You are on page 1of 19

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS Tn .

J
PADA Tn. S KASUS HIPERTENSI
DI RT 3 RW I DSN.CIRANDO DESA GUNUNG SUGIH
KEC. SALEM

2. Tinjauan Kasus
2.1 Pengkajian kelurga tanggal (10-02-2018 Pukul 12.00 WIB)
2.1.1 DATA UMUM
1. BIODATA
Nama KK : Tn J
Umur : 65 tahun
Agama : Islam
lamat : RT 3 RW I Dsn. Tambakboyo Desa Tambakrigadung Kec. Tikung Lamongan
ekerjaan : PNS (Pensiun)
endidikan : SMP Tamat
enghasilan : ± Rp 600.000,-/ bulan

2. KOMPOSISI KOMUNITAS

Nama L/P Hubungan Umur Pendidikan Status Imunisasi

No Dg KK B Polio DPT HB C K
C m e
G a t
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 p
a
k
1. Ny. S P Istri KK 60 SD (Tdk Tamat)

2. Tn. S L Anak KK 37 SMP (Tdk Tamat)

3. Ny. K P Menantu 27 SMP (Tamat)

4. An. A L Cucu 9 SD (Kelas 4)


GENOGRAM

Keterangan :
Laki – laki Klien

Perempuan Hubungan menikah

Satu Rumah Anak kandung

Laki-laki Meninggal Perempuan Meninggal

1. KK 4. Anak Kedua KK
2. Isteri KK 5. Menantu KK
3. Anak Pertama KK 6. Cucu KK

3. TIPE KOMUNITAS

Tipe KOMUNITAS Tn.J adalah Extended Family yaitu dalam satu KOMUNITAS terdiri dari
ayah, ibu, anak, menantu dan cucu.

4. SUKU BANGSA
KOMUNITAS klien berasal dari suku jawa atau Indonesia, kebudayaan yang dianut tidak
bertentangan degan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah
bahasa jawa.

5. AGAMA

Seluruh anggota Tn.J adalah beragama islam dan taat beribadah, sering mengikuti pengajian
yang ada di RT serta berdoa agar Tn.S dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

6. STATUS EKONOMI KOMUNITAS

(1) Sumber pendapatan KOMUNITAS diperoleh dari KK dan menantu KK sejumlah  Rp


1.500.000/bulan. Kebutuhan yang diperlukan KOMUNITAS :
 Makan Rp 750.000
 Bayar Listrik/PDAM Rp 200.000
 Pendidikan Rp 150.000
 Lain-lain Rp 150.000
Rp 1.200.000
Sisanya ditabungkan untuk kebutuhan yang mendadak.
(2) Barang-barang yang dimiliki
2 buah TV, 4 kipas angin dan 2 sepeda angin, 1 motor. Pada ruang tamu terdapat 1 set kursi dan
lemari, pada ruang tengah terdapat 2 lemari pakaian dan 1 kulkas.

7. AKTIVITAS REKREASI KOMUNITAS

Rekreasi digunakan untuk mengisi kekosongan waktu dengan menonton TV bersama dirumah,
sedangkan rekreasi diluar rumah kadang-kadang ikut rombongan pengajian yang ada (ziarah wali
songo ) yang diadakan 2-3 tahun sekali.

