA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1 dari 1

Tanggal Terbit Ditetapkan,
Penanggung Jawab Klinik
PROSEDUR
TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono

Pengertian Perawatan payudara rutin untuk memperlancar ASI dan payudara
tetap bersih.
Tujuan Sebagai acuan untuk memberikan pelatihan pada ibu nifas, agar
dapat melakukan perawatan payudara secara benar.
Kebijaksanaan Setiap ibu nifas harus mendapatkan penyuluhan dan praktek
tentang perawatan payudara.
Prosedur No Aktivitas Penangg
Jawab
A. PERSIAPAN Perawat/
1. ALAT bidan
 Handuk
 Washlap
 Kapas
 Sabun mandi
 Minyak kelapa
 Air hangat dalam tempat
 Air dingin dalam tempat
2. PASIEN
 Mengatur posisi sesuai dengan
kebutuhan dan kondisinya
 Memberi tahu Px dan menjelaskan
tujuan tindakan yang akan dilaksanakan.
B PELAKSANAAN
1. Mendekatkan alat-alat kedekat pasien.
2. Kedua putting susu ditutup dengan kapas
minyak selama 2 menit
3. Putting susu dibersihkan dari kotoran yang
melekat
4. Putting susu dipegang dengan jari – jari
tangan, diputar – putar ke kiri dan ke kanan
(20X)
5. Dua telapak tangan diolesi minyak kelapa,
kemudian kedua telapak tangan diletakkan
ditengah diantara dua payudara dengan
ujung jari menghadap kebawah dan kedua
telapak tangan ditarik keatas berputar
kesamping kearah bawah dan terakhir
kedepan, tarikan ini dilakukan secara
perlahan – lahan. Setelah kedua telapak
tangan berada didepan sambil menyangga
payudara, kemudian kedua tangan
dilepaskan secara gerak cepat kearah depan
(20X)

159

6. Tangan kiri menyangga payudara, tangan
kanan menggenggam ruas – ruas jari
genggaman melakukan pengurutan kearah
putting secara melingkar sama dengan
diatas tangan kanan menyangga payudara,
tangan kiri melakukan pengurutan dengan
gerakan yang sama (20X)
7. Payudara sebelah kanan dan kiri disiram
dengan air hangat, dingin masing – masing
5X selama 5 menit
8. Untuk melemaskan putting susu, tangan kiri
menopang payudara, tangan kanan
memegang ujung handuk/ wash lap kering
dan bersih, digerak-gerakan keputting susu
keatas dan kebawah serta kekanan dan
kekiri dan sebaliknya pada payudara sebelah
kanan dengan cara yang sama. (20 x).

160

8. 7. jangan lupa membersihkan mulut dan pipi bayi dengan air masak. bidan 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tahap-tahap yang dikerjakan untuk meyusui bayi secara benar. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Letakan bayi menghadap keperut ibu. Kebijaksanaan Setiap bayi RG di beri latihan dan penyuluhan tentang 8 langkah menyusui yang benar. Pegang payudara. 4. Prosedur No Aktivitas Penangg ungJawa b 1. telinga dan lengan terletak dalam satu garis lurus. Menyandarkan bayi. 3. 8 LANGKAH CARA MENYUSUI YANG BENAR No. Mulut membuka. Keluarkan sedikit ASI oleskan pada putting Perawat/ dan pangkal putting. Merangsang mulut bayi agar membuka. 5. Melepas isapan dengan memasukan jari kelingking kesudut bayi. biarkan kering. 161 . Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. masukan putting dan seluruh pangkal putting. Dokumen No. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melatih ibu menyusui. Oleskan ASI keputing dan pangkal putting. 6.

