You are on page 1of 46

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

1. Deskripsi data

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Hubungan Antara


Kecerdasan Spiritual Dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Ahlak
Madrasah Tsanawiyah Se-Kecamatan Bohorok.

Tabel 9 : Rangkuman Hasil Analisis Statistik Variabel Kecerdasan Spiritual (X1)


Kecerdasan Spiritual (X2), serta Hasil Belajar (Y)

Statistics

Variables
T. Scor e HASIL
Statistics KECERDASAN
KECERDASAN BELAJAR.
EM OSIONAL Data M entah
SPIRITUAL ( X1) AQIDAH. AHLK
(X2)
(Y )
Va lid 26 1 26 1 26 1 26 1
N
Mi ssing 0 0 0 0
Me an 10 7.39 11 5.39 7.8 470 50 .0000 019
Me dian 10 7.00 11 6.00 7.8 000 49 .4271 000
Mo de 10 1a 11 1 7.7 0 48 .2072 0
Std . Deviatio n 9.9 31 10 .120 .81 971 9.9 9999 661
Va riance 98 .616 10 2.417 .67 192 99 .9999 3229
Ra nge 60 52 4.0 0 48 .7977 0
Mi nimu m 79 87 5.9 0 26 .2482 0
Ma ximu m 13 9 13 9 9.9 0 75 .0459 0
Su m 28 029 30 118 20 48.06 13 050.0 0050
a. Mu ltiple mod es exist. T he sm alle st val ue is shown

Data hasil penelitian kecerdesaaan spritual yang saya lakukan di Madrasah


Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok, yang saya peroleh dari 261 siswa Tsanawiyah yang ada
di kecamatan Bahorok dengan 40 pertanyaan yang berkaitan tentang motivasi diri,
kesadaran diri, menghidupkan visi dan nilai, mandiri dan bertanggung jawab dengan
indikator yang berbeda dan nomor instrumen yang berbeda.
Maka berdasarkan penelitiaan yang telah saya lakukan dapat diketahui bahwa rata-
rata siswa Madrasah Tsanawiyah di kecamatan Bahorok jarang menggunakan kecerdasan
spiritualnya dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan pertanyaan
yang saya berikan kepada 261 siswa yang ada di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamata
Bahorok. Dibawah ini dapat dilihat respon atau tanggapan yang diberikan para siswa
Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok.
1. Kecerdasan Spiritual
A. Kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi motivasi diri para siswa.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Saya jarang bekerja keras untuk keberhasilan saya dan juga memaknai hidup yang
saya miliki.
 Pemahaman tentang agama yang saya miliki dan kejujuran dalam melaksanakan
ibadah selama ini jarang berdampak terhadap motivasi untuk meraih prestasi belajar
dan juga untuk berbuat kebajikan terhadap orang lain.
 Saya jarang membutuhkan keridhaan Allah SWT. untuk mermotivasi saya terus
belajar setelah mendapatkan pemahaman pelajaran agama dan menambah keyakinan
saya, bahwa itu semua adalah kehendak Allah SWT.
 Saya jarang merasa optimis terhadap doa yang saya lakukan bahwa itu semua adalah
bantuan dari Allah untuk keberhasilan belajar saya.
B. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi kesadaran diri para siswa.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang siswa saya jarang mengakui kekurangan maupun kelebihan yang
saya miliki untuk tetap berserah diri kepada Allah.
 Sebagai seorang siswa saya memiliki kesadaran dalam menjalankan perintah agama
dan sadar dengan kemampuan yang saya miliki karena saya mendapat kesulitan untuk
menentukan keberhasilan dalam belajar tetapi dalam menentukan pilihan saya jarang
sekali melakukan shalat Istigharoh.
 Saya jarang disiplin dalam mengatur waktu antara shalat, belajar dan bermain.
 Sebagai siswa madrasah saya jarang bijaksana dalam menjalankan kewajiban yang
diperintahkan oleh agama dan menganggap remeh tanggung jawab.
 Sebagai pelajar muslim, saya jarang memilih pelajaran agama yang menjadi pelajaran
utama dan memandang masalah tersebut dengan apa adanya.

C. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi dalam menghidupkan visi dan


nilai saat proses pembelajaran.
berikut ini jawaban dari para siswa:
 Sebagai seorang siswa saya ingin tujuan saya tercapai dan membuahkan hasil yang
menggembirakan , tetapi saya jarang berdoa dan melaksanakan shalat diwaktu malam
untuk mencapai keinginan saya.
 Sebelum saya memulai pelajaran untuk memperoleh semangat belajar yang tinggi,
saya jarang menyertainya dengan shalat hajat /tahajjud dan berdoa.

D. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi diri para siswa untuk mandiri


dan bertanggung jawab
berikut ini jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang pelajar di madrasah , saya sudah memperoleh keberhasilan dan itu
saya anggap sebagai hasil jerih payah yang sudah saya lakukan sebelumnya sehingga
saya jarang lupa pada tanggung jawab saya sebagai pelajar muslim untuk
melaksanakan shalat.
 Sebagai seorang siswa saya malu jika dibantu teman dalam mengerjakan tetapi saya
berusaha memikirkan untuk mencari sesuatu yang baru tetapi saya jarang yakin
berusaha yang disertai doa dapat menumbuhkan kreatifitas.

Berdasarkan jawaban dari para siswa Madrasah Tsanawiyah se- Kecamatan Bahorok
diatas, dengan pertayaan sebanyak 40 butir yang saya berikan kepada masing-masing siswa,
yang berkaitan tentang motivasi diri, kesadaraan diri, menghidupkan visi dan nilai,
mandiri dan bertanggung jawab. Maka dapat kita ketahui dan kita ambil kesimpulan dari
jawaban para siswa diatas bahwa jawaban dari masing-masing siswa sangat memprihatikan
dengan pendidikan yang zaman sekarang apalagi pendidikan yang berbasis agama,
seharusnya para siswa harus sadar dengan persaingan pendidikan dizaman sekarang ini,
mereka harus lebih unggul dalam segala bidang, baik pelajaran umum maupun pelajaran
agama.
Dari hasil jawaban para siswa diatas kita ketahui bahwa para siswa Madrasah
Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok jarang menggunakan kecedasaan spiritual yang mereka
miliki untuk memotivasi diri mereka sendiri dalam pembelajaran sehingga mereka jarang
bekerja keras untuk mencapai keberhasilan didalam hidup mereka dan mereka tidak pandai
memanfaatkan masa muda mereka sehingga mereka tidak tahu bagaimana caranya memaknai
hidup dengan keberhasilan yang seharusnya mereka miliki dan mereka maknai dan nikamati
dimasa yang akan datang.
Dari sebagian jawaban para siswa mengatakan bahwa mereka kurang memahami
tentang agama yang mereka miliki apalagi tentang kejujuran dalam melaksanakan ibadah
mereka dan itu jarang berdampak terhadap motivasi mereka untuk meraih prestasi belajar
dan juga untuk berbuat kebajikan terhadap orang lain.
Dan sebagian dari siswa menjawab pertanyaan tentang memotivasi diri mereka dalam
proses belajar dikelas menjawab bahwa mereka jarang membutuhkan keridhaan Allah SWT.
untuk mermotivasi mereka agar terus belajar setelah mendapatkan pemahaman pelajaran
agama dan menambah keyakinan mereka, bahwa itu semua adalah kehendak Allah SWT.
Maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sebagian dari siswa jarang membutuhkan
keridhaan Allah SWT untuk memotivasi mereka, padahal Allah lah yang mempunyai
kehendak atas hamba-hambanya. Mereka seperti orang yang kafir tidak mempercayai adanya
kehendak Allah dalam kehidupan mereka, mereka hanya menganggap Allah itu hanya nama
yang tidak untuk di agungkan, pemikiran mereka tentang keridhaan Allah sangat dangkal
sehingga mereka lupa bahwa mereka ada, dunia ini ada dan semua yang ada dibumi adalah
atas jehendak Allah, seharusnya tugas mereka adalah benar-benar memahami bahwa Allah itu
selalu ada disetiap langkah mereka, agar mereka selalu termotivasi untuk terus belajar , baik
belajar tentang agama maupun tentang umum demi kesuksesan mereka.
Kecerdasan spiritual yang mereka miliki jarang mempengaruhi perasaan mereka
untuk tetap optimis terhadap doa yang mereka lakukan dan mereka harus yakin bahwa berdoa
hanya ditujukan kepada Allah sebagai sang pencipta agar segala perbuatan yang baik yang
membawa keberkahan untuk mereka dan orang-orang disekitar mereka tercapai dengan
semaksimal mungkin, tetapi harus dibarengi juga dengan usaha yang optimal, dan merka
harus memegang satu pepatah bahwa dalam untuk mencapai segala sesuatu kita harus optimis
, berdoa dan selalu berusaha. Dan kita harus selalu ingat bahwa Allah selalu membantu kita
didalam apapun, apalagi didalam belajar, karena belajar itu wajib bagi setiap orang muslim
dan apabila muslim itu belajar maka angkat ditambah derajatnya. Maka sebagai seorang
siswa harus optimis terutama dalam belajar.
kecerdasaan spiritual yang dimiliki oleh para jarang mempengaruhi kesadaraan diri
mereka, sehingga para siswa jarang mengakui kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki
menjadi landasaan untuk berserah diri kepada Allah. Kebanyakan siswa sekarang ini jarang
mengakui kelemahannya pada saat proses pembelajaran, sehingga siswa yang jarang
mengakui kelemahannya saat belajar akan ketinggalan pelajaran, apalagi para siswa jarang
mengakui kelemahannya didepan teman-temannya sehingga teman yang memiliki
pengetahuan lebih terhadap suatu pelajaran tidak dapat membagi ilmunya dengan teman yang
tidak mau mengakui kelemahannya. Dan ada sebagian siswa juga jarang mengakui
kelebihannya, terutama didepan teman-temannya sehingga mereka tidak bisa saling berbagi
dan berdiskusi dengan yang lainnya. Padahal kesadaran diri dari siswa itu sangat
mempengaruh keberhasilan mereka didalam belajar dan para siswa jarang mengakui
kekurangan mereka dihadapan Allah, padahal itu sangat mempengaruhi prosese belajar
mereka.
Ada juga Sebagian siswa memiliki kesadaran dalam menjalankan perintah agama dan
sadar dengan kemampuan yang mereka miliki karena mereka mendapat kesulitan untuk
menentukan keberhasilan dalam belajar tetapi dalam menentukan pilihan mereka jarang
melakukan shalat Istigharoh. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa, para siswa sadar pelajaran
ilmu itu berguna untuk mereka baik didunia maupun untuk akhirat, tetapi mereka belum sadar
bahwa kesulitan saat mereka kesulitan untuk menentukan pilihan mereka untuk keberhasilan
mereka, mereka melupakan petunjuk Allah, mereka belum sadar bahwa shalat istigharah
dapat menjadikan otak mereka untuk berfikir jernih.
Para siswa juga jarang dapat mengatur waktu mereka baik itu shalat, makan, belajar
dan bermain, padahal waktu itu sangat penting, waktu itu bagaikan pedang jika kita tidak
dapat mempergunakan waktu itu sendiri maka waktu itu yang akan mencampakkan kita
kedalam kegagalan. Tetapi para siswa belum sadar betapa pentingnya waktu itu. Waktu
mereka banyak untuk bermain, sedangkan untuk shalat dan belajar waktuny sangat singkat
sekali, para siswa belum menyadari waktu dan bagaimana cara meyesuaikannya, maka minat
para siswa untuk belajar sangat kecil, ini dipengaruhi juga dengan banyaknya alat-alat
teknologi canggih, sehingga para siswa lebih banyak bermain daripada belajar dan shalat.
Serta kedisipelinan para siswa dalam mengatur waktu shalat dan bermain tidak dipergunaka
dengan sebaik-baiknya, sehingga masih banyak para siswa Madrasah yang masih sering
meninggalkan shalat lima waktu.
Dan para siswa masih sering menganggap remeh setiap kewajiban dan tanggung
jawab yang diberikan kepada gurunya atau pun orang disekitarnya. Ini semua disebabkan
Oleh para siswa yang jarang menggunakan kecerdasan spiritualnya dalam peroses
pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka jarang bijaksana dalam
segala hal, apalagi saat proses belajar mereka hanya memanfaatkan teman yang pintar untuk
menjadi penanggung jawab mereka dalam proses belajar saat kerja kelompok, sedangkan
mereka hanya jadi penonton atau pendengar saja tanpa mau ikut terlibat dalam tanggung
jawab tersebut dan tidak mau mengambil keputusan tanpa bijaksana.Oleh karna itu
kecerdasan spiritual sangat mempengaruhi kesadaraan diri para siswa. Kecerdasan sepiritual
yang dimiliki para siswa sangat jarang sekali mempengaruhi dalam menghidupkan visi dan
nilai saat peroses pembelajaran, sehinnga para siswa jarang sekali berdoa dan meminta
kepada Allah agar tujuan yang mereka rencanakan dapat membuahkan hasil yang
menggembirakan. Kecerdasan sepiritual yang dimiliki para siswa jarang sekali
mempengaruhi mereka dalam bersikap mandiri dan bertanggung jawab. Sehingga para siswa
jarang sekali bertanggung jawab atas segala perbuatan yang para siswa lakuakan dan hal ini
dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dan para siswa juga jarang sekali
memperggunakan akal pikiran yang mereka miliki untuk mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan oleh gurunya, sehingga para siswa lebih senang mencontek atau sama sekali tidak
pernah mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Hal ini diakibatkan tidak ada
rasa mandiri dan tanggung jawab yang dimiliki para siswa sehingga mereka begitu mudah
meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang siswa. Dan oleh karna itu kecerdasaan
sepiritual sangat mempengaruhi sekali bagi diri para siswa untuk mandiri dan bertanggung
jawab.
Sebagai pelajar muslim, para siswa jarang memilih pelajaran agama yang menjadi
pelajaran utama. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa, pemikiran para siswa masih minim
dengan pelajaran agama, kesadaran mereka belum sepenuhnya terbangun. Itu disebabkan
oleh banyaknya media-media bermain dan kurangnya motivasi orang tua terhadap anaknya,
banyak juga orang tua yang sibuk bekerja tanpa memperhatikan sikap anaknya, sehingga
anak akan merasa sendirian dan bosan, akhirnya para siswa akan melakukan perbuatan
apapun dengan sesuka mereka tanpa harus memberitahu kepada orang tua mereka, disinilah
pelajaran agama mereka akan hilang, sehingga mereka tidak memperdulikan pelajaran agama
dan proses pembelajaran tentang pelajaran agama akan terhambat, karena para siswa akan
sulit menerima pelajaran agama yang disampaikan oleh guru, karena fikiran mereka, hari
mereka sudah tidak mementingkan pelajaran agama lagi. Mereka tidak sadar bahwa mereka
sekolah di Madrasah yang dominannya adalah pelajaran agama, jika mereka tidak peduli
dengan pelajaran agama otomatis sekolah dan para siswa tidak akan maju. Kecerdasan
spiritual untuk mempengaruhi kecerdasaan para siswa memang sangat dibutuhkan demi
keberhasilan mereka.
Sebagai seorang siswa mereka ingin tujuan mereka tercapai dan membuahkan hasil
yang menggembirakan , tetapi mereka jarang berdoa dan melaksanakan shalat diwaktu
malam untuk mencapai keinginan mereka. Dengan melihat jawaban para siswa, saya ambil
kesimpulan bahwa para siswa ingin sukses, ingin berhasil tetapi mereka lupa bahkan tidak
mau mengerjakan diwaktu malam untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Kesadaran
mereka akan hal itu sangat awam, mereka tidak mau berusaha dan berdoa tetapi mereka mau
sukses, ini disebabkan oleh orang tua dan teman sebaya mereka jarang memotivasi mereka
dalam menjalankan perintah Allah, sehingga mereka malas untuk melakukan shalat.
Pengetahuan mereka tentang agama juga sangat minim, sebagai guru kita harus dapat
merubah pemikiran mereka dan memotivasi mereka dalam belajar, dan menyadarka mereka
bahwa perjalan mereka masih panjang untuk mencapai kebrhasilan dan membutuhkan waktu
yang lama, dengan itu para siswa harus memilik modal kesadaran, karena dengan kesadaran
yang ada pada para siswa akan membawa mereka pada keberhasilan.
Sebelum para siswa memulai pelajaran untuk memperoleh semangat belajar yang
tinggi, mereka jarang menyertainya dengan shalat hajat /tahajjud dan berdoa. Dari jawaban
para siswa mengatakan bahwa mereka jarang berdoa dan shalat tahjjud untuk memperoleh
semangat yang tinggi dalam pembelajaran dan saya dapat mengambil kesimpulan bahwa
kesadaran siswa untuk kearah agama memang masih kurang dan pemikiran mereka tentang
kekuasaan Allah masih minim, padahal Allah itu maha pemberi dan mengabulkan semua doa
yang di kehendaki-Nya. Jika para siswa sadar dengan hal ini, para siswa akan memiliki
semangat yang tinggi untuk belajar dan berdoa. Penyebab para siswa jarang berdoa utnuk
mendapatkan semangat yang tinggi saat belajar, karena para siswa lebih mementingkan
bermain dan menghiraukan nasihat orang-orang disekitarnya, sehingga para siswa
berkelakuan sesuka hatinya tanpa takut dengan siapa pun tanpa memikirkan masa depannya.
Kuncinya adalah, guru harus menumbuhkan kesadaran yang ada pada diri mereka. Dan para
siswa jarang sekali memperoleh semangat belajar pada saat peroses pembelajaran, dan saat
sebelum belajar jarang sekali siswa yang berdoa agar ilmu yang mereka peroleh, menjadi
berkah buat mereka. Hal-hal seperti ini suadah jarang sekali para siswa lakukan. Dan lama-
kelamaan para siswa sudah meninggalkan nilai-nilai agama dalam peroses pembelajaran, dan
kebiasaan yang seperti ini harus kita rubah dengan memberikan pamahaman agama kepada
parasiswa agar para siswa dapat mengerti dan memahami, betapa pentingnya berdoa sebelum
belajar. dan oleh karna itu kecerdasan sepiritual sangat mempengaruhi sekali bagi para siswa
dalam menghidupkan visi dan nilai saat peroses pembelajaraan.
Sebagai seorang pelajar di madrasah, para siswa sudah memperoleh keberhasilan dan
itu mereka anggap sebagai hasil jerih payah yang sudah mereka lakukan sebelumnya
sehingga mereka jarang lupa pada tanggung jawab mereka sebagai pelajar muslim untuk
melaksanakan shalat. Dapat disimpulkan bahwa, para siswa masih memiliki kesadaran untuk
meraih keberhasilan mereka dengan jerih payah yang mereka lakukan sendiri dan mereka
juga tidak lupa untuk melaksakan kewajiban mereka kepada Allah, disini kesadaran para
siswa mulai terbentuk dan berdamapak positif pada pembelajaran.
Sebagai seorang siswa mereka malu jika dibantu teman dalam mengerjakan tugas tetapi
mereka berusaha memikirkan untuk mencari sesuatu yang baru tetapi mereka jarang yakin
berusaha yang disertai doa dapat menumbuhkan kreatifitas. Dari jawaban siswa, dapat
disimpulkan bahwa, para siswa masih mementingkan keegoisannya untuk prosese belajar,
mereka masih merasa malu jika meminta bantuan kepada teman mereka, seharusnya para
siswa sadar akan kekurangan mereka, bahwa tidak ada yang bisa dilakukan sendiri. Tetapi
mereka jarang meyakinkan diri mereka sendiri bahwa berusaha yang disertai dengan doa
akan menumbuhkan kreatifitas yang menunjang motivasi diri mereka untuk keberhasilan
belajar mereka. Kecerdasan spiritual siwa harus memiliki kemandirian dan rasa tanggung
jawab terhadap segala sesuatu yang dapat membawa mereka dalam keberhasilan dimasa yang
akan datang. Para siswa belum sadar dengan pentingya kemandirian dan rasa tanggung
jawab, mereka masih memandang semua itu dengah remeh dan mereka tidak memperdulikan
tanggung jawab yang telah dibebankan kepada mereka, sehingga dalam proses pembelajaran
cara berfikir mereka biasa saja terhadap pelajaran yang diberikan guru, maka para siswa
gagal untuk mewujudkan keberhasilan mereka dimasa yang akan datang.
Dengan demikian dari data yang saya peroleh bahwa jawaban para siswa sangat
bervariatif atau bermacam-macam, hal ini dapat diketahui karena ada sebagian siswa yang
sering mempergunakan kecerdasaan spritualnya untuk memacu semangat belajarnya dan hal
ini dapat diketahui berdasarkan respon atau tanggapan yang diberikan para siswa terhadap
pertanyaan yang saya berikan.