2.1.2 RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KOMUNITAS SAAT INI


1. TAHAP PERKEMBANGAN KOMUNITAS SAAT INI
KOMUNITAS Tn.J dalam thap perkembangan yaitu pada tahap IV yaitu KOMUNITAS dengan
anak usia sekolah
Tahap ini dimulai dari sejak anak berusia 6 tahun dan berakhir pada usia 12 tahun. Pada fase ini
pada umumnyaKOMUNITAS mencapai fase jumlah anggota KOMUNITAS yang maksimal.
Tugas perkembangan sebagai berikut :
 Membantu sosialisasi anak, tetngga, sekolh dan lingkungan
 Mempertahankan keintiman pasangan
 Memenuhi kebutuhan biaya hidup
2. TAHAP PERKEMBANGAN SAAT INI
Dari semua tugas perkemabangan yang diatas belum ada yang terpenuhi .
3. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA
Tn.J sebagai KK jarang sakit, tidak mempunyai masalah dengan istirahat, makan, maupun
kebutuhan dasar yang lain. Tidak mempunyai penyakit menurun (Hipertensi) dan penyakit
menular (TBC, Kusta). Pada saat pengkajian TD 130/90 mmHg.
Ny.S menderita Hipertensi sejak 15 tahun yang lalu yang mengeluh pusing. Tekanan darah naik
bila klien dalam hari tersebut terlalu banyak mengkonsumsi jenis daging-dagingan. TD 150/110
mmHg.
Tn.S menderita Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu sering mengeluih pusing, selama ini berobat ke
RS secara teratur yaitu 1 bulan sekali.
4. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA
(1) Dari pihak suami
KOMUNITAS Tn.J dari pihak suami ada yang menderita HT yaitu Istri KK
(2) Dari pihak istri
KOMUNITAS Tn.J dari pihak istri tidak terdapat anggota KOMUNITAS yang menderita HT
2.1.3 PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. KARAKTERISTIK RUMAH
(1) Luas : 8 X 20 M2
(2) Jenis : Permanen
(3) Sirkulasi udara: 2 pintu X 1.9 X 0.9 m2 = 3.42 m2
Pencahayaan : 2 jendela X 1.2 X 0.7 m2 = 1.68 m2 dibuka
3 jendela X 1 X 0.6 m2 = 1.8 m2 dibuka
Angin-angin 4 X 0.3 m2 = 1.2 m2
Angin-angin 3 X 0.3 X 0.6 m2 = 0.54 m2
Total = 8.64 m2

Jadi sirkulasi udara dan pencahayaan Tn.J


cukup
(4) pemanfaatan ruangan rumah : perabot tertata rapi
(5) kebersihan ruangan : bersih
(6) lantai : keramik
(7) jarak septic tank dengan sumur : > 10 meter
(8) sumber air minum : tandon air hujan
(9) pembuangan limbah : melalui selokan
(10) halaman dimanfaatkan dengan tanaman hias
(11) keadaan pekatangan bersih
(12) pembuangan sampah dibakar

DENAH RUMAH
2. KARAKTERISTIK TETANGGA DAN KOMUNITAS
Hubungan antar tetangga Tn.J baik, saling membantu, bila ada tetangga yang membangun rumah
dikerjakan saling gotong-royong.

3. MOBILITAS GEOGRAFIS KOMUNITAS


KOMUNITAS Tn. J selama ini sebagai penduduk asli Dsn. Tambak boyo Desa Tambak
rigadung dan tidak pernah pindah rumah.
4. PERKUMPULAN KOMUNITAS DAN INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT
Ny. K mengatakan mulai bekerja pukul 06.00 – 18.00 WIB yaitu membuka toko
pracangan di rumah dan pada malam hari digunakan untuk berkumpul bersama seluruh
KOMUNITASnya, Ny K mengikuti pengajian tiap hari minggu.

