You are on page 1of 64

Katalog BPS: 9202005.

76

.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht
ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id
INDEKS TENDENSI KONSUMEN
SULAWESI BARAT

.id
go
s.
bp

TRIWULAN II 2015
r.
ba
uls
://
tp
ht

i Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


INDEKS TENDENSI KONSUMEN
SULAWESI BARAT
TRIWULAN II 2015

ISSN: 2460-2779
Nomor Publikasi: 76550.1509
Katalog BPS: 9202005.76

.id
Ukuran Buku: 15 cm x 21 cm
Jumlah Halaman: x + 50 halaman

Naskah:
go
s.
Seksi Analisis Statistik Lintas Sektoral
bp

Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik


r.
ba

Gambar Kulit:
Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik
ul
s

Diterbitkan Oleh:
://

© BPS Provinsi Sulawesi Barat


tp
ht

Dicetak Oleh :

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan,


mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau
seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis
dari Badan Pusat Statistik

ii Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Tim Penyusun

Pengarah : Setianto, SE.,M.Si.

(Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat)

Penanggung Jawab : M. La’bi, S.Si.

Editor : M. La’bi, S.Si.

.id
Penulis : Pertiwi Tanihaha, S.ST

go
Pengolah Data : Muzakkar Gogga, SE.s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 iii


VISI DAN MISI
Badan Pusat Statistik

Visi
Pelopor data statistik terpercaya untuk semua
Misi

a. Memperkuat landasan konstitusional dan


operasional lembaga statistik untuk

.id
penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien;

go
b. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan
s.
profesional, di dukung pemanfaatan teknologi
bp

informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan


Indonesia;
r.
ba

c. Meningkatkan penerapan standar klasifikasi, konsep


ul

dan definisi, pengukuran, dan kode etik statistik


yang bersifat universal dalam setiap
s
://

penyelenggaraan statistik;
tp

d. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik


ht

bagi semua;
e. Meningkatkan koordinasi, integritas, dan
sinkronisasi kegiatan statistik yang diselenggarakan
pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem
Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien;

iv Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


KATA PENGANTAR

Informasi dari pelaku konsumsi terhadap situasi perekonomian,


merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi semua pihak.
Informasi dini tersebut sangat diperlukan oleh pemerintah, dunia
usaha, dan masyarakat karena mampu memberikan sinyal awal
mengenaiperkiraan kondisi perekonomian saat ini dan beberapa bulan
mendatang.
Sejak tahun 1995, Badan Pusat Statistik telah mengembangkan Sistem

.id
Pemantauan Indikator Dini, antara lain penghitungan Indeks Tendensi
Konsumen (ITK) melalui kegiatan Survei Tendensi Konsumen (STK).

go
Publikasi ini menjelaskan metode dan hasil penghitungan ITK triwulan
s.
II 2015 di Sulawesi Barat. Publikasi yang serupa untuk level Sulawesi
bp
Barat telah dilakukan sejak triwulan I/2011.
Semoga publikasi ini bermanfaat. Kepada semua pihak, saran dan
r.
ba

kritik untuk penyempurnaan publikasi ini sangat diharapkan.


s ul

Mamuju, September 2015


://

Kepala Badan Pusat Statistik


tp

Provinsi Sulawesi Barat


ht

Setianto, SE., M.Si.

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 v


.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht

vi Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................. v


Daftar Isi .............................................................................................. vii
Daftar Tabel ........................................................................................ ix
Daftar Grafik ....................................................................................... x
Bab I Pendahuluan .................................................................... 1

.id
1.1 Latar Belakang .................................................................... 3
1.2 Tujuan ................................................................................... 3

go
1.3 Cakupan Penelitian ...........................................................
s. 4
bp
1.4 Sistematika Penulisan ..................................................... 5
Bab II Kajian Literatur ............................................................... 7
r.
ba

2.1Consumer Sentiment Index (Michigan 9


University).. ................................................................................
s ul

2.2 ConsumerConfidence Index (The Conference 11


://

Board) ..........................................................................................
tp

Bab III Metodologi Penghitungan ........................................... 15


ht

3.1. Indeks Tendensi Konsumen………………………….. 17


3.1.1. Prosedur Penghitungan ITK .................................... 19
a. Pemberian Skor Jawaban ....................................... 19
b. Skor Jawaban variabel pembelian barang
tahan lama .................................................................... 20
c. Skor jawaban konsumsi beberapa komoditi 21

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 vii


d. Penghitungan indeks variabel ............................. 22
e. Penghitungan indeks indikator .......................... 23
f. Penentuan penimbang ............................................ 24
3.1.2 Interpretasi Hasil ITK .................................................. 27
a. Indeks Indikator Kini .............................................. 27
b. Indeks Indikator Mendatang ................................ 28
Bab IV Hasil Penghitungan ........................................................ 31

.id
4.1 Profil Rumah Tangga Responden Triwulan II 33

go
Tahun 2015 s.
4.2 Nilai Indeks Tendensi Konsumen Triwulan II 35
bp

Tahun 2015
r.

4.3 Perkiraan Nilai Indeks Tendensi Konsumen


ba

Triwulan III Tahun 2015 ............................................... 39


ul

Lampiran ............................................................................................. 43
s
://
tp
ht

viii Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


DAFTAR TABEL

Tabel 1 Persentase Responden STK Menurut Sumber


Penghasilan Utama dan Status Pekerjaan Utama
Triwulan II Tahun 2015 ....................................................... 35
Tabel 2 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat
Triwulan II Tahun 2013, Triwulan II Tahun 2014
dan Triwulan I dan II Tahun 2015 Menurut
Variabel Pembentuknya ....................................................... 37

.id
Tabel 3 Perkiraan dan Realisasi Indeks Tendensi
Konsumen Triwulan II Tahun 2015 dan Perkiraan

go
ITK Triwulan III Tahun 2015 Menurut Variabel
s.
Pembentuknya ........................................................................ 40
bp

Tabel 4 Perkiraan ITK Provinsi se Sulampua Triwulan III


r.