5oC atau lebih. 162 .  Hindari hipotermi. Heru Dwi Klinik Pengertian Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan secara bersamaan. UC. RAWAT GABUNG No. Ibu dapat merawat bayi secara mandiri. Bimbingan dan penyuluhan tentang nifas dan bayi baru lahir. 2. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.  Latih ibu untuk merawat bayi secara mandiri: 1. bungkus bayi dengan kain kering dan hangat.  Latih cara meneteki dengan 8 langkah cara meneteki yang benar. Pemberian ASI exclusif. Kebijaksanaan 1. Ibu dan bayi dirawat dalam satu ruangan. 3. perdarahan pervaginam setiap 6 jam.  Tetekkan semau bayi. kepala bayi tertutup. Dokumen No. Memandikan 2. bayi Perawat/  Kontak dini bidan  Obs tanda-tanda vital. Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab Rglangsung dari VK dan rgdari R. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. 2. Keberhasilan ASI exclusif.  Timbang berat badan bayi setiap pagi sebelum memandikan. 3. Tujuan 1. Merawat tali pusar. Menganti pakaian bayi  Mandikan bayi setelah 6 jam lahir dan jika suhu 36.

PERSIAPAN. Tujuan Sebagai pedoman untuk perawatan rutin pasien bed rest.00 2.  Talk / bedak.  Kapas. Kebijaksanaan 1. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan.  Tanggalkan pakaian atas dan masukan ketempat pakaian kotor. bidan  Wash lap 2 buah. PELAKSANAAN  Menyiapkan alat kedekat pasien. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. sore jam 16.00.  Memberi tahu pasien dan menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan. Laksanakan sesuai protap Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab 1 PERSIAPAN ALAT: Perawat/  Waskom berisi air hangat kuku. Pasien bed rest dimandikan 2 x pagi jam 05. k/p pasang sketsel. Dokumen No. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tindakan perawatan yang dilaksanakan pada pasien bed rest untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga kenyamanan pasien.  Pasang kain panjang (Handuk)  Lipat selimut pasien.  Mengatur lingkungan yang aman dan nyaman.  Pindahkan bantal dan guling yang tidak perlu.  Botol berisi air untuk cebok.  Sketsel.  Pakaian pasien yang bersih.  Petugas cuci tangan.  Sabun mandi pada tempatnya  Handuk. jika perlu berikan pot urinal.  Sebelum memandikan tanyakan pada pasien perlu BAK / BAB atau tidak.  Kain penutup. 3  Menutup pintu. jendela.  Tempat pakaian bersih / bertutup. kemudian tutup 163 . MEMANDIKAN PASIEN No. 2  Mengatur posisi pasien disesuaikan kebutuhan dan kondisinya.

kemudian basahi punggung hingga bokong sabuni.  Mencuci lengan dengan cara. Pasien ditelentangkan. Pasang handuk dibawah punggung hingga bokong. dibilas. Ketiak. Pasien dimiringkan kekiri dan kanan 2. posisi pasien diatur yang nyaman.  Petugas cuci tangan 164 . 3. kedua tangan pasien dibasahi dan disabun mulai dari tangan yang jauh dari perawat kemudian yang lebih dekat. bersihkan muka. dibilas dan dikeringkan dengan handuk. kaki disabuni. pakaian atas dirapikan. telinga. 4. di bilas selanjutnya dikeringkan demikian juga dengan kaki yang satunya.  Mencuci lipatan paha dan genitalia dengan cara Relva leggreve.  Selimut pasien di pasang kembali.  Mencuci punggung dengan cara: 1.  Mencuci dada dan perut dengan cara: Kedua tangan dikeataskan handuk diangkat dan dibentangkan disisi pasien.  Mencuci muka.  Mencuci kaki dengan cara: Handuk di bentangkan di bawahnya dan lutut di tekuk. disabun. sampai bersih dan keringkan dengan handuk dan diberi talk tipis-tipis terutama bagian leher. Punggung sampai pinggang diolesi dengan minyak telon kemudian diolesi talk tipis-tipis. dengan handuk. lipatan mamae pada wanita.  Pakaian dan alat semua kotor serta peralatan dibereskan. bagian perut diolesi dengan minyak kayu putih kemudian diberi talk tipis-tipis selanjutnya ditutup dengan kain. dada dan perut dibasahi. lalu dibilas sampai bersih dan keringkan dengan handuk. dan leher dengan washlap lembab lalu keringkan. memasang handuk dibawah tangan.