5. SISTEM PENDUKUNG KOMUNITAS


Jumlah anggota KOMUNITAS 4 orang , yaitu istri, anak, menantu, dan cucu. Sedangkan
ibu (Ny S) yang selalu mengantarkan klien (Tn S) periksa ke Rumah sakit atau petugas
kesehatan.
2.1.4 STRUKTUR KOMUNITAS
1. POLA KOMUNIKASI
Anggota KOMUNITAS berkomunikasi langsung dengan bahasa jawa, dan mendapat informasi
kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi lainnya didapat dari televisi dan radio.
2. STRUKTUR KESEHATN KOMUNITAS
Menurut Tn J, hanya Ny S dan Tn J yang sakit dan anggota kelurga lainnya dalam keadaan sehat.
3. STRUKTUR PERAN
(1) Formal
Tn J sebagai KK, Ny S sebagai istri, tn S sebagai anak, Ny K sebagai menantu dan An A
sebagai cucu.
(2) informal
Tn J sebagai pencari nafkah dengan menerima pensiunan dengan dibantu Ny K dengan
membuka toko pracangan di rumah.
4. NILAI DAN NORMA KOMUNITAS
KOMUNITAS percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT. Demikian
pula dengan sehat dan sakit. KOMUNITAS juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada
KOMUNITAS yang sakit, dibawa ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.
2.1.5 FUNGSI KOMUNITAS
1. FUNGSI AFEKTIF
Hubungan antara KOMUNITAS baik, saling mendukung, bila ada yang sakit langsung
dibawa ke Rumah sakit atau petugas kesehatan.
2. FUNGSI SOSIALISASI
Setiap hari KOMUNITAS selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam KOMUNITAS
baik dan selalu mentaati norma yang ada.
3. FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN
Penyediaan makanan selalu dimasak sendiri, komposisi nasi, lauk pauk, dan sayur dengan
frekuensi 3 kali sehari. Dan bila ada anggota kelaurga yang sakit, KOMUNITAS merawat dan
memeriksakanny ke Rumah Sakit atau petugas kesehatan.
(2) Kemampuan mengenal masalah kesehatan
KOMUNITAS mengatakan Tn S sering mengeluh pusing karena penyakit darah tinggi dan takut
tensinya naik.
(3) Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan
Bila Tn S sakit langsung dibawa ke Puskesmas atau petugas kesehatan ke rumah
(4) Merawat anggota KOMUNITAS yang sakit
Dalam merawat Tn S, masih memberikan makanan yang sama dengan anggota KOMUNITAS
yang lainnya, pola tidur juga masih belum sesuai dan waktunya kurang lama, namun selalu
melakukan kontrol secara teratur ke pelayanan kesehatan.
(5) Kemampuan KOMUNITAS memelihara lingkungan yang sehat
KOMUNITAS membersihkan rumahnya setiap hari, mengepel 1 minggu sekali dan lantai kamar
mandinya tidak licin, bersih dan terawat.
(6) Kemampuan KOMUNITAS menggunakan fasilitas atau pelayanan kesehatan di masyarakat
KOMUNITAS selalu memeriksakan diri ke Puskesmas atau petugas kesehatan bila sakit dan Tn
S melakukan periksa sejak menderiat Hipertensi.
5. FUNSI REPRODUKSI
Jumlah ana 1 orang, anak pertama masih Sekolah Dasar kelas IV. Dan Ny K menggunakan KB
hormonal.
6. FUNGSI EKONOMI
KOMUNITAS dapat memenuhi kebutuhan makan 3 kali sehari, pakaian untuk anak dan biaya
untuk berobat.
2.1.5 STRESS DAN KOPPING KOMUNITAS
1. STRESS JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
(1) Stressor jangka pendek
Tn S mengatakan sering mengeluh pusing
(2) Stressor jangka panjang
Tn S khawatir tensinya bertambah tinggi dan stroknya makin parah
2. KEMAMPUAN KOMUNITAS BERRESPON TERHADAP STRESSOR
KOMUNITAS selalu memeriksakan anggota KOMUNITAS yang sakit ke Puskesmas
atau petugas kesehatan
3. STRATEGI KOPPING YANG DIGUNAKAN
Anggota KOMUNITAS selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang
ada
4. STRATEGI ADAPTASI DISFUNGSIONAL
Tn S bila sedang sakit pusing maka dibuat tidur atau istirahat.
2.1.6 PEMERIKSAAN FISIK
Tn S
Keadaan umum: cukup, TD: 180/140 mmHg, N: 88 x/mnt, RR: 20 X/mnt, BB:58 kg dan TB:
154 cm.
Kepala : Rambut bersih, warna hitam beruban, rontok, wajah pucat
Mata :Conjungtiva merah muda, sklera putih, terdapat gambaran tipis pembululuh darah
Hidung: Pernafasan spontan
Mulut : bibir lemba, tidak ada stomatitis, terdapat caries bibir,
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe dan bendungan vena jugularis
Dada : tidak ada tarikan intercostae, vokal fremitus dada kanan dan kiri sama. Suara paru sonor pada
semua lapang paru, suara jantung pekak, suara nafas vesikuler, S1 S2 tunggal.
Perut : bulat datar, bising usus 12 x/ menit, hepar dan lien tak teraba., suara perut timpani.
kstrimitas : tidak ada odema pada ekstrimitas baik ekstrimitas bagian atas maupun ekstrimitas bagian bawah.
3) An “A”
keadaan umum baik
2.1.7 HARAPAN KOMUNITAS
KOMUNITAS berharap pada petugas kesewhatan agar selalu meningkatkan mutu
pelayanan dan membantu masalah Tn “S”

