You are on page 1of 9

MATA KULIAH PENGANTAR MANAJEMEN

Kelompok 3:
1. Rusdan Chaerul Cora (02220170028)
2. Iqram Akbar Ersani (02220170034)
3. Muhammad Usnain Amus (02220170035)
4. Amiruddin (02220170036)

BAB 8

PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang
sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan
yang melingkupinya.

Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi dan
pembagian kerja.
 Departementalisasi merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi
agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.
 Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam
organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang
terbatas.

PENGERTIAN PENGORGANISASIAN

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertian. Istilah tersebut dapat
digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini:

1. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan Istilah pengorganisasian
mempunyai bermacam-macam pengertian. yang paling efektif sumber daya-sumber daya
keuangan, fisik, bahan baku, dan tenaga kerja organisasi.
2. Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, di mana setiap
pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk
mengawasi anggota-anggota kelompok.
3. Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas dan para
karyawan.

Pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. 4) rantai perintah dan kesatuan perintah. koordinasi. maupun orang- orang yang menunjukkan kedudukan. 6) saluran komunikasi. 2. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi.tingkat hirarki manajemen. yang mencakup aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian. Proses pengorganisasi dapat ditunjukkan dengan tiga langkah prosedur berikut ini: 1. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja. 3) bagan organisasi formal. 2) departementalisasi (atau sering disebut dengan istilah departementasi). 8) rentang manajemen dan kelompok-kelompok informal yang tak dapat dihindarkan. standardisasi. 7) penggunaan komite. tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda- beda dalam suatu organisasi.4. Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses. Cara dalam mana para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut. Proses ini akan tercermin pada struktur organisasi. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. yaitu : 1) pembagian kerja. akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya. bagian-bagian atau posisi-posisi. 3. 5) tingkat. .

menunjukkan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi- fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi. 4. Anggota (karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. asisten pelatih. pembagian kerja dalam team sepak bola: di mana ada manajer tim. 2. Teknologi yang digunakan. 2. Sedangkan unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari: 1. PEMBAGIAN KERJA Kelompok dua atau lebih orang yang bekerja bersama secara kooperatif dan dikoordinasikan dapat mencapai hasil lebih daripada dilakukan perseorangan. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan. Konsep ini disebut sinergi. Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. Pembagian kerja ini efektif karena bila hanya komponen kecil dari pekerjaan yang dilaksanakan. Ukuran organisasi. 3. dokter tim. dan latihan jabatan lebih mudah. merupakan prosedur-prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan. pembagian kerja mengarahkan penanaman pada peralatan dan mesin-mesin yang efisien untuk meningkatkan produktivitas. penjaga gawang.Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sebagai berikut: 1. . 5. 4. dan pemain lainnya. Sebagai contoh. Tiang dasar pengorganisasian adalah prinsip pembagian kerja (division of labor) yang memungkinkan sinergi terjadi. Koordinasi kegiatan. Gerakan- gerakan dan perpindahan yang percuma dari komponen pekerjaan yang besar diminimumkan. Standardisasi kegiatan. yang menunjukkan lokasi (letak) kekuasaan pembuatan keputusan. Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlah karyawan dalam suatu kelompok kerja. kepala pelatih. kualifikasi personalia yang rendah digunakan. Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organísasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (departementalisasi). 3. Lebih dari itu.

Manajer dan bawahan atau rantai perintah. yaitu : 1. 2. Rantai Perintah Direktur Wakil Direktur Manajer Divisi Manajer Departemen Kepala Penyelia (Superintendent) Penyelia Karyawan Bentuk-bentuk Bagan Organisasi Henry G. 2. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan. yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Bentuk vertikal. 4. Bentuk horizontal. 5. 3. Bentuk piramid. Bentuk lingkaran. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan. 4. . Hodges mengemukakan empat bentuk bagan organisasi . Pembagian kerja. Tingkatan manajemen.BAGAN ORGANISASI FORMAL Bagan organisasi menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. 3.