2015 Menurut Variabel Pembentuknya ....................... 42


ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 ix


DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 Persentase Responden STK menurut Kelompok


Pendapatan Triwulan II Tahun 2015............................ 34
Grafik 2 Persentase Responden STK menurut Tingkat
Pendidikan Triwulan II Tahun 2015 ............................. 34
Grafik 3 Nilai ITK Provinsi se Sulampua Triwulan II 2015 .. 39

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

x Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id
.id
go
s.
bp

Halaman ini sengaja dikosongkan


r.
ba
ul
s
://
tp
ht
Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Informasi dini tentang kondisi perekonomian terkini sangat
diperlukan oleh pemerintah maupun dunia usaha. Pemerintah
memerlukan informasi tersebut diantaranya untuk perencanaan,
sedangkan dunia usaha diantaranya untuk keperluan investasi atau

.id
ekspansi pasar. Dengan adanya informasi dini, berbagai pihak dapat
mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi

go
perubahan keadaan supaya tak menimbulkan kerugian. s.
Sejak tahun 1980-an, BPS telah mengembangkan berbagai
bp

macam indikator yang berkaitan dengan sistem peringatan dini, salah


r.
ba

satu diantaranya adalah Indeks Indikator Pendahulu (Index of


LeadingIndicator). Sejak tahun 1995, disamping Indeks Indikator
s ul

Pendahulu, BPS juga telah mengembangkan indikator dini (prompt


://

indicator) yaitu indikator yang berkaitan dengan kondisi konsumen


tp

yang disebut Indeks Tendensi Konsumen (ITK). Karena pentingnya


ht

informasi ini, sejak Triwulan II-2001 hasil penghitungan ITK telah


dipublikasikan melalui berbagai media massa bersamaan dengan
“press release” Produk Domestik Bruto setiap triwulan.
1.2 Tujuan
Tujuan penyusunan ITK adalah:
1. Memberikan informasi yang dini tentang perkembangan

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 3


Pendahuluan

perekonomian dari sisi konsumen.


2. Memberikan perkiraan kondisi konsumen tiga bulan
mendatang.
1.3 Cakupan Penelitian
Sejak triwulan I tahun 2011 Badan Pusat Statistik Sulawesi Barat
sudah melakukan Survei Tendensi Konsumen (STK), yang
dilaksanakan setiap triwulan dan terintegrasi dengan Sakernas yang

.id
bertujuan untuk untuk menghitung Indeks Tendensi Konsumen (ITK).

go
Pada tahun 2012, cakupan sampel di Sulawesi Barat sudah tersebar di
seluruh kabupaten dengan total responden sebesar 120 rumah tangga.
s.
bp
Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari responden tahun 2011 yang
hanya 60 rumah tangga.
r.
ba

Responden STK mulai triwulan I tahun 2015 dipilih pada strata


blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan “wealth index“ dan
s ul

merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)


://

khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel secara panel antar


tp

triwulan dimaksudkan agar diperoleh gambaran yang lebih akurat


ht

mengenai perubahan persepsi konsumen dari waktu ke waktu. Pada


triwulan I tahun 2015 juga telah dilakukan penyempurnaan baik
kuesioner maupun metode penghitungan indeksnya.
Pelaksanaan STK sudah lama berjalan di Indonesia. Pada periode
1995-1998 pengumpulan data dilakukan sebanyak 3 putaran yang
dilaksanakan pada bulan Juli, Oktober, dan Desember setiap tahun.

4 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Pendahuluan

Kemudian sejak tahun 1999 pengumpulan data dilakukan secara


triwulanan (tiga bulanan) yang dilaksanakan pada bulan Februari, Mei,
Agustus dan November setiap tahun. Jumlah sampel rumah tangga tiap
putaran/triwulan sebanyak 120 rumah tangga.
1.4 Sistematika Penulisan

Penulisan buku ini terdiri dalam empat bab, yaitu:

1. Bab I Pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang,

.id
Tujuan, Cakupan penelitian, dan Sistematika Penulisan.

go
2. Bab II Kajian Literatur, menyajikan berbagai penelitian
s.
yang pernah dilakukan mengenai Indeks Tendensi
bp

Konsumen.
r.

3. Bab III Metodologi Penghitungan Indeks Tendensi


ba

Konsumen, menyajikan prosedur penghitungan Indeks


ul

Tendensi Konsumen dan interpretasi hasil Indeks


s
://

Tendensi Konsumen.
tp

4. Bab IV Hasil Penghitungan, menyajikan profil responden,


ht

hasil ITK triwulan ini dan perkiraan ITK triwulan


mendatang

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 5


Pendahuluan

.id
go
s.
bp
r.

Halaman ini sengaja dikosongkan


ba
s ul
://
tp
ht

6 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Di skala nasional STK, dikenal dengan nama Consumer Sentimental


Index = CSI, yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian yang
dimaksudkan untuk memantau kondisi perekonomian konsumen yang
bertujuan untuk kepentingan investasi
.id
go
s.
bp

Halaman ini sengaja dikosongkan


r.
ba
ul
s
://
tp
ht
Kajian Literatur

BAB II
KAJIAN LITERATUR
2.1 Consumer Sentiment Index (Michigan University)

Michigan University di Amerika Serikat menyajikan Indeks


Sentimen Konsumen (Consumer Sentiment Index=CSI). Indeks
Sentimen Konsumen diperoleh melalui Survei Sentimen Konsumen
yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian di Michigan University,

.id
Amerika Serikat. Survei ini dilakukan setiap bulan dan merupakan

go
salah satu cara untuk memantau kondisi perekonomian khususnya
s.
dari sisi konsumen. Tujuan utama dari penyusunan indeks ini adalah
bp

untuk kepentingan investasi.


r.

Indeks Sentimen Konsumen disusun sebagai pembanding dari


ba

Purchasing Managers Index (PMI) atau Indeks Pembelanjaan


ul

Perusahaan yang memantau kondisi bisnis khususnya dari sisi pasar


s
://

bursa. Informasi dari pasar bursa tentunya dapat memberi gambaran


tp

tingkat transaksi pembelanjaan perusahaan untuk saham di pasar


ht

modal. Tingkat transaksi dalam pasar bursa merupakan salah satu


indikator pendahulu (leading indicator). Nilai indeks PMI
diinterpretasikan sebagai berikut:

- nilai indeks dibawah 50 mengindikasikan kondisi perekonomian


mengalami kontraksi, dan
- nilai indeks di atas 50 menandakan kondisi perekonomian mengalami

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 9


Kajian Literatur

ekspansi.