2.2 ANALISA DATA


NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF MASALAH TTD
1 2 3 4 5
1. - Tn “S” mengatakan sering - Tn “ S” terlihat sering Nyeri
mengeluh sakit kepala memegangi kepala bagiab
- Tn “S” mengatakan nyeri belakang
skala 2 - Wajah Tn”S” kadang-
- KOMUNITAS mengatakan kadang terlihat
kurang memahami cara menyeringai
merawat - TD : 180/140 mmHg
- Makanan Tn”S” sama - N : 88x/mnt
dengan KOMUNITAS yang - RR: 20 x/mnt
lain
- Pola tidur Tn”S” tidak
sesuai dan kurang dari
kebutuhan
- Kontrol secara teratur
- Tn “S” mengatakan - Tn “S” terlihat bingung
2. khawatir tensinya semakin - Wajah Tn “:S” kadangf – Takut
tinggi dan stroke semakin kadang terlihat pucat
parah - TD : 180/140 mmHg
- KOMUNITAS kurang - N : 88x/mnt
memahami cara mengenal - RR: 20 x/mnt
masalah Tn “S” yang
khawatir tensinya akan
bertambah tinggi
- KOMUNITAS mengatakan
kurang memahami cara
merawat Tn”S”
- Makanan Tn”S” sama
dengan KOMUNITAS yang
lain
- Pola tidur Tn”S” tidak
sesuai dan kurang dari
kebutuhan
- Kontrol secara teratur

SKALA PRIORITAS
MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

Diagnosa keperawatan KOMUNITAS I


Gangguan rasa nyaman ( nyeri) berhubungan dengan ketidak mampuan KOMUNITAS merawat
anggota KOMUNITAS dengan hipertensi.
NO KRITERIA PERITUNGAN SCORE PEMBENARAN
3
1 Sifat masalah x1 1 Nyeri kepala yang dirasa karena
3
tidak /ancaman peningkatan tekanan vaskuler
kesehatan serebral
2
2 Kemungkinan x2 1 Denga kontrol yang tewratur
2
masalah dapat dapat menurunkan tekanan darah
diubah sebagian
2
3 Potensial x1 Rasa nyeri dapat dikurangi meluli
2 2
masalah untuk pengobatan dan perawatan yang
3
dicegah cukup tepat
2
4 Menonjolnya x1 1 KOMUNITAS menyadari Tn
masalah- 2
“S”: mempunyai masalah
masalah berat dampak dari hipertensi maka
harus segera segera mengatasi masalah tersebut
ditangani
2
Jumlah 3
3

Diagnosa keperawatan KOMUNITAS II


Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan
KOMUNITAS merawat dam mengenal maslah anggota KOMUNITAS dengan hipertensi
NO KRITERIA PERHITUNNGAN SCORE PEMBENARAN
2 2
1 Sifat masalah x1 Rasa takut menyebabkan
3 3
keadaan masalah penigkatan TD yang
dapat memperburuk
keadaan
1
2 Kemungkinan x2 1 Pemberian penjelasan
2
masalah dapat yang tepat dapat
diubah sebagian membantu menurunkan
rasa takut
2 2
3 Potensial masalah x1 Penjelasan dapat
3 3
untuk dicegah membantu mengurangi
cukup rasa takut
1 1
4 Menonjolnya x1 Keluarag menyadari
2 2
masalah-masalah dengan mematuhi diet
tidak perlu yang dianjurkan dapat
ditangani mengrangi rasa khawatir
Tn”S”
5
Jumlah 2
6

