You are on page 1of 11

LAPORAN PENDAHULUAN

I. Konsep Kebutuhan
1.1 Defenisi Penyakit
Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada
paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yaitu bakteri
tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan
pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Mycobacterium
tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru
atau berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi.
Penyakit tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar
ke hampir seluruh bagian tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang dan
nodus limfe. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah virus
masuk ke dalam tubuh. Individu kemudian dapat mengalami penyakit
aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon imun.
1.2 Defenisi Kebutuhan
Kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya
kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu
kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan
(kebutuhan telah terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu
yang melebihi masalah dan nyeri). Kenyamanan mesti dipandang secara
holistik yang mencakup empat aspek yaitu:
a. Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh.
b. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan
sosial.
c. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri
sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan.
d. Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman
eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna, dan
unsur alamiah lainnya.

Hidung . Saluran pernafasan dari hidung sampai ke bronchiolus dilapisi oleh membran mukosa bersilia. Jadi udara inspirasi telah disesuaikan sedimikian rupa sehingga bila udara mencapai faring hampir bebas debu. harapan. dorongan. dan bersel goblet. dan ke superior dalam sistem pernapasan bagian bawah menuju ke faring. dilembabkan. dukungan. Ketiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epitel toraks bertingkat. . dihangatkan.Bronchus dan bronchiolus. dan kelembabannya mencapai 100 %. bersilia. disaring. sedangkan partikel yang halus akan terjerat dalam lapisan mukus. sedangkan panas yang disuplay ke udara inspirasi berasal dari jaringan di bawahnya yang kaya akan pembuluh darah. 1. maka dari itu . hiburan.Pharynx .Larynx . Meningkatkan kebutuhan rasa nyaman (bebas nyeri) diartikan perawat telah memberikan kekuatan. bersuhu mendekati suhu tubuh. Partikel-partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalam lubang hidung. Permukaan epitel dilapisi oleh lapisan mukus yang disekresi oleh sel goblek dan kelenjar serosa. ketika udara masuk melalui rongga hidung. Dari sinilah lapisan mukus akan tertelan atau di batukkan keluar. Air untuk kelembaban diberikan untuk lapisan mukus. Nyeri adalah sensori yang tidak menyenangkan dan penagalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan.3 Fisiologi Sistem Jalan napas yang menghantarkan udara ke paru-paru adalah : . Gerakan silia mendorong lapisan mukus ke posterior di dalam rongga hidung. dan bantuan.Trachea .

j.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Fungsi a. Tinggal di lingkungan padat penduduk bawah standar.5 Macam-macam Gangguan yang Mungkin Terjadi Gangguan yang mungkin terjadi. Institusionalisasi (misal: penjara). termasuk diabetes. Kerusakan jaringan paru yang masif . Karena banyak mengandung saraf dan dapat menimbulkan broncho spasme hebat dan batuk. Riwayat terpajan TB sebelumnya. dan oleh karena itu dinamakan pohon tracheal bronchial. Fistula bronkopleural . Masyarakat yang kurang mendapat pelayanan kesehatan yang memadai (missal : gelandangan. Bronchus kanan lebih pendek lebih besar dan merupakan lanjutan trachea. c. penduduk miskin. h. g. minoritas. Penggunaan obat injeksi dan alkoholisme. Trachea disokong oleh cincin tulang rawan yang berbentu seperti sepatu 5 inchi. Strukturkuda yang panjangnya trachea dan bronchus dianalogkan dengan sebuah pohon. gagal ginjal kronis. b. Kondisi medis yang sudah ada. Pekerjaan (misal: tenaga kesehatan) 1. yang arahnya hampir vertikal. d. Imigran dari Negara dengan insidensi TB yang tinggi (misal:Asia Tenggara). dan malnutrisi). e. kalau saraf- saraf terangsang. Pneumonia . f. Status gangguan imun (missal: lansia. Tempat percabangan trachea menjadi cabang utama bronchus kiri dan cabang utama bronchus kanan dinamakan Karina. silicosis. i. dll). kanker. Efusi Pleura . antara lain: . Gagal napas . Cabang utama bronchus kanan dan kiri tidak simetris. 1. HIV). Kontak dekat dengan seseorang yang menderita TB aktif. Pneumotoraks .