Beberapa bentuk departementalisasi yang akan dibicarakan berikut ini. Departementalisasi Fungsional Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. misal. kelompok perakitan.DEPARTEMENTALISASI Proses penentuan cara bagaimana kegiatan-kegiatan dikelompokkan disebut departementalisasi atau departementasi. 7. dan memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. akuntansi. pedagang eceran. dan shift ketiga. Struktur fingsional dapat menciptakan konflik antar fungsi- fungsi. atau Indonesia Timur dan Operasional Internasional 4. memusatkan ganisasi. adalah atas dasar: 1. pendekatan fungsional mempunyai berbagai kelemahan. 5. atau keuangan. Produk atau jasa: divisi mesin cuci. nomer 00000 - 50. Wilayah: divisi DKI Jakarta. dan kelas turis dalam pelayanan di pesawat terbang. Semua individu-individu yang melaksanakan fungsi yang sama dikelompokkan bersama. Jawa Barat. Kebaikan pendekatan fungsional. Bagaimanapun juga. akuntansi. produksi. 6. Alpha-numerical: bisa digunakan pada pelayanan telepon di mana. Waktu: kelompok kerja bisa dibagi menjadi shift pertama.99. Proses atau peralatan departemen pemotongan. Fungsi: pemasaran. 8. programmer komputer. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama. . bagian pembungkusan atau finishing. seperti seluruh personalia penjua lan. televisi atau radio. Jawa Tengah. perusahaan konsuitan atau orientasi-energi. menyebabkan kemacetan-kemacetan. 3. dan sebagainya.999 dalam departemen lain. pemerintah. 9. kelas ekonomi. menciptakan efisiensi melalui spesialisasi. Kelemahan struktur fungsional. Langganan: penjualan industri.000 ditempatkan dalam satu departemendan nomer 50.001. militer atau konsumen. shift kedua. lemari es. Proyek dan Matriks: digunakan oleh perusahaan-perusahaan konstruksi dengan teknologi tinggi. Pelayanan: bisa mencerminkan kelas bisnis. 2.

kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah. Pembentuan divisi atas dasar langganan digunakan dalam pengelompokan kegiatan- kegiatan penjualan atau pelayanan. b. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).Departementalisasi Divisional Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk. Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik. wilayah (geografis). dan proses atau peralatan. langganan. c. e. Departementalisasi proses atau peralatan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan atas dasar proses atau peralatan produksi. Kelebihan struktur divisional adalah : a. yang biasanya diukur dengan laba atau rugi divisi. Membebaskan para kepala eksekutif untuk pembuatan keputusan strategik lebih luas dan memungkinkan konsentrasi penuh pada tugas-tugasnya. Meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat. dan diperlukan bila suatu divisi menjual sebagian besar atau semua produknya kepada suatu kelas langganan tertentu. Cocok untuk lingkungan yang cepat berubah. Merumuskan tanggung jawab secara jelas dan memusatkan perhatian pada pertanggungjawaban atas prestasi kerja. adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat di mana operasi berlokasi atau di mana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. Menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas. Mempertahankan spesialisasi fungsional dalam setiap divisi. regional atau geografis. Departementalisasi langganan adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. Struktur Organisasi divisional atas dasar Proses atau peralatan. g. . d. f. Struktur Organisasi divisional atas dasar Langganan. Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah.

Struktur organisasi matriks. Masalah duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu. d. Masalah seberapa besar delegasi wewenang yang diberikan kepada manajer-manajer divisi. Departementalisasi matriks adalah sama dengan departementalisasi proyek dengan satu perbedaan pokok.. Dalam struktur matriks. Struktur organisasi proyek. Departementalisasi proyek menyangkut pembentukan tim- tim. yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan khusus. Kedua struktur organisasi ini tersusun dari satu atau lebih tipe-tipe departementalisasi lainnya. Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan. Organisasi Proyek dan Matriks Bentuk organisasi proyek dan matriks adalah tipe departementalisasi campuran (hybrid design). e. c. para . Menyebabkan berkembangnya persaingan disfungsional potensial antara sumber daya- sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas-tugas dan prioritas-prioritas. Struktur proyek dan matriks bermaksud untuk mengkombinasikan kebaikan-kebaikan kedua tipe disain fungsional dan divisional dengan menghindarkan kekurangan.kekurangannya.Kelemahan struktur divisional adalah : a. b. spesialis. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijaksanaan antara divisi-divisi.