2.3 RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN KOMUNITAS


1) ganguan rasa aman ( nyeri ) berhubugan dengan ketidakmampuan merawt anggot
KOMUNITAS dengan hipertensi yang ditandai dengan
DS:
o Tn “S” mengatakan sering mengeluh sakit kepala
o Tn “S” mengatakan nyeri skala 2

o KOMUNITAS mengatakan kurang memahami cara merawat


- Makanan Tn”S” sama dengan KOMUNITAS yang lain
- Pola tidur Tn”S” tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
- Kontrol secara teratur
DO :
o Tn “ S” terlihat sering memegangi kepala bagiab belakang
o Wajah Tn”S” kadang-kadang terlihat menyeringai
o TD : 180/140 mmHg
o N : 88x/mnt
o RR: 20 x/mnt
2) Gangguan rasa aman ( takut ) terhadap kompliksi berhubungan dengan ketidakmampuan
KOMUNITAS merawat dam mengenal maslah anggota KOMUNITAS dengan hipertensi yang
ditandai dengan :
DS :
- Tn “S” mengatakan khawatir tensinya semakin tinggi dan stroke semakin parah
- KOMUNITAS kurang memahami cara mengenal masalah Tn “S” yang khawatir tensinya akan
bertambah tinggi
- KOMUNITAS mengatakan kurang memahami cara merawat Tn”S”
 Makanan Tn”S” sama dengan KOMUNITAS yang lain
 Pola tidur Tn”S” tidak sesuai dan kurang dari kebutuhan
 Kontrol secara teratur
DO :
- Tn “S” terlihat bingung
- Wajah Tn “:S” kadangf –kadang terlihat pucat
- TD : 180/140 mmHg
- N : 88x/mnt
- RR: 20 x/mnt
INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS

DX. KEP TUJUAN KRITERIA EVALUASI


N
KOMUNIT KRITER INTERVENSI
O UMUM KHUSUS STANDART
AS IA
1 I Setelah Setelah Demonstra KOMUNITAS1. Berikan
dilakukan dilakukan si dapat penjelasan pada
tindakan kunjungan mendemonstrasi KOMUNITAS
keperawata rumah 3x kan cara tentang cara
n rasa nyeri diharapakan mengurangi dan mengurangi/mence
teratasi/hila KOMUNIT mencegah gah terjadinya
ng AS mampu trerjadinya nyeri nyeri
memberika dengan benar
2. Demonstrasikan
n dengan teknik pada
keperawata relaksasi, KOMUNITAS
n pada Tn S kompres dingin tentang cara
dengan pada kepala mengurangi nyeri
nyeri bagian belakang
3. Berikan
sekunder dan penjelasan pada
hipertensi menghindari KOMUNITAS
perubahan tentang diet yang
posisi secara sesuai dengan
mendadak dan penderita
pengobatan hipertensi yaitu
secara teratur diet rendah garam,
rendah lemak dan
kolesterol
4. Anjurkan pada
KOMUNITAS
untuk
mengkonsumsi
makanan sesuai
dengan diet
hipertensi
5. Anjurkan pada
KOMUNITAS
untuk jadwal tidur
Tn. S
6. Anjurkan pada
KOMUNITAS
memeriksakan Tn.
S secara teratur

II Setelah Setelah Demonstra - Adanya usaha 1. Berikan


dilakukan dilakukan si untuk tidur penjelasan
tindakan kunjunngan sesuai pada
keperawata rumah 3x kebutuhan KOMUNI
n diharapakn - Periksa secara TAS
diharapkan KOMUNIT teratur ke tentang
rasa takut AS mampu pelayanan diet yang
teratasi/hila memberika kesehatan sesuai
ng n perawatan - Ungkapan Tn S untuk
pada Tn. S tidak takut penderita
- Wajah Tn S hipertensi
tamapak relaks yaitu diet
rendah
garam,
rendah
lemak dan
kolesterol
2. Anjurkan
pada
KOMUNI
TAS untuk
mengkons
umsi
makanan
sesuai
dengan
diet
hipertensi
3. Anjurkan
pada
KOMUNI
TAS untuk
jadwal
tidur Tn. S
4. Anjurkan
kepada
KOMUNI
TAS
memeriksa
kan Tn. S
secara
teratur