Handuk 7. Tebarkan handuk diatas meja 3. baju. Tempat pakaian kotor Pelaksanaan B 1. Bersihkan mata dengan kapas lembab dari arah hidung ke arah telinga 9. merawat tali pusat dan mengenakan baju bayi Tujuan Sebagai acuan perawat dalam membimbing ibu memandikan. 2. Meja / tempat tidur yang lunak. Bungkus bayi dengan gedong agar tidak kedinginan 6. Ibu mencuci tangan . Sabun mandi bayi dalam tempat 5. Bola kapas untuk membersihkan mata dalam tempat 3. Sabuni tubuh bayi sambil mengamati kemungkinan ada kelainan 10. Bersihkan dahulu kepala dan muka bayi lalu dikeringkan 7. masukkan kedalam ember pakaian kotor 5. Revisi Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit Ditetapkan. Wash lap 8. MERAWAT TALI PUSAT DAN MENGENAKAN BAJU BAYI No. Dokumen No. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. merawat tali pusat dan mengenakan baju bayi sesuai standar Kebijakan Setiap ibu rgmendapatkan bimbingan Prosedur N Aktivitas Penangg o Jawab A Persiapan Alat: Perawat/ . Bak mandi berisi air hangat 6. lepaskan pakaian bayi. 1. bersih bidan 2. Amati hidung dan telinga apakah mengeluarkan kotoran atau ada tanda-tanda infeksi / kelainan 8. Letakkan bayi diatas meja 4. kaus tangan dan kaki) 10. Masukkan bayi kedalam ember air secara perlahan dan bertahap mulai dari kaki dengan cara mengangkat bayi dengan kepala diletakkan diperawat gabung pergelangan 165 . MEMBIMBING IBU MEMANDIKAN. Heru Dwi Cahyono Pengertian Tata cara membimbing ibu dalam memandikan. Buka gedong. Kassa steril dalam tempat 4. popok. gurita. Minyak kelapa / baby oil 9. Pakaian bayi lengkap (gedong.

Bayi ditidurkan diatas handuk. tangan kanan dibawah pantat bayi dengan empat jari dibawah pantat. Revisi Halaman 2 dari 2 tangan kiri bagian dalam. kenakan popok. jempol diatas kemaluan bayi 11. Dokumen No. MERAWAT TALI PUSAT DAN MENGENAKAN BAJU BAYI No. dikeringkan. tali pusat dikeringkan dengan kasa steril selanjutnya dibungkus dengan kasa steril kering 14. empat jari tangan kiri ditempatkan diketiak bayi dan jempol pada bahu kiri. MEMBIMBING IBU MEMANDIKAN. pembungkus tali pusat yang kotor dilepas. Setelah bersih angkat bayi dari ember 13. kaos tangan dan kaki selanjutnya digedong agar tidak kedinginan 166 . gunakan tangan kanan untuk membersihkan sabun pada seluruh bagian tubuh bayi 12. baju. Gurita dikenakan pada bayi tidak terlalu ketat. Ketika bayi didalam ember.

PELAKSANAAN 1. Bayi yang siap disusui 3. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Ibu siap menerima bimbingan 4. PERSIAPAN Perawat 1. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tata cara membimbing ibu dalam menyusui bayi Tujuan Sebagai acuan perawat dalam membimbing ibu mnyusui bayi sesuai standar Kebijakan Setiap ibu yang meneteki selalu dibimbing sampai mampu meneteki dengan benar Prosedur No Aktivitas Penangg Jawab A. Membimbing ibu dalam praktek menyusui 6. Memberitahu dan memperagakan cara memegang dan mengatur posisi bayi yang akan disusui dan setelah disusui 4. MEBIMBING IBU MENYUSUI YANG BENAR No. Membimbing ibu dalam memangku bayi setelah disusui 167 . Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Tempat duduk B. Dokumen No. Memberitahu posisi menyusu yang baik 3. Gambar letak puting susu pada mulut bayi /Bidan 2. Membimbing ibu dalam praktek memegang dan mengatur posisi bayi 5. Memperlihatkan gambar dan tunjukkan posisi puting susu pada mulut bayi 2.