Memungkinkan timbulnya dualisme kepemimpinan d. Sesuai untuk beban kerja yang fluktuatif b.karyawan imempunyai dua atasan sehingga mereka berada di bawah dua wewenang. Memungkinkan untuk merespon pada beberapa sektor lingkungan secara serentak d. panitia pengembangan produk baru. hanya tidak bersifat Tujuan dibentuknya panitia manajemen terutama adalah untuk mengkoordinasikan mempertukarkan informasi. Biaya relatif tinggi c. Kesatuan tugas khusus atau tim proyek dibentuk untuk menangani suatu masalah atau tugas khusus. Panitia tetap (standing committees) dan panitia Ad hoc. Kelebihan struktur organisasi matriks antara lain: a. Banyak jalur untuk melakukan komunikasi e. dan sebagainya. dan dewan atau komisi. Strukturnya sangat rumit b. Kelompok-kelompok tugas biasanya meliputi para wakil (atau para pembuat keputusan) dari satuan-satuan organisasi. Kesatuan tugas khusus (task forces). . Pekerjaan dapat dipahami secara lebih jelas Adapun kekurangan struktur organisasi matriks antara lain: a. panitia pembelian. Tujuan proyek menjadi lebih jelas c. memberi manajemen puncak. Panitia tetap (di kenal sebagai panitia struktural) adalah bagian tetap dari struktur suatu organisasi yang dibentuk guna menangani tugas yang terus menerus ada dalam organisasi. ditambah para ahli yang secara teknis diperlukan untuk menangani masalah atau tugas. panitia. Panitia ad hoc mempunyai fungsi yang serupa dengan panitia tetap. seperti panitia anggaran. Rantai perintah pertama adalalh fungsional atau divisional. Relatif sulit karena terdapat kepentingan ganda sehingga memerlukan koordinasi kuat. KELOMPOK-KELOMPOK KERJA FORMAL ORGANISASI Organisasi mempunyai tiga tipe utama kelompok-kelompok kerja formal: kesatuan tugas khusus.

Keputusan-keputusan dengan kualtas lebih baik. Tempat latihan bagi manajer. ORGANISASI INFORMAL Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokan informal dan hubungan- hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding hubungan-hubungan formal seperti yang ditunjukkan pada bagan organisasi. 6. 3. Kurangnya tanggung jawab. strukturdan pola hubungan kerja yang teratur melalui manajemen. 2) Kepemimpinan. Penyebaran kekuasaan Panitia dapat menghindarkan penyalahgunaan kekuasaan melalui penugasan-penugasannya. 3. Pemborosan waktu dan uang 2. Menghindarkan konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan. Adanya persetujuan dan kompromi terlebih dahulu. Kerugian Panitia Adapun kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan panitia adalah: 1. 2. 4) Ketergantungan. . Memperbaiki koordinasi. keanggotaannya ditentukan dan pola hubungan di antara para anggota tanpa tujuan yang khusus.Kegunaan Panitia Berbagai kegunaan yang ditimbulkan panitia adalah: 1. Meningkatkan penerimaan. 4. organisasi in formal berdiri di atas struktur yang tidak jelas. sukar didefinisikan. Dominasi individu. Perbedaan pokok antara organisasi formal dan informal adalah bahwa organisasi formal mempunyai tujuan. 5. 3) Pengendalian perilaku. Argyris mengemukakan 4 bidang utama di mana organisasi formal dan informal berbeda: 1) Hubungan-hubungan antarpribadi. fleksibel. 4.