Variabel-variabel yang digunakan untuk menyusun PMI antara


lain: belanja perusahaan terhadap saham, pembelian barang tahan
lama dan total penjualan kendaraan mobil. Dua variabel terakhir
menunjukkan bahwa semakin tinggi volumenya, semakin tinggi pula
permintaan akan barang tahan lama dan mobil. Akibatnya, suplai
barang dari produsen juga meningkat yang tentunya akan

.id
memberikan dampak pada peningkatan kesempatan kerja. Di lain

go
pihak, permintaan akan barang tahan lama dan kendaraan juga
merupakan gambaran dari konsumsi rumah tangga.
s.
bp

Dari uraian diatas terlihat bahwa PMI merupakan ukuran


r.

kuantitatif sedangkan CSI merupakan ukuran kualitatif. Secara


ba

kualitatif, informasi dari pengusaha mengenai belanja barang dan jasa


ul

perusahaan seperti iklan dan jasa konsultan dapat memberikan


s
://

gambaran mengenai tingkat sentimen perusahaan terhadap bisnisnya.


tp

Hal ini sejalan dengan sikap konsumen terhadap konsumsi rumah


ht

tangga. Peningkatan konsumsi rumah tangga akan mendorong


pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa konsumsi
rumah tangga domestik adalah salah satu faktor pendorong dalam
memperkuat fundamental ekonomi, meskipun dalam perekonomian
yang lebih luas dan terbuka, konsumsi domestik bukan satu-satunya
faktor pendorong karena adanya kegiatan ekspor dan impor.

10 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Kajian Literatur

2.2 Consumer Confidence Index (The Conference Board)

Disamping Consumer Sentiment Index=CSI, jenis indeks lain yang


serupa adalah Consumer Confidence Index (CCI) atau Indeks
Kepercayaan Konsumen (IKK) diperkenalkan oleh The Conference
Board sejak tahun 1985 melalui Survei Kepercayaan Konsumen. IKK
ditentukan berdasarkan tingkat optimisme konsumen terhadap
kondisi perekonomian, yang disajikan dalam bentuk indeks yang

.id
secara normatif ditentukan dalam nilai 100. Nilai indeks ini

go
merupakan proporsi dari pendapat konsumen mengenai kondisi saat
s.
ini dengan bobot sebesar 40 persen dan kondisi mendatang dengan
bp

bobot sebesar 60persen.


r.

Interpretasi dari indeks ini adalah apabila IKK meningkat


ba

mengindikasikan konsumsi/belanja konsumen juga meningkat.


ul

Akibatnya, dari sisi penawaran perusahaan akan meningkatkan


s
://

produksinya yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan.


tp

Dampak lain adalah meningkatnya konsumsi rumah tangga sehingga


ht

tingkat permintaan kredit ke bank meningkat. Dengan demikian


pemerintah dapat mengantisipasi akan adanya kenaikan pajak
pendapatan yang diperoleh dari naiknya konsumsi rumah tangga.
Sebaliknya bila IKK menurun, maka konsumsi rumah tangga juga
menurun yang berarti permintaan akan produk juga menurun. Hal ini
akan mengakibatkan turunnya suplai dari perusahaan baik dari sektor
industri manufaktur, konstruksi, dan lain-lain. Kondisi ini akan

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 11


Kajian Literatur

mengakibatkan kondisi perekonomian mengalami kontraksi.

Survei Kepercayaan Konsumen dilakukan setiap bulan dengan


jumlah responden sekitar 5000 rumahtangga. Variabel yang dicakup
pada kuesioner survei ini antara lain :

1. Kondisi bisnis saat ini


2. Kondisi bisnis 6 bulan mendatang
3. Kondisi lapangan pekerjaan saat ini

.id
4. Kondisi lapangan pekerjaan 6 bulan mendatang

go
5. Jumlah pendapatan seluruh anggota keluarga selama 6
s.
bulan mendatang
bp

Setiap variabel diatas mempunyai jawaban positif (meningkat)


r.

dan negatif (menurun). Jawaban meningkat diberi skor 1 dan menurun


ba

diberi skor 0. Untuk penghitungan nilai indeks masing-masing variabel


ul

digunakan rumus Diffussion Index sebagai berikut:


s
://
tp

Ivit = {(TSt : nt) / (TS0 : n0)} x 100 %


ht

Dimana :
Ivit = Indeks variabel terpilih ke-i pada triwulan ke t
TSt = Total skor setiap variabel ke-i dari seluruh responden
pada triwulan ke-t
nt = jumlah responden pada triwulan ke-t

12 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Kajian Literatur

TS0 = total skor setiap variabel ke-i dari seluruh


responden pada triwulan dasar
n0 = jumlah responden pada triwulan dasar

Besarnya indeks menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen


terhadap kondisi perekonomian pada periode tertentu terhadap
periode pembandingnya. Apabila pertumbuhan indeks kurang dari 5
persen, maka kepercayaan konsumen cenderung tetap atau stagnant,

.id
tetapi bila pertumbuhan lebih dari 5 persen maka kepercayaan

go
konsumen meningkat dibanding periode pembandingnya. Sebagai
s.
contoh, Indeks Kepercayaan Konsumen pada triwulan I sebesar 135,85
bp

dan pada triwulan II sebesar 140,50, kondisi ini memberi gambaran


r.

bahwa pada triwulan II keperccayaan konsumen tumbuh sebesar 3,42


ba

atau tidak mengalami kenaikan yang berarti dibandingkan dengan


ul

triwulan I.
s
://

Indeks Kepercayaan Konsumen yang disusun oleh The Conference


tp

Board dibagi menjadi 2 macam indeks, yaitu Indeks Kepercayaan


ht

Konsumen Kini (Current Consumer Confidence Index) dan Indeks


Kepercayaan Konsumen Mendatang (Future Consumer Confidence
Index). Indeks Kepercayaan Konsumen Kini merupakan komposit dari
2 variabel, yaitu kondisi bisnis saat ini dan kondisi lapangan pekerjaan
saat ini. Sedangkan Indeks Kepercayaan Konsumen mendatang
merupakan komposit dari 3 variabel: kondisi bisnis 6 bulan

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 13


Kajian Literatur

mendatang, kondisi lapangan pekerjaan 6 bulan mendatang dan


jumlah pendapatan seluruh anggota keluarga selama 6 bulan
mendatang.