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KOMUNITAS


No Tanggal Dx Tujuan Khusus Implementasi TTD
Keperawatan
1 10-02- I, II Setelah dilakukan
1. Memberikan penjelasan pada
2018 kunjungan rumah 3x KOMUNITAS tentang cara
diharapkan mengurangi dan mencegah
KOMUNITAS mampu terjadinya nyeri dengan benar,
memberikan perawatan dengan teknik relaksasi,
bagaimana cara kompres dingin pada kepala
mengurangi rasa nyeri bagian belakang dan
menghindari perubahan posisi
secara mendadak
2. Mendemonstrasikan pada
KOMUNITAS tentang cara
mengurangi nyeri dengan cara
: pada saat ada nyeri menarik
nafas panjang ditahan sebentar
Setelah dilakukan
kemudian dikeluarkan secara
kunjungan rumah 3x
perlahan-lahan
diharapkan
3. Menganjurkan pada
KOMUNITAS mampu
KOMUNITAS
memberikan perawatan
memerikasakan Tn. S secara
pada Tn. S dengan
teratur setiap minggu dan
hipertensi dengan
minum obat secara teratur.
memperhatikan diet,
4. Memberikan penjelasan pada
pola tidur dan control
KOMUNITAS tentang diet
secara teratur
yang sesuai dengan hipertensi
pada makanan yang diberikan
Tn. S harus benar-benar
rendah garam, mengurangi
makanan berlemak
5. Menganjurkan pada
KOMUNITAS untuk
mengatur jadwal tidur pada
sore hari sebaiknya digunakan
untuk istirahat
CATATAN PERKEMBANGAN

Dx
No Tanggal Catatan Perkembangan TTD
Keperawatan
1. 10-03-08 I S :KOMUNITAS mengatakan sudah memahami
tentang cara mengurangi/mencegah terjadinya
nyeri kepala
O : KOMUNITAS dapat mengungkapkan kembali cara
mengurangi/mencegah terjadinya nyeri kepala
A : Tujuan tercapai sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan Tn. S dan KOMUNITAS melakukan
teknik relaksasi
- Anjurkan Tn. S dan KOMUNITAS menghindari
perubahan posisi secara mendadak
- Anjurkan Tn. S dan KOMUNITAS untuk
mengkonsumsi makanan sesuai diet hipertensi
- Anjurkan pada Tn. S dan KOMUNITAS untuk
mengatur jadwal tidur
- Anjurkan pada KOMUNITAS mengontrol secara
teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
2. II S : KOMUNITAS mengatakan sudah memahami tentang
cara merawat KOMUNITAS dengan hipertensi
dengan memperhatikan diet, pola tidur dan control
secata teratur
O : - KOMUNITAS dapat mengungkapkan kembali cara
merawat KOMUNITAS hipertensi dengan
memperhatikandiet, pola tidur dan control teratur
- Makanan yang disajikan untuk Tn. S sama dengan
anggota KOMUNITAS yang lain
A : Tujuan tercapai sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan Tn. S dan KOMUNITAS untuk
mengkonsumsi sesuai diet hipertensi
- Anjukan pada Tn. S dan KOMUNITAS untuk
mengatur jadwal tidur Tn. S
- Anjurkan pada KOMUNITAS mengontrol secara
teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
13-03-08 I S : KOMUNITAS mengatakan Tn. S sering
melakukan teknik relaksasi
O : - Tn. S dapat menjawab, mendemonstrasikan teknik
relaksasi
- T : 160/100 mmHg
- N : 88x/menit
- Wajah Tn. S tampak lebih relaks
A : Tujuan Tercapai sebagaian
P : Lanjutkan Intervensi
Anjurkan pada KOMUNITAS untuk
mengontrolkan Tn. S secara teratur
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi sebagian
R : -
II S : - KOMUNITAS mengatakan sudah menyendirikan
makanan Tn. S dengan anggota KOMUNITAS
- Tn. S mengatakan sudah tidak takut lagi dengan
tensinya
O : - Makanan yangdisajikan untuk Tn. S nasi, sayur
asam, lauk tahu, tempe garing
- Makanan untuk Tn. S dan anggota KOMUNITAS
yang lain tersendiri
- Wajah Tn. S tamapak lebih relaks
A : Tujuan tercapai
P : Lanjutkan Intervensi
- Anjurkan Tn. S dan KOMUNITAS
mengkonsumsi diet hipertensi
- Anjurkan pada Tn. S dan KOMUNITAS
mengatur pola tidut Tn. S
I : Melaksanakan tindakan sesuai intervensi
E : Masalah teratasi
R :-