A. Kecerdasan spiritual selalu mempengaruhi motivasi diri para siswa.


Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Saya selalu bekerja keras untuk keberhasilan saya dan juga memaknai hidup yang
saya miliki.
 Pemahaman tentang agama yang saya miliki dan kejujuran dalam melaksanakan
ibadah selama ini selalu berdampak terhadap motivasi untuk meraih prestasi belajar
dan juga untuk berbuat kebajikan terhadap orang lain.
 Saya selalu membutuhkan keridhaan Allah SWT. untuk mermotivasi saya terus
belajar setelah mendapatkan pemahaman pelajaran agama dan menambah keyakinan
saya, bahwa itu semua adalah kehendak Allah SWT.
 Saya selalu merasa optimis terhadap doa yang saya lakukan bahwa itu semua adalah
bantuan dari Allah untuk keberhasilan belajar saya.
B. kecerdasan spiritual selalu mempengaruhi kesadaran diri para siswa.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang siswa saya selalu mengakui kekurangan maupun kelebihan yang saya
miliki untuk tetap berserah diri kepada Allah.
 Sebagai seorang siswa saya memiliki kesadaran dalam menjalankan perintah agama
dan sadar dengan kemampuan yang saya miliki karena saya mendapat kesulitan untuk
menentukan keberhasilan dalam belajar dan dalam menentukan pilihan saya selalu
melakukan shalat Istigharoh.
 Saya selalu disiplin dalam mengatur waktu antara shalat, belajar dan bermain.
 Sebagai siswa madrasah saya selalu bijaksana dalam menjalankan kewajiban yang
diperintahkan oleh agama dan menganggap remeh tanggung jawab.
 Sebagai pelajar muslim, saya selalu memilih pelajaran agama yang menjadi pelajaran
utama dan memandang masalah tersebut dengan apa adanya.

C. kecerdasan spiritual selalu mempengaruhi dalam menghidupkan visi dan


nilai saat proses pembelajaran.
berikut ini jawaban dari para siswa:
 Sebagai seorang siswa saya ingin tujuan saya tercapai dan membuahkan hasil yang
menggembirakan, dan saya selalu berdoa dan melaksanakan shalat diwaktu malam
untuk mencapai keinginan saya.
 Sebelum saya memulai pelajaran untuk memperoleh semangat belajar yang tinggi,
saya selalu menyertainya dengan shalat hajat /tahajjud dan berdoa.

D. kecerdasan spiritual selalu mempengaruhi diri para siswa untuk mandiri dan
bertanggung jawab
berikut ini jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang pelajar di madrasah , saya sudah memperoleh keberhasilan dan itu
saya anggap sebagai hasil jerih payah yang sudah saya lakukan sebelumnya tetapi
saya selalu lupa pada tanggung jawab saya sebagai pelajar muslim untuk
melaksanakan shalat.
 Sebagai seorang siswa saya malu jika dibantu teman dalam mengerjakan tugas tetapi
saya berusaha memikirkan untuk mencari sesuatu yang baru dan saya selalu yakin
berusaha yang disertai doa dapat menumbuhkan kreatifitas.
Berdasarkan jawaban para siswa Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok
diatas, dengan pertayaan sebanyak 40 butir yang saya berikan kepada para siswa, yang
berkaitan tentang motivasi diri, kesadaraan diri, menghidupkan visi dan nilai, mandiri
dan bertanggung jawab. Maka dapat saya ambil kesimpulan dan kita ketahui bahwa, dari
jawaban sebagian siswa diatas, teryata ada sebagian dari siswa Madrasah Tsanawiyah di
Kecamatan Bahorok yang sangat selalu menggunakan kecerdasaan spiritual yang mereka
miliki untuk memotivasi dirinya dalam memacu perestasi belajar mereka untuk mendapatkan
kesuksesan yang dapat membanggakan orang-orang disekitarnya. Bahkan mereka selalu
bekerja keras dan berusaha untuk semaksimal mungkin, semampu tenanga mereka dan
semampu daya upaya mereka untuk mencapai keberhasilan yang menggembirakan didalam
kehidupan mereka, dan para siswa yang mensosialisasikan kecerdasan spritual untuk
memotivasi diri mereka selalu dapat memaknai hidup yang sukses, aman, damai dan sejahtera
dengan usaha dan doa yang selama ini mereka lakukan.
pemahaman para siswa tentang agama dan ketulusan serta keikhlasan dalam
menjalankan ibadah teryata menjadi sebuah dorongan bagi para siswa untuk memotivasi diri
mereka untuk mencapai sebuah keberhasilan yang dapat membanggakan orang-orang
disekitar mereka. Sehingga para siswa mau berusaha dan memotivasi dirinya dalam memacu
perestasi belajarnya demi berbagi kebajikan kepada sesama, para siswa selalu memahai arti
beragama sehingga mereka sangat ambisius untuk berbuat kebaikan, serta selalu berusaha
semaksimal mungkin menjalankan perintah dari Allah, mereka sangat termotivasi dengan
pemahaman agama yang mereka yakini, sehingga para siswa yang mengamalkan kecerdasan
spiritual ini mencapai target yang dia inginkan untuk sukses dan hidup bahagia dan membuat
orang lain merasa senang dan bangga terhadap perestasi yang telah ia capai, selain itu,
pemahaman para siswa yang kuat tentang agama membuat mereka menjadi manusia yang
selalu bersyukur atas nikmat yang selalu Allah berikan kepada mereka, para siswa sangat
mengetahui bahwa apa yang mereka semua lakukan tidak lepas dari kehendak Allah, dan hal
ini membuat para siswa selalu berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah, agar apa yang
mereka lakukan untuk keberhasilan mereka akan diberkahi dan dikabulkan oleh Allah SWT.
kecerdasaan sepiritual yang para siswa miliki sangat sering sekali mempengaruhi
kesadaran diri para siswa, sehingga para siswa tau dimana kelebihan dan kekurangan yang
dimiliki para siswa, dan hal ini dijadikan landasan oleh para siswa untuk berserah diri dan
berdoa kepada Allah. Dan kesadaraan para siswa tentang kemampuan yang mereka miliki
membuat mereka sering sekali meminta petunjuk kepa allah, Serta kedisipelinan para siswa
dalam mengatur waktu shalat dan bermain selalu dipergunakan dengan sebaik-bainya,
sehingga ada sebagian dari para siswa Madrasah yang tidak meninggalkan kewajiaban shalat
shalat lima waktu dan mampu mempergunakan waktunya dengan baik. Dan sebagian para
siswa selalu tidak menganggap remeh setiap kewajiban dan tanggung jawab yang diberikan
kepada gurunya atau pun orang lain, ia memandang tanggung jawab yang diberikan
kepadanya sebagai amanah yang harus ia jaga dan ia pikul untuk menjadikan jati diri yang
lebih baik dari yang sebelumnya.
Kecerdasan sepiritual yang dimiliki para siswa sangat sering sekali mempengaruhi
para siswa dalam menghidupkan visi dan nilai saat peroses pembelajaran, sehingga para
siswa sering sekali berdoa dan meminta kepada Allah agar tujuan yang mereka rencanakan
dapat membuahkan hasil yang menggembirakan. Dan para siswa sangat bersemangat dalam
peroses belajar demi memacu perestasi belajarnya, dan saat sebelum belajar para siswa sering
sekali berdoa agar ilmu yang mereka peroleh, menjadi berkah buat mereka. Hal ini dilakukan
karena sebagian para siswa tahu bahwa semua yang dilakukan oleh para siswa tidak lepas
dari kehendak Allah. Dan para siswa optimis bahwa doa yang mereka lakuakan akan
berpengaruh atas keberhasilan belajar yang dilakukan para siswa. Oleh karna itu ada sebagian
dari siswa sering sekali berdoa meminta kepada Allah agar tujuan yang mereka rencanakan
akan mendapatkan hasil yang mengembirakan dan di ridoi Allah Swt.
Kecerdasan sepiritual yang dimiliki sebagian dari para siswa sering sekali
mempengaruhi mereka dalam bersikap mandiri dan bertanggung jawab. Sehingga para siswa
sering sekali bertanggung jawab atas segala perbuatan yang para siswa lakuakan dan hal ini
dapat membuat para siswa melatih diri para siswa untuk memilki jiwa kepemimpin didalam
dirinya. Dan para siswa juga sering sekali memperggunakan akal pikiran yang mereka miliki
untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya, sehingga para siswa sangat
senang apabila diberikan tugas oleh gurunya, para siswa menganggap tugas yang diberikan
gurunya adalah sebagai materi pelajaran yang akan dibahas dirumah dan untuk lebih
memahami dan memperdalam materi yang sudah di ajarkan gurunya di sekolah, selain
membentuk sifat mandiri dan bertanggung jawab dan hal ini akan membuat para siswa
menjadi siswa yang berperestasi dan mempunyai pengetahuaan yang luas, karena selau
mengulang dan memperdalam materi yang sudah disampaikan dan diajarkan oleh gurunya.
Maka akan terbentuklah siswa-sisw yang unggul dan berperestasi dalam bidang pendidikan
maupun bidang-bidang lainnya.
Para siswa selalu merasa optimis terhadap doa yang mereka lakukan bahwa itu semua
adalah bantuan dari Allah untuk keberhasilan belajar rmereka.Dari jawaban para siswa ini
dapat saya ambil kesimpulan bahwa, para siswa sudah menggunakan kecerdasan spirritualnya
dengan baik, mereka selalu optimis dengan apapun yang mereka lakukan demi keberhasilan
mereka didalam belajar, karen mereka juga sanyat yakin bahwa itu semua tidak lepas dari
bantuan Allah.
Dari jawaban para siswa tentang menggunakan kecerdasan spiritual baik untuk
memotivasi diri mereka, menyadarkan diri mereka dalam segala hal, mewujudkan visi dan
nilai yang ada pada diri mereka serta, mewujudkan jiwa yang mandiri dan bertanggung jawab
dalam belajar, dapat disimpulkan bahwa, para siswa selalu mengunakan kecerdasaan
spiritualnya dalam peroses pembelajaran dan ini sangat membawa dampak positif bagi
mereka serta bagi guru yang mengajari mereka, karena para siswa mau untuk mencapai
keberhasilan mereka untuk masa depan yang lebih cerah. Namun ada juga sebagian dari para
siswa yang sama sekali tidak pernah menggunakan kecerdasan sepritualnya untuk memacu
peroses pembelajarannya, hal ini dapat saya ketahui melalui questioner yang saya berikan
kepada para siswa.