Kelebihan dari survei ini adalah:

1. Pertanyaan sederhana dan bersifat kualitatif, sehingga lebih


mudah dalam pengumpulan data.
2. Salah satu indikator ekonomi yang cukup akurat untuk

.id
melihat kondisi perekonomian jangka pendek.

go
Kelemahan dari survei ini diantaranya adalah:
s.
bp

1. Karena datanya bersifat data kualitatif maka hanya dapat


r.

digunakan untuk keperluan perencanaan.


ba

2. IKK sulit untuk memprediksi atau meramalkan kondisi


ul

kedepan karena tidak ada ukuran yang pasti.


s
://
tp
ht

14 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 15


.id
go
s.
bp

Halaman ini sengaja dikosongkan


r.
ba
ul
s
://
tp
ht
Metodologi Penghitungan

BAB III
METODOLOGI PENGHITUNGAN
3.1 Indeks Tendensi Konsumen

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) diperoleh dari hasil Survei


Tendensi Konsumen (STK), untuk memperoleh gambaran mengenai
situasi bisnis dan perekonomian secara umum menurut persepsi
konsumen sekaligus sebagai pelaku ekonomi. Informasi yang

.id
dikumpulkan meliputi kondisi pendapatan dan tabungan serta rencana

go
pembelian beberapa komoditi kategori “normal goods” seperti daging,
s.
ikan, susu, buah-buahan untuk konsumsi makanan, dan komoditi
bp

pakaian, biaya perumahan, biaya pendidikan, transportasi, biaya


r.

kesehatan, dan rekreasi untuk komoditi bukan makanan. Disamping itu


ba

dikumpulkan pula informasi “luxury goods” seperti rumah/tanah,


ul

mobil, TV, dan komputer.


s
://

ITK terdiri dari dua jenis indeks yaitu Indeks Indikator Kini
tp

(Current Indicator Index) dan Indeks Indikator Mendatang (Future


ht

Indicator Index). Indeks Indikator Kini (IIK) merupakan indeks


komposit dari beberapa variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi
ekonomi rumah tangga (konsumen) pada saat triwulan berjalan (saat
survei) dibandingkan periode triwulan sebelumnya. Sedangkan Indeks
Indikator Mendatang (IIM) merupakan indeks komposit dari beberapa
variabel yang dapat mengidentifikasi kondisi ekonomi rumah tangga
(konsumen) dan rencana untuk membeli barang-barang tahan lama

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 17


Metodologi Penghitungan

pada periode tiga bulan mendatang.

Komponen IIK adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan seluruh anggota keluarga pada periode 3 (tiga)


bulan terakhir. Termasuk item tabungan seluruh anggota rumah
tangga.
b. Pengaruh kenaikan harga-harga terhadap konsumsi makanan
sehari-hari (Kaitan inflasi dengan konsumsi makanan sehari-

.id
hari, apakah kenaikan harga/inflasi memberikan dampak

go
terhadap konsumsi sehari-hari rumah tangga).
s.
c. Tingkat konsumsi beberapa komoditi makanan (ikan, daging,
bp

daging unggas, telur, susu, sayur-sayuran, tahu, tempe, buah-


r.

buahan, gula pasir, mie instan, rokok) dan bukan makanan


ba

(listrik, air, dan telepon; pulsa HP; bahan bakar untuk memasak;
ul

surat kabar/majalah; kesehatan; pendidikan; transportasi;


s
://

rekreasi dan pakaian). Kategori pengeluaran makanan dan non


tp

makanan ini dibandingkan dengan keadaan periode dua bulan


ht

yang lalu.

Komponen variabel IIM adalah sebagai berikut:

a. Perkiraan pendapatan seluruh anggota keluarga pada periode 3


(tiga) bulan yang akan datang.
b. Rencana pembelian barang-barang tahan lama (televisi,
CD/VCDplayer/combo, lemari es, mesin cuci, oven listrik, AC,

18 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

Computer, Meubel/lemari/meja kursi, tempat tidur, perhiasan


berharga, sepeda motor) untuk periode 3 bulan yang akan
datang.

3.1.1. Prosedur Penghitungan ITK

Variabel-variabel yang ditanyakan dalam STK mempunyai 4


(empat) jenis jawaban untuk menghitung IIK yaitu tidak
mengkonsumsi, lebih sedikit, sama dan lebih banyak sedangkan untuk

.id
menghitung IIM jawaban terkait dengan konsumsi yang ditanyakan

go
terdiri dari menurun, sama dan meningkat. Sedangkan untuk
s.
pembelian barang-barang tahan lama terdiri dari TV, VCD; komputer;
bp

mebelair; kompor gas; oven; kulkas; mesin cuci; AC; perhiasan


r.

berharga; dan kendaraan bermotor. Prosedur penghitungan IIK dan


ba

IIM masing-masing adalah sebagai berikut :


s ul

a. Pemberian skor jawaban


://
tp

Jawaban untuk variabel-variabel yang terpilih diberi skor 4


ht

(empat) bila jawabannya ”meningkat atau lebih banyak”, diberi


skor 3 (tiga) bila jawabannya ”kurang lebih sama atau tetap”,
diberi skor 1 (satu) jika jawabannya “lebih sedikit” dan diberi skor
0 (nol) bila jawabannya ”tidak mengkonsumsi”. Untuk
memperoleh Total Skor (TS), jawaban dari seluruh responden
untuk masing-masing variabel dijumlahkan. Perlu dicatat, bahwa
penghitungan skor untuk variabel pembelian barang tahan lama

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 19


Metodologi Penghitungan

agak berbeda dengan penghitungan variabel konsumsi beberapa


komoditi.

b. Skor jawaban variabel pembelian barang tahan lama

Banyaknya jenis barang tahan lama yang ditanyakan pada


variabel rencana pembelian barang tahan lama terdiri dari 11 jenis
barang. Untuk masing-masing jenis barang tersebut ditanyakan
apakah responden berencana untuk membeli,

.id
menjual/menggadaikan atau sudah memiliki barang tersebut lebih

go
dari 5 tahun. Adapun pemberian skor untuk variabel barang tahan
s.
lama tersebut adalah sebagaiberikut :
bp

- x menyatakan rencana jumlah pembelian barang tahan lama.


r.
ba

- y menyatakan jumlah penjualan barang tahan lama.