5 gr/ hari (konsul gizi) 5. Tujuan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan tindakan pada pasien PEB konservatif. Pada umur kehamilan ≥ 37 minggu. Kebijakan 1.5 cc drip dalam RL I flus di evaluasi setiap 6 jam untuk pemberian SM 40 % berikutnya (dosis pemeliharaan) dengan syarat: o Reftek patella positif o Respirasi ≥ 16 x per menit. Setiap ada keluhan lapor dr jaga / DSOG. 100 gr/ hari dan kurang garam yakni sampai 0. 168 . Penangg Prosedur No Aktivitas Jawab 1. yaitu kalsium glukonat. 3. 2. 6. 2. Diet cukup protein. Bed rest tidur miring ke kiri. Injeksi SM 40 % tiap 12.  Tindakan aktif. Pengukuran tekanan darah:  Bila keluhan subyektif positif → Px dikirim ke VK→ terminasi. Evaluasi meliputi : A. Infus Ds’ % / RL. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr. Heru Dwi Cahyono Pengertian Suatu tindakan yang di lakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada pasien PEB. PENATALAKSANAAN PRE EKLAMSI BERAT KONSERVATIF No. Dokumen No. Pada umur kehamilan < 37 minggu Perawat Tindakan konservatif /Bidan 1.  Terminasi kehamilan. Anti hipertensi:  Tekanan darah sistolik > 180 mhg : 30 mgr sampai 120 mgr per hari. o Produksi urin minimal 100 ml/ 4 jam terakhir. 4. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. Keluhan subyektif (Inpending eklamsia) B. Adakah tanda-tanda gemelli janin. o Tersedia antidotum. Px PEB tanpa keluhan subyektif (inpluding eklamsia) 2.  Bila tekanan darah sistolik tetap > 160 mgr→ VK → terminasi (tanpa melihat usia kehamilan) C.

Alas bokong di desinfeksi dengan larutan chlorine 0.Alas bokong di lepas. .Cuci tangan sebelum tindakan. Revisi Halaman 1 dari 1 Tanggal Terbit Ditetapkan. .Memasang alas bokong (perlak). nifas bermasalah dan Px yang bermasalah pada alat kelamin.Bokong Px di keringkan.Membereskan alat-alat dan di kembalikan ketempat semula. Memberi tahu Px dan menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan. Penangg Prosedur No Aktivitas Jawab 1.Melepas pakaian bawah pasien.  Celana dalam. PENATALAKSANAAN VULVA HYGIENE No. Dokumen No. /Bidan  Savlon.Mengatur posisi pasien dorsal recumbent. 2.  Larutan Clorin 0. . . .Alat-alat didekatkan pasien.Membersihkan vulva dengan kapas savlon yang di peras sampai bersih (kapas digunakan satu kali usap lalu dibuang) . . Pelaksanaan: . . . Menutup jendela k/p pasang sketssel 3.5 %. .Mencatat dalam status. Persiapan: 1. Kebijakan Vulva hygiene di lakukan rutin pada Px post operasi. 169 .Softex kotor. .Memakai sarung tangan.  Softex.Tangan kiri membuka vulva dan tangan kanan menyiram larutan savlon . .Memberi tahu Px bahwa tindakan sudah selesai. .5 % 2. Heru Dwi Cahyono Pengertian Perawatan vulva vagina rutin untuk menjaga kebersihan Px dan mencegah terjadinya infeksi. Penanggung Jawab Klinik PROSEDUR TETAP Dr.  Plastik kresek tempat softex dan kapas kotor.Mencuci tangan. Tujuan Sebagai acuan untuk memberikan pelatihan pada Px nifas / bermasalah pada alat kelamin. kapas kotor di masukan ke dalam plastik. . Dibuang kesampah medis. Persiapan Alat: Perawat  Kapas.

170 .