A. Kecerdasan spiritual tidak pernah mempengaruhi motivasi diri para siswa.


Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Saya tidak pernah bekerja keras untuk keberhasilan saya dan juga memaknai hidup
yang saya miliki.
 Pemahaman tentang agama yang saya miliki dan kejujuran dalam melaksanakan
ibadah selama ini tidak pernah berdampak terhadap motivasi untuk meraih prestasi
belajar dan juga untuk berbuat kebajikan terhadap orang lain.
 Saya tidak pernah membutuhkan keridhaan Allah SWT. untuk mermotivasi saya terus
belajar setelah mendapatkan pemahaman pelajaran agama dan menambah keyakinan
saya, bahwa itu semua adalah kehendak Allah SWT.
 Saya tidak pernah merasa optimis terhadap doa yang saya lakukan bahwa itu semua
adalah bantuan dari Allah untuk keberhasilan belajar saya.

B. kecerdasan spiritual tidak pernah mempengaruhi kesadaran diri para siswa.


Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang siswa saya tidak pernah mengakui kekurangan maupun kelebihan
yang saya miliki untuk tetap berserah diri kepada Allah.
 Sebagai seorang siswa saya memiliki kesadaran dalam menjalankan perintah agama
dan sadar dengan kemampuan yang saya miliki karena saya mendapat kesulitan untuk
menentukan keberhasilan dalam belajar tetapi dalam menentukan pilihan saya atidak
pernah melakukan shalat Istigharoh.
 Saya tidak pernah disiplin dalam mengatur waktu antara shalat, belajar dan bermain.
 Sebagai siswa madrasah saya tidak pernah bijaksana dalam menjalankan kewajiban
yang diperintahkan oleh agama dan menganggap remeh tanggung jawab.
 Sebagai pelajar muslim, saya tidak pernah memilih pelajaran agama yang menjadi
pelajaran utama dan memandang masalah tersebut dengan apa adanya.

C. kecerdasan spiritual tidak pernah mempengaruhi para siswa dalam


menghidupkan visi dan nilai saat proses pembelajaran.
berikut ini jawaban dari para siswa:
 Sebagai seorang siswa saya ingin tujuan saya tercapai dan membuahkan hasil yang
menggembirakan, tetapi saya tidak pernah berdoa dan melaksanakan shalat diwaktu
malam untuk mencapai keinginan saya.
 saya tidak pernah memulai pelajaran dengan shalat hajat /tahajjud dan berdoa untuk
memperoleh semangat belajar yang tinggi,

D. kecerdasan spiritual tidak pernah mempengaruhi diri para siswa untuk


mandiri dan bertanggung jawab
berikut ini jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang pelajar di madrasah , saya sudah memperoleh keberhasilan dan itu
saya anggap sebagai hasil jerih payah yang sudah saya lakukan sebelumnya dan saya
tidak pernah lupa pada tanggung jawab saya sebagai pelajar muslim untuk
melaksanakan shalat.
 Sebagai seorang siswa saya malu jika dibantu teman dalam mengerjakan tugas tetapi
saya berusaha memikirkan untuk mencari sesuatu yang baru tetapi saya tidak pernah
yakin berusaha yang disertai doa dapat menumbuhkan kreatifitas.

Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, dengan pertayaan yang saya berikan
kepada para siswa, yang berkaitan tentang motivasi diri, kesadaraan diri, menghidupkan
visi misi dan nilai, mandiri dan bertanggung jawab. Maka dapat saya ambil kesimpulan
dan kita ketahui dari jawaban para siswa diatas bahwa jawaban mereka sangat mengejutkan,
karena dari para siswa Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok menyatakan bahwa
mereka tidak pernah menggunakan kecedasaan spiritual yang mereka miliki untuk
memotivasi dan memacu diri mereka dalam meningkatkan kualits belajar mereka. Bahkan
mereka tidak pernah bekerja keras dan berusaha untuk mencapai keberhasilan didalam hidup
mereka, mereka sama sekali tidak merasa berdosa jika mereka tidak bekerja keras untuk
mencapai keberhasilan mereka, mereka tidak pernah memotivasi diri mereka untuk lebih baik
dalam belajar, bahkan mereka tidak berfikir untuk membahagian orang tua mereka yang
usdah lelah mencari nafkah buat mereka, para siswa yang menjawab seperti ini memang
sangat mengejutkan saya.
Dan pemahaman para siswa tentang agama dan ketulusan serta keikhlasan dalam
menjalankan ibadah tidak pernah mereka jadikan sebuah dorongan bagi diri mereka untuk
memotivasi mereka dalam mencapai sebuah keberhasilan yang dapat membanggakan orang-
orang disekitar mereka, orang-orang yang menginginkan keberhasilan mereka, bahkan
mereka tidak pernah berfikir untuk apa mereka disekolahkan kalau tidak untuk menjadi
seorang yng sukses dan berhsil dalam dunia dan akhirat. Para siswa tidak mau berusaha keras
dan memotivasi dirinya dalam memacu perestasi belajarnya demi orang-orang disekitarnya,
dan pemahaman para siswa yang lemah tentang agama membuat mereka menjadi manusia
yang kufur nikmat yang tidak mau bersyukur kepada Allah.
para siswa tidak pernah membutuhkan keridhaan Allah dalam proses belajar yang
mereka lakukan, mereka tidak mengetahui bahwa apa yang mereka semua lakukan tidak
lepas dari kehendak Allah, dan hal ini membuat para siswa jarang sekali mau berdoa dan
meminta petunjuk kepada Allah, sehingga apa yang mereka lakukan tidak akan mencapai
suatu keberhasilan dan kesuksesan didalam hidupnya.
Dan ada juga dari sebagain siswa tidak pernah menggunakan kecerdasaan spiritual
yang mereka miliki dan itu sama sekali tidak pernah mempengaruhi kesadaraan mereka,
sehingga para siswa tidak pernah mengakui kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki
untuk menjadi landasaan untuk berserah diri kepada Allah. Dan kesadaraan para siswa
tentang kemampuan yang mereka miliki membuat mereka tidak pernah sama sekali meminta
petunjuk kepada Allah, mereka tahu dengan kemampuan yang mereka miliki itu tidak ada
apa-apanya di banding dengan kemampuan Allah, tetapi mereka tetap tidak pernah meminta
petunjuk kepada Allah untuk meminta petunjuk menyadarkan diri mereka dalam belajar,
bahkan mereka sangat jauh kepada Allah.
Serta kedisiplinan para siswa dalam mengatur waktu shalat dan bermain tidak pernah
mereka gunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga masih banyak para siswa Madrasah yang
masih sering meninggalkan shalat lima waktu dan lebih memilih untuk bermain, bersenang-
senang.
Dan dari sebagian siswa tidak pernah menjalankan kewajiban mereka serta mereka
masih sering menganggap remeh setiap kewajiban yang telah diamanahkan kepada mereka
dan tanggung jawab yang diberikan kepada gurunya atau pun orang lain kepadanya, tanggung
jawab ini tidak pernah mereka hiraukan, dan merek selalu beranggapan remeh dengan semua
itu. Ini semua disebabkan Oleh para siswa yang jarang sekali menggunakan kecerdasan
spiritualnya dalam peroses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan sepiritual yang dimiliki para siswa sama sekali tidak pernah
mempengaruhi diri mereka dalam menghidupkan visi dan nilai saat proses pembelajaran,
sehinnga para siswa tidak pernah sama sekali berdoa dan meminta bantuan dan petunjuk
kepada Allah agar tujuan yang mereka rencanakan dan inginkan dapat membuahkan hasil
yang menggembirakan dan mendapatkan keberkahan.
Dan para siswa tidak pernah memperoleh semangat belajar pada saat peroses
pembelajaraan, dan sebelum belajar mereka tidak pernah berdoa agar ilmu yang mereka
peroleh menjadi berkah buat mereka dan dapat mereka salurkan kepada yang lain. Hal-hal
seperti ini tidak pernah dilakukan oleh sebagian para siswa. Dan lama-kelamaan para siswa
sudah meninggalkan nilai-nilai agama dalam peroses pembelajaran, dan kebiasaan yang
seperti ini harus kita rubah sebagai seorang guru dengan memberikan pamahaman agama
sengan waktu yang lebih kepada para siswa agar para siswa dapat mengerti dan memahami,
betapa pentingnya berdoa sebelum belajar. Oleh kaerna itu kecerdasan spiritual sangat
mempengaruhi sekali bagi para siswa dalam menghidupkan visi dan nilai saat peroses
pembelajaraan.
Kecerdasan sepiritual yang mereka miliki juga tidak pernah mempengaruhi mereka
dalam bersikap mandiri dan bertanggung jawab terutama dalam proses belajar, Sehingga para
siswa tidak mempertanggung jawab atas segala perbuatan yang para siswa lakuakan dan hal
ini dapat merugikan diri mereka sendiri bahkan orang lain yang ada disekitar merek. Dan
para siswa juga tidak pernah memperggunakan akal pikiran yang mereka miliki untuk
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka dengan hasil yang cukup
memuaskan, sehingga para siswa lebih senang mencotek punya teman dan bahkan ada dari
sebagia siswa tidak pernah mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka. Hal
ini diakibatkan tidak ada rasa mandiri dan tanggung jawab yang dimiliki para siswa sehingga
mereka begitu mudah meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang siswa. Oleh karna itu,
kecerdasaan spiritual sangat mempengaruhi kesadaran diri para siswa untuk menjadi seorang
yang mandiri dan bertanggung jawab.
Meskipun ada sebagian siswa yang tidak pernah menggunakan kecerdasaan
spiritualnya dalam peroses pembelajaran dan meningkatkan kualitas dirinya dalam proses
belajar utnuk mencapai keberhasilan. Namun masih ada sebagian dari para siswa yang
kadang-kadang menggunakan kecerdasan spiritualnya untuk memacu dan memotivasi diri
mereka dalam proses pembelajaran, hal ini dapat saya ketahui melalui pertanyaan pertanyaanr
yang saya berikan kepada para siswa.

A. Kecerdasan spiritual kadang-kadang mempengaruhi motivasi diri para


siswa.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Kadang-kadang saya bekerja keras untuk keberhasilan saya dan juga memaknai
hidup yang saya miliki.
 Pemahaman tentang agama yang saya miliki dan kejujuran dalam melaksanakan
ibadah selama ini kadang-kadang juga berdampak terhadap motivasi untuk meraih
prestasi belajar dan juga untuk berbuat kebajikan terhadap orang lain.
 Kadang-kadang saya juga membutuhkan keridhaan Allah SWT. untuk mermotivasi
saya terus belajar setelah mendapatkan pemahaman pelajaran agama dan menambah
keyakinan saya, bahwa itu semua adalah kehendak Allah SWT.
 Kadang-kadang saya merasa optimis terhadap doa yang saya lakukan bahwa itu
semua adalah bantuan dari Allah untuk keberhasilan belajar saya.

B. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi kesadaran diri para siswa.


Berikut ini adalah jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang siswa kadang-kadang saya mengakui kekurangan maupun kelebihan
yang saya miliki untuk tetap berserah diri kepada Allah.
 Sebagai seorang siswa saya memiliki kesadaran dalam menjalankan perintah agama
dan sadar dengan kemampuan yang saya miliki karena saya mendapat kesulitan untuk
menentukan keberhasilan dalam belajar tetapi dalam menentukan pilihan kadang-
kadang saya melakukan shalat Istigharoh.
 Saya kadang-kadang disiplin dalam mengatur waktu antara shalat, belajar dan
bermain.
 Sebagai siswa madrasah kadang-kadang saya bijaksana dalam menjalankan kewajiban
yang diperintahkan oleh agama dan menganggap remeh tanggung jawab.
 Sebagai pelajar muslim, saya kadang-kadang memilih pelajaran agama yang menjadi
pelajaran utama dan memandang masalah tersebut dengan apa adanya.

C. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi para siswa dalam menghidupkan


visi dan nilai saat proses pembelajaran.
berikut ini jawaban dari para siswa:
 Sebagai seorang siswa saya ingin tujuan saya tercapai dan membuahkan hasil yang
menggembirakan, dan kadang-kadang saya berdoa dan melaksanakan shalat diwaktu
malam untuk mencapai keinginan saya.
 Kadang-kadang saya memulai pelajaran dengan shalat hajat /tahajjud dan berdoa
untuk memperoleh semangat belajar yang tinggi,

D. kecerdasan spiritual jarang mempengaruhi diri para siswa untuk mandiri


dan bertanggung jawab
berikut ini jawaban dari para siswa :
 Sebagai seorang pelajar di madrasah , saya sudah memperoleh keberhasilan dan itu
saya anggap sebagai hasil jerih payah yang sudah saya lakukan sebelumnya tetapi
saya kadang-kadang lupa pada tanggung jawab saya sebagai pelajar muslim untuk
melaksanakan shalat.
 Sebagai seorang siswa saya malu jika dibantu teman dalam mengerjakan tugas tetapi
saya berusaha memikirkan untuk mencari sesuatu yang baru dan saya kadang-kadang
yakin berusaha yang disertai doa dapat menumbuhkan kreatifitas.

Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, saya dapat menyimpulkan dan dapat
melihat dengan pertayaan yang saya berikan kepada para siswa, yang berkaitan tentang
motivasi diri, kesadaraan diri, menghidupkan visi dan nilai, mandiri dan bertanggung
jawab. Bahwa jawaban para siswa diatas, teryata masih ada juga sebagian dari siswa
Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok yang menyatakan bahwa mereka hanya
kadang-kadang atau terkadang menggunakan kecerdasaan spiritual yang mereka miliki untuk
memotivasi diri mereka didalam proses belajar. Para siswa kadang-kadang bekerja keras dan
berusaha untuk mencapai keberhasilan didalam hidup mereka dan mencapai kesejahteraan
yang mereka inginkan didalam hidup mereka dan mereka juga kadang-kadang memaknai
hidup yang mereka jalani sebagai siwa untuk memotivasi diri mereka agar lebih baik lagi
dalam belajar.
Dan pemahaman para siswa tentang agama dan ketulusan serta keiklasan dalam
menjalankan ibadah teryata kadang-kadang menjadi sebuah dorongan bagi para siswa untuk
memotivasi diri mereka dalam mencapai sebuah keberhasilan yang dapat membanggakan
orang-orang disekitar mereka terutama orang tua mereka yang menginginkan hal itu.
Sehingga para siswa kadang-kadang mau berusaha dan memotivasi dirinya dalam memacu
dan meningkatkan kuwalitas belajarnya demi orang-orang disekitarnya, dan mereka dapat
saling berbagi kebajikan dengan orang-orang disekitar mereka.
Dan para siswa kadang juga membutuhkan keridhaan Allah dalam menuntut ilmu, dan
mereka juga mengharap ridha dari Allah untuk memotivasi diri mereka bahwa tidak ada
pekerjaan yang mereka kerjakan kecuali atas kehendak Allah, dengan pemahaman agama
yang mereka miliki, akhirnya mereka bisa termotivasi untuk lebih membutuhkan keridhaan
Allah dalam setiap proses belajar mereka untuk keberhasilan yang lebih baik dan berkah.
Kecerdasaan spiritual yang dimiliki para siswa terkadang mempengaruhi kesadaraan
diri para siswa, sehingga para siswa kadang-kadang mengakui kelebihan dan kekurangan
yang mereka miliki untuk menjadi landasaan mereka untuk berserah diri kepada Allah. Dan
kesadaraan para siswa tentang kemampuan yang mereka miliki membuat mereka terkadang
meminta petunjuk hanya kepada Allah, karena mereka yakin bahwa hanya Allah tempat
meminta segala sesuatu yang mereka inginkan dan tempat untuk mengadu segala masalah
yang mereka hadapi dalam proses belajar yang mereka jalani.
Serta kedisiplinan yang dimiliki para siswa dalam mengatur waktu shalat dan bermain
terkadang mereka pergunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga sebagian dari siswa
Madrasah masih mau mengerjakan tanggung jawabnya sebagai seorang muslim yaitu
mengerjakan shalat lima waktu. Dan para siswa terkadang tidak menganggap remeh setiap
kewajiban dan tanggung jawab yang diberikan kepada gurunya atau pun orang lain, karena
ada sebagian dari siswa yang mengangap sebuah tanggung jawab sangat penting
dilakasanakan atau dijalankan untuk melatih siswa menjadi siswa yang mempunyai rasa
bertanggung jawab tinggi dalam setiap hal yang para siswa lakukan.
Kecerdasan sepiritual yang dimiliki para siswa terkadang pernah mempengaruhi diri
siswa dalam menghidupkan visi dan nilai saat peroses pembelajaran, sehinnga para siswa
kadang-kadang berdoa dan meminta kepada Allah agar tujuan yang mereka rencanakan dapat
membuahkan hasil yang menggembirakan. Dan para terkadang memperoleh semangat belajar
pada saat peroses pembelajaraan, dan saat sebelum belajar ada sebagian siswa yang terkadang
berdoa agar ilmu yang mereka peroleh, menjadi berkah buat mereka. Hal semacam ini hanya
kadang-kadang dilakukan para sebagian siswa, karaena mereka masih tidak tahu bahwa
pentingnya kecerdasaan sepiritual bagi kehidupan mereka.
Kecerdasan sepiritual yang dimiliki para siswa juga terkadang mempengaruhi mereka
dalam bersikap mandiri dan bertanggung jawab. Sehingga para siswa terkadang mau
mempertanggung jawab atas segala perbuatan yang para siswa lakuakan dan hal ini, hanya
kadang- kadang dilakukan oleh sebagian siswa. Dan para siswa juga terkadang
memperggunakan akal pikiran yang mereka miliki untuk mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan oleh gurunya, sehingga para siswa terkadang mereka senang mengerjakan tugas
yang diberikan oleh grunya dan malah mereka sama sekali tidak pernah mengerjakan tugas-
tugas yang diberikan oleh gurunya. Hal ini diakibatkan karena rasa mandiri dan tanggung
jawab yang dimiliki para siswa hanya kadang-kadang saja dilakukan para siswa sehingga
mereka terkadang mau meninggalkan tanggung jawab yang sudah diberikan, dan terkadang
mereka mau mengerjakan tanggung jawab yang sudah diberikan. Hal ini semua ini
dikarenakan sebagian para siswa tidak mengetahui betapa pentingnya kecerdasaan sepiritual
bagi diri mereka demi mencapai kesuksesan didalam dirinya.
Setelah kita lihat hasil jawaban dari para siswa diatas, kita ketahui bahwa jawaban
mereka sangat bervariasi dan bermacam-macam, meskipun rata-rata para siswa Madrasah
Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok jarang sekali menggunakan kecerdasan spirtuaalnya,
dalam memacu dan memotivasi semangat belajarnya, namun ada beberapa para siswa yang
menyatakan bahwa dirinya selalu mempergunakan kecerdasan sepritualnya dalam memacu
dan memotivasi dirinya untuk kesuksesan dalam belajar, dan ada juga beberapa siswa yang
menyatakan tidak pernah mempergunakan kecerdasan spiritualnya dalam memacu dan
memotivasi dirinya didalam proses pembelajaranya, dan ada juga beberapa siswa yang hanya
kadang-kadang mempergunakan kecerdasan spiritualnya untuk memacu dan memotivasi
dirinya didalam peoses pembelajaran. Hal ini adalah fakta yang terjadi Madrasah Tsanawiyah
se-Kecamatan Bahorok. Kesimpulannya, bahwa jawaban dari amsing-masing siwa sangat
bervariasi dan itu diketahui dari pertanyaan yang saya berikan kepada para siswa.
2. Kecerdasan Emosional.
Hasil penelitian kcerdesaaan emosional yang saya lakukan dimadrasah Tsanawiyah
se-Kecamatan Bahorok, yang saya peroleh dari 261 siswa Tsanawiyah yang ada dikecamatan
Bahorok dengan 40 pertayaan yang berikan yaitu berkaitan tentang mengenali diri,
mengelola emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan
dengan orang lain. Maka berdasarkan penelitiaan yang saya lakukan dapat diketahui bahwa
rata-rata siswa Tsanawiyah dikecamatan Bahorok juga jarang mengunakan kecerdasaan
emosionalnya dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan. Ini saya ketahui berdasarkan
pertayaan yang saya berikan kepada 261 siswa yang ada di Madrasah Tsanawiyah se-
Kecamatan Bahorok.
Di bawah ini respon atau tanggapan yang diberikan para siswa.
A. kecerdasaan emosional jarang mempengaruhi para siswa dalam mengenali
jati diri mereka.
berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Rasa kesetiakawanan yang saya miliki jarang sekali memberikan manfaat terhadap
perestasi belajar saya.
 Kendati dari segi kemampuan intelektual saya rendah, dan saya jarang sekali mencari
hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya jarang membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya meskipun saya
merasa bosan dalam belajar.
 Saya jarang memahami apa yang dijelaskan guru di kelas, namun saya malas
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

B. kecerdasaan emosional jarang mempengaruhi para siswa dalam mengelola


emosi mereka dalam belajar.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Saya jarang memanfaatkan semua potensi yang ada didalam diri saya secara
maksimal, Walupun orang lain berbuat salah terhadap diri saya dan saya tidak menceritakan
keburukan teman saya.
 Sebagai seorang siswa, saya jarang dapat mengatasi masalah yang saya hadapi,
apalagi mencari hal-hal baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya jarang dapat mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin
merosot, dan hati saya tidak akan bisa tenang ketika musibah datang menimpa saya.
 Saya jarang berusaha mempertahankan prestasi yang sudah saya peroleh pada smester
ini, tetapi saya berusaha untuk lebih baik lagi dan tidak larut dalam setiap masalah
yang saya hadapi.

C. kecerdasaan emosional jarang sekali mempengaruhi para siswa dalam


memotivasi diri mereka
berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 saya jarang mengenali diri saya sendiri dengan baik Ketika harus bersikap tenang
meskipun banyak masalah yang saya hadapi.
 Walaupun disekitar saya banyak yang berhasil dan sukses namun saya jarang
mengambil contoh kesuksesan dari orang lain.
 Saya jarang termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan orang-orang yang
sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas, apalagi ikut-ikutan unjuk
rasa ketika terjadi kenaikan SPP.

D. kecerdasaan emosional jarang mempengaruhi siswa dalam mengenali emosi


orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Dengan kemampuan yang saya miliki, saya jarang dapat mengenali emosi orang lain
dan memancing kemarahannya serta merasakan musibah yang menimpanya.
 ketika ada seorang teman yang satu kelas dengan saya terkena musibah saya jarang
sekali memberikan semangat dan dukungan kepada teman saya yang tertimpah
musibah.