- z menyatakan jumlah barang tahan lama yang telah dimiliki
sul

lebih dari 5 tahun.


://
tp

Skor 0, jika x = 0 dan y≥ 1 atau x = 0 dan z≥ 1, artinya


ht

responden diperkirakan kemungkinannya kecil untuk membeli


suatu barang tahan lama jika dia telah menjual atau memiliki
barang tersebut lebih dari 5 tahun.

Skor 1, jika x = 0 dan y = 0 dan z = 0, artinya jika responden


belum membeli, menjual atau memiliki barang tahan lama tersebut
lebih dari 5 tahun, maka ia mempunyai kemungkinan untuk
berencana membelinya.

20 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

Skor 2 jika x≥ 1, artinya responden memang telah berencana


untuk membeli barang tahan lama tersebut minimal 1 item/jenis.
Setelah skor untuk masing-masing jenis barang tahan lama
diperoleh, kemudian digunakansebagai salah satu indeks variabel
pembentuk digunakan dalam penghitungan IIM.

c. Skor jawaban variabel konsumsi beberapa komoditi.

Konsumsi rumah tangga yang ditanyakan pada STK terdiri

.id
dari 10 jenis yaitu daging (sapi, ayam, kambing, dll), ikan, susu,

go
buah-buahan, pakaian, biaya perumahan (listrik, telepon, air), biaya
s.
pendidikan (seragam, alat tulis, tas dan les), transportasi, biaya
bp

kesehatan, dan rekreasi. Kepada responden ditanyakan volume


r.

konsumsi setiap jenis komoditi pada triwulan terakhir


ba

dibandingkan dengan periode dua bulan sebelumnya apakah lebih


ul

banyak, sama, lebih sedikit atau tidak mengkonsumsi. Masing-


s
://

masing komoditi akan diberi skor 1 jika sekarang tidak


tp

mengkonsumsi, skor 2 jika volume konsumsinya lebih sedikit


ht

dibanding dua bulan sebelumnya, skor 3 jika konsumsinya sama


tidak mengkonsumsi dan skor 4 jika konsumsi saat ini volumenya
lebih banyak daripada dua bulan yang lalu. Skor-skor tiap komoditi
akan digunakan sebagai skor total untuk penghitungan indeks tiap
komoditi. Khusus untuk indeks variabel konsumsi makanan dan
bukan makanan dihitung dengan rata-rata tertimbang dari Diffusion
Indeks tiap komoditi. Penimbang masing-masing komoditi diperoleh

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 21


Metodologi Penghitungan

dari SUSENAS yaitu proporsi rata-rata nilai pengeluaran setiap


komoditi terhadap rata-rata pengeluaran rumah tangga dalam
sebulan.

d. Penghitungan Indeks Variabel.

Untuk mendapatkan indeks dari setiap variabel, dihitung


dengan menggunakan rumus Diffusion Index seperti yang digunakan
oleh The Conference Board (1990). Penghitungannya yaitu dengan

.id
membagi total skor dengan jumlah responden dikalikan 100 :

go
s.
bp

Ivi = {TS / n } x 100%


r.
ba

Dimana :
s ul

Ivi = indeks variabel terpilih


://
tp

TS =total skor variabel ke-i dari seluruh responden


ht

n = jumlah responden

Nilai indeks yang diperoleh dari persamaan diatas berkisar antara 0


– 200

Beberapa variabel pada ITK merupakan nilai nominal,


sehingga perlu dibagi dengan nilai inflasi untuk mendapatkan nilai
riil. Variabel pembentuk ITK yang harus menjadi kondisi riil adalah

22 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

variabel pendapatan rumah tangga riil sekarang (Indeks Indikator


Kini) dan perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang (Indeks
Indikator Mendatang). Adapun rumus indeks riil adalah sebagai
berikut:

Ivir = {Ivin / (100+1) } x 100

.id
Dimana :

go
Ivir = indeks variabel terpilih

Ivin
s.
= indeks variabel terpilih
bp

i = inflasi
r.
ba

e. Penghitungan Indeks Indikator


ul

ITK yang terdiri dari IIK dan IIM disusun secara terpisah.
s

Masing-masing indeks indikator tersebut merupakan indeks rata-


://
tp

rata tertimbang dari beberapa indeks variabel pembentuknya.


ht

Untuk menghitung IIK dan IIM digunakan rumus sebagai berikut:

IIK atau IIM = Ʃ(w1 x Ivi) / Ʃ w1

Dimana :

IIK = indeks indikator kini

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 23


Metodologi Penghitungan

IIM = indeks indikator mendatang

wi = penimbang variabel ke-i

Ivi = indeks setiap variabel terpilih untuk variabel


nominal dan Ivit untuk variabel riil.

f. Penentuan Penimbang

Seperti halnya pada Indeks Tendensi Bisnis (ITB), penentuan

.id
penimbang dalam penghitungan ITK berbeda baik untuk IIK dan IIM.

go
Pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam penentuan
s.
penimbang untuk masing-masing IIK dan IIM adalah sebagai berikut:
bp

1). IIK
r.
ba

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa komponen


penyusun IIK untuk ITK terdiri atas pendapatan seluruh anggota
ul

keluarga 2 bulan terakhir, pengaruh kenaikan harga-harga


s
://

terhadap konsumsi makanan sehari-hari, serta volume konsumsi


tp

beberapa komoditi makanan dan bukan makanan saat ini


ht

dibandingkan dengan periode 2 bulan yang lalu. Sejak triwulan I-


2004, penimbang untuk ketiga komponen dihitung melalui
fungsi Double Log sebagai berikut :

Log IIK = α0+α1Log (PDK ) + α2 Log (KH ) + α3 Log(KK )

dimana :

24 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

IIK = Indeks indikator kini

PDK = pendapatan seluruh anggota rumah


tangga pada saat ini

KH = pengaruh kenaikan harga terhadap


konsumsi makanan sehari-hari

KK = konsumsi beberapa komoditi saat ini

.id
α0, α1, α2, α3 = Estimasi parameter fungsi double log

go
Besaran α1 mengindikasikan elastisitas pendapatan
s.
seluruh anggota rumah tangga terhadap IIK, α2 mengindikasikan
bp

elastisitas pengaruh kenaikan harga terhadap konsumsi


r.