Infeksi organ tubuh lain oleh focus mikrobakterial kecil .. Penyakit hati terjadi sekunder akibat terapi obat .

Inspeksi : Bentuk dada dan gerakan pernapasan.1 Riwayat Keperawatan 1.2 Pemeriksaan fisik B1 (Breathing) 1. Riwayat penyakit dahulu 2. Perkusi : terdapat bunyi sonor pada seluruh lapang paru. Keluhan utama b. Riwayat sakit dan kesehatan a. Adanya penurunan proporsi diameter bentuk dada antero-posterior dibandingkan proporsi diameter lateral. Rencana Asuhan Klien dengan Gangguan Kebutuhan 2. maka akan menganggap remeh penyakit ini. 2. .1.II. Palpasi : Palpasi trachea dan gerakan dinding thoraks anterior / ekskrusi pernapasan. 4. Auskultasi : terdapat bunyi tambahan ronkhi. 2. Batuk dan sputum. 3.1. Gerakan pernapasan tidak simetris.1 Pengkajian 2. sehingga terlihat pada sisi sakit pergerakan dadanya tertinggal. Inspeksi : inspeksi tentang adanya parut dan keluhan kelemahan fisik. Data demografi Nama Usia Jenis kelamin : tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin Jenis pekerjaan : tidak dipengaruhi jenis pekerjaan Alamat Suku/bangsa Agama Tingkat pendidikan : bagi orang yang tingkat pendidikan rendah/minim mendapatkan pengetahuan tentang TB paru. B2 (Blood) 1. Riwayat penyakit saat ini c.

Palpasi : denyut nadi perifer melemah. penurunan BB. kelelahan. muntah. Urine pertama di pagi hari. b. dan jadwal olahraga tidak teratur. c. 2. B4 (Bladder) Dibiasakan dengan urine yang berwarna jingga pekat dan berbau yang menandakan fungsi ginjBal masih normal sebagai ekskresi karena minum OAT. 4. Auskultasi : TD normal. Urine. pola hidup menetap. . Sputum. Radiologis TB Paru Milier Pemeriksaan Laboratorium Diagnostic terbaik dari penyakit TB diperoleh dengan pemeriksaan mikrobiologi melalui isolasi bakteri. 2.1. Pemeriksaan Rontgen Thoraks sangat berguna untuk mengevaluasi hasil pengobatan dan ini tergantung pada tipe keterlibatan dan kerentanan bakteri tuberkel terhadap OAT. apakah sama baiknya dengan respon dari klien. B3 (Brain) Kesadaran compos mentis. B5 (Bowel) Biasanya mengalami mual. diambil pada pagi hari / sputum yang baru keluar. insomnia. b. 3. Bahan pemeriksaan untuk isolasi Mycobacterium Tuberculosis berupa : a. B6 (Bone) Gejala yang muncul antara lain kelemahan.3 Pemeriksaan Penunjang a. anoreksia. CT scan atau MRI memperlihatkan adanya gangguan meluasnya kerusakan paru. Perkusi : batas jantung mengalami pergeseran. tidak terdapat bunyi jantung tambahan.