E. Kecerdasaan emosional jarang mempengaruhi siswa dalam membangun


hubungan dengan orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa.
 Saya jarang sekali membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan saya, serta menjaga hubungan sudah saya jalani.
 Saya jarang sekali membangun kedekatan dengan orang lain meskipin itu dapat
meningkatkan prestasi saya.
 Saya jarang sekali membuat orang lain nyaman karena tingkah laku saya yang tidak
sopan, apalagi saya tidak mau membantu teman yang terkena musibah.
Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, dengan pertayaan yang saya berikan kepada
para siswa, yang berkaitan tentang mengenali diri, mengelola emosi, memotivasi diri,
mengenali emosi orang lain, membina hubungan dengan orang lain. Maka dapat kita
ketahui bahwa jawaban para siswa mengejutkan, karena banyak para siswa jarang
menggunakan kecerdasaan emosionalnya untuk meningkatkan minat belajar mereka
disekolah, selain mereka jarang mempergunakan kecerdasaan spiritualnya, para siswa
Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok juga jarang menggunakan kecerdasaan
emosional yang mereka miliki untuk memotivasi dan memacu diri mereka dalam
meningkatkan perestasi belajar. Hal ini dapat kita lihat dan dapat kita ketahui karna para
siswa menjawab bahwa kecerdasan emosional yang mereka miliki jarang mempengaruhi para
siswa dalam mengenali jati diri mereka, mereka masih dalam masa pencarian jati diri, dan
mereka tidak tahu jati diri mereka itu seperti apa, maka hal ini akan menyebabkan minat
belajar siswa itu berkurang, mereka lebih suka bermalas-malasan daripada harus belajar. Hal
ini disebabkan karena para siswa jarang sekali merasakan arti dari kesetiakawanan itu seperti
apa, dan apa guna dari rasa kesetiakawanan itu sehingga mereka tidak menemukan jati diri
mereka dalam rasa kesetiakawanan.
Dari para siswa juga memiliki kemampuan yang rendah, tetapi para siswa jarang mencari
hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka, ini disebabkan karena mereka
belum mengenal diri mereka sendiri, sehingga mereka tidak termotivasi dalam meningkatkan
prestasi belajar mereka, sebagai seorang guru kita harus mampu untuk mendidik mereka
dalam menemukan jati diri mereka dan mereka mempunyai semangat yang tinggi untuk
meraih masa depan mereka yang lebih baik lagi.
Ada juga dari para siswa yang jarang membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya
meskipun disaat mereka lagi bosan dalam belajar, sikap ini sangat baik untuk dicontoh siswa
lain, karena sebagian siswa sudah menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam mencari jati
dirinya untuk meningkatkan presta belajarnya. Ini di sebabkan karena, para siswa sudah
berikir dewasa dalam hidupnya, mereka mampu mengatur emosional mereka saat belajar,
meskipun teman-teman mereka yang lain mengganggu mereka saat proses belajar.
Para siswa ada juga yang jarang memanfaatkan semua potensi yang mereka miliki tetapi
mereka mampu mengelola emosi mereka saat teman mereka berbuat salah kepada mereka
dan mereka tidak akan menceritakan keburukan temannya kepada orang lain, maka dapat kita
ketahui bahwa siswa yang dapat mengelola emosinya saat belajar sangat mempengaruhi hasil
belajarnya, tetapi mereka juga memiliki kelemahan, yaitu mereka tidak mau memanfaatkan
semua potensi yang mereka miliki, ini disebabkan karena mereka belum memiliki keberanian
ataupun belum mengenal jati diri mereka dalam mensosialisasikan kecerdasan emosional
dalam meningkatkan prestasi belajar mereka.
Sebagian sisa juga jarang dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi, apalagi disuruh
guru untuk mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka. Ini disebabkan
karena, mereka belum berfikir secara dewasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah
apapun yang mereka hadapi, dan mereka juga belum bisa menemukan jati diri mereka
seutuhnya, mereka masih ingin di bimbing oleh orang tu, guru maupun teman yang bisa
merubah sikapnya menjadi seorang yang lebih dewasa dan mampu menghadapi setiap
masalah yang menimpanya. Dan para siswa juga malas mencari hal-hal yang baru untuk
menunjang prstasi belajar mereka, ini disebabkan karena sifat manja mereka belum hilang,
dan jiwa mandiri mereka belum tertanam dalam diri mereka, sebagai seorang ruru kita harus
mampu menrubah dunia mereka menjadi lebih indah dengan prestai yang mereka capai
dengan menggembirakan.
Para siswa juga jarang dapat mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin
merosot, dan hati mereka tidak bisa tenang ketika musibah datang menimpa mereka, jawaban
ini sangat mengejutkan sekali, karena ini adalah hal besar yang terjadi dibangku Madrasah.
Hal ini disebabkan kecerdasan emosional yang dimilikipara siswa tidak mereka gunakan
dengan baik, dan mereka belum bisa berfikir yang lebih dewasa tentang pentingnya sikap
dewasa saat menghadapi musibah, sebagai seorang guru kita harus mampu melatih otak
mereka dalam menghadapi musibah yang akan menimpa hidup mereka.
Sebagian siswa jarang mengenali dirinya sendiri dengan baik apalagi ketika harus
bersikap tenang meskipun banyank masalah yang mereka hadapi. Hal ini dikarenakan, para
siswa masih jarang menggunakan kecerdasan emosional mereka dalam memotivasi diri
mereka ketika menghadapi suatu masalah dalam hidup mereka, apalgi sikap mereka yang
masih ingin bermain tanpa berfikir dewasa, disaat mendapatkan musibah pasti hati mereka
tidak akan pernah tenang, karena mereka tidak membiasakan fikiran mereka untuk dewasa
dan memotivasi diri mereka dalam sikap kedewasaa. Meskipun mereka tahu bahwa,
kecerdasan emosional dalam memotivasi diri sangat dibutuhkan dalam memacu mereka
untuk belajar.
Para siswa juga jarang mengambil contoh kesuksesan orang-orang disekitar mereka,
padahal mereka tahu hidup sukses itu menggembirakan. Hal ini disebabkan kecerdasan
emosional yang ada pada mereka belum mereka gunakan dengan semaksimal mungkin,
sehingga mereka menganggap kesuksesan itu hal yang biasa, hal yang dimiliki oleh semua
manusia, hal yang merupakan takdir dari Allah, pemikiran para siswa inilah yang
menyebabkan mereka gagal dalam memotivasi diri mereka dalam memacu dan meningkatkan
hasil belajar mereka.
Ada juga sebagian siswa jarang termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan
orang-orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas, apalagi ikut-ikutan
unjuk rasa ketika terjadi kenaikan SPP. Dapat kita lihat dan kita ketahui bahwa pemikiran
siswa yang seperti ini sangat awam bahkan tertingggal, karena mereka jarang termotivasi
untuk sukses dan mereka memilih untuk diam tanpa ada perubahan sedikit pun mereka belum
mengembangkan sikap keingin tahuan mereka dalam proses belajar, mereka jarang
menampilkan diri mereka didepan kelas, meskipun sebenarnya mereka memiliki kemampuan
untuk bersaing.
Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka jarang dapat mengenali emosi orang
lain dan memancing kemarahan teman mereka serta merasakan musibah yang menimpa
teman mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang tidak mau mengembangkan
kecerdasan emosional yang mereka miliki, padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa
kecerdasan emosional dalam mengenali emosi orang lain dapat meningkatkan motivasi
mereka saat belajar. Dan dapat kita ketahui bahwa penyebabnya adalah mereka jarang
berbagi dengan teman mereka, mereka jarang berdikusi, jarang saling memperhatikan dan
jarang saling mengerti kelemahan dan kekurangan sesama teman sehingga mereka jarang
mengetahui kemapuan teman-teman mereka yang seharusnya bisa saling berbagi pada saat
belajar agar proses belajar aman dan nyaman.
Para siswa jarang memberikan semangat dan dukungan kepada teman mereka yang
tertimpa musibah meskipun itu teman satu kelas mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa
yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, padahal mereka
mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam Hal ini disebabkan oleh para siswa
yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, padahal mereka
mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam mengenali emosi orang lain dapat
meningkatkan motivasi mereka saat belajar dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar.
Para siswa tidak peduli dengan sesamanya, sehingga proses belajar di ruang kelas tidak akan
tercipta dengan nyaman. Karena itu, sebagai seorang guru harus mampu menyatukan siswa
dalam meningkatkan nmotivasi belajar mereka.
Para siswa jarang membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan mereka, serta menjaga hubungan yang sudah mereka jalani. Hal ini disebabkan
oleh para siswa yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki,
padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina
hubungan dengan orang lain dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar. Hal ini
dikarenakan, pemikiran para siswa belum dewasa untuk menjalin hubungan dengan sesama
mereka, mereka berfikir bahwa mereka mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain
dan mereka bahkan jarang menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan
mereka, padahal menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan kita kan semakin
menambah ilmu kita, tetapi para siswa belum menyadari hal itu, maka pemikiran siswa yang
seperti ini akan tertinggal dengan teman yang lainnya.
Sebagian siswa jarang sekali membangun kedekatan dengan orang lain meskipin itu dapat
meningkatkan prestasi mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang tidak mau
mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, padahal mereka mengerti akan
hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina hubungan dengan orang lain dapat
meningkatkan motivasi mereka saat belajar, para siswa jarang menambah teman-temannya,
karena pemikiran mereka masih terbilang awam, mereka hanya berteman dengan orang-orang
yang mereka kenal, meskipun mereka tahu bahwa, berteman dan menjalin hubungan dengan
orang banyak akan meningkatkan prestasi belajar kita, karena kita kan mendapatkan
pengetahuan dan pelajaran dari orang yang baru kita kenal, tetapi pemikiran para siswa tidak
seperti itu, sehingga pengetahuan mereka selalu tertunggal dengan teman yang lainnya.
Para siswa jarang sekali membuat orang lain nyaman karena tingkah laku mereka yang
tidak sopan, apalagi mereka tidak mau membantu teman yang terkena musibah. Dari jawaban
ini kita ambil kesimpulan bahwa, para siswa jarang menggunakan kecerdasan emosioanalnya
untuk melakukan hubungan dengan orang lain, rasa kekerabatan mereka masih kurang dan
pemikiran mereka masih terlalu anak-anak, sehingga mereka merasa kesulitan untuk
menerima orang baru dalam hidup mereka, mereka belum siap dengan orang baru yang akan
mereka jadikan sebagai motivasi mereka dalam belajar, karena mereka jarang bersosialisasi
dengan teman sebaya mereka, apalagi ikut serta dalam meringankn beban yang dihadapi oleh
temannya, mereka belum mampu memberikan solusi atas hal itu.
Dapat dilihat dan disimpulaka dari seluruh jawaban para siswa bahwa, para siwa
Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok jarang menggunakan kecerdasan
emosionalnya terutama dalam berinteraksi terhadap sesama siswa demi menunjang semangat
belajar mereka, namun dari data yang saya peroleh bahwa jawaban para siswa sangat
bervariatif atau bermacam-macam, hal ini dapat diketahui bahwa ada sebagian siswa yang
selalu mempergunakan kecerdasaan emosionalnya untuk memacu semangat belajarnya dan
hal ini dapat diketahui berdasarkan respon atau tanggapan yang diberikan para siswa.
A. kecerdasaan emosional selalu mempengaruhi para siswa dalam mengenali jati
diri mereka.
berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Rasa kesetiakawanan yang saya miliki selalu memberikan manfaat terhadap perestasi
belajar saya.
 Kendati dari segi kemampuan intelektual saya rendah, dan saya selalu mencari hal-hal
yang baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya selalu membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya jika saya merasa
bosan dalam belajar.
 Saya selalu memahami apa yang dijelaskan guru di kelas, namun saya malas
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

B. kecerdasaan emosional selalu mempengaruhi para siswa dalam mengelola emosi


mereka dalam belajar.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Saya selalu memanfaatkan semua potensi yang ada didalam diri saya secara
maksimal, Walupun orang lain berbuat salah terhadap diri saya dan saya tidak menceritakan
keburukan teman saya.
 Sebagai seorang siswa, saya selalu dapat mengatasi masalah yang saya hadapi,
apalagi mencari hal-hal baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya selalu mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin merosot, tetapi
hati saya tidak akan bisa tenang ketika musibah datang menimpa saya.
 Saya selalu berusaha mempertahankan prestasi yang sudah saya peroleh pada smester
ini, dan saya berusaha untuk lebih baik lagi dan tidak larut dalam setiap masalah yang
saya hadapi.

C. kecerdasaan emosional selalu sekali mempengaruhi para siswa dalam


memotivasi diri mereka
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 saya selau mengenali diri saya sendiri dengan baik Ketika harus bersikap tenang
meskipun banyak masalah yang saya hadapi.
 Walaupun disekitar saya banyak yang berhasil dan sukses dan saya selau mengambil
contoh kesuksesan dari orang lain.
 Saya selalu termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan orang-orang yang
sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas.

D. kecerdasaan emosional selalu mempengaruhi siswa dalam mengenali emosi


orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Dengan kemampuan yang saya miliki, saya selau dapat mengenali emosi orang lain
dan memancing kemarahannya serta merasakan musibah yang menimpanya.
 ketika ada seorang teman yang satu kelas dengan saya terkena musibah saya selalu
memberikan semangat dan dukungan kepada teman saya yang tertimpah musibah.

E. Kecerdasaan emosional selalu mempengaruhi siswa dalam membangun


hubungan dengan orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa.
 Saya selalu sekali membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan saya, serta menjaga hubungan sudah saya jalani.
 Saya selau sekali membangun kedekatan dengan orang lain meskipin itu dapat
meningkatkan prestasi saya.
 Saya selalu sekali membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku saya yang tidak
sopan, apalagi saya tidak mau membantu teman yang terkena musibah.

Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, dengan pertayaan yang saya berikan kepada
para siswa, yang berkaitan tentang mengenali diri, mengelola emosi, memotivasi diri,
mengenali emosi orang lain, membina hubungan dengan orang lain. Maka dapat kita
ketahui bahwa jawaban para siswa sangat menyenangkan hati saya, karena banyak para
siswa selalu menggunakan kecerdasaan emosionalnya untuk meningkatkan minat belajar
mereka disekolah, selain itu, mereka sering mempergunakan kecerdasaan spiritualnya, para
siswa Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok juga selau menggunakan kecerdasaan
emosional yang mereka miliki untuk memotivasi dan memacu diri mereka dalam
meningkatkan perestasi belajar. Hal ini dapat kita lihat dan dapat kita ketahui kaerna para
siswa menjawab bahwa kecerdasan emosional yang mereka miliki selalu mempengaruhi para
siswa dalam mengenali jati diri mereka, mereka masih dalam masa pencarian jati diri, dan
mereka tidak tahu jati diri mereka itu seperti apa, tetapi para siswa selalu belajar untuk
mencari jati diri mereka yang sesungguhnya, maka hal ini akan menyebabkan minat belajar
siswa itu bertambah, mereka lebih suka bergaul sesama teman dan belajar kelompok. Hal ini
disebabkan karena para siswa selalu merasakan arti dari kesetiakawanan itu seperti apa, dan
mereka tahu guna dari rasa kesetiakawanan itu sehingga mereka menemukan jati diri mereka
dalam rasa kesetiakawanan.
Dari para siswa juga memiliki kemampuan yang rendah, tetapi para siswa selalu mencari
hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka, ini disebabkan karena mereka
sudah mengenal diri mereka sendiri, sehingga mereka termotivasi dalam meningkatkan
prestasi belajar mereka, sebagai seorang guru kita harus terus mendidik mereka dalam
meningkatkan jati diri mereka dan mereka tetap mempunyai semangat yang tinggi untuk
meraih masa depan mereka yang lebih baik lagi.
Ada juga dari para siswa yang selalu membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya
jika disaat mereka lagi bosan dalam belajar, sikap ini sangat tidak baik untuk dicontoh siswa
yang lain, karena sebagian siswa sudah menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam
mencari jati dirinya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Ini di sebabkan karena, para
siswa sudah belum berfikir dewasa dalam hidupnya, mereka tidak mampu mengatur
emosional mereka saat belajar, disaat teman-teman mereka yang lain mengganggu mereka
saat proses belajar.
Para siswa ada juga yang selalu memanfaatkan semua potensi yang mereka miliki dan
mereka mampu mengelola emosi mereka saat teman mereka berbuat salah kepada mereka
dan mereka tidak akan menceritakan keburukan temannya kepada orang lain, maka dapat kita
ketahui bahwa siswa yang dapat mengelola emosinya saat belajar sangat mempengaruhi hasil
belajarnya, dan mereka juga memiliki kelebihan, yaitu mereka selalu memanfaatkan semua
potensi yang mereka miliki, ini disebabkan karena mereka memiliki keberanian ataupun
sudah mengenal jati diri mereka dalam mensosialisasikan kecerdasan emosional untuk
meningkatkan prestasi belajar mereka.
Sebagian sisa juga selalu dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi, apalagi disuruh
guru untuk mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka. Ini disebabkan
karena, mereka sudah berfikir secara dewasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah
apapun yang mereka hadapi, dan mereka juga sudah mampu menemukan jati diri mereka
seutuhnya, tetapi mereka masih ingin di bimbing oleh orang tua, guru maupun teman yang
bisa mempertahankan sikapnya menjadi seorang yang lebih dewasa dan mampu menghadapi
setiap masalah yang menimpanya. Dan para siswa juga malas mencari hal-hal yang baru
untuk menunjang prstasi belajar mereka, ini disebabkan karena sifat manja mereka belum
hilang, dan jiwa mandiri mereka belum tertanam dalam diri mereka, sebagai seorang ruru kita
harus mampu menrubah dunia mereka menjadi lebih indah dengan prestai yang mereka capai
dengan menggembirakan.
Para siswa juga selalu dapat mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin
merosot, dan hati mereka tidak bisa tenang ketika musibah datang menimpa mereka. Hal ini
disebabkan kecerdasan emosional yang dimiliki para siswa sudah mereka gunakan dengan
baik, dan mereka sudah bisa berfikir yang lebih dewasa tentang pentingnya sikap dewasa saat
menghadapi musibah, sebagai seorang guru kita harus mampu melatih otak mereka dalam
menghadapi musibah yang akan menimpa hidup mereka dan menjadikan mereka siswa yang
cerdas.
Sebagian siswa selalu mengenali dirinya sendiri dengan baik apalagi ketika harus
bersikap tenang meskipun banyak masalah yang mereka hadapi. Hal ini dikarenakan, para
siswa selalu menggunakan kecerdasan emosional mereka dalam memotivasi diri mereka
ketika menghadapi suatu masalah dalam hidup mereka, sikap mereka yang yang sudah
dewasa ini, ketika mendapatkan musibah pasti hati mereka tidak akan pernah tenang, karena
mereka selalu membiasakan fikiran mereka untuk dewasa dan memotivasi diri mereka dalam
sikap kedewasaan.
Para siswa juga selalu mengambil contoh kesuksesan orang-orang disekitar mereka,
karena mereka tahu hidup sukses itu menggembirakan. Hal ini disebabkan kecerdasan
emosional yang ada pada mereka sudah mereka gunakan dengan semaksimal mungkin,
sehingga mereka menganggap kesuksesan itu hal yang luar biasa, pemikiran para siswa inilah
yang menyebabkan mereka berhasil dalam memotivasi diri mereka dalam memacu dan
meningkatkan hasil belajar mereka.
Ada juga sebagian siswa selalu termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan
orang-orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas. Dapat kita lihat
dan kita ketahui bahwa pemikiran siswa yang seperti ini sangat cerdas, karena mereka selalu
termotivasi untuk sukses dan mereka memilih untuk bekerja keras untuk merubah cara
berfikir mereka, dan mereka sudah mampu mengembangkan sikap keingin tahuan mereka
dalam proses belajar, mereka selalu menampilkan diri mereka didepan kelas untuk
keberhasilan mereka.
Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka selalu dapat mengenali emosi orang lain
dan memancing kemarahan teman mereka serta merasakan musibah yang menimpa teman
mereka. Hal ini disebabkan para siswa yang mau mengembangkan kecerdasan emosional
yang mereka miliki, padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional
dalam mengenali emosi orang lain dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar. Dan
dapat kita ketahui bahwa penyebabnya adalah mereka selalu berbagi dengan teman mereka,
mereka selalu berdiskusi, selalu saling memperhatikan dan selalu saling mengerti kelemahan
dan kekurangan sesama teman sehingga mereka selalu mengetahui kemapuan teman-teman
mereka yang bisa saling berbagi pada saat belajar agar proses belajar aman dan nyaman.
Para siswa selalu memberikan semangat dan dukungan kepada teman mereka yang
tertimpa musibah meskipun itu teman satu kelas mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa
yang mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, dan mereka mengerti.
Para siswa selalu peduli dengan sesamanya, sehingga proses belajar di ruang kelas akan
tercipta dengan nyaman.
Para siswa jarang membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan mereka, serta menjaga hubungan yang sudah mereka jalani. Hal ini disebabkan
oleh para siswa yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki,
padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina
hubungan dengan orang lain dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar. Hal ini
dikarenakan, pemikiran para siswa belum dewasa untuk menjalin hubungan dengan sesama
mereka, mereka berfikir bahwa mereka mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain
dan mereka bahkan jarang menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan
mereka, padahal menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan kita kan semakin
menambah ilmu kita, tetapi para siswa belum menyadari hal itu, maka pemikiran siswa yang
seperti ini akan tertinggal dengan teman yang lainnya.
Sebagian siswa selalu membangun kedekatan dengan orang lain dan itu dapat
meningkatkan prestasi mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang mau
mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, karena mereka mengerti akan
hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina hubungan dengan orang lain dapat
meningkatkan motivasi mereka saat belajar, para siswa selalu menambah teman-temannya,
karena pemikiran mereka sudah dewasa.
Para siswa selalu membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku mereka yang tidak
sopan, apalagi mereka tidak mau membantu teman yang terkena musibah. Dari jawaban ini
kita ambil kesimpulan bahwa, para siswa selalu menggunakan kecerdasan emosioanalnya
untuk melakukan hubungan dengan orang lain, rasa kekerabatan mereka masih ada dan
pemikiran mereka sudah mulai dewasa, sehingga mereka tidak kesulitan untuk menerima
orang baru dalam hidup mereka, mereka sudah siap dengan orang baru yang akan mereka
jadikan sebagai motivasi mereka dalam belajar, karena mereka selalu bersosialisasi dengan
teman sebaya mereka, apalagi ikut serta dalam meringankan beban yang dihadapi oleh
temannya, mereka sudah mampu memberikan solusi atas hal itu.
Dapat dilihat dan disimpulakan dari seluruh jawaban para siswa bahwa, para siwa
Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok selalu menggunakan kecerdasan emosionalnya
terutama dalam berinteraksi terhadap sesama siswa demi menunjang semangat belajar
mereka, namun dari data yang saya peroleh bahwa jawaban para siswa sangat bervariatif atau
bermacam-macam, hal ini dapat diketahui bahwa ada sebagian siswa yang tidak pernah
mempergunakan kecerdasaan emosionalnya untuk memacu semangat belajarnya dan hal ini
dapat diketahui berdasarkan respon atau tanggapan yang diberikan para siswa.

A. kecerdasaan emosional tidak pernah mempengaruhi para siswa dalam


mengenali jati diri mereka.
berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Rasa kesetiakawanan yang saya miliki tidak pernah memberikan manfaat terhadap
perestasi belajar saya.
 Kendati dari segi kemampuan intelektual saya rendah, dan saya tidak pernah mencari
hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya tidak pernah membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya jika saya
merasa bosan dalam belajar.
 Saya tidak pernah memahami apa yang dijelaskan guru di kelas, dan saya juga malas
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.

B. kecerdasaan emosional tidak pernah mempengaruhi para siswa dalam


mengelola emosi mereka dalam belajar.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Saya tidak pernah memanfaatkan semua potensi yang ada didalam diri saya secara
maksimal, walupun orang lain berbuat salah terhadap diri saya dan saya tidak menceritakan
keburukan teman saya.
 Sebagai seorang siswa, saya tidak dapat dapat mengatasi masalah yang saya hadapi,
apalagi mencari hal-hal baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya tidak pernah mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin
merosot, tetapi hati saya tidak akan bisa tenang ketika musibah datang menimpa saya.
 Saya tidak pernah berusaha mempertahankan prestasi yang sudah saya peroleh pada
smester ini, meskipun saya berusaha untuk lebih baik lagi dan tidak larut dalam setiap
masalah yang saya hadapi.

C. kecerdasaan emosional tidak pernah sekali mempengaruhi para siswa dalam


memotivasi diri mereka
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 saya tidak pernah mengenali diri saya sendiri dengan baik dan ketika harus bersikap
tenang meskipun banyak masalah yang saya hadapi.
 Walaupun disekitar saya banyak yang berhasil dan sukses dan saya tidak pernah
mengambil contoh kesuksesan dari orang lain.
 Saya tidak pernah termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan orang-
orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas.

D. kecerdasaan emosional tidak pernah mempengaruhi siswa dalam mengenali


emosi orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Dengan kemampuan yang saya miliki, saya tidak pernah dapat mengenali emosi orang
lain dan memancing kemarahannya serta merasakan musibah yang menimpanya.
 ketika ada seorang teman yang satu kelas dengan saya terkena musibah saya tidak
pernah memberikan semangat dan dukungan kepada teman saya yang tertimpah
musibah.

E. Kecerdasaan emosional tidak pernah mempengaruhi siswa dalam


membangun hubungan dengan orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa.
 Saya tidak pernah membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan saya, serta menjaga hubungan sudah saya jalani.
 Saya tidak pernah sekali membangun kedekatan dengan orang lain meskipin itu dapat
meningkatkan prestasi saya.
 Saya tidak pernah membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku saya yang
tidak sopan, apalagi saya tidak mau membantu teman yang terkena musibah.
Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, dengan pertayaan yang saya berikan kepada
para siswa, yang berkaitan tentang mengenali diri, mengelola emosi, memotivasi diri,
mengenali emosi orang lain, membina hubungan dengan orang lain. Maka dapat kita
ketahui bahwa jawaban para siswa sangat mengejutkan, karena banyak para siswa tidak
pernah menggunakan kecerdasaan emosionalnya untuk meningkatkan minat belajar mereka
disekolah, selain itu, mereka tidak pernah mempergunakan kecerdasaan spiritualnya, para
siswa Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok juga tidak pernah menggunakan
kecerdasaan emosional yang mereka miliki untuk memotivasi dan memacu diri mereka dalam
meningkatkan perestasi belajar. Hal ini dapat kita lihat dan dapat kita ketahui karena para
siswa menjawab bahwa kecerdasan emosional yang mereka miliki tidak pernah
mempengaruhi para siswa dalam mengenali jati diri mereka, mereka masih dalam masa
pencarian jati diri, dan mereka tidak tahu jati diri mereka itu seperti apa, tetapi para siswa
tidak pernah belajar untuk mencari jati diri mereka yang sesungguhnya, maka hal ini akan
menyebabkan minat belajar siswa itu berkurang, mereka lebih suka bermain tanpa
memikirkan pelajaran. Hal ini disebabkan karena para siswa tidak pernah merasakan arti dari
kesetiakawanan itu seperti apa, dan mereka tidak tahu guna dari rasa kesetiakawanan itu
sehingga mereka tidak menemukan jati diri mereka dalam rasa kesetiakawanan.
Dari para siswa juga memiliki kemampuan yang rendah, dani para siswa tidak pernah
mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka, ini disebabkan karena
mereka tidak mengenal diri mereka sendiri, sehingga mereka tidak termotivasi dalam
meningkatkan prestasi belajar mereka, sebagai seorang guru kita harus terus mendidik
mereka dalam meningkatkan jati diri mereka dan mereka tetap mempunyai semangat yang
tinggi untuk meraih masa depan mereka yang lebih baik lagi.
Ada juga dari para siswa yang tidak pernah membalas kekasaran yang dilakukan oleh
temannya jika disaat mereka lagi bosan dalam belajar, sikap ini sangat baik untuk dicontoh
siswa yang lain, karena sebagian siswa sudah menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam
mencari jati dirinya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Ini di sebabkan karena, para
siswa sudah berfikir dewasa dalam hidupnya, mereka mampu mengatur emosional mereka
saat belajar, disaat teman-teman mereka yang lain mengganggu mereka saat proses belajar.
Para siswa ada juga yang tidak pernah memanfaatkan semua potensi yang mereka miliki
dan mereka mampu mengelola emosi mereka saat teman mereka berbuat salah kepada
mereka dan mereka tidak akan menceritakan keburukan temannya kepada orang lain, maka
dapat kita ketahui bahwa siswa yang dapat mengelola emosinya saat belajar sangat
mempengaruhi hasil belajarnya, dan mereka juga memiliki kelemahan, yaitu mereka tidak
pernah memanfaatkan semua potensi yang mereka miliki, ini disebabkan karena mereka tidak
memiliki keberanian ataupun belum mengenal jati diri mereka dalam mensosialisasikan
kecerdasan emosional untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.
Sebagian sisa juga tidak pernah dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi, apalagi
disuruh guru untuk mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka. Ini
disebabkan karena, mereka belum berfikir secara dewasa bahwa mereka mampu mengatasi
masalah apapun yang mereka hadapi, dan mereka juga belum mampu menemukan jati diri
mereka seutuhnya. Dan para siswa juga malas mencari hal-hal yang baru untuk menunjang
prestasi belajar mereka, ini disebabkan karena sifat manja mereka belum hilang, dan jiwa
mandiri mereka belum tertanam dalam diri mereka, sebagai seorang ruru kita harus mampu
menrubah dunia mereka menjadi lebih indah dengan prestai yang mereka capai dengan
menggembirakan.
Para siswa juga tidak pernah dapat mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan
makin merosot, dan hati mereka tidak bisa tenang ketika musibah datang menimpa mereka.
Hal ini disebabkan kecerdasan emosional yang dimiliki para siswa belum mereka gunakan
dengan baik, dan mereka belum bisa berfikir yang lebih dewasa tentang pentingnya sikap
dewasa saat menghadapi musibah, sebagai seorang guru kita harus mampu melatih otak
mereka dalam menghadapi musibah yang akan menimpa hidup mereka dan menjadikan
mereka siswa yang cerdas.
Sebagian siswa tidak pernah mengenali dirinya sendiri dengan baik apalagi ketika harus
bersikap tenang meskipun banyak masalah yang mereka hadapi. Hal ini dikarenakan, para
siswa tidak pernah menggunakan kecerdasan emosional mereka dalam memotivasi diri
mereka ketika menghadapi suatu masalah dalam hidup mereka, sikap mereka yang yang
belum dewasa ini, ketika mendapatkan musibah pasti hati mereka tidak akan pernah tenang,
karena mereka tidak pernah membiasakan fikiran mereka untuk dewasa dan memotivasi diri
mereka dalam sikap kedewasaan.
Para siswa juga tidak pernah mengambil contoh kesuksesan orang-orang disekitar
mereka, meskipun mereka tahu hidup sukses itu menggembirakan. Hal ini disebabkan
kecerdasan emosional yang ada pada mereka belum mereka gunakan dengan semaksimal
mungkin, sehingga mereka menganggap kesuksesan itu hal yang biasa, pemikiran para siswa
inilah yang menyebabkan mereka gagal dalam memotivasi diri mereka dalam memacu dan
meningkatkan hasil belajar mereka.
Ada juga sebagian siswa tidak pernah termotivasi ketika membaca latar belakang
pendidikan orang-orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas. Dapat
kita lihat dan kita ketahui bahwa pemikiran siswa yang seperti ini sangat tertinggal, karena
mereka tidak pernah termotivasi untuk sukses dan mereka memilih untuk bermalas-malasan
dan tidak mau merubah cara berfikir mereka, dan mereka belum mampu mengembangkan
sikap keingin tahuan mereka dalam proses belajar, mereka tidak pernah menampilkan diri
mereka didepan kelas untuk keberhasilan mereka.
Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka tidak pernah dapat mengenali emosi
orang lain dan memancing kemarahan teman mereka serta merasakan musibah yang
menimpa teman mereka. Hal ini disebabkan para siswa yang tidak mau mengembangkan
kecerdasan emosional yang mereka miliki, padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa
kecerdasan emosional dalam mengenali emosi orang lain dapat meningkatkan motivasi
mereka saat belajar. Dan dapat kita ketahui bahwa penyebabnya adalah mereka tidak pernah
berbagi dengan teman mereka, mereka tidak pernah berdiskusi, tidak pernah saling
memperhatikan dan tidak pernah saling mengerti kelemahan dan kekurangan sesama teman
sehingga, mereka tidak pernah mengetahui kemapuan teman-teman mereka yang bisa saling
berbagi pada saat belajar agar proses belajar aman dan nyaman.
Para siswa tidak pernah memberikan semangat dan dukungan kepada teman mereka yang
tertimpa musibah meskipun itu teman satu kelas mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa
yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, dan mereka
belum mengerti. Para siswa tidak pernah peduli dengan sesamanya, sehingga proses belajar di
ruang kelas tidak akan tercipta dengan nyaman.
Para siswa tidak pernah membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan mereka, serta menjaga hubungan yang sudah mereka jalani. Hal ini disebabkan
oleh para siswa yang tidak mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki,
padahal mereka mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina
hubungan dengan orang lain dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar. Hal ini
dikarenakan, pemikiran para siswa belum dewasa untuk menjalin hubungan dengan sesama
mereka, mereka berfikir bahwa mereka mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain
dan mereka bahkan jarang menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan
mereka, padahal menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan kita kan semakin
menambah ilmu kita, tetapi para siswa belum menyadari hal itu, maka pemikiran siswa yang
seperti ini akan tertinggal dengan teman yang lainnya.
Sebagian siswa tidak pernah membangun kedekatan dengan orang lain dan itu dapat
meningkatkan prestasi mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang tidak mau
mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, karena mereka belum mengerti
akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina hubungan dengan orang lain dapat
meningkatkan motivasi mereka saat belajar, para siswa selalu menambah teman-temannya,
karena pemikiran mereka sudah dewasa.
Para siswa tidak pernah membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku mereka yang
tidak sopan, apalagi mereka tidak mau membantu teman yang terkena musibah. Dari jawaban
ini kita ambil kesimpulan bahwa, para siswa tidak pernah menggunakan kecerdasan
emosioanalnya untuk melakukan hubungan dengan orang lain, rasa kekerabatan mereka
sudah tdak ada dan pemikiran mereka belum dewasa, sehingga mereka merasa kesulitan
untuk menerima orang baru dalam hidup mereka, mereka sudah siap dengan orang baru yang
akan mereka jadikan sebagai motivasi mereka dalam belajar, karena mereka selalu
bersosialisasi dengan teman sebaya mereka, apalagi ikut serta dalam meringankan beban
yang dihadapi oleh temannya, mereka sudah mampu memberikan solusi atas hal itu.
Dapat dilihat dan disimpulakan dari seluruh jawaban para siswa bahwa, para siwa
Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok tidak pernah menggunakan kecerdasan
emosionalnya terutama dalam berinteraksi terhadap sesama siswa demi menunjang semangat
belajar mereka, namun dari data yang saya peroleh bahwa jawaban para siswa sangat
bervariatif atau bermacam-macam, hal ini dapat diketahui bahwa ada sebagian siswa yang
kadang-kadang mempergunakan kecerdasaan emosionalnya untuk memacu semangat
belajarnya dan hal ini dapat diketahui berdasarkan respon atau tanggapan yang diberikan para
siswa.
A. kecerdasaan emosional kadang-kadang mempengaruhi para siswa dalam
mengenali jati diri mereka.
berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Rasa kesetiakawanan yang saya miliki kadang-kadang memberikan manfaat terhadap
perestasi belajar saya.
 Kendati dari segi kemampuan intelektual saya rendah, dan saya kadang-kadang
mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya kadang-kadang membalas kekasaran yang dilakukan oleh temannya jika saya
merasa bosan dalam belajar.
 Saya kadang-kadang memahami apa yang dijelaskan guru di kelas, dan saya juga
malas mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru.
B. kecerdasaan emosional kadang-kadang mempengaruhi para siswa dalam
mengelola emosi mereka dalam belajar.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Saya kadang-kadang memanfaatkan semua potensi yang ada didalam diri saya secara
maksimal, walupun orang lain berbuat salah terhadap diri saya dan saya tidak menceritakan
keburukan teman saya.
 Sebagai seorang siswa, saya kadang-kadang dapat mengatasi masalah yang saya
hadapi, apalagi mencari hal-hal baru untuk menunjang keberhasilan saya.
 Saya kadang-kadang mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan makin
merosot, tetapi hati saya tidak akan bisa tenang ketika musibah datang menimpa saya.
 Saya kadang-kadang berusaha mempertahankan prestasi yang sudah saya peroleh
pada smester ini, meskipun saya berusaha untuk lebih baik lagi dan tidak larut dalam
setiap masalah yang saya hadapi.