makanan sehari-hari terhadap IIK, dan α3 mengindikasikan


ba

elastisitas konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan


ul

makanan saat ini terhadap IIK. Series data yang digunakan untuk
s
://

menghitung penimbang adalah data triwulan I-1990 sampai


tp

dengan triwulan terakhir sebelum triwulan bersangkutan.


ht

Sebagai contoh, hasilpenghitungan penimbang pada triwulan IV-


2008 untuk masing-masing komponen IIK adalah :

a. Pendapatan seluruh anggota rumah tangga sebesar 0,300

b. Pengaruh kenaikan harga terhadap konsumsi makanan sehari-


hari sebesar 0,300

c. Konsumsi beberapa komoditi sebesar 0,400

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 25


Metodologi Penghitungan

2). IIM
Komponen penyusun IIM untuk ITK terdiri atas:
Pendapatan seluruh anggota keluarga 2 bulan yang akan datang
dan rencana pembelian barang-barang tahan lama. Sejak
triwulan I-2004, penimbang untuk ketiga komponen dihitung
melalui fungsi Double Log sebagai berikut :

.id
Log IIM = α0 + α1 Log(PDM ) + α2 Log(RTH )

go
Dimana :
IIM
s.
= Indeks indikator mendatang
bp

PDKM = Pendapatan seluruh anggota rumah tangga


r.

pada triwulan mendatang


ba

RTH = Rencana pembelian barang-barang tahan


s ul

lama
://
tp

α 0, α 1, α 2, α 3 = Estimasi parameter fungsi double log


ht

Besaran α 1 mengindikasikan elastisitas perkiraan pendapatan


seluruh anggota rumah tangga pada triwulan mendatang
terhadap IIM dan α2 mengindikasikan elastisitas rencana
pembelian barang-barang tahan lama terhadap IIM.
Sebagaimana IIK, series data yang digunakan untuk menghitung
penimbang IIM juga menggunakan series data triwulan I-1990
sampai dengan triwulan sebelum triwulan bersangkutan.

26 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Metodologi Penghitungan

Sebagai contoh, hasil penghitungan penimbang pada triwulan IV-


2008 untuk masing-masing komponen IIM adalah :

a. Perkiraan pendapatan seluruh anggota rumahtangga


padatriwulan mendatang sebesar 0,730
b. Rencana pembelian barang-barang tahan lama sebesar
0,270 Penghitungan IIM dilakukan untuk memperkirakan
nilai ITK pada triwulan berikutnya sebagai prediksi kondisi

.id
ekonomi konsumen pada tiga bulan yang akan datang.

go
3.1.2. Interpretasi Hasil ITK s.
a. IIK
bp
r.

- 100 < I <200 : jumlah jawaban ”meningkat” lebih besar dari


ba

jawaban ”menurun” artinya kondisi ekonomi konsumen pada


ul

triwulan berjalan meningkat dibanding periode triwulan


s

sebelumnya.
://
tp

- I = 100 : jumlah jawaban ”meningkat” dan ”menurun” adalah


ht

seimbang, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan


berjalan sama dengan triwulan sebelumnya.

- I <100 : jumlah jawaban ”menurun” lebih besar dari jawaban


”meningkat”, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan
berjalan menurun dibanding keadaan triwulan sebelumnya.

b. IIM

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 27


Metodologi Penghitungan

- 100 < I < 200 : jumlah jawaban ”meningkat” lebih besar dari
jawaban ”menurun”, artinya konsumen memprediksi bahwa
kondisi ekonomi konsumen pada triwulan mendatang meningkat
jika dibandingkan dengan triwulan berjalan.

- I = 100 : jumlah jawaban ”meningkat” dan ”menurun” adalah


seimbang, artinya konsumen memprediksi bahwa kondisi
ekonomi konsumen pada triwulan mendatang sama dengan

.id
periode triwulan berjalan.

go
- I < 100 : jumlah jawaban ”menurun” lebih besar dari jawaban
s.
”meningkat”, artinya konsumen memprediksi bahwa kondisi
bp

ekonomi konsumen pada triwulan mendatang akan menurun


r.

dibanding keadaan triwulan berjalan.


ba

IIK diinterpretasikan sebagai ITK pada triwulan berjalan dan


s ul

IIM sebagai perkiraan ITK pada triwulan mendatang. Sebagai contoh,


://

STK yang dilakukan pada Triwulan I-2012 menghasilkan IIK sebesar


tp

102,78 dan IIM sebesar 101,25. Hal ini berarti bahwa ITK untuk
ht

Triwulan I-2012 adalah sebesar 102,78 dan perkiraan ITK untuk


triwulan II-2012 adalah sebesar 101,25.

Dalam aplikasinya, IIK dan IIM digunakan bersamaan dalam


menganalisis keadaan konsumen pada triwulan berjalan dan
prospeknya pada triwulan mendatang berdasarkan persepsi
konsumen.

28 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id
.id
go
s.
bp

Halaman ini sengaja dikosongkan


r.
ba
s ul
://
tp
ht
HASIL PENGHITUNGAN

BAB IV
HASIL PENGHITUNGAN

4.1 Profil Rumah Tangga Responden Triwulan II Tahun 2015

Indeks Tendesi Konsumen (ITK) dihitung untuk memberi


gambaran mengenai situasi bisnis dan perekonomian secara umum
menurut persepsi konsumen sebagai pelaku ekonomi. ITK dihitung

.id
dari hasil Survei Tendensi Konsumen (STK). Di Sulawesi Barat, STK

go
telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Jumlah sampel STK di Provinsi
s.
Sulawesi Barat sebanyak 120 rumah tangga sebagai responden yang
bp

tersebar di semua kabupaten di Sulawesi Barat. Responden STK mulai


r.

triwulan I tahun 2015 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang
ba

dan tinggi berdasarkan “wealth index“ dan merupakan subsampel dari


ul

Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan.


s

Pemilihan sampel secara panel antar triwulan dimaksudkan agar


://
tp

diperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi


ht

konsumen dari waktu ke waktu. Sejak triwulan I tahun 2015 telah


dilakukan penyempurnaan baik kuesioner maupun metode
penghitungan indeksnya.