. Bahan-bahan lain. 2. c. Cairan kumbah lambung. Pemeriksaan ini digunakan jika klien tidak dapat mengeluarkan sputum. kecepatan. misalnya pus. irama.2 Diagnosa Keperawatan  Diagnosa 1: Gangguan pertukaran gas Nomor : 00030 Domain : 3 Class : 4  Defenisi Gangguan pertukaran gas adalah kelebihan atau defisit oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolar-kapiler. kedalaman)  Sakit kepala saat bangun  Sianosis  Somnolen . d.  Batasan Karakteristik  Diaphoresis  Dispnea  Gangguan penglihatan  Gas darah arteri abnormal  Gelisah  Hiperkapnia  Hipoksemia  Hipoksia  Iritabilitas  Konfusi  Nafas cuping hidung  Penurunan karbondioksida  pH arteri abnormal  Pola pernafasan abnormal (mis.

kehitaman)  Faktor yang Berhubungan  Ketidakseimbangan ventilasi-perfusi  Perubahan membran alveolar-kapiler  Diagnosa 2 : Ketidakefektifan bersihan jalan nafas Nomor : 00031 Domain : 11 Class : 2  Defenisi Ketidakefektifan bersihan jalan nafas adalah ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran nafas untuk mempertahankan bersihan jalan nafas.(NANDA NIC-NOC 2015-2017).  Batasan Karakteristik  Batuk yang tidak efektif  Dispnea  Gelisah  Kesulitan verbalisasi  Mata terbuka lebar  Ortopnea  Penurunan bunyi nafas  Perubahan frekuensi nafas  Perubahan pola nafas  Sianosis  Sputum dalam jumlah yang berlebihan  Suara nafas tambahan  Tidak ada batuk  Faktor yang Berhubungan Lingkungan  Perokok .  Takikardia  Warna kulit abnormal (mis.. pucat.

psikospiritual. dan/atau sosial. lega dan sempurna dalam dimensi fisik.  Perokok pasif  Terpajan asap Obstruksi jalan nafas  Adanya jalan nafas buatan  Benda asing dalam jalan nafas  Eksudat dalam alveoli  Hyperplasia pada dinding bronkus  Mucus berlebihan  Penyakit paru obstruksi kronis  Sekresi yang tertahan  Spasme jalan nafas Fisiologis  Asma  Disfungsi neuromuscular  Infeksi  Jalan nafas alergik  Diagnosa 3: Gangguan rasa nyaman Nomor : 00214 Domain : 12 Class : 2  Defenisi Gangguan rasa nyaman adalah merasa kurang nyaman. lingkungan.  Batasan Karakteristik  Ansietas  Berkeluh kesah  Gangguan pola tidur  Gatal  Gejala distress  Gelisah . budaya.

pengetahuan..  Iritabilitas  Ketidakmampuan untuk relaks  Kurang puas dengan keadaan  Menangis  Merasa dingin  Merasa kurang senang dengan situasi  Merasa hangat  Merasa lapar  Merasa tidak nyaman  Merintih  Takut  Faktor yang Berhubungan  Gejala terkait penyakit  Kurang kontrol situasi  Kurang pengendalian lingkungan  Kurang privasi  Program pengobatan  Stimulasi lingkungan yang mengganggu  Sumber daya tidak adekuat (mis. financial. dan social) .

S. “Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. T. “ Buku Saku Diagnosis Keperawatan. .C. Editor Edisi Bahasa Indonesia. Somantri.Heather Herdman. Irman. edisi 12”. Nursing Outcomes Classifications (NOC) 5th Edition. 2013. Monica Ester. Kriteria Hasil NOC. Editor. DAFTAR PUSTAKA Bulechek. Intervensi NIC. Missouri: Mosby Elsevier. Made Sumarwati.Diagnosis NANDA. Alih Bahasa. Dan Nike Budi Subekti . Jakarta .” Jakarta : EGC. Moorhed. “Keperawatan Medikal Bedah Brunner and Suddarth. edisi 9.. Diagnosis Keperawatan : Defenisi Dan Klasifikasi 2012-2014. EGC. Missouri : Mosby Elsevier. Nursing Interventions Classifications (NIC) 6th Edition. Wilkinson Judith M. 2013. Barrah Bariid. Jakarta : EGC. Ahern Nancy R. 2013. (et al). Gloria M. 2012. International NANDA. 2011. Smeltzer. 2008.” Jakarta: Salemba Medik. Dan Wuri Praptiani.