C. kecerdasaan emosional kadang-kadang mempengaruhi para siswa dalam


memotivasi diri mereka
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 saya kadang-kadang mengenali diri saya sendiri dengan baik dan ketika harus
bersikap tenang meskipun banyak masalah yang saya hadapi.
 Walaupun disekitar saya banyak yang berhasil dan sukses dan saya kadang-kadang
mengambil contoh kesuksesan dari orang lain.
 Saya kadang-kadang termotivasi ketika membaca latar belakang pendidikan orang-
orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas.

D. kecerdasaan emosional kadang-kadang mempengaruhi siswa dalam mengenali


emosi orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa:
 Dengan kemampuan yang saya miliki, saya kadang-kadang dapat mengenali emosi
orang lain dan memancing kemarahannya serta merasakan musibah yang
menimpanya.
 ketika ada seorang teman yang satu kelas dengan saya terkena musibah saya kadang-
kadang memberikan semangat dan dukungan kepada teman saya yang tertimpah
musibah.
E. Kecerdasaan emosional kadang-kadang mempengaruhi siswa dalam
membangun hubungan dengan orang lain.
Berikut ini adalah jawaban dari para siswa.
 Saya kadang-kadang membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan saya, serta menjaga hubungan sudah saya jalani.
 Saya kadang-kadang membangun kedekatan dengan orang lain meskipin itu dapat
meningkatkan prestasi saya.
 Saya kadang-kadang membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku saya yang
tidak sopan, apalagi saya tidak mau membantu teman yang terkena musibah.

Maka berdasarkan jawaban para siswa diatas, dengan pertayaan yang saya berikan kepada
para siswa, yang berkaitan tentang mengenali diri, mengelola emosi, memotivasi diri,
mengenali emosi orang lain, membina hubungan dengan orang lain. Maka dapat kita
ketahui bahwa jawaban para siswa sangat mengejutkan, karena banyak para siswa kadang-
kadang menggunakan kecerdasaan emosionalnya untuk meningkatkan minat belajar mereka
disekolah, selain itu, mereka tidak pernah mempergunakan kecerdasaan spiritualnya, para
siswa Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Bahorok juga kadang-kadang menggunakan
kecerdasaan emosional yang mereka miliki untuk memotivasi dan memacu diri mereka dalam
meningkatkan perestasi belajar. Hal ini dapat kita lihat dan dapat kita ketahui karena para
siswa menjawab bahwa kecerdasan emosional yang mereka miliki kadang-kadang
mempengaruhi para siswa dalam mengenali jati diri mereka, mereka masih dalam masa
pencarian jati diri, dan mereka tidak tahu jati diri mereka itu seperti apa, tetapi para siswa
kadang-kadang belajar untuk mencari jati diri mereka yang sesungguhnya, maka hal ini akan
menyebabkan minat belajar siswa itu berkurang, mereka lebih suka bermain tanpa
memikirkan pelajaran. Hal ini disebabkan karena para siswa kadang-kadang merasakan arti
dari kesetiakawanan itu seperti apa, dan mereka kadang-kadang tidak tahu guna dari rasa
kesetiakawanan itu sehingga mereka kadang-kadang tidak menemukan jati diri mereka dalam
rasa kesetiakawanan.
Dari para siswa juga memiliki kemampuan yang rendah, dari para siswa kadang-kadang
mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka, ini disebabkan karena
mereka tidak begitu mengenal diri mereka sendiri, sehingga mereka hanya kadang-kadang
termotivasi dalam meningkatkan prestasi belajar mereka, sebagai seorang guru kita harus
terus mendidik mereka dalam meningkatkan jati diri mereka dan mereka tetap mempunyai
semangat yang tinggi untuk meraih masa depan mereka yang lebih baik lagi.
Ada juga dari para siswa yang kadang-kadang membalas kekasaran yang dilakukan oleh
temannya jika disaat mereka lagi bosan dalam belajar, sikap ini sangat tidak baik untuk
dicontoh siswa yang lain, karena sebagian siswa sudah menggunakan kecerdasan
emosionalnya dalam mencari jati dirinya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Ini di
sebabkan karena, para siswa sudah berfikir dewasa dalam hidupnya, mereka mampu
mengatur emosional mereka saat belajar, disaat teman-teman mereka yang lain mengganggu
mereka saat proses belajar.
Para siswa ada juga yang kadang-kadang memanfaatkan semua potensi yang mereka
miliki dan mereka mampu mengelola emosi mereka saat teman mereka berbuat salah kepada
mereka dan mereka tidak akan menceritakan keburukan temannya kepada orang lain, maka
dapat kita ketahui bahwa siswa yang dapat mengelola emosinya saat belajar sangat
mempengaruhi hasil belajarnya, dan mereka juga memiliki kelemahan, yaitu kadang-kadang
memanfaatkan semua potensi yang mereka miliki, ini disebabkan karena mereka tidak
memiliki keberanian ataupun belum mengenal jati diri mereka dalam mensosialisasikan
kecerdasan emosional untuk meningkatkan prestasi belajar mereka.
Sebagian sisa juga hanya kadang-kadang dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi,
apalagi disuruh guru untuk mencari hal-hal yang baru untuk menunjang keberhasilan mereka.
Ini disebabkan karena, mereka belum berfikir secara dewasa bahwa mereka mampu
mengatasi masalah apapun yang mereka hadapi, dan mereka juga belum mampu menemukan
jati diri mereka seutuhnya. Dan para siswa juga malas mencari hal-hal yang baru untuk
menunjang prestasi belajar.
Para siswa juga kadang-kadang dapat mengatasi kesedihan kalau nilai pada smester depan
makin merosot, dan hati mereka tidak bisa tenang ketika musibah datang menimpa mereka.
Hal ini disebabkan kecerdasan emosional yang dimiliki para siswa belum mereka gunakan
dengan baik, dan mereka belum bisa berfikir yang lebih dewasa tentang pentingnya sikap
dewasa saat menghadapi musibah, sebagai seorang guru kita harus mampu melatih otak
mereka dalam menghadapi musibah yang akan menimpa hidup mereka dan menjadikan
mereka siswa yang cerdas.
Sebagian siswa kadang-kadang mengenali dirinya sendiri dengan baik apalagi ketika
harus bersikap tenang meskipun banyak masalah yang mereka hadapi. Hal ini dikarenakan,
para siswa tidak pernah menggunakan kecerdasan emosional mereka dalam memotivasi diri
mereka ketika menghadapi suatu masalah dalam hidup mereka.
Para siswa juga kadang-kadang mengambil contoh kesuksesan orang-orang disekitar
mereka, karena mereka tahu hidup sukses itu menggembirakan. Hal ini disebabkan
kecerdasan emosional yang ada pada mereka sudah mereka gunakan, sehingga mereka
menganggap kesuksesan itu hal yang menyenangkan, pemikiran para siswa inilah yang
menyebabkan mereka mulai berhasil dalam memotivasi diri mereka dalam memacu dan
meningkatkan hasil belajar mereka.
Ada juga sebagian siswa kadang-kadang termotivasi ketika membaca latar belakang
pendidikan orang-orang yang sudah berhasil dan untuk menjadi yang terbaik di kelas. Dapat
kita lihat dan kita ketahui bahwa pemikiran siswa yang seperti ini suda dewasa, karena
mereka kadang-kadang termotivasi untuk sukses dalam hidup mereka.
Dengan kemampuan yang mereka miliki, mereka kadang-kadang dapat mengenali emosi
orang lain dan memancing kemarahan teman mereka serta merasakan musibah yang
menimpa teman mereka. Hal ini disebabkan para siswa yang mau mengembangkan
kecerdasan emosional yang mereka miliki, dan mereka mengerti akan hal ini, bahwa
kecerdasan emosional dalam mengenali emosi orang lain dapat meningkatkan motivasi
mereka saat belajar. Dan dapat kita ketahui bahwa penyebabnya adalah mereka masih mau
memperhatikan dan mau mengerti kelemahan dan kekurangan sesama teman sehingga,
mereka kadang-kadang mengetahui kemapuan teman-teman mereka yang bisa saling berbagi
pada saat belajar agar proses belajar aman dan nyaman.
Para siswa kadang-kadang memberikan semangat dan dukungan kepada teman mereka
yang tertimpa musibah meskipun itu teman satu kelas mereka. Hal ini disebabkan oleh para
siswa yang mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki. Para siswa
kadang-kadang peduli dengan sesamanya, sehingga proses belajar di ruang kelas akan
tercipta dengan nyaman.
Para siswa kadang-kadang membangun kedekatan dengan orang lain untuk menambah
pengetahuan mereka, serta menjaga hubungan yang sudah mereka jalani. Hal ini disebabkan
oleh para siswa yang mau mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, danl
mereka mengerti akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina hubungan
dengan orang lain dapat meningkatkan motivasi mereka saat belajar. Hal ini dikarenakan,
pemikiran para siswa sudah dewasa untuk menjalin hubungan dengan sesama mereka,
mereka berfikir bahwa mereka tidak mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain dan
mereka kadang-kadang menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan mereka,
padahal menjalin hubungan dengan teman yang tidak akrab dengan kita akan semakin
menambah ilmu kita, tetapi para siswa belum menyadari hal itu.
Sebagian siswa kadang-kadang membangun kedekatan dengan orang lain dan itu dapat
meningkatkan prestasi mereka. Hal ini disebabkan oleh para siswa yang mau
mengembangkan kecerdasan emosional yang mereka miliki, karena mereka belum mengerti
akan hal ini, bahwa kecerdasan emosional dalam membina hubungan dengan orang lain dapat
meningkatkan motivasi mereka saat belajar, para siswa selalu menambah teman-temannya,
karena pemikiran mereka sudah dewasa.
Para siswa kadang-kadang membuat orang lain nyaman meskipun tingkah laku mereka
yang tidak sopan, apalagi mereka tidak mau membantu teman yang terkena musibah. Dari
jawaban ini kita ambil kesimpulan bahwa, para siswa kadang-kadang menggunakan
kecerdasan emosioanalnya untuk melakukan hubungan dengan orang lain, rasa kekerabatan
mereka sudah masih ada dan pemikiran mereka sudah dewasa, sehingga mereka menerima
orang baru dalam hidup mereka, mereka sudah siap dengan orang baru yang akan mereka
jadikan sebagai motivasi mereka dalam belajar, karena mereka selalu bersosialisasi dengan
teman sebaya mereka, apalagi ikut serta dalam meringankan beban yang dihadapi oleh
temannya, mereka sudah mampu memberikan solusi atas hal itu.
Setelah kita mengetahui jawaban para siswa yang sangat bervariasi dan bermacam-
macam, meskipun rata-rata para siswa Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok jarang
sekali menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam proses pembelajaran dan untuk
memacu semangat belajarnya, namun ada beberapa siswa yang menyatakan bahwa dirinya
selalu mempergunakan kecerdasan emosionalnya, dan ada juga beberapa siswa yang
menyatakan tidak pernah menggunakan kecerdasan emosionalnya dalam proses
pembelajaran, dan ada juga beberapa siswa yang hanya terkadang menggunakan kecerdasan
emosionalnya dalam proses pembelajaran. Hal ini adalah fakta yang terjadi Madrasah
Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok.

3. Hasil Belajar Mata Pelajaran Aqidah Ahlak


Hasil penelitian dalam mata pelajaran Aqidah Ahlak yang mempengaruhi perubahan
tingkah laku, pola pikir yang dari tidak tahu menjadi tahu dan memiliki aqidah yang benar,
dapat saya peroleh dan saya lakukan di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok, yang
saya simpulkan dari peneltian yang saya lakukan kepada 261 siswa Tsanawiyah yang ada
dikecamatan Bahorok dengan 40 pertayaan yang saya berikan berkaitan tentang
pemahaman, pengetahuan, dan penerapan tentang mata pelajaran aqidah ahlak. Maka
berdasarkan penelitiaan yang saya lakukan dapat diketahui bahwa rata-rata siswa Tsanawiyah
dikecamatan Bahorok jarang menggunakan pemahaman serta menerapkan pengetahuan
pelajaran aqidah ahlak pada proses pembelajaran serta kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini
dapat saya keahui berdasarakan pertayaan yang saya berikan kepada 261 siswa dengan
pertanyaan sebanyak 40 butir di Madrasah Tsanawiyah se-Kecamata Bahorok.
Inilah jawaban para siswa kelas I, II, dan III:
 Para siswa jarang mengetahui pemahaman tentang Iman kepada Allah.
 Siswa jarang mengetahui jumlah sifat wajib bagi Allah.
 Siswa jarang mengetahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman
 Siswa jarang pandai melihat arti terjemahan surah dalam al-Qur’an
 Siswa jarang mengetaui Rasul mampu mempunyai sifat tabligh mustahil.
 Siswa jarang mengetahui yang bukan sifat wajib bagi Rasul.
 Siswa jarang mengetahui Kejadian luar biasa yang terjadi pada diri seorang rasul
untuk membuktikan kebenaran kerasulannya.
 Siswa jarang mengetahui Mu’jizat Nabi Musa
 Siswa jarang mengetahui bahwa qarun hidup pada kezaman kenabian
 Siswa jarang mengetahui balasan yang diberikan Rasul terhadap penduduk Thaif.
 Siswa jarang mengetahui . Pangeran Diponegoro adalah putra Hamengkubuwono III,
beliau mengangkat senjata melawan Belanda tahun 1825 – 1830 M.

Dari jawaban para siswa, Maka dapat kita ketahui bahwa, para siswa jarang menerapkan
pengetahuan dan pelajaran aqidah akhlak pada diri mereka sendiri dan mereka tida menyukai
pelajaran aqidah akhlak dalam proses pembelajaran dan kehiduapan mereka sehari-hari. Hal
itu dikarenakan mereka jarang mengetahui apa itu iman kepada Allah, apa itu sifat wajib
bagi Allah, dan mereka jarang mengetahui sejarah tentang Rasulullah. Sehingga, hal ini lah
yang menyebabkan para siswa jarang menerapkan ilmu dari palajaran aqidah ahklak dalam
kehidupan mereka sehari-hari. Mereka belum menyadari sepenuhnya bahwa islam lah yang
membawa mereka kesurga, karena dengan menerapkan ilmu-ilmu agama yang baik, maka
pahala mereka juga akan bertambah.
Meskipun para siswa jarang menerapkan ilmu aqidah dalam kehidupan sehari-hari,
namun ada juga sebagian dari siswa yang menyatakan selalu menerapkan ilmu yang ada
dipelajaran aqidah ahkalak dlam kehidupannya sehari. Hal ini dapat diketahui berdasarkan
pertayaan yang saya berikan kepada para siswa.
Dan ini lah jwaban mereka :
 Para siswa selalu mengetahui pemahaman tentang Iman kepada Allah.
 Siswa selalu mengetahui jumlah sifat wajib bagi Allah.
 Siswa selalu mengetahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman
 Siswa selalu pandai melihat arti terjemahan surah dalam al-Qur’an
 Siswa j selalu mengetaui Rasul mampu mempunyai sifat tabligh mustahil.
 Siswa selalu mengetahui yang bukan sifat wajib bagi Rasul.
 Siswa selalu mengetahui Kejadian luar biasa yang terjadi pada diri seorang rasul
untuk membuktikan kebenaran kerasulannya.
 Siswa selalu mengetahui Mu’jizat Nabi Musa
 Siswa selalu mengetahui bahwa qarun hidup pada kezaman kenabian
 Siswa selalu mengetahui balasan yang diberikan Rasul terhadap penduduk Thaif.
 Siswa selalu mengetahui . Pangeran Diponegoro adalah putra Hamengkubuwono III,
beliau mengangkat senjata melawan Belanda tahun 1825 – 1830 M.

Dari jawaban para siswa, Maka dapat kita ketahui bahwa, para siswa selalu
menerapkan pengetahuan dan pelajaran aqidah akhlak pada diri mereka sendiri dan mereka
menyukai pelajaran aqidah akhlak dan menerapkan aqidah akhlak dalam proses pembelajaran
dan kehiduapan mereka sehari-hari. Hal itu dikarenakan mereka selalu mengetahui apa itu
iman kepada Allah, apa itu sifat wajib bagi Allah, dan mereka selalu mengetahui sejarah
tentang Rasulullah. Sehingga, hal ini lah yang menyebabkan para siswa mau menerapkan
ilmu dari palajaran aqidah ahklak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka sudah
menyadari sepenuhnya bahwa islam lah yang membawa mereka kesurga, karena dengan
menerapkan ilmu-ilmu agama yang baik, maka pahala mereka juga akan bertambah.
Meskipun para siswa selalu menerapkan ilmu aqidah dalam kehidupan sehari-hari,
namun ada juga sebagian dari siswa yang menyatakan tidak pernah menerapkan ilmu yang
ada dipelajaran aqidah ahkalak dlam kehidupannya sehari. Hal ini dapat diketahui
berdasarkan pertayaan yang saya berikan kepada para siswa.
Dan ini lah jwaban mereka :
 Para tidak pernah mengetahui pemahaman tentang Iman kepada Allah.
 Siswa tidak pernah mengetahui jumlah sifat wajib bagi Allah.
 Siswa tidak pernah mengetahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman
 Siswa tidak pernah pandai melihat arti terjemahan surah dalam al-Qur’an
 Siswa tidak pernah mengetaui Rasul mampu mempunyai sifat tabligh mustahil.
 Siswa tidak pernah mengetahui yang bukan sifat wajib bagi Rasul.
 Siswa tidak pernah mengetahui Kejadian luar biasa yang terjadi pada diri seorang
rasul untuk membuktikan kebenaran kerasulannya.
 Siswa tidak pernah mengetahui Mu’jizat Nabi Musa
 Siswa tidak pernah mengetahui bahwa qarun hidup pada kezaman kenabian
 Siswa tidak pernah mengetahui balasan yang diberikan Rasul terhadap penduduk
Thaif.
 Siswa tidak pernah mengetahui . Pangeran Diponegoro adalah putra
Hamengkubuwono III, beliau mengangkat senjata melawan Belanda tahun 1825 –
1830 M.

Dari jawaban para siswa, Maka dapat kita ketahui bahwa, para siswa tidak pernah
menerapkan pengetahuan dan pelajaran aqidah akhlak pada diri mereka sendiri dan mereka
tidak menyukai pelajaran aqidah akhlak dan tidak pernah menerapkan aqidah akhlak dalam
proses pembelajaran dan kehiduapan mereka sehari-hari. Hal itu dikarenakan mereka tidak
pernah mengetahui apa itu iman kepada Allah, apa itu sifat wajib bagi Allah, dan mereka
tidak pernah mengetahui sejarah tentang Rasulullah. Sehingga, hal ini lah yang menyebabkan
para siswa tidak mau menerapkan ilmu dari palajaran aqidah ahklak dalam kehidupan mereka
sehari-hari. Mereka belum menyadari sepenuhnya bahwa islam lah yang membawa mereka
kesurga, karena dengan menerapkan ilmu-ilmu agama yang baik, maka pahala mereka juga
akan bertambah.
Meskipun para siswa tidak pernah menerapkan ilmu aqidah dalam kehidupan sehari-hari,
namun ada juga sebagian dari siswa yang menyatakan kadang-kadang menerapkan ilmu yang
ada dipelajaran aqidah ahkalak dalam kehidupannya sehari. Hal ini dapat diketahui
berdasarkan pertayaan yang saya berikan kepada para siswa.
Dan ini lah jwaban mereka :
 Para kadang-kadang mengetahui pemahaman tentang Iman kepada Allah.
 Siswa kadang-kadang mengetahui jumlah sifat wajib bagi Allah.
 Siswa kadang-kadang mengetahui bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman
 Siswa kadang-kadang pandai melihat arti terjemahan surah dalam al-Qur’an
 Siswa kadang-kadang mengetaui Rasul mampu mempunyai sifat tabligh mustahil.
 Siswa kadang-kadang mengetahui yang bukan sifat wajib bagi Rasul.
 Siswa kadang-kadang mengetahui Kejadian luar biasa yang terjadi pada diri seorang
rasul untuk membuktikan kebenaran kerasulannya.
 Siswa kadang-kadang mengetahui Mu’jizat Nabi Musa
 Siswa kadang-kadang mengetahui bahwa qarun hidup pada kezaman kenabian
 Siswa kadang-kadang mengetahui balasan yang diberikan Rasul terhadap penduduk
Thaif.
 Siswa kadang-kadang mengetahui . Pangeran Diponegoro adalah putra
Hamengkubuwono III, beliau mengangkat senjata melawan Belanda tahun 1825 –
1830 M.

Dari jawaban para siswa, Maka dapat kita ketahui bahwa, para siswa kadang-kadang
menerapkan pengetahuan dan pelajaran aqidah akhlak pada diri mereka sendiri dan mereka
tidak begitu menyukai pelajaran aqidah akhlak dan hanya kadang-kadang menerapkan aqidah
akhlak dalam proses pembelajaran dan kehiduapan mereka sehari-hari. Hal itu dikarenakan
mereka hanya kadang-kadang mengetahui apa itu iman kepada Allah, apa itu sifat wajib bagi
Allah, dan mereka tidak pernah mengetahui sejarah tentang Rasulullah. Sehingga, hal ini lah
yang menyebabkan para siswa hanya kadang-kadang menerapkan ilmu dari palajaran aqidah
ahklak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka belum menyadari sepenuhnya bahwa
islam lah yang membawa mereka kesurga, karena dengan menerapkan ilmu-ilmu agama yang
baik, maka pahala mereka juga akan bertambah.
Dari jawaban para siswa, kita dapat mengetahui bahwa jawaban mereka sangat bervariasi
atau bermacam-macam walaupun rata-rata para siswa Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan
Bahorok jarang menerapkan ilmu pengetahuan aqidah ahlak dalam kehidupan mereka sehari-
hari, dan dalam proses pembelajaran dengan tujuan membentuk kecerdasan spiritual yang
mereka miliki, namun ada beberapa siswa yang menyatakan bahwa dirinya selalu
menerapkan ilmu aqidah ahklak dalam kehidupanya sehari-hari untuk meraih
keberhasilannya, namun ada juga beberapa siswa yang menyatakan tidak pernah menerapkan
ilmu aqidah ahhlak dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dikarenakan para siswa tidak mau
tahu dan tidak pernah peduli dengan manfaat dan tujuan pembelajaran aqidah ahklak bagi
kehidupan mereka dan untuk memotivasi mereka dalam mencapai keberhasilan mereka. Dan
ini adalah fakta yang terjadi Madrasah Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok bahwa para siswa
disana jarang mempergunakan ilmu aqidah ahklak mereka untuk melatih kecerdasan
emosional dan spiritual yang mereka miliki. Dalam memacu dan memotivasi mereka untuk
meraih impian dan keinginan yang mereka impikan.
KESIMPULAN :
Kesimpualan yang saya dapatkan dari hasil penelitian yang saya lakukan di Madrasah
Tsanawiyah se-Kecamatan Bahorok dengan jumlah siswa sebanyah 261 siswa dan butir soal
sebanyak 40 maka dapat diketahui bahwa, penerapan ilmu pengetahuan aqidah ahklak dapat
mempengaruhi kecerdasan spiritual serta kecerdasan emosional yang dimiliki oleh para
siswa. Hal ini disebabkan, penerapan ilmu aqidah ahklak sangat penting membentuk
kecerdasan spiritual serta melatih kecerdasan emosional Para siswa dengan menerapkan
pelajaran aqidah ahklak, para siswa akan semakin cerdas dalam berfikir dan belajar, karena
didalam pelajaran aqidah akhlak mereka belajar tentan Allah, kebesaran Allah serta jerih
payah Rasulullah dalam menegakkan islam, dengan menerapka semua pelajaran aqidah
ahklak pada diri mereka, maka mereka akan semakin semangat untuk mencapai keberhasilan
mereka, karena mereka telah mencontohkan suri tauladan mereka yaitu Rasullah saw.
Semakin sering para siswa menerapkan pemahaman mereka tentang aqidah dan ahlak, maka
semakin terbentuk dan terlatihlah kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional mereka.
Dan hal ini akan semakin membuat siswa lebih memacu dan menggali potensi yang ada
didalam diri mereka untuk mencapai keberhasilan yang menggembirakan didalam hidup
mereka dan membuat orang-orang disekitar mereka bangga dan ikut senang atas keberhasilan
yang mereka raih.