Profil rumah tangga sampel seperti rata-rata pendapatan


rumah tangga, responden STK Sulawesi Barat pada triwulan II tahun
2015 didominasi oleh rumah tangga yang berpenghasilan di atas dua

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 31


Hasil Penghitungan

juta rupiah (51,82 persen). Sementara itu rumah tangga yang


berpenghasilan di bawah dua juta rupiah sebesar 48,18 persen.

Dilihat dari tingkat pendidikannya, sebesar 55,45 persen


rumah tangga sampel STK dikepalai oleh kepala rumah tangga yang
berpendidikan paling tinggi tamat SD dan SLTP. Sementara itu kepala
rumah tangga dengan tingkat pendidikan tamat SLTA dan perguruan
tinggi masing-masing sebanyak 27,27 persen dan 17,27 persen.

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat


ht

Sumber penghasilan utama rumah tangga sampel STK sebagian


besar berasal dari sektor tersier, yakni sebesar 50,00 persen.
Selanjutnya sebanyak 15,46 persen sektor sekunder, 16,36 persen
sektor primer dan sebanyak 18,18 persen sumber penghasilan
utamanya adalah sebagai penerima pendapatan. Jika dilihat dari status

32 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


HASIL PENGHITUNGAN

pekerjaan utamanya, mayoritas responden STK berstatus sebagai


pengusaha (44,55 persen).

Tabel 1
Persentase Responden STK Menurut Sumber Penghasilan Utama
dan Status Pekerjaan Utama Triwulan II Tahun 2015
Sumber Status Pekerjaan
% %
Penghasilan Utama Utama
(1) (2) (3) (4)

.id
Penerima Penerima
18,18 18,18
Pendapatan Pendapatan

go
Primer 16,36 s. Berusaha 44,55
bp
Sekunder 15,46 Buruh/Karyawan 37,27
r.

Tersier 50,00 Pekerja Keluarga 0,00


ba

Jumlah 100,00 Jumlah 100,00


ul

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat


s
://

4.2 Nilai Indeks Tendensi Konsumen Triwulan II Tahun 2015


tp

Kinerja perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan II tahun


ht

2015 mengalami pertumbuhan positif sebesar 7,32 persen (q to q).


Komponen konsumsi rumah tangga yang mendominasi perekonomian
Sulawesi Barat tumbuh sebesar 0,57 persen. Peranan konsumsi rumah
tangga terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi merupakan bagian dari
perhatian pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 33


Hasil Penghitungan

pengendalian inflasi, ketersediaan berbagai jenis bahan pokok dan lain


sebagainya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Pada triwulan berjalan, kondisi perekonomian Sulawesi Barat


lebih menggembirakan dari kondisi triwulan I tahun 2015 yang
mengalami kontraksi sebesar 4,26 persen. Searah dengan perbaikan
kinerja perekonomian tersebut, dari sudut pandang konsumen juga
mengalami hal serupa. Pada triwulan II tahun 2015, perekonomian

.id
Sulawesi Barat dari sudut pandang konsumen memiliki nilai indeks

go
sebesar 111,64. Hal ini menunjukkan jika kondisi konsumen di
s.
Sulawesi Barat dalam memandang tingkat kestabilan keadaan ekonomi
bp

masih lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Persepsi


r.

konsumen ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan persepsi


ba

konsumen pada triwulan I tahun 2015 yang sebesar 100,69.


ul

Secara umum, membaiknya perekonomian dari persepsi


s
://

konsumen dipengaruhi oleh meningkatnya pendapatan rumah tangga


tp

dengan nilai indeks 114,73. Nilai indeks ini meningkat dari triwulan I
ht

tahun 2015 yang sebesar 96,80. Pertanian tanaman padi sawah di


Sulawesi Barat mengalami pergeseran pola panen raya ke Bulan April-
Mei sehingga turut mempengaruhi pendapatan penduduk pada
triwulan ini.

34 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


HASIL PENGHITUNGAN

Tabel 2
Perbandingan Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat
Menurut Variabel Pembentuknya

Trw II Trw II Trw I Trw II


VariabelPembentuk
2013 2014 2015 2015

(1) (2) (3) (4) (5)

.id
Pendapatan rumah tangga 109,13 98,05 96,80 114,73

go
Kaitan inflasi terhadap tingkat
108,64 104,19 108,64 106,69
konsumsi s.
bp
Tingkat konsumsi beberapa
komoditi makanan dan bukan 104,29 103,37 99,88 110,55
r.

makanan
ba

Indeks Tendensi Konsumen 107,95 100,84 100,69 111,64


s ul

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat


://
tp

Meningkatnya pendapatan konsumen berdampak terhadap


ht

peningkatan indeks konsumsi baik makanan maupun non makanan


dari 99,88 pada triwulan I tahun 2015 menjadi 110.55. Masyarakat
pada triwulan II 2015 meningkatkan konsumsi karena tuntutan siklus
pengeluaran dimana terdapat beberapa momen yang membutuhkan
pengeluaran lebih seperti persiapan anak sekolah, dan persiapan
memasuki Bulan Ramadhan.

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 35


Hasil Penghitungan

Tekanan harga konsumen yang terjadi selama triwulan II tahun


2015 ternyata tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi
konsumen. Hal ini nampak dari indeks kaitan inflasi terhadap tingkat
konsumsi yang sebesar 106,69. Nilai indeks ini memberi gambaran jika
inflasi yang terjadi pada triwilan II tahun 2015 tidak memberikan
pengaruh yang berarti terhadap pengurangan konsumsi masyarakat.

Dalam periode yang sama bila dibandingkan dengan tahun

.id
sebelumnya (triwulan II tahun 2014), optimisme konsumen meningkat

go
cukup signifikan yakni 10,8 point atau dari 100,84 menjadi 111,64.
s.
Peningkatan optimisme ini terutama disebabkan meningkatnya
bp

optimisme rumah tangga terhadap pendapatannya yaitu dari 98,05


r.

menjadi 114,73.
ba

Membaiknya perekonomian konsumen pada triwulan II tahun


ul

2015 di Sulawesi Barat terjadi juga di provinsi lain di Kawasan


s
://

Sulampua. Hal ini tercermin dari perolehan ITK masing-masing


tp

provinsi berada di atas 100.


ht

Dari sepuluh daerah yang ada di Kawasan Sulampua, semuanya


memiliki optimisme yang tinggi terhadap kinerja perekonomian
daerah. Provinsi dengan tingkat optimisme yang paling tinggi adalah
Sulawesi Barat sebesar 111,64. Sedangkan konsumen Sulawesi
Tenggara memiliki tingkat optimisme terendah dalam menghadapi
triwulan ini dengan indeks sebesar 102,70. Jika dibandingkan dengan

36 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


HASIL PENGHITUNGAN

ITK nasional, terdapat enam provinsi yang berada di atas nasional yang
sebesar 105,22, sedangkan empat daerah lainnya berada di bawah
rata-rata nasional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Grafik 3.

Grafik 3
Nilai ITK Provinsi sePulau Sulawesi Triwulan II/2015

114
112
110

.id
108
106 Sulampua 106,60
Indonesia 105,22

go
104
103.46

105.03

106.24

102.70

109.08

111.64

107.38

103.81

109.12

107.57
102
100 s.
98
bp
Sulut Sulteng Sulsel Sultra Gorontalo Sulbar Maluku Malut Papua Papua
Barat
r.

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat


ba

4.3 Perkiraan Nilai Indeks Tendensi Konsumen Triwulan III


ul

Tahun 2015
s
://

Optimisme konsumen yang cukup tinggi untuk melakoni


tp

aktivitas perekonomian pada triwulan III tahun 2015 tercermin dari


ht

keyakinan akan meningkatnya pendapatan rumah tangga pada


triwulan mendatang (nilai indeks 117,56). Peningkatan pendapatan
rumah tangga ini antara lain dapat dikaitkan dengan adanya
pembayaran gaji ke-13 yang dibayarkan pada Bulan Juli, pembayaran
kekurangan gaji pegawai dan tambahan pendapatan tunjangan hari
raya. Dengan peningkatan pendapatan tersebut, memicu konsumen di

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 37


Hasil Penghitungan

Sulawesi Barat untuk berencana melakukan pembelian barang tahan


lama (TV, VCD/DVD player, Radio, Tape/Compo, Komputer, Hp,
mebelair, kompor/tabung gas, kulkas, mesin cuci, oven/microwave, AC,
perhiasan berharga, kendaraan bermotor), kegiatan pesta/hajatan, dan
rekreasi dengan nilai indeks 113,12. Fenomena ini sudah menjadi
tradisi masyarakat secara umum bahwa pada pelaksanaan bulan
ramadhan dan mencapai puncaknya Hari Raya Idul Fitri, konsumen

.id
cenderung meningkatkan pembelian barang-barang kebutuhan sebagai

go
persiapan lebaran. Perkiraan ekonomi konsumen Sulawesi Barat
triwulan III tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3. s.
bp

Tabel 3
r.

Perbandingan Perkiraan ITK Triwulan III Tahun 2015


ba

dan Realisasi ITK Triwulan II Tahun 2015


Menurut Variabel Pembentuknya
ul

Trw II Trw III


s
://

Variabel Pembentuk Tahun Tahun


2015 2015
tp

(1) (2) (3)


ht

Perkiraan pendapatan rumah tangga mendatang 116,37 117,56


Rencana pembelian barang-barang tahan lama
(TV, VCD/DVD player, Radio, Tape/Compo, dan 114,72 113,12
sebagainya)

Perkiraan*) Indeks Tendensi Konsumen 115,78 115,96


Realisasi Indeks Tendensi Konsumen 111,64 XX

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat

38 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


HASIL PENGHITUNGAN

Persepsi konsumen akan membaiknya kondisi perekonomian


pada triwulan III tahun 2015 tidak hanya diyakini oleh konsumen
Sulawesi Barat. Konsumen di Kawasan Sulampua juga sangat optimis
dalam perekonomian di triwulan III tahun 2015 ini. Diperkirakan
bahwa konsumen Gorontalo memiliki tingkat optimisme yang paling
tinggi pada triwulan III yaitu sebesar 116,03. Kondisi ini lebih tinggi
dari perkiraan rata-rata nasional yang sebesar 112,18.

.id
Menyambut perekonomian triwulan III tahun 2015, mayoritas

go
provinsi di Sulampua merasa lebih optimis dibanding rata-rata
s.
nasional yaitu sebanyak enam provinsi. Sedangkan empat provinsi
bp

lainnya berada di bawah nasional dengan kisaran 110,75 – 112,14.


r.

Perkiraan ITK terendah di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk lebih


ba

jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.


s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 39


Hasil Penghitungan

Tabel 4
Perkiraan ITK Provinsi se Sulampua Triwulan III
Tahun 2015 menurut Variabel Pembentuknya
Perkiraan
Rencana Perkiraan
Pendapatan
Pembelian Indeks
Provinsi Rumah
Barang-Barang Tendensi
Tangga
Tahan Lama Konsumen
Mendatang

.id
(1) (2) (3) (4)

go
Gorontalo 117,22 113,92 116,03

Sulawesi Barat 117,56


s.113,12 115,96
bp

Sulawesi Tenggara 117,82 110,88 115,31


r.

Sulawesi Tengah 120,02 105,51 114,76


ba

Maluku Utara 112,76 117,04 114,32


s ul

Papua 110,37 115,57 112,27


://

Sulawesi Selatan 111,47 113,29 112,14


tp
ht

Maluku 107,19 118,40 111,27

Papua Barat 112,04 109,86 111,26

Sulawesi Utara 112,62 107,44 110,75

Sulampua 118,44 104,88 113,58

Nasional 115,48 106,36 112,18

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat

40 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id
Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht

42 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 43


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht

44 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 45


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht

46 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 47


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
uls
://
tp
ht

48 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.
ba
s ul
://
tp
ht

Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015 49


Lampiran

.id
go
s.
bp
r.

Halaman ini sengaja dikosongkan


ba
uls
://
tp
ht

50 Indeks Tendensi Konsumen Sulawesi Barat Triwulan II 2015


ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id
ht
tp
://
sul
ba
r.
bp
s.